Anda di halaman 1dari 17

Sesi 2

AKUNTANSI PENGGABUNGAN USAHA

PENDAHULUAN

Pada umumnya. Kombinasi bisnis terjadi dengan kepemilikan hak suara yang

memberikan hak pengendalian (controlling of interest). Kepemilikan hak suara

biasanya direalisasikan dengan perolehan ekuitas entitas lainnya. Sebagai contoh,

hak suara dalam entitas berbentuk Perseroan Terbatas (PT) dinyatakan dalam

kepemilikan saham biasa (common stock). Akuisisi saham biasa suatu entitas,

biasanya menyebabkan entitas pengakuisisi memiliki hak suara dalam entitas

tersebut. Jika akuisisi terjadi pada sebagian besar saham entitas, maka akan

memberikan hak pengendalian bagi entitas pengakuisisi, sehingga terjadilah

“kombinasi bisnis”.

Apabila entitas pengakuisisi merupakan perusahaan public, maka Peraturan

BAPEPAM mensyaratkan “Adanya pihak independen, yakni perusahaan penilai

(appraisal company) untuk menilai “kelayakan harga” akuisisi berdasarkan nilai

wajar dari entitas tersebut. Di Indonesia, Penilai independen akan melakukan

penilaian berdasarkan Standar Penilaian Indonesia (SPI). Profesi Perusahaan

Penilai ini diatur dalam Undang-undang Pasar Modal No. 8 Tahun 1995, sehingga
perusahaan penilai memiliki peran penting dalam menentukan “Nilai Wajar” (fair

value) Asset suatu entitas. Nilai wajar ini diperlukan sebagai informasi penting bagi

para investor dalam mengambil keputusan investasi.

A. ASPEK HUKUM KOMBINASI BISNIS

Ditinjau dari aspek hukum, Kombinasi bisnis dapat terbagi atas :

1. Merger

Kombinasi bisnis antara dua atau lebih perusahaan, dimana satu

perusahaan akan mengambil alih asset dan kewajiban dari perusahaan

yang bergabung. Perusahaan yang ingin melanjutkan kegiatan usaha

akan tetap memiliki badan hukum, sementara yang lainnya akan

bubar.

Ilustrasi :
PT B dan PT C bergabung dengan PT A, dengan cara PT A membeli
atau mengambil alih Asset dan Kewajiban PT B dan PT C. Selanjutnya
PT B dan PT C akan kehilangan badan hukumnya dan PT A akan tetap

memiliki badan hukum.

2. Konsolidasi
Perusahaan baru yang dibentuk tetap memiliki badan hukum dan yang

akan melanjutkan kegiatan operasional perusahaan sehari-hari.

Ilustrasi :

Kombinasi antara PT A, PT B dan PT C dengan membentuk badan


hukum perusahaan yang baru, yakni PT D.

3. Afiliasi (Pembelian Modal Saham)

Kombinasi bisnis dengan cara membeli sebagian besar modal

saham suatu perusahaan. Entitas yang kepemilikan saham suatu

perusahaan lebih dari 50 % saham yang beredar, maka akan

menguasai perusahaan yang sahamnya dibeli.

Ilustrasi :
PT A membeli 60 % Saham PT B, dimana PT A akan bertindak sebagai
peru-sahaan induk (parent company), sedangkan PT B akan bertindak
sebagai perusahaan anak (subsidiary company). Keduanya baik PT SA
dan PT B tidak kehilangan badan hukumnya. Selanjutnya PT A akan
“diwajibkan” untuk mem-buat laporan keuangan konsolidasi (Neraca

Konsolidasi) yang mengabungkan neraca perusahaan induk PT A dan


perusahaan anaknya PT B.

B. PEMBAGIAN MODAL SAHAM DALAM KOMBINASI BISNIS

1. Kombinasi Bisnis dengan Menerbitkan - Satu Jenis Saham


Pembagian modal saham kepada masing-masing entitas yang akan

bergabung terutama apabila kombinasi bisnis bersifat “konsolidasi”,

maka dapat terbentuk tiga kemungkinan, yakni :

a. Berdasarkan perbandingan Asset Bersih masing-masing entitas;

b. Berdasarkan kemampuan mendapatkan laba masing-masing

entitas;

c. Berdasarkan gabungan antara cara (a) dan (b).

Asset Bersih adalah Jumlah asset dikurangi dengan kewajibannya.

Sedangkan kemampuan untuk mendapatkan laba didasari pada

kemmpuan rata-rata perus-ahaan dalam mendapatkan laba.

Contoh :

Soal 02-1 :
PT A, PT B dan PT C sepakat meleburkan diri menjadi perusahaan baru

yang diberi nama PT Ambar. PT A mempunyai Asset Rp. 32.000.000,00 ;


kewajiban Rp. 12.000.000,00 dan kemampuan rata-rata dalam

memperoleh laba Rp. 6.000.000,00 per tahun. PT B mempunyai Asset


Rp. 43.600.000,00; kewajiban Rp. 13.600.000,00 dan kemampuan rata-

rata memperoleh laba Rp. 8.000.000,00. PT C mempunyai Asset Rp.


60.000.000,00; kewajiban Rp. 10.000.000,00 dan kemampuan rata-rata
memperoleh laba Rp. 11.000.000,00 per tahun. PT Ambar akan
mengeluarkan saham sebanyak 4.200 lembar dengan nominal Rp.
25.000,00 per lembar untuk menggantikan seluruh asset PT A, PT B dan
PT C.

Instruksi :
1. Berapakah saham yang dimiliki PT A, PT B dan PT C, apabila

pembagian saham didasari pada perbandingan Asset Bersih masing-


masing entitas ?

2. Berapakah saham yang dimiliki oleh PT A, PT B dan PT C, apabila


pembagian saham didasari pada perbandingan kemampuan dalam

memperoleh laba ?
3. Berapakah saham yang dimiliki oleh masing-masing sekutu/
perusahaan, apabila didasari gabungan antara [1] dan [2] dengan
data tambahan sebagai berikut :
a. Persentase laba normal perusahaan sejenis 10 %;
b. Good will akan dikapitalisasi sebesar 25 % atas kelebihan laba di

atas laba normal.

Penyelesaian Soal 02-1 :


a. Pembagian saham didasari perbandingan Asset Bersih masing-

masing entitas yang akan bergabung


Keterangan PT A PT B PT C Jumlah
Jumlah Aset 32.000 43.000 60.000 135.000
Kewajiban [12.000] [13.000] [10.000] [35.000]
Aset Bersih yang 20.000 30.000 50.000 100.000
diserahkan
% Aset dari keseluruhan 20 % 30 % 50 % 100 %
Jumlah Saham tiap 840 1.260 2.100 4.200
Perusahaan lembar lembar lembar lembar

Perhitungan :
 Persentase Asset Relatif dari Keseluruhan adalah :
PT A = 20.000 x 100 % = 20 %
100.000

PT B = 30.000 x 100 % = 30 %
100.000

PT C = 50.000 x 100 % = 50 %
100.000

 Pembagian Saham untuk Masing-masing Entitas :

PT A = 20 % x 4.200 lembar = 840 lembar


PT B = 30 % x 4.200 lembar = 1.260 lembar

PT C = 50 % x 4.200 lembar = 2.100 lembar


Jumlah = 4.200 lembar

b. Perbandingan saham didasari keuntungan relative dari masing-

masing entitas yang akan bergabung.


 Persentase Keuntungan Relatif masing-masing perusahaan :

Keterangan PT A PT B PT C Jumlah
Keuntungan rata-rata 6.000 8.000 11.000 25.000
Persentase Keuntungan 24 % 32 % 44 % 100 %
Jumlah Saham Masing- masing 1.008 1.344 1.848 4.200
perusahaan
 Persentase Keuntungan Relatif Masing masing perusahaan
terhadap Jumlah keuntungan total.

PT A = 6.000 x 100 % = 24 %
25.000

PT B = 8.000 x 100 % = 32 %
25.000

PT C = 11.000 x 100 % = 44 %
25.000

c. Perbandingan saham didasari pada Asset Bersih dan Kelebihan Laba


di atas Laba Normal.

Adapun langkah-langkah perhitungan dengan metode ini, yakni :


1. Tentukan laba rata-rata perusahaan yang akan digabung;

2. Tentukan tingkat keuntungan normal dari perusahaan yang


sejenis;

3. Tentukan kelebihan laba di atas laba normal;


4. Kelebihan laba di atas laba normal ini akan dikapitalisasi sebesar

dan persentase tertentu;


5. Pembagian saham kepada masing-masing entitas didasari pada

perban-dingan antara asset bersih ditambah kapitalisasi


kelebihan laba di atas laba normal.

Berdasarkan contoh di atas, Anggaplah Laba Normal dari

perusahaan sejenis sebesar 10 % dan Good Will akan dikapitalisasikan


dengan tingkat 25 % atas kelebihan laba di atas laba normal. Hasilnya

disajikan (dalam ribuan rupiah) sebagai berikut :

Keterangan PT A PT B PT C Jumlah
Aset Bersih yang Diserahkan 20.000 30.000 50.000 100.000
Laba Rata-rata 6.000 8.000 11.000 25.000
Laba Normal 10 % [2.000] [3.000] [5.000] [10.000]
Kelenihan Laba di atas Laba Normal 4.000 5.000 6.000 15.000
Kapitalisasi Kelebihan Laba di atas Laba (+) (+) (+) (+)
Normal 25 % 16.000 20.000 24.000 60.000
Aset Bersih dari Good Will 36.000 50.000 74.000 160.000
Persentase (%) 22,5 % 31,25 46,25 100 %
% %
Jumlah lembar Saham 945 1.312 1.943 4.200

Perhitungannya :

 Laba Normal dihitung dari Aset Bersih Masing-masing Entitas :

PT A = 10 % x 20.000 = 2.000
PT B = 10 % x 30.000 = 3.000

PT C = 10 % x 50.000 = 5.000
Jumlah = 10.000

 Kelebihan Keuntungan di atas Laba Normal akan Dikapitalisasi


sebesar 25 % sebagai berikut :
PT A = 100/ 25 x 4.000 = 16.000

PT B = 100/ 25 x 5.000 = 20.000


PT C = 100/ 25 x 6.000 = 24.000
Jumlah = 60.000

 Persentase Aset Bersih ditambah kapitalisasi kelebihan

keuntungan di atas Laba Normal :

PT A = 36.000 x 100 % = 22,5 %


160.000
PT B = 50.000 x 100 % = 31,25 %
160.000

PT C = 74.000 x 100 % = 46,25 %


160.000

Jumlah = 100 %
 Hak Kepemilikan Saham untuk Masing-masing Sekutu :

PT A = 22,5 % x 4.200 = 945 lembar

PT B = 31,25 % x 4.200 = 1.312 lembar


PT C = 46,25 % x 4.200 = 1.943 lembar
Jumlah = 4.200 lembar

2. Kombinasi Bisnis dengan Menerbitkan - Dua Jenis Saham

Apabila kombinasi bisnis dengan menerbtkan dua jenis saham atau lebih

untuk menggantikan asset bersih masing-masing entitas yang

tergabung, maka perhi-tungan yang akan dilakukan dengan langkah-

langkah sebegai berikut :


a. Total Modal Entitas  Akan dibentuk sebesar kapitalisasi dari laba

masing-masing emtitas. Tingkat kapitalisasi dari laba perusahaan

itu tidak boleh melebihi tingkat persentase keuntungan perusahaan

yang paling rendah;

b. Modal Saham Preferen  Akan dibentuk sebesar Asset Bersih dari

masing-masing entitas;

c. Modal Saham Biasa  Akan dibentuk sebesar selisih dari total

modal dengan modal saham peferen.

Contoh :

Soal 02-2 :
Di bawah ini disajikan Laporan Posisi Keuangan (neraca) masing-masing

Entitas yakni PT Abadi, PT Berkat dan PT Citra pada tanggal 31


Desember 2014 (dalam rupiah) sebagai berikut :

Keterangan PT Abadi PT Berkat PT Citra


Aset Lancar 10.000.000,00 15.000.000,00 18.000.000,00
Aset Tetap 22.000.000,00 38.000.000,00 42.000.000,00
Jumlah Asset 32.000.000,00 53.000.000,00 60.000.000,00
Utang 12.000.000,00 13.000.000,00 10.000.000,00
Kemampuan Mendapatkan 3.000.000,00 7.500.000,00 6.500.000,00
Laba
Persentase Laba dari Asset 15 % 18,75 % 13 %
Bersih
Ketiga entitas tersebut akan bergabung secara konsolidasi dengan
mendirikan perusahaan baru PT Matana. Saham yang mereka keluarkan
adalah saham pre-feren/ saham istimewa sebesar 8 % dengan nilai
nominal @ Rp. 25.000,00. Selanjutnya saham biasa dengan nilai nominal

Rp. 8.000,00, dengan tingkat kapitalisasi laba usaha sebesar 10 %.

Instruksi :

1. Tentukan Besarnya Jumlah Kapitalisasi Laba masing-masing entitas !


2. Hitunglah alokasi kepemilikan saham preferen dan saham biasa untuk
masing-masing entitas tersebut di atas !
3. Buatlah rekapitulasi daftar kepemilikan saham PT Matana ?

Penyelesaian Soal 02-2 :


a. Besarnya Jumlah Kapitalisasi Laba

Keterangan PT Abadi PT Berkat PT Citra


Kapitalisasi Laba *) 30.000.000 75.000.000 65.000.000
Saham Preferen sebesar Asset [20.000.000] [40.000.000] [50.000.000]
Bersih Masing-masing Entitas
Saham BIasa 10.000.000 35.000.000 15.000.000

Kapitalisasi Laba dapat dihitung sebagai berikut :

PT Abadi = Rp. 3.000.000,00 : 10 % = Rp. 30.000.000,00*)


PT Berkat = Rp. 7.500.000,00 : 10 % = Rp. 75.000.000,00*)
PT Citra = Rp. 6.500.000,00 : 10 % = Rp. 65.000.000,00*)
Jumlah = Rp. 170.000.000,00
b. Alokasi Kepemilikan Saham Preferen dan Saham Biasa
 Alokasi Kepemilikan Saham Preferen, dapat dihitung sebagai
berikut :

PT Abadi = Rp. 20.000.000,00 : 25.000 = 800 lembar

PT Berkat = Rp. 40.000.000,00 : 25.000 = 1.600 lembar


PT Citra = Rp. 50.000.000,00 : 25.000 = 2.000 lembar

Jumlah = = 4.400 lembar

 Alokasi Kepemilikan Saham Biasa, dapat dihitung sebagai berikut :

PT Abadi = Rp. 10.000.000,00 : 8.000 = 1.250 lembar

PT Berkat = Rp. 35.000.000,00 : 8.000 = 4.375 lembar


PT Citra = Rp. 15.000.000,00 : 8.000 = 1.875 lembar

Jumlah = 7.500 lembar

c. Daftar Rekapitulasi Saham PT Matana

Keterangan PT Abadi PT Berkat PT Citra Jumlah


Saham Preferen 800 1.600 2.000 4.400
Saham Biasa 1.250 4.375 1.875 7.500
Jumlah 2.050 5.975 3.875 11.900
TUGAS MANDIRI
26 Agustus 2019

A. Pertanyaan Esai :

1. Terangkan konsep akuntansi kombinasi bisnis ?

2. Jelaskan perbedaan antara kombinasi bisnis, merger dan konsolidasi ?


3. Kapan suatu good will timbul dalam suatu penggabungan usaha ?

4. Bagaimana good will dapat mempengaruhi laba bersih yang dilaprkan


dalam suatu kombinasi bisnis ?

5. Apakah yang dimaksud dengan good will negative ?


6. Jelaskan prosedur akuntansi yang diperlukan untuk mencatat dan

mempertanggung jawabkan good will negative ?


7. Mengapa kombinasi bisnis secara penyatuan kepemilikan dilarang ?

Jelaskan !
8. Jelaskan bagaimana biaya-biaya langsung maupun tidak langsung suatu

kombinasi bisnis dicatat baik untuk metode pembelian maupun metode


penyatuan kepemilikan ?

B. Soal Hitungan

Soal 01-1 :
Pemegang saham PT Anugrah , PT Brenda dan PT Sania telah sepakat
menggabungkan usahanya dengan mendirikan perusahaan baru yakni PT ABS.
Daftar assets dan kontribusi keuntungan masing-masing entitas dapat disajikan di
bawah ini :

Keterangan PT Anugrah PT Brenda PT Sania Jumlah


Asset Lancar 15.000.000,00 17.500.000,00 50.000.000,00 82.500.000,00
Asset Tetap 20.000.000,00 35.000.000,00 37.500.000,00 92.500.000,00
Liabilitas 10.000.000,00 15.000.000,00 25.000,000 50.000.000,00
Jumlah Profit yang 5.000.000,00 6.500.000,00 8.500.000,00 20.000.000,00
disumbangkan

Instruksi :
1. Apabila PT ABS mengeluarkan saham sebanyak 5.000 lembar dengan nilai
nominal Rp. 30.000,00, maka Hitunglah bagian saham masing-masing entitas
jika didasari pada perbandingan Aset bersih masing-masing entitas ?

2. Apabila pembagian saham didasari pada keuntungan yang disumbangkan oleh


masing-masing entitas ?
3. Apabila pembagian saham didasari pada gabungan antara cara (1) dan cara (2)

dengan catatan tambahan :


 Laba Normal perusahaan sejenis sebesar 12 %;

 Tingkat kapitalisasi selisih laba dengan laba nominal sebesar 25 %.


4. Apabila PT ABS menerbitkan 2 jenis saham yakni saham preferen 6 % sebanyak
lembar nominal Rp. 25.000,00 dan saham biasa lembar nominal Rp. 15.000,00
dengan tingkat kapitalisasi laba ditetapkan sebesar 8 %.

Soal 01-2 :
PT Bunda dan PT Ananda adalah dua perusahaan yang sepakat akan
melakukan penggabungan usaha. Di bawah ini disajikan data-data keuangan dari
kedua entitas tersebut pada tanggal 31 Desember 2014 sebagai berikut :

Keterangan PT Bunda PT Ananda


Kas 25.000.000,00 15.000.000,00
Piutang 35.000.000,00 25.000.000,00
Persediaan 40.000.000,00 40.000.000,00
Aset Tetap 80.000.000,00 60.000.000,00
Aset Lain 10.000.000,00 10.000.000,00
Jumlah Aset 190.000.000,00 150.000.000,00

Uatang Dagang 15.000.000,00 20.000.000,00


Utang Bank 25.000.000,00 30.000.000,00
Utang Saham 100.000.000,00 50.000.000,00
Agio Saham 10.000.000,00 20.000.000,00
Saldo Laba 40.000.000,00 30.000.000,00
Jumlah Liabilitas dan 190.000.000,00 150.000.000,00
Ekuitas

Kombinasi bisnis ini dilakukan dengan cara konsolidasi dengan mendirikan


perusahaan baru yang mereka beri nama PT Keluarga. PT Keluarga menerbitkan
saham baru sebanyak 16.000 lembar @ Rp. 10.000,00

Instruksi :
1. Tentukan alokasi kepemilikan saham PT Keluarga, apabila pembagiannya
didasari pada perbandingan Aset Bersih kedua entitas ?
2. Tentukan alokasi kepemilikan saham PT Keluarga, apabila perbandingannya
didasari pada perbandingan Aset Bersih dan kapitalisasi kelebihan laba di atas
laba normal, dengan data tambahan sebagai berikut :
 Kemampuan untuk mendapatkan laba dari PT Bunda sebesar Rp.
30.000.000,00 dan PT Ananda sebesar Rp. 15.000.000,00;
 Laba normal dari perusahaan sejenis adalah 10 %;

 Tingkat kapitalisasi kelebihan laba di atas laba normal sebesar 20 %;


3. PT Keluarga menerbitkan 2 jenis saham yaitu saham preferen dengan tingkat
bunga sebesar 8 % dengan nilai nominal @ Rp. 8.000,00 dan saham biasa
dengan nilai nominal @ Rp. 5.000. Tingkat kapitalisasi laba ditetapkan sebesar

10 %.