Anda di halaman 1dari 18

0

PRAKTEK AGRIBISNIS II

BUSINESS PLAN
“BUDIDAYA TANAMAN TERUNG BULAT”

JULIANA
NIM.1706111351

JURUSAN AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2018
1

Confidentatiality Agreement

Pembaca yang bertanda tangan dibawah ini mengakui bahwa informasi yang
disediakan oleh Pembudidaya tanaman terong Riau dalam bisnis plan ini adalah
rahasia;dan oleh karena itu, pembaca tidak akan membagi informasi yang ada
didalamnya kepada pihak lain tanpa persetujuan tertulis daripembudidaya Tanaman
Terong Riau.

Pembaca mengakui bahwa semua informasi yang akan ditampilkan dalam bisnis plan
ini bersifat sangat rahasia, dan penyebaran informasi atau penggunaan informasi
tersebut sekecil apapun oleh pembaca, dapat mengakibatkan kerugian serius terhadap
Pembibitan tanaman terong Riau.

Jika diminta, dokumen ini harus dikembalikan segera ke Pembibitan Terong


Inkubator.

Tanda Tangan
3 Januari 2019

---
2
3

1. Executive Summary

Usaha Budidaya Tanaman Terong Bulat adalah usaha yang bergerak dalam

produksi buah terong bulat. Lebih lengkap mengenai informasi penangkaran bibit

terong bulat disajikan berikut:

1. nama : Budidaya Tanaman Terong Bulat

2. alamat : Inkubator Agribisnis, fakultas Pertanian Universitas

Riau. Jln. HR. Soebrantas km 12,5 Pekanbaru, Riau.

3. produk yang ditawarkan : Buah terong bulat

4. tujuan dari bisnis plan : 1. Kebutuhan Internal


Agar pembacanya dapat memahami arah dan tujuan
usaha pembibitan terong bulat
2. Kebutuhan eksternal
Pencarian investor ( pendanaan )

Usaha budidaya sangat memiliki iklim atmosfir yang sangat positif dan relatif stabil,
hal ini didukung dengan pangsa pasar yang potensial ( permintaan tinggi jumlah bibit
terbatas di pasar ). Usaha pembibitaan benih inkubator agrobisnis maju berharap
dalam 3 bulan sudah balik modal dan dapat mengembangkan usahanya sendiri.
Pertumbuhan Usaha diperkirakan 50 % per bulan. Untuk menyokong pertumbuhan
usaha, dibutuhkan dana sebesar Rp. 600,000,-untuk satu periode tanam. Par pendiri
usaha berkeyakinan dan sangat optimis mengenai peluang usaha pembibitan terong
bulat ini, keyakinan ini berdasarkan peluang pasar yang sangat pontensial, beberapa
pasar yang pontensial adalah masyarakat yang melakukan budidaya tanaman terung
4

bulat yang tidak menanam kebun dengan bibit tidak unggul. Selain ini juga usaha
pembibitan terung bulat ini bekerja sama dengan perguruan tinggi ( Inkubator
Agribisnis Universitas Riau ), instansi pemerintah dan pengusaha budidaya terong
bulat yang ada di Riau.

Highlights

1,200,000

1,000,000

800,000
penjualan
600,000 laba kotor

400,000

200,000

0
panen pertama panen kedua

1.1. visi
visi dari usaha pembibitan benih inkubator agrobisnis maju adalah:
“ menghasilkan buah yang berkualitas baik serta berwawasan lingkungan dan dapat
memuaskan konsumen”.

1.2. Misi
1. Meningkatkan daya saing produk dengan menjaga kualitas buah yang
dihasilkan demi menjaga kepuasan dan kepercayaan konsumen.
2. Menjamin keberlanjutan usaha yang kompetitif dengan mendorong munculnya
kreativitas dan inovasi untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi
(penyediaan berbagai jenis varietas bibit terung bulat).
5

3. Meningkatkan laba secara berkesinambungan dengan cara meningkatkan


jumlah produksi dan memperbesar areal pembibitan guna menjaga kepercayaan
investor.
4. Menjaga tanggung jawab sosial dan lingkungan.

1.3. Kunci Sukses


1. Berpikir positif untuk membangun jaringan pemasaran dengan berbagai
pihak guna membangun kekuatan.
2. Ketersediaan infrastruktur yang memadai (penggunaan alat dengan teknologi
yang modern).
3. Lokasi strategis (dekat dengan akses umum dan mudah dijangkau)
4. Proaktif dalam menghasilkan inonasi guna meningkatkan mutu dan menjaga
kualitas produk yang dihasilkan.

2. Ringkasan Perusahaan
Nama perusahaan Budidaya Tanaman Terung Bulat Unggul
Alamat Inkubator Agribisnis Faperta Ur
Kota/kabupaten Pekanbaru
Provinsi Riau
Kode pos 28293
Telepon 082386008629
E-mail Maharani3559@studen.unri.ac.id

2.1. Penjelasan Singkat


Usaha budidaya tanaman terung bulat unggul terletak di Inkubator Agribisnis
Universitas Riau berdiri pada tahun 2018 yang memiliki berbagai buah terong
yang bagus dan unggul. Konsumen dari produk yang dihasilkan adalah
masyarakat.
6

2.2. Penjelasan kepemilikan


Bentuk usaha budidaya Tanaman Terung Unggul adalah kerjasama. Pemilik
usaha budidaya tanaman terung bulat unggul ini adalah Akademika Fakultas
Pertanian Universitas Riau.

2.3. Penjelasan modal awal


Modal merupakan salah satu factor utama dalam menjalankan suatu usaha. Usaha
Budidaya tanaman Terung Bulat Unggul memiliki modal awal (investasi) Rp.
548,000,-. Modal bersumber dari uang kas. Dana yang tersedia (modal)
dipergunakan untuk semua keperluan usaha.
1. Pembelian benih terung bulat sebesar 70,000.
2. Pembelian dolomit,pupuk kandang, pupuk kimia, dan obat hama sebesar
210,000.
3. Biaya tenaga kerja 50,000.
4. Pembelian alat-alat dan bahan-bahan budidaya tanaman terung sebesar
218,000.
Karena lokasi pembibitan adalah milik universitas riau maka tidak ada biaya
sewa lahan.

3. Produk usaha
Dalam usaha penangkaran budidaya tanaman terung bulat produk yang
dihasilkan haruslah produk buah terung yang siap untuk diedarkan/dipasarkan
kemasyarakat. Budidaya tanaman terung bulat menawarkan buah yang memiliki
kualitas dan kuantitas yang terjamin.
Yang membedakan usaha pembudidayaan ini dengan usaha sejenis adalah
kualitas produk yang sangat diperhatikan demi memenuhi standar yang
diharapkan pembeli. Rencana kedepan untuk budidaya tanaman terung bulat ini
adalah melakukan penjualan antar propinsi yang sedang melakukan perluasan
areal budidaya tanaman terung. Oleh karena itu, kualitas buah harus memenuhi
kualitas standar.
7

4. Pasar usaha
4.1. Analisis Pasar
Pengamatan yang dilakukan pada wilayah-wilayah yang berpotensi untuk
dipasarkannya buah terung bulat sesuai dengan banyaknya permintaan yaitu di
kota pekanbaru yang dapat dijangkau.
Target pasar penjualan buah terung bulat unggul ini yaitu : dosen-dosen dan
pegawai Universitas Riau, instansi pemerintah, serta masyarakat yang berada di
sekitar wilayah provinsi Riau.
Konsumen Potensial Pertumbuhan % Panen Pertama Panen Kedua
Perusahaan 30 10,000 14,000
Disbun 40 15.000 17,000
Masyarakat tani 20 10,000 15,000

Analisis Pasar

perusahaan
disbun
masyarakat tani

4.2. Segmentasi pasar


Segmentasi pasar untuk budidaya tanaman terung bulat ini adalah masyarakat,
minimarket, supermarkt dan perusahan swasta.
8

4.3. Strategi target segmen pasar


Analisis pasar menyatakan bahwa permintaan buah terung yang dari berbagai
pihak seperti masyarakat yang melakukan budidaya dan perusahaan swasta,
potensi bisa mencapai 400-600 kg setiap panennya. Langkah-langkah strategi
yang dilakukan untuk meraih pangsa pasar tersebut adalah melakukan
pembentukan jaringan pemasaran pada daerah-daerah yang pontensial,
melakukan promosi dengan menggunakan media internet dan penyebaran brosur.

4.4. Analisa Industri


Beberapa cara untuk meningkatkan penjualan diantaranya dengan memberikan
penjelasan secara terperinci tentang produk yang kami jual, melakukan
pembelaan pada buah terong bulat unggul, membuat tempat pembudidayaan
terong yang strategis serta merekruitmen pekerja-pekerja yang mahir atau handal
dalam budidaya terong.

4.5. Kompetisi Dan Pola Konsumsi


Dalam menjalankan suatu usaha Kendala merupakan salah satu tantangan yang
mesti dihadapi. Salah satu kendala yang dihadapi dalam menjalankan usaha
adalah adanya persaing usaha. Beberapa persaingan yang muncul dari persaing
yang memiliki legalitas dan persaing yang tidak memiliki legalitas. Dengan
demikian penangkar harus tau keinginan konsumen/mengetahui pola konsumsi
konsumen yang ada pontensial, yaitu dengan melihat tingkat keinginan buah
yang diinginkan oleh konsumen (permintaan) dan jumlah yang dibutuhkan, serta
menerapkan strategi yang telah dibuat guna meningkatkan pemasaran buah.
Diantaranya yaitu:
1. Memberikan harga yang pantas dan bersaing dengan kualitas yang baik
2. Legalitas berupa sertifikasi dari disbun
3. Memberikan informasi dan arahan (pelayanan ekstra) guna melayani
konsumen dengan baik (senyum,sapa,salam)
9

5. Rencana Produksi
5.1. Fasilitas Dan Kapabilitas Produksi
Fasilitas yang ada dalam usaha ini sudah dipersiapkan oleh inkubator agribisnis
baik itu saprodi maupun sarana maupun prasarana. Penggunaan teknologi yang baik
akan membantu dalam efisiensi penggunaan biaya salah satunya adalah penggunaan
teknologi penyiraman dengan springkel. Dalam proses produksi tidak lupa teknologi
yang dipakai merupakan gabungan dari teknologi modern dan teknologi tradisional,
karena ada hal yang tidak bisa dikerjakan oleh teknologi modern.
Usaha budidaya terong bulat unggul ini mempunyai kapsitas produksi awal sebesar
200 sampai 300kg, diharapkan pertumbuhan konsumen sebesar 30% pertahun maka
kedepannya diharapkan kapasitas produksi untuk penanaman berikutnya dapat
ditingkatkan menjadi 500 sampai 600 kg untuk tanam berikutnya sehingga visi unit
usaha budidaya terong bulat unggul dapat tercapai pada tahun 2019.

5.2. Proses Produksi


Pada tahap awal produksi yang dilakukan adalah penyiapan dan pembersihan
lahan untuk kegiatan pembuatan bedengan dimana membutuhkan naungan / mulsa
untuk mencegah tumbuhnya gulma, mengurangi penguapan air, mencegah hama, dan
mengurangi intensitas cahaya matahari, hal ini dilakukan karena berdasarkan
pengalaman telah mengalami penurunan tingkat daya tumbuh tanaman dikarenakan
kondisi iklim yang sering ekstrim dan hama yang semakin meningkat. Selanjutnya
dilakukan persiapan sarana penyiraman yang diserta dengan pemasangan instalasi
listrik. Tahap selanjutnya yang dilakukan adalah pengisian dan penyusunan babybag
yang disambung dengan penanaman bibit terong bulat. Proses yang tidak boleh
dilupakan adalah penyiraman 2 kali sehari yaitu pagi dan sore dan pemupukan 2
minggu sekali dengan dosis yang telah ditentukan. Hal ini yang tidak kalah penting
adalah pengendalian gulma dan hama serta penyakit tanaman.
Pada umur sekitar 1 bulan dilakukan pemindahan ke lahan yang telah disediakan.
Dimana pada tahap ini bibit terong sudah mulai ditanam dengan jarak 50 x 50 cm
dengan asumsi umur 2-3 bulan sudah bisa panen. Pada tahap ini terjadi perbedaan
10

perlakuan dalam pemupukan yaitu secara bertahap meningkatnya takaran dan


komposisinya.

5.3. Bahan Baku


Dalam budidaya tanaman terung bulat bahan baku yang digunakan adalah benih
panah merah . tahap pertama yang dilakukan adalah dengan sistem seleksi benih
dengan membandingkan benih yang lainnya. Kedepan tidak menutup kemungkinan
bekerja sama dengan sumber benih yang lain untuk mengembangkan budidaya
tanaman terung bulat unggul. Pada tahap produksi dilakukan oleh tenaga kerja yang
sudah berpengalaman dan mendapat pelatihan langsung dari sumber benih serta
pengawasan dalam setiap tahapnya dari Disbun khususnya UPT pembibitan teung
bulat.

5.4. Kebutuhan SDM Produksi


Adapun jumlah SDM yang dibutuhkan dalam kegiatan budidaya ini adalah
sebagai berikut:
1. Tenaga pemasaran 1 orang berpendidikan S1 bepengalaman minimal 1 tahun.
Dengan gaji 2.000.000
2. Tenaga lapangan 3 orang minimal tamatan slta/ sederajat dengan asumsi 1
orang menangani 6 bedengan dibantu dengan tenaga kerja tidak tetap untuk
kegiatan tertentu ( pengisian polybag dan penanaman serta proses muat bibit
terong ) dengan pembagian 500/batang bibit terung bulat.
3. Tenaga administrasi 1 orang berpendidikan S1 bepengalaman minimal 4
bulan. Dengan gaji 1.500.000.

5.5. Quality Control


Setiap produk yang akan dijual memiliki standar yang layak untuk dijual ke
masyarakat. Adapun tujuan pemberian standar adalah untuk menjaga kualitas agar
konsumen tidak kecewa dengan produk yang di belinya, adapun beberapa standar
buah yang siap dijual pada umur 2-3 bulan yaitu:
11

1. Bebashama dan penyakit


2. Kandungan gizi yang terjamin
3. Memiliki bentuk yang normal
4. Warna buah yang bagus dan bersih
Agar kualitas buah yang dihasilkan bagus maka harus dilakukan pengontrol kualitas
buah dengan melakukan pengawasan rutin dilapangan, terutama pada tahapan
perawatan dilakukan secara rutin. Selain itu juga pengontrolan dilakukan dengan
kerja sama dengan sumber benih yang diwakili oleh UPT benih. UPT benih berfungsi
sebagai badan yang melakukan pengawasan yang dilakukan pengecekan kelapangan
minimal 4 kali dalam semingu. Apabila terdapat bibit yang tidak sesuai maka bibit
tersebut akan dimusnahkan dengan cara dicabut.

6. Rencana Pemasaran
6.1. Keunggulan Kompetitif
Melihat pola pikir, perilaku dan pengalaman konsumen yang sudah berkembang
saat ini, konsumen sangat sadar dan paham tentang kelemahan serta kerugian jika
membeli buah terong yang tidak segar, ataupun bentuknya yang tidak bagus
dibandingkan dengan buah terong yang bagus dan bergizi tinggi. Keunggulan
kompetitif yang dimiliki usaha budidaya ini jika dibandingkan dengan usaha sejenis
adalah jaminan mutu dan kualitas buah.

6.2. Strategi Pemasaran


Strategi pasar sangat penting dilaksanakan dalam suatu usaha agar produk yang
dihasilkan laku terjual. Produk yang dihasilkan adalah buah terung bulat. Dalam
pemasaran produk tidaklah susah hal ini dikarenakan jumlah permintaan lebih besar
dari penawaran. Beberapa strategi pemasaran yang dilakukan adalah pembentukan
jaringan pemasaran dan promosi menggunakan media internet dan penyebaran
brosur.
12

6.3. Milestone
Milestone merupakan rencana inti yang akan dilakukan secara terperinci dan
lengkap dengan tanggal dimulai dan diakhiri seluruh kegiatan yang sudah
direncanakan, dalam hal ini harus terlebih dahulu menyediakan seluruh media yang
dibutuhkan, diantaranya adalah:
1. Peralatan ( cangkul, parang, kep semprot,dll )
Peralatan adalah alat yang dibutuhkan dalam mendukung proses produksi
diantaranya fungsi dan manfaat peralatan adalah penyiapan lahan dan penyediaan
media tanam.
2. Tanah Top Soil
Tanah top soil merupakan media tanam untuk bibit terung. Media tanah yang
diinginkan untuk bibit adalah yang memiliki struktur remah dalam unsur hara yang
cukup untuk bibit.
3. polybag
Polybag merupakan tempat untuk meletakkan media tanam yang berguna dalam
penanaman benih terung bulat. Polybag yang digunakan yaitu polybag yang
berukuran kecil ( baby bag ) pada awal budidaya terung dimana benih dipelihara
sampai berumur 2 bulan.
4. Penyiapan lahan
Penyiapan lahan disini merupakan kegiatan pembersihan lahan serta pemerataan
posisi tanah baik itu untuk pembersihan gulma daan pembuatan bedengan agar
terhindar dari hama dan penyakit.

6.4. Strategi Penjualan


Pemasaran buah terung bulat unggul yang dilakukan oleh usaha budidaya
terung bulat diantaranya adalah mempromosikan melalui media internet dan juga
promosi dari dalam universitas riau sendiri melalui relasi yang ada dilanjutkan
dengan promosi ke instansi-instansi yang tergabung dalam UR, hal ini dilakukan
karena Analisa pasar yang menunjukkan bahwa trend budidaya terung meningkat
terutama pada masyarakat yang melakukan budidaya. Strategi ini juga didukung
13

dengan kualitas dan kuantitas bibit yang terjamin. Tujuan terjaminnya mutu
merupakan salah satu strategi untuk menjaga kepercayaan pihak konsumenbuah
terung bulat yang. Selain itu juga harga yang ditawarkan kompetitif dan bersaing
dengan tujuan konsumen tidak akan merasa dirugikan dengan apa yang telah dibeli.
Selain itu juga layanan plus diberikan kepada konsumen berupa pengolahan dan nilai
gizi yang terkandung didalam terong bulat.
7. Tim Manajemen
Tim manajemen yang dibentuk secara sederhana dan akan dirubah berdasarkan
kebutuhan dan kondisi dilapangan dalam setiap tahap perkembangannya.
1. Koordinator, mengkoordinir segala kegiatan dalam budidaya terung bulat
2. Administrasi, mengurus keperluan administrasi serta pengelolaan keuangan.
3. Pemasaran, mempromosikan dan mengelola penjualan produk
4. Pekerja, mengurus segala kegiatan yang berkaitan dengan kegiatan dilapangan.

8. Rencana Keuangan
8.1. Rangkuman Rencana Keuangan
Untuk pengembangan usaha sekitar 50% per bulan. Profit yang didapatkan
digunakan kembali untuk produksi buah dan disisakan untuk cadangan dana
keuangan yang disimpan kedalam bank untuk cadangan kebutuhan yang lain. Pada
tahap selanjutnya aka nada penambahan jumlah produksi bibit terung bulat sebanyak
100 dalam satu peride tanam dan pada periode tanam selanjutnya diharapkan ada
penambahan sebesar 200 sehingga target produksi sebesar 5000 sampai 600 kg dapat
terealisasi. Tetapi tidak menutup kemungkinan apabila ada pihak tertentu mengajak
kerja sama dan bila dirasa membawa keuntungan maka akan ditindaklanjuti dengan
kesepakatan-kesepakatan yang disepakati bersama. Target pelaksanaan paling lambat
dalam 3 bulan, pendanaan dari investor yang ingin bergabung.

8.2. Proyeksi Keuangan


14

8.2.1. Tabel Keuangan


A. Biaya Variabel
Nama Barang Kebutuhan Harga

Mulsa 25 m Rp 35.000

Dolomit aceh 5 kg Rp 6.000

Pupuk NPK 5 kg Rp 42.500

Pupuk Kimia KNO3 bunga 1 kg Rp 25.000

Pupuk Kimia KNO3 buah 1kg Rp 25.000

Obat hama khusus ulat Alika 50 ml Rp 35.000

Obat hama khusus ulat Matador 50 ml Rp 45.000

Obat hama khusus daun Awis


Kartop 50 ml Rp 32.500

Pupuk kandang 5 karung Rp 60.000

Benih 1 bungkus Rp 70.000

Fungisida Dithane 500 gr Rp 59.000

Polybag 125 buah Rp 2.000

Tali Plastik 1 gulung Rp 4.000

Upah Tenaga Kerja lain 1 hari Rp 3.000

Upah tenaga kerja 1 hari Rp 125.000

Total Rp 569.000

B. Biaya Tetap

Biaya Penyusutan
Nama Barang
(1 tahun 20%)

Cangkul Rp 15.000

Parang Rp 8.000
15

Sepatu Boot Rp 16.000

Sarung tangan Rp 100

Topi Proyek Rp 7.000

Pompa air Rp 172.000

Total Rp 218.100

Rencana Analisis biaya pembibitan untuk 1 periode tanam adalah:

Nama Barang Harga awal Harga 1 periode

Pupuk NPK Rp 42.500 Rp 85.000

Pupuk Kimia KNO3 bunga Rp 25.000 Rp 50.000

Pupuk Kimia KNO3 buah Rp 25.000 Rp 50.000

Obat khusus ulat alika Rp 35.000 Rp 70.000

Obat khusus ulat matador Rp 45.000 Rp 90.000

Obat hama khusus daun Awis


Kartop Rp 32.500 Rp 65.000

Fungisida Rp 59.000 Rp 118.000

Total Rp 264.000 Rp 528.000

8.2.2. gfarik Laba

Laba Tahunan

FY2019

FY2020 Laba Tahunan

FY2021

0 100000000 200000000 300000000


16

8.2.3 Grafik Penjualan


Penjualan Tahunan

Penjualan Tahunan
Penjualan Tahunan

FY2019 120000000

FY2020 250000000

FY2021 350000000

9. Rangkuman Strategi dan Implementasi


Strategi yang dilakukan dalam budidaya terung bulat unggul adalah dengan
melakukan budidaya sesuai dengan rekomendasi dari sumber benih dan efisiensi
dalam fase produksi sampai pada pemasaran sehingga diperoleh keuntungan yang
maksimal. Hal yang tidak kalah penting adalah penerapan teknologi tepat guna dalam
pengelolaan budidaya serta pemberian reinforcement terhadap individu-individu yang
terkait dalam budidaya terung bulat unggul. Salah satunya dengan pemberian bonus
penjualan sesuai dengan jumlah buah yang terjual dalam rentang waktu 1 kali periode
tanam.
Selanjutnya untuk meningkatkan hasil penjualan agar maksimal dilakukan berbagai
promosi baik secara langsung maupun tidak langsung. Hal ini sebagai antisipasi
supaya buah yang diproduksi tidak melebihi umur panen sehingga akan menambah
biaya produksi dan mengurangi keuntungan secara finansial. Kebijakn dalam
melakukan penjualan buah dalam berbagai fase umur diperlukan untuk dana
tambahan dalam budidaya periode tanam berikutnya. Ini disebabkan adanya upaya
untuk melakukan rotasi budidaya dalam 1 tahun diharapkan bisa 1- 2 kali rotasi.
Rotasi yang dilakukan dalam upaya menjaga ketersediaan barang produksi dan
17

membuat perputaran uang menjadi lebih cepat dengan sumber daya yang ada.
Perekrutan tenaga kerja yang professional akan meningkatkan hasil produksi yang
maksimal dan target akan tercapai mendekati angka yang ditetapkan. Pendanaan awal
budidaya berasal mayoritas berasal dari sumber internal. Sumber eksternal pendanaan
berasal dari investor yang mau bergabung. Pinjaman akan dilakukan pada tahun
pertama dimana perusahaan masih rugi. Dengan pertumbuhan 50% pertahun,
diharapkan pada tahun kedua, budidaya terung bulat unggul sudah bisa melunasi
seluruh hutangnya dan balik mopdal.