Anda di halaman 1dari 2

NAMA : MUTMAINNAH SARI, S.

Kep

NIM : 70900119010

PELAKSANAAN TINDAKAN (Rabu, 11 September 2019)

ANALISA SINTESA TINDAKAN KEPERAWATAN

1. Tindakan keperawatan yang dilakukan:


Menghitung intake dan output (Balance cairan): adalah tindakan keperawatan
untuk menentukan dan menghitung intake (jumlah cairan yang masuk ketubuh
berupa minuman, obat-obatan liquid, infus, air metabolisme dan lain-lain) dan
output (jumlah cairan yang keluar meliputi buang air, IWL ‘insensible water loss’
dan lain-lain) yang selanjutnya dikurangkan untuk menentukan balance cairan.
Nama Klien : Ny. Mariama
Diagnosa Medis : Tumor Laring
2. Diagnosa keperawatan:
Defisit nutrisi behubungan dengan ketidakmampuan menelan makanan
3. Prinsip-prinsip tindakan dan rasional
Mengukur jumlah cairan yan masuk melalui infuse, minum, obat-obatan liquid
serta menghitung cairan yang keluar dari urin, muntah, diare, dan IWL. Pastikan
semua indikator dinilai dan dihitung dengan benar untuk mencegah kesalahan
dalam penghitungan balance cairan.
4. Bahaya-bahaya yang mungkin terjadi akibat tindakan tersebut dan cara
pencegahannya:
Bahaya-bahaya yang mungkin terjadi yaitu jika tidak dilakukan balance cairan
maka akan timbul masalah pada jantung dan ginjal akibat kelebihan maupun
kekurangan asupan cairan. Sehingga sanagt penting untuk menghitung nilai
balance cairan pasien.
5. Tujuan tindakan tersebut dilakukan:
a. Menentukan status keseimbangan cairan tubuh pasien
b. Menetukan apakah pasien perlu dilakukan pembatasan input cairan atau tidak

6. Hasil yang didapatkan dan maknanya:


Balance cairan:
Input: NaCl 1 koff : 500 cc
Clinimix : 1000 cc
Susu peptisol, madu, vco : 700 cc
Air putih : 500 cc
Bisolvon : 6 cc
Ranitidin : 4 cc
Ketorolac : 6
Air metabolism (5 x 41) : 205 cc
Total Intake : 2921 cc
Output: Urine via diapers (3x600 cc) : 1800 cc
IWL (15 cc x 41 /24 = 25.626 cc/jam x 24 jam) : 615 cc
Total Output : 2415 cc
Balance cairan = 2921 cc-2415 cc = + 506 cc (Input > Output)
7. Identifikasi tindakan keperawatan lainnya yang dapat dilakukan untuk
mengatasi masalah/ diagnosa tersebut (mandiri dan kolaborasi)
- Memantau dengan ketat jumlah dan jenis cairan yang masuk
- Kolaborasikan dengan dokter gizi mengenai diet yang tepat untuk pasien