Anda di halaman 1dari 2

Nama : Sarma Punia Manullang

Kelas : Agribinis A

NIM : 1706113805

Permasalahan social adalah permasalahan yang terjadi di dalam


masyarakat. Masalah social juga dapat dikatakan sebagai keadaan masyarakat
yang tidak sewajarnya atau tidak normal. Apalagi sekarang sudah banyak terdapat
permasalahan sosial di masyarakat.

Salah satu masalah yang terjadi di kalangan masyarakat baru-baru ini


adalah praktek prostitusi di beberapa wilayah. Di Kota-kota besar sering kita
jumpai pelaku-pelaku prostitusi, bahkan ada juga prostitusi online yang sering
terjadi belakangan ini. Pelaku prostitusi pasti memiliki alasan yang berbeda-beda,
seperti tekanan ekonomi sehingga seseorang melakukan hal tersebut untuk
mempertahankan kelangsungan hidup, berpikiran bahwa pekerjaan ini merupakan
jalan pintas untuk memperoleh kesenangan, banyak orang yang tergiur akan gaya
hidup mewah, penipuan yang terjadi oleh mafia prostitusi dengan janji pekerjaan
yang bagus dan gaji yang tinggi, pendidikan yang rendah membuat seseorang
memilih jalan ini untuk memperoleh pendapatan.

Prostitusi ini dapat menimbukan beberapa akibat seperti menimbulkan


keresahan sosial dalam masyarakat, merusak generasi muda, adanya eksploitasi
pihak tertentu, dan bahkan dapat mengakibatkan timbulnya penyakit HIV/AIDS.

Untuk mengatasi permasalahan sosial dalam masyarakat mengenai


Prostitusi ini, Program-program yang dapat membantu permasalahan sosial di
masyarakat mengenai prostitusi ini adalah sebagai berikut:

1. Pemberian pendidikan agama yang lebih difokuskan agar masyarakat lebih


paham mengenai agama.
2. Pemerintah memberikan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan
pemberian beasiswa untuk siswa yang berprestasi, sehingga masyarakat
kurang mampu dalam segi finansial dapat memperoleh pendidikan
sehingga masyarakat memiliki keterampilan dan keahlian dalam bekerja.
3. Sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya dan akibat dari hubungan
seks bebas, sehingga masyarakat lebih mengetahui apa akibat jika bekerja
sebagai pelaku prostitusi dan enggan untuk melakukannya, dan
menegaskan bahwa seks bukanlah komoditi yang pantas untuk di perjual
belikan.
4. Program mengubah karakter masyarakat, seperti memberikan penyuluhan
agar masyarakat mencari pekerjaan yang lebih baik dan memberikan
pembekalan terkait dengan pelatihan kerja. Hal ini dapat membantu agar
masyarakat tidak bekera sebagai prostitusi.
5. Relokasi terhadap tempat praktek prostitusi.