Anda di halaman 1dari 2

PENYAKIT CACING TAMBANG

No. Dokumen : DTSPO

No. Revisi :
DAFTAR
TILIK Tanggal Terbit :

Halaman : 1 dari 2
PUSKESMAS
TEGALREJO dr. Prie Aka Mahdayanti
KOTA NIP.197306222006042012
YOGYAKARTA

No Kegiatan Ya Tidak Tidak


berlaku
1. Apakah petugas melakukan anamnesis terhadap pasien
(Subjective)?
Pada infestasi ringan cacing tambang umumnya belum
menimbulkan gejala, namun bila infestasi tersebut sudah berlanjut
sehingga menimbulkan banyak kehilangan darah, maka akan
menimbulkan gejala seperti pucat dan lemas.
2. Apakah petugas melakukan cuci tangan sebelum memeriksa
pasien?
3. Apakah petugas melakukan pemeriksaan fisik dan penunjang
sederhana (Objective)?
Gejala dan tanda klinis infestasi cacing tambang bergantung pada
jenis spesies cacing, jumlah cacing, dan keadaan gizi penderita.
Pemeriksaan Fisik
1. Konjungtiva pucat
2. Perubahan pada kulit (telapak kaki) bila banyak larva yang
menembus kulit, disebut sebagai ground itch.
Petugas melakukan pemeriksaan penunjang penyakit cacing
tambang. Pemeriksaan mikroskopik pada tinja segar ditemukan
telur dan atau larva.
4. Apakah petugas melakukan penegakan diagnosis (Assessment)?
No. ICD X : B76.0 Ankylostomiasis
B76.1 Necatoriasis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik.
5. Apakah petugas memperkirakan komplikasi?
Anemia, jika menimbulkan perdarahan
6. Apakah petugas menyusun rencana penatalaksanaan komprehensif
(Plan)?
Terapi
a. Memberi pengetahuan kepada masyarakat akan
pentingnya kebersihan diri dan lingkungan, antara lain:
1) Masing-masing keluarga memiliki jamban keluarga.
2) Tidak menggunakan tinja sebagai pupuk
3) Menggunakan alas kaki, terutama saat berkontak
dengan tanah.
b. Farmakologis
1) Pemberian pirantel pamoat selama 3 hari, atau
2) Mebendazole 500 mg dosis tunggal atau 100 mg, 2x
sehari, selama 3 hari, atau
3) Albendazole 400 mg, dosis tunggal, tidak diberikan
pada wanita hamil.
4) Sulfasferosus

7. Apakah petugas memberikan konseling dan edukasi?


a. Sebaiknya masing-masing keluarga memiliki jamban
keluarga. Sehingga kotoran manusia tidak menimbulkan
pencemaran pada tanah di sekitar lingkungan tempat tinggal
kita.
b. Tidak menggunakan tinja sebagai pupuk.
c. Menghindari kontak dengan tanah yang tercemar oleh tinja
manusia.
d. Menggunakan sarung tangan jika ingin mengelola
limbah/sampah.
e. Mencuci tangan sebelum dan setelah melakukkan aktifitas
dengan menggunakan sabun.
f. Menggunakan alas kaki saat berkontak dengan tanah.
g. Kondisi rumah dan lingkungan dijaga agar tetap bersih dan
tidak lembab.

8. Apakah petugas menetapkan kriteria rujukan?


9. Apakah petugas menentukan prognosis?
Penyakit ini umumnya memiliki prognosis bonam, jarang
menimbulkan kondisi klinis yang berat, kecuali terjadi perdarahan
dalam waktu yang lama sehingga terjadi anemia.
10. Apakah petugas mencuci tangan setelah memeriksa pasien?
CR = [ Ya / ( Ya + Tidak ) ] x 100 % = %