Anda di halaman 1dari 21

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Manajemen keperawatan pada dasarnya berfokus pada perilaku manusia.


Untuk mencapai tingkat tertinggi dari produktivitas pada pelayanan
keperawatan, pasien membutuhkan manajer perawat yang terdidik dalam
pengetahuan dan ketrampilan tentang perilaku manusia untuk mengelola
perawat profesional serta pekerja keperawatan non profesional.

Mc. Gregor menyatakan bahwa setiap manusia merupakan kehidupan


individu secara keseluruhan yang selalu mengadakan interaksi dengan dunia
individu lainnya. Apa yang terjadi dengan orang tersebut merupakan akibat
dari perilaku orang lain. Sikap dan emosi dari orang lain mempengaruhi orang
tersebut. Bawahan sangat tergantung pada pimpinan dan berkeinginan untuk
diperlakukan adil. Suatu hubungan akan berhasil apabila dikehendaki oleh
kedua belah pihak.

Untuk dapat melakukan hal tersebut di atas, baik atasan maupun bawahan
perlu memahami tentang pengelolaan kepemimpinan secara baik, yang pada
akhirnya akan terbentuk motivasi dan sikap kepemimpinan yang profesional.

Tergantung dari sifat dan perilaku yang dihadapi dalam suatu organisasi
dan atau yang dimiliki oleh pemimpin, maka gaya kepemimpinan yang
diperlihatkan oleh seorang pemimpin dapat berbeda antara satu dengan yang
lainnya. Dalam makalah ini penulis akan membahas berbagai macam gaya
kepemimpinan yang ada digunakan dalam keperawatan.

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari kepemimpinan ?
2. Bagaimana peran adanya kepemimpinan ?

1
3. Apa saja bentuk gaya dari kepemimpinan ?

C. Tujuan
1. Mengetahui dan memahami apa itu kepemimpinan
2. Mengetahui dan memahami gaya – gaya kepemimpinan
3. Mengetahui dan memahami peran kepemimpinan dalam keperawatan

D. Manfaat

Dari penulisan makalah ini diharap mendatangkan manfaat berupa


menambah pengetahuan serta wawasan kepada pembaca tentang apa itu Gaya
Kepemimpinan. Disamping itu dengan adanya makalah ini dapat membantu
pembaca mengetahui dan mengerti semua tujuan dari gaya keperawatan yang
ada dan digunakan dalam keperawatan dan peran adanya kepemimpinan
dalam keperawatan.

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Kepemimpinan dan Gaya Kepemimpinan


Gaya didefinisikan sebagai hak istimewa yang tersendiri dari ahli dengan
hasil akhir yang dicapai tanpa menimbulkan isu sampingan. (Foller, 1940).
Kepemimpinan adalah perpaduan berbagai perilaku yang dimiliki seseorang
sehingga orang tersebut mempunyai kemampuan untuk mendorong orang lain
bersedia dan dapat menyelesaikan tugas - tugas tertentu yang dipercayakan
kepadanya (Ordway Tead).
Sedangkan menurut Gillies (1970) gaya kepemimpinan dapat
didentifikasikan berdasarkan perilaku itu sendiri. Jadi dapat disimpulkan Gaya
Kepemimpinan adalah pola tingkah laku yang dirancang untuk
mengintegrasikan tujuan organisasi dengan tujuan individu untuk mencaqpai
suatu tujuan (S. Suarli dan Yanyan Bahtiar, 2006: 24).
Dalam konteks yang lebih luas, Flishmen (1973) mengartikan
kepemimpinan (Leadership) Sebagai suatu kegiatan yang menggunakan proses
komunikasi untuk mempengaruhi kegiatan seseorang atau kelompok kearah
pencapaian tujuan dalam situasi tertentu. Flishmen (1973).

B. Kegiatan Kepemimpinan
Kepemimpinan termasuk kegiatan berikut : mengarahkan, atau
menunjukkan jalan, mensupervisi, atau mengawasi tindakan, dan
mengkoordinasikan, atau mempersatukan usaha dari individu-individu yang
berbeda.
Dari semua aktivitas, mengarahkan adalah yang paling sulit. Untuk
memimpin bawahan sepanjang jalan tindakan yang telah ditetapkan, seorang
pemimpin harus memiliki gambaran akhir yang jelas, harus terbiasa dengan
kemampuan dan motivasi bawahan, dan harus menghargai pengeluaran waktu
dan usaha mengikuti jalan yang telah ditentukan.

3
Mengarahkan orang lain merupakan transaksi yang rumit karena hal
tersebut menempatkan pemimpin di dalam peran otoriter atau parenteral,
sehingga bawahan cenderung untuk bereaksi melawan. Mengawasi merupakan
kegiatan termudah dari ketiga kegiatan tersebut karena tanggung jawab
supervisor sendiri mendatangkan keingintahuan dan perhatian mengenai
kontribusi bawahan.
Akhirnya koordinasi merupakan kegiatan kepemimpinan yang sangat
penting karena kecuali usaha, semua pegawai disatukan dan difokuskan jelas
pada tujuan kelembagaan, tenaga ahli yang bermacam-macam bias bekerja pada
maksud yang sama satu sama lain.

C. Peran Kepemimpinan
Demi kejelasan, manajer di setiap lapisan hirarki kelembagaan sebaiknya
dihubungkan dengan istikah yang berbeda. Manajer puncak, seperti direktur
keperawatan, dihubungkan dengan eksekutif. Manajer di lapis selanjutnya
adalah seorang administrator atau pengelola. Manajer dalam urutan menengah
disebut supervisor. Manajer lini pertama unit rawat pasien disebut kepala
perawat atau manajer rawat pasien. Manajer pada setiap lapisan hirarki
mengarahkan, mengawasi, dan mengkoorninasikan usaha dari bawahan, namun
manajer di lapisan atas dan lapisan rendah berbesa di dalam kekhususan
pengarahan, dekatnya supervisi, metode koordinasi.
Kepala perawat memberikan pengarahan rinci dan tegas kepada staf
perawat, terkadang bekerja di samping bawahannya untuk memeriksa
ketrampilan tehnis atau ketrampilan perorangan, dan mngkoordinasikan
kegiatan staf lewat patroli harian ke rumah sakit, laporan tim, dan tinjauan
rencana perawatan pasien.

D. Gaya Kepemimpinan

Gaya kepemimpinan dapat diartikan sebagai penampilan atau karakteristik


khusus dari suatu bentuk kepemimpinan . Ada 4 (empat) gaya kepemimpinan

4
yang telah dikenal yaitu: otokratis, demokratis, partisipatif dan laissez faire
(Gillies, 1996).

1. Gaya Kepemimpinan Otokratis

Gaya kepemimpinan otokratis adalah gaya kepemimpinan yang


menggunakan kekuatan jabatan dan kekuatan pribadi secara otoriter,
melakukan sendiri semua perencanaan tujuan dan pembuatan keputusan
dan memotivasi bawahan dengan cara paksaan, sanjungan, kesalahan dan
penghargaan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Dengan ciri-ciri sebagai berikut :

a. Wewenang mutlak terpusat pada pimpinan,


b. Keputusan selalu dibuat oleh pimpinan,
c. Kebijaksanaan selalu dibuat oleh pimpinan,
d. Komunikasi berlangsung satu arah dari pimpinan kepada bawahan,
e. Pengawasan terhadap sikap, tingkah laku, perbuatan atau kegiatan para
bawahannya dilakukan secara ketat,
f. Prakarsa harus selalu dating dari pimpinan,
g. Tiada kesempatan bagi bawahan untuk memberikan saran,
pertimbangan atau pendapat,
h. Tugas- tugas bagi bawahan diberikan secara instruktif,
i. Lebih banyak kritik daripada pujian,
j. Pimpinan menuntut prestasi sempurna dari bawahan tanpa syarat,
k. Pimpinan menuntut kesetiaan mutlak tanpa syarat,
l. Cenderung adanya paksaan, ancaman dan hukuman,
m. Kasar dalam bertindak,
n. Kaku dalam bersikap,
o. Tanggung jawab keberhasilan organisasu hanya dipikul oleh pimpinan.

5
Keuntungan : Kecepatan serta ketegasan dalam pembuatan keputusan dan
bertindak, sehingga untuk sementara mungkin produktivitas
dapat naik.
Kerugian : Suasana kaku, tegang, mencekam, menakutkan sehingga dapat
berakibat lebih lanjut timbulnya ketidak puasan.

2. Gaya Kepemimpinan Demokratis


Gaya kepemimpinan demokratis adalah gaya seorang pemimpin yang
menghargai karakteristik dan kemampuan yang dimiliki oleh setiap anggota
organisasi.Pemimpin yang demokratis menggunakan kekuatan jabatan dan
kekuatan pribadi untuk menggali dan mengolah gagasan bawahan dan
memotivasi mereka untuk mencapai tujuan bersama. kepemimpinan
demokratis memiliki ciri- ciri sebagai berikut :

a. Wewenang pimpinan tidak mutlak,


b. Pemimpin bersedia melimpahkan sebagai wewenang kepada bawahan,
c. Keputusan dibuat bersama antara pimpinan dan bawahan,
d. Kebijakan dibuat bersama antara pimpinan dan bawahan,
e. Komunikasi berlangsung timbale balik, baik terjadi antar pimpinan
dengan bawahan maupun bawahan dengan bawahan,
f. Pengawasan terhadap sikap, tingkah laku perbuatan atau kegiatan
bawahan dilakukan secara wajar,
g. Prakarsa dapat dating dari pimpinan maupun bawahan,
h. Banyak kesempatan bagi bawahan diberikan dengan lebih bersifat
permintaan dari pada instruktif,
i. Tugas-tugas kepada bawhan diberikan dengan lebih bersifat permintaan
dar pada instruktif,
j. Pujian dan kritik seimbang,
k. Pimpinan mendorong prestasi sempurna para bawahan dalam bats
kemampuan masing-masing,
l. Pimpinan meminta kesetiaan secara wajar,

6
m. Pimpinan memperhatikan perasaan dalam bersikap dan bertindak,
n. Terdapat suasana saling percaya, saling hrmat, menghormati dan saling
harga menghargai,
o. Tanggung jawab keberhasilan organisasi dipikul bersama pimpinan dan
bawahan.

Keuntungan : Berupa keputusan serta tindakan yang lebih objektif,


tumbuhnya rasa ikut memiliki, serta terbinannya moral
yang tinggi.
Kelemahan : Keputusan serta tindakan kadang – kadang lamban, rasa
tanggung jawab kurang, keputusan yang dibuat bukan
merupakan keputusan yang terbaik.

3. Gaya Kepemimpinan Partisipatif


Gaya kepemimpinan partisipatif adalah gabungan bersama antara gaya
kepemimpinan otoriter dan demokratis dengan cara mengajukan masalah
dan mengusulkan tindakan pemecahannya kemudian mengundang kritikan,
usul dan saran bawahan. Dengan mempertimbangkan masukan tersebut,
pimpinan selanjutnya menetapkan keputusan final tentang apa yang harus
dilakukan bawahannya untuk memecahkan masalah yang ada.

4. Gaya Kepemimpinan Laisses Faire “ Liberal “


Gaya kepemimpinan laisses faire dapat diartikan sebagai gaya
“membebaskan” bawahan melakukan sendiri apa yang ingin dilakukannya.
Dalam hal ini, pemimpin melepaskan tanggung jawabnya, meninggalkan
bawahan tanpa arah, supervisi atau koordinasi sehingga terpaksa mereka
merencanakan, melakukan dan menilai pekerjaan yang menurut mereka
tepat.

Kepemimpinan Liberal antara lain berciri :

a. Pimpinan melimpahkan wewenang sepenuhnya kepada bawahan,

7
b. Keputusan lebih banyak dibuat oleh para bawahan,
c. Kebijaksanaan lebih banyak dibuat oleh para bawahan,
d. Pimpinan hanya berkomunikasi apabila diperlukan oleh bawahannya,
e. Hampir tiada pengawasan terhadap sikap, tingkah laku, perbuatan, atau
kegiata yang dilakukan para bawahan,
f. Prakarsa selalu dating dari bawahan,
g. Hampir tida pengarahan dari pimpinan,
h. Peran pimpinan sangat sedikit dalam kegiatan kelompok,
i. Kepentingan pribadi lebih utama daripada kepentingan kelompok,
j. Tanggung jawab keberhasilan organisasi dipikul oleh orang per orang.

E. Peran Dan Fungsi Kepala Ruang Sebagai Pemimpin


Menutur Depkes RI 1994, “ Kepala ruangan adalah seorang tenaga
perawat profersional yang diberi tanggung jawab dan wewenang dalam
mengelola kegiatan pelayanan keperawatan di satu ruang rawat.”
1. Peran Kepala Ruang
Adapun tanggung jawab kepala ruangan menurut Gillies (1994) adalah
peran kepala ruangan harus lebih peka terhadap anggaran rumah sakit dan
kualitas pelayanan keperawatan, bertanggung jawab terhadap hasil dari
pelayanan keperawatan yang berkualitas, dan menghindari terjadinya
kebosanan perawat serta menghindari kemungkinan terjadinya saling
melempar kesalahan.
Tanggung jawab kepala rungan dapat diidentifikasi sesuai dengan
perannya meliputi:
a. Manajemen personalia/ketenagaan, meliputi penerimaan, seleksi,
orientasi, pengembangan tenaga, penilain penampilan kerja, promosi
dan penyediaan ketenagaan staf keperawatan.
b. Manajemen operasional, meliputi perencanaan, pengorganisasian, dan
pengarahan dalam pelayanan keperawatan.

8
c. Manajemen kuliatas pelayan, meliputi pengembangan standar asuhan
keperarawatan, program kendali mutu, program evaluasi team dan
persiapan untuk akreditasi pelayanan keperawatan.
d. Manajemen finansial, meliputi budget, cost control dalam pelayanan
keperawatan.

2. Fungsi Kepala Ruang


Adapun fungsi kepala ruangan menurut Marquis dan Houston
(2000) sebagai berikut:
a. Perencanaan : Dimulai dengan penerapan filosofi, tujuan, sasaran,
kebijaksanaan, dan peraturan – peraturan : membuat perencanaan
jangka pendek dan jangka panjang untuk mencapai visi, misi, dan
tujuan, organisasi, menetapkan biaya – biaya untuk setiap kegiatan serta
merencanakan dan pengelola rencana perubahan.
b. Pengorganisasian: meliputi pembentukan struktur untuk melaksanakan
perencanaan, dan menetapkan metode

Menurut Kron (1981), ruang lingkup kegiatan kepemimpinan dalam


keperawatan meliputi:

a. Perencanaan dan pengorganisasian


b. Membuat penugasan dan memberi pengarahan
c. Pemberian bimbingan
d. Mendorong kerjasama dan partisipatif
e. Kegiatan koordinasi
f. Evaluasi hasil kerja.

F. Kepemimpinan Dalam Tim Dan Kelompok Keputusan


1. Peran kepemimpinan dalam pengambilan keputusan
Kepemimpinan seseorang dalam sebuah organisasi sangat besar
perannya dalam setiap pengambilan keputusan, sehingga membuat
keputusan dan mengambil tanggung jawab terhadap hasilnya adalah salah

9
satu tugas pemimpin. Sehingga jika seorang pemimpin tidak mampu
membuat keputusan, seharusnya dia tidak dapat menjadi pemimpin.
Dilain hal, pengambilan keputusan dalam tinjauan perilaku
mencerminkan karakter bagi seorang pemimpin. Oleh sebab itu, untuk
mengetahui baik tidaknya keputusan yang diambil bukan hanya dinila dari
konsekwensi yang ditimbulkannya. Melainkan melalui berbagai
pertimbangan dalam prosesnya. Kegiatan pengambilan keputusan
merupakan salah satu bentuk kepemimpinan, sehingga:
a. Teori keputusan
Merupakan metodologi untuk menstrukturkan dan
menganalisis situasi yang tidak pasti atau berisiko, dalam konteks ini
keputusan lebih bersifat perspektif daripada deskriptif

b.Pengambilan keputusan
Proses mental dimana seorang manajer memperoleh dan
menggunakan data dengan menanyakan hal lainnya, menggeser jawaban
untuk menemukan informasi yang relevan dan menganalisis data;
manajer, secara individual dan dalam tim, mengatur dan mengawasi
informasi terutama informasi bisnisnya.

c. Pengambilan keputusan
Proses memlih di antara alternatif-alternatif tindakan untuk
mengatasi masalah. Dalam pelaksanaannya, pengambilan keputusan
dapat dilihat dari beberapa aspek, yaitu: proses dan gaya pengambilan
keputusan.
1) Proses pengambilan keputusan
Prosesnya dilakukan melalui beberapa tahapan seperti:
a. Identifikasi masalah
b. Mendefinisikan masalah
c. Memformulasikan dan mengembangkan alternative
d. Implementasi keputusan

10
e. Evaluasi keputusan

2) Gaya pengambilan keputusan


Selain proses pengambilan keputusan, terdapat juga gaya
pengambilan keputusan. Gaya adalah lear habit atau kebiasaan yang
dipelajari. Gaya pengambilan keputusan merupakan kuadran yang
dibatasi oleh dimensi:
1) Cara berpikir, terdiri dari:
a) Logis dan rasional; mengolah informasi secara serial
b) Intuitif dan kreatif; memahami sesuatu secara keseluruhan.

2) Toleransi terhadap ambiguitas

a) Kebutuhan yang tinggi untuk menstruktur informasi dengan


cara meminimalkan ambiguitas

b) Kebutuhan yang rendah untuk menstruktur informasi, sehingga


dapat memproses banyak pemikiran pada saat yang sama.

2. Peran kepemimpinan dalam mengendalikan konflik

Berkaitan dengan dunia organisasi, konflikpun kerap kali terjadi


misalnya saja konflik antara pemimpin dengan yang dipimpinnya atau
antara kelompok kerja yang satu dengan yang lain. Konflik terjadi
disebabkan oleh berbedanya kepribadian, kepentingan, latar belakang
sosial, budaya, agama dan sebagainya antara masing-masimg indivdu
dalam organisasi tersebut. Konflik tidak bisa dicegah melainkan hanya
bisa dikendalikan, dikelola, bahkan disinergikan menjadi sesuatu yang
sangat dinamis dan harmonis. Dan ini adalah tugas dari seorang
pemimpin.dalam kepemimpinannya. Sehingga dapat dikatakan bahwa
efektifitas kepemimpinan seorang pemimpin adalah dapat dinilai dari

11
bagaimana ia mampu mengendalikan dan mengelola konflik begitu juga
sebaliknya.

3. Peran kepemimpinan dalam membangun tim


Tim adalah kelompok kerja yang dibentuk dengan tujuan untuk
menyukseskan tujuan bersama sebuah kelompok organisasi atau
masyarakat. Tujuan dari pembentukan tim di sini adalah membangun unit
kerja yang solider yang mempunyai identifikasi keanggotaan maupun
kerja sama yang kuat
a. Proses pembentukan
Pedoman umum dalam membentuk atau membangun tim, yaitu:
1) Menanamkan pada kepentingan bersama
2) Menggunakan seremoni dan ritual-ritual
3) Menggunakan simbol-simbol untuk mengembangkan identifikasi
dengan unit kerja
4) Mendorong dan memudahkan interaksi sosial yang memuaskan
5) Mengadakan pertemuan-pertemuan membangun tim
6) Menggunakan jasa konsultan bila diperlukan.

b. Anggota tim
Keberhasilan tugas dalam tim akan tercapai jika setiap orang bersedia
untuk bekerja dan memberikan yang terbaik. Anggota tim yang baik harus:
1) Mengerti tujuan yang baik
2) Memiliki rasa saling ketergantungan dan saling memiliki
3) Menerapkan bakat dan pengetahuannya untuk sasaran tim
4) Dapat bekerja secara terbuka
5) Dapat mengekspresikan gagasan, opini, dan ketidaksepakatan
6) Mengerti sudut pandang satu dengan yang lain.
7) Mengembangkan keterampilan dan menerapkanya pada pekerjaan.
8) Mengakui bahwa konflik adalah hal yang normal.

12
9) Berpartisipasi dalam keputusan tim.

c. Peranan kepemimpinan dalam tim


Kepemimpinan didefinisikan sebagai proses untuk memberikan
pengarahan dan pengaruh pada kegiatan yang berhubungan dengan tugas
sekelompok anggotanya. Mereka yakin bahwa tim tidak akan sukses tanpa
mengkombinasikan kontribusi setiap anggotanya untuk mencapai tujuan
akhir yang sama.
Adapun peranan pemimpin dalam tim adalah sebagai berikut:
1) Memperlihatkan gaya pribadi
2) Proaktif dalam sebagian hubungan
3) Mengilhami kerja tim
4) Memberikan dukungan timbal balik
5) Membuat orang terlibat dan terikat
6) Memudahkan orang lain melihat peluang dan prestasi
7) Mencari orang yang ingin unggul dan dapat bekerja secara kontruktif
8) Mendorong dan memudahkan anggota untuk bekerja
9) Mengakui prestasi anggota tim
10) Berusaha mempertahankan komitmen
11) Menempatkan nilai tinggi pada kerja tim.

13
ROLE PLAY

( GAYA KEPEMIMPINAN )

PEMAIN

Andi Trisnawati sebagai Perawat Andi

Fajar Indriawan sebagai Perawat Fajar

Muhammad Imron sebagai Pak Imron ( Kepala Ruangan )

Priliani Putri Rahmani sebagai Perawat Prili

Vidianisa sebagai Perawat Vidi

SKENARIO

Pak Imron baru saja diangkat menjadi kepala ruangan Rumah sakit X. Ia
merasa senang sekali dengan promosi yang ia dapatkan dan merasa percaya diri
akan dapat memimpin ruangan tersebut untuk dapat berkembang. Dalam
menjalankan tugasnya sebagai kepala ruangan, Pak Imron mencoba gaya
kepemimpinan Laissez Faire yang dianggapnya sebagai gaya kepemimpinan yang
tepat untuk situasi ruangan pada saat itu. Pak Imron berupaya menjalankan
tugasnya sebaik mungkin terutama ia fokuskan pada hal-hal yang bersifat tugas
manajerial dan tugas administratif.

Namun, baru 2 bulan memimpin ia mulai menghadapi permasalahan yang


berdatangan. Mulai dari komplain pasien dan keluarga mengenai layanan perawat
yang kurang memuaskan, perawat jutek dan kurang komunikatif dan sarana sarana
yang tidak memadai.

Di dalam memimpin ruangan tersebut Pak Imron memiliki 4 perawat yang


memiliki sifat yang berbeda beda. Yang pertama terdapat perawat Prili yang
kurang komunikasi dan selalu jutek jika bertemu pasien, yang kedua terdapat
perawat Vidi yang selalu cerewet dalam hal apapun itu, yang ketiga terdapat
perawat Fajar yang selalu terlambat datang dinas bahkan sering bolos, dan yang
terakhir terdapat perawat Andi yang sifatnya berbeda dengan perawat lainnya,
perawat Andi sangat baik dan selalu melaksanakan tugasnya dengan baik.

14
Pada suatu hari terdapat perawat Prili yang sedang merawat pasien, perawat Prili
sama sekali tidak ada salam terapeutik kepada pasien dan terkesan jutek.

( Perawat Prili sedang memasang selang oksigen pasien )

Setelah itu pasien memanggil untuk meminta pertolongan

Pasien : “Sus… Sus.. Tolong sus air infus saya habis sus”

Prili : “Sabar ya pak saya cape, tunggu perawat yang lain saja, sebentarlagi
banyak kok yang datang”

Pasien : “Tapi sus, air infus saya sudah habis sus”

Prili : “Iya pak saya tau kalau udah habis kan saya bilang tunggu perawat yang
lain”

Lalu, perawat Prili pergi meninggalkan pasien begitu saja

Dari arah lain, ternyata Perawat Vidi memperhatikan cara kerja perawat Prili, lalu
Perawat Vidi mendatangi Perawat Prili dan mengomeli Perawat Prili.

Vidi : “Eh Perawat Prili kamu itu gimana sih melayani pasien bisa bisanya tidak
ada salam sama sekali, walaupun pasien itu koma tapi dia itu harus
diperlakukan seperti orang yang sedang tidak koma dong, terus itu tadi
kenapa pasien minta air infus malah dibiarin aja”

Prili : “Saya komunikasi kok kak, kakak aja yang gak dengar kali kan saya
komunikasinya sama pasiennya dan jauh dari kakak. Terus tadi yang minta
air infus saya sudh ngomong kok kak minta tolong yang lain karna saya ini
cape kakkk capee”

Vidi : “Wah..Wah nih anak mau dilaporin sama Pak Imron. Dek cara bicaramu
sama saya tu gak sopan yaa ingat itu, kamu bakal dapat teguran dari Pak
Imron liat aja”

Tiba-Tiba dengan santainya Perawat Fajar datang terlambat dinas

Vidi : “Wahhh ini lagi nih baru datang, kemana aja kamu fajar ?”

Fajar : “Saya kesiangan kak, tadi malam main game seru banget kak jadi
bangunnya kesiangan”

Vidi : “Santai sekali alasan kamu gara gara main game”

Fajar : “Maaf kak, lain kali saya gak ulangin kak”

15
Vidi : “Gitu aja ngomongnya terus dek tapi diulangin lagi”

Fajar : “Maaf kak”

Setelah itu Perawat Andi datang ingin menanyakan sesuatu kepada kak Vidi

Andi : “Kak saya mau tanya tentang keadaan pasien kak”

Vidi : “Nahh coba liat ini Andi kerjanya bagus gak perlu disuruh gak kaya kalian.
Kamu jangan kaya mereka ya Andi bala bala semua dua perawat ini”

Andi : “Emang kenapa mereka kak?”

Vidi : “Sudah-sudah gak usah tau kamu bairkan aja mereka nanti saya laporkan
saja sama Pak Imron”

Andi : “Baik kak”

Setelah kejadian itu Perawat Vidi langsung menemui Pak Imron untuk
melaporkan keadaan tadi

Vidi : “Permisi pak, apa saya boleh masuk pak”

Imron : “Ohh boleh silahkan masuk vidi”

Vidi : “Gini pak saya mau lapor pak, ada dua perawat pak diruangan ini yang
melanggar pak”

Imron : “Ohh ya, siapa itu kenapa mereka”

Vidi : “Perawat Prili pak masa dia gak ada pak sama sekali komunikasi nya
dengan Pasien trus jutek pak sama pasien, sama Perawat Fajar pak dia
sering terlambat pak.”

Imron : “Ohh ya masa mereka seperti itu, setau saya mereka baik baik saja dalam
merawat pasien di ruangan ini”

Vidi : “Mereka seperti itu pak, tolong ya pak mereka ditegur”

Imron : “Iya, nanti saya cari tau dulu ya vidi benar kah mereka seperti itu, setelah
itu saya akan tegur merka kalau benar mereka seperti itu”

Vidi : “Baik pa, kalau bisa hokum deh pak gaapapa”

16
Imron : “Iya, kita lihat aja nanti kamu kerja yang benar juga jangan seperti yang
kamu katakana tadi”

Vidi : “Baik pak, saya tidak akan seperti mereka. Saya pamit ya pak permisih”

Imron : “Oiya silahkan”

Setalah Pak Imron mendengar semua masalah dari Perawat Vidi, Pak Imron
langsung mencari tau dan benar ternyata yang dilaporkan oleh Perawat Vidi,
Tetapi di tempat lain terlihat Perawat Vidi menyuruh Perawat Andi
membelikannya makanan di kantin ketika Perawat Andi sedang melakukan
perawatan kepada Pasien

Vidi : “Andi, dek belikan kakak makanan dulu ya di kantin kakak lapar”

Andi : “Saya mau pasang selang oksigen pasien kak disuruh Pak Imron tadi kak.”

Vidi : “Nanti saja dek, belikan saja saya dulu nanti saya yang pasang selangnya”

Andi : “Benar ya kak pasangkan selang oksigennya, nanti saya takut dimarahi Pak
Imron kak”

Vidi : “Iyaa tenang aja dek, percayakan sama saya”

Setelah itu Perawat Andi pergi membelikan makan Perawat Vidi, tetapi Perawat
Vidi tidak melakukan pesan Perawat Andi untuk mrnggsntikan memasang
oksigen.

Setelah itu Pak Imron berfikir untuk mengumpulkan semua perawat dirungannya
dan memberikan peringatan. Pak Imron mendatangi Perawat Fajar untuk
memanggil semua perawat untuk berkumpul.

Imron : “Fajar tolong ya suruh semua ngumpul di ruangan saya semuanya ya


termasuk Vidi”

Fajar : “Ada apa pak?”

Imron : “Panggil saja, saya tunggu di ruangan saya”

Fajar : “Baik pak”

17
Lalu, Fajar menemui mereka dan menyuruh mereka berkumpul di ruangan Pak
Imron.

Imron : “Baik saya buka saja pertemuan kali ini. Saya ada mendengar laporan
dari Vidi, apa benar kamu Prili tidak melakukan komunikasi dengan baik
pada pasien dan kamu Fajar kamu sering datang terlambat”

Prili : “Jika benar saya seperti itu saya mohon maaf pak”

Fajar : “Iya pak, saya juga pak”

(Prili dan Fajar hanya diam saja dan melirik Vidi. Vidi memasang wajah senang
karna laporannya ditanggapi oleh Pak Imron)

Imron : “Saya lihat kalian memang seperti itu saya lihat sendiri setelah vidi
melaporkannya dan saya cari tau semua yang Vidi laporkan”

Fajar : “Saya mohon maaf pak, saya akan perbaiki semuanya saya tidak akan
ulang lagi pak”

Prili : “Iya, pak saya kemarin seperti itu karna saya capek pak saya mohon maaf
pak”

Imron : “Baik, saya maafkan tetapi sebagai hukumannya kalian saya kasih
tambahan dinas jadi 3 kali sehari sekali. Dinas pagi sampai malam
berlaku dalam 2 hari”

Prili : “Baik pak saya terima hukumannya”

Fajar : “Tapi apakah tidak ada hukuman lain pak”

Imron : “Saya harus tegas kepada kalian, saya kemarin sudah saya kasih ringan
dengan membebaskan kalian tetapi kalian tidak memanfaatknnya dengan
baik, kalian malah merusak kepercayaan saya”

Fajar : “Baik pak saya terima hukumannya dan saya mohon maaf sekali lagi pak”

Di sisi lan Vidi masih memasang wajah senang dengan hukuman yang diberikan
Pak Imron kepada Perawat Fajar dan Perawat Prili

Imron : “Kamu juga Vidi, cara bicara kamu tolong pelankan bisa mengganggu
pasien dan cara kamu memperlakukan Andi, tidak sepatutnya kamu
seenaknya menyuruh Andi”

Andi : “Saya tidak masalah kok pak”

18
Imron : “Tapi, pekerjaan yang kamu titipkan pada Vidi juga tidak dia kerjakan”

Vidi : “Saya mohon maaf pak jika perlakuan saya juga salah pak”

Imron : “Kamu juga saya hukum sama dengan mereka”

Vidi : “Tapi pak saya kok juga dihukum seperti mereka”

Imron : “Kalian saya anggap sama disini tidak ada yang senior tidak ada yang
junior”

Vidi : “Baik pak, saya minta maaf”

Imron : “Kamu Andi jangan keikutan mereka tetap jalani tugasmu jangan ikut-
ikut mereka”

Andi : “Baik pak, saya mengerti”

Imron : “Sekali lagi ya saya ingatkan jangan rusak kepercayaan saya lagi.
Perlakukan pasien dengan baik jangan aneh- aneh”

Setelah Imron mengambil keputusan seperti itu mereka mulai memperbaiki sifat
mereka satu per satu dan kerja Tim mereka terus berjalan sengan baik.

19
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Gaya kepemimpinan dipengaruhi oleh sifat dan perilaku yang dimiliki
oleh pemimpin. Karena sifat dan perilaku antara seorang dengan orang lainnya
tidak persis sama, maka gaya kepemimpinan yang diperlihatkanpun juga tidak
sama. Tergantung dari sifat dan perilaku yang dihadapi dalam suatu organisasi
dan atau yang dimiliki oleh pemimpin, maka gaya kepemimpinan yang
diperlihatkan oleh seorang pemimpin dapat berbeda antara satu dengan yang
lainnya.
Keperawatan adalah profesi yang terus mengalami perubahan, fungsinya
lebih luas, baik sebagai pelaksana asuhan, pengelola, ahli, pendidik, maupun
peneliti keperawatan. Melihat fungsinya yang luas sebagaimana tersebut di
atas, maka perawat profesional harus dipersiapkan dengan mendapatkan
pengetahuan dan ketrampilan tentang kepemimpinan. Pemimpin keperawatan
dibutuhkan baik sebagai pelaksana asuhan keperawatan, pendidik, manajer,
ahli, dan bidang riset keperawatan.
Dengan model kepemimpinan yang efektif ini, diharapkan di masa yang
akan datang profesi keperawatan bisa diterima dengan citra yang baik di
masyarakat luas sebagai suatu profesi yang dikembangkan berdasarkan ilmu
pengetahuan dan teknologi yang sedang berkembang.

B. Saran
Karena gaya kepemimpinan dipengaruhi oleh sikap dan perilaku maka
penulis menyarankan dalam memilih seorang pemimpin yang baik harus
disesuaikan dengan kondisi yang ada. Hal ini dimaksudkan untuk kepentingan
bersama dan mendapatkan pemimpin yang sesuai dengan kondisi yang ada.

20
DAFTAR PUSTAKA

Nursalam. 2008. Manajemen Keperawatan: Aplikasi dalam prektik Keperawatan


Profesional Edisi 2. Jakarta: Salemba Medika

http://inet.detik.com/read/2012/04/19/092110/1896016/398/bersih-bersih-yahoo-
buang-50-produk

http://www.shvoong.com/business-management/human-resource-
managementdouglas-theory-management/

Swanburg Russel C. ( 2000 ), Pengantar kepemimpinan &


manajemen keperawatan, EGC, Jakarta.

21