Anda di halaman 1dari 2

Nama : Adelia Noviati

NIM : 1808015170

Tugas : Ilmu Negara

Kelas : D

1. UU No. 9 Tahun 1998 Tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat Di Muka


Umum.
Pasal I Butir I yang berbunyi , “kemerdekaan menyampaikan pendapat adalah hak setiap
warga negara untuk menyampaikan pikiran dengan lisan, tulisan, dan sebagainya secara
bebas dan bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
yang berlaku”.
Analisis :
Seperti kita ketahui, bahwa fungsi hukum adalah untuk mengatur hubungan antar
manusia yang satu dengan manusia lainnya dan hubungan antara manusia dan negara
agar segala sesuatunya berjalan dengan tertib. Oleh sebab itu, tujuan hukum adalah untuk
mencapai kedamaian dengan mewujudkan kepastian hukum dan keadilan ddalam
masyarakat. Selain itu, hukum mengatur kepentingan-kepentingan warga masyarakat dan
hukum ditetapkan untuk suatu peristiwa yang terjadi di masa sekarang atau di masa yang
akan datang, maka pelaksanaanya harus dijalankan dengan tegas sesuai dengan ketetapan
yang ada di dalam undang-undang untuk mencapai kepastian hukum dan ketertiban di
dalam masyarakat.
Sesuai dengan UU No. 9 Tahun 1998 masyarakat mampu menggunakan haknya
untuk melakukan demonstrasi. Demonstarasi yang dimaksud adalah penolakan, kritik,
ketidak berpihakan, dan menyampaikan hal-hal yang dianggap sebuah penyimpangan.
Dalam artian, secara bahasa demonstrasi tidak sempit, seperti berteriak-teriak, membakar
ban, merusak pagar, dsb. Demonstrasi merupakan salah satu bagian dari kehidupan
demokrasi di suatu negara karena demonstrasi merupakan salah satu cara untuk
mengungkapkan pendapat di muka umum.
Tetapi aksi demonstrasi yang mulai marak belakangan initerkadang disertai dengan
tindakan yang tidak bertanggung jawab yaitu dengan melakukan pengerusakan fasilitas
umum yang tentunya bertentangan dengan UU No. 9 Tahun 1998.

2. Perda Provinsi Jawa Barat No. 3 Tahun 2008 Tentang Pencegahan Dan
Penanganan Korban Perdagangan Orang Di Jawa Barat.
Pasal 1 Butir 8 yang berbunyi, “Perdagangan orang adalah tindakan perekrutan,
pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan atau penerimaan seseorang
dengan ancaman kekerasan, penggunaan kekerasan, penculikan, penyekapan, pemalsuan,
penipuan, penyalah gunaan kekuasaan atau posisi rentan, penjeratan utang atau memberi
bayaran atau manfaat, sehingga memperoleh persetujuan dari orang yang memegang
kendali atas orang lain tersebut, baik yang dilakukan di dalam negara maupun antar
negara, untuk tujuan eksploitasi atau mengakibatkan orang tereksploitasi.
Analisis :
Indonesia merupakan negara yang menjadi negara asal pedagangan orang ke luar
negeri.Perdagangan orang merupakan bentuk perbudakan secara modern, terjadi dalam
tingkat nasional maupun internasional. Dengan berkembangnya teknologi informasi,
komunikasi dan transformasi, modus kejahatan perdagangan manusia semakin canggih.
Setiap korban perdagangan orang berhak mendapat bantuan hukum berdasarkan
ketentuan peraturan perundang-undangan seperti pada perda Jawa Barat No. 3 Tahun
2008. Ha katas korban perdagangan orang meliputi memperoleh rehabilitasi baik fisik
maupun psikis akibat perdagangan dan berhak diintegrasikan atau dikembalikan kepada
lingkungan keluarga, masyarakat, dan lembaga pendidikan bagi yang masih berstatus
pelajar.