Anda di halaman 1dari 6

Laporan pengujian bahan

Uji takik

D
I
S
U
S
U
N

NAMA : DERRY SUBAKTI


NIM : 3201802013
KELAS : D3 2A
KELOMPOK :2

LABORATORIUM PENGUJIAN BAHAN


JURUSAN TEKNIK MESIN
POLITEKNIK NEGERI PONTIANAK
2019
A. TujuanPengujianPukulTakik

Setelah membaca job sheet dan mengikuti demon strasi oleh dosen, mahasiswa
diharapkan dapat :

1. Mengukur ketahanan material terhadap beban terhadap beban tiba-tiba


2. Mencari temperature transisi dari ulet ke etas pada suatu material
3. Membuat diagram energi untuk mematahkan benda uji terhadap temperature
pengujian

B. Dasar Teori

Suatu material yang diperkirakan ulet, ternyata dapat mengalami patah getas. Penyebab
patah getas tersebut antara lain :

1. Adanyatakik (notch)
2. Kecepatan pembebanan tinggi yang mengakibatkan kecepatan regangan yang
begitu tinggi pula
3. Temperature rendah

Oleh sebab itu, maka suatu material yang dipergunakan untuk konstruksi yang
beroperasi pada temperature rendah, perlu diuji pukul takik lebih dahulu. Hal ini diperlukan
untuk mengetahui temperature transisi antara Ulet dan Getas. Beberapa material ada yang
tidak menunjukan daerah transisi tersebut, material tersebut adalah material yang memiliki
bentuk sel satuan FCC. Sedang material dengan selsatuan BCC contoh baja karbonat
rendah memilki daerah transisi.

More
ductile

e.g. low carbon steels, thermoplastics

More
brittle

Gambar 1.Grafik energi absor bed dan temperature pada material

Gambar 2. Mesin pukul takik


Prinsip pengujian dilakukan dengan memberikan beban secara tiba-tiba dengan titik
pukul tepat dibelakang takikan benda uji yang bersangkutan. Energy yang dipakai untuk
mematahkan benda uji :

E = ( m x g x H1) – ( m x g x H2)

E = m x g (H1 – H2)

Dimana :

H1 :posisi awal pemukulan

H2 :posisi akhir pemukulan setelah pemukulan

C. Perlengkapan Praktek
Perlengkapan yang digunakan dalam pratek ini adalah :
1. Impact testing machine
2. Hammer accessories
3. Mistarukur
4. Vernier caliper
5. Kunci L.
6. Kunci pas
7. Test piece (bendauji)
8. Obeng

D. Keselamatan Kerja
1. Pelajari job sheet sebelum praktek
2. Gunakan pakaian pratikum dan sepatu kulit
3. Jangan merokok dan makan waktu praktek
4. Tanyakan pada pembimbing pratikum hal-hal yang belum jelas

E. ProsedurPercobaan
1. Amati dan ukur bentuk geometri bendauji
2. Persiapkan mesin pukul takik dan keleng kapannya
3. Panakan atau dinginkan benda uji sampai temperature yang dituju
4. Letakkan benda uji pada tempat pemukul
5. Setting skala jarum pada posisi nol
6. Lakukan pemukulan, amati posisi baru jarum penunjuk pada skala
7. Hitung energi yang dipakai untuk mematahkan benda uji

F. Laporan Hasil Pengamatan


1. Kuningan
m = 30,40 kg
lebar = 9,70 mm
tebal = 9,70 mm
energi = 9671,47 joule
strengh = 96576,0 joule/m
sudut pemukulan = 140ᵒ
2. ST37
m = 30,40 kg
lebar = 10 mm
tebal = 10 mm
energi = 9659,25 joule
strength = 95358,6 joule/m
sudut pemukulan = 140ᵒ

G. Pengolahan Data
1. Kuningan
Diketahui :
 Ukuran benda uji
Lebar = 9,70 mm x 9,70 mm
panjang = 55 mm
 Berat = 30,40 kg
 Panjang lengan pemukul (R) = 97 cm
 Jarak specimen dudukan benda uji x = 40 mm
 Sudut awal pemukulan

h1 = R x sin 11,5
h1
= 97 x 0,850
140ᵒ
h1 = 82,53 mm

 Specimen = 40 mm
 Energi = 9171,47 joule
 A luas penampang = 9,70 mm x 9,70 mm = 94,09 𝑚𝑚2

Ditanya :

𝐸 9171,47 9171,47
g (a) = 𝑚.𝑔 = 30,40 𝑥 9,8 = 297,92

g (a) = 30,785 N/m

H2 = sin 140ᵒ . 970

= 623,50398 mm

ΔH = H1 – H2

= 970 mm – 623,50

= 346,5 mm
E = m x a x ΔH

𝐸 9171,47 9171,47
a =𝑚 .𝛥𝐻 = 30,40 𝑋 346,5 = 10533,6 = 0,87068 𝑚/𝑠 2

𝐹 𝑚𝑥𝑎 30,40 𝑋 0,870687 26,46888


Tg = 𝐴 = = = = 0,28131 kg 𝑚/𝑠 2
𝐴 94,09 𝑚𝑚2 94,09

M =FxX

=mxaxX

= 30,40 X 0,870687 X 44

= 1.164,630 Nmm

2. Perhitungan ST37
 lebar = 10 mm
 panjang = 10 MM
 E = 9659,25 joule
Sudut = 140ᵒ
X = 44 m

𝐸 9659,25 9659,25
g = 𝑚.𝑔 = 30,40 .9,8 = = 32,42229 N/m
297,92

H2 = sin 140ᵒ . 910

= 0,9848

ΔH = H1 – H2

= 100 – 0,9848

= 99,0152

E = m x a x ΔH

𝐸 9659,25 9659,25
a =𝑚 .𝛥𝐻 = 30,40 .9,8 = 3 .010,06 = 3,20898 mm/𝑠 2

𝐹 𝑚𝑥𝑎 30,40 𝑋 0,820687 26,4688


Tg = 𝐴 = = = = 0,264618 N/𝑚𝑚2
𝐴 100 𝑚𝑚2 100

M=FxX

=mxaxX

= 30,40 X 3,20898 X 44

= 4.292,331Nmm
H. Analisa

Setelah anda melaksanakan pratikum pada pengujian impact atau takik, anda dapat
mengetahui cara mencari nilai dari energi impact pada setiap specimen yang telah diuji,
maka hasilnya dapat dilihat pada pengolahan data dan data di atas dengan hasil sistem
pengukuran tiap-tiap dimensi specimen yang harus berbeda-beda, dan nilai energi impct
yangdihasilkan harus berbeda-beda pula. Dalam Satuan energi impact dalam joule,
sedangkan satuan harga impact dalam joule/mm persegi (J/𝑚𝑚2 ). Setelah mendapat kan
hasil data penghitungan mencari luas permukaan (A), maka kita dapat mengetahui berapa
besar harga impak (H1) tergantung dari hasil luas specimen dan energy impak yang telah
diketahui sperti pada pengolahan data diatas ,karena setiap specimen energi impak (E1) dan
luas permukaannya berbeda-beda. Jenis takikan notch yang terdapat pada pengujian impact
adalah takik segi empat, takik segi empat memiliki energi yang lebih besar pada takikan
segitiga karena tegangan terdistribusi pada 2 titik pada sudutnya.

Secara umum analisis perpatahan pada suatu benda hasil uji takik dan maka perpatahan
impak termasuk Perpatahan campuran (berserat dan granular). Merupakan kombinasi dua
jenis perpatahan, yaitu kombinasi antara perpatahan berserata dan perpatahan granular.
Maka Perpatahan berserat (fibrous fracture) adalah, yang melibatkan suatu mekanisme
pergeseran bidang-bidang kristal di dalam bahan (logam) yang ulet (ductile). Ditandai
dengan permukaan patahan berserat yang berbentuk dimpel yang menyerap cahaya dan
berpenampilanya buram. Sedangkan perpatahan granular/kristalin, yang dihasilkan oleh
mekanisme pembelahan (cleavage) pada butir-butir dari bahan (logam) yang rapuh (brittle).
Ditandai dengan permukaan patahan yang datar yang mampu memberikan daya pantul
cahaya yang tinggi (mengkilat).

I. Kesimpulan

Dari hasil kesimpulan yang saya dapat berikan adalah:

1. Pada Pengujian pukul takik adalah suatu pengujian yang dilakukan untuk
menguji ketangguhan suatu specimen terhadap pemberian dan beban secara tiba-
tiba melalui tumbukan atau hentakan
2. Salah satu nya hal yang mempengaruhi pengujian pukul takik adalah
temperaturnya. Maka Semakin rendah temperature suatu material maka akan
semakin getas material tersebut, dan semakin tinggi temperature maka material
akan semakin ulet
3. Pada Energi impact pada takikan segi empat lebih besar dari pada takikan
segitiga karena tegangan terdistribusi pada 2 titik pada sudutnya. Jadi, dapat
disimpulkan bahwa perpatahanakan semakin mudah terjadi pada takikan
bersudut