Anda di halaman 1dari 8

TINJAUAN TEORI

A. Anemia
anemia adalah kondisi dimana berkurangnya sel darah merah (eritrosit) dalam
sirkulasi darah atau massa hemoglobin sehingga tidak mampu memenuhi fungsinya
sebagai pembawa oksigen keseluruh jaringan (Tarwoto dan wartonah,2008)
Anemia adalah berkurangnya hingga dibawah nilai normal jumlah sel darah
merah, kualitas hemoglobin, dan volume pacjed red blood cells per 100 ml darah
(Price,S.A,2006)
B. Anemia pada ibu hamil
Anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar hemoglobin
dibawah 11 gr% pada trimester I dan III atau kadar kurang dari 10,5% pada trimester
III (Winkdjosastro,2006)
Anemia dalam kandungan ialah kondisi ibu dengan kadar hb kurang dari 11,00
gr%. Pada trimester I dan III atau kadar Hb kurang dari 10,50 gr% pada trimester II.
Karena ada perbedaan dengan kondisi wanita tidak hamil karena hemodilusi terutama
terjadi pada trimester II (Saifudin,A.B.2002)

B. kebutuhan gizi ibu hamil


1. Kalori
Selama hamil, ibu membutuhkan tambahan energi/kalori untuk pertumbuhan dan
perkembangan janin, juga plasenta, jaringan payudara, cadangan lemak, serta untuk
perubahan metabolisme yang terjadi. Di trimester II dan III, kebutuhan kalori tambahan ini
berkisar 300 kalori per hari dibanding saat tidak hamil. Berdasarkan perhitungan, pada akhir
kehamilan dibutuhkan sekitar 80.000 kalori lebih banyak dari kebutuhan kalori sebelum
hamil.
2. Protein
Kebutuhan protein bagi wanita hamil adalah sekitar 60 gram. Artinya, wanita hamil butuh
protein 10-15 gram lebih tinggi dari kebutuhan wanita yang tidak hamil. Protein tersebut
dibutuhkan untuk membentuk jaringan baru, maupun plasenta dan janin. Protein juga
dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan diferensiasi sel.
3. Lemak
Pertumbuhan dan perkembangan janin selama dalam kandungan membutuhkan lemak
sebagai sumber kalori utama. Lemak merupakan sumber tenaga yang vital dan untuk
pertumbuhan jaringan plasenta. Pada kehamilan yang normal, kadar lemak dalam aliran darah
akan meningkat pada akhir trimester III. Tubuh wanita hamil juga menyimpan lemak yang
akan mendukung persiapannya untuk menyusui setelah bayi lahir.
4. Karbohidrat
Karbohidrat merupakan sumber utama untuk tambahan kalori yang dibutuhkan selama
kehamilan. Pertumbuhan dan perkembangan janin selama dalam kandungan membutuhkan
karbohidrat sebagai sumber kalori utama. Pilihan yang dianjurkan adalah karbohidrat
kompleks seperti roti, serealia, nasi dan pasta. Selain mengandung vitamin dan mineral,
karbohidrat kompleks juga meningkatkan asupan serat yang dianjurkan selama hamil untuk
mencegah terjadinya konstipasi atau sulit buang air besar dan wasir.
5. Vitamin dan mineral
Wanita hamil juga membutuhkan lebih banyak vitamin dan mineral dibanding sebelum hamil.
Ini perlu untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin serta proses diferensiasi
sel. Tak cuma itu. Tambahan zat gizi lain yang penting juga dibutuhkan untuk membantu
proses metabolisme energi seperti vitamin B1, vitamin B2, niasin, dan asam pantotenat.
Vitamin B6 dan B12 diperlukan untuk membentuk DNA dan sel-sel darah merah, sedangkan
Vitamin B6 juga berperan penting dalam metabolisme asam amino.
Kebutuhan vitamin A dan C juga meningkat selama hamil. Begitu juga kebutuhan mineral,
terutama magnesium dan zat besi. Magnesium dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan
dari jaringan lunak. Sedangkan zat besi dibutuhkan untuk membentuk sel darah merah dan
sangat penting untuk pertumbuhan dan metabolisme energi, disamping untuk meminimalkan
peluang terjadinya anemia. Kebutuhan zat besi menjadi dua kali lipat dibandingkan sebelum
hamil.

C. Menu sehari ibu hamil


Menu makanan untuk ibu hamil pada dasarnya tidak banyak berbeda dari menu sebelum
hamil. Jadi seharusnya tidak ada kesulitan berarti dalam pengaturan menu makanan selama
hamil. Nah, berikut bahan makanan yang dianjurkan dalam sehari:
Kelompok bahan makanan: Porsi:
roti, serealia, nasi dan mi 6 piring/porsi
Sayuran 3 mangkuk
Buah 4 potong
susu, yogurt, dan atau keju 2 gelas
daging, ayam, ikan, telur dan kacang-kacangan 3 potong
lemak, minyak 5 sendok teh
Gula 2 sendok makan
Berikut tabel contoh menu makanan dalam sehari bagi ibu hamil
Bahan makanan Porsi hidangan sehari Jenis hidangan
Nasi 5 + 1 porsi Makan pagi: nasi 1,5 porsi (150 gram) dengan ikan/ daging
Sayuran 3 mangkuk potong sedang (40 gram), tempe 2 potong sedang (50 gram), sayu
Buah 4 potong 1 mangkok dan buah 1 potong sedang

Tempe 3 potong Makan selingan: susu 1 gelas dan buah 1 potong sedang
Daging 3 potong Makan siang: nasi 3 porsi (300 gram), dengan lauk, sayur dan bua
Susu 2 gelas sama dengan pagi
Minyak 5 sendok teh
Selingan: susu 1 gelas dan buah 1 potong sedang

Makan malam: nasi 2,5 porsi (250 gram) dengan lauk, sayur da
Gula 2 sendok makan buah sama dengan pagi/siang

Selingan: susu 1 gelas

Variasikan menu tersebut dengan bahan makanan penukarnya sebagai berikut:


1. 1 porsi nasi (100 gram) dapat ditukar dengan:
Roti 3 potong sedang (70 gram), kentang 2 biji sedang (210 gram), kue kering 5 buah besar
(50 gram), mi basah 2 gelas (200 gram), singkong 1 potong besar (210 gram), jagung biji 1
piring (125 gram), talas 1 potong besar (125 gram), ubi 1 biji sedang (135 gram)
2. 1 potong sedang ikan (40 gram) dapat ditukar dengan:
1 potong kecil ikan asin (15 gram), 1 sendok makan teri kering (20 gram), 1 potong sedang
ayam tanpa kulit (40 gram), 1 buah sedang hati ayam (30 gram), 1 butir telur ayam negeri (55
gram), 1 potong daging sapi (35 gram), 10 biji bakso sedang (170 gram) dan lainnya.
3. 1 potong buah, seperti 1 potong besar papaya (110 gram), 1 buah pisang (50 gram), 2 buah
jeruk manis (110 gram), 1 potong besar melon (190 gram), 1 potong besar semangka (180
gram), 1 buah apel (85 gram), 1 buah besar belimbing (140 gram), 1/4 buah nenas sedang (95
gram), 3/4 buah mangga besar (125 gram), 9 duku buah sedang (80 gram), 1 jambu biji besar
(100 gram), 2 buah jambu air sedang (110 gram), 8 buah rambutan (75 gram),
2 buah sedang salak (65 gram), 3 biji nangka (45 gram), 1 buah sedang sawo (85 gram), dan
lainnya.
4. 2 potong sedang tempe (50 gram) dapat ditukar dengan:
Tahu 1 potong besar (110 gram), 2 potong oncom kecil (40 gram), 2 sendok makan kacang
hijau (20 gram), 2,5 sendok makan kacang kedelai (25 gram), 2 sendok makan kacang
merah segar (20 gram), 2 sendok makan kacang tanah (15 gram), 1,5 sendok makan kacang
mete (15 gram), dan lainnya.
5. 1 gelas susu susu sapi (200 cc) dapat ditukar dengan:
4 sendok makan susu skim (20 gram), 2/3 gelas yogurt nonfat (120 gram), 1 potong kecil
keju (35 gram), dan lainnya.
Minyak kelapa 1 sendok teh (5 gram) dapat ditukar dengan:
avokad 1/2 buah besar (60 gram), 1 potong kecil kelapa (15 gram), 2,5 sendok makan
kelapa parut (15 gram), 1/3 gelas santan (40 gram), dan lainnya.
6. Gula pasir 1 sendok makan (13 gram) ditukar dengan: 1 sendok makan madu (15 gram)

D. anemia pada ibu hamil


Diagnosis Anemia Pada Kehamilan
Untuk menegakkan diagnosis anemia kehamilan dapat dilakukan dengan anamnesa. Pada
anamnesa akan didapatkan keluhan cepat lelah, sering pusing, mata berkunang-kunang dan
keluhan mual muntah lebih hebat pada hamil muda.
Pemeriksaan dan pengawasan Hb dapat dilakukan dengan menggunakan alat suhu. Hasil
pemeriksaan Hb dengan sahli dapat digolongkan sebagai berikut :
Hb 11 g% Tidak anemia
9-10 g% Anemia ringan
7-8 g% Anemia sedang
<7 g% Anemia berat
Pemeriksaan darah dilakukan minimal dua kali selama kehamilan, yaitu pada trimester I dan
trimester III. Dengan pertimbangan bahwa setiap ibu hamil mengalami anemia, maka
dilakukan pemberian preparat Fe sebanyak 90 tablet pada ibu-ibu hamil di puskesmas.

E Pengaruh Anemia Pada Kehamilan Dan Janin


a. Pengaruh anemia terhadap kehamilan
1. Bahaya selama kehamilan
a. Dapat terjadi abortus
b. Persalinan prematuritas
c. Hambatan tumbuh kembang janin dalam rahim
d. Mudah terjadi infeksi
e. Mudah dekompensasi cordis (Hb<6g%)
f. Mola hidatidosa
g. Hiperemesis gravidarum
h. Perdarahan antepartum
i. Ketuban pecah dini (KPD)
F. Pengobatan Anemia Dalam Kehamilan
Untuk menghitung terjadinya anemia sebaiknya ibu hamil melakukan pemeriksaan sebelum
hamil sehingga dapat diketahui data-data dasar kesehatan umum calon ibu tersebut. Dalam
pemeriksaan kesehatan disertai pemeriksaan laboratorium, termasuk pemeriksaan tinja
sehingga diketahui adanya infeksi parasit, pengobatan infeksi untuk cacing relatif mudah dan
murah.
Pemerintah telah menyediakan preparat besi untuk dibagikan kepada masyarakat. Contoh
preparat Fe tersebut Arralat, Biosanbe, Iberet, Vitonal dan Hemaviton. Semua preparat
tersebut dapat dibeli dengan bebas. Mengonsumsi suplemen panambah zat besi juga bisa
mampu mencegah dan mengatasi anemia. Tetapi sebaiknya tidak bergantung pada obat atau
suplemen penambah zat besi saja. Yang paling penting adalah menjaga pola makan yang baik
dengan mengonsumsi bahan makanan yang kaya asam folat dan zat besi yang berperan dalam
pembentukan sel darah merah yang dapat diperoleh dari daging, sayuran hijau dan susu
KASUS
Rina adalah ibu hamil trimester 2. Rina selalu mengeluh lemah, lesu, lelah. Suatu hari ia
memeriksakan dirinya ke puskesmas. Diketahui berat badan 53 kg, tinggi badan 153 cm,
LILA 24,5 cm. Hasil pemeriksaan darah diketahui Hb 10,5 g/dL. Berdasarkan hasil
wawancara, diketahui Rina alergi terhadap telur.

Jawab :
1. Hitung IMT
BB/TB2 (m) = 53/1,532 = 53/2.341 = 22,639

2. Kebutuhan energy = TB-100 x 30 + 200 kkal


(153-100) x 30 + 200 = 53 x 30 + 200 =1790

3. Kebutuhan protein = 10 -15 % energy


= 15/100 x 1790 = 268,5 : 4 = 67,125

4. Kebutuhan lemak = 20-25 %


= 25/100 x 1790 =447,5 : 9 = 49,72

5. Kebutuhan karbonhidrat = 60 %
= 60/100 x 1790 = 1074 : 4 = 268,5
Susunan Menu Seimbang
Bahan Porsi E Kal Karbohidrat Lemak (gr) Protein (gr)
makanan
sehari
Makanan 5 875 200 - 20
pokok
Sayuran 3 75 15 - 3
Protein 3 150 - 6 21
hewani
Protein nabati 2 150 14 6 10
Buah 2 100 24 - -
Susu 1 125 10 6 14
Minyak 6 300 - 30 -
Gula 2 100 24 - -
Jumlah 1875 287 48 68
Kebutuhan 1790 268,5 49,72 67,125
Persentasi 104,7 106,9 96,5 101
(%)
Menu makanan :
a. Pagi
a) Biskuit 1 porsi
b) susu sapi
b. Siang
a) Nasi putih 1 porsi
b) Kol tumis + minyak sanan 1 porsi
c) Babat + minyak sanan 1 porsi
d) Jus alpukat
e) gula.
c. Malam
a) Nasi putih 1 porsi
b) Tempe goreng + minyak kelapa 1 porsi
c) Buncis + minyak kelapa 1 porsi
d) Ikan + minyak kelapa 1 porsi
e) Pisang
f) Tablet Fe (60 mg elementasi besi, 0,25 mg asam folat).

1. Selingan I (pagi-siang)
a. Mie ayam dengan bayam dan ayam tanpa kulit + minyak kelapa 1 ( 1 porsi )
2. Selingan II (setelah makan malam)
a. Krakers 1 porsi
b. susu kedelai bubuk + gula
c. melon

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Gangguan dan masalah psikososial dapat dicegah melalui perilaku dari orang tua, ibu
atau pengasuh dalam keluarga untuk menyediakan makanan dengan gizi seimbang bagi
anggota keluarganya. Gizi seimbang adalah makanan yang dikonsumsi individu dalam satu
hari yang beraneka ragam dan mengandung zat tenaga, zat pembangun, maupun zat
pengatur sesuai dengan kebutuhannya.
B. Saran
Jadi pada ibu hamil trimester II walaupun nafsu makannya sudah mulai
membaik,tetapi tetap harus memperhatikan pola makan yang sesuai dengan kebutuhan gizi
(nutrisi) yang di perlukan oleh kehamilannya karena nutrisi yang dimakan oleh ibu pasti akan
sampai pula kepada bayi dalam kandungannya. Segala sesuatu yang dimakan oleh ibu sangat
berpengaruh pada tumbuh kembang sang bayi dalam kandungan terutama otaknya. Oleh
sebab itu diharapkan bagi para ibu hamil seharusnya lebih memperhatikan kesehatannya
salah satunya pengaturan nutrisi yang sesuai dengan gizi seimbang.
DAFTAR ISI

- Tarwoto dan wartonoh.2008. keperawatan medikal bedah gangguan sistem


hematologi.Jakarta: Trans info jakarta
- Price ,S.A, 2006. Patofisiologi.Jakarta : ECG
- Winkjosastro,2006. Ilmu kebidanan.Jakarta
- Saifudin,A.B. Buku acuan pelayanan kesehatan maternal dan neonatal.Jakarta