Anda di halaman 1dari 7

NIM Nama NIM Nama

2101726446 Eko Budy Karuniawan 2101747072 Novalia Widya Popy Kristanti


2101755710 Bima Aldi Pratama 2101755055 Robertus Abi Nugroho
2101728400 Salsabila Al Harifi

Tugas Kelompok 3

(Minggu 8 / Sesi 12)

1. Apa saja manfaat dan keterbatasan dari Intergrasi Sistem?

2. Sebutkan dan jelaskan yang termasuk dalam komponen ERP?

3. Pertimbangan apa saja yang perlu dilakukan oleh perusahaan untuk memilih vendor?

4. Jelaskan mengenai BPR Methodology!

5. Jelaskan perbedaan antara BPR dan BPM!

6. Apakah yang dimaksud dengan Software As A Service (SAAS)? Jelaskan keuntungan dan
keterbatasannya!

JAWAB

1. Manfaat dan keterbatasan dari Intergrasi Sistem

Manfaat :

 Peningkatan Standarisasi

Salah satu kunci dalam integerasi system adanya standarisasi baik dalam
pertukaran informasi atau dalam kerangka pengembangan Sistem, sehingga
integerasi system tentu akan meningkatkan standarisasi baik system yang
existing(sudah ada) maupun yang akan dikembangkan

 Meningkatnya Visibilitas Informasi Antar Sistem

Salah satu manfaat integerasi system adalah adanya pertukaran informasi


diantara dua/lebih system yang berbeda. Hal ini jelas meningktkan visibilitas
informasi karena informasi di bagian tertentu tidak hanya bisa diakses oleh
bagian itu saja namun dapat diakses oleh bagian yang lain

 Menciptakan Lingkungan Kompetitif

Integerasi system tidak jarang mengintegerasikan juga system kerja pegawai,


sehingga pegawai tidak hanya bersaing dengan satu bagian saja namun dengan
semua pegawai di kantor walau memang penilaian berbeda namun pasti ada
kesamaan dalam standar penilain.

STAT6111- STATISTICS
NIM Nama NIM Nama
2101726446 Eko Budy Karuniawan 2101747072 Novalia Widya Popy Kristanti
2101755710 Bima Aldi Pratama 2101755055 Robertus Abi Nugroho
2101728400 Salsabila Al Harifi

 Peningkatan Pendapatan dan Pertumbuhan

Dengan integerasi system pekerjaan akan terasa lebih mudah dan seamless
karena semua proses telah terintegerasi antar system. Hal ini juga akan
mendorong pendapatan perusahaan lebih tinggi karena kemudahan dan
kecepatan yang dirasakan. Pertumbuhan perusahaan juga akan meningkat
karena system integerasi akan membawa peningkatan dalam performa maupun
pendapatan.

Keterbatasan :

 Membatasi Kreativitas dan Kebebasan dalam pengembangan system

Standarisasi akan menjadi pedang bermata dua disatu sisi menawarkan


kemudahan dalam integerasi system nantinya namun juga akan membatasi
pengembang untuk meberikan pengalaman yang baru karena terbentur dengan
standarisasi.

 Biaya Set-Up Awal Yang Tinggi

Integerasi suatu system akan memakan biaya cukup tinggi karena tidak
mudahnya mengintegerasikan dua system apalagi yang memiliki perbedaan
bahasa dalam berkomunikasi. Sehingga membutuhkan kedalaman skill team
integerasi dan teknologi dalam integerasi Jadi akan berimbas meningkatnya
biaya dalam proses set up

 Konflik antar organisasi akibat berbagi informasi

Dalam pembagian informasi antar organisasi tidak jarang akan terjadi konflik
karena hal ini. Salah satu contohnya semisal sebelum adanya Integerasi Sistem
semua pekerjaan dihandle oleh satu organisasi A saja, namun sejak adanya
integerasi manajemen merasa lebih efisien memberikan pekerjaan kepada
organisasi B yang lebih tepat. Hal ini akan memicu konflik jika tidak dimanage
dengan baik organisasi A akan merasa infungsional karena dipotong
bagiannya/fungsinya oleh manajemen.

Sumber referensi :

 Lecture Note Week 1 – System Integration

2. Komponen ERP

STAT6111- STATISTICS
NIM Nama NIM Nama
2101726446 Eko Budy Karuniawan 2101747072 Novalia Widya Popy Kristanti
2101755710 Bima Aldi Pratama 2101755055 Robertus Abi Nugroho
2101728400 Salsabila Al Harifi

Sama seperti system lainnya, komponen system ERP akan melakukan unput, process,
dan output pada system. Komponen pada ERP yaitu diantaranya :

 Server (Hardware)

Hardware merupakan komponen fisik yang ada pada komponen ERP seperti
Router, Data Center (Server).

 Software
Software beguna untuk mengolah data yang akan diproses. Jadi bisa dibilang
software merupakan otak dari suatu system ERP.

 Bisnis Proses

Bisnis proses berperan penting dalam penyelesaian pembentukan ERP yang akan
digunakan. Karena dari sini kita akan menentukan apa saja yang akan dibutuhkan
dan bagaimana proses system ini berjalan.

 Database
Database disini berfungsi sebagai tempat menyimpan informasi informasi yang
dibutuhkan. Jadi apa bila ada data baru maka data akan disimpan di database, dan
apabila kita sedang membutuhkan data lama, kita bisa melihat dan mengambilnya
dari database.

 People (Sumber Daya Manusia)

Disini sumber daya manusia berguna dalam mengawasi system ini berjalan.
Dnegan begini, apabila ada suatu kesalahan atau system tidak berfungsi dengan
baik, maka sumber daya manusia disini yang akan membantu mencari penyebab
dan menyelesaikan masalah yang ada.

Sumber referensi :

 Lecture Note Week 4 – Implementation Strategies and Vendor Selection


STAT6111- STATISTICS
NIM Nama NIM Nama
2101726446 Eko Budy Karuniawan 2101747072 Novalia Widya Popy Kristanti
2101755710 Bima Aldi Pratama 2101755055 Robertus Abi Nugroho
2101728400 Salsabila Al Harifi

3. Pertimbangan yang perlu dilakukan oleh perusahaan untuk memilih vendor :

 Organisasi/Perusahaan lain yang menggunakan vendor tersebut

Hal ini terkait dengan kredibilitas dan kualitas vendor tersebut, dimana semakin
banyak perusahaan/orgranisasi lain yang menggunakan vendor tersebut dan dilihat
hasilnya memuaskan maka kredibilitas dan kualitas vendor tersebut semakin tinggi

 Posisi keuangan vendor

Vendor yang baik akan memliki posisi keuangan yang baik. Karena uang adalah
salah satu masalah utama dalam berbagai masalah.

 Filosofi implementasi dan Supprot Pasca Implementasi dari vendor

Perusahaan juga harus memperhatikan filsofi implementasi vendor tersebut, apakah


sesuai dengan keadaan perusahaan atau tidak jika tidak maka akan terjadi
hambatan-hambatan/konflik saat implementasi. Support juga sangat penting untuk
diperhatikan karena jika memiliki support yang buruk maka kita juga akan kesulitan
dalam menuntaskan masalah yang terjadi setelah pasca-implementasi

 Perangkat keras dan perangkat lunak infrastruktur yang digunakan untuk


mendukung ERP

Hal ini harus diperhatikan lebih-lebih jika kita menggunakan ERP dengan mode
SaaS karena performa dan kecepatan ERP sangat bergantung dengan hardware-dan
software yang digunakan vendor

 Strategi rilis dan upgrade vendor

Vendor yang memiliki strategi yang tepat /sesuai dengan kebutuhan akan
meningkatkan keberhasilan implementasi ERP dalam jangka panjang

 Pengembangan vendor dan pemeliharaan sumber daya

Vendor yang baik akan terus memikirkan bagaimana cara berkembang karena
teknologi sangat cepat berkembang maka pengembangan lanjut dalam struktur dan
sumber daya menjadi salah satu aspek penting.

Sumber referensi :

 Lecture Note Week 4 – Implementation Strategies and Vendor Selectio

STAT6111- STATISTICS
NIM Nama NIM Nama
2101726446 Eko Budy Karuniawan 2101747072 Novalia Widya Popy Kristanti
2101755710 Bima Aldi Pratama 2101755055 Robertus Abi Nugroho
2101728400 Salsabila Al Harifi

4. Penjelasan tentang BPR Methodology:

 BPR Methodology

Merupakan suatu metode pemikiran ulang atau rekayasa ulang secara mendasar
dalam merombak ulang secara radikal proses bisnis sebagai tujuan untuk mencapai
perubahan ke arah yang lebih baik secara signifikan dan kembali mengatur/
menetapkan proses bisnis dalam satu arus bisnis yang baru. Diantaranya dalam
perihal biaya, kualitas, layanan dan kecepatan. Hal tersebut memaksimalkan
kegiatan yang “value added” dan meminimalkan yang lainnya.

 Adapun tahapan metodologi pada BPR sebagai berikut :

a. Melakukan preparation, yaitu menetapkan visi, mengidentifikasi tim dan


mengembangkan inventarisasi proses yang perlu di evaluasi meliputi :

o Menetapkan system ERP yang diibeli saat ini


o Mengotomasi penggunaan saat ini atau kesalahan proses yang rawan
o Meningkatkan pelayanan kepada pelanggan
o Memperlancar proses saat ini untuk mengurangi waktu pemasaran
o Berpatisipasi atau melakukan e-Marketplaces
o Mengurangi biaya
o Mengatasi akuntabilitas
o Melaksanakan e-Procerement
b. Menetukan “as is” proses dan mengevaluasi isu-isu lintas organisasi dimana
dalam proses ini tim harus mampu bekerja dengan visi dan tujuan tim
fungsional harus mendefisniskan proses yang ada, serta membutuhkan
penjelasan terlulis yang baik dan penggambaran grafis dari setiap proses.
c. Memetakan “to be” proses berdasarkan praktik terbaik (terkait dengan ERP)
yang pada fase proses dan perubahan yang mana diperlukan untuk memenuhi
tujuan yang sesungguhnya.
d. Test dan mengukur proses berdasarkan memenuhi tujuan dan visi, dimana ini
merupakan fase pengujuan dan validasi setiap proses yang diperlukan untuk
memastikan bahwa langkah tidak salah dan pasti pada prosesnya.
e. Re-evaluasi revisi menyesuaikan diri dengan meningkatnya proses.

Sumber referensi :

 Lecture Note Week 7 – Organizational Change and Business Process


Reengineering

5. Perbedaan antara BPR dan BPM :

BPR BPM
STAT6111- STATISTICS
NIM Nama NIM Nama
2101726446 Eko Budy Karuniawan 2101747072 Novalia Widya Popy Kristanti
2101755710 Bima Aldi Pratama 2101755055 Robertus Abi Nugroho
2101728400 Salsabila Al Harifi

Proses bisnis dengan metode pemikiran Proses bisnis dengan metode management
ulang secara mendasar dalam merombak yang prakteknya dikerjakan secara
ulang suatu bisnis langsung berkontribusi terhadap
keunggulan kinerja serta kelincahan
perusahaan
Bertujuan menghilangkan intervensi Berikut pendekatan iteratif membuat
manusia dan mengotomatisasi proses perbaikan inkremental dalam proses

Lebih mengutamakan system yang bekerja Lebih mengutamakan hubungan interaksi


secara otomatis dalam pengoptimalan antara manusia untuk mendapakan system
proses bisnis serta peramping organisasi ataupun informasi yang dibutukan untuk
mencepat kinerja yang lebih baik
Sumber referensi :

 Lecture Note Week 7 – Organizational Change and Business Process


Reengineering

6. Software As A Service (SAAS) beserta keuntungan dan keterbatasannya

 Software as a service (SAAS)

Model perangkat lunak yang bisa disewa atau di sewa dari vendor software yang
menyediakan perawatan, teknis operasional harian dan dukungan untuk perangkat
lunak. Software ini dapat diakses dari browser oleh segmen pasar termasuk
kosumen rumahan industri kecil menengah dan usaha besar.

 Keuntungan :
o Universal Acces : mudah di pelajari bagi pengguna.
o Ubiquitous Computing : cocok untuk pengurangan biaya dan outsourcing.
o Stadardized Applications : mudah beralih antara system.
o Parameterized Applications : mengizikan kustomisasi.
o Global Market : aplikasi host yang bagaimanapun dapat langsung menjangkau
seluruh pasar.
o Reliability of Web : perangkat lunak di deliver melalui web.
o Transparent Security and Trust : menggunakan standar pengamanan yang
dikonfigurasii oleh pengguna /VPN.

 Keterbatasan :
o Privasi penggunaan minimal.
o Fleksibilitas terbatas hanya di izinkan bagi pengguna.
o Investasi dalam sumber daya signifikan (mungkin teknologi pihak ke 3 ) untuk
mengkonfigurasi dan mendukung solusi.

STAT6111- STATISTICS
NIM Nama NIM Nama
2101726446 Eko Budy Karuniawan 2101747072 Novalia Widya Popy Kristanti
2101755710 Bima Aldi Pratama 2101755055 Robertus Abi Nugroho
2101728400 Salsabila Al Harifi

o Asitektur ERP tradisional mungkin bisa lebih murah di bandingkan SAAS


dalam kurun waktu 3-5 tahun.
Sumber Referensi :
 Lecture Note Week 8 – Global, Ethics, and Security Management

STAT6111- STATISTICS