Anda di halaman 1dari 8

Variasi : Majalah Ilmiah Universitas Almuslim, Volume 10, Nomor 1, Maret 2018 20 - 27

ISSN : 2085-6172

PEMBELAJARAN KITAB TAHRIRUL AQWAL/AWAMIL BERBASIS ANDROID


DI DAYAH SALAFI KABUPATEN BIREUEN

Najmuddin1, Riyadhul Fajri2, M. Iqbal3


1
Dosen Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Almuslim
2
Dosen Program Studi Teknologi Informatika Fakultas Ilmu Komputer Universitas Almuslim
3
Dosen Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Almuslim
Email: najmuddin085@gmail.com

Diterima 25 Februari 2018/Disetujui 05 Maret 2018

ABSTRAK
Pembelajaran Ilmu Nahwu adalah salah satu kebutuhan penting yang harus dipelajari di setiap
balai pengajian atau dayah, karena Kitab Tahrirul Aqwal atau disebut Kitab Awamil. Kitab ini
wajib dipelajari oleh setiap pelajar untuk mengetahui tentang dasar-dasar ilmu Nahwu. Android
adalah sistem operasi yang berbasis linux untuk telepon seluler seperti telepon pintar dan komputer
tablet. Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang untuk menciptakan aplikasi
mereka sendiri yang digunakan oleh bermacam peranti bergerak. Hasil wawancara perdana dengan
mitra (pimpinan dayah, guru dayah dan santri) terdapat kendala dalam pembelajaran kitab ini,
karena media pembelajaran hanya menggunakan kitab dan bersifat menoton, mendengar saja,
santri juga kurang minat untuk menghafal karena malas untuk membuka kitab. Berdasarkan
permasalahn mitra di atas, solusi yang ditawarkan dalam program IbM ini yaitu: 1) pembuatan
aplikasi pembelajaran Kitab Tahrirul Aqwal/Awamil ilmu Nahwu berbasis android; 2) lahirnya
metode pembelajaran kitab Tahrirul Aqwal/Awamil ilmu Nahwu membantu mitra dalam proses
belajar mengajar sehingga membuat santri mudah untuk memahami kandungan kitab; 3) menarik
minat belajar santri untuk lebih giat dalam menghafal isi kitab yang terdapat di smartphone ini bisa
menarik. Tujuan aplikasi berbasis android ini memudahkan pelajar dalam mempelajari atau
menghafal isi dan kandungan dari Kitab Awamil. Pelajar lebih tertarik mempelajari Kitab Tahrirul
Aqwal menggunakan smartphone android. Langkah-langkah pelaksanaan program ini dilakukan
dengan: survei perdana ke lembaga mitra sehingga diperoleh masalah yang sedang dihadapi.
Penentuan solusi yang ditawarkan untuk mengatasi masalah, pembuatan aplikasi Kitab Nahu
berbasis android, dilanjutkan dengan sosialisai aplikasi tahap pertama untuk mendapatkan
masukan dari mitra. Kemudian perbaikan aplikasi dan sosialisasi tahap dua ke lembaga mitra
untuk mendapatkan masukan dan pengembangan lanjutan. Setelah selesai aplikasi didaftarkan
pada playstore untuk masyarakat ramai, pada tahun berikutnya dirancanakan akan dilakukan
pengembangan aplikasi dengan mengisi suara.
Kata kunci: pembelajaran, Kitab Tahrirul Aqwal/Awamil, android

PENDAHULUAN
1. Analisis Situasi
Pembelajaran Ilmu Nahwu adalah salah satu kebutuhan yang harus dipelajari di balai pengajian atau
dayah, karena Kitab Tahrirul Aqwal atau disebut Kitab Awamil. Kitab wajib dipelajari oleh setiap
pelajar untuk mengetahui dasar-dasar dari ilmu Nahwu. Ilmu Nahwu merupakan suatu disiplin ilmu
yang berkembang dengan seiring maju dan luasnya daerah Islam. Dalam pembahasan ini penulis akan
lebih khusus membahas tentang pembelajaran dasar-dasar nahwu.
Ilmu Nahwu merupakan cabang ilmu bahasa Arab yang digunakan sebagai sarana untuk membaca
tulisan berbahasa Arab seperti Al-Qur’an dan Sunnah Nabi yang kebanyakan tulisannya tidak
bersyakal, serta dapat memahami isi kandungan yang terdapat didalamnya. Ilmu Nahwu dipelajari
agar pengguna bahasa mampu menyampaikan ungkapan bahasa dan memahami dengan baik dan
benar dalam bentuk tulisan maupun dalam bentuk ucapan (berbicara). Kitab Tahrirul Aqwal/Awamil
dikarang oleh salah seorang ulama dari Panton Labu Kabupaten Aceh utara.

Najmuddin, Riyadhul Fajri dan M. Iqbal ----------------------------------------------------------------------------


Variasi : Majalah Ilmiah Universitas Almuslim, Volume 10, Nomor 1, Maret 2018 21 - 27
ISSN : 2085-6172

Android adalah sistem operasi yang berbasis linux untuk telepon seluler seperti telepon pintar dan
komputer tablet. Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang untuk menciptakan
aplikasi mereka sendiri untuk digunakan oleh bermacam peranti bergerak. Android adalah sistem
operasi berbasis kernel linux yang pada awalnya dikembangkan oleh Android, Inc, yang didukung
Google finansia dan kemudian dibeli pada tahun 2005. Android diresmikan pada tahun 2007 seiring
dengan berdirinya Open Handset Alliance-konsorsium hardware, software dan perusahaan
telekomunikasi yang ditujukan untuk memajukan standar perangkat selular.
Penggunaan smartphone yang mengusung sistem android sudah menyebar luas di masyarakat.
Perkembangan teknologi informasi ini harus dimanfaatkan untuk pembelajaran. Sehingga, pembuatan
aplikasi kitab Tahrirul Aqwal/Awamil berbasis android membantu guru dalam mengajarkan Ilmu
Nahwu yang terdapat dalam kitab Tahrirul Aqwal/Awamil.
2. Permasalahan Mitra
Hasil wawancara perdana dengan mitra (pimpinan, guru dayah dan santri). Metode pembelajaran saat
ini di dayah yaitu pembelajaran tatap mata secara manual oleh guru atau teugku dengan santri yaitu
guru menjelaskan isi dari kitab Tahrirul Aqwal dan santri mendengar serta memahami penjelasan dari
guru yang menjelaskan dan guru menyuruh santri untuk menghafal isi kitab tersebut. Metode ini
sering terlihat santri mengeluh karena bosan dengan pembelajaran yang menoton dan mendengar saja,
santri juga kurang minat untuk menghafal karena malas membuka kitab. Sekarang ini penggunaan
Android di dayah-dayah semakin banyak, apalagi saat ini banyak Guru/Tgk balai pengajian dan santri
yang menggunakan Android sebagai media pembelajaran seperti belajar Al-Qur’an. Oleh karena itu
dalam program ingin memanfaatkan media pembelajaran.
3. Solusi
Berdasarkan permasalahan mitra, solusi yang ditawarkan dalam program IbM ini yaitu: 1) pembuatan
aplikasi pembelajaran kitab Tahrirul Aqwal/Awamil Ilmu Nahwu berbasis android; 2) lahirnya metode
pembelajaran kitab Tahrirul Aqwal/Awamil Ilmu Nahwu untuk membantu mitra dalam proses belajar
mengajar sehingga membuat santri mudah memahami kandungan kitab; dan 3) menarik minat belajar
santri untuk lebih giat dalam menghafal isi kitab dengan terdapat di smartphone ini bisa menarik.

METODE PELAKSANAAN
1. Persiapan dan Pelaksanaan
Tahap ini, Tim Peneliti melakukan survey ke dayah-dayah di Kabupaten Bireuen. Survey bertujuan
mencari tahu permasalahan yang terjadi di lembaga mitra. Hasil survey awal didapatkan beberapa
permasalahan yaitu masalah dalam pembelajaran kitab Tahrirul Aqwal/Awamil Ilmu Nahwu. Maka,
peneliti membuat suatu aplikasi kitab Tahrirul Aqwal/Awamil Ilmu Nahwu berbasis android.
Langkah-langkah pelaksanaan dalam kegiatan IbM ini, yaitu:
a. Identifikasi kebutuhan mitra, dilakukan dengan cara melakukan wawancara dan diskusi (dilakukan
dengan Focus Group Discution) dengan mitra;
b. Identifikasi pembahasan Kitab Tahrirul Aqwal/Awamil, dilakukan dengan FGD untuk mendapat
masukan tentang isi aplikasi yang akan dibuat dan dilakukan dosen Pendidikan Agama bersama
Dosen Teknologi Informatika dan seorang mahasiswa prodi Teknologi Informatika tingkat akhir;
c. Pembuatan Aplikasi;
d. Implementasi Program kitab Tahrirul Aqwal/Awamil Ilmu Nahwu berbasis android, dilakukan
dengan sosialisasi langsung ke lembaga mitra, pertama disosialisasikan kepada guru-guru, lalu
kepada para santri (murid) dan aplikasinya dipasang langsung ke smartphone masing-masing;

Najmuddin, Riyadhul Fajri dan M. Iqbal ----------------------------------------------------------------------------


Variasi : Majalah Ilmiah Universitas Almuslim, Volume 10, Nomor 1, Maret 2018 22 - 27
ISSN : 2085-6172

e. Identifikasi kekurangan aplikasi, dimaksudkan untuk menampung ide-ide positif dari para guru dan
santri guna penyempurnaan aplikasi;
f. Evaluasi aplikasi dan pendaftaran pada google play untuk dapat digunakan masyarakat umum.

2. Tahapan Pembuatan Aplikasi kitab Tahrirul Aqwal/Awamil berbasis android.


a. Analisis Sistem, yaitu penguraian suatu sistem informasi yang sudah utuh ke dalam bagian
komponennya dengan tujuan mengidentifikasi dan mengevaluasi berbagai permasalahan/hambatan
yang terjadi pada sistem sehingga nantinya dapat dilakukan perbaikan atau pengembangan. Analis
sistem ialah orang yang mempunyai kemampuan menganalisis sebuah sistem, memilih alternatif
pemecahan dan menyelesaikan masalah tersebut dengan komputer. Analisis adalah tahapan yang
penting, karena kesalahan dalam tahap ini akan menyebabkan kesalahan ditahap selanjutnya.
b. Analisis Sistem yang sedang Berjalan, adapun sistem yang berjalan saat ini di dayah dengan proses
pembelajaran tatap mata secara manual oleh guru atau teugku dengan santri yaitu guru menjelaskan
isi dari kitab Tahrirul Aqwal dan santri mendengar serta memahami penjelasan dari guru yang
menjelaskan dan guru menyuruh santri menghafal isi kitab tersebut. Cara ini membuat santri
mengeluh karena bosan dengan pembelajaran yang bersifat menoton dan mendengar saja, santri
juga kurang minat untuk menghafal karena perasaan malas untuk membuka kitab.
c. Perancangan UML (Unified Modeling Language), yaitu bahasa yang berdasarkan grafik/gambar
untuk memvisualisasi, menspesifikasikan, membangun dan pendokumentasian sebuah sistem
pengembangan software berbasis OO (Object-Oriented). UML juga memberikan standar penulisan
sebuah sistem blue print, yang meliputi konsep bisnis proses, penulisan kelas dalam bahasa
program yang spesifik, skema database dan komponen yang diperlukan dalam sistem software.
d. Diagram Use Case, rangkaian sekelompok yang saling terkait dan membentuk sistem secara teratur
yang dilakukan/diawasi sebuah actor dan digunakan untuk membentuk tingkahlaku benda/things
dalam model serta direalisasikan oleh sebuah collaboration. Secara umum use case adalah: 1) pola
perilaku system, 2) urutan transaksi yang berhubungan, dilakukan satu actor. Use case diagram
dalam aplikasi pembelajaran kitab Tahrirul Aqwal/Awamil Ilmu Nahwu berbasis android, seperti:
Menu Utama Aplikasi

Materi

Keluar

Gambar 1. Diagram Use Case Aplikasi Pembelajaran Kitab Tahrirul Aqwal/Awamil Ilmu Nahwu berbasis Android

e. Diagram Activity, menggambarkan berbagai alir aktivitas dalam sistem yang sedang dirancang,
bagaimana setiap alir berawal, decision yang mungkin terjadi dan bagaimana mereka berakhir.
Activity diagram juga menggambarkan proses paralel yang mungkin terjadi pada beberapa
eksekusi. Activity diagram merupakan state diagram khusus, yaitu sebagian besar state adalah
action dan sebagian transisi di-trigger oleh selesainya state sebelumnya (internal processing).
Sehingga activity diagram tidak menggambarkan behavior internal sebuah sistem (dan interaksi
antar subsistem) secara eksak, tetapi lebih menggambarkan proses dan jalur aktivitas dari level atas
secara umum. Menggambarkan proses bisnis dan urutan aktivitas dalam sebuah proses. Dipakai
pada business modeling untuk memperlihatkan urutan aktifitas proses bisnis.
f. Sequence Diagram, biasanya dipakai untuk memodelkan: 1) deskripsi tentang system yang ada
pada sebuah/beberapa use case pada use case diagram, yang menggambarkan hubungan antara
actor dan use case diagram; 2) logika dari method (operation, function/procedure); 3) logika dari
service (high level method).

Najmuddin, Riyadhul Fajri dan M. Iqbal ----------------------------------------------------------------------------


Variasi : Majalah Ilmiah Universitas Almuslim, Volume 10, Nomor 1, Maret 2018 23 - 27
ISSN : 2085-6172

HASIL DAN PEMBAHASAN

1. Hasil
Hasil wawancara dengan pimpinan dayah dan guru, terdapat masalah dalam pembelajaran kitab
Awamil, terutama santri menghafal isi kandungan kitab. Isi kitab Awamel harus mampu dihafal santri
sehingga dapat digunakan dalam mempelajari kitab lainnya yang berbahasa Arab. Hasil wawancara
dengan mitra (pimpinan dayah, guru dan santri). Metode pembelajaran saat ini yang berjalan di dayah
ialah proses pembelajaran tatap mata secara manual oleh guru/tgk. dengan santri yaitu guru
menjelaskan isi dari kitab Tahrirul Aqwal dan santri mendengar, memahami penjelasan dari guru.
Guru menyuruh santri menghafal isi dari kitab. Metode ini membuat santri mengeluh karena bosan
dengan pembelajaran yang menoton dan mendengar saja, santri kurang berminat menghafal karena
malas untuk membuka kitab.

Sekarang ini penggunaan Android di dayah-dayah semakin banyak, apalagi saat ini banyak guru/tgk.
balai pengajian dan santri menggunakan android sebagai media pembelajaran seperti belajar Al-
Qur’an. Maka, program ini memanfaatkan media pembelajaran. Sejumlah ilmu Nahwu yang perlu
dipelajari dalam kitab Awamel dan perlu ada dalam aplikasi kitab Awamel menurut pimpinan dayah
dan dewan guru di lembaga mitra adalah sebagai berikut: Amel dalam kitab Nahwu itu 100 amel,
terbagi atas 2 yaitu Amel Lafdziah (setengah daripadanya 100 itu 2) dan Amel Ma’nawiyah, Amel
Sama’i dan Amel Qiyasi, bermula Amel Sama’i setengah daripadanya 100 itu 91 amel. Sedangkan
Amel Qiyasi setengah daripadanya 100 itu 7 amel antara lain yang masuk pada mubtada dan khabar.

Amel ma’nawiyah setengah dari 100 itu 2 dan ada pembagian amel sama’i atas 13 pembagian/nok.

a. Pembagian Amel Lafdziah


Amel Sama’i setengah daripada 100 itu 91 amel yang tercantum dalam 13 pembagian, yaitu:

1. َ َ‫ِي ِت ْس َعة‬
‫عش ََر َح ْرفا‬ ْ ‫ف تَ ُج ُّراْ ِالس َْم فَ َق‬
َ ‫ط َوه‬ ٌ ‫اَلنَّ ْوعُ اْالَ َّو ُل ُح ُر ْو‬
Bermula pembagian pertama itu beberapa huruf yang dipejar isem semata. Dan bermula pembagiannya itu 19 segala
huruf :

- ‫ َو َحتَّى‬- ُ‫ َو ُم ْنذ‬- ‫ َو ُم ْذ‬- ‫َاف‬


ُ ‫ َواْلك‬- ‫لى‬
َ ‫ع‬ َ َ‫ َوت َا ُءاْلق‬- ‫س ِم‬
َ ‫ َو‬- ُ‫ َو َو ُاوه‬- َّ‫ َوالالَّ ُم َو ُرب‬- ‫س ِم‬ َ َ‫ َوبَا ُءاْلق‬- ‫س ِم‬
َ َ‫ َو َو ُاواْلق‬- ‫ع ْن‬
َ ‫ َو‬- ‫ َوفِ ْى‬- ‫ِلى‬َ ‫ َوا‬- ‫ َومِ ْن‬- ‫ا َ ْلبَا ُء‬
َ‫عدَا – َو َخال‬
َ ‫ َو‬- ‫َو َحاشَا‬

2. َ ‫صبُ اْ ِالس َْم َوت َْر َف ُع ا ْل َخ َب َر َوه‬


‫ِى ِستَّةُ اَحْ ر‬ ٌ ‫اَلنَّ ْوعُ الثَّانِى ُح ُر ْو‬
ِ ‫ف ت َ ْن‬
Bermula pembagian ke 2 itu beberapa huruf yang dipeunasap isem di perafa’ khabar. Dan bermula pembagiannya
itu 6 segala huruf :
‫ َولَ َع َّل‬- َ‫ َولَيْت‬- ‫ َولَك َِّن‬- ‫ َو َكا َ َّن‬- ‫ َوا َ َّن‬- ‫ا َِّن‬
3.
‫ان ْال َخبَ َر َو ُه َما‬ ِ ‫ان اْ ِالس َْم َوت َ ْن‬
ِ َ‫صب‬ ِ َ‫ان ت َْرفَع‬ ُ ‫اَلنَّ ْوعُ الثَّال‬
ِ َ‫ِث َح ْرف‬
Bermula pembagian ke 3 itu dipeunasap akan isem dan diperafa’ khabar. Dan bermula pembagiannya itu 2 huruf:
َ‫ َوال‬- ‫َما‬
4.
‫س ْبعَةُ اَحْ ُرف‬
َ ‫ِي‬ ْ َ‫صبُ اْ ِالس َْم فَق‬
َ ‫ط َوه‬ ِ ‫ف ت َ ْن‬ َّ ُ‫اَلنَّ ْوع‬
ٌ ‫الرابِ ُع ُح ُر ْو‬
Bermula pembagian yang ke 4 itu beberapa huruf yang dipeunasap ianya huruf akan isem. Dan bermula
pembagiannya itu 7 segala hurusf :
ُ ‫ي – َو ْال َه ْمزَ ة‬
ْ َ ‫ َوا‬- ‫ َو َهيَا‬- ‫ َواَيَا‬- ‫ َويَا‬- َّ‫ َواِال‬- ‫ا َ ْل َو ُاو‬
5.
‫ِى ا َ ْربَعَةُ اَحْ ُرف‬
َ ‫ع َوه‬
َ ‫ار‬
ِ ‫ض‬َ ‫صبُ ْال ِف ْع َل ْال ُم‬
ِ ‫ف ت َ ْن‬ ُ ِ‫اَلنَّ ْوعُ ْالخَام‬
ٌ ‫س ُح ُر ْو‬
Bermula pembagian yang ke 5 itu beberapa huruf yang di peunasap ianya beberapa huruf akan fiel mudhare’. Dan
bermula pembagiannya itu 4 segala huruf :
‫ َواِذا‬- ‫ َو َك ْي‬- ‫ َولَ ْن‬- ‫ا َ ْن‬

Najmuddin, Riyadhul Fajri dan M. Iqbal ----------------------------------------------------------------------------


Variasi : Majalah Ilmiah Universitas Almuslim, Volume 10, Nomor 1, Maret 2018 24 - 27
ISSN : 2085-6172

6.
‫سةُ اَحْ ُرف‬
َ ‫ِى خ َْم‬
َ ‫ع َوه‬
َ ‫ار‬
ِ ‫ض‬َ ‫ف ت َجْ ِز ُم ْال ِف ْع َل ْال ُم‬ ُ ‫اَلنَّ ْوعُ السَّاد‬
ٌ ‫ِس ُح ُر ْو‬
Bermula pembagian ke 6 itu beberapa huruf yang dipeujazam fiel yang mudhare’. Dan bermula pembagiannya itu 5
segala huruf :
‫ َوالَفِي النَّ ْه ِى‬- ‫ َوالَ ُم اْالَ ْم ِر‬- ‫ َولَ َّما‬- ‫ لَ ْم‬- ‫َوا ِْن‬
7.
‫ِي تِ ْس َعةُ ا َ ْس َماء‬
َ ‫ َوه‬٬ ‫علَى َم ْعنَى ا ِْن‬
َ ‫عي ِْن‬
َ ‫ار‬
ِ ‫ض‬َ ‫اَلنَّ ْوعُ السَّا ِب ُع ا َ ْس َما ٌء تَجْ ِز ُم ْال ِف ْعلَي ِْن ْال ُم‬
Bermula pembagian ke 7 itu beberapa isem yang kerjanya di peujazam 2 buah fiel mudhare’ di atas ma’na in. Dan
bermula pembagiannya itu 9 segala isem :
‫ َواِ ْذ َما‬- ‫ َو َح ْيث ُ َما‬- ‫ َواَنَّى‬- َ‫ َواَيْن‬- ‫ َو َم ْه َما‬- ‫ َو َمت َى‬- ‫ي‬
ٌّ َ ‫ َوا‬- ‫ َو َما‬- ‫َم ْن‬
8.
‫ِي ا َ ْربَ َعةُ ا َ ْس َماء‬ ِ ‫علَى الت َّ ْم ِيي ِْز ا َ ْس َما َء النَّك َِرا‬
َ ‫ َوه‬٬ ‫ت‬ ِ ‫اَلنَّ ْوعُ الثَّامِ نُ ا َ ْس َما ٌء تَ ْن‬
َ ُ‫صب‬
Bermula pembagian yang ke 8 itu beberapa isem yang kerjanya di peunasap isem nakirah di atas tamyit. Dan
bermula pembagiannya itu 4 segala isem :
– َ‫ت َم َع ا َ َحد ا َ ْواِثْ َني ِْن اِلَى تِ ْس َعة َو عشر ون اِلَى تِ ْس ِعيْن‬
ْ ‫عش ََرة ٌ اِذَا ُر ِك َب‬
َ ‫ا َ َحدُهَا‬
Lafai 10 apabila dimurakafkan dengan lafai 1 dan 2 hingga 9 dan 20 hingga 90.
‫ َو َكذَا‬- ‫ َو َكاَيِ ْن‬- ‫َك ْم‬

9. ‫ِي ِت ْس ُع َك ِل َمات‬ ِ ‫ض َها ت َ ْن‬


َ ‫صبُ َوه‬ ُ ‫س َّمى ا َ ْس َما َءاْالَ ْفعَا ِل بَ ْع‬
ُ ‫ض َها ت َْر َف ُع َوبَ ْع‬ َ ُ ‫اَلنَّ ْوعُ التَّا ِس ُع َك ِل َماتٌ ت‬
Bermula pembagian yang ke 9 itu beberapa kalimat yang dipeunasap isem kerjanya sebagian di peurafa’ dan
sebagian dipeunasap. Dan bermula pembagiaannya itu 9 segala kalimat.

‫اصبَةُ مِ ْن َها ِستُّ َك ِل َمات‬


ِ َّ‫اَلن‬Yang dipeunasap ada 6 :
َ ‫ َو‬- َ‫ َو َب ْله‬- َ‫ُر َو ْيد‬
‫ َو َه ْي َهال‬- ‫ َوهَا َء‬- َ‫ َود ُْونَك‬- َ‫ع َليْك‬
ُ َ‫لرافِعَةُ مِ ْن َها ثَال‬
‫ث َك ِل َمات‬ َّ َ ‫ َوا‬Dan yang di perafa’ ada 3 :
َ‫شت َان‬
َ ‫ َو‬-َ ‫عان‬
َ ‫س ْر‬
َ ‫ َو‬- َ‫َه ْي َهات‬

10. َ ‫صبُ ْال َخ َب َر َوه‬


َ َ‫ِي ثَالَثَة‬
‫عش ََر ِف ْعال‬ َ ‫ع ْال َعاش ُِر ا َ ْف َعا ُل النَّا ِق‬
ِ ‫ص ِة ت َْرفَ ُع اْ ِالس َْم َوت َ ْن‬ ُ ‫اَلنَّ ْو‬
Bermula pembagian ke 10 itu beberapa fiel nakisah yang dipeurafa’ akan isem dan dipeunasap akan khabar. Dan
bermula pembagiannya fiel nakisah itu 13 segala fiel :
‫ف مِ ْن ُه َّن‬ َ ‫ َولَي‬- ‫ َو َمادَ َام‬- َ‫ َو َمااِ ْنفَك‬- ‫ئ‬
َ َ ‫ َو َمايَت‬- ‫ْس‬
ُ ‫ص َّر‬ َ ‫ َو‬- ‫ض َحى‬
َ ِ‫ َو َمافَت‬- ‫ َو َمازَ ا َل – َو َما َب ِر َح‬- َ‫ َوبَات‬- ‫ظ َّل‬ ْ َ ‫ َوا‬- ‫سى‬
َ ‫ َوا َ ْم‬- ‫صبَ َح‬
ْ َ ‫ َوا‬- ‫ار‬
َ ‫ص‬َ ‫ َو‬- َ‫َكان‬

11. َ ‫صبُ ْال َخبَ َر َوه‬


‫ِي ا َ ْربَ َعةُ ا َ ْف َعال‬ َ َ‫س َّمى ا َ ْف َعال ْال ُمق‬
ِ ‫اربَ ِة ت َْرفَ ُع اْ ِالس َْم َوتَ ْن‬ َ ُ ‫عش ََر ا َ ْف َعا ٌل ت‬ َ ‫اَلنَّ ْوعُ ْال َحاد‬
َ ‫ِى‬
Bermula pembagian ke 11 itu beberapa fiel yang dinamakan fiel mukarrabah yang dipeurafa’ ianya fiel mukarrabah
akan isen dan dipeunasap ianya fiel mukarrabah akan khabar. Dan bermula pembagiannya fiel mukarrabah itu 4
segala fiel :
َ ‫ َوك‬- َ‫ َوكَادَ – َوا َ ْوشَك‬- ‫سى‬
‫َرب‬ َ ‫ع‬
َ

12. َ ‫ص ْوص بِ ْال َمدْحِ َوالذَّ ِم َوه‬


‫ِي ا َ ْربَعَةُ اَ ْفعَال‬ ُ ‫عش ََر ا َ ْفعَا ُل ْال َمدْحِ َوالذَّ ِم ت َْرفَ ُع اْ ِالس َْم ْال ِج ْنس ا َ ْل ُمعرف بِاْالَلِفِ َوالال ِم َو ْال َم ْخ‬
َ ‫اَلنَّ ْوعُ الثَّانِ ْى‬
Bermula pembagian ke 12 itu beberapa fiel maddah dan zam yang dipeurafa’ ianya fiel akan isem jenis yang makruf
dengan alif dan lam dan dikhususkan dengan maddah dan zam. Dan bermula pembagian fiel maddah dan zam itu 4
segala fiel :
‫سا َء –و َحبذَا‬ َ ْ‫ وبِئ‬- ‫نِ ْع َم‬
َ ‫و‬-‫س‬

13. ُ ‫اَلنَّ ْو‬


‫ع الثالث عشر افعال الشك واليقين تدحل على اسمين ثانيهماعبارةعن االول‬
‫وتنصبهماعلى المفعولين وهي سبعة افع‬
Bermula pembagian yang 13 itu beberapa fiel syek dan yakin yang masuk fiel syek dan yakin akan isem. Bermula
keduanya fiel syek dan yakin itu di ibaratkan daripada yang pertama dan dipeunasap keduanya fiel syek dan yakin
diateh 2 maf’ol. Dan bermula pembagian fiel syek dan yakin itu 7 segala fiel :
‫ ووجدت – وزعمت‬- ‫ وعلمت‬- ‫ ورايت‬- ‫ وظننت‬- ‫ وخلت‬- ‫حسبت‬

Amel Qiyasi setengah daripadanya 100 itu 7 amel, yaitu: 1) fiel di atas itlak (fiel madhi, mudhare’
dan amar), 2) isem fa’el, 3) isem maf’ol, 4) sifat musabbahah, 5) masdhar, 6) tiap isem yang
diidhafahkan kepada isem yang lain, dan 6) tiap isem yang sempurna dan terkaya daripada idhafah.

Najmuddin, Riyadhul Fajri dan M. Iqbal ----------------------------------------------------------------------------


Variasi : Majalah Ilmiah Universitas Almuslim, Volume 10, Nomor 1, Maret 2018 25 - 27
ISSN : 2085-6172

b. Pembagian Amel Ma’nawiyah, setengah dari 100 itu 2 amel: 1) amel pada mubtada’ dan khabar
disebut ibtidak, dan 2) amel pada fiel mudhare’ yaitu amel yang bertempat di jatohnya isem.

Hasil Evaluasi Pembelajaran Menggunakan Aplikasi


Dari hasil tes awal sebelum belajar menggunakan aplikasi di kedua mitra nilai rata-rata para santri 60.
Kemudian setelah dilakukan pembelajaran selama 3 bulan menggunakan aplikasi kitab, hasil tes santri
meningkat menjadi rata-rata 75. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran ilmu Nahwu berbasis
android bisa terus digunakan. Berdasarkan hasil wawancara dengan para santri, dulunya mereka
membuka kitab Awamel hanya seminggu dua kali ketika belajar bersama guru saja. Namun setelah
ada aplikasi kitab di smartphone, mereka bisa setiap hari membuka aplikasinya dan mengulang
pelajaran ilmu Nahwu. Sehingga, pembelajaran berbasis android sudah sangat digemari para pelajar.

Dari metode pembelajaran kitab Tahrirul Aqwal/Awamil ilmu Nahwu di lembaga mitra yang bersifat
tatap muka, pembuatan aplikasi pembelajaran kitab Tahrirul Aqwal/Awamil ilmu Nahwu berbasis
android, sangat diperlukan. Membantu guru dan santri dayah bahkan pelajar di luar dayah untuk
mempermudah proses belajar mengajar sehingga pelajar mudah memahami kandungan kitab dan
dengan aplikasi di smartphone menarik minat santri/pelajar lebih giat dalam menghafal isi kitab.

2. Tampilan Aplikasi

Najmuddin, Riyadhul Fajri dan M. Iqbal ----------------------------------------------------------------------------


Variasi : Majalah Ilmiah Universitas Almuslim, Volume 10, Nomor 1, Maret 2018 26 - 27
ISSN : 2085-6172

3. Pengujian
Bagian ini, peneliti menguraikan pengujian dan pembahasan dari Aplikasi pembelajaran Kitab
Tahrirul Aqwal (Ilmu Nahwu) berbasis android. Hasil dari penelitian adalah terciptanya aplikasi
yang membantu pelajar, baik santri dayah atau luar dayah dalam mempelajari ilmu dasar Nahwu.
Pembuatan aplikasi ini menggunakan Adobe Flash Professional CS6 dan Adobe Photoshop Cs4.
Setelah melakukan analisis dan perancangan aplikasi dan melakukan implementasi aplikasi.
Implementasi yang terdiri dari fungsi dari setiap halaman pada aplikasi, bab ini akan dilakukan
pengujian dan pembahasan dari aplikasi yang berbasis android, aplikasi ini merupakan aplikasi
pembelajaran Kitab Tahrirul Aqwal/Awamil (ilmu Nahwu) berbasis android.

Pengujian yang dilakukan pada aplikasi ini menggunakan metode pengujian black box testing

Tabel 4.1.Pengujian Aplikasi Menu Utama Menggunakan Black Box Testing


Aktivitas Hasil Harapan Input Hasil Keluaran Status
Pilih Menu Menampilkan materi pengantar - - Ok
Pengantar
Pilih Menu Kitab Menampilkan pilihan menu Klik pada Menampilkan Ok
menu Pembagian dan Materi
Pilih Menu Menampilkan pilihan menu Klik pada Menampilkan Ok
Evaluasi menu Halaman Browser
Pilih Menu About Menampilkan biodata penulis - - Ok
Pilih Menu Keluar Menampilkan pilihan Klik tombol Keluar Dari Aplikasi Ok
keluar/tidak keluar

Tabel 4.2 Pengujian Aplikasi Pada Halaman Kitab Awamil


Aktivitas Hasil Harapan Input Hasil Keluaran Status
Pilih Menu Pengantar Kitab Menampilkan Materi - - Ok
Pengantar Kitab
Pilih Menu Ilmu Nahwu Menampilkan Materi - - Ok
Ilmu Nahwu
Pilih Menu Struktur Nahwu Menampilkan Materi - - Ok
Ilmu Nahwu
Pilih Menu Amel Lafdziah Menampilkan Pilihan Klik Pada Menampilkan Ok
Menu Menu pembagian amel/materi
Pilih Menu Ma’nawiyah Menampilkan Pilihan Klik Pada Menampilkan Materi Ok
Menu Menu

Aplikasi pembelajaran Kitab Tahrirul Aqwal/Awamil dioperasikan dengan Adobe Flash Professional
CS6. Aplikasi yang digunakan untuk merancang desain background dan tombol menggunakan Adobe
Flash Photoshop CS4. Aplikasi ini dirancang dengan tampilan yang menarik dan sederhana sehingga
memudahkan pelajar dalam mengoperasikannya.

SIMPULAN
Berdasarkan hasil dan pembahasan tentang aplikasi pembelajaran Kitab Tahrirul Aqwal/Awamil (ilmu
Nahwu) berbasis Android, yaitu: 1) aplikasi Android ini digunakan untuk memudahkan pelajar dalam
menghafal Kitab Awamil; dan 2) aplikasi ini memudahkan santri/pelajar dalam memperlajari kitab
Awamil karena pembelajarannya menggunakan smartphone.

REFERENSI
Adinda, Ramadhany. 2007. Rancang Bangun Aplikasi Pembelajaran Iqra Berbasis Android. STMIK
GI MDP: Jurusan Teknik Informatika.

Najmuddin, Riyadhul Fajri dan M. Iqbal ----------------------------------------------------------------------------


Variasi : Majalah Ilmiah Universitas Almuslim, Volume 10, Nomor 1, Maret 2018 27 - 27
ISSN : 2085-6172

Anisyah. 2000. Analisa dan Desain Sistem Informasi. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Astuti, Dwi. 2006. Teknik Membuat Animasi Profesional Menggunakan Macromedia Flash 8.
Yogyakarta: Andi dan Smit Dev.

Dwi, Harjaningrum. 2014. Media Pembelajaran Bahasa Inggris untuk Siswa Kelas II SD. Universitas
Muria Kudus: Prodi. Teknik Informatika, Fakultas Teknik.

Dhanta, R. 2009. Pengantar Ilmu Kompter. Surabaya: Indah.

Dimyati dan Mudjiono. 2009. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Djamarah, S.B. 2010. Psikologi Belajar. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Hermawan, Susanto. 2011. Mudah Membuat Aplikasi Android. Yogyakarta: C.V Andi Offset.

H. Nazruddin, Saffat. 2012. Pemrograman Aplikasi Mobile Smartphone dan Tablet Pc Berbasis
Android. Bandung: Informartika Bandung.

Jogiyanto, H.M. 2005. Analisis dan Desain Sistem Informasi Pendekatan Terstruktur Teori dan
Praktek Aplikasi Bisnis. Yogyakarta: CV. Andioffset.

Muhammad, Abdul Fatah. 2010. Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif pada Perkuliahan
Fisika Dasar 2 Materi Listrik Statis Menggunakan Macromedia Flash 8. Semarang: Fakultas
Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Prodi. Tadris Fisika, Institut Agama Islam Negeri Walisongo.

Mulyadi, S. T. 2010. Membuat Aplikasi untuk Android. Yogyakarta: Multimedia Center Publishing.

Nazruddin, Safaat H. 2011. Android (Pemograman Aplikasi Mobile Smartphone dan Tablet PC
Berbasis Android). Bandung: Informatika.

Priyanti. 2011. Pemograman Android untuk Pemula. Jakarta: Cerdas Pustaka.

Ruhimat, T. dkk. 2009. Kurikulum dan Pembelajaran. Bandung: Jurusan Kurtenkpen FIP UPI.

Tgk. Ibrahim. 1976. Kitab Tahrirul Aqwal. Panton Labu.

Yudhiantoro, Dhani. 2006. Membuat Animasi WEB dengan Macromedia Flash Profesional 8.
Yogyakarta: Andi.

Najmuddin, Riyadhul Fajri dan M. Iqbal ----------------------------------------------------------------------------