Anda di halaman 1dari 21

COAL-ASH HANDLING SYSTEMS PLTU

PT. LESTARI BANTEN ENERGI

Coal handling system adalah sistem yang menangani batu bara dalam suatu PLTU berbahan
bakar batu bara. Didalam coal handling system diperlukan berbagai macam peralatan utama
maupun pendukung serta proteksi untuk menunjang aktivitas kerjanya
Berikut beberapa equipment dari coal handling berdasarkan prosesnya:
I. Jetty
Jetty adalah nama lain dari dermaga, dimana di jetty ini terjadi proses unloading batubara
dari kapal/tongkang menuju conveyor dan transfer tower

1. SU(Ship Unloader)
Adalah suatu peralatan yang digunakan untuk pembongkaran batubara dari kapal yang
tidak mempunyai peralatan bongkar sendiri (non self Unloading) peralatan ini dilengkapi
dengan Grab (bucket) dengan kapasitas bongkar 35 ton/jam, hopper, panel room,
machinery room, control room
Hopper

Control
room

Machinery
Room

Panel
Room

Gambar : Ship Unloader Jantry


cable Bucket
tray
10kv

Gambar : cable tray 10kv roller Gambar : Grab/Bucket

Gambar: isi panel room Gambar: isi machinery room


sling

Gambar: sling
I. Hopper
Berada di sisi depan conveyor. Memiliki bentuk yang lebih besar dan berfungsi untuk
menampung batubara dengan kuantitas relatif banyak sebelum diarahkan ke conveyor.
Hopper dilengkapi dengan chute yang memudahkan batubara untuk meluncur, sehinnga
tidak menggumpal maupun terjadi penyumbatan.
II. Control Room
Ruang khusus yang di dalamya terdapat control untuk mengatur pergerakan posisi
grab/bucket dengan menggunakan trolley system
III. Panel Room
Ruang khusus yang isinya adalah instalasi kelistrikan dari ship unloader
IV. Machinery Room
Ruang khusus yang di dalamnya terdapat control untuk mengatur turun naikya sling pada
grab/bucket
V. Gantry
Adalah adalah alat penggerak ship unloader kedepan dan kebelakang yang dilengkapi
dengan 2 rail claim untuk mengunci posisi SU
Alat pengeruk batubara dari kapal/tongkang yang dapat berpindah posisi memindahkan
batubara ke dari kapal ke hopper
VI. Tray Cable 10kv
Kabel tray yang berfungsi untuk mengalirkan listrik ke seluruh SU(ship unloader)
VII. Sling
Sling adalah kumpulan dari beberapa wire yang dililit helical menjadi sebuah lilitan padat
yang berfungsi sebagai penopang dan penarik grab
2. Jetty Conveyor (C0)
Belt Conveyor di dalam Coal handling sistem merupakan peralatan yang sangat vital
dan berfungsi untuk menstransmisikan batubara dari unloading area (Intake Hopper)
sampai Coal Bunker (power plant). Kontruksi dari belt ini berupa karet memanjang yang
tidak terputus digulungkan diantara 2 buah pulley yang terletak pada ujung Belt
Conveyor.
Pada conveyor C0 ini, terjadi pemindahan batubara dari SU(ship unloader) menuju
Transfer Tower 1.

Gambar: Belt Conveyor


Terdapat beberapa bagian pada conveyor, yaitu:
2.1 Belt Conveyor
Belt Conveyor Merupakan ban berjalan yang berfungsi untuk membawa material(batu
bara) dan meneruskan gaya.

Belt
Conveyor
Berfungsi
sebagai
Gambar : Belt Conveyor penggera Gambar : komponen Conveyor
k utama
dari belt
conveyor.
Dalam
pengoper
asiannya
dihubung
kan
2.2 Motor
Berfungsi sebagai penggerak utama dari belt conveyor. Dalam pengoperasiannya
dihubungkan dengan gearbox dan fluid coupling

Fluid
Coupling

Motor

Gambar : alat penggerak conveyor (motor) Gambar : spesifikasi Motor


2.3 Reducer
Peralatan yang menggandengkan sumber daya
ke pulley dan berfungsi mereduksi putaran dari
motor agar putaran input dari motor dapat
dikurangi.

Reducer

Gambar : alat penggerak conveyor (Reducer)


2.4 Pulley
2.4.1 Drive Pulley
Merupakan pulley yang secara langsung atau
tidak langsung terhubung dengan motor
listrik dan dikopling dengan gearbox.
Fungsinya untuk memutar belt menuju ke
depan. Posisi drive pulley tidak harus selalu
di depan, bisa dipasang dimana saja yang
dianggap memungkinkan
Drive
Pulley
Gambar : Drive Pulley
2.4.2 Head pulley
Berada pada ujung depan conveyor. Tidak
semua head pulley dapat dipakai sebagai
drive pulley. head pulley yang tidak dapat
dihubungkan dengan drive pulley tidak
dapat disebut sebagai drive pulley

Head
Pulley

Gambar : Head Pulley


2.4.3 Tail pulley
Berada di sisi belakang conveyor.
berfungsi untuk memutar kembali belt
conveyor menuju ke arah drive pulley.
Tail pulley dilengkapi dengan belt
cleaner yang berfungsi untuk mencegah
batu bara agar tidak masuk ke tail
pulley. pada conveyor jenis light duty,
tail puley juga sering dijadikan sebagai Tail
take up pull Pulley
2.4.4 Counter Weight
Merupakan bandul yang terhubung
dengan take up pulley yang berfungsi
untuk menjaga ketegangan belt.

Counter
Weight

Gambar: counter weight


II. Transfer Tower 1

Transfer tower 1 adalah sebuah bangunan dimana pada bangunan


itu terjadi perubahan arah aliran distribusi batubara dan beberapa
proses lainnya seperti pemisahan biji besi dari batubara dan
pemisahan debu dari batubara

Transfer
Tower 1

Gambar: Transfer tower


Terdapat beberapa bagian dari transfer tower, yaitu :
1 Dust Collector
Berfungsi untuk mengumpulkan debu batubara dengan
sistem vacum, secara garis besar peralatan ini terdiri dari
blower penyedot debu.

Dust
Collector

Gambar: Dust Collector


2 Magnetic Separator
Berfungsi untuk memisahkan logam-logam yang
terkandung dalam batubara pada proses
pengiriman. Prinsip kerja nya berdasarkan induksi
elektromagnetik logam besi yang terbawa pada aliran
batubara akan ditarik oleh medan elektromagnetik lalu
Magnetic
menempel pada conveyor kemudian logam akan jatuh
pada sisi penampungan.
separator

Gambar: Magnetic Separator


3 Chute

Chute adalah bak peluncur yang berfungsi


engirimkan material batubara daari conveyor ke
conveyor lainnya

Chute

Gambar: Chute

4. Rubber skirt
Rubber skirt adalah sebuah alat yang di gunakan
untuk menahan batubara yang di curahkan dari chute
menuju Conveyor C1 agar tidak berserakan.

Rubber
skirt

Gambar: Rubber Skirt


III. Conveyor (C1)

Conveyor C1 adalah conveyor yang berfungsi


sebagai alat pengangkut batubara yang di
distribusikan dari Transfer Tower 1 menuju
Transfer Tower 2. Pada conveyor C1 ini terdapat
bagian2 yang sama persis dengan C0, perbedannya
hanya pada C0 terdapat water scrapper yg berfungsi
untuk membuang sisa-sisa air yang tertinggal pada
conveyor.

Conveyor
Gambar: Coveyor C1 C1

IV. Transfer Tower 2


Transfer tower 2 adalah bangunan dimana terjadinya
perpindahan arah distribusi batubara dari transfer tower 1
menuju coal yard melalui stacker/reclaimer atau langsung di by
pass menuju transfer tower 3 melalui conveyor C2. Pada transfer
tower 2 ini memiliki equipment yang kurang lebih sama dengan
yang ada pada transfer tower 1, yaitu, chute, dust collector,
magnetic separator.

Transfer
Tower 2
Gambar: Transfer tower 2

V. Conveyor C2
Conveyor C2 adalah conveyor yang berfungsi mendistribusikan
material batubara dari Transfer tower 2 menuju Transfer tower 3,
bagian-bagian dari conveyor C2 ini sama persis dengan
conveyor-conveyor sebelumnya, dan di lengkapi dengan water
scrapper

Conveyor C2

Gambar: Conveyor C1
VI. SR (Stacker/Reclaimer)
Stacker Reclaimer (SR) adalah alat yang
digunakan untuk memindahkan batubara
(coal) dari belt conveyor menuju ke Coal Yard
( disebut Stacking ), maupun dari Coal Yard
menuju belt conveyor (disebut Reclaiming).

Stacker/Recklaimer

Gambar: Stacker/Recklaimer

Prinsip kerja Stacker Reclaimer ada 2 jenis yaitu Stacking dan Reclaiming. Prinsip kerja stacking
adalah dengan menggerakkan konveyor pada Boom tripper dan Boom Bucket ke arah Live stock
area. Bucket wheel tidak digerakkan karena tidak mempunyai peran untuk proses stacking.
Prinsip kerja reclaiming adalah dengan menggerakkan conveyor boom tripper dan boom bucket
ke arah coal bunker, dan juga dengan memutar Bucket wheel guna mengambil coal dari
tumpukan untuk diteruskan diangkut melalui konveyor sampai masuk ke Coal bunker.
Keterangan dari gambar stacker/recklaimer sebagai berikut:
I. Ruang Panel Utama
Tempat main power supply dari source ke stacker
reclaimer. Didalamnya terdapat panel-panel listrik dan Relay.
Ruang panel utama terletak di bawah platform dari feeding
tripper. Ruangan ini terdapat high voltage room, transformer
room dan low voltage room. Di ruangan ini juga terdapat air
conditioner (AC) pada low voltage room untuk memasikan
keandalan kerja dari komponen listrik.
Ruang Panel Utama

II. Boom Tripper


Boom tripper adalah lengan conveyor bagan belakang
stacker reclaimer. Boom tripper ini bisa diubah posisi sesuai
kondisi kerja dari stacker recklaimer, saat stacker reclaimer
(SR) dignakan untuk stacking maka boom tripper posisi
ujungnya di bawah hopper. Pergereakan tripper dilakukan
dengan mengubah switch ke posisi stacking.

Boom
Tripper

III. Counter Weight


Counter weight berfugsi sebagai stabilizer saat
boom bucket bergerak ke atas (luffing up) maupun
bergerak ke bawah (luffing down) agar kerja dari
system hidrolik tidak berat.

Counter
Weight
IV. Hopper
Hopper adalah wadah (chute) yang menghubungkan
ujung boom tripper dan boom bucket. Bentuknya
mengerucut agar ketinggian/tonase batubara yang jatuh ke
conveyor bisa sama atau rata sehingga bisa meminimalisir
batubara yang tumpah.
Hopper
V. Operator Cabinet
Operator cabinet adalah ruang kabin tempat operator
mengendalikan Stacker Reclaimer. Di kabin ini terdapat
panel-panel kemudi/kontrol dan monitor sebagai indikator
dari status kerja Stacker Reckalimer.
Kabin operator/ ruang kendali operator terletak di
depan L beam untuk mendapatkan pandangan yang bagus.
Operator bisa melihat kebawah kondisi kerja dari Bucket
Wheel dan Boom. Di dalam ruang kendali terdapat panel-
panel kontrol, jendela 3 sisi dan dilengkapi dengan Air
Conditioner (AC) Operator
Cabinet
VI. Boom Bucket
Boom bucket adalah lengan yang menghubungkan Bucket Wheel dengan
Hopper. Boom Bucket ini bisa digerakkan luffing up, luffing down, slewing
kanan maupun kiri sesuai posisi kerja dan krtinggian tumpukan batubara di
coal yard
Mekanisme Bucket Wheel dipasang di depan Centilever Beam. Mekanisme ini
bisa bergerak luffing dan slewing bersamaan dengan Centilever Beam.
Mekanisme Bucket Wheel terdiri atas bucket, hopper system, arc guard plate,
discharging chute, bucket wheel shaft dan bearing house.

VII. Mekanisme Travel (Sistem Roda)


Traveling mechanism berfungsi sebagai
sistem penggerak utama stacker reclaimer
dengan meneggunakan roda yang berputar
di rel agar SR bisa bergerak maju dan
mundur.
Mekanisme travel terdiri atas roda utama,
peralatan pendukung roda, balance beam,
wheel bracket, clamp, buffer, cleaner dan
beberapa pendukung lainnya. Mekanisme
ini terdiri dari 16 roda, 8 diantaranya
sebagai penggerak. Mekanisme
Travel
VIII. Cable Reel
Cable reel adalah gulungan kabel yang
bisa berputar sesuai pergerakan SR maju dan
mundur agar kabel tertata rapi, kabel ini
terdiri dari kabel power dan kabel
komunikasi. Kabel power terhubung dengan
Lower Electrical Room, sedangkan kabel
komunikasi adalah untuk menghubungkan
status operasional SR dengan monitor di Cable Reel
Coal handling Central Building (CHCB)

IX. Bucket Wheel


Bucket wheel adalah roda pengambil batubara
di coal yard. Prinsip kerja pengambilan batubara
dengan Bucket Wheel adalah dengan berputar
berlawanan jarum jam kemudian mengumpankan
bucket ke tumpukan batubara sehingga batubara
terangkut dan jatuh di boom conveyor menuju ke
coal bunker
Bucket Wheel
X. Tanki Water Spray
Tank ini berisi air yang digunakan untuk spray/menyirami material/coal
yang jatuh di boom conveyor agar material tidak mudah terbakar dan juga
mengurangi debu yang berterbangan. Pemakaian water spray ini kondisional
tergantung kondisi kerja SR saat itu, dan juga untuk membantu pandangan
operator dari kabin agar tidak terganggu adanya debu

XI. Take Up
Take Up adalah alat yang digunaka untuk
mengatur ketegangan dari belt conveyor. Sistem
pada Take Up pada Stacker Reclaimer
menggunakan metode pemberat (gravity). Jumlah
pemberat ini sudah fix/sudah diatur oleh vendor
dan disesuaikan dengan spesifikasi dari belt
conveyor

Take Up
VII. Transfer Tower 3
Transfer Tower 3 adalah sebuah bangunan yang berfungsi sebagai tempat terjadinya
perpindahan arah distribusi material batubara dari Transfer Tower 2 melalui Conveyor
C2 atau dari Coal yard melalui SR(stacker/reclaimer) menuju Coveyor C3. Pada transfer
tower 3 terdapat beberapa equipment yang sama persis dengan transfer tower
sebelumnya, perbedaannya adalah transfer tower 3 terhubung dengan UH(underground
hopper) dan memiliki three way chute,

Transfer Tower 3 Three way chute

Gambar: Transfer Tower 3 Gambar: Three way chute

VIII. UH(Underground Hopper)


Undergroun Hopper adalah hopper yang di posisikan di bawah tanah untuk
mendistribusikan material batubara pada saaat emergency dari coal yard menuju
Conveyor C3 dengan cara material batubara di dorong oleh bulldozer menuju
underground hopper

UH(uder
ground
hopper)

Gambar: Bagian luar UH(underground hopper) Gambar: UH(underground hopper)


Pada underground hopper ini dapat ditemukan juga dust collector, sama dengan transfer
tower, namun hanya berbeda pada cara distribusi batubara nya dan menggunakan three
way chute karena akan di distribusikan ke conveyor yang memiliki dua line.
IX. Conveyor C3.
Conveyor C3 adalah sebuah conveyor yang memiliki
fungsi untuk menyalurkan/mendistribusikan material
batubara dari Transfer tower 3 atau dari
UH(underground hopper) menuju transfer tower 4.
Pada conveyor ini terdapat bagian2 yg sama dengan
conveyor-conveyor sebelumnyaa, hanya saja pada
conveyor C3 terdapat dua line conveyor, yaitu
Conveyor C3A dan C3B

Conveyor C3
Gambar: Conveyor C3
X. Transfer Tower 4
Transfer Tower 4 adalah sebuah bangunan yang
berfungsi sebagai tempat terjadinya perubahan
arah penyaluran/distribusi material batubara dari
Transfer Tower 3 atau dari UH(underground
hopper) menuju transfer tower 5. Transfer tower
4 memiliki bagian-bagian yang sama dengan
transfer tower sebelumnya, namun karena
memiliki 2 line conveyor yang akan di rubah
arahnya, maka pada chute nya terdapat
perbedaan, yaitu menggunakan 3 way chute

Transfer
Gambar: Transfer tower 4 tower 4
XI. Conveyor C4
Conveyor C4 adalah sebuah conveyor yang
berfungsi sebagai alat angkut atau distribusi
material batubara dari transfer tower 4 menuju
sampling house dan transfer tower 5. Pada
conveyor C4 ini terdapat 2 line dan di tengah-
tengah instalasi conveyor ini terdapat auto
sampling device. Pada conveyor C4 ini tidak
dilengkapi dengan water scrapper, namun bagian-
Conveyor C4 bagian lainya masih sama dengan conveyor-
conveyor sebelumnya.
Gambar: Conveyor C4
XII. Tranfer Tower 5
Transfer tower 5 adalah sbuah bangunan yang berfungsi sebagai tempat pemindah arah
aliran atau distribusi batubara yang di angkut oleh conveyor C4 dari Transfer tower 4
menuju coal bunker/coal mill. Pada tranfer tower ini terdapat three way chute dan juga
plough unloader yang berfungsi sebagai alat pemindah material batubara dari conveyor
C5 menuju coal bungker/coal mill.

Transfer
Tower 5 Plough
unloader
Gambar: Transfer Tower 5 Gambar: Plough unloader

XIII. Conveyor C5
Conveyor C5 adalah sebuah alat pengangkut material
batubara yang mengangkut material batubara dari
Transfer tower 5 menuju Coal bunker/coal mill
dengan cara di pisahkan dari conveyor menggunakan
plough unloader. Pada conveyor ini terdapat 2 line,
bagian-bagian pada conveyor ini masih sama dengan
conveyor sebelumnya, perbedaannya hanya pada
Plough unloader nya saja.

Conveyor C5
Gambar: Conveyor C5
Ash Handling Plant adalah peralatan bantu dari sebuah PLTU berbahan bakar batubara. Ash
Handling Plant berada dalam system aliran gas buang, memiliki peralatan penangkap abu yang
dibangun menyatu dengan aliran bahan bakar/gas buang.
XIV. ESP (Electrostatic Precipitator)
Electrostatic Precipitator (EP) adalah peralatan yang berfungsi
menangkap abu sisa pembakaran yang berada dalam gas buang yang
akan dibuang ke atmosfir melalui stack, sehinga gas buang yang akan
dibuang tidak mengandung partikel-partikel abu yang dapat
mencemari lingkungan.

ESP

XV. Hopper
Berfungsi sebagai penampung abu yang jatuh dari Collecting Plate
dan Electroda setelah proses rapping.Pada sebuah Electrostatic
Precipitator dipasang Hopper-hopper yang menampung abu hasil
tangkapan EP, jumlah Hopper sesuai dengan jumlah EP yang
terpasang.

Hopper

XVI. Tabung Transpoter


Tabung transporter berada tepat di bawah EP Hopper yang
berfungsi sebagai penampung abu yang berasal dari EP Hopper
yang selanjutnya dipindahkan (transfer) ke Silo. Di dalam
tabung Transporter terdapat membrane (aramid) sebagai
pemisah antara abu dan udara transporting. Tabung Transporter
yang berada pada barisan depan biasanya berukuran lebih besar
dari pada tabung yang berada pada barisan belakang, karena
abu hasil tangkapan EP pada bagian lebih banyak dari bagian
belakang.

Tabung
Transpoter
XVII. Fly Ash Silo
Fly Ash Silo adalah penampung abu yang berasal dari Transporter
/ Transmitter ,Dari Silo abu akan dipindahkan / dibuang ke
pembuangan akhir melalui conveyor /Truck Capsul yang tertutup
ke (Ash Valley). Di lokasi Silo dilengkapi Bag filter, Blower /
Fan,Dust Conditioning. Dan juga dilengkapi perlengkapan untuk
melayani konsumen Fly Ash, yaitu Dry Unloading System.

Fly ash silo

Mixer
Filter bag

XVIII. Fuidzing Room


Fluidzing room adalah sebuah ruangan yang di dalamnya terdapat blower, heater, pump
dan filter yang di gunakan dalam proses ash handling

Dryer Filter
Fluidzig
Blower

Fluidzing
Pump
 Fluidzing Blower
Blower digunakan untuk menghasilkan udara bertekanan yang berfungsi untuk
mengalirkan udara bertekanan yg akan dikeringkan oleh dryer kemudian di gunakan
untuk mendorong hasil pembakaran berupa abu menuju fly ash silo
 Dryer
Dryer berfungsi mengeringkan udara bertekanan yang dihasikan oleh blower yang
digunakan untuk mengeringkan abu hasil pembakaran yang akan di masukan ke dalam
fly ash silo
 Filter
Filer digunakan untuk menyaring air yang akan di gunakan untuk mendinginkan hasil
pembakaran yang masuk ke SSC
 Fluidzing Pump
Pump adalah sebuah pompa yang di gunakan untuk memompa air sehingga masuk ke
dalam filter untuk disaring kemudian di salurkan ke ssc untuk pendinginan hasil sisa
pembakaran

XIX. SSC(submerged scrapper conveyor)

SDCC / SSC adalah peralatan yang berfungsi sebagai


penampung (bak SDCC) dan penyaluran abu sisa
pembakaran yang berasal dari dalam ruang bakar,
Boiler Economizer Hopper dan coal reject.

SSC

XX. Air compressor, ESP, Coal and Ash control building

Air compressor, ESP, Coal and Ash control building


adalah sebuah bangunan yang di gunakan sebagai pusat
kontrol dari Coal-Ash Handling yang di dalamnya
terdapat screw compressor dan dryer

Air compressor,
ESP, Coal and Ash
control building
Screw type Air Dryer
compressor

 Screw type compressor


Termasuk positive displacement, dimana dua rotor berbentuk helical saling bertautan dan
membentuk ruang yang semakin mengecil secara axial sehingga dapat memampatkan
udara yang terjebak. Kompresor jenis ini biaya operasinya relatif tinggi apabila
digunakan pada kondisi part load. Compressor ini digunakan untuk mennsupplai udara
untuk digunakan sebagai media akuasi system control pneumatic pada katup line pada
system fly ash

 Air Dryer
Air dryer digunakan untuk mengeringkan udara yang keluar dari compressor agar udara
yg masuk ke dalam actuator pneumatic adalah udara kering, sehingga actuator pneumatic
menjadi awet