Anda di halaman 1dari 2

RENCANA PENELITIAN (METODE PENELITIAN LINGKUNGAN)

I. Tema
Mata Air (Hidrologi)
II. Rencana Lokasi
Wanagama Gunungkidul
III. Latar Belakang
Berbagai masalah lingkungan terjadi karena degradasi hutan yang berlangsung terus
menerus di indonesia. Degradasi hutan dapat menyebabkan permasalahan lingkungan
seperti banjir, kekeringan, longsor, sediemntasi, kualitas air, kualitas udara,
menurunnya produktivitas tanah, dan turunnya biodiversitas. Kondisi tersebut
menimbulkan dampak negatif bagi manusia dalam kehiduapnnya. Naman
keterpurukan dan kerusakan hutan yang terjadi di indnonesia ternyata terdapat
keberhasilan yang dapat di banggakan khususnya di wilayah yogyakarta. Dr. Oemi
dan Staff dari fakultas kehutanan berhasil merubah wilayah yang dikatakan tandus,
berbatu, sulit air, dan tidak layak dijadikan tempat tinggal bagi penduduk menjadi
wilayah berhutan dengan berbagai keunggulan di dalamnya. Keberhasilan tersebut di
laksanakan di gunung kidul tepatnya di hutan pendidikan wanagama.
Awal mulanya wangama merupakan kawasan yang tandus dan kering. Secara
geomorfologi wilayah wanagama terbentuk dari proses pengangkatan wilayah lautan
melalui tenaga endogen bumi pada masa meosin jutaan tahun yang lalu. Kemudaian
mengalami pembentukan (bentuk-lahan) karena proses pelarutan (karsttifikasi).
Kondisi tersebut menyebabkan wilayah wanagama menjadi wilayah yang kering dan
sulit air sebelum tahun 1960-an. Setelah adanya intervensi manusia berupa
rehabilitasi, kini wanagama menjadi lahan yang memiliki biodiversitas yang beragam
dan munculnya beberapa mata air.
Wanagama dengan luas +- 600ha secara konstitusional merupakan hutan dengan
tujuan khusus berupa hutan pendidikan. Mahasiswa dan berbagai organiasisi sering
melakukan berbagai macam kegiatan seperti penelitian, kuliah lapangan, berkemah,
dan pelatihan pendidikan instansi. Masyarakat yang bermukim di wanagama dan
pengunjung wanagama memanfaatkan beberapa mata air untuk konsumsi maupaun
untuk kebutuhan air lainnya. Air merupakan kebutuhan yang penting untuk
masyarakat dan pengunjung di wangagama. Namun sampai sekarang kajian kuantitas,
kualitas, dan upaya pengelolaan mata air di wanagama belum di lakukan.
IV. Rumusan Masalah
1. Berapa Kerapatan vegetasi di sekitar mata air wanagama?
2. Bagaimana Kuantitas dan kualitas mata air di wanagama ?
3. Seperti apa upaya masyarakat dalam pengelolaan mata air?
V. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui kerapatan vegetasi di wanagama
2. Untuk mengetahui kuantitas dan kualitas mata air di wanagama
3. Untuk mngetahui bagaimana masyarakat mebgelola mata air di wanagama
VI. Metode
1. Kerapatan Vegetasi
Menggunakan Nested sampling
2. Perhitungan Kuantitas Mata Air
Menggunakan metode volumetrik untuk mata air dengan debit yang kecil - sedang
Menggunakan metode pelampung untuk mata air dengan debit besar
3. Kualitas Mata Air
Kualitas Fisik :
DHL dengan alat bantu EC-Meter
Kekeruhan air dengan alat bantu turbidity meter
Temperatur air dengan alat bantu termometer digital
Kualitas Kimia :
pH dengan alat bantu pH meter digital
CaCO3 dengan analisis laboratorium
Ca2+ dengan analaisis laboratorium
SO42- dengan analiais laboratorium