Anda di halaman 1dari 17

1.

Executive Summary
Kajian ini perlukan untuk meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara dan
domestik. Kurangnya informasi mengenai area wisata di Danau Toba mengurangi
ketertarikan masyarakat untuk berwisata di Danau Toba. Untuk wisatawan domestik saja, jika
orang yang belum pernah ke Danau Toba dan mendengar kata ‘Danau Toba’ maka yang
terpikir adalah bayangan sebuah pulau yang berada di tengah-tengah danau. Padahal masih
banyak area wisata di danau toba yang sangat menarik, seperti batu gantung yang melegenda,
danau di tengah danau, dan berbagai macam air terjun yang bahkan terdapat air terjun yang
langsung meluncur ke Danau Toba.

Dengan perkembangan teknologi saat ini, aplikasi pada smartphone dapat


dipergunakan untuk banyak hal. Demikian juga untuk masalah diatas dapat diatasi dengan
aplikasi smartphone.
Aplikasi ini merupakan platform yang memuat informasi seputar area wisata di Danau
Toba. Untuk masyarakat yang penasaran atau hendak berlibut ke Danau Toba dapat
menggunakan aplikasi ini sebagai tambahan informasi mengenai Danau Toba dan sekitarnya.
Selain itu, aplikasi ini juga memiliki fitur untuk melakukan booking penginapan di area
Danau Toba. Dengan hal ini akan lebih memudahkan wisatawan dalam mencari penginapan
dengan harga yang lebih jelas.
Setelah berada di area wisata Danau Toba, aplikasi ini juga akan memberikan
informasi lokasi area-area wisata di sekitar pengguna melalui map secara real-time. Ketika
mengunjungi area wisata di Danau Toba, pengguna aplikasi dapat melakukan check-in di
aplikasi tersebut. Hal ini untuk menandai bahwa pada hari tersebut wisatawan sudah
mengunjungi area tersebut. Dengan demikian, aplikasi ini juga menjadi alternatif ketika
wisatawan tidak memiliki tour guide ketika mengunjungi area wisata di Danau Toba.
2. Aspek Pemasaran
A. Analisis pasar
1. Struktur Produk Pasar
Berkembangnya pariwisata di Indonesia tidak luput dari tindakan pemerintah dalam
pengoptimalan daerah wisata itu sendiri. Hal ini mengacu pada program pemerintah yaitu
’10 destinasi pariwisata’ atau disebut juga ‘10 Bali baru’ dimana Danau Toba termasuk
salah satunya. Perubahan yang dilakukan tidak hanya mencakup titik objek wisatanya,
tetapi juga fasilitas penunjang terutama kemudahan untuk mencapai lokasi dari objek
wisata tersebut.
Pengoptimalan objek wisata Danau Toba yang dilakukan berpotensi dalam
menemukan objek wisata lainnya yang sebelumnya belum terjamah oleh wisatawan.
Pertambahan objek wisata akan menjadikan nilai tambah untuk menarik wisatawan untuk
berlibur ke daerah tersebut. Dalam proses perubahan yang terjadi juga perlu adanya
publikasi sehingga publik yang menjadi target wisatawan dapat mengetahui kondisi objek
wisata secara up-to date. Publikasi yang dilakukan perlu menjelaskan secara rinci tentang
segala hal yang berkaitan dengan daerah objek wisata Danau Toba baik dari kuliner,
penginapan, dan transportasi.

2. Pasar yang Relevan


Di era global seperti sekarang penggunaan perangkat genggam memudahkan
wisatawan dalam mendapatkan informasi mengenai objek wisata Danau Toba. Jumlah
pengguna perangkat genggam saat ini sekitar 25 % dari total penduduk Indonesia,
sehingga berpeluang mendatangkan wisatawan dalam jumlah banyak. Menggunakan
aplikasi yang bisa dipasangkan pada perangkat genggam menjadikan informasi lebih
mudah diakses.

3. Analisis Kebutuhan Primer untuk Pasar yang Relevan


Wisatawan yang berkunjung ke Danau Toba umumnya merupakan kedatangan
mereka yang pertama kali. Daerah yang dirasa asing bisa jadi membuat wisatawan
kekurangan informasi, apalagi tidak menggunakan jasa pemandu. Olehnya wisatawan
membutuhkan informasi secara rinci mengenai daerah wisata Danau Toba.

4. Menganalisis kebutuhan selektif dalam pasar yang relevan


a. Segmentasi Geografis
Koordinat 2o21’32” –2o56’28” Lintang Utara dan 98o26’35” – 99o15’40” Bujur Timur
adalah koordinat letak Danau Toba pada peta. Koordinat Lintang Utara menunjukkan
bahwa Danau Toba terletak tidak jauh dari garis Khatulistiwa.
Danau Toba dikelilingi oleh 7 kabupaten di sekitarnya. Dapat dibayangkan seberapa
luasnya danau ini. Kabupaten-kabupaten tersebut adalah Kabupaten Simalungun, Tobasa
(Toba Samosir), Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Dairi, Karo, dan Samosir.
b. Segmentasi Demografis
Wisatawan Danau Toba tidak dibatasi baik itu umur, pekerjaan, kabangsaan, ataupun
faktor yang lain. Hal ini karena wisata Danau Toba merupakan tempat wisata yang bebas
atau terbuka sebab wisata ini sangat menarik dan dapat dijadikan tempat liburan keluarga.

c. Segmentasi Psikografis:
Wisatawan tidak dibatasi pada kelompok-kelompok karena Danau Toba merupakan
tempat liburan atau rekreasi keluarga yang sangat cocok bagi keluarga. Terkhusus
wisatawan dari luar negeri.

d. Segmentasi berdasar perilaku:


Yang paling penting yaitu wisatawan menjaga kebersihan lingkungan wisata Danau Toba
dan sekitarnya karena daerah wisata tersebut harus dijaga lingkungannya agar tetap bersih
dan dapat mengundang banyak wisatawan luar negeri yang mencari lokasi wisata yang di
Indonesia.

5. Menganalisis pasar target potensial


Sumber informasi dari aplikasi ini adalah kebanyakan referensi dari internet yang
berbagai sumber kami dapatkan, kemudian kami satukan informasi yang kami dapatkan
sehingga kami dapat mengenali atau mengetahui cara mempromosikan aplikasi kami.

B. Kompetitor
Agar aplikasi smartphone kami tidak memiliki tingkat persaingan yang tinggi
maka kami akan menyajikan produk kami dengan fitur terbaik dan tercanggih yang
memiliki fitur-fitur berbeda dari aplikasi parawisata yang lainnya. Adapun beberapa
pesaing yang kini telah ada yaitu :

1) Wisata Lokal – Travel Indonesia


Aplikasi untuk mencari tempat wisata yang pertama ialah wisata lokal trafel indonesia,
aplikasi di besut oleh Bhineka satu dan sangat support untuk android versi 3.0 atau lebih
tinggi. Dengan aplikasi ini anda bisa menemukan tempat wisata di daerah anda yang
belum kamu ketahui.
2) TripAdvisor
Aplikasi pencarian tempat wisata yang kedua ialah Tripadvisor, aplikasi ini memiliki
layanan menarik seperti mencari tempat Wisata, kemudian Hotel, lalu Restoran, dan juga
Transportasi untuk menuju tempat Wisata tersebut, anda pun bisa memesan tiket wisata
secara online disini lho

3) Traveloka
Traveloka merupakan perusahaan teknologi terkemuka di Indonesia yang menyediakan
layanan reservasi dan pemesanan tiket pesawat dan penginapan (hotel) secara online.
Dengan Traveloka Anda dapat menemukan rute penerbangan dan hotel terbaik secara
tepat, aman, dengan harga termurah tanpa tambahan biaya apapun (bebas biaya transaksi).
Traveloka juga menyediakan layanan untuk pemesanan tiket kereta api yang tentunya
semakin menambah kemudahan bagi Anda untuk melakukan travelling.
4) Trivago

Sebuah tim yang terdiri dari 950 karyawan yang berasal dari seluruh dunia.
Mendedikasikan semangat kerja keras untuk pelayanan terhadap konsumen yang
membutuhkan info penginapan ataupun hotel saat kegiatan travelling Anda. Trivago
menyediakan sekurangnya 1 juta informasi mengenai hotel di 250 lebih situs pemesanan
(terdapat 55 lebih situs lokal) diberbagai Negara dengan menggunakan 33 bahasa yang
akan memudahkan agenda perjalanan dan liburan Anda

5) Tiket.com
Tiket.com adalah layanan reservasi dan pemesanan online tiket pesawat, tempat
penginapan (hotel), tiket kereta api, sewa mobil, serta Event dan atraksi terlengkap yang
dikhususkan bagi layanan konsumen. Lebih hemat dengan Tix Point, tunjukkan member Tix
Anda pada merchant-merchant yang telah ditunjuk dan dapatkan penawaran ekslusif. Dengan
jaminan pembayaran online yang aman dan mudah, serta layanan konsumen 24 jam selama 7 hari
nonstop

C. Trend Industry
Perusahaan dari berbagai belahan dunia saat ini tengah menghadapi tantangan
transformasi digital. Transformasi digital ini terjadi ketika penggunaan teknologi digital
mendorong terciptanya berbagai inovasi dan kreativitas baru di sejumlah sektor,
dibanding sekedar meningkatkan atau mendukung metode tradisional. Situasi ini
memaksa perusahaan untuk beradaptasi dan berupaya mengatasi masalah-masalah kritis
yang mereka hadapi, seperti kebutuhan sumber daya manusia, manajemen data,
infrastruktur teknologi, konektivitas, dan meningkatkan pengalaman pelanggan.
Saat ini, mayoritas perusahaan di Indonesia pun mengalami hal yang sama dimana
sebagian sudah siap menjalani tranformasi digital dan sebagian lainnya masih
mempertimbangkan langkah selanjutnya meski kesadaran untuk melakukannya sudah
ada. Artinya, mereka sudah menyadari bahwa saatnya infrastruktur teknologi informasi
untuk diperbarui seiring dengan perubahan perspektif bisnis akibat disrupsi digital, yaitu
ketika bisnis model dan apa yang ditawarkan kepada konsumen terdampak oleh
teknologi.
Dalam jangkauan produk yang dibuat, terdapat dua hal yang menjadi acuan dalam
melihat perkembangan industri saat ini, yaitu dari segi jumlah pengguna smartphone dan
segi pariwisata itu sendiri. Pada beberapa negara, jumlah waktu yang dihabiskan
pengguna ponsel untuk memakai perangkatnya terus meningkat tiap tahunnya. Jika
dibandingkan rata-rata waktu penggunaan ponsel pada 2012 dan 2016 yang mengalami
peningkatan signifikan. Di negara Amerika Serikat misalnya, rata-rata pengguna ponsel
menghabiskan waktu lebih dari dua jam di depan ponsel dibandingkan tahun 2012, yakni
sekitar 1 jam. Dengan perkembangan teknologi smartphone yang kian inovatif dibanding
sebelumnya, sangat mungkin bagi pengguna menghabiskan waktu lebih lama di depan
smartphone-nya.
Di Indonesia sendiri, menurut Menristekdikti, pada awal tahun 2017 angka
pengguna smartphone di Indonesia mencapai sekitar 25% dari total penduduk atau sekitar
65 juta orang. Dengan jumlah yang terbilang sangat banyak tersebut, pasar untuk produk
aplikasi merupakan hal yang sangat potensial.

D. Strategi pemasaran
1. Penentuan Pasar
Perkembangan pariwisata menjadi urutan kedua penyumbang devisa negara menjadi hal
positif untuk Indonesia. Pertumbuhan pariwisata terus melonjak dari tahun ke tahun.
Pemerintah juga menargetkan wisatawan asing sebanyak 20 juta pada tahun 2019. Dalam
mencapai target tersebut dibuatlah suatu program ’10 destinasi pariwisata’ yang di
dalamnya tidak termasuk Bali. Program ini lebih dikenal dengan ’10 Bali baru’.
Salah satu objek wisata yang termasuk yaitu objek wisata Danau Toba. Perhatian yang
tinggi akan objek wisata ini membuat pemerintah terus memperbaiki fasilitas-fasilitas
yang ada, baik fasilitas yang terdapat di objek wisata maupun fasilitas pendukung.
Pembangunan Bandara Silangit merupakan salah satu langkah pemerintah sebagai sarana
untuk mempermudah akses wisatawan menuju ke objek wisata Danau Toba.

2. Perencanaan Produk
Target untuk produk yang kami tawarkan yaitu sebagai penunjang wisatawan yang ingin
berkunjung ke Danau Toba. Produk ini berupa aplikasi yang dapat dipasangkan pada
smartphone berbasis android ataupun iOS. Aplikasi ini bernama ‘Toba Tourism’, yang
memiliki berbagai macam fitur, yaitu penjelasan mengenai objek wisata Danau Toba dan
sekitarnya, pemesanan transportasi ke objek wisata Danau Toba, pemesanan hotel atau
tempat inap, serta informasi mengenai kuliner.
Selain itu, untuk wisatawan yang berada di area Danau Toba dapat menampilkan denah
yang menunjukkan lokasi wisatawan serta lokasi dari objek-objek wisata yang ada. Untuk
mengoptimalkan aplikasi ini, ditambahkan juga fitur untuk check-in di setiap lokasi objek
wisata dengan cara menginputkan kode yang telah tersedia di objek wisata tersebut.
Dengan demikian wisatawan dapat mengetahui riwayat dari kunjungan yang telah
dilakukannya. Selain itu, hal ini dapat juga di sebar ke sosial media yang menunjukan
perilaku wisata yang dilakukan. Dengan target pengguna secara universal, maka
menggunakan 2 bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sebagai bahasa
universal.

3. Manajemen Harga
Aplikasi yang dibuat tidak untuk diperjual belikan. Keuntungan yang didapatkan
bersumber dari hasil kerjasama dengan pihak lain, seperti tempat penginapan. Dari setiap
wisatawan yang melakukan pemesanan untuk penginapan, pihak kami akan mendapat 2%
dari total transaksi.
4. Distribusi
Untuk mendistribusikan produk aplikasi ini, kami menggunakan layanan Google Play
Store yang dapat diunduh secara gratis oleh pengguna.

5. Promosi
Promosi yang dilakukan yaitu pada awal pembuatan aplikasi dengan rentang waktu
tertentu. Selain itu, wisatawan juga akan ditawarkan paket-paket wisata yang menarik.
3. Tim Manajemen
Tim manajemen bertanggung jawab mengembangkan serta mengimplementasikan
rencana strategi dan operasional perusahaan atau tim. Dalam pembuatan serta
pengimplementasian aplikasi yang sedang tim kami rancang, ada tiga pihak/orang yang
terlibat. dan tidak lain adalah tim kelompok kami sendiri.

Yang pertama ada Ahmad yang nantinya akan mengatur serta memantau bagian
booking penginapan dan tour-gate. Yang kedua ada Arlan yang akan mengatur serta
memantau bagian checking untuk para wisatawan serta menangani keluhan para wisatawan.
Yang ketiga ada Liliyana yang nantinya akan mengatur serta memantau sejauh mana
informasi yang dapat diterima masyarakat melalui aplikasi tersebut terkait dengan Tempat
Wisata Danau Toba. Ada beberapa informasi yang dapat membantu masyarakat untuk
memahami atau mengetahui seputar Danau Toba seperti, informasi lokasi, tempat tempat
Wisata Danau Toba, sampai harga tiket dan penginapan.
4. Proyeksi Keuangan
Proyeksi keuangan adalah sebuah perencanaan keuangan atau sebuah anggaran untuk
usaha yang sedang kami jalani, untuk memperkirakan jumlah biaya yang mungkin timbul dan
proyeksi pendapatan yang akan dihasilkan untuk periode tertentu. Membuat proyeksi
keuangan memang tidak mudah apalagi untuk pemula seperti kami yang baru memulai usaha.
Mungkin masih banyak angka-angka yang tidak sesuai namun dengan berjalannya waktu
kami akan terus belajar hingga mencapai proyeksi keuangan yang diinginkan.

A. Modal Awal
Dalam memulai produk Toba Tourism ini, kami harus mengeluarkan biaya-biaya
utama. Berikut adalah rincian modal awal yang harus dikeluarkan dalam memulai pembuatan
aplikasi Toba Tourism.

Dana Start-up yang dibutuhkan Jumlah Total


Aset Tetap
Peralatan Rp. 7.199.000
Total Aset Tetap Rp. 7.199.000

Modal Usaha
Gaji dan upah Rp. 2.000.000
(opening)
Iklan dan promosi Rp. 5.000.000
Total Modal Usaha Rp. 7.000.000

Total Dana Yang dibutuhkan Rp. 14.199.000

b. Proyeksi Laba Rugi

Total Total Gaji dan Total Biaya Laba Bersih


Pendapatan Upah Operasional Tetap

Jan 4,500,000 2,000,000 2,000,000 500,000


Feb 5,000,000 2,000,000 2,000,000 1,000,000
Mar 6,000,000 2,000,000 2,000,000 2,000,000
Apr 7,000,000 2,000,000 2,000,000 3,000,000
Mei 7,500,000 2,000,000 2,000,000 3,500,000
Jun 8,000,000 2,000,000 2,000,000 4,000,000
Jul 9,000,000 2,000,000 2,000,000 5,000,000
Agu 10,000,000 2,000,000 2,000,000 6,000,000
Sep 11,000,000 2,000,000 2,000,000 7,000,000
Okt 12,000,000 2,000,000 2,000,000 8,000,000
Nov 13,000,000 2,000,000 2,000,000 9,000,000
Des 15,000,000 2,000,000 2,000,000 11,000,000
Total 108,000,000 24,000,000 24,000,000 60,000,000

c. Laporan Laba Rugi

Total Pendapatan Rp. 108.000.000


Total Gaji dan Upah Rp. 24.000.000
Total Biaya Operasional Tetap Rp. 24.000.000
Laba Bersih Rp. 60.000.000
5. Manajemen Resiko
A. Kategori Resiko
a. Resiko proyek
1) Biaya
Ditinjau dari segi biaya kemungkinan akan mengalami kendala apabila kami tidak
memiliki mitra yang akan membiayai pembuatan aplikasi kami. Dan masalah
terbesar apabila tidak tepatnya penghitungan estimasi biaya yang diperlukan dalam
proposal yang diajukan kepada sponsor. Ini akan menyebabkan resiko yang tinggi
dan akan kurang efisiennya waktu karena kurang tepatnya penghitungan estimasi
anggaran.

2) Jadwal
Jadwal sangat menentukan pembagian waktu untuk pengerjaan aplikasi kami.
Apabila kami tidak mengatur waktu dengan baik maka akan menyebabkan masalah
dan mempersulit keadaan tim pembuat aplikasi.

3) Personil (Staffing & Organisasi)


Kekurangan anggota juga merupakan suatu masalah yang dapat menyebabkan resiko
yang tinggi. Kurangnya anggota membuat aplikasi menjadi kurang sempurna.

4) Sumber Daya
Sumber daya disini berperan sebagai alat-alat yang kami gunakan untuk
mengerjakan aplikasi.

5) Pelanggan
Tentunya setiap aplikasi baiknya memiliki seorang user, dimana user selain
pengguna juga berperan sebagai penilai aplikasi yang dibuat. User akan memberikan
tanggapan dan saran dari penggunaan aplikasi yang kami buat. Sehingga kami dapat
memperbaiki kekurangan dari aplikasi kami dan akan membuat proses pembuatan
aplikasi dapat berjalan lebih efektip.

6) Masalah Persyaratan
Biasanya dalam pembuatan aplikasi harus memiliki persyaratan-persyaratan khusus,
dimana apabila aplikasi yang dibuat tidak susuai persyaratan maka akan
menyebabkan sebuah masalah dan akan beresiko bagi proses pembuatan aplikasi.

b. Resiko teknis
1) desain potensial
pada desain potensial akan menyebabkan resiko yang menurut kami tidak terlalau
beresiko tinggi karena desain suatu aplikasi terkadang akan tertutupi kelemahannya
apabila fitur-fitur pada aplikasi lebih berfungsi secara baik dan lebih berguna.
2) ambiguitas
poin ini hanya akan beresiko rendah karena tingkat ambiguitas pada aplikasi yang
dibuat akan jelas baik itu dari segi informasi, fitur-fitur dan desain tidak akan
mengalami ambiguitas karena akan saling terkait antara satu dengan yang lainnya.

3) implementasi
implementasi sangat penting bagi pembuatan aplikasi, pada segi implementasi
masalah yang akan terjadi pada dasarnya adalah Resiko Proyek pada point pertama.
Apabila pada pada bagian resiko proyek tidak dipenuhi maka akan membuat tingkat
resiko implementasi tinggi, dan malah sebaliknya apabila tinggkat resiko pada
Resiko Proyek rendah maka tingkat resiko implementasi rendah.

4) spesifikasi
berbicara tentang spesifikasi tentunya akan termasuk dalam kategori resiko teknis,
karena spesifikasi berbicara tentang spesifikasi alat dan software yang akan
digunakan pada proses implementasi atau pembuatan aplikasi.

5) ketidakpastian teknik

Adapun teknik yang digunakan akan beresiko tinggi apabila salah dalam pemilihan
teknik. Karena tidakkepastian memilih suatu metode atau teknik akan meningkatkan
tingkat resiko dalam pembuatan aplikasi. Jadi dalam pemilihan teknik atau metode
nantinya akan dipilih yang paling efektif dalam aplikasi tersebut.

6) verifikasi

Dalam kategori veryfikasi akan berdampak besar apabila anggota tim tidak memiliki
pengalaman dalam pembuatan aplikasi khususnya yang berkaitan dengan aplikasi
yang akan dibuat. Apabila dalam tim ada seseorang yang kurang pengalaman dalam
bidangnya, maka akan beresiko tinggi dalam sebuah tim.

7) keusangan teknik

Apabila teknik yang digunakan bermasalah dengan waktu atau ketinggalan Zaman,
maka teknik yang digunakan atau model dan fitur-fitur yang digunakan yang lebih
tidak ketinggalan zaman dan akan lebih lama pemakaian aplikasi tersebut.

8) masalah pemeliharaan

Setelah aplikasi dibuat maka salah satu hal yang harus diperhatikan adalah masalah
pemeliharaan. Masalah yang kemungkinan terjadi pada masalah pemeliharaan adalah
anggota tim pembuat yang sudah tidak lengkap atau adanya anggota tim baru yang
belum mengerti dari awal aplikasi yang dibuat. Oleh karena itu, untuk antisipasi hal
yang diluar prediksi maka pemeliharaan sebaiknya diserahkan pada orang dengan
pemahaman yang cepat yang bergelut di bidang IT.
9) teknologi yg leading edge
Membahasa teknologi terdepat berarti berbicara tentang keunggulan aplikasi. Dalam
aplikasi yang akan dibuat akan lebih unggul dari aplikasi sejenisnya. Karena aplikasi
ini apabila tidak terlalu modern atau lebih menyusahkan pengguna maka tingkat
resiko akan tinggi. Maka dari itu aplikasi ini akan dirancang agar lebih unggul dari
aplikasi sejenisnya.

c. Resiko bisnis
resiko bisnis memiliki beberapa resiko seperti resiko strategi, resiko pasar,
resiko manajemen dan resiko biaya.
1) Resiko Strategi
Dalam hal strategi berbicara model bisnis aplikasi yang telah dibuat, tentunya apabila
salah dalam mengambil keputusan strategi maka akan beresiko tinggi bagi bisnis
yang di jalankan.

2) Resiko Pasar
Empat faktor standar risiko pasar adalah risiko modal, risiko suku bunga, risiko
mata uang, dan risiko komoditas. Dengan adanya 4 resiko seperti itu akan
mengakibatkan resiko yang tinggi apabila kita tidak memperhatikan modal, suku
bunga, mata uang dan komoditas. Namun karena yang dirancang itu adalah aplikasi
sehingga komoditas tidak diperlukan. Apabila tidak memperhatikan faktor-faktor
resiko pasar akan beresiko tinggi.

d. Resiko yg sudah diketahui


1) Kurangnya anggota tim untuk pengerjaan aplikasi yang dibuat.
2) Pengerjaan aplikasi yang memiliki waktu ringkas.
3) Jauhnya wilayah yang akan dibuatkan aplikasi.

e. Resiko yg dapat diramalkan


1) Kekurangan anggota tim
2) Komunikasi yang buruk antara anggota tim
3) Kurangnya biaya yang digunakan baik pada saat pembuatan atau pemeliharaan
aplikasi.

f. Resiko yg tidak diharapkan


1) Hilangnya anggota tim
2) Diskomunikasi sesame anggota tim
3) Gagalnya pembuatan Aplikasi

B. Masalah-Masalah Proses

 Mengutamakan proses aplikasi dari pada bagian yang lainnya.


 Pentingnya memilih fitur yang sangat penting untuk Aplikasi.
 Kurangnya aplikasi serupa sehingga mempersulit pembuatannya.
 Desain tampilan yang kurang menarik sehingga menggurangi niat pengguna
 Kurangnya waktu pengerjaan aplikasi.

C. Masalah-Masalah Teknik

 Spesifikasi alat yang digunakan dalam pembuatan aplikasi


 Metode yang digunakan adalah metode yang mudah dipahami dan paling sering
digunakan dan akan bertahan lama.
 Kurangnya metode yang digunakan karena masih terbatasi oleh pengetahuan
 Seluruh kode program menggunakan Bahasa program java dan tinggkat tinggi
 Seringnya pengubahan kode karena perbaikan desain atau proses.

D. Analisa Resiko Lingkungan Pengembangan


 Kurangnya perangkat manajemen proyek yang diperlukan
 Kurangnya perangkat manajemen proses yang digunakan
 Perangkat untuk desain tampilan yang agak sulit didapatkan
 Compiler yang memerlukan sfesifikasi khusus
 Terbatasnya smartphone yang bisa digunakan

E. Komponen Resiko dan Driver


Komponen-komponen Resiko :
 Risiko kinerja – tingakat ketidakpastian dimana produk akan memenuhi
persyaratannya dan cocok dgn penggunaannya.
 Risiko biaya – tingkat ketidakpastian dimana biaya proyek akan dijaga
 Risiko dukungan – tingkat ketidakpastian dimana PL akan mudah dikoreksi,
disesuaikan dan ditingkatkan.
 Risiko jadwal – tingkat ketidakpastian dimana jadwal proyek akan dijaga dan
produk akan disampaikan tepat waktu.

F. Mengelola Resiko
Risiko Kategori Probabilitas Pengaruh
Estimasi ukuran
rendah secara PS 60% 2
signifikan
Jumlah pemakai
lebih besar dari PS 30% 3
yg diharapkan
Pemakaian
ulang lebih
PS 70% 2
rendah dr yg
diharapkan
Pemakaian akhir BU 40% 3
menolak
Deadline
pengumpulan BU 50 % 2
terlalu sedikit
Kurangya fitur
CU 40% 1
yang penting
Kubutuhan
pengguna harus PS 80% 2
terpenuhi
Teknologi tdk
memenuhi TE 30% 1
harapan
Kurangnya
spesifikasi firanti DE 80% 3
pembuatan
Anggota tim
kurang ST 30% 2
berpengalaman

KATEGORI RISIKO :
PS : Ukuran produk TE : Teknologi
BU : Bisnis DE : Lingkungan Pengembangan
CU : Proses ST : Ukuran Staf & Pengalaman

NILAI PENGARUH
1 : Katastropik 3 : Marjinal
2 : Kritis 4 : Dapat diabaikan

G. Pengurangan dan Monitoring Resiko


Dalam pembuatan dan pengemangan Aplikasi sebaiknya diadakan
pengurarangan resiko dan monitoring resiko yang tidak terlalu beresiko tinggi,
seperti:
a) Kurangnya anggota tim
b) Penggunaan teknik atau metode yang mudah dipahami
c) Anggota tim yang kurang berpengalaman
d) Deadline pengumpulan terlalu sedikit
6. Proyeksi Keberhasilan

Tingkat keberhasilan suatu produk atau aplikasi dapat dinilai dari berbagai tolak ukur
tersebut dapat disimpulkan bahwa aplikasi yang saat ini sedang kami rancang sangat berguna dan
akan menambah wisatawan dari luar negeri ke danau toba.
Proses pembuatan aplikasi ini sangatlah banyak masalah, namun sudah dilakukan
pengurangan masalah atau resiko sehingga dapat mempermudah proses pembuatan dan perawatannya.
Dilihat dari segi proses dan teknis sudah mencapai tingkat keberhasilan lebih dari 65%.
Aplikasi ini memiliki beberapa fitur seperti jalur antara danau toba dengan bandara, wisata-
wisata disekitaran danau toba sehingga wisatawan dapat mengetahui wisata-wisata disekitar danau
toba. Dan akan lebih menarik karena desain dari aplikasi ini lebih unik dan lebih menarik, dan
penggunaan metode yang lebih berkualitas.
Daftar Pustaka
http://puspar.ugm.ac.id/?p=534 (diakses 19 Februari 2018)
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3687715/tiga-tahun-jokowi-jk-pariwisata-
sumbang-devisa-terbesar-kedua (diakses 23 Februari 2018)
https://ristekdikti.go.id/smartphone-rakyat-indonesia-2/ (diakses 21 Februari 2018)
https://library.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab5/2015-1-00155-MN%20Bab5001.pdf
(diakses 19 Februari 2018)
https://dailysocial.id/post/prediksi-tren-industri-teknologi-informasi-dan-manajemen-data-
tahun-2017 (diakses 24 Februari 2018)
http://tekno.liputan6.com/read/2966036/penelitian-ketagihan-pakai-smartphone-kian-
meningkat-tiap-tahun (diakses 20 Februari 2018)
http://wisnuekop.mhs.narotama.ac.id/2014/04/12/rencana-bisnis-industri-rumahan-kripik-
singkong/ (diakses 21 Februari 2018)