Anda di halaman 1dari 13

TUGAS

INSPEKSI PEMELIHARAAN DAN METODE PERBAIKAN


PROYEK INFRASTRUKTUR

Perhitungan FRP Pada Struktur Balok dan Kolom

Oleh:

GHINA NOVIYA IRAWAN NIM 181158009

PROGRAM STUDI REKAYASA INFRASTRUKTUR


PROGRAM MAGISTER TERAPAN
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2019
DESIGN DAN PERHITUNGAN FRP PADA STRUKTUR BETON

Tinjauan terhadap perhitungan FRP akan dilakukan pada struktur beton dan balok.
Jenis FRP yang akan digunakan dalam perhitungan adalah Carbon Fibre Reinforced
Polymer (CRFP). Langkah-langkah perhitungan yang dilakukan diikuti dari ACI-440.2R-
08.

1. KOLOM
Suatu kolom persegi berukuran 800 mm x 800 mm membutuhan tambahan 20%
kapasitas daya dukung beban aksial. Berikut ini data dan dimensi penampang dari
kolom dapat dilihat pada Gambar 1 dan Tabel 1 dan Tabel 2.

800

800

Gambar 1. Penampang Kolom

Tabel 1. Rincian penampang kolom dan sifat material

f'c 28 Mpa
fy 400 Mpa
rc 40 mm
Bars 16D 19
Ag 12100 cm2
Ast 45,36459792 cm2
φ Pn without FRP 13803,18 kN
φ Pn (req) 16563,816 kN

Pada Tabel 2. Properties Material FRP


Manufacture's reported FRP system properties
Thickness per ply tf 0,33 mm
Ultimate tensile strength ffu 3792 Mpa
Rupture strain ɛfu 0,0167 mm/mm
Modulus elasticity Ef 227527 Mpa

Dari Tabel 9.1 (ACI 440.2R-08), perbaikan dilakukan dengan menggunakan CFRP
pada keadaan Interior Exposure Environment sehingga faktor reduksi (CE) yang dipakai
adalah 0,95.

Environmental
Exposure conditions Fiber type
reduction factor CE
Carbon 0,95
Interior exposure Glass 0,75
Aramid 0,85
Carbon 0,85
Exterior exposure (bridges, piers,
and unenclosed parking garages) Glass 0,65
Aramid 0,75
Carbon 0,85
Aggressive environment
(chemical plants and wastewater Glass 0,5
treatment plants) Aramid 0,7

Berikut ini adalah langkah-langkah perhitungan kebutuhan FRP pada kolom beton.
Bertulang.

a) Step 1—Compute the design FRP material properties


ffu = CE x f*fu
= (0,95) x (3792 Mpa)
= 3602,4 Mpa

ɛfu = CE x ɛ*fu
= (0,95)*(0,0167 mm/mm)
= 0,016 mm/mm
b) Step 2—Determine the required maximum compressive strength of confined
concrete f′cc

1 ɸ𝑃𝑛,𝑟𝑒𝑞
𝒇′𝒄𝒄 = ( ) x( − 𝑓𝑦 𝐴𝑠𝑡 )
0,85(𝐴𝑔 −𝐴𝑠𝑡 ) 0,80ɸ

1 6762,726 kN
= (0,85(250000 −10568,318 )) x ( 0,80 x 0,65
-400 MPa x 10568,318 )

= 0,00000491 x 8777915,233
= 43,131 MPa

c) Step 3—Determine the maximum confining pressure due to the FRP jacket
𝑏 ℎ
[(ℎ) (ℎ − 2𝑟𝑐 )2 + (𝑏 ) (𝑏 − 2𝑟𝑐 )2 ] − 𝜌𝑔
1− 3𝐴𝑔
𝑨𝒆
=
𝑨𝒄 1 − 𝜌𝑔

500 2 500 2
[(500) (500 − 2(30)) + (500) (500 − 2(30)) ] − 0,0423
1−
= 3 𝑥 250000
1 − 0,0423
= 0,461

𝐴𝑒 𝑏 2
𝑲𝒂 = ( )
𝐴𝑐 ℎ
500 2
= 0,461 ( )
500
= 0,461

𝑓′𝑐𝑐 −𝑓′𝑐
𝒇𝒍 =
3,3 𝐾𝑎

43,131 MPa −35 MPa


=
3,3 x 0,461

= 5,345 Mpa
d) Step 4—Determine the number of plies (n)

𝑓𝑙 √𝑏2 + ℎ2
𝒏=
𝞧𝑓 2𝐸𝑓 𝑡𝑓 𝜀𝑓𝑒

5,345 .√5002 + 5002


𝑛=
0,95 x 2 x 227527 x 0,33 x 0,009

= 3,036 ≈ 4 Plies

𝜺𝒇𝒆 = 𝐾𝑒 𝜀𝑓𝑢

= 0,55 𝑥 0,016
= 0,009 mm/mm

Checking the minimum confinement ratio:

𝑓𝑙 5,345
≥ 0,08 = ≥ 0,08
𝑓𝑐 35

0,15 ≥ 𝟎, 𝟎𝟖 (OK)

e) Step 5—Verify that the ultimate axial strain of the confined concrete
εccu ≤ 0.01

𝐴𝑒 ℎ 0,5
𝑲𝒃 = ( )
𝐴𝑐 𝑏
500 0,5
= 0,461 ( )
500

= 0,461

𝑓𝑙 𝜀𝑓𝑒 0,45
𝜺𝒄𝒄𝒖 = 𝜀′𝑐 (1,5 + 12𝐾𝑏 ( ) )
𝑓′𝑐 𝜀′𝑐
5,345 0,009 0,45
= 0,002 (1,5 + 12 𝑥 0,461 x ( ) )
35 0,002

= 0,0091 mm/mm < 0,01 (OK)


2. BALOK
Sebuah balok beton bertulang tumpuan sederhana dengan tulangan D19 mm sebanyak
9 buah mengalami kenaikan beban hidup sebesar 50%. Hasil analisis balok eksisting
mengindikasikan bahwa balok memiliki kuat geser yang masih cukup dalam menahan
beban dan masih memenuhi defleksi yang diizinkan. Namun, kuat lentur balok tidak
dapat menahan kenaikan beban. Gambar 2 dan Gambar 3 masing-masing adalah
potongan memanjang dan tipikal balok beton bertulang. Tabel 3 merupakan properti
dari balok beton bertulang.

Gambar 2. Tipikal memanjang balok beton bertulang

Gambar 3. Tipikal balok beton bertulang


Berikut ini dimensi dan properties pada perhitungan dapat dilihat dalam Tabel 3.
Tabel 3. Dimensi Balok dan Properties
DATA BALOK DAN PROPERTIES
Length of the beam (l) 6 m
Width of the beam (w) 300 mm
d 645,5 mm
Selimut Beton 30 mm
Tulangan sengkang 10 mm
h atau df 700 mm
2
f'c 28 N/mm
2
fy 400 N/mm
ØMn Without FRP 630240000 N-mm
Bars 29 mm
∑ Tulangan 4 buah
2
Luas Tulangan 660,5198554 mm
2
Es 200000 N/mm
Faktor Reduksi (Ø) 0,90
Icr 4876054222 mm4
k 0,334
Besarnya pembebanan pada balok beton bertulang dihitung berdasarkan beban
mati dan beban hidup yang bekerja. Pembebanan dapat dilihat pada Tabel 4.
Tabel 4. Pembebanan dan Momen Pada Balok Bertulang

Loadings/moments Existing Loads Anticipated Load


Dead loads wDL 15,00 N/mm 15,00 N/mm
Live load wLL 18,00 N/mm 28,00 N/mm
Unfactored loads (wDL + wLL) 33,00 N/mm 43,00 N/mm
Unstrengthened load limit (1.1wDL + 0.75wLL ) 30,00 N/mm 37,50 N/mm
Factored loads (1.2wDL + 1.6wLL) 46,80 N/mm 62,80 N/mm
Dead-load moment MDL 120,00 kN-m 120,00 kN-m
Live-load moment MLL 144,00 kN-m 224,00 kN-m
Service-load moment Ms 264,00 kN-m 344,00 kN-m
Unstrengthened moment limit (1.1MDL + 0.75MLL) 240,00 kN-m 300,00 kN-m
Factored moment Mu 374,40 kN-m 502,40 kN-m
Berikut ini adalah langkah-langkah perhitungan kebutuhan FRP pada balok beton.
Bertulang.

a) Tahap 1 – Menghitung Propertis Material Sistem FRP


𝒇𝒇𝒖 = 𝐶𝐸 . ∗
𝑓𝑓𝑢

= (0,95) . (621 N/mm2)


= 589,95 N/mm2

𝜺 𝒇𝒖 = 𝐶𝐸 ∗
. 𝜀𝑓𝑢

= (0,95). (0,015 𝑚𝑚/𝑚𝑚)

= 0,01425 mm/mm

b) Tahap 2 – Preliminary Calculation

𝜷𝟏 = 1,05 - 0,05 . fc'/6,9


= 1,05 - 0,05 . 28/6,9
= 0,847

𝑬𝒄 = 4700√𝑓𝑐′
= 4700√28 N/mm2

= 24870,06232 N/mm2

As = Jlh Tulangan x Luas tulangan


= 4 x 660,519
= 2642,079 mm2

Af = n . tf . wf
= (2 plies) (1,02 mm/ply) (270 mm)
= 550,8 mm2

c) Tahap 3 – Menentukan Regangan Efektif Soffit


Untuk rumus Icr didapat dengan menghitung letak garis netral menggunakan
rumus persaman a,b,c. Perhitungan Icr dapat dilihat di excel.
𝑀𝐷𝐿 (𝑑𝑓 − 𝑘𝑑)
𝐸𝑏𝑖 =
𝐼𝑐𝑟 . 𝐸𝑐
67,50 𝑘𝑁𝑚𝑚( 700 𝑚𝑚 − (0,343)(645,5 𝑚𝑚))
=
(4876 ∗ 106 𝑚𝑚4 )(24870,06232 )

= 3 x 10-7
d) Tahap 4 – Menentukan Regangan Desain Sistem FRP

28 N/mm2
𝜀𝑓𝑑 = 0,41 . √
2. (37000 N/mm2)(1,02 𝑚𝑚)

= 0,008
𝜀𝑓𝑑 ≤ 0,9 x 𝜀 𝑓𝑢 ;
𝟎, 𝟎𝟎𝟖 ≤ 0,0128

e) Tahap 5 – Estimasi Awal Garis Netral (c) Sistem FRP

c = 0,20 . d
= 0,20 . 645,5 mm
= 129,1 mm

f) Tahap 6 – Menentukan Regangan Efektif Perkuatan FRP

𝑑𝑓 −𝑐
𝜀𝑓𝑒 = 0,003 ( ) - 𝜀𝑏𝑖 ≤ 𝜀𝑓𝑑
𝑐

700 −129,1
= 0,003 ( ) - 3 x 10 − 7 ≤ 0,008
129,1

= 0,013 > 0,008

129,1 𝑚𝑚
𝜀𝑐 = (0,008 + 3 𝑥 10−7 ). ( )
700 𝑚𝑚 − 129,1 𝑚𝑚
= 0,003

g) Tahap 7 – Menghitung Regangan Eksisting Tulangan


𝑑 −𝑐
𝜀𝑠 = (𝜀𝑓𝑒 + 𝜀𝑏𝑖 ). ( )
𝑑𝑓 − 𝑐

645,5 𝑚𝑚 − 129,1 𝑚𝑚
= (0,008 + 3𝑥 10−7 ). ( ) = 𝟎, 𝟎𝟎𝟕𝟏𝟒
645,5 𝑚𝑚 − 129,1 𝑚𝑚
h) Tahap 8 – Menghitung Tegangan pada Tulangan dan FRP

𝑓𝑠 = 𝐸𝑠 x 𝜀𝑠 ≤ 𝑓𝑦

= (200 kN/mm²) x 0,00714 ≤ 0,400 kN/mm²

= 1,43 ≤ 0,400 maka fs yang digunakan 0,40 kN/mm2

𝑓𝑓𝑒 = 𝐸𝑓 𝑥 𝜀𝑓𝑒

𝑓𝑓𝑒 = 37 𝑘𝑁/𝑚𝑚² 𝑥 0,008

= 292,178N/mm²

i) Menghitung Resultan Gaya Dalam dan Kontrol Kesetimbangan

1,7 𝑥 28
𝜺′𝒄 =
24870,06232
= 0,002
4 𝜀 ′ 𝑐 − 𝜀𝑐
𝜷𝟏 =
6 𝜀 ′ 𝑐 − 2 𝜀𝑐
4 x 0,002 − 0,003
=
6 x 0,002 − 2 x 0,003
= 0,849

3 ε′ c x εc − εc 2
𝛂𝟏 = 2
3 x β1 ε′c
3 x 0,002 x 0,003 − (0,003)2
=
3 x 0,849(0,002)2

= 0,882

𝐴𝑠 . 𝑓𝑠 + 𝐴𝑓 . 𝑓𝑓𝑒
𝒄=
𝛼1 . 𝑓 ′ 𝑐 . 𝛽1 . 𝑏

2642,079 𝑚𝑚2 . 400 𝑁/𝑚𝑚² + 550,8 𝑚𝑚2 . 292,1787661 𝑁/𝑚𝑚²


=
𝑁
0,882 . 28 . 0,849 . 400𝑚𝑚
𝑚𝑚2
= 193,687 mm ≠ 129,1 (nilai c pada steps 3) Tidak Ok
j) Tahap 10 – Mengatur Nilai c Hingga Tercapai Kesetimbangan
Langkah perhitungan steps 9 menghasilkan nilai c yang selisihnya sangat jauh
maka dari itu pengulangan perhitungan dari langkah 6 hingga langkah 9 harus
dilakukan lagi, sampai kesetimbangan tercapai. Dengan diulangi langkah tersebut
maka didapat nilai c yang baru dengan nilai c = 193,825 mm ; dengam
menggunakan parameter-parameter yang baru yakni ɛs = 0,0067; fs = fy = 400
Mpa; α1 = 0,8782 ; β1 = 0,8517

𝐴 . 𝑓 + 𝐴𝑓 . 𝑓𝑓𝑒
𝒄= 𝑠 𝑠 ′
𝛼1 . 𝑓𝑐 . 𝛽1 . 𝑏

2550,465 𝑚𝑚2 . 400 𝑁/𝑚𝑚² + 754,8 𝑚𝑚2 . 292,1787661 𝑁/𝑚𝑚²


=
𝑁
= 𝟏𝟗𝟑, 𝟖𝟐𝟓𝟐 𝐦𝐦
0,832636239 . 28 2 . 0,884696287 . 400𝑚𝑚
𝑚𝑚

k) Tahap 11 – Menghitung Kuat Lentur Komponen


β1 . c
Mns = As . fs (df − )
2

( 0,8517 x 193,825)
= (2642,079 x 400 x (700 - ( )) = 595,227 kNm
2
𝛽1 . 𝑐
Mnf = 𝐴𝑓 . 𝑓𝑓𝑒 𝑑𝑓 − )
( 2
( 0,8517 x 193,825
= (550,8 x 292,1787661 ) x ( 700 - ( )) = 112,623 kNm
2

l) Tahap 12 – Menghitung Kuat Lentur Desain


Mn = [Mns + f . Mnf]

= 0,9 x [595,227 + (0,85 x 112,623)]

= 621,860 kNm

Mn = (621,860 kN-m) ≥ Mu = (282,6 kNm) OK

m) Tahap 13 – Periksa tekanan layanan di baja tulangan dan FRP


𝐸𝑓 2
K =√(𝜌𝑠
𝐸𝑠 𝐸𝑠 𝐸𝑓 𝑑𝑓 𝐸𝑠 𝐸𝑓
+ 𝜌𝑓 ) + 2 (𝜌𝑠 + 𝜌𝑓 ( )) − (𝜌𝑠 + 𝜌𝑓 )
𝐸𝑐 𝐸𝑐 𝐸𝑐 𝐸𝑐 𝑑 𝐸𝑐 𝐸𝑐

= 0,35793252
Dengan menghitung parameter:
kd = k . d = 0,343 x 546 = 193,4625269 mm

𝐴𝑠 𝐴𝑓
𝜌𝑠 = 𝑏 𝜌𝑓 =
𝑥𝑑 𝑏 𝑥𝑑
550,8
𝜌𝑠 = 300
2642,079 𝜌𝑓 = 300 𝑥 645,5
𝑥 645,5

𝝆𝒔 = 𝟎, 𝟎𝟏𝟑𝟔 𝝆𝒔 = 0,0028

fs,s ≤ 0,80 fy
𝑘𝑑
[𝑀𝑠+ 𝜀𝑏𝑖 . 𝐴𝑓 . 𝐸𝑓(𝑑𝑓− 3 )](d- kd). Es
fs,s= 𝑘𝑑 𝑘𝑑 ≤ 0,80 fy
𝐴𝑠 . 𝐸𝑠 (𝑑− 3 )(𝑑−𝑘𝑑)+𝐴𝑓 . 𝐸𝑓 (𝑑𝑓− 3 )(𝑑𝑓−𝑘𝑑)

123,849 MPa ≤ 0,80 . 400

264,288 MPa ≤ 320 MPa OK

n) Tahap 14 – Periksa batas pecah creep di layanan FRP


𝐸𝑓 𝑑𝑓 − 𝑘𝑑
𝑓𝑓 𝑠 = 𝑓𝑠, 𝑠 ( ) ( ) − 𝜀𝑏𝑖 𝐸𝑓
, 𝐸𝑠 𝑑 − 𝑘𝑑 .
𝑘𝑁
37 𝑚𝑚2
700 − 243,726
𝑓𝑓 𝑠 = 0,026 ( ) ( ) − (0,0000003)(37 𝑁/𝑚𝑚2 )
, 200
𝑘𝑁 645,5 − 243,726
𝑚𝑚2
= 0,026 kN/mm2

= 26,010 N/mm2

Sustained plus cyclic stress limit = 0,55 * fu = 341,55 N/mm2

𝑓𝑓𝑠 ≤ 0,55 𝑥 𝑓𝑓𝑢

26,010 N/mm2 ≤ 341,55 N/mm2


3. KESIMPULAN
 Perkuatan pada balok pada perhitungan di atas dengan menggunakan dua lembar
CFRP dapat meningkatkan kapasitas penampang dalam menahan beban lentur,
hingga dapat menahan tambahan beban yang terjadi akibat meningkatnya beban
hidup. Dalam perhitungan ini bahwa kondisi balok masih dalam keadaan aman
dan kuat. Hal ini dapat dilihat dari hasil perhitungan kuat lentur desain yakni
Mn = (621,860 kN-m) ≥ Mu = (282,6 kNm.

 Perkuatan pada kolom pada perhitungan di atas menghasilkan perkuatan CFRP


menggunakan empat lembar. Gaya geser yang diperhitungkan pada terminasi juga
harus diperiksa terhadapgaya geser yang menyebabkan FRP ujung terkupas,
diperkirakan 2/3 dari kekuatan geser beton. Jika gaya geser lebih besar dari 2/3
dari kekuatan geser beton, lapisan FRP harus diperpanjang lebih jauh ke arah
penyangga. Dalam perhitungan ini bahwa kondisi kolom masih dalam keadaan
aman dan kuat dikarenakan nilai tegangan axial balok yaitu 0,0091 mm/mm <
0,01.