Anda di halaman 1dari 15

Pronoun dalam Grammar Bahasa Inggris

1. Personal Pronoun (Kata Ganti Orang)


Personal pronoun atau kata ganti orang merupakan kata ganti yang digunakan untuk menggantikan
nama orang, binatang, atau benda. Personal pronoun dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:

 Kata ganti orang pertama (first person pronoun), yaitu kata ganti yang menunjuk pada
pembicara (speaker) dalam suatu konteks kalimat. Yang termasuk kata ganti orang pertama,
yaitu: I/me, we/us. Kata ganti I/me digunakan untuk menggantikan orang pertama tunggal
(singular), sedangkan we/us merupakan kata ganti orang pertama jamak (plural), dimana
pembicara (speaker) tidak hanya menunjuk pada dirinya sendiri.
 Kata ganti orang kedua (second person pronoun), yaitu kata ganti yang menunjuk pada
pendengar (listener) atau orang yang berbicara dengan pembicara (speaker) dalam suatu
konteks kalimat. Yang merupakan kata ganti orang kedua adalah You. Dalam bahasa Indonesia,
kata you dapat berarti “kamu” atau “kalian”. Ini berarti bahwa kata ganti you ini dapat digunakan
baik untuk menggantikan orang kedua tunggal maupun orang kedua jamak.
 Kata ganti orang ketiga (third person pronoun), yaitu kata ganti yang menunjuk pada orang,
hewan, atau benda yang dibicarakan oleh orang pertama dan orang kedua. Yang termasuk kata
ganti orang ketiga yaitu:

- he/him: dia (orang laki-laki)


- she/her: dia (orang perempuan)
- it: dia (hewan/benda)
- they/them : mereka

Di antara kata ganti diatas, they/them merupakan kata ganti orang ketiga jamak, sedangkan he/him,
she/her, dan it merupakan kata ganti orang ketiga tunggal.
Sementara itu, berdasar fungsinya dalam kalimat, personal pronoun dapat dibedakan menjadi dua,
yaitu:

=> Nominative pronoun

Nominative pronoun yaitu bila personal pronoun berfungsi sebagai subyek dalam sebuah kalimat.

=> objective pronoun

Objective pronoun yaitu bila personal pronoun berfungsi sebagai obyek dalam sebuah kalimat.
Umumnya bentuk personal pronoun yang digunakan sebagai subyek berbeda dengan bentuknya
sebagai obyek. Namun kata ganti you dan it tidak mengalami perubahan bentuk baik digunakan
sebagai subyek maupun sebagai obyek. Untuk lebih jelasnya, perhatikan tabel personal pronoun di
bawah ini:
Contoh:
a) They read the book together. I give them money.
b) He is the best student in this class. I really want to talk to him.

2. Possessive Pronoun (Kata Ganti Milik)


Jika personal pronoun digunakan untuk menggantikan orang, binatang, atau benda maka
possessive pronoun (kata ganti milik) digunakan untuk menunjukkan kepemilikan orang, binatang,
atau benda tersebut. Berdasarkan ada tidaknya kata benda yang mengikutinya, possessive pronoun
dibedakan menjadi dua bentuk, yaitu:

=> Adjective possesive pronoun


Possesive pronoun yang berupa kata sifat (adjective) harus diikuti oleh kata benda (noun), seperti
contoh dalam kalimat di bawah ini:
- I am looking for my book.
- Don’t look at their faces!
=> Nominal possesive pronoun
Nominal possesive pronoun tidak perlu diikuti oleh kata benda (noun), seperti contoh dalam kalimat
di bawah ini: - The book is mine.
- You have submitted your assignment, but they don’t bring theirs.
Untuk mengetahui possessive pronoun yang termasuk dalam bentuk adjective dan nominal serta
untuk mengetahui hubungan possessive pronoun tersebut dengan personal pronoun, perhatikan
tabel berikut ini:
3. Reflexive Pronoun (Kata Ganti Diri)
Berbeda dengan possessive pronoun (kata ganti milik) yang menunjukkan kepemilikan dari personal
pronoun (kata ganti orang), reflexive pronoun menunjuk pada diri personal pronoun sendiri.
Reflexive pronoun dibentuk dengan menambahkan akhiran -self (untuk bentuk singular) dan -selves
(untuk bentuk plural) pada bentuk possessive adjective atau pada objective personal pronoun,
seperti terlihat pada tabel berikut:

Contoh penggunaan reflexive pronoun dalam kalimat:


a) I look at myself in the mirror (menyatakan suatu perbuatan yang dilakukan oleh subjek pada diri
sendiri).
b) You can do it by yourself (menunjukkan suatu perbuatan yang dilakukan sendiri oleh subjek tanpa
campur tangan orang lain).
c) I myself beg him to stay (merupakan penegasan terhadap subjek yang melakukan suatu
perbuatan).

4. Relative Pronoun (Kata Ganti Penghubung)


Relative pronoun atau kata ganti penghubung yang juga biasa disebut conjunctive pronoun ini
menunjuk pada orang atau benda yang dibicarakan dalam kalimat. Selain itu, relative pronoun juga
berfungsi untuk menggabungkan dua kalimat yang membicarakan orang atau benda yang sama.
Dalam bahasa Indonesia, relative pronoun ini diartikan dengan kata “yang”.
Kata-kata yang bisa digunakan sebagai relative pronoun, antara lain:

=> Who
Relative pronoun “who” menunjuk pada orang (person) yang berkedudukan sebagai subjek dalam
anak kalimat (dependent clause).
Contoh:
The girl is beautiful. T
he girl is standing next to a car.
Kedua contoh kalimat di atas memiliki subjek yang sama sehingga dapat digabung menjadi sebuah
kalimat dengan menggunakan relative pronoun ‘who’, yaitu:
The girl, who is standing, next to a car is beautiful.
Kata ‘who’ dalam kalimat di atas menunjuk pada kata ‘the girl’ pada kalimat ‘The girl is standing next
to a car’, dimana kedudukannya adalah sebagai subjek.
=> Whom
Sama dengan relative pronoun ‘who’, relative pronoun ‘whom’ juga digunakan untuk menggantikan
orang (person). Namun perbedanya, orang yang ditunjuk oleh relative pronoun ‘whom’ adalah yang
berkedudukan sebagai objek dalam kalimat.

Contoh:
Yudha is a kind boy. Everyone likes Yudha.
Kedua kalimat di atas dapat di hubungkan dengan relative pronoun ‘whom’ sehingga menjadi:
Yudha, whom everyone likes, is a kind boy.
Relative pronoun dalam clause “whom everyone likes” berfungsi sebagai objek, tetapi diletakkan di
depan subjek.
=> Which
Relative pronoun “which” menunjuk pada benda, baik yang berkedudukan sebagai subjek maupun
objek dalam anak kalimat (dependent clause).
Contoh:
a) The dance will be performed tonight. The dance is very artistic.
Kedua kalimat itu dapat dihubungkan menggunakan relative pronoun ‘which’ menjadi:
The dance which is very artistic will be performed tonight.
b) The book is very interesting. I am looking for the book. Kedua kalimat itu juga dapat dihubungkan
menggunakan relative pronoun ‘which’ menjadi:
The book which I am looking for is very interesting.
=> Whose
Relative pronoun “whose” menunjukkan kepemilikan subjek, seperti contoh berikut:
Elly is always late. Elly’s house, is far from the campus.
Kedua kalimat itu dihubungkan dengan relative pronoun ‘whose’ sehingga menjadi:
Elly, whose house is far from the campus is always late.
=> That
Relative pronoun ‘that’ dapat digunakan secara bebas untuk menunjuk pada orang atau benda baik
yang kedudukannya sebagai subjek maupun objek. Jadi, ‘that’ bisa digunakan untuk menggantikan
‘who’, ‘whom’, ataupun ‘which’. Contoh:
a) The girl, that is standing next to a car, is beautiful.
b) Yudha, that everyone likes, is a kind boy
c) The dance that is very artistic will be performed tonight.

5. Interrogative Pronoun (Kata Ganti Tanya)


Interrogative pronoun ini merupakan kata ganti yang berfungsi untuk membentuk
sebuah pertanyaan. Yang merupakan interrogative pronoun, yaitu:
=> Who (siapa)
Interrogative pronoun ‘who’ (siapa) digunakan untuk menanyakan subjek yang berupa orang
(personal noun). Contoh:
a) Who is the man?
b) Who gave you the money?
=> Whom (siapa)
Interrogative pronoun ‘whom’ (siapa) digunakan untuk menanyakan objek yang berupa orang
(personal noun). Contoh:
a) Whom did the man go with?
b) Whom do you want to see?
Catatan:
Walaupun interrogative pronoun ‘whom’ (siapa) me rupakan interrogative pronoun yang
penggunaannya lebih tepat untuk menanyakan objek yang berupa orang (personal noun), ternyata
dalam banyak konteks, interrogative pronoun ‘whom’ ini sudah tidak dipakai lagi dan tempatnya
diambil alih oleh Interrogative pronoun ‘who’.
Contoh:
“Whom do you love?” Tidak digunakan lagi dan diganti dengan “Who do you love?”
=> What (apa)
Interrogative pronoun ‘what’ (siapa) digunakan untuk menanyakan subjek maupun objek yang
berupa benda (non-personal noun).
Contoh sebagai pengganti subjek:
a) What is it?
b) What makes you cry?
Contoh sebagai pengganti objek:
a) What are you looking for?
b) What did you do?
=> Which (yang mana)
Interrogative pronoun ‘which’ (yang mana) digunakan untuk menanyakan pilihan. Which bisa
digunakan untuk menanyakan subjek maupun objek, baik yang berupa orang (personal noun)
ataupun yang berupa benda (non-personal noun).

Contoh:
a)Which is your choise?
b)Which would you use?
c)Which would you go with?
=> Whose (milik siapa)
Interrogative pronoun whose (yang mana) digunakan untuk menanyakan kepemilikan. whose bisa
digunakan untuk menanyakan subyek maupun obyek.
Contoh:
a) Whose is this computer?
b) You don’t want my advice; so whose do you want?
c) The island is not belong to our country; then whose is it?
Catatan:
Interrogative pronoun whose bisa digunakan untuk menanyakan kepemilikan orang (personal noun)
maupun kepemilikan benda (non-personal noun), namun untuk menanyakan kepemilikan benda
secara lebih spesifik Interrogative pronoun ‘of which’ sering digunakan. Selain itu untuk menanyakan
kepemilikan personal noun, kita juga bisa menggunakan bentuk ‘of whom’.

Penggunaan Main Verb dalam Bahasa


Inggris
Setiap kalimat dalam bahasa Inggris setidaknya harus memiliki sebuah subjek dan kata kerja utama
(main verb). Dalam tes TOEFL Anda dapat menemukan soal tentang main verb ini. Perhatikan
concoh-contoh berikut tentang bentuk kalimat bahasa Inggris dalam main verb.

Contoh Main Verb 1:


Gadis yang paling cantik di kelas kami memiliki rambut panjang berwarna kecokelatan dan bermata
biru.
> Salah: The prettiest girl in our class with long black hair and blue eyes.
Pembahasan: Kalimat tersebut hanya berupa subjek dengan sifat-sifat yang menyertainya dan
belum memiliki kata kerja.
> Benar: The prettiest girl in our class has long brown hair and blue eyes.
Subject verb
Contoh Main Verb 2:
Samson sangat lucu.
> Salah: Samson very funny.
Pembahasan: Kalimat tersebut hanya berupa subjek sehingga perlu diberi kata kerja. Dalam hal ini,
Samson adalah subjek tunggal sehingga kita harus menggunakan kata kerja bantu is.
> Benar: Samson is very funny.
Subject verb

Contoh Main Verb 3:


Buku yang saya pinjamkan kepadamu memiliki bibliografi yang bagus.
> Salah: The book that I lent you having a good bibliography.
Pembahasan: Kesalahan terjadi pada kata kerja having. Dalam bahasa Inggris, ungkapan punya
hanya dinyatakan dengan kata has/have (present time) atau had (past time). Kemudian, kata kerja
yang digunakan pada kalimat semestinya has karena frasa the book merupakan subjek tunggal.
> Benar: The book that I lent you has a good bibliography.
Subject verb

Parallel Structure dalam Grammar Bahasa


Inggris
1. PREPOSITION (kata depan)
Preposition atau kata depan yaitu sebuah kata didepan noun atau pronoun yang menunjukkan
hubungannya dengan kata lain dalam sebuah kalimat. Di bawah ini adalah preposition yang sering
digunakan dalam bahasa Inggris dan contoh-contoh penggunaannya dalam kalimat bahasa Inggris:

Kombinasi preposisi, baik dengan kata kerja (verb) maupun dengan kata sifat (adjective) sering
mengakibatkan kesalahan pemaknaan terhadap kata depan tersebut. Hal ini disebabkan beberapa
kata kerja dan kata sifat dalam bahasa selalu diikuti oleh preposisi tertentu yang sudah menjadi
bentuk baku.
Dalam hal ini, kata depan (preposition) yang melekat pada kata tersebut tidak bisa diartikan secara
terpisah sesuai dengan arti harfiahnya. Selain kesalahan pemaknaan, kombinasi preposisi yang
sudah tidak bisa ditawar ini membuat kita sering melakukan kesalahan, contohnya ketika kita ingin
mengatakan: “Aku takut pada anjing”, kecenderungan kalimat bahasa Inggris yang kita susun
adalah: "I’m afraid to dog". Ini karena dalam pemahaman kita, kata depan 'to' berarti 'pada'. Tapi
dalam bahasa Inggris, kata “afraid” selalu diikuti kata “of”. Sehingga kalimat seharusnya bukan “I’m
afraid to dog” tapi “I’m afraid of dog”.
Untuk itu, agar kesalahan-kesalahan dalam pembentukan kalimat bahasa Inggris ini tidak terjadi,
kita harus mengetahui kombinasi preposisi baik dengan kata kerja maupun dengan kata sifat.
Komposisi preposisi lain yang sering mengakibatkan kesalahan seperti di atas, misalnya:

be aware of : waspada (terhadap)


to believe in : percaya pada
to blame for : menuduh atas
be capable of : mampu dalam
be composed of : tersusun dari
to depend on : tergantung pada
be disappointed in/about : kecewa pada
be engaged to : bertunangan dengan
to fight for : berkelahi untuk
be fond of : menyukai
be guilty of : merasa bersalah karena
be interested in : tertarik pada
be jealous of : cemburu pada
to look forward to : menanti-nanti
be married to : menikah dengan
to object to : keberatan terhadap
to pray for : berdoa untuk
be proud of : bangga pada
be related to : berhubungan dengan
to rely on : mengandalkan pada
be scared of : takut pada
to take advantage of : memanfaatkan
to take care of : menjaga
be tired of, from : lelah karena
be worried about : khawatir pada

2. CONJUNCTION (Kata Penghubung)


Conjunction atau kata penghubung merupakan kata yang berfungsi untuk menghubungkan kata
dengan kata, frase dengan frase, klausa dengan klausa, atau kalimat dengan kalimat. Dalam soal
TOEFL, conjuntion ini umumnya berhubungan dengan hubungan antara clausa dengan clausa.

Jenis-jenis conjunction:
a. Coordinative Conjuction (Kata Penghubung Koordinatif)
Coordinative Conjuction digunakan untuk menggabungkan klausa-klausa yang memiliki
kedudukan, bentuk, dan sifat yang sama atau setara. Coordinative conjunction dibedakan menjadi
empat macam berdasarkan fungsinya, yaitu: penambahan, pilihan, berlawanan, dan
kesimpulan. Coordinative conjunction yang sering dipakai, di antaranya: and, or, but, yet,
so. Coordinative conjunction lainnya dapat dilihat dalam tabel berikut:

b. Subordinative Conjuction (kata penghubung subordinative)


Subordinative Conjuction digunakan untuk menghubungkan kalimat majemuk yang
memiliki dependent clause (anak kalimat) dan main clause atau independent clause (kalimat utama).
Konjungsi ini dapat berfungsi untuk menunjukkan hubungan:

Verb dalam Grammar Bahasa Inggris


Verb menurut grammar bahasa Inggris adalah kata kerja yang merupakan kata yang menunjukkan
pekerjaan, perbuatan, dan keadaan subjek.
Contoh: Run (lari), sleep (tidur), eat (makan), talk (berbicara).
Kata kerja dapat diklasifikasikan berdasarkan bentuknya, objeknya, perubahan waktunya, dan
fungsinya.
Kelompok kata kerja yang didasarkan pada fungsinya dalam suatu kalimat ada 3 jenis, yaitu Full
Verb (kata kerja penuh), Linking Verb (kata kerja penghubung), dan Auxiliary Verb (kata kerja
bantu). Penjelasannya adalah sebagai berikut:

1. Full Verb
Full verb (kata kerja penuh) adalah kata kerja yang sudah memiliki arti sendiri secara penuh. Dalam
penerapannya, full verb yang biasa juga disebut dengan nama main verb, lexical verb, ordinary verb,
principal verb, atau meaningful verb hanya disebut 'verb' saja.
Ciri-ciri full verb:
 Bentuknya bisa berubah-ubah tergantung pada unsur pelaku (person), jumlah (number), dan
bentuk waktu (tenses). Full verb inilah yang sebenarnya dikelompokkan menjadi kata kerja
regular dan irregular.
 Bila digunakan dalam kalimat negative atau interrogative, full verb ini membutuhkan bantuan
auxiliary verb (kata kerja bantu).

Contoh:
- make (membuat) - find (menemukan)
- read (membaca) - type (mengetik)
- cry (menangis) - sleep (tidur)

2. Auxiliary Verb
Auxiliary verb atau kata kerja bantu adalah kata kerja yang membantu kata kerja lain untuk
membentuk sebuah struktur kalimat yang lengkap. Auxiliary verb ini juga biasa disebut
dengan helping verb, special verb, atau pre-verb.
Ciri-ciri auxiliary verb:
• Tidak dapat berdiri dalam suatu kalimat (memerlukan full verb).
• Umumnya, digunakan dalam kalimat-kalimat yang predikatnya bukan berupa kata kerja (kalimat
nominal).
• Pada kalimat tanya (yes/no question) diletakkan di awal kalimat sebagai pengganti kata tanya.
• Digunakan dalam pembentukan kalimat pasif.
Auxiliary verb, meliputi:
• Be (is,am, are, was, were)
Is, am, are merupakan be yang digunakan dalam present tense.
Am digunakan untuk subjek I. Is digunakan untuk subjek he,she,it. Are digunakan apabila subjeknya
you, we, they.
Was, were, dari is, am, are dimana was digunakan apabila subjeknya I, he,she, it sementara were
digunakan apabila subjeknya you, we, they.
• Do, Does, Did
Do digunakan untuk subjek I, you, they, te untuk membentuk kalimat negatif dan kalimat tanya pada
bentuk kalimat verbal (kalimat yang predikatnya berupa kata kerja).
Does digunakan untuk subjek he, she, it untuk membentuk kalimat negatif dan kalimat tanya pada
bentuk kalimat verbal.
Did merupakan bentuk lampau dari do dan does yang dapat digunakan untuk semua subjek.
• Have, has, hadHave digunakan untuk membentuk kalimat Present Perfect atau Present Perfect
Continuous tense jika subjeknya I, you, we, atau they.
Has digunakan untuk membentuk kalimat present perfect tense atau Present Perfect
Continuous jika subjeknya he, she, atau it.
Had merupakan bentuk lampau dari have dan has. Had digunakan oleh semua subjek untuk
membentuk kalimat Past Perfect Tense atau Past Perfect Continuous Tense.

• Modal Present/Future
Should, secara umum mengacu pada:
- Ekspektasi/dugaan/harapan
Contoh:
(a) This movie should be very good.
(b) The food should be delicious.
- Rekomendasi/saran
Contoh:
(a) You should discuss about it with your partner first.
(b) I think we should talk it over with our lecturer.
(c) It should be thought through maturely.
- Kritik terhadap suatu kejadian
Contoh:
(a) You shouldn’t eat too much.
(b) Your parents shouldn’t think about it seriously.
(c) Stop that! You shouldn’t treat your sister like that.
- Ketidakyakinan/ketidakpastian
Contoh:
(a) Should I say tell the truth?
(b) Should we leave these papers here?
(c) Should I park my car over there?

Could, secara umum mengacu pada:


- Kemungkinan atau ketidakpastian
Contoh:
(a) This could be the house.
(b) It could be her pet.
(c) This could be his book.
- Digunakannya kata sifat pembanding untuk mengindikasikan kemungkinan dan
ketidakmungkinan
Contoh:
(a) It could be better.
(b) The situation could be worse.
(c) It couldn’t be any slower.
- Saran
Contoh:
(a) We could go to the restaurant next to the club.
(b) You could go home right now.
(c) They could give their reports to the manager.
- Keengganan/ketidakmauan
Contoh:
(a) I couldn’t leave my father here alone.
(b) We couldn’t let the problem go hang.
(c) I couldn’t go there without you.
Can, secara umum mengacu pada:
- Kritik
Contoh:
(a) She can be so boring.
(b) You can be really annoying, you know!
- Kemampuan
Contoh:
(a) She can write a poem well.
(b) The summer can be really so hot.
(c) I can do it by myself.

Must, secara umum mengacu pada:


- Keharusan
Contoh:
(a) The students must pass this examination.
(b) I must leave this room now.
(c) You must do your homework by yourself.
- Kepastian
Contoh:
(a) It must be our turn to perform the dance.
(b) That must be our stop.
(c) It must be yours.

May and Might, secara umum mengacu pada:


- Pengekspresian klausa although
Contoh:
(a) He may be your brother, but that is no excuse for blaming you like that.
(b) She may be our boss, but that is no excuse for shouting like that.
(c) She may be the servant, but it there is no excuse for treating her like that.
- Kemungkinan atau ketidakpastian
Contoh:
(a) The conference may find a solution to the problem.
(b) It might happen today.
(c) You may be not getting the best score that you want.
- Sebuah ekspresi idiomatik disertai try
Contoh:
(a) Although she tried hard, she could not pass the driving test.
(b) Try as she might, she couldn’t pass the driving test.
(c) Although I tried hard, I couldn’t pass the driving test.

Shall, secara umum mengacu pada:


- Semua orang untuk menekankan sesuatu yang pembicara rasa pasti terjadi atau ingin
terjadi.
Contoh:
(a) We shall win!
(b) I shall definitely give up smoking this year.
- Peraturan resmi
Contoh:
(a) No player shall move the ball piece of another player.
(b) Only staffs shall enter through this room.
(c) No person shall walk on through this way.

Will, secara umum mengacu pada:


- Asumsi/anggapan
Contoh:
(a) That will be for me.
(b) The phone will be for you.
(c) The money will be for us.
- Tujuan pembicara atau untuk melarang sesuatu
Contoh:
(a) You won’t it! (You will not it!)
(b) I will take my part anyway.
(c) We will take the money, so there!

Would, secara umum mengacu pada:


- Kebiasaan yang menjengkelkan
Contoh:
(a) Jim would get lost, wouldn’t he?! It’s typical of him.
(b) The show would be boring, wouldn’t it?!
(c) She won’t wouldn’t get here on time, wouldn’t will she?!
- Kalimat kondisional yang mengindikasikan kepastian
Contoh:
(a) If she asked me, I wouldn’t agree with her idea.
(b) Life wouldn’t be worth living without you if you weren’t there.
(c) Nobody would like it if we asked them.
- Penekanan sebuah tindakan tentatif/sementara
Contoh:
(a) I doubt whether she would know the answer.
(b) It’s unlikely that he would do something like that.

• Modal Past
Should have and Ought to have, secara umum mengacu pada:
- Ekspektasi/harapan
Contoh:
(a) The message I sent you, ought to have arrived by now.
(b) The message I sent you, should have arrived by now.
- Kritik terhadap suatu kejadian
Contoh:
(a) You shouldn’t have watched TV so much last night.
(b) You oughtn’t to have watched TV so much last night.
- Ekspresi rasa terima kasih yang sopan
Contoh:
(a) Oh, you really shouldn’t have done it.
(b) You’re so nice. You shouldn’t have done it for me.

Could have, secara umum mengacu pada:


- Kemungkinan/kemampuan atau ketidakpastian pada masa lampau
Contoh:
(a) Schumi could have won the race if he had tried.
(b) I suppose that it could have been Craig.
- Kata sifat pembanding (komparatif )
Contoh:
(a) I couldn’t have been happier in those days.
(b) We couldn’t have been better in that moment.
- Keengganan/ketidakmauan
Contoh:
(a) I couldn’t have left my sister alone.
(b) We couldn’t have given our dog to you.

Could, secara umum mengacu pada:


- Kemampuan (lampau)
Contoh:
(a) I could ride a bicycle when I was four.
(b) My brother could swim when he was five.
Might have, secara umum mengacu pada:
- Kemungkinan yang dulu tidak terjadi
Contoh:
(a) She might have drowned.
(b) You might have failed.
- Ketidakpastian
Contoh:
(a) They might not have received our message yet.
(b) She might not have listened to your voice yet.
- Ekspresi rasa jengkel atas seseorang yang gagal melakukan sesuatu
Contoh:
(a) I might have told you your trousers were split!
(b) You might have told me my score was so bad!

Must have and Can’t have, secara umum mengacu pada:


- Keyakinan terhadap kejadian pada masa lampau
Contoh:
(a) Someone must have stolen it.
(b) You can’t have lost it.
- Kalimat seru disertai surely
Contoh:
(a) Surely you can’t have finished all of it!
(b) Surely you must have noticed it!

Would not, secara umum mengacu pada:


- Keengganan/ketidakmauan (lampau)
Contoh:
(a) My nephew wouldn’t turn off the television.
(b) She wouldn’t give her cat to me.
(c) I wouldn’t help him anymore.

Would have, secara umum mengacu pada:


- Sebuah peristiwa yang dulu sebenarnya tidak terjadi
Contoh:
(a) I would have gone to Paris, but I didn’t have much time.
(b) I would have accepeted the job, but I didn’t want to move house.

3. Linking verb
Berbeda dengan auxiliary verb yang hanya berfungsi untuk membentuk kata kerja lain dalam
membangun sebuah kalimat, linking verb atau kata kerja penghubung merupakan kata kerja yang
berfungsi untuk menghubungkan subjek dengan dengan pelengkap. Kata kerja penghubung ini,
antara lain: feel, get, grow, look, remain, fall, appear, become, seem, smell. Lebih lengkapnya,
silakan baca Linking Verb dalam Grammar Bahasa Inggris.

4. Regular Verb dan Irregular Verb


Regular verb adalah kata kerja beraturan yang sudah baku dalam perubahannya. Sedangkan
irregular verb merupakan kata kerja tidak beraturan dalam perubahan kata kerjanya. Silakan lihat
daftar Irregular Verb (Daftar Kata Kerja Tidak Beraturan)yang sering dipakai dalam bahasa Inggris.

5. Perubahan kata kerja berdasarkan waktu (Tenses)


a. Simple Present
b. Present Progressive
c. Simple Past
d. Past Progressive
e. Present Perpect Simple
f. Present Perpect Progressive
g. Past Perpect Simple
h. Past Perpect Progressive
i. Future Simple
j. Near Future (Going To)
k. Future Progressive
l. Future Perpect
m. Future Perpect Progressive

Dari ketiga belas tenses ini, secara lengkapnya dijelaskan dalam artikel Perubahan Kata Kerja
Berdasarkan Waktu (Tenses).