Anda di halaman 1dari 9

6.2.14.

Dukun Beranak

1. Sejak kapan dan bagaimana memutuskan menjadi dukun beranak ?


Jawaban :
Terjemahan : Masih kecil, seumuran anak SMP mungkin. Dulu bapak saya
juga dukun beranak, selalu ikut, melihat, dan membantu bapak juga. Tapi
sebenarnya, itu secara naluriah muncul pada salah satu keturunan laki-laki
di keluarga kami.
2. Mengapa mau menjadi dukun beranak ?
Jawaban :
Terjemahan : Yaaa, mau tidak mau. Karena langsung saja bias begitu.
3. Apa saja bentuk pertolongan yang biasanya diminta oleh masyarakat
setempat kepada Ibu/Bapak ?
Jawaban :
Terjemahan : Yaaa banyak. Paling sering datang orang tuanya kalau
anaknya sakit. Sakit apa saja. Kadang orang yang tua-tua juga. Biasa juga
supaya cepat hamil, atau lagi hamil, menolong melahirkan, perawatan
habis melahirkan, perawatan bayi. Macam-macamlah pokoknya.hahaha…
4. Pada kondisi apa dan bagaimana biasanya masyarakat meminta
pertolongan kepada Ibu/ Bapak ?
Jawaban :
Terjemahan : Yaaaa, kalau sakit-sakit atau ada gangguannya.

5. Pada ibu hamil, pertolongan apa yang biasanya diminta oleh masyarakat ?
Jawaban :
Terjemahan : Diurut, didoakan intinya…
6. Apakah ada kegiatan adat atau ritual adat khusus bagi ibu hamil di wilayah
setempat ?
Jawaban :
Terjemahan : Tidak ada. Kadang dipanggil kalau ada yang membutuhkan
bantuan saja.
7. Pada pertolongan persalinan, apakah ada ritual adat yang harus dilakukan
Ibu/Bapak sebagai dukun beranak, baik sebelum dan atau setelah
pemberian pertolongan persalinan ?
Jawaban :
Terjemahan : Tidak ada. Kalau dipanggil, ya kita datang memberikan
pertolongan secepatnya. Kalau sudah selesai, ya kita pulang.
8. Apakah biasanya bekerja sama dengan ibu bidan ?
Jawaban :
Terjemahan : Iya kadang-kadang. Cuma, biasanya ibu bidan itu terlambat
datang, mungkin karena jauh dipanggilnya. Karena jalanan juga di sini
bias dilihat sendiri bagaimana kondisinya. Jadi kadang itu, ibu bidan sisa
menimbang dan memberikan suntikan saja. Kadang juga memotong tali
pusar. Tapi lebih sering saya sendiri yang potong tali pusarnya, karena
terlambat datang bidannya. Dari pada ditunggu lama-lama kan. Untuk
memotongnya, kadang pakai gunting, kadang silet, kadang pisau, yang
penting benda tajam. Kalau tidak ada itu, kadang pake bambu, kan ada
banyak tersedia di sekitar.
9. Bagaimana bentuk kerjasama yang selama ini dijalin dengan ibu bidan
dalam hal pemberian pertolongan persalinan?
Jawaban :
Terjemahan : Ya itu…kadang ibu bidan datang belakangan, jadi Cuma
memberikan suntikan dan menimbang bayinya.
10. Apakah ada kegiatan adat atau ritual adat khusus bagi ibu pada masa pasca
melahirkan atau anak yang telah dilahirkan?
Jawaban :
Terjemahan : Tidak ada.
11. Bagaimana bentuk ‘timbal balik’ yang selama ini diterima dari ‘bantuan’
yang diberikan kepada masyarakat setempat ?
Jawaban :
Terjemahan : Ya… Semampunya. Kadang diberikan uang, gula, seperti
kebutuhan harian di rumah. Itu pun kalau uang, ya semampunya orang
saja, saya tidak pernah mematok berapa harga yang harus dibayarkan atas
jasa yang saya berikan. Beda bila bidan yang memberikan bantuan. Jika
masyarakat memanggil bidan untuk membantu melahirkan di rumah, yang
dibayar sebesar 300.000 rupiah. Bisa gratis yang penting melahirkan di
Puskesdes. Makanya, orang disini lebih sering dan suka panggil saya saja
karena kan tidak mahal. Kalau cuma diberikan suntikan sama bidan saja,
berkurang harga yang harus dibayar dibandingkan pertolongan persalinan
secara menyeluruh. Sementara kalau melahirkan di Puskesdes itu, memang
gratis tapi banyak pertimbangan lainnya. Jaraknya jauh, susah kendaraan,
bagaimana itu yang melahirkan mau dibonceng begitu kan. Kalau
melahirkan di Puskesdes juga repot, karena kan nginap di sana, bawa
makanan, bawa baju, mencuci di sana, apalagi kalau ada anak, ikut semua,
kita juga terhambat aktivitas lainnya. Kurang praktis rasanya begitu.
12. Sesuai dengan tugas Ibu/Bapak yang dipercaya oleh masyarakat setempat
sebagai dukun beranak, bagaimana pendapat Ibu/ Bapak mengenai
program pemerintah seputar bidang kesehatan yang telah ada?
Jawaban :
Terjemahan : Yaaa… masih butuh banyak perhatikanlah begitu.
Utamanya, jalanan ini. Karena susah akses layanan kesehatan.
13. Apakah pernah diadakan pelatihan kerja sama dengan bidan ?
Jawaban :
Terjemahan : Pernah ada dulu satu kali. Kita semua nene sando
dikumpulkan di kota. Seperti kegiatan seminar begitu. Tapi Cuma itu satu
kali juga.
14. Apa bentuk program kesehatan yang sekiranya menurut Ibu/ Bapak
dibutuhkan oleh masyarakat setempat ?
Jawaban :
Terjemahan : Ya…banyaklah yang dibutuhkan. Apalagi variasi makanan
di sini kan terbatas. Yaaa…pemerintahlah yang lebih tau itu mungkin.
15. Bagaimana pola asuh anak masyarakat setempat ?
Jawaban :
Terjemahan : Biasa saja, kalau sudah besar-besar bias diajak ke kebun, ya
diikutkan saja. Supaya pintar juga. Seperti itu anak saya yang SMP, sudah
bias bantu-bantu di kebun, ternak sapi, macam-macam lah.
16. Bagaimana pola pemberian ASI eksklusif dan ASI bagi anak masyarakat
setempat ?
Jawaban :
Terjemahan : Ya berikan juga. Seperti ini isteri saya. Kan ini anak saya
yang paling bungsu. Umurnya itu sekitar 6 bulanlah. Sudah diajar-ajar
makan makanan rumahan, sekitar 3 minggu ini. Kadang minum teh, diberi
makan bubur yang lembek yang diberi air sayur. Ya, apa saja yang
dimasak ibunya.
17. Bagaimana pola pemberian makanan tambahan bagi anak masyarakat
setempat ?
Jawaban :
Terjemahan : Kan kita sendiri dari orang tua yang lihat apa anaknya sudah
bias diberikan makanan tambahan atau belum. Kalo menurut kita sudah
bias, ya diberikan juga. Makanannya itu sesuai dengan yang tersedia pada
hari itu, tergantung yang ada dan dimasak sama ibu.

6.2.15. Stake Holder (Bidan Desa)

1. Sesuai dengan tugas kerja yang Ibu emban pada saat ini, bagaimana
pendapat Ibu mengenai program kesehatan yang ada, khususnya
program pencegahan dan penanggulangan stunting?
Jawaban :
Terjemahan : Kalau pencegahan dan penanggulangan yang khusus
stunting, tidak ada, tidak pernah juga ada. Yang ada itu, yang seperti
biasa saja, seperti pemberian PMT bagi ibu hamil, pembagian tablet Fe
bagi ibu hamil, pemberian vitamin, imunisasi sampai 5 tahun,
eeee….penyuluhan kesehatan juga. Kadang-kadang penyuluhnya itu
langsung dari kabupaten supaya sekalian kunjungan langsung untuk
melihat kondisi lapangan asli toh.
2. Sepengetahuan Ibu, bagaimana proses pelaksanaan program kesehatan
yang ada, khususnya program pencegahan dan penanggulangan
stunting?
Jawaban :
Terjemahan : Saya kan di sini sudah 11 tahun. Dulu itu, waktu 4 tahun
pertama saya di sini, yang berjalan itu cuma program penyuluhan, itu
pun susahnya minta ampun untuk kumpulkan masyarakat, kita yang
musti mencari waktu yang tepat untuk melakukan penyuluhan.
Selebihnya, tidak ada yang bias berjalan karena mereka belum terbuka
dengan kehadirannya kita.
3. Terkait dengan pelaksanaan program kesehatan yang ada, khususnya
program pencegahan dan penanggulangan stunting, apa saja tantangan
yang ditemui pada saat program dilaksanakan ?
Jawaban :
Terjemahan : Tantangannya itu, masih pada kesadarannya orang di
sini. Kadang misalnya diingatkan akan ada posyandu, tapi mereka
masih kurang perhatian. Kalau ditanya, kenapa tidak datang, mereka
biasa bilang sibuk pergi di kebun, hujanki becek jalanan, biasa juga
ada yang bilang malas karena jauh.
4. Secara khusus, sejauh mana keterlibatan Ibu dalam program tersebut ?
a. Bagaimana proses awal Ibu ikut serta terlibat dalam membantu
jalannya program ?
Jawaban :
Terjemahan : Kan sudah otomatis ini kita ikut serta, karena di sini
tidak ada dokter. Cuma kita-kita ini yang menjadi ujung tombak.
b. Sudah berapa lama Ibu terlibat dalam program tersebut ?
Jawaban :
Terjemahan : Nanti tahun ke lima itu, sekitar 6 tahun lalu baru bias,
karena baru terbuka orang di sini.
c. Alasan terlibat dalam program tersebut ?
Jawaban :
Terjemahan : Ya, karena itu kan sudah termasuk tugas saya, jadi ya
harus terlibat.
d. Kegiatan apa yang aktif Ibu lakukan dalam mendukung kesuksesan
program yang ada ?
Jawaban :
Terjemahan : Yang paling aktif itu, ya penyuluhan. Karena setiap
bulan diadakan.
e. Apakah hasil pemantauan selama ini terkait dengan program yang
telah dijalankan ?
Jawaban :
Terjemahan : Dulu itu, pernah di sini rendah timbangan berat
badannya anak-anak. Nanti beberapa tahun belakangan ini, baru
bagus timbangannya anak-anak di sini. Kalo tinggi badannya itu,
tidak pernah ada masalah. Yang penting itu ya masalah berat badan
anak, karena bahaya kurang gizi.
5. Apakah selama ini ada koordinasi antara petugas kesehatan dan dukun
beranak setempat ?
Jawaban :
Terjemahan : Ada. Dulu malah pernah semua dukun di sini itu
dipanggil ke acara seminar di katingkat kabupaten. Diberikan
penjelasan tentang kemitraan dukun dan petugas kesehatan. Supaya
kita tetap selaras dalam menjalankan tugas masing-masing. Kan
masyarakat di kampong kan lebih percaya dengan dukun,
dibandingkan dengan petugas kesehatan. Makanya, diadakan itu
kemitraan supaya bagus pendekatannya ke masyarakat.
6. Bagaimana sistem pelaksanaan program?
a. Siapa saja yang terlibat langsung ?
Jawaban :
Terjemahan : Saya, ada juga anggotaku di sini 3 orang.
b. Bagaimana alur tahapan pelaksanaannya ?
Jawaban :
Terjemahan : Tidak ada kok tahapannya, karena kan ini sudah di
level masayarakat langsung, jadi langsung dilaksanakan saja,
seperti pemberian penyuluhan ke masyarakat langsung, pemberian
tablet Fe, pemberian PMT, imunisasi, dan sebagainya.
c. Sejak kapan dilaksanakan ?
Jawaban :
Terjemahan : Nanti itu sekitar 6 tahun lalu baru mulai berjalan baik
semua program kesehatan yang ada. Semakin lama, semakin baik
penerimaannya masyarakat sini.
d. Apa saja program kegiatannya ?
Jawaban :
Terjemahan : Yaaaa itu…. Penyuluhan kesehatan, pemberian tablet
Fe, pemberian PMT, imunisasi, dan penimbangan.
7. Menurut Ibu, apa saja kendala yang dapat mempengaruhi kelancaran
jalannya program dan keberhasilan program yang ada sesuai dengan
wilayah kerja Ibu ?

Jawaban :
Terjemahan : Yang paling utama itu…kesadarannya masayarakat itu.
Kalau Anda menanyakan ke mereka itu, mungkin bagus-bagus
jawabannya karena sudah sering terima penyuluhan. Tapi sebenarnya,
masih sangat kurang kesadarnnya. Utamanya yang jauh-jauh
rumahnya. Kan bias dilihat sendiri, dirasakan sendiri bagaimana
susahnya mencapai Puskesdes ini. Selain itu, aktivitas berkebun juga
kadang jadi alas an utamanya masyarakat. Karena kan pagi-pagi ke
kebun, malam baru kembali ke rumah. Begitu setiap hari. Jadi,
yaaa…kalau memang bukan kesadaran, masih susah diubah
masyarakat sini. Kecuali sakit, nah itu baru. Kadang sebelum ke kebun
mereka ke sini. Atau pulang dari kebun, biar pun malam, mereka ke
sini. Makanya, kita disini itu buka sampai malam.
8. Menurut Ibu, bagaimana penerimaan masyarakat setempat dengan
program ada ?
Jawaban :
Terjemahan : Yang paling mudah diterima itu, yang ada produknya.
Seperti kalau diinformasikan aka nada pembagian PMT, pembagian
susu, ada imunisasi, yang seperti itu saja.
9. Menurut Ibu, apa saja faktor yang mendukung pelaksanaan program
program kesehatan yang ada, khususnya program pencegahan dan
penanggulangan stunting ?
Jawaban :
Terjemahan : Sekarang kan, jalan sudah ada diperbaiki, meskipun
masih jauh dari kata bagus, tapi sudah mendingan.
10. Menurut Ibu, apa kelemahan program program pencegahan dan
penanggulangan stunting yang ada saat ini dan bagaimana cara
memperbaikinya ?
Jawaban :
Terjemahan : Ya itu…masalah akses jalan…angkutan umum…supaya
masyarakat juga mudah mengakses pelayanan kesehatan.

6.2.16. Tokoh Masyarakat

1. Apakah Ibu/ Bapak pernah mendengar istilah stunting atau pendek ?


Jawaban :
Terjemahan : hahaahhh, apa itu dimaksud ??? Tidak pernah.
2. Apakah Ibu/ Bapak tahu penyebab dari stunting atau pendek ?
Jawaban :
Terjemahan : oooo. pendek … ya keturunan mungkin…biasa itu pendek
bapaknya, mamanya, pendek juga anaknya.
3. Apakah dampak stunting atau pendek bagi kesehatan ?
Jawaban :
Terjemahan : Dampaknya…tidak ada sepertinya. Kecuali itu yang pendek
sekali karena susah bergerak kan.
4. Apa kegiatan mayoritas dan profesi masyarakat setempat ?
Jawaban :
Terjemahan : Bertani, dari dulu bertani…berkebun. Itu saja.
5. Bagaimana akses yankes di wilayah ini menurut Ibu/ Bapak ?
Jawaban :
Terjemahan : Itu Puskesdes jauh, jalannya juga jelek. Belum lagi kalau
musim hujan, susah sekali buat didatangi. Jadi ya begitu…hahaha…
6. Menurut Ibu/Bapak, masyarakat lebih memilih melahirkan ditolong oleh
tenaga kesehatan atau dukun beranak ? Kira-kira mengapa ?
Jawaban :
Terjemahan :Masih percaya sama dukun. Karena kan sudah dilihat juga
kemampuannya, alhamdulillah mujarab juga. Kan juga tidak mahal,
semampunya orang saja. Terus, kan dukun tinggal di dekat sini, jadi kalo
kita butuh, bias cepat begitu.
7. Apa peran dukun beranak di wilayah setempat ?
Jawaban :
Terjemahan : Dimintai pertolongan kalo ada anggota keluarga yang sakit,
kalo ada yang hamil, melahirkan, begitu-begitulah….
8. Bagaimana pandangan Ibu/ Bapak terkait dengan dukun beranak yang ada
di wilayah setempat ?
Jawaban :
Terjemahan : Bagus. Karena sangat membantu kita yang ada di sini.
Bagian kita juga di sini kan, jadi sangat bersahabat dengan kita. Sangat
mengerti dengan keadaan orang di sini.
9. Apa saja program kesehatan yang ada di wilayah Ibu/ Bapak ?
Jawaban :
Terjemahan : Biasanya itu sepertinya, yang untuk ibu hamil dan anak-anak
10. Bagaimana pendapat Ibu/ Bapak terkait program kesehatan yang
dijalankan oleh pemerintah ?
Jawaban :
Terjemahan : Kurang tau juga itu, karena kan kita tidak terlibat begitu,
hahaha…
11. Untuk makanan sehari-hari, sumber pangan yang dikonsumsi merupakan
hasil hasil produksi sendiri atau dibeli oleh masyarakat?
Jawaban :
Terjemahan : Beras kan hasilnya kita sendiri. Kopi juga begitu. Ada juga
beberapa orang di sini yang pelihara ikan, jadi kadang itu juga.
Selebihnya, kita beli yang di warung-warung, atau yang dibawa oleh
pedagang keliling.
12. Dimanakah tempat untuk membeli bahan pangan ?
Jawaban :
Terjemahan : Yaaa, kadang ada yang stok di warung-warung itu. Atau
pedagang keliling yang masuk setiap hari, apalagi seperti ikan, sayur, tahu,
tempe, macam-macamlah.
13. Mengapa bahan pangan tersebut dibeli ?
Jawaban :
Terjemahan : Kan tidak ada kita produksi di sini. Jadi butuh dari luar.
14. Apakah ada makanan atau bahan pangan yang berbasis lokal ?
Jawaban :
Terjemahan : Wah, banyak itu. Seperti sayur burak yang dari batang
pisang, itu kadang kalau ada acara-acara baru di makan. Ada juga sayur
Malaysia, yang mirip sayur kelor, tapi lebih besar-besar daunnya. Ada juga
siput sawah, bagus itu untuk nafsu makan anak. Ada juga itu beras merah
…….. tapi cuma di tanam di desa sebelah, dulu pernah juga di tanam di
sini, tapi tidak bagus hasilnya, jadi berhenti ditanam. Apalagi yaaa…
Cuma itu sepertinya.
15. Seberapa besar peran hasil pertanian dalam pemenuhan kebutuhan tingkat
rumah tangga masyarakat ?
Jawaban :
Terjemahan : Kalau hasil padi itu, sampai satu tahun alhamdulillah,
sampai panen berikutnya. Kan di sini, Cuma satu kali setahun baru panen
padinya. Kopi juga begitu. Kalo cengkeh, selalu dijual saja, uangnya itu
yang dipakai beli macam-macam…
16. Seberapa besar peran hasil pertanian deri segi ekonomi ?
Jawaban :
Terjemahan : Yah, kan bisa dilihat juga. Semua masyarakat di sini kan
petani. Pekerjaaannya ya ke kebun, ke sawah. Ya hasil itu juga yang kita
pakai untuk sehari-hari, beli baju, kasi sekolah anak-anak.
17. Apa hasil alam yang paling banyak diproduksi oleh masyarakat ?
Jawaban :
Terjemahan : Ya padi, kopi, cengkeh, kalau cengkeh kurang hasil, tanam
jagung juga.

Tabe, tolong qt tambahkan kalau ada info penting dan tidak ku cantumkan…

Tingkyu…