Anda di halaman 1dari 40

LAPORAN INDIVIDUAL

KKN SISDAMAS TAHUN 2019

DEMONTRASI MANFAAT BELAJAR SAINS DALAM KEHIDUPAN


SEHARI-HARI

Widiastuti Ledgeriana Mugiri


1162070074
LEMBAR PENGESAHAN

Laporan Individu Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan basis pengabdian


kepada masyarakat di Desa Mekarmanik Kecamatan Cimenyan
Kabupaten Bandung dengan judul “Demontrasi Manfaat Belajar Sains
dalam Kehidupan Sehari-hari” telah diperiksa dan disetujui pada tanggal
15 September 2019.

Dosen Pembimbing Lapangan Kepala Pusat Pengabdian kepada


Masyarakat-LP2M UIN SGD Bandung

Drs. Bobang Nurisman, M.Ag. Dr. H. Ramdani Wahyu S, M.Ag., M.Si.


Nip. 197001191997031002 Nip. 197210302001121002

i
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah
memberikan petunjuk, rahmat dan hidayah-Nya kepada penyusun
sehingga penyusun dapat menyusun laporan ini dengan baik serta mampu
menyelesaikan tepat pada waktunya. Laporan ini, akan membahas
mengenai hasil pengabdian berbasis program studi Pendidikan Fisika
yang telah dilaksanakan dengan judul “Demontrasi Manfaat Belajar
Sains dalam Kehidupan Sehari-hari”.
Sholawat serta salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada
baginda Nabi besar Muhammad SAW., para keluaga-Nya, serta sahabat-
Nya dan kepada kita selaku umat-Nya.
Laporan ini telah di buat dengan berbagai observasi dan beberapa
bantuan dari berbagai pihak untuk membantu menyelesaikan tantangan
dan hambatan selama mengerjakannya. Oleh karena itu, penyusun
ucapkan terimakasih kepada pihak yang telah membantu sehingga dapat
terselesaikannya laporan ini.
Penyusun menyadari bahwa dengan terselesaikannya laporan ini
tidak lepas dari kesempurnaan dan kekurangan. Untuk itu, kritik dan
saran yang membangun sangat penyusun butuhkan untuk
menyempurnakan laporan ini dari segala kekurangannya. Harapan
penyusun semoga laporan ini bisa memiliki banyak manfaat untuk para
pembacanya.

Bandung, 02 September 2019


Penyusun,

Widiastuti Ledgeriana Mugiri


Nim. 1162070074

ii
DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN ......................................................................... i


KATA PENGANTAR ................................................................................ii
DAFTAR ISI ............................................................................................ iii
DAFTAR GAMBAR .................................................................................. v
DAFTAR TABEL ..................................................................................... vi
RINGKASAN EKSEKUTIF ....................................................................vii
PROLOG ...................................................................................................ix
BAB I.......................................................................................................... 1
PENDAHULUAN ...................................................................................... 1
A. Analisis Permasalahan .............................................................. 1
B. Identifikasi Masalah .................................................................. 2
C. Tujuan dan Manfaat .................................................................. 3
D. Metode Pengabdian ................................................................... 3
1. Pendekatan .............................................................................. 3
2. Tahapan ................................................................................... 7
3. Mekanisme Perlibatan Para Pihak......................................... 7
E. Kerangka Pemecahan Masalah ................................................ 8
BAB II ...................................................................................................... 11
GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN ............................ 11
A. Monografi Desa ........................................................................ 11
1. Jumlah Penduduk ................................................................. 12
2. Jumlah Keluarga ................................................................... 12
3. Jumlah Pengangguran.......................................................... 12
4. Jumlah Penduduk Berdasarkan Agama .............................. 13
5. Struktur Mata Pencaharian Menurut Sektor....................... 14

iii
B. Kondisi Komunitas Sasaran ................................................... 15
BAB III ..................................................................................................... 16
HASIL DAN PEMBAHASAN PENGABDIAN ..................................... 16
A. Tahapan Pengabdian kepada Masyarakat ............................ 16
1. Perencanaan .......................................................................... 16
2. Perizinan ................................................................................ 16
3. Observasi Awal ...................................................................... 16
4. Muqadimah............................................................................ 17
5. Pelaksanaan........................................................................... 17
6. Evaluasi ................................................................................. 18
B. Hasil Pengabdian kepada Masyarakat .................................. 21
C. Faktor Pendukung dan Penghambat ..................................... 21
1. Faktor Pendukung ................................................................ 21
2. Faktor Penghambat............................................................... 22
BAB IV ..................................................................................................... 23
PENUTUP ................................................................................................ 23
A. Kesimpulan ............................................................................... 23
B. Rekomendasi ............................................................................ 23
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................... 24

iv
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Tahapan Metode Pengabdian ..................................................... 7


Gambar 2 Skema Kerangka Pemecahan Masalah ....................................10
Gambar 3. Peta Desa Mekarmanik ............................................................ 11
Gambar 4. Pemaparan langkah-langkah demontrasi materi Teori Kinetik
Gas Termodinamika Kalor dan Kesetimbangan ....................................... 19
Gambar 5. Alat dan bahan demontrasi sederhana materi Teori Kinetik Gas
Termodinamika Kalor dan Kesetimbangan ............................................. 20
Gambar 7. Proses demontrasi peserta didik.............................................. 21

v
DAFTAR TABEL

Tabel 1. Jumlah Penduduk Desa Mekarmanik ......................................... 12


Tabel 2. Jumlah Keluarga Desa Mekarmanik .......................................... 12
Tabel 3. Jumlah Pengangguran di Desa Mekarmanik .............................. 13
Tabel 4. Jumlah Kesejahteraan Keluarga di Desa Mekarmanik ............... 13
Tabel 5. Mata Pencaharian Menurut Sektor di Desa Mekarmanik........... 15

vi
RINGKASAN EKSEKUTIF

Telah dilaksanakan pengabdian masyarakat berbasis keilmuwan


Pendidikan Fisika dalam KKN Sisdamas 2019 bertempat di SDN Mekar
Jaya Kampung Sentak Dulang Desa Mekarmanik Kecamatan Cimenyan
Kabupaten Bandung yang dilaksanakan dari tanggal 29 Juli – 30 Agustus
2019. Bentuk kegiatan pengabdian yang dilakukan adalah pembelajaran
Sains dengam menggunakan metode demontrasi sederhana dengan
harapan dapat meningkatkan ketertarikan peserta didik untuk belajar
Sains yang identik dengan persamaan maupun hitungan serta teori yang
begitu abstrak untuk dicerna oleh otak secara mentah-mentah, mengingat
psikologi peserta didik yang belum begitu mampu mencerna hal abstrak
begitu saja.
Pada tingkat Sekolah Dasar peserta didik memang belum mengenal
Fisika, namun mereka mengenal mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam
(IPA) atau Sains. Secara tak sadar mereka sudah mempelajari cabang IPA
yaitu Fisika. Sains Fisika adalah mata pelajaran yang dirasa sulit bagi
peserta didik yang sudah mengenal nama “Fisika”. Oleh karena itu,
sebelum peserta didik mengenal nama “Fisika” dan menganggap itu sulit,
secara dini harus ditumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap ilmu
Fisika.
Media pembelajaran adalah alat yang digunakan untuk menjelaskan
konsep suatu materi agar penyampaiannya lebih mudah di terima oleh
peserta didik. Media pembelajaran tidak selalu harus menggunakan
barang yang harganya mahal, dengan memanfaatkan barang bekas saja
media pembelajaran dapat di buat bahkan akan lebih menyenangkan dan
menumbuhkan kecitaan peserta didik terhadap ilmu yang diajarkan.
Melihat pada peserta didik di SDN Mekar Jaya, terlihat kecintaan
terhadap Sains khususnya Fisika masih dirasa rendah. Sehingga
dibutuhkan suatu media untuk meningkatkannya.
Dengan bekal bahan-bahan sederhana, seperti balon, lilin, cuka
dapur, pewarna makanan, soda kue, botol minuman, air, jarum pentul dan
korek api dapat di buat sebuah media pembelajaran sekaligus mainan
anak, yakni empat buah demontrasi yang mengajarkan bermain sambil
belajar yang mengakibatkan peserta didik antusias dan senang belajar
vii
ilmu Sains. Saya berkesempatan untuk mendemontrasikan mengenai
keempat demontrasi sederhana yang terdiri dari demontrasi Teori Kinetik
Gas, Termodinamika, Kesetimbangan Benda Tegar dan Kalor serta
melaksanakan pelatihan kepada peserta didik untuk mendemontrasikan
konsep tersebut. Konsep fisika yang ditekankan pada peserta didik SDN
Mekar Jaya adalah konsep yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-
hari. Terlihat antusias peserta didik sangat tinggi saat melakukan
demontrasi tersebut. Secara tak sadar mereka sangat menginginkan
pembelajaran yang sekaligus bermain yang dapat dilaksanakan dengan
menerapkan media pembelajaran.

viii
PROLOG

Assalamualaikum wr.wb.
Dengan menyebut nama Allah SWT. yang Maha Pengasih lagi
Maha Penyayang, saya panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-
Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya, sehingga
laporan KKN Sisdamas mahasiswa ini dapat terselesaikan.
Laporan individu KKN Sisdamas ini disusun dengan tujuan
memberikan manfaat bagi masyarakat umumnya, khususnya bagi para
mahasiswa yang sedang melaksanakan KKN sehingga diharapkan dapat
memberikan gambaran tentang program yang dijalankan di masyarakat.
Laporan ini tentunya dapat terselesaikan dengan adanya support dari
berbagai pihak, antara lain pihak RW 12 Kapung Sentak Dulang Desa
Mekarmanik Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung beserta
jajarannya, juga tidak lupa pihak LPPM UIN SGD Bandung.
Terlepas dari semua itu, tentunya laporan ini masih terdapat
beberapa kekurangan, oleh karena itu, saya dengan sangat terbuka untuk
menerima saran dan kritik dari pembaca agar laporan ini dapat tersusun
dengan lebih baik.
Akhir kata, saya berharap semoga laporan ini dapat bermanfaat dan
memberikan inspirasi untuk masyarakat luas, dan khususnya bagi para
mahasiswa KKN Sisdamas UIN SGD Bandung.
Wassalamualaikum wr.wb.

Bandung, 15 September 2019


Pembimbing DPL,

Drs. Bobang Nurisman, M.Ag.


Nip. 197001191997031002

ix
BAB I
PENDAHULUAN

A. Analisis Permasalahan
KKN Sisdamas merupakan kegiatan akademik
dengan basis pemberdayaan masyarakat yang dilakukan
oleh mahasiswa sebagai fasilitator dengan supervisi dosen
pembimbing lapangan. Pemberdayaan Masyarakat adalah
suatu strategi yang digunakan dalam pembangunan
masyarakat sebagai upaya untuk mewujudkan kemampuan
dan kemandirian dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara. Dengan kata lain pemberdayaan
masyarakat merupakan upaya mengembangkan masyarakat
dari keadaan kurang atau tidak berdaya menjadi punya
daya dengan tujuan agar masyarakat tersebut
mencapai/memperoleh kehidupan yang lebih baik.
Sebagai fasilitator, mahasiswa peserta KKN akan
membangun kesadaran kritis masyarakat. Ini menjadi
penting, karena selama ini seringkali dalam berbagai
program, masyarakat ditempatkan sebagai ’objek’
pembangunan dan masyarakat acapkali tidak diajak untuk
melakukan berbagai upaya pemecahan masalah tanpa
mengetahui serta menyadari masalah yang sebenarnya
karena masalah dirumuskan oleh ’Orang Luar’. Kondisi
tersebut menyebabkan dalam pemecahan masalah
masyarakat hanya sekedar melaksanakan kehendak ’Orang
Luar’ atau karena tergiur dengan ’iming-iming’ bantuan
uang, bukan melaksanakan kegiatan karena benar-benar
menyadari bahwa kegiatan tersebut memang bermanfaat
bagi pemecahan masalah mereka.
Permasalahan yang diutarakan oleh warga Desa
Mekarmanik Kecamatan Cimenyan dalam acara Rembug

1
Warga memang tidak ada kendala dalam pendidikan
formal, namun saat peserta KKN Sisdamas Desa
Mekarmanik 2019 melakukan survey ke sekolah yang
menjadi target ternyata sekolah tersebut belum memiliki
fasilitas yang mempuni untuk membantu pembelaharan
dalam hal ini pelajaran IPA yang identik dengan alat
labolatorium. Selain itu salah satu dugaan mengapa
kurangnya kecintaan peserta didik terhadap mata pelajaran
di atas atau sulitnya memahami materi tersebut karena saat
pembelajaran hanya menggunakan metode ceramah.
Saat penulis melaksanakan observasi ke SDN Mekar
Jaya terlihat bahwa guru-guru SD masih banyak
menggunakan metode ceramah, sehingga gairah belajar
pesrta didik kadang menurun. Maka dari itu, perlu
diadakannya pembelajaran yang lebih menyenangkan agar
gairah atau motivasi belajar serta kecintaan peserta didik
terhadap mata pelajaran IPA atau Sains khususnya Sains-
Fisika dapat ditingkatkan.
Solusi yang ditawarkan penulis adalah melakukan
pembelajaran dengan menggunakan Model Pembelajaran
Berupa Demontrasi sederhana yang dapat digunakan
sembari bermain namun tetap belajar mengenai konsep
Sains-Fisika.

B. Identifikasi Masalah
Di bawah ini merupakan masalah-masalah
pembelajaranyang terdapat di SDN Mekar Jaya yaitu:
1. Kurangnya sarana dan prasarana sekolah.
2. Keterbatasan media pembelajaran.
3. Pembelajaran sangat berpusat kepada guru.
4. Motivasi belajar peserta didik yang rendah.
5. Kecintaan pada mata pelajaran IPA rendah.

2
C. Tujuan dan Manfaat
Tujuan dari penerapan model pembelajaran
demontrasi sederhana ini yaitu :
1. Meningkatkan kecintaan peserta didik terhadap Sains-
Fisika.
2. Meningkatkan Motivasi belajar peserta didik pada mata
pelajaran IPA atau Sains khususnya Sains-Fisika.
3. Mengenalkan media pembelajaran yang sederhana yang
dapat dibuat dengan barang yang umum dijumpai
namun tetap dapat menjelaskan kosep yang terdapat
pada Sains-Fisika.

Manfaat bagi guru dan peserta didik dari penerapan


model pembelajaran demontrasi sederhana ini yaitu :
1. Digunakan sebagai sarana dan prasarana pembelajaran
yang menyenangkan.
2. Digunakan sebagai media pembelajaran yang
menyenangkan, karena dapat digunakan sembari
bermain.
3. Dengan mencintai mata pelajaran maka peserta didik
akan lebih mudah memahami materi ajarnya.

D. Metode Pengabdian
1. Pendekatan
Adapun pendekatan yang digunakan dalam
pelaksanaan pengabdian ini adalah pendekatan berbasis
personalitas. Artinya, penulis dalam mengambil data
pengabdian langsung berhubungan dengan target
sasaran pengabdian dengan alasan pendekatan ini dirasa
lebih efektif dan efisien dalam menganalisis dan
memecahkan permasalahan yang ditemukan. Apabila

3
ada suatu hambatan dan rintangan, maka dapat langsung
dikoordinasikan dengan target sasaran guna bersama-
sama mencari solusi untuk meminimalisasi hambatan
dan rintangan tersebut. Dengan demikian, sinergisitas
antara pengabdi dan target sasaran dapat terwujud.
Dalam hal ini penulis berusaha mendekatkan bahawa
menggunakan media pembelajaran berupa alat bantu
sangat efektif bagi pembelajatan di kelas.
Menurut pandangan Musfiqon (2012), media
pembelajaran adalah alat bantu berupa fisik maupun
nonfisik yang sengaja digunakan sebagai perantara
antara guru dan peserta didik dalam memahami materi
pembelajaran agar lebih efektif dan efisien.
Media pembelajaran ada berbagai macam, berikut
macam-macam media pembelajaran :
a. Media Auditif adalah media yang hanya
mengandalkan kemampuan suara saja. seperti radio,
cassete rekorder. Media ini sangat cocok digunakan
oleh orang yang tuli atau mempunyai kelainan pada
pendengaran.
b. Media Visual yaitu media yang hanya mengandalkan
indera penglihatan. Media visual ini ada yang
menampilkan gambar diam, seperti film strip (film
rangkai), slide (film bingkai), foto, gambar atau
lukisan, dan cetakan.
c. Media Audio-Visual adalah media yang mempunyai
unsur suara dan unsur gambar. Seperti video, televisi,
dan film. (Djamarah & Zain, 2010 : 124-125)

Sebelum memilih media pembelajaran yang akan


digunakan maka harus dipilih media yang sesuai dengan

4
kriteria, kriteria memilih media pembelajaran adalah
sebagai berikut :
a. Kesesuaian dengan tujuan pengajaran
b. Dukungan terhadap isi bahan pelajaran
c. Kemudahan memperoleh media Keterampilan guru
dalam menggunakan media. (Djamarah & Zain, 2010
: 150)

Selain kriteria ada pula peranan dari media


pembelajaran yaitu sebgai berikut :
a. Sebagai alat untuk memperjelas bahan pembelajaran.
b. Sebagai sumber pertanyaan dan stimulasi belajar
peserta didik.
c. Sumber belajar bagi peserta didik. (Sudjana & Rivai,
1990 : 7)

Manfaat Media Pembelajaran pembelajaran itu


sendiri adalah sebagai berikut :
a. Penyampaian pelajaran menjadi lebih baku.
b. Menjadikan proses pembelajaran menjadi lebih
menarik, yang dapat membuat peserta didik tetap
terjaga dan memperhatikan kejelasan dan keruntutan
pesan, daya tarik image yang berubah-ubah,
penggunaan efek khusus yang dapat menimbulkan
keingintahuan menyebabkan peserta didik berpikir,
yang kesemuanya menunjukkan bahwa media
mempunyai aspek motivasi dan meningkatkan minat.
c. Menjadikan proses pembelajaran menjadi lebih
interaktif.
d. Meningkatkan kualitas belajar peserta didik. (Arsyad,
2003 : 22-23)

5
Menurut Sardiman, motivasi dapat diartikan sebagai
daya penggerak yang telah menjadi aktif. Motif menjadi
aktif pada saat-saat tertentu, terutama bila kebutuhan
untuk mencapai tujuan sangat dirasakan atau mendesak.
Sedangkan menurut Mc. Donald motivasi adalah
perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai
dengan munculnya “feeling” dan didahului dengan
tanggapan terhadap adanya tujuan.
Berdasarkan beberapa pendapat diatas, maka dapat
disimpulkan bahwa motivasi belajar adalah segala
sesuatu yang menjadi pendorong atau penggerak
seorang pesrta didik untuk belajar lebih giat supaya
mendapatkan prestasi yang tinggi.
Adapun macam-macam motivasi belajar adalah
sebagai berikut :
a. Motivasi Intrinsik adalah dorongan belajar yang
terjadi karena ada rangsangan di dalam diri individu
untuk belajar.
b. Motivasi Ekstrinsik adalah dorongan belajar yang
terjadi karena ada rangsangan dari luar. (Djamarah.
2002 : 115-118)

Motivasi belajar harus ditingkat karena adanya


beberapa fungsi yakni :
a. Motivasi sebagai Pendorong Perbuatan
b. Motivasi sebagai Penggerak Perbuatan
c. Motivasi sebagai Pengarah Perbuatan.

Dari pemaparan di atas dengan menerapkan metode


belajar sambil bermain dengan menggunakan media
pembelajaran bahan demontrasi diharapkan motivasi

6
belajar peserta didik serta kecintaanya terhadap Sains-
Fisika dapat ditingkatkan.

2. Tahapan
Tahapan–tahapan yang dilaksanakan dalam proses
pengabdian ini adalah sebagai berikut :

Observasi
Perencanaan Perizinan
Awal

Evaluasi Pelaksanaan Muqaddimah

Gambar 1 Tahapan Metode Pengabdian

3. Mekanisme Perlibatan Para Pihak


Dalam pelaksanaan pengabdian ini, ada beberapa
pihak yang terlibat yakni sebagai berikut :

Pihak 1. Kepala Sekolah sebagai pihak yang


mengizinkan dan memberikan kesempatan
kepada penulis untuk melaksanakan
pengabdian di tempat/sekolah yang beliau
pimpin (wilayah kekuasaan)

Pihak 2. Guru Mata Pelajaran sebagai pihak dan


pembimbing sekaligus partner bagi penulis
dalam bekerja sama menyelesaikan
persoalan terkait Pelajaran IPA dan sebagai
pihak yang memang tahu keadaan
keseharian target sasaran.

7
Pihak 3. Peserta didik dalam hal ini penulis
mengambil seluruh peserta didik SDN
Mekar Jaya ini merupakan sebagai pihak
yang memunculkan masalah dan menerima
perlakuan dari penulis guna meningkatkan
kualitas pemahaman konsep IPA Terpadu.

Pihak 4. Pelaksana PkM/Pengabdi sebagai pihak


yang akan melaksanakan program
pengabdian berupa pemberian perlakuan
kepada peserta didik sehingga kondisi yang
lebih efektif dan bermakna dalam PBM
dapat tercipta.

Pihak ke 4 dalam melaksanakan pengabdian tentunya


akan terlibat secara langsung dengan pihak ke 3 yang
setiap kegiatannya diawasi dan di evaluasi oleh pihak ke
2 sebagai kepanjangtanganan dari pihak 1.

E. Kerangka Pemecahan Masalah


Pembelajaran IPA pada umumnya sangat
membutuhkan sarana dan prasarana serta media
pembelajaran yang mendukung dalam menjelaskannya.
Jika sarana dan prasarana serta media pembelajaran yang
dimiliki oleh sekolah terbatas, maka secara tidak langsung
akan menghambat pembelajaran, sehingga minat belajar
serta kecintaan peserta didik terhadap mata pelajaran
rendah sehingga hasil belajar pun rendah. Maka diperlukan
sebuah media pembelajaran yang praktis dan tidak terlalu
bergantung pada sarana dan prasarana yang erat kaitannya
dengan kehidupan sehari-hari, namun membuat

8
pembelajaran menjadi menyenangkan, diantaranya yaitu
media pembelajaran menggunakan model demontrasi
sederhana. Dengan menggunakan beberapa alat dan bahan,
demontrasi ini dapat dilakukan. Adapun alat dan bahan
untuk masing-masing demontrasi adalah sebagi berikut.
1. Demontrasi Kesetimbangan Benda Tegar
 Lilin 1 buah
 Korek api secukupnya
 Wadah 2 buah
 Jarum Pentul 1 buah
2. Demontrasi Kalor
 Botol minuman 1 buah
 Air secukupnya
 Pewarna makanan secukupnya
 Lilin 1 buah
 Korek api secukupnya
3. Demontrasi Teori Kinetik Gas
 Balon 1 buah
 Cuka dapur secukupnya
 Soda kue secukupnya
 Botol minuman 1 buah
4. Demontrasi Termodinamika
 Balon 2 buah
 Lilin 1 buah
 Air secukupnya
 Korek api secukupnya

9
Perlu adanya upgrade atau perubahan metode
pembalajaran sehingga peserta didik tidak merasa
bosan dan mengantuk yakni media pembeljaran
mikroskop sederhana yang digabungkan dengan
pembeljaran berbasis berbain atau berlajar sambil
bermain sehingga peserta didik tidak merasa bosan
dalam menerima materi pembelajaran

Penggunaan media pembelajaran mikroskop


sederhana serta melaksanakan belajar sambil bermain

Pembelajaran yang
menyenangkan
yakni belajar sambil
bermain dengan
menggunakan
media pembelajaran
Mikroskop
sederhana yang Motivasi belajar serta kecintaan peserta didik
dapat digunakan meningkat terhadap Sains-Fisika
langsung oleh
peserta didik
Gambar 2 Skema Kerangka Pemecahan Masalah

10
BAB II
GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN

A. Monografi Desa

Gambar 3. Peta Desa Mekarmanik

Kode 009
Desa/Kelurahan MEKARMANIK
Kecamatan CIMENYAN
Kabupaten/Kota BANDUNG
Provinsi JAWA BARAT
Luas (Ha) 747,91 Ha
Ketinggian DPL (M) 600 s/d 1.200

11
1. Jumlah Penduduk
Laki-laki Perempuan
Jumlah
(Orang) (Orang)
Jumlah penduduk tahun
2585 2431
ini
Jumlah penduduk tahun
2435 2322
lalu
Persentase
0.75 % 0.54%
perkembangan
Tabel 1. Jumlah Penduduk Desa Mekarmanik

2. Jumlah Keluarga
KK
KK Jumlah
Jumlah Laki-
Perempuan Total
laki
Jumlah Kepala
Keluarga tahun 2585 2431 5.016
ini
Jumlah Kepala
Keluarga tahun 2435 2322 4.757
lalu
Persentase
0.75% 0.54% 0.64%
Perkembangan
Tabel 2. Jumlah Keluarga Desa Mekarmanik

3. Jumlah Pengangguran
Jumlah
Kelompok Usia
(Orang)
1.Jumlah angkatan kerja (penduduk usia
5.016
18-56 tahun)
2.Jumlah penduduk usia 18-56 tahun
1.049
yang masih sekolah dan tidak bekerja

12
3.Jumlah penduduk usia 18-56 tahun
372
yang menjadi ibu rumah tangga
4.Jumlah penduduk usia 18-56 tahun
978
yang bekerja penuh
5.Jumlah penduduk usia 18-56 tahun
721
yang bekerja tidak tentu
6.Jumlah penduduk usia 18-56 tahun
0
yang cacat dan tidak bekerja
7.Jumlah penduduk usia 18-56 tahun
0
yang cacat dan bekerja
Tabel 3. Jumlah Pengangguran di Desa
Mekarmanik

4. Jumlah Penduduk Berdasarkan Agama


Agama Jumlah
1. Islam 7.303
2. Kristen 11
3. Katholik -
4. Hindu -
5. Budha -
6. Total 7.314
Tabel 4. Jumlah Kesejahteraan Keluarga di
Desa Mekarmanik

13
5. Struktur Mata Pencaharian Menurut Sektor
Jumlah Jumlah
Jumlah
Pemilik Buruh/
Sektor Mata Pemilik
No. Usaha Karyawan/
pencaharian Usaha
Perorangan Pengumpul
(Orang)
(Orang) (Orang)
1. 1 Pertanian 246 949 125
2. 2 Perkebunan 105 - 93
3. 3 Peternakan 1 - -
4. 4 Perikanan - 2 5
5. 5 Swasta/ Buruh - - 1,122
6. 6 Pegawai negeri - - 15
7. Pedagang 46 - -
8. Montir 8 - -
9. Plori/abri - - 2
10. Pensiun 36 - -
11. Perangkat desa 6 - -
12. Pembuat bata 3 - -
13. Tukang Batu 3 - -
Tukang Las/ Pandai
14. 1 - -
Besi
15. Tukang Rias 1 - -
16. Tukang Kayu 1 - -
17. Tukang Jahit 1 - -
18. Seniman 1 - -
19. Tabib 7 - -
20. Bidan 1 - -
21. Apoteker 1 - -
22. Sopir 53 - -

14
23. Wiraswasta - - 158
Tabel 5. Mata Pencaharian Menurut Sektor di Desa
Mekarmanik

B. Kondisi Komunitas Sasaran


Sasaran pengabdian yang dilakukan pengabdi adalah
Peserta didik SDN Mekar Jaya Desa Mekarmanik, peserta
didik di SD tersebut memiliki tingkat ketertarikan yang
tinggi terhadap suatu hal yang baru. Selain itu juga peserta
didik ini sangat aktif dan mudah untuk berinteraksi
sehingga pengabdi mudah untuk melakukan sebuah
perlakuan kepada mereka.
Peserta didik yang jumlahnya tidak terlalu banyak
juga memudahkan pengabdi untuk melaksanakan
pengabdian di sekolah tersebut. Sehingga dalam
penyampaian materi yang berkaitan dengan pengabdian
yang dilakukan penulis mudah untuk ditransfer kepada
mereka.
Walaupun kondisi sekolahnya masih dalam tahap
pembangunan ruang UKS (Unit Kesehatan Sekolah) dan
MCK (Mandi Cuci Kakus) tetapi ruang belajar sudah
lengkap dari kelas 1 sampai kelas 6 dan meskipun terdapat
beberapa sarana yang lainnya yang belum tersedia, bahkan
pemasangan listrik-pun baru terlaksana tiga bulan lalu.
Jumlah murid dari masing-masing kelas sangatlah
bervariatif. Mulai dari delapan orang peserta didik per
kelas sampai 25 peserta didik perkelasnya. Sehingga ketika
seluruh murid disatukan dalam satu kelas keadaan masih
tetap kondusif.

15
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN PENGABDIAN

A. Tahapan Pengabdian kepada Masyarakat


Tahapan–tahapan yang dilaksanakan dalam proses
pengabdian ini adalah sebagai berikut :
1. Perencanaan
Tahapan ini penulis merencanakan kegiatan yang
akan dilaksanakan di Lembaga Pendidikan Wilayah
Desa Mekarmanik Kecamatan Cimenyan Kabupaten
Bandung.

2. Perizinan
Tahapan ini berisi kegiatan awal dalam memulai
pengabdian, yakni dengan memohon izin kepada kepala
sekolah agar penulis dapat melaksanakan pengabdian di
lembaga pendidikan tersebut. Setelah diberikan izin
untuk melaksanakan pengajaran di sekolah tersebut.
Penulis mengajar di kelas 3, 4, 5 dan 6 setiap harinya,
namun ketika kegiatan demontrasi dilaksanakan penulis
mengajak seluruh peserta didik untuk mengikuti
kegiatan tersebut. Selanjutnya meminta izin kembali
untuk melaksanakan pengabdian demontrasi yang
ditujukan pada sluruh peserta didik.

3. Observasi Awal
Yakni kegiatan observasi terkait permasalahan-
permasalahan yang timbul dalam proses belajar
mengajar dalam hal ini Tematik di kelas. Kegiatan ini
dilaksanakan dengan metode wawancara kepada Guru
Ampu Tematik SDN Mekar Jaya (Bu Devi).

16
4. Muqadimah
Pada tahap ini, penulis bersama guru ampu
melaksanakan kegiatan belajar mengajar bersama di
kelas dan sebagai perkenalan awal dengan peserta didik
serta pengenalan awal situasi kelas target sasaran.

5. Pelaksanaan
Pada tahap ini, penulis mulai melaksanakan
pembelajaran dengan menggunakan media berupa
bahan-bahan demontrasi. Adapun alat dan bahan untuk
masing-masing demontrasi adalah sebagi berikut.
a. Demontrasi Kesetimbangan Benda Tegar
 Lilin 1 buah
 Korek api secukupnya
 Wadah 2 buah
 Jarum Pentul 1 buah
b. Demontrasi Kalor
 Botol minuman 1 buah
 Air secukupnya
 Pewarna makanan secukupnya
 Lilin 1 buah
 Korek api secukupnya
c. Demontrasi Teori Kinetik Gas
 Balon 1 buah
 Cuka dapur secukupnya
 Soda kue secukupnya
 Botol minuman 1 buah
d. Demontrasi Termodinamika
 Balon 2 buah
 Lilin 1 buah
 Air secukupnya

17
 Korek api secukupnya
Demontrasi sederhana ini dijadikan media
pembelajaran untuk memudahkan peserta didik
memahami konsep Sains-Fisika juga meningkatkan
kecintaan serta mereka terhadap Sains-Fisika. Pada
pengabdian ini selain belajar mereka juga sambil
bermain, agar mereka mendapatkan suasana baru dalam
pembelajaran dan agar peserta didik tidak bosan untuk
terus belajar.
Tahap selanjutnya, penulis mendemonstarsikan
bagaimana cara mendemontrasikan alat dan bahan
sederhana tersebut dengam membawa alat dan bahan
yang dierlukan. Setelah penulis memberikan contoh
bahagaimana mendemontrasikan alat dan bahan
tersebut, peserta didik melakukannya sendiri dan setalah
melakukan demontrasi peserta didik diharuskan untuk
menyampaikan mengapa hal demikian dapat terjadi.
Setelah ada beberapa peserta didik yang menyampaikan
beberapa alasan dan pendapatnya, barulah penulis
memberikan kesimpulan dan memberikan klarifikasi
terhadap demontrasi yang telah dilakukan.

6. Evaluasi
Di akhir pengabdian, penulis melaksanakan evaluasi
terhadap metode pembelaajaran dengan menggunakan
alat demontrasi sederhana guna mengetahui keefektifan
metode demi meningkatkan kualitas pemahaman konsep
Tematik.

18
Gambar 4. Pemaparan langkah-langkah demontrasi
materi Teori Kinetik Gas Termodinamika Kalor dan
Kesetimbangan

Selanjutnya, penulis membimbing peserta didik


untuk melakukan demontrasi dengan alat dan bahan
yang telah disediakan.

19
Gambar 5. Alat dan bahan demontrasi sederhana
materi Teori Kinetik Gas Termodinamika Kalor dan
Kesetimbangan

Setelah alat dan bahan terkumpul, selanjutnya


adalah tahap pelaksanaan demontrasi dan peserta didik
harus mengamati apa yang telah mereka lakukan tahap
demi tahapnya, yang mana pada tahap ini begitu terlihat
antusias peserta didik terhadap proses pengamatan.
Disini terlihat ternyata pembelajaran menggunakan
media sangat memicu semangat dan menjadi motivasi
peserta didik untuk menyukai pelajaran Sains.

20
Gambar 6. Proses demontrasi peserta didik

B. Hasil Pengabdian kepada Masyarakat


Setelah dilakukan pengabdian dan wawancara
terhadap peserta didik yang terlibat pada pengabdian
demontrasi sederhana ini, peserta didik mengaku senang
juga sedikit terbuka mengenai Sains-Fisika, Dengan
demikian dapat dikatakan bahwa pengabdian ini berhasil
menumbuhkan kecintaan terhadap Sains-Fisika di SDN
Mekar Jaya Kampung Sentak Dulang Desa Makarmanik
Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung.

C. Faktor Pendukung dan Penghambat


Kegiatan pengabdian di SDN Mekar Jaya, tentunya
tidak luput dari faktor pendukung dan faktor penghambat
selama dilaksanakannya kegiatan ini. Faktor-faktor
tersebut adalah sebagai berikut :
1. Faktor Pendukung
Faktor pendukung keberhasilan pengabdian ini
adalah keaktifan peserta didik yang menjadi subjek
pengabdian, juga dukungan dari sekolah tempat
pengabdian dilaksakan yang mana berkat izinnya
pengabdian ini dapat dilakukan. Selain itu juga faktor
persiapan yang sudah dilakukan dengan cukup matang
sehingga memudahkan pelaksanaan pengabdian ini.

21
2. Faktor Penghambat
Keterbatasan alat yang digunakan menjadi
penghambat, karena peserta didik hanya dapat dibagi
menjadi dua kelompok, sehingga pengalaman belajar
peserta didik kurang sempurna.

22
BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa kecintaan peserta didik
meningkat terhadap sains-fisika dengan dilandasi keceriaan
yang tergambar juga antusias peserta didik yang serba
ingin tahu saat pelaksanaan pengabdian berlangsung juga
motivasi belajar peserta didik semakin meningkat.

B. Rekomendasi
Pembuatan media pembelajaran dari demontrasi
sederhana ini dapat diterapkan dimanapun karena
pembuatannya yang mudah juga bahan yang digunakan
tidak sulit di cari. Selain dapat digunakan di sekolah dasar,
pengabdian ini dapat dilaksanakan di jenjang yang lebih
tinggi yakni SMP dan SMA tentunya dengan kajian konsep
Fisika yang lebih mendalam.

23
DAFTAR PUSTAKA

Azhar Arsyad. 2003. Media Pembelajaran. Jakarta : PT Raja


Grafindo Persada
Musfiqon. 2012. Pengembangan Media dan Sumber
Pembelajaran. Jakarta : PT Prestasi Pustakaraya
Nana Sudjana dan Ahmad Rivai. 1990. Media Pengajaran.
Bandung : CV. Sinar Baru.
Sardiman. 2001. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar.
Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain. 2010. Strategi
Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta
Syaiful Bahri Djamarah. 2002. Psikologi Belajar. Jakarta :
Asdi maha satya

24
BIODATA PENULIS

Nama lengkap Widiastuti Ledgeriana


Mugiri, panggilan Widi atau Idiw lahir
dari orang tua bernama Wiwi Wiliani dan
Deden Mugiri di Bandung pada tanggal
31 Agustus 1998. Alamat asal Kampung
Dayeuh Luhur RT 01 RW 04 Desa
Pangauban Kecamatan Pacet Kabupaten
Bandung Provinsi Jawa Barat. Sekarang
sedang menjalani program starta satu di
Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Jurusan MIPA dengan
Program Studi Pendidikan Fisika. Aktif sebagai Staff ahli
Bidang Pengembangan Intelektual (PI) 2016-2017, Sekretaris
Bidang Pengembangan Intelektual (PI) 2017-2018, Ketua
Bidang Pengembangan Intelektual (PI) 2018-2019 di
Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidika Fisika
(HMPS P.Fisika).

25
LAMPIRAN

26
27
28
29
Nama lengkap Widiastuti Ledgeriana
Mugiri, panggilan Widi atau Idiw lahir di
Bandung pada tanggal 31 Agustus 1998.
Sekarang sedang menjalani program starta
satu di Universitas Islam Negeri Sunan
Gunung Djati Bandung Fakultas Tarbiyah
dan Keguruan Jurusan MIPA dengan
Program Studi Pendidikan Fisika. Aktif
sebagai Staff ahli Bidang Pengembangan
Intelektual (PI) 2016-2017, Sekretaris
Bidang Pengembangan Intelektual (PI)
2017-2018, Ketua Bidang Pengembangan
Intelektual (PI) 2018-2019 di Himpunan
Mahasiswa Program Studi Pendidika Fisika
(HMPS P.Fisika).