Anda di halaman 1dari 28

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena hanya rahmat-Nyalah penulis akhirnya bisa
menyelesaikan makalah yang berjudul “Struktur Bentang Lebar” khususnya struktur dengan
tekanan (pneumatik) dengan baik tepat pada waktunya. Tidak lupa kami menyampaikan rasa
terima kasih kepada dosen pembimbing yang telah memberikan banyak bimbingan serta masukan
yang bermanfaat dalam proses penyusunan makalah ini. Rasa terima kasih juga hendak kami
ucapkan kepada rekan-rekan mahasiswa yang telah memberikan kontribusinya baik secara
langsung maupun tidak langsung sehingga makalah ini bisa selesai pada waktu yang telah
ditentukan. Meskipun penulis sudah mengumpulkan banyak referensi untuk menunjang
penyusunan makalah ini, namun penulis menyadari bahwa di dalam makalah yang telah disusun,
masih terdapat banyak kesalahan serta kekurangan. Sehingga penulis mengharapkan saran serta
masukan dari para pembaca demi tersusunnya makalah ini yang lebih lagi. Akhir kata, kami
berharap agar makalah ini bisa memberikan banyak manfaat bagi para pembaca.

Kupang, September 2019

Penulis
BAB. I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sebelum mengenal lebih jauh tentang sistem struktur bentang lebar (wide span building),
perlu dipahami dahulu kata-kata yang selalu mengikut di depannya, yaitu kata ‘struktur’ dan
‘konstruksi’. Dalam suatu bangunan, struktur merupakan sarana untuk menyalurkan beban dan
akibat penggunaan dan atau kehadiran bangunan ke dalam tanah. Struktur juga dapat didefinisikan
sebagai suatu entitas fisik yang memiliki sifat keseluruhan yang dapat dipahami sebagai suatu
organisasi unsur-unsur pokok yang ditempatkan dalam suatu ruang yang didalamnya karakter
keseluruhan itu mendominasi interelasi bagian-bagiannya. Ini berarti struktur merupakan bagian
dalam suatu bangunan yang berfungsi untuk menyalurkan beban-beban untuk menopang dan
memperkuat suatu bangunan. Lain halnya dengan konstruksi, dimana konstruksi adalah suatu
pembuatan atau perancangan bangunan serta penyusunannya. Konstruksi berbicara tentang suatu
kegiatan mengolah sumber daya proyek menjadi suatu hasil kegiatan yang berupa bangunan.
Konstruksi menyusun susunan-susunan yang ada di struktur sehingga kedua saling terikat dan
melengkapi. Bentuk bangunan tidak terlepas dari bagaimana manusia menyusun elemen-elemen
pembentuknya menjadi seperti yang diinginkan dalam menciptakan ruang di bawahnya. Teknologi
konstruksi dalam menyusun elemen-elemen pembentuk tersebut turut mempengaruhi bentuk yang
dihasilkan. Kemajuan jaman telah membawa perkembangan pada pengetahuan konstruksi,
menjadikan kemungkinan-kemungkinan bentuk menjadi lebih bervariasi dan seakan tak terbatas.
Salah satu yang menguntungkan bagi dunia arstektur adalah berkembangnya struktur bentang
lebar. Bangunan bentang lebar merupakan bangunan yang memungkinkan penggunaan ruang
bebas kolom yang selebar dan sepanjang mungkin. Bangunan bentang lebar biasanya digunakan
untuk mewadahi kegiatan yang membutuhkan ruang bebas kolom yang cukup besar, seperti untuk
kegiatan olahraga berupa gedung stadion, gedung pertunjukan, auditorium, dan kegiatan pameran
atau gedung exhibition.
1.2 Macam-macam Sistem Struktur Bentang Lebar

• Sistem Struktur Kabel

Sistem struktur kabel adalah sebuah sistem struktur yang bekerja berdasarkan prinsip gaya
tarik, terdiri atas kabel baja, sendi, batang, dan lain-lain yang menyanggah sebuah penutup yang
menjamin tertutupnya sebuah bangunan. Struktur kabel dan jaringan dapat juga dinamakan
struktur tarik dan tekan, karena pada kabel-kabel hanya dilimpahkan gaya-gaya tarik, sedangkan
kepada tiang-tiang pendukungnya hanya dilimpahkan gaya tekan.

Gambar: sistem struktur kabel pada stadion National Athletics Stadium Bruce dan Struktur
atap kabel pada Roman Collosseum. Kabel tali membentang secara radial melintasi struktur
terbuka. Bentang struktur adalah 188 m pada sumbu manyor dan 166 m pada sumbu minor (dari
drum).

Sumber: kupdf.net_8-struktur-bentang-lebarini.pdf. https://www.google.com


• Sistem Struktur Busur (Arch)

Sistem struktur busur (arch) adalah sistem struktur yang berupa elemen garis yang
berbentuk busur dengan lenting tertentu dimana kekuatan lentingan yang ada mampu menahan
beban tekan yang cukup besar. Sistem struktur ini memiliki 2 tumpuan beban pada kedua kaki
tempat ia berpijak.

Gambar: sistem struktur busur yang diterapkan pada bangunan menara Eiffel dan gambar
penyaluran beban dimana busur sebagai struktur/kaki dari menara Eiffel untuk menahan beban
mati dan hidup.

Sumber: https://wisatamuda.com/tempat-wisata-paris. kupdf.net_8-struktur-bentang-lebarini.pdf

• Sistem Struktur Kubah (Dome)

Sistem struktur kubah (dome)adalah struktur hemisphericalyang berkembang dari


lengkungan. Kubah adalah salah satu bentuk yang paling efisien untuk menutupi daerah yang luas,
karena dapat membungkus jumlah maksimum ruang dengan luas permukaan minimum.
Gambar: jenis-jenis sistem struktur kubah(Dome) dan penerapan sistem struktur kubah pada
bangunan Palazzeto Dello Sport.

Sumber: kupdf.net_8-struktur-bentang-lebarini.pdf. https://www.google.com.

• Sistem Struktur Cangkang (shell)

Sistem struktur cangkang (shell)adalah bentuk struktural tiga dimensi yang memiliki sifat
kaku dan tipis, serta memiliki permukaan lengkung. Pada dasarnya, sistem struktur cangkang
diambil dari bentuk yang ada di alam seperti kulit telur, tempurung buah kelapa, cangkang
kepiting, cangkang keong, dan sebagainya. Sistem struktur ini memiliki pelat yang melengkung
ke satu arah atau lebih, yang tebalnya jauh lebih kecil daripada bentangnya.

Gambar: Bentuk-bentuk dasar sistem struktur Cangkang (Shell)

Gambar: sistem struktur cangkang yang di terapkan pada bangunan Sidney Opera House,
Australia.

Sumber: kupdf.net_8-struktur-bentang-lebarini.pdf. https://www.google.com.


• Sistem Struktur Pneumatik

Sistem struktur pneumatik adalah salah satu sistem struktur yang termasuk dalam
kelompok soft shell, dimana sistem struktur ini memiliki ciri khas semua gaya yang terjadi pada
membrannya berupa gaya tarik. Pada pneumatik, gaya tarik terjadi karena adanya perbedaan
tekanan udara di dalam struktur pneumatic dengan tekanan udara di luar struktur ini.

Gambar: stabilitas bentuk konstruksi sistem struktur Pneumatic.

Gambar: Struktur yg ditumpu oleh udara (air supported structure), dimana seluruh volume
internal struktur diberi tekanan)
Gambar: Struktur yang ditegangkan oleh udara (air inflated structure), dimana tekanan
hanya diberikan di ruang antara membran rangkap. Ruang fungsional interior tetap mempunyai
tekanan udara biasa).

Gambar: bangunan Allianz Arena dan Finmeccanica merupakan bangunan yang


menerapkan sistem sturktruk Pneumatic.

Sumber: kupdf.net_8-struktur-bentang-lebarini.pdf. https://www.canobbio.com/finmeccanica.


https://www.google.com.
• Sistem Struktur Membran

Sistem struktur membran adalah sistem struktur yang menggunakan material membran.
Sistem struktur ini memikul beban dengan mengalami tegangan tarik. Membran yang digunakan
dalam sistem struktur ini sangatlah tipis sehingga sistem struktur ini tidak dapat menerima gaya
tekan dan geser.

Gambar: penerapan sistem struktur Membran pada bangunan Blue Moon


Groningen,london dan Case Park Dome Kumamoto, japan.

Gambar: sistem struktur dan sambungan pada sistem struktur Membran

Sumber:. https://www.google.com. https://polyned.com/portfolio-item/blue-moon-groningen.


• Sistem Struktur Spaceframe

Sistem struktur spaceframeadalah sistem struktur yang dirakit dari elemen-elemen linear
yang disusun sedemikian rupa agar gaya dapat ditransfer secara tiga dimensi ke tanah. Dalam
beberapa kasus, sistem struktur space frame dapat juga berupa dua dimensi.

Gambar: tipe-tipe sistem struktur (Space Frame). Braced domes, Hyperbolic Paraboloid,

Intersection and Combination.


Gambar: sistem sambungan/joint pada struktur Space Frame.

Gambar: konstruksi dan tampak dari bangunan (Crystal Cathedral) yang menggunakan sistem
struktur Space Frame.

Sumber: kupdf.net_8-struktur-bentang-lebarini.pdf. https://www.google.com

• Sistem Struktur Folded Plate

Sistem struktur folded plateadalah rakitan pelat datar kaku yang terhubung sepanjang tepi
hingga membentuk sedemikian rupa sehingga membuat sistem struktur yang mampu membawa
beban tanpa perlu balok pendukung tambahan di sepanjang tepi.

follded Plate Truss Dinding yang menerus dengan plat


Sistem struktur Kanopi Folded plate 3 segmen

Gambar: jenis-jenis sistem struktur (Folded Plate).

Gambar: arah gaya pada sistem struktur Folded Plate.

Gambar: tampak depan dan tampak samping dari bangunan (United States Air Force Academy)

Sumber: kupdf.net_8-struktur-bentang-lebarini.pdf. https://www.google.com.


1.3 Rumusan Masalah

1. Bagaimana sistem Struktur pada struktur Pneumatic?

2. Bagaimana penerapan sistem struktur dengan tekanan (PNEUMATIC)?

1.4 Tujuan

1. Untuk lebih memahami sistem struktur bentangan lebar dengan tekanan (Pneumatic)

2. Untuk mengetahui kelebihan sekaligus kekurangan dari struktur Pneumatic


BAB. II

SISTEM STRUKTUR

2.1 Pengertian

2.1.1 Sistem Struktur Bentang Lebar

Sistem Struktur bentang lebar merupakan struktur yang memungkinkan penggunaan ruang
bebas kolom yang selebar dan sepanjang mungkin. Struktur bentang lebar biasanya digolongkan
secara umum menjadi 2 yaitu bentang lebar sederhana dan bentang lebar kompleks. Bentang lebar
sederhana berarti bahwa konstruksi bentang lebar yang ada dipergunakan langsung pada bangunan
berdasarkan teori dasar dan tidak dilakukan modifikasi pada bentuk yang ada. Sedangkan bentang
lebar kompleks merupakan bentuk struktur bentang lebar yang melakukan modifikasi dari bentuk
dasar, bahkan kadang dilakukan penggabungan terhadap beberapa sistem struktur bentang lebar.

Gambar: Gedung DPR/MPR Republik Indonesia adalah salah satu contoh yang menerapkan
struktur bentang lebar. Atap besar ini menaungi ruang sidang utama.

Sumber: https://www.google.com.

2.1.2 Sistem Struktur Pneumatik


Pneumatik merupakan salah satu sistem struktur yang termasuk dalam kelompok soft shell,
dimana sistem struktur ini memiliki ciri khas semua gaya yang terjadi pada membrannya berupa
gaya tarik. Pada pneumatik, gaya tarik terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara di dalam
struktur pneumatic dengan tekanan udara di luar struktur ini. Membran yang merupakan bahan
dasar dari sistem struktur pneumatik ini dapat diberi pra tegang dengan tekanan dari sebelah dalam
apabila menutup suatu volume atau sejumlah volume yang terpecah-pecah. Semua struktur yang
memanfaatkan gaya tarik akan membentuk bentuk dasar dan primer berupa garis lengkung atau
parabola yang membuka ke atas. Hal ini disebabkan bahan dari struktur yang memanfaatkan gaya
tarik adalah lentur dan lemas, sehingga akan membuat garis lengkung atau parabola yang
membuka ke atas. Namun, lain halnya dengan yang dilakukan pada sistem struktur pneumatik.
Sistem struktur ini ingin membentuk satu bentuk dasar berupa garis lengkung yang membuka ke
bawah. Bentuk ini diilhami oleh bentuk sistem struktur cangkang (shell). Sistem struktur cangkang
banyak memanfaatkan gaya tekan, berbeda dengan gaya tarik yang dimanfaatkan dalam sistem
struktur pneumatik, dimana sistem yang digunakan merupakan sistem cangkang (shell) yang
ditiup. Tekanan udara di dalam diterima oleh membran penutup dan bidang membran ini
menegang dan memperoleh gaya tarik. Inilah sebabnya sistem struktur pneumatik digolongnya
dalam kelompok soft shell structure. Sistem struktur pneumatik memperoleh kestabilannya dari
tekanan internal yang lebih tinggi dibandingkan dengan tekanan eksternal. Media yang digunakan
dalam sistem struktur ini pun bermacam-macam, diantaranya adalah gas atau udara, zat cair, busa,
atau butiran. Diantara semua media tersebut, media yang paling umum digunakan adalah media
gas atau udara. Prinsip pneumatik terletak pada selaput yang relatif tipis yang didukung oleh
perbedaan tekanan. Bisa dikatakan, tekanan dari ruang yang dilingkupi harus lebih tinggi daripada
tekanan atmoster sehingga sistem struktur ini bisa terbangun dan menghasilkan ruang dibawahnya.
Perbedaan tekanan akan menyebabkan tarikan pada membran. Membran akan menjadi stabil bila
berada dalam tekanan tarik. Gaya tekan yang diinduksikan oleh gaya-gaya luar harus segera diatasi
oleh peningkatan tekanan internal atau dengan menyesuaikan bentuk membran apabila membran
tersebut cukup fleksibel. Tegangan yang terjadi pada membran harus berada di bawah batas yang
diperbolehkan untuk membran tersebut.
Gambar Struktur Pneumatik Air Supported structure

Sumber:. https://www.google.com.

2.1.3 Kelebihan dan kekurangan struktur pneumatic

Sistem struktur ini memiliki berbagai keunggulan, antara lain adalah struktur ini dapat
digunakan dengan berbagai macam bentukan-bentukan seiring dengan berjalannya waktu karena
sistem struktur ini banyak mengalami perkembangan desain, mulai dari desain yang sederhana
sampai desain yang lebih kompleks. Keuntungan yang lain adalah sistem struktur ini memiliki
karakter cepat dalam sistem pembangunannya, serta ringan karena material utamanya adalah
lembaran kain dengan tebal tidak lebih dari 0,5 mm sehingga sistem struktur ini tidak memberatkan
bangunan. Bangunan yang dibuat dengan sistem ini bisa menjadi temporary space yang praktis
karena mudah di bongkar pasang dan disimpan kembali, dengan bentang yang lebar karena
memiliki daya tahan yang besar terhadap gaya tarik sehingga merupakan elemen konstruksi yang
paling ekonomis untuk menutup permukaan yang luas.

Selain kelebihan di atas, sistem struktur pneumatik tentunya memilki beberapa


kekurangan. Karena material yang digunakan sangat tipis, pneumatik dapat mengalami kebocoran
atau sobek. Sistem ini juga peka terhadap efek aerodinamika sehingga mudah mengalami getaran,
serta tidak dapat menahan beban vertikal. Untuk membuat bukaan menggunakan sistem struktur
ini juga perlu sistem khusus lainnya karena bukaan dapat menyebabkan ketidakstabilannya
tekanan udara sehingga bangunan bisa kempes. Tidak hanya proteksi kepada kebocoran yang dapat
menyebabkan tekanan udara berkurang dan struktur tidak dapat bekerja dengan semestinya, sistem
struktur ini juga harus dilakukan proteksi terhadap kebakaran. Bahan dari membran terbuat dari
bahan sintetik, thermoplastic alami dan memiliki titik lebur yang rendah sehingga menjadi mudah
terbakar ketika dipapar sinar matahari atau terkena api. Kestabilan struktur pneumatik dipengaruhi
oleh membran-nya yang harus selalu dalam keadaan kedap udara, terkontrol, dan mendapat cukup
tekanan udara sesuai kebutuhan sehingga jalan masuk dan keluar untuk pemakai bangunan harus
selalu dalam kondisi terkontrol dan terawat karena jalan ini merupakan jalan terpenting untuk
mengevaluasi para pemakai bangunan dan jika tidak dipikirkan dengan baik, tekanan udara dapat
berkurang saat jalan masuk dibuka.

Pneumatik seakan merangsang ide-ide yang imajinatif. Hal yang tidak mungkin
dilakukan oleh struktur lain, dapat dilakukan oleh pneumatik ini. Sebagai contoh, bentuk adanya
pada sebuah kolom yang ukuran perbandingannya lebih kecil dari bidang bebannya. Tidaklah
mungkin dilakukan oleh struktur-struktur yang lain, tetapi hal ini dapat dengan mudah dilakukan
oleh desain pneumatik. Tidak berlebihan kiranya jika pneumatik dikatakan sebagai sebuah sistem
struktur yang banyak menentang ‘hukum alam’. Distribusi gaya, hukum gaya tarik, faktor tekuk,
dapat dengan mudah di abaikan karena sistem struktur ini cenderung lebih ringan dibanding
struktur lainnya.

Berikut beberapa kelebihan dan kekurangan pada Sistem Struktur Pneumatic antara lain:

Kelebihan :

• Fluida kerja mudah didapat dan ditransfer


• Dapat disimpan dengan baik
• Bersih dan kering
• Tidak peka terhadap suhu
• Aman terhadap kebakaran dan ledakan
• Tidak diperlukan pendiginan fluida kerja
• Sederhana
• Murah

Kekurangan :
• Ketermampatan
• Gangguan suara (bising)
• Kelembaban udara
• Bahaya pembekuan
• Kehilangan energi kalor
• Pelumasan udara bertekanan
• Gaya tekan terbatas

Sumber: http://eprints.uny.ac.id/44733/12/Pneumatik201.pdf.

2.1.4 Material Struktur Pneumatic

Bermodalkan pemahaman dasar tentang sistem struktur pneumatik dari sisi kelemahan-
kelemahannya, maka perencanaan sistem struktur pneumatik dapat menggunakan material PVC
(polyvinyl chloride), yang memiliki titik lebur yang tinggi ketika dicampurkan dengan
polyethylene. Kedua material yang digabungkan tersebut akan memiliki titik lebur antara 100
sampai 150 derajat celcius. Polyethylene sendiri memiliki titik lebur 341 derajat celcius dan
polyvinyl chloride 391 derajat celcius. Selain itu, memberi lapisan polyurethane foam juga dapat
digunakan untuk melapisi bidang-bidang membran sehingga tidak mudah terbakar oleh api.
Material lain yang dapat digunakan juga adalah PTFE (polytetrofluoroethylene), silicon coated
fiberglass, dan ETFE (ethylene tetrafluoroethylene).

2.1.5 Sistem Penyaluran Beban Pada Struktur Pneumatic

Pada pneumatik, gaya tarik terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara di dalam
struktur pneumatic dengan tekanan udara di luar struktur ini. Membran yang merupakan bahan
dasar dari sistem struktur pneumatik ini dapat diberi pra tegang dengan tekanan dari sebelah dalam
apabila menutup suatu volume atau sejumlah volume yang terpecah-pecah. Semua struktur yang
memanfaatkan gaya tarik akan membentuk bentuk dasar dan primer berupa garis lengkung atau
parabola yang membuka ke atas. Hal ini disebabkan bahan dari struktur yang memanfaatkan gaya
tarik adalah lentur dan lemas, sehingga akan membuat garis lengkung atau parabola yang
membuka ke atas. Namun, lain halnya dengan yang dilakukan pada sistem struktur pneumatik.
Sistem struktur ini ingin membentuk satu bentuk dasar berupa garis lengkung yang membuka ke
bawah. Bentuk ini diilhami oleh bentuk sistem struktur cangkang (shell). Sistem struktur cangkang
banyak memanfaatkan gaya tekan, berbeda dengan gaya tarik yang dimanfaatkan dalam sistem
struktur pneumatik, dimana sistem yang digunakan merupakan sistem cangkang (shell) yang
ditiup. Tekanan udara di dalam diterima oleh membran penutup dan bidang membran ini
menegang dan memperoleh gaya tarik. Inilah sebabnya sistem struktur pneumatik digolongnya
dalam kelompok soft shell structure.

Membran dapat diberi pra tegang dengan tekanan dari sebelah dalam apabila menutup
suatu volume atau sejumlah volume yang terpecah-pecah. Dengan cara ini tersusunlah struktur
pneumatik. Embran mudah menjadi bengkok dan dapat mudah ditekan oleh gas atau udara. Dalam
tyeori, membran tanpa pra tegang dapat membentangi ruangan yang besar sekali dengan tekanan
udara yang mengimbangi beratnya sendiri dari membran yang mengambang. Dalam praktek,
membran perlu diberi prategang supaya menjadi stabil terhadap pembebanan yang tak simetris dan
yang dinamis.

Sistem struktur pneumatik memperoleh kestabilannya dari tekanan internal yang lebih
tinggi dibandingkan dengan tekanan eksternal. Media yang digunakan dalam sistem struktur ini
pun bermacam-macam, diantaranya adalah gas atau udara, zat cair, busa, atau butiran. Diantara
semua media tersebut, media yang paling umum digunakan adalah media gas atau udara. Prinsip
pneumatik terletak pada selaput yang relatif tipis yang didukung oleh perbedaan tekanan. Bisa
dikatakan, tekanan dari ruang yang dilingkupi harus lebih tinggi daripada tekanan atmoster
sehingga sistem struktur ini bisa terbangun dan menghasilkan ruang dibawahnya. Perbedaan
tekanan akan menyebabkan tarikan pada membran. Membran akan menjadi stabil bila berada
dalam tekanan tarik. Gaya tekan yang diinduksikan oleh gaya-gaya luar harus segera diatasi oleh
peningkatan tekanan internal atau dengan menyesuaikan bentuk membran apabila membran
tersebut cukup fleksibel. Tegangan yang terjadi pada membran harus berada di bawah batas yang
diperbolehkan untuk membran tersebut.

2.1.6 Kelompok Sistem Struktur Pneumatic :


1.) Struktur yang ditumpu udara (air supported structure). Disebut juga sebagai single
membrane structure karena struktur ini hanya menggunakan satu lapis membran yang menutup
ruangan secara fungsional dan membutuhkan tekanan udara yang rendah. Ciri-ciri dari sistem ini
adalah dibutuhkannya sedikit perbedaan tekanan udara untuk mengangkat membrannya. Tekanan
udara yang dibutuhkan sekitar 2-20 psf (pon per feet) di atas tekanan atmostif, sehingga tekanan
udara di dalam gedung > dari tekanan udara biasa. Besarnya tekanan udara ini direncanakan
berdasarkan kondisi angin, ukuran struktur, kekedapan udara (perembesan udara melalui
membran, tipe dan jumlah jendela/pintu, dsb). Pada umumnya, sistem air supported structure ini
dirancang untuk dapat mengantisipasi pengaruh angin, mengingat beban angin paling besar
pengaruhnya.

Gambar Struktur yg ditumpu oleh udara (air supported structure), dimana seluruh volume
internal struktur diberi tekanan)

Sumber: kupdf.net_8-struktur-bentang-lebarini.pdf.

2.) Struktur yang digembungkang udara (air inflated structure). Disebut juga double
membrane structure dan membutuhka n tekanan udara yang lebih besar dibandingkan dengan air
supported structure sehingga kadang sistem struktur ini sering juga disebut dengan nama high
pressure system. Sistem ini ditumpu oleh kandungan udara yang bertekanan, dimana volume
udara internal bangunan sebesar tekanan udara biasa. Tekananudara hanya diberikan pada
strukturnya, bukan pada space bangunannya, sehingga pemakai bangunan tidak berada dalam
tekanan udara. Sistem struktur ini membutuhkan tekanan udara sebesar 2- 100 psi, besarnya
sekitar 100 sampai 1000 kali dibandingkan sistem air supported structure. Tekanan udara yang
diperlukan dalam sistem ini adalah besar sehingga material membran yang digunakan harus kuat
dan kedap udara. Ada dua jenis air inflated structure, yaitu struktur dinding rangkap dan struktur
rib. Membran-membran ini kemudian digabungkan dengan menggunakan diafragma.

Sumber: kupdf.net_8-struktur-bentang-lebarini.pdf.

Gambar Struktur yang ditegangkan oleh udara (air inflated structure), dimana tekanan hanya
diberikan di ruang antara membran rangkap, Ruang fungsional interior tetap mempunyai tekanan
udara biasa.

2.1.7 Stabilitas Bentuk Konstruksi Sistem Struktur Pneumatic :

Tidak hanya beban internal yang berpengaruh dalam sistem struktur pneumatik. Ada juga
beban eksternal yang dapat menyebabkan deformasi, yaitu angin dan salju. Ketika sistem
mengalami beban terpusat yang besar, itu akan menyebabkan tegangan local yang sangat besar
sehingga harus diantisipasi dengan baik, contohnya yaitu ketika ada seseorang yang berjalan di
atas atap untuk memperbaiki bagian yang bocor. Salah satu cara untuk mengatasi beban angin
yang dapat menyebabkan deformasi adalah dengan membuat bangunan pneumatik tidak terlalu
tinggi.
Sumber: kupdf.net_8-struktur-bentang-lebarini.pdf.

Dalam konstruksi sistem struktur pneumatik, ada 2 faktor yang mengendalikan stabilitas
bentuk konstruksi. Pertama, tekanan pada tiap titik dari membran yang menyebabkan tegangan
tarik harus cukup untuk menahan semua kondisi pembebanan dan untuk menjaga agar tidak
terdapat tegangan tekan pada membran. Faktor yang kedua adalah tegangan membran pada setiap
titik dengan kondisi pembebanan harus lebih kecil daripada tegangan yang diperkenankan pada
bahan yang dipakai.

2.1.8 Perkembangan Desain Sistem Struktur Pneumatik

Pneumatik adalah sebuah sistem struktur yang memiliki bentuk yang unik. Sistem struktur
ini dapat dikembangkan menjadi berbagai bentuk, fungsi, ataupun bentang dan ketinggiannya.

Gambar: perkembangan desain (Struktur Pneumatic)


Gambar: Usulan Desain USA Pavilion

Sumber: Dent, Roger N, 1971, Principles of Pneumatic Architecture, London, The Architectural
Press, p. 208. kupdf.net_8-struktur-bentang-lebarini.pdf. PERKEMBANGAN
STRUKTUR PNEUMATIK MEMPERKAYA DISAIN ARSITEKTUR
(LMF. Purwanto).

2.1.9 Klasifikasi Sistem Struktur Pneumatik Secara Umum

➢ Air controlled indoor system


• Pressurized air (udara bertekanan)
• Negative pressure
• Positive and negative pressue

Sumber: kupdf.net_8-struktur-bentang-lebarini.pdf.

➢ Air cushion system


• Pressurized air (air bertekanan)
• Negative pressure
• Positive and negative pressure
Sumber: kupdf.net_8-struktur-bentang-lebarini.pdf.

• Air tube system


• Structure space envelope
• Load bearing skeleton

Sumber: kupdf.net_8-struktur-bentang-lebarini.pdf.

2.2 Detail-detail Pada Sistem Struktur Pneumatik

Prinsip dari detail dalam sistem struktur pneumatik adalah gabungan antara membran dan
kabel, namun tidak semua bangunan pneumatik menggunakan sistem penghawaan (HVAC) yang
membuat pneumatik dapat tetap menggembung. Tekanan udara yang terdapat pada sistem struktur
pneumatik diatur oleh sistem HVAC melalui penggunaan kipas, saluran udara, atau kompresor.
Kipas akan meniupkan udara melalui saluran udara ke dalam membran, dan kompresor
memungkinkan untuk mengatur udara di dalamnya. Tekanan udara di dalam membran akan
dipertahankan oleh sistem HVAC untuk menstabilkan struktur pneumatik dan memungkinkannya
untuk berdiri tegak.
Sumber: kupdf.net_8-struktur-bentang-lebarini.pdf.

➢ Komponen Sistem Pneumatic :

1. Kompresor

Kompresor digunakan untuk menghisap udara di atmosfer dan menyimpannya kedalam


tangki penampung atau receiver. Kondisi udara dalam atmosfer dipengaruhi oleh suhu dan
tekanan.

2. Oil and Water Trap


Fungsi dari Oil and Water Trap adalah sebagai pemisah oli dan air dari udara yang masuk
dari kompresor. Jumlah air persentasenya sangat kecil dalam udara yang masuk kedalam sistem
Pneumatik, tetapi dapat menjadi penyebab serius dari tidak berfungsinya sistem.

3. Dehydrator.
Fungsi unit ini adalah sebagai pemisah kimia untuk memisahkan sisa uap lembab yang
mana boleh jadi tertinggal waktu udara melewati unit Oil and Water Trap.

4. The Air Filter


Setelah udara yang dikompresi melewati unit Oil and Water Trap dan unit Dehydrator,
akhirnya udara yang dikompresi akan melewati Filter untuk memisahkan udara dari kemungkinan
adanya debu dan kotoran yang mana munkin tedapat dalam udara.

5. Pressure Regulator
Sistem tekanan udara siap masuk padatekanan tinggi menambah tekanan pada bilik dan
mendesak beban pada piston.

6. Restrictors
Restrictor adalah tipe dari pengontrol klep yang digunakan dalam sistem Pneumatik,
Restrictor yang biasa digunakan ada dua (2) tipe, yaitu tipe Orifice dan Variable Restrictor.

Sumber: http://eprints.uny.ac.id/44733/12/Pneumatikpertemua.pdf

2.3 Studi Kasus:

Allianz Arena Allianz Arena adalah sebuah stadion sepak bola yang berkapasitas 69.901, yang
didesain oleh arsitek yang bernama Herzog & de Meuron. Stadion sepok bola ini dibangun pada
tahun 2002-2005 di Munich, Jerman. Fasad dan atap stadion ini menggunakan struktur pneumatic
yang dikonstruktikan dari 2.874 ETFE-foil panel udara yang terus digembungkan dengan udara
kering. Dari kejauhan, panel-panel tersebut akan terlihat berwarna putih. Tetapi jika diperhatikan
dengan seksama, ada bintik-bintik hitam pada panel yang memiliki ketebalan 0,2 mm tersebut.
Tiap panel dapat dinyalakan dengan lampu warna putih, merah, atau biru muda. Hingga saat ini
stadion Allienz Arena masih berdiri dengan kokoh, dan digunakan sampai sekarang, hal ini
menunjukkan bahwa struktur bentangan lebar yang digunakan pada bangunan stadion ini
khususnya Pneumatic boleh dikatakan sangat baik dan menjadi salah satu unggulan umtuk
membangun.
Bangunan Stadion Allienz Arena

.
2.4 Kesimpulan

Bentang lebar memiliki pembahasan struktur yang sangat kompleks. Perkembangan


teknologi bangunan sampai saat ini telah memungkinkan beragam sistem struktur bentang lebar
yang rumit dan canggih untuk menjawab tantangan kebutuhan zaman. Makalah singkat ini tentulah
tidak dapat menjelaskan semua jenis struktur itu dengan selengkap-lengkapnya. Hanya sebagian
kecil pengertian struktur perihal pemahaman umum struktur bentang lebar yang dipaparkan di sini.
Pemahaman yang sangat komprehensif menyebabkan ketidak mungkinan untuk memberikan
penjelasan menyeluruh dalam makalah yang singkat ini. Bahkan, satu buku penulis yakini dapat
dihabiskan hanya untuk membahas satu macam struktur bentang lebar. Contoh dari studi kasusnya
saja bisa dibahas dalam satu buku sendiri jika dibahas secara sangat komprehensif. Akan tetapi,
makalah ini telah dapat memberikan pemahaman yang cukup mengenai prinsip-prinsip utama dari
masing-masing jenis struktur bentang lebar yang ada beserta contoh-contoh aplikasi nyatanya
dalam dunia arsitektur saat ini.
Daftar Pustaka
• kupdf.net_8-struktur-bentang-lebarini.pdf.
• Dent, Roger N, 1971, Principles of Pneumatic Architecture, London, The Architectural
Press, p. 208.
• http://eprints.uny.ac.id/44733/12/Pneumatik201.pdf.
• https://www.google.com.
• https://wisatamuda.com/tempat-wisata-paris.
• https://www.canobbio.com/finmeccanica.
• https://polyned.com/portfolio-item/blue-moon-groningen.
• PERKEMBANGAN STRUKTUR PNEUMATIK MEMPERKAYA DESAIN
ARSITEKTUR (LMF. Purwanto).pdf.
• DIMENSI TEKNIK ARSITEKTUR Vol. 28, No. 1, Juli 2000: 31 – 36.