Anda di halaman 1dari 4

PENGARUH EKSTRAK SIRIH MERAH (Pioer crocatum) TERHADAP pH

dan STABILITAS BUSA SABUN PADAT TRANSPARAN BERBASIS VCO

(Virgin Coconut Oil)

OUTLINE

FIFI AULIA HASAN


G 301 16 013

PROGRAM STUDI KIMIA


JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS TADULAKO
2019
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sirih merupakan tanaman yang telah banyak digunakan sebagai obat di Asia Tenggara. Sirih
di Indonesia ada beberapa jenis, yang dibedakan berdasarkan bentuk daun, rasa dan aromanya,
yaitu sirih hijau, sirih banda, sirih cengkih, sirih hitam dan sirih merah (Moeljanto & Mulyono,
2003; Sudewo, 2005). Sirih merah banyak ditemui di Indonesia sebagai tanaman obat-obatan.
Hal ini dikarenakan sirih merah memiliki sifat antijamur yang merupakan komponen yang
dibutuhkan untuk memperhambat bakteri patogen (Sulistiyani dkk., 2007).

Dalam daun sirih merah terkandung senyawa fitokimia yakni minyak atsiri, alkoloid, saponin,
tanin dan flavonoid. Kandungan kimia lainnya yang terdapat di daun sirih merah adalah
hidroksikavikol, kavikol, kavibetol, karvakrol, eugenol, p-simen, sineol, kariofilen, kadimen
estragol, terpenena, dan fenil propanoid (Sulistiyani dkk., 2007). Selain itu, dalam sirih
merah terdapat senyawa fenolik berupa kavikol, kavibetol asetat dan eugenol (Swapna et al.,
2012). Senyawa flavonoid merupakan senyawa fenolik yang memiliki peran sebagai
antioksidan, antidiabetik, antikanker, antiseptik dan antiinflamasi. Pada penelitian yang
dilakukan oleh Juliantina, dkk (2010), yang melaporkan bahwa ekstrak daun sirih merah
dengan kuat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia yang
merupakan bakteri penyebab berbagai penyakit dan infeksi kulit akibat adanya senyawa tanin
didalamnya. Hal inilah yang menjadi pendorong adanya inovasi baru dalam pemanfaatan sirih
merah. Salah satu cara yang tepat dalam pemanfaatan kulit sirih merah yaitu menjadikannya
sebagai bahan aditif pada pembuatan produk tertentu. Sabun merupakan salah satu produk
yang sangat erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari manusia. Sabun ini dipakai sebagai
pembersih kulit wajah dan tubuh agar terbebas dari berbagai macam pengotor dan kuman yang
dapat merusak kulit akibat aktivitas sehari-hari. Sabun diharapkan dapat memiliki manfaat
yang lebih baik, apabila sabun diperkaya dengan ekstrak kulit sirih merah.
Sabun merupakan produk yang dibuat dengan mereaksikan asam lemak baik minyak nabati
atau lemak hewani dengan kalium atau natrium (BSN, 1994). Salah satu jenis sabun yang
banyak digunakan di industri kecantikan saat ini yaitu sabun yang bahan dasarnya adalah
Virgin Coconut Oil (VCO). Virgin Coconut Oil (VCO) digunakan karena asam lemak ini
dipercaya memiliki khasiat yang sangat baik untuk kulit diantaranya sebagai pelembab alami
untuk kulit dan penangkal radikal bebas (Soraya, 2006).

VCO adalah penghasil asam lemak, dimana kandungannya yaitu 90% asam lemak jenuh dan
10% asam lemak tak jenuh. Komponen asam lemak jenuh dalam VCO yaitu 44-52% asam
laurat, 7,5-10,5% asam palmintat, 5,5-9,5% asam kaprilat dan 1,0-3,0% asam stearat,
sedangkan komponen asam lemak tak jenuhnya yaitu terdiri dari 5,0-8,0% asam oleat (omega
9), 1,5-2,5% asam linoleat (omega 6) dan 1,3% asam palmitoleat (Rindengan dan Novarianto,
2004). VCO dapat memberikan nutrisi yang dibutuhkan oleh kulit manusia sehingga sangat
cocok apabila dimodifikasi dengan produk-produk kecantikan (Nelta, 2018).

Sabun yang banyak dikembangkan saat ini yaitu sabun padat transparan. Sabun padat
transparan memiliki tampilan yang lebih menarik sehingga banyak diminati dan busa yang
lebih halus dibanding sabun tidak transparan atau sabun opaque (Usmania, 2012). Menurut
Widyasanti (2017), apabila dilakukan penambahan bahan lain ke dalam campuran bahan
pembuatan sabun padat transparan, maka secara langsung manfaat sabun ini akan lebih
maksimal. Pada penelitian yang dilakukan Maulana (2013), bahan pembuatan sabun padat
transparan yang diperkaya dengan minyak atsiri tanaman akar wangi terbukti meningkatkan
mutu dari sabun transparan sehingga semakin banyak diminati. Pada penelitian yang
dilakukan oleh Qisti (2009), sabun transparan yang ditambahkan dengan ekstrak madu pada
konsentrasi berbeda menghasilkan mutu terbaik pada penambahan madu tertinggi. Penelitian
yang dilakukan oleh Widyasanti (2016), sabun padat transparan yang ditambahkan ekstrak teh
putih justru menghasilkan mutu terbaik ketika ekstrak yang ditambahkan hanya sedikit. Pada
penelitian yang dilakukan oleh Hernani (2010), sabun transparan yang mengandung ekstrak
lengkuas pada konsentrasi berbeda menunjukkan efektifitas terbaik sebagai antijamur seiring
dengan peningkatan konsentasi ekstrak namun tingkat kesukaan panelis akibat peningkatan
konsentrasi tersebut terhadap sabun transparan jadi menurun. Penelitian mengenai
penambahan ekstrak sirih merah (Piper crocatum) pada pembuatan sabun padat transparan
belum pernah dilakukan, hal inilah yang menjadi latar belakang dilakukannya penelitian ini
guna mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak terhadap mutu sabun transparan yang
dihasilkan.

1.2 Rumusan Masalah

1. Berapa konsentrasi ekstrak sirih merah (Piper crocatum) terbaik terhadap pH sabun padat
transparan berbasis Virgin Coconut Oil (VCO) ?
2. Berapa konsentrasi ekstrak sirih merah (Piper crocatum) terbaik terhadap stabilitas busa
sabun padat transparan berbasis Virgin Coconut Oil (VCO) ?

1.5 Hipotesis Penelitian

Konsentrasi ekstrak sirih merah (Piper crocatum) berpengaruh terhadap stabilitas busa dan

pH sabun padat transparan berbasis Virgin Coconut Oil (VCO).