Anda di halaman 1dari 3

STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL PEMBERIAN CAIRAN

DAN DARAH
No Dokumen No Revisi Halaman

1/3

Standar Prosedur Tanggal Terbit Ditetapkan Oleh


Operasional Direktur Utama

Pengertian Suatu tindakan pemberian cairan dan darah sesuai kebutuhan untuk
menjaga keseimbangan tubuh
Tujuan Sebagai acuan dalam penerapan langkah-langkah pemberian cairan dan
darah
Kebijakan SK No. 02/RSIARK/IV/2015 tentang pemberian cairan darah
Prosedur 1. Ada 3 (tiga) komponen pemberian cairan selama pembedahan :
- Kebutuhan cairan pengganti puasa
- Kebutuhan cairan maintenance
- Kebutuhan operasi
 Kebutuhan maintenance dihitung 2 ml/kgBB/jam
 Kebutuhan operasi :
- Operasi kecil : 4 ml/kgBB/jam
- Operasi sedang : 6 ml/kgBB/jam
- Operasi besar : 8 ml/kgBB/jam

2. Cara pemberian cairan


- Jam I : 50% komponen A+B+C
- Jam II : 25% komponen A+B+C
- Jam III : 25% komponen A+B+C
- Jam IV : B+C

3. Jenis cairan
Pengganti puasa dapat diberikan maintenance seperti :
- Kristaloid
- Koloid
Untuk cairan pengganti replacement dapat diberikan sesuai
kebutuhan seperti :
- Kristaloid
- Koloid
4. Pemberian darah
a. Jika perdarahan diperkirakan 20% dari total darah tubuh
dapat diberikan koloid plasma expander, yang jumlahnya
sesuai dengan perdarahan atau dapat diberikan cairan
pengganti kristaloid seperti ringer lactat 2-3 kali jumlah
perdarahan
b. Jika perdarahan diperkirakan lebih dari 20% harus diberikan
darah sesuai dengan jumlah perdarahan

5. Rekomendasi
- Transfusi sel darah merah hampir selalu diindikasikan pada
kadar Hemoglobin (Hb) <7g/dl, teruttama pada anemia akut.
Transfusi dapat ditunda jika pasien asimptomatik dan/atau
penyakitnya memiliki terapi spesifik lain, maka batas kadar
Hb yang lebih rendah dapat diterima.
- Transfusi sel darah merah dapat dilakukan pada kadar Hb 7-
10g/dl apabila ditemukan hipoksia atau hipoksemia yang
bermakna secara klinis dan laboratorium.
- Transfusi tidak dilakukan bila kadar Hb>10g/dl kecuali bila
ada indikasi tertentu misalnya penyakit yang membutuhkan
kapasitas transport oksigen lebih tinggi (contoh:penyakit
paru obstruktif kronik berat dan penyakit jantung iskemik
berat)
- Transfusi pada neonatus dengan gejala hipoksia dilakukan
pada kadar Hb<11g/dl bila tidak ada gejala batas ini dapat
diturunkan hingga 7g/dl (seperti pada anemia bayi
prematur). Jika terdapat penyakit jantung atau paru atau yang
sedang membutuhkan suplementasi oksigen batas untuk
memberi transfusi adalah Hb<13g/dl

6. Syarat Pemberian Transfusi Darah


- Hb 10 – 8 g/dl diberikan 1 (satu) labu
- Hb 7 – 6 g/dl diberikan 2 (dua) labu
- Hb ≤ 5 g/dl diberikan 3 (tiga) labu

PERKIRAAN KEHILANGAN CAIRAN DAN DARAH


Berdasarkan Presentasi Penderita Semula

Kelas Kelas Kelas Kelas


I II III IV
Kehilangan Sampai 750 750-1500 1500-2000 >2000
darah (ml)
Kehilangan Sampai 15%-30% 30%-40% >40%
darah 15%
(%volume
darah)
Denyut <100 >100 >120 >140
nadi
Tekanan Normal Normal Menurun Menurun
darah
Tekanan Normal Menurun Menurun Menurun
nadi atau naik
Frekuensi 14-20 20-30 30-40 >35
nafas
Produksi >30 20-30 5-15 Tidak
urin berarti
(ml/jam)
Status Sedikit Agak Cemas, Bingung,
mental cemas cemas bingung lesu
Pengganti Kristaloid Kristaloid Kristaloid Kristaloid
cairan dan darah dan darah
(hukum
3:1)
Untuk laki-laki yang beratnya 70 kg

RESPON TERHADAP PEMBERIAN CAIRAN AWAL


Respon Respon Tanpa respon
cepat sementara
Tanda vital Kembali ke Perbaikan Tetap abnormal
normal sementara
Tensi dan nadi
kembali turun
Dugaan Minimal (10%- Sedang, masih Berat (>40%)
kehilangan 20%) ada (20%-40%)
darah
Kebutuhan Sedikit Banyak Banyak
kristaloid
Kebutuhan Sedikit Sedang-banyak Segera
darah
Persiapan Type specific Type specific Emergensi
darah dan crossmatch
Operasi Mungkin Sangat Hampir pasti
mungkin
Kehadiran Perlu Perlu Perlu
ahli bedah
Ringer laktat 2000 cc pada dewasa, 20 cc/kgBB pada anak-anak

Unit Terkait 1. Instalasi gawat darurat


2. Rawat inap
3. Kamar bedah
4. Perina