Anda di halaman 1dari 4

Nama : Putu Ayu Sita Maha Utami

Nim : 1707532089
Kelas : EII4
Mata Kuliah : Bahasa Indonesia

Samakah Bahasa Indonesia dengan Bahasa Melayu?

Bahasa Indonesia merupakan bahasa resmi Negara Republik Indonesia


dan bahasa persatuan bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia diresmikan sehari
setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Bahasa Indonesia adalah
gabungan bahasa Melayu, sebuah bahasa Austronesia yang digunakan sebagai
lingua franca saat awal abad penanggalan modern. Sebagai bahasa Negara, hal
itu termuat di dalam Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945,
khususnya pada Bab XV, Pasal 36. Sebagai bahasa persatuan, bahasa
Indonesia termuat dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, khusunya pada
butir ketiga yang berbunyi “Kami Putra dan Putri Indonesia Menjungjung
Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia”.
Dari sudut pandang linguistik, bahasa Indonesia adalah sebuah variasi
dari bahasa Melayu. Dasar yang digunakan adalah bahasa Melayu Riau, tetapi
telat mengalami perkembangan akibat penggunaannya sebagai bahasa kerja
dan proses pembakuan pada awal abad ke-20. Penamaan Bahasa Indonesia
diawali sejak dicanangkannya Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928, untuk
menghindari kesan imperialisme bahasa apabila nama bahasa Melayu tetap
digunakan. Proses ini menyebabkan berbedanya Bahasa Indonesia saat ini dari
varian bahasa Melayu yang digunakan di Riau maupun Semenanjung Malaya.
Hingga saat ini, Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang hidup, yang terus
menghasilkan kata-kata baru, baik melalui penciptaan maupun penyerapan
dari bahasa daerah dan bahasa asing.
Bahasa Indonesia dan bahasa Malaysia adalah dua bentuk baku dalam
bahasa Melayu modern (pasca-Perang Dunia II). Selain keduanya, terdapat
pula bentuk baku lain yang dipakai di Brunei, namun karena penuturnya
sedikit bentuk ini menjadi kurang signifikan.
Bahasa Indonesia dengan Bahasa Melayu tidaklah sama, tetapi
memiliki kemiripan karena pada dasarnya Bahasa Indonesia berasal dari
rumpun bahasa yang sama yaitu bahasa Austronesia. Yang memisahkan antara
Bahasa Melayu dengan Bahasa Indonesia adalah saat terjadi perjanjian antara
Belanda dan Inggris tahun 1824 yang dikenal dengan nama Traktaat London.
Keduanya sepakat untuk membagi kekuasaan. Yang dijadikan patokan adalah
pusat kesustraan Melayu. Baik Belanda maupun Inggris setuju bahwa Riau-
Johor (salah satu kerajaan Melayu) adalah pusat kesusteraan Melayu atau
Melayu Tinggi. Oleh sebab itu, mereka berbagi kekuasaan dengan ketentuan
Riau menjadi milik Belanda dan Johor (kini Malaysia) menjadi milik Inggris.
Oleh sebab itu Bahasa Melayu Riau (yang sekarang menjadi bahasa Indonesia)
banyak mendapat pengaruh dari peran bangsa dan bahasa Belanda dan bahasa
Melayu Johor (bahasa Melayu Malaysia) banyak dipengaruhi oleh bahasa
Inggris (bahasa Malaysia banyak menyerap kosakata bahasa Inggris yang
ejaannya disesuaikan, contoh: “saiz” (serapan dari size) = ukuran). Bahasa
Melayu menyebar ke pelosok Nusantara bersamaan dengan menyebarnya
agama islam di Nusantara. Apalagi sebagian penutur Bahasa Indonesia sering
kali menggunakan bahasa sehari-hari dan mencampuradukan dengan dialek
Melayu lainnya atau bahasa ibunya. Hal ini dikarenakan Bahasa Indonesia
bukanlah bahasa ibu bagi sebagian besar penuturnya. Rentetan kisah diatas
adalah bukti bahwa Bahasa Indonesia berasal dari Bahasa Melayu.
Jauh sebelum bangsa Belanda datang ke wilayah Nusantara, bahasa
Melayu sudah digunakan sebagai bahasa penghubung dan bahasa dalam
perdagangan yang penyebarannya melewati wilayah Nusantara. Bahkan,
orang-orang Portugis yang ingin berdagang menekannya pentingnya Bahasa
Melayu jika ingin mencapai hasil yang bagus dalam perdagangannya. Bahasa
Melayu digunakan untuk penyebaran agama, perdangangan, dan pendidikan
yang berhubungan dengan itu.

Dari pemaparan diatas tersebut menurut saya Bahasa Melayu dan


Bahasa Indonesia memiliki hubungan yang sangat erat, serta memiliki
kemiripan dan perbedaan . Kemiripan yang dimiliki Bahasa Indonesia dengan
Bahasa Melayu yaitu karena Bahasa Indonesia berasal dari Bahasa Melayu.
Bahasa Melayu merupakan bahasa yang termasuk dalam rumpun Austronesia
bersama dengan bahasa Tagalog adalah sebuah bahasa yang terutama
dipertuturkan secara luas dan sekaligus sebagai bahasa resmi di Filipina.
Bahasa ini masih mempunyai hubungan keluarga dengan bahasa-bahasa di
Indonesia (Kalimantan dan Sulawesi Utara-Gorontalo) maupun Malaysia).
Bahasa proto (bahasa “ibu”) yang langsung membawahi bahasa Melayu
adalah bahasa proto Melayu yang juga menjadi “ibu” bagi bahasa Jawa,
Sunda, dan Madura. Sedangkan perbedaannya yaitu terletak pada dialek dan
arti katanya dikarenakan latar belakang sejarah, politik, dan perlakuan yang
berbeda. Jadi kesimpulannya yaitu bahwa Bahasa Indonesia dan Bahasa
Melayu tidaklah sama namun memiliki hubungan yang erat .
Daftar Pustaka
Sukartha, I Nengah., I Nyoman Suparwa., I G.N.K Putrayasa & Iwayan
Teguh.(2015).Bahasa Indonesia Akademik untuk Perguruan Tinggi.:Swasta
Nulus
https://littlestoriesoflanguages.wordpress.com/2012/03/02/bahasa-indonesia-
bahasa-melayu/
https://prezi.com/9gfhes3mxwqs/samakah-bahasa-indonesia-dengan-bahasa-
melayu/