Anda di halaman 1dari 2

RESUME KEPERAWATAN

Nama : Muhammad Arsyad

NIM : 1830913310043

Kelompok :E

Tanggal praktek/Minggu : 01 – 06 Juli 2019 / 2

Tempat Praktek : Ruang Kasuari RSUD Idaman Banjarbaru

Kasus 1

Ny.YF usia 27 tahun no RM 18 36 30 masuk RSD Idaman 01-07-2019 dengan keluhan


demam dan nyeri menelan kurang lebih 4 hari, mual dan nyeri ulu hati, mucul ruam kulit
pada seluruh tubuh di diagnosis tonsilitis kronik, disfagia. Saat pengkajian 02-07-2019
keluhan yang masih di rasakan nyeri menelan, sebelumnya klien tidak pernah sakit seperti
ini. Riwayat penyakit dahulu klien sebelumnya belum pernah dirawat di RS dan tidak
pernah mengalami penyakit misal seperti hipertensi dan DM. Riwayat penyakit keluarga,
anggota keluarga tidak ada yang memiliki penyakit turunan atau penyakit menular seperti
TBC atau HIV.
Pada pemeriksaan fisik keadaan umum masih lemah, kesadaran compos mentis, tekanan
darah 120/80 mmHg, nadi 80x/menit, respirasi 24x/menit, suhu 36,5°C, tonsil tampak
masih meradang, klien masih tampak meringis saat makan.

Berdasarkan data tersebut perawat mengangkat masalah nyeri akut berhubungan dengan
agen cedera fisik. Masalah klien diharapkan teratasi dengan label NOC kontrol nyeri :
klien mampu mengenali nyeri dan mampu mengontrol nyeri. Intervensi yang diberikan
berdasarkan label NIC manajemen nyeri yaitu : lakukan pengkajian nyeri pada klien
maliputi karakteristik, durasi, kualitas, lokasi dan faktor predisposisi nyeri. Observasi
reaksi non verbal klien yang diakibatkan nyeri dan rasa nyaman klien. Lakukan kontrol
terkait lingkungan yang dapat membuat nyeri bertambah misal tempat tidur atau
pencahayaan. Ajarkan teknik manajemen nyeri non farmakologi (teknik relaksasi atau
massage). Evaluasi efektivitas manajemen nyeri. Tingkatkan istirahat.

Hasil evaluasi didapatkan klien masih mengeluhkan nyeri saat menelan, klien tampak
kesakitan saat menelan dengan skala nyeri 4 yang datang apabila klien makan atau
minum, dari hasil evauasi tersebut masalah belum teratasi sehingga perlu dilanjutkan
intervensi dengan label NIC adinistrasi analgesik, klien mendapatkan obat santagesik inj
1 ampul / 8 jam iv.

Kasus 2

Tn.AA usia 40 tahun, masuk RSD Idaman 30-06-2019 dengan keluhan sesak nafas sejak
soreklien mempunyai riwayat sakit CKD dan rutin hemodialisa 2x setiap minggu. Saat
pengkajian 01-07-2019 keluhan yang masih di rasakan sesak nafas, kaki bengkak,batuk,
kurang tidur, bak sedikit. Riwayat penyakit dahulu klien rutin hemodialisa 2x seminggu
di RS dan tidak pernah mengalami penyakit misal DM. Riwayat penyakit keluarga,
anggota keluarga tidak ada yang memiliki penyakit turunan atau penyakit menular seperti
TBC atau HIV.
Pada pemeriksaan fisik keadaan umum masih lemah, kesadaran compos mentis, tekanan
darah 140/80 mmHg, nadi 90x/menit, respirasi 28x/menit, suhu 36,5°C, odema pitting 2
Berdasarkan data tersebut perawat mengangkat masalah Kelebihan volume cairan b.d
penurunan haluaran urin dan retensi cairan dan natrium Masalah klien diharapkan teratasi
dengan label NOC balance cairan : edema hilang, nafas bersih tidak ada dispnoe, vital
sign dalam batas normal. Intervensi yang diberikan berdasarkan label NIC manajemen
cairan yaitu : lakukan pengkajian status balance cairan, batasi masukan cairan sesuai advis
kolaborasi pemberian cairan sesuai indikasi. Terapi oksigen : Pertahankan kepatenan
jalan nafas, Berikan oksigen tambahan seperti yang diperintahkan, Monitor aliran
oksigen, Monitor efektivitas terapi oksigen, Pantau adanya tanda-tanda keracunan
oksigen dan atelektasis.
Hasil evaluasi didapatkan klien masih mengeluhkan sesak, dari hasil evauasi tersebut
masalah belum teratasi sehingga dilanjutkan dengan rencana tindakan yang lain seperti
hemodialisis terapi.