Anda di halaman 1dari 6

ANALISA PROSES INTERAKSI

Inisial klien : Tn. D


Status interaksi perawat-klien : Pertemuan ke 2
Lingkungan : Perawat dan klien duduk berhadapan di luar ruang makan pasien ruang Antareja.
Deskripsi klien : Ekspresi klien lesu, diam.
Tujuan (berorientasi pada klien): Mengajarkan klien terapi pikiran (CBT sesi 1-2)
Nama Mahasiswa :
Tanggal : Rabu, 26 September 2015
Jam : 09.00 – 09.30 wib
Tempat : Ruang Antareja Rumah Sakit Marzoeki Mahdi

KOMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT


KOMUNIKASI VERBAL RASIONAL
VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
P : Assalamualaikum D... P : duduk berhadapan, Perawat memulai percakapan Klien telah bersedia
tersenyum, badan agak dengan sikap terbuka melakukan interaksi
membungkuk ke depan, pertemuan ke dua, hal ini
tubuh sikap terbuka, menunjukkan bahwa antara
mengukurkan tangan klien dan perawat telah
untuk berjabat tangan terbina hubungan saling
K : Melihat kearah perawat, Klien tampak bingung percaya. Sesuai dengan teori
ekspresi tampak datar, dengan kedatangan perawat. bahwa keberhasilan membina
tersenyum hubungan saling percaya
sangat dipengaruhi oleh
komunikasi verbal dan non
verbal yang disampaikan oleh
perawat
K :Waalaikum salam, K : klien kadang menunduk, Klien berespon positif dengan Jawaban salam klien
kadang ,memandang salam yang disampaikan oleh menunjukan mulai terbina
perawat. perawat hubungan terapeutik
P : Sikap terbuka, Ingin interaksi terus Perawat- klien.
mempeertahankan kontak berlanjut.
mata

1
KOMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT
KOMUNIKASI VERBAL RASIONAL
VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
P : Bagaimana perasaan D P : Tersenyum, kontak mata Perawat berharap keadaan Evaluasi validasi keadaan
pagi ini ? dengan klien. klien stabil dan dapat klien merupakan aspek
K : Tersenyum, memandang melanjutkan interaksi Senang dengan pertanyaan utama yang harus dilakukan
perawat perawat. perawat untuk dapat
mengetahui keadaan dan
kebutuhan klien pada saat
itu.
K : Saya tidak bisa tidur K : Tersenyum, kontak mata Senang dengan kondisinya Jawaban baik merupakan
semalam dengan perawat saat ini. data bagi perawat untuk
P : Tersenyum Senang klien dalam keadaan melakukan kelanjutan
baik dan siap untuk interaksi interaksi.
P : Apa yang membuat D P : bicara jelas, lambat, mata Berharap klien masih ingat Pertanyaan perawat
tidak bisa tidur? menatap klien. dengan kontrak kegiatan merupakan upaya untuk
K : Kontak mata sebentar, sebelumnya. Berupaya mengingat kontrak membantu daya ingat klien
menunduk sebentar, dahi yang telah dibuat dengan dan sebagai penghargaan
berkerut. perawat. atas kemampuan klien
mengingat kontrak yang
telah dibuat.
K : saya kepikiran ibu saya, K : ekpresi wajah sesuai, Klien merasa tidak nyaman Analisa perawat kesesuaian
saya merasa sebagai anak kooperatif karena lupa dengan janji verbal dan non verbal klien
yang tidak berguna... P : memperhatikan verbal Untuk menilai kesesuaian yang telah dibuat pada untuk menjadikan rencana
dan nonverbal klien. verbal dengan non verbal waktu pertemuan komuniksi selanjutnya.
klien. sebelumnya.

P :Baiklah bagaimana jika P : menyentuh tangan kanan Berharap klien bersedia Sentuhan merupakan sikap
sekarang kita atasi klien, bicara lambat, suara untuk melanjutkan interaksi. terapeutik yang memberikan
perasaan yang D alami. jelas, selalu kontak mata rasa nyaman bagi klien.
selama 15 menit kita akan dengan klien.
membicarakan tentang K : mendengarkan, kontak Ingin mengetahui rencana
pikran dan perilaku yang mata dengan perawat kegiatan yang akan
sering muncul dilakukan bersama perawat.
K :Iya K : menganggukkan kepala, Setuju dengan interaksi yang Sikap terapeutik perawat
tersenyum. akan dilakukan. mempertahankan kontak
P : Kontak mata dengan Senang klien bersedia mata bertujuan untuk

2
KOMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT
KOMUNIKASI VERBAL RASIONAL
VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
klien, tersenyum. dengan kontrak kegiatan menyatakan bahwa perawat
yang disampaikan perawat. mempertahankan interaksi.
P : ketika D berpikir sebagai K : menunduk, ekspresi Berupaya memahami Membuat pernyaan yang
anak yang tidak berguna, wajah sedih Memberikan perhatian pada pertanyaan perawat. berkaitan dilakukan untuk
apa yang D lakukan? P : kontak mata, klien, memberikan menghubungkan antara
menunjukkan sikap pertanyaan yang berkaitan pikiran dengan perilaku yang
terbuka muncul
K : saya sering melamun, K : menunduk, ekspresi Berupaya memberikan Membuat pernyaan yang
menyendiri, dan saya pernah wajah sedih, menangis Memberikan perhatian pada penjelasan pada perawat. berkaitan dilakukan untuk
mencoba bunuh diri... P : kontak mata, klien, memberikan sikap menghubungkan antara
menunjukkan sikap empati pikiran dengan perilaku yang
terbuka muncul
P : D, sekarang kita latihan P : Bicara jelas, lambat, sikap Berharap klien dapat Pertanyaan terbuka
bagaimana cara merubah tubuh terbuka. mengungkapkan distorsi merupakan salah satu tehnik
pikiran dan perilaku negatif K : mendengarkan, ekspresi pikiran yang terjadi Berupaya memahami komunikasi terapeutik
yang sering muncul....bisa wajah serius. pertanyaan perawat. perawat untuk memberikan
dituliskan di buku kerja ini... penghargaan klien bicara
sesuai keinginan.
P : Nah, sekarang kita akan P : Bicara jelas, lambat, sikap Berharap klien dapat Pertanyaan terbuka
melawan pikiran negaif tubuh terbuka. mengungkapkan distorsi merupakan salah satu tehnik
yang sering muncul, K : mendengarkan, ekspresi pikiran yang terjadi Berupaya memahami komunikasi terapeutik
selain merasa tidak wajah serius. pertanyaan perawat. perawat untuk memberikan
berguna, ada lagi pikiran penghargaan klien bicara
negatif lainnya? sesuai keinginan.

K : saya merasa malu karena K : ekspresi wajah berkerut, Berusaha menjelaskan pada Sikap tubuh terbuka
dirawat di rumah sakit menunduk perawat tentang pikiran menunjukkan interaksi siap
ini, kemudian saya juga P : sikap tubuh terbuka, Klien mengetahui dan negatifnya diteruskan.
merasa bodoh karena selalu kontak mata menyadari pikiran negatif
tidak diterima kerja yang sering muncul

P : Ada lagi.....? P : Bicara jelas, suara tegas. Klien dapat mengerti. Serius mendengarkan Informasi yang diberkan

3
KOMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT
KOMUNIKASI VERBAL RASIONAL
VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
K :mendengarkan dengan dapat meningkatkan
perhatian pengetahuan klien.
K : itu dulu, pikiran itu yang K : Tersenyum, ekspresi Senang bisa menyampaikan Sikap non verbal
sering mengganggu wajah serius. jawaban pertanyaan perawat mendengarkan dengan
saya..... P : mendengarkan dengan Klien mengikuti pembicaraan penuh perhatian merupakan
penuh perhatian. sikap terpaeutik yang
menunjukkan perawat seirus
dengan klien.
P :Bagus.... dari 3 pikiran P ;mengacungkan kedua Pujian dapat meningkatkan Perawat memberikan
negatif tersebut aman jempol tangan, harga diri klien. reinforcement positif
dulu yang akan tersenyum. terhadap keberhasilan klien.
dilawan...? K : tersenyum Senang dengan pujian Hal ini sesuai dengan teori
perawat. bahwa setiap keberhasilan
klien meskipun hanya sedikit
harus diberikan umpan balik
agar klien termotivasi untuk
melaksanakan latihan-latihan
berikutnya.
K : yang ini saja, saya K : berdiri meninggalkan Perawat mendengarkan Sikap non verbal perawat
merasa tidak berguna tempat interaksi. dengan seksaman dengan sentuhan
karena tidak bisa P : memegang tangan klien. Klien memilih pikiran negatif memberikan makna bahwa
memabahagiakan ibu yang ingin dilawan saat ini perawat care dengan klien.
saya
P : Baiklah, sekarang kita P : duduk dan menjelaskan Klien menjelaskan cara Melawan pikiran negatif
lawan pikiran ini dan kita K : duduk berhadapan melawan pikiran negatif bertujuan untuk semakin
tuliskan pada lembar perawat. menguatkan aspek positif
kedua.... saya merasa Klien dapat mengenali pikiran yang dimiliki klien dan
tidak berguna karena negatifnya dan berusaha menghilangkan pikiran
tidak bisa melawan....... negatif.
membahagiakan ibu,
tapikan.... saya selalu
menyayangi ibu saya,
saya berusaha sembuh
untuk membahagiakan
ibu saya, saya selalu

4
KOMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT
KOMUNIKASI VERBAL RASIONAL
VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
berusaha yang terbaik
untuk ibu saya, jika
sembuh saya akan
bekerja untuk ibu saya.
Nah, sekarang coba D
ucapkan kembali apa
yang sudah dituliskan...
K : ....saya merasa tidak K : tampak serius, Klien mampu melawan Melawan pikiran negatif
berguna karena tidak bisa membacakan cara pikiran negatifnya bertujuan untuk semakin
membahagiakan ibu, melawan pikiran negatif menguatkan aspek positif
tapikan....saya selalu pertama Memberikan kesempatan yang dimiliki klien dan
menyayangi ibu saya, P : memperhatikan klien, pada klien untuk menghilangkan pikiran
saya berusaha sembuh tersenyum. menginternalisaikan pikiran negatif.
untuk membahagiakan positif dalam dirinya
ibu saya, saya selalu
berusaha yang terbaik
untuk ibu saya, jika
sembuh saya akan
bekerja untuk ibu saya.
P : Bagus sekali D, nah K : tampak serius, Klien mampu melawan Perawat memberikan
sekarang apa yang membacakan cara pikiran negatifnya reinforcement positif
dirasakan....? melawan pikiran negatif terhadap keberhasilan klien.
pertama Memberikan kesempatan Hal ini sesuai dengan teori
P : memperhatikan klien, pada klien untuk bahwa setiap keberhasilan
tersenyum. menginternalisaikan pikiran klien meskipun hanya sedikit
positif dalam dirinya harus diberikan umpan balik
agar klien termotivasi untuk
melaksanakan latihan-latihan
berikutnya.
K : Saya merasa lebih baik, K : tampak lebih ceria, Klien mampu melawan
dan tidak menyalahkan tersenyum pikiran negatifnya
diri lagi.... P : tersenyum....
Memberikan kesempatan
pada klien untuk
menginternalisaikan pikiran

5
KOMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT
KOMUNIKASI VERBAL RASIONAL
VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
positif dalam dirinya
P : Nah.. itulah tujuan dari K : tampak lebih ceria, Klien mampu melawan Membuat kontrak penting
terapi ini ...besok tersenyum pikiran negatifnya untuk melanjutkan interaksi
bagaimana jika kita P : tersenyum.... berikutnya
lanjutkan untuk melawan Memberikan kesempatan
pikiran negatif yang pada klien untuk
kedua...? menginternalisaikan pikiran
positif dalam dirinya
K : Baik.... saya setuju pagi- K : tampak lebih ceria, Klien menyepakati kontrak Membuat kontrak penting
pagi jam 9 aja. tersenyum untuk interaksi berikutnya untuk melanjutkan interaksi
P : tersenyum.... Memberi kesempatan pada berikutnya
klien untuk mengambil
keputusan

P : baiklah, jika demikian K : tampak lebih ceria, Klien menyepakati kontrak Ucapan salam merupakan
karena sudah 15 menit tersenyum, mengulurkan untuk interaksi berikutnya salah satu tehnik komunikasi
kita akhiri pertemuan kita tangan Memberi kesempatan pada terapeutik untuk menyatakan
kali ini, dan nanti jika P : tersenyum....dan klien untuk mengambil perawat menghargai klien.
muncul pikiran negatif mengulurkan tangan keputusan
yang lain... catat di
halaman pertama..... saya
permisi dulu ya....
Selamat pagi....
K : iya, terima kasih... K : tersenyum, berjalan Mengakhiri interaksi Ucapan salam merupakan
selamat pagi.... menuju klien lain salah satu tehnik komunikasi
terapeutik untuk menyatakan
P : tersenyum, meninggalkan Mengakhiri interaksi perawat menghargai klien.
klien

KESAN PERAWAT :
Perawat menganalisis bahwa dalam pertemuan kedua ini menunjukkan bahwa hubungan trust perawat – klien sudah terbina dengan baik. Terapi CBT cukup
efektif untuk klien dengan risiko bunuh diri.