Anda di halaman 1dari 85

Laporan Pertanggungjawaban

Pengurus Pusat PMI


Periode 2009 -2014
Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 2

Daftar Isi
Pengantar Ketua Umum PMI ............................................................................................................ i

Daftar Isi ............................................................................................ ii

Pendahuluan ........................................................................................ 1

Kinerja Pengurus Pusat 2009 - 2014 ............................................................. 3

A. Pencapaian Program Prioritas ........................................................... 3

1. Peningkatan Pelayanan Donor Darah Sukarela .................................... 3

2. Memperkuat Pelayanan dalam Penanggulangan Bencana ........................ 7

3. Meningkatkan Tindakan Preventive dalam Pelayanan PMI dan Pelayanan Sosial


Kemanusiaan lainnya ............................................................... 10

B. Pencapaian Program Secara Umum .................................................... 12

1. Peningkatan Fungsi Organisasi PMI di Pusat, Propinsi, Kabupaten/Kota ...... 12

a. Penguatan Kelembagaan ......................................................... 12

b. Peningkatan Fungsi, Kualitas dan Kuantitas SDM ............................. 20

c. Peningkatan Kapasitas PMI di semua Tingkatan dalam Mengelola


Infrastruktur Material Dasar untuk Mendukung Kegiatan Operasional dan
Pelayanan .......................................................................... 31

2. Peningkatan Ketahanan Masyarakat terhadap Risiko dan Dampak Bencana


serta Penyakit ......................................................................... 34

a. Peningkatan Kapasitas dan Kualitas Pelayanan Bencana PMI................ 34

b. Peningkatan Upaya Pengurangan Risiko Berbasis Masyarakat .............. 38

c. Pemulihan Hubungan Keluarga .................................................. 39

d. Peningkatan Mutu dan Jangkauan Pelayanan Sosial kepada Masyarakat . 41

e. Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit (RS) PMI Bogor............................ 41

3. Peningkatan Kemandirian PMI ...................................................... 45


a. Peningkatan Kemitraan Strategis melalui Upaya Kehumasan dan PSD ..... 45

b. Penggalangan Dana ............................................................... 48

c. Pengembangan Unit Usaha ....................................................... 48

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 2

d. Peningkatan Kepercayaan Mitra dan Masyarakat ............................. 48

4. Peningkatan Peran Serta PMI di Tingkat Internasional .......................... 51


Penutup ............................................................................................ 53
Lampiran .......................................................................................... 53
1. Daftar Nota Kesepahaman (Mou) Dan Perjanjian Kerjasama (PKS) Palang
Merah Indonesia Tahun 2010 – 2014 ............................................... 45

2. Daftar Kerjasama Pmi Dengan Mitra Gerakan Palang Merah Dan Bulan
Sabit Merah Internasional Tahun 2010 - 2014 ................................... 45

3. Daftar Donatur Palang Merah Indonesia ....................................... 45

4. Grafik .............................................................................. 45

5. Foto ................................................................................ 45

6. Tabel .............................................................................. 45

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 3

DAFTAR GRAFIK

Grafik 1 : Prosentase Perbandingan Donor Darah Sukarela (DDS) dan Donor Darah pengganti
(DDP) tahun 2009 – 2014
Grafik 2: Prosentase Pelaksanaan Musyawarah Propinsi sesuai Masa Bakti Tahun 2010-2014
Grafik 3: Jumlah kegiatan Musyawarah Kabupaten/Kota Tahun 2010 – 2014
Grafik 4: Pelatihan Kepalangmerahan dan Pertolongan Pertama bagi Jurnalis
Grafik 5: Data Relawan dalam Tahun
Grafik 6: Jumlah Pelaksanaan Pelatihan PMI Pusat dan Pelatihan di PMI Provinsi
Grafik 7: Jumlah Staf PMI Pusat memperoleh Pelatihan
Grafik 8: Jenis Diklat yang diselenggarakan PMI Pusat
Grafik 9: Penugasan Pelatih PMI Provinsi dan PMI Pusat dalam Pelatihan
Grafik 10: Jumlah Pos Pertolongan Pertama
Grafik 11: Jenis Kegiatan Pengurangan Risiko Bencana di 18 PMI Provinsi
Grafik 12: Aktifitas RFL 2009 – 2014
Grafik 13: Jumlah Ambulans PMI
Grafik 14: Peningkatan Pendidikan Karyawan RS PMI Bogor Tahun 2009-2014
Grafik 15: Rekapitulasi Kunjungan Poliklinik Reguler Tahun 2009 – 2014
Grafik 16: Pelayanan Poliklinik Afiat Tahun 2009 – 2014*
Grafik 17: Tingkat Hunian Rata-Rata per-tahun, tahun 2009 – 2014*
Grafik 18: Durasi dan Jumlah Kerjasama antara PMI dengan Mitra Gerakan Palang Merah dan
Bulan Sabit Merah Internasional
Grafik 19: Perbandingan Kerjasama PMI dengan Mitra Gerakan - PMI dengan Perusahaan
Grafik 20: Jumlah Donatur yang memberikan dukungan kepada PMI Tahun 2010-Oktober
2014
Grafik 21: Jumlah Like Fanpage Palang Merah Indonesia (2009-2014)
Grafik 22: Jumlah Followers @palangmerah (Januari-Oktober 2014)
Grafik 23 : Jumlah Berita Mengenai PMI di Media Massa
Grafik 24: Tema Berita Mengenai PMI di Media Massa, Tahun 2010 – 2014

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 4

DAFTAR FOTO:

Foto 1: Gerai Donor Darah


Foto 2: Pengambilan Darah di Mobil Unit Donor Darah
Foto 3: Mobil Unit Donor Darah
Foto 4: Penyematan Satyalencana Kebaktian Sosial oleh Presiden RI
Foto 5: Distribusi Air Bersih
Foto 6: Distribusi Bantuan di Myanmar
Foto 7: Evakuasi menggunakan Transportasi Udara
Foto 8: Relawan PMI Peduli Lingkungan
Foto 9: PMI membantu Generasi Sekolah
Foto 10: Kampanye Road Safety
Foto 11: Berbagai Media Kampanye
Foto 12: Pelantikan Pengurus PMI Provinsi Jawa Barat
Foto 13: Advokasi di DPR untuk RUU Kepalangmerahan
Foto 14: Gerakan Relawan PMI
Foto 15: Mengenali Risiko di Lingkungan Belajar
Foto 16: Cinta Lingkungan sejak Dini
Foto 17: Keterampilan Tim Satgana melalui Pelatihan
Foto 18: Sekolah Sehat Indonesia
Foto 19: Aksi Relawan PMI
Foto 20: Bentuk Perhatian merupakan Salah Satu Motivasi bagi Relawan
Foto 21: Prestasi Internasional Generasi Muda PMI
Foto 22: Kegiatan di Perkemahan Temu Karya Nasional
Foto 23: Bersama Youth Red Cross Negara lain
Foto 24: Penghargaan Masa Bakti
Foto 25: Armada PMI
Foto 26: Gudang Regional di Banjarbaru
Foto 27: Aplikasi PMI
Foto 28: Gedung F
Foto 29: Ruang ICU
Foto 30: Penghargaan dari BPJS
Foto 31: Bentuk Kepercayaan Perusahaan BUMN kepada PMI
Foto 32: Donasi sebagai Bentuk Kepercayaan Masyarakat kepada PMI
Foto 33: Bantuan Uang untuk Kegiatan PMI
Foto 34: Pusat Air dan Sanitasi PMI menjadi Tuan Rumah RDRT Watsan Training

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 5

DAFTAR TABEL

Tabel 1: Data Kejadian Bencana yang dilaporkan Tahun 2010 – 2014


Tabel 2: Penyelenggaraan Mukernas PMI Tahun 2010 – 2014
Tabel 3: Pengeluaran Barang Bantuan Standard Tahun 2010-2014
Tabel 4: Jumlah Masyarakat Penerima Manfaat Program
Tabel 5: Kegiatan KPPBM di Masyarakat
Tabel 6: Perkembangan Jumlah Perjanjian Kerjasama PMI dengan Pemerintah dan Swasta
Tabel 7: Tabel Pengunjung Laman PMI tahun 2012 – 2014
Tabel 8: Publikasi Berita Tentang PMI di Media Massa tahun 2010 – 2014
Tabel 9: Partisipasi PMI di Tingkat Internasional Tahun 2010 -2014

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 6

I. Pendahuluan
Laporan ini merupakan rangkuman upaya-upaya yang dilakukan dalam kurun waktu
2009 – 2014 untuk mencapai PMI yang profesional, tanggap dan dicintai masyarakat.
Tujuan dari penyusunan laporan ini adalah untuk memberikan pertanggung jawaban
dari berbagai aktifitas yang telah dilaksanakan. Tantangan dan kompleksitas yang
dihadapi dalam mengemban misi kemanusiaan semakin berat. Oleh karena itu PMI
telah menetapkan beberapa program prioritas yang bertujuan untuk memberikan
bantuan dan layanan kemanusiaan secara cepat dan tepat kepada yang membutuhkan.
Program prioritas tersebut adalah :

1. Peningkatan pelayanan donor darah sukarela


2. Memperkuat pelayanan penanggulangan bencana
3. Meningkatkan tindakan preventif dalam pelayanan PMI dan pelayanan sosial
kemanusiaan lainnya.

Program prioritas telah memberikan fokus utama peningkatan kapasitas dan kualitas
pelayanan yang dilakukan oleh PMI. Pada bidang pelayanan donor darah sukarela
terjadi peningkatan jumlah donor darah sukarela sehingga prosentase kebutuhan donor
pengganti pada tahun 2014 hanya 10%. Hal ini tercapai karena berbagai inovasi dan
perbaikan yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan UDD PMI dan
sekaligus tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menjadi donor sukarela. Inovasi
seperti pembukaan gerai donor di pusat perbelanjaan, bus donor darah, dan
pengembangan aplikasi mobile telah mendukung pencapaian tersebut.

Pada bidang penanggulangan bencana, kebijakan 6 jam sampai telah menjadi kerangka
utama dalam melakukan aktifitas kesiapsiagaan, tanggap darurat dan pemulihan yang
dilaksanakan PMI. Lebih dari 8 juta orang dalam 875 operasi bencana telah
mendapatkan bantuan dari PMI dalam bentuk bantuan berupa barang maupun bantuan
non barang. PMI juga berperan lebih aktif dalam upaya penanganan bencana di tingkat
internasional seperti banjir Bangkok, topan Bopha, konflik di Myanmar, tsunami
Jepang dan topan Haiyan di Philipina.

Gerakan peduli kebersihan lingkungan, promosi pemberian kacamata, operasi katarak


gratis, dan promosi keselamatan jalan raya merupakan aktifitas-aktifitas yang
dilaksanakan sebagai penerjemahan program prioritas yang ketiga. PMI tidak hanya
fokus pada pelayanan yang berkaitan dengan kebencanaan akan tetapi lebih jauh
kepedulian pada isu kemanusiaan diluar kebencanaan.

Selain program prioritas tersebut PMI juga tetap melaksanakan program reguler yang
bertujuan baik untuk meningkatkan kapasitas organisasi maupun pelayanan PMI.
Penyusunan dan penentuan program-program reguler tersebut dilaksanakan dengan
mekanisme rapat-rapat bidang dan musyawarah kerja nasional. Penguatan kapasitas
organisasi, relawan, alat-alat utama penanggulangan bencana dan kesehatan
dilaksanakan secara simultan dengan pelaksanaan program prioritas.

Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan prioritas dan reguler tersebut diperlukan


kapasitas organisasi yang kuat guna memastikan efektifitas dan efisiensi dapat

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 7

tercapai. Penguatan kapasitas diawali dengan penataan aturan dasar organisasi,


seperti Peraturan Organisasi (PO), Petunjuk Pelaksanaan, Petunjuk Teknis dan
beberapa SOP teknis dalam mendukung kegiatan pelayanan PMI telah disusun. Selain
itu juga dilaksanakan program pendampingan di beberapa Provinsi dan
Kabupaten/Kota untuk meningkatkan fungsi organisasi.

Penguatan kapasitas organisasi lainnya dilaksanakan untuk memperkuat kesiapsiagaan


menghadapi bencana atau keadaan darurat lainnya. Desentralisasi dan regionalisasi
sumber daya tanggap darurat dengan pembangunan 6 pusat penanggulangan bencana
wilayah. Alat-alat utama penanganan bencana dilengkapi untuk mencapai tujuan 6 jam
sampai di lokasi bencana. Penguatan armada seperti tangki air, haglun, dan helikopter
juga mendukung kecepatan PMI dalam menjangkau wilayah terdampak bencana.

Dalam periode 2009-2014 telah dilaksanakan inisiasi untuk melaksanakan integrasi


program kesiapsiagaan dan pengurangan risiko antara penanggulangan bencana dan
kesehatan. Berbagai aktifitas untuk meningkatkan kapasitas masyarakat sebagai first
responder maupun sukarelawan PMI yang terampil dan terlatih dilaksanakan secara
intensif dan ekstensif.

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 8

II. Kinerja Pengurus Pusat 2009 - 2014


A. PENCAPAIAN PROGRAM PRORITAS

1. PENINGKATAN PELAYANAN DONOR DARAH SUKARELA

Penyediaan darah yang sehat dan berkualitas pada dasarnya merupakan


tanggungjawab pemerintah. PMI sebagai satu-satunya organisasi
kepalangmerahan mendapatkan tugas untuk turut serta membantu
pemerintah dalah hal penyediaan darah yang aman berkualitas, mudah
diakses dan sesuai kebutuhan masyarakat melalui Peraturan Pemerintah
Nomor 18 Tahun 1980 tentang Transfusi Darah yang telah diperbaharui dengan
Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2011 tentang Pelayanan Darah.

Dalam hal pelayanan darah PMI menfokuskan kegiatannya pada :


a. Peningkatan Kualitas Unit Donor Darah PMI
1) Peningkatan Manajemen UDD
Unit Donor Darah (UDD) PMI sampai dengan saat ini berjumlah 211
yang tersebar di 210 Kabupaten/kota dari 33 Propinsi di Indonesia,
dan hal ini sudah dapat memenuhi 80 persen kebutuhan darah secara
nasional di ± 520 Kabupaten/Kota yang ada saat ini. Peningkatan
sistem layanan dan manajemen terus dilakukan antara lain :
• Penerbitan statuta UDD PMI sebagai acuan pengelolaan UDD PMI
di semua tingkatan.
• Melakukan standarisasi pelayanan darah dan melaksanakan
manajemen kualitas UDD PMI.
• Membantuk tim nasional pengelolaan darah PMI yang menetapkan
kebijakan dan pengawasan pengelolaan darah PMI.
• Penggolongan Tipe UDD PMI untuk memudahkan pembinaan UDD
di daerah. Saat ini tercatat dari 211 UDD PMI, 12 UDD sudah
termasuk dalam UDD Tipe A.
• Pembinaan secara berkala kepada UDD Propinsi/Kabupaten/Kota.
• Pengembangan sistem pelaporan, monitoring dan evaluasi dengan
menggembangkan Sistem Informasi Manajemen Unit Donor Darah
atau lebih dikenal dengan SIMUDDA. Pengembangan sistem ini
dalam rangka meningkatkan komuninasi dan pelaporan dari
daerah ke Pusat.

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 9

2) Peningkatan Sarana dan Prasarana UDD


• Pembenahan sarana dan prasarana laboratorium UDD PMI secara
bertahap dalam rangka standarisasi pelayanan darah yang
dilakukan oleh UDD PMI.
• Pendirian Gedung Diklat UDD Pusat PMI sebagai sarana
sentralisasi pembinaan dan peningkatan SDM PMI di bidang
pelayanan darah.

3) Peningkatan SDM PMI di bidang pelayanan darah


• Secara rutin melaksanakan pelatihan kepada petugas teknis
dibidang pelayanan darah.
• Pengurusan peningkatan penyelenggaraan D1 Pendidikan
Teknologi Transfusi Darah (PTTD) menjadi D3 yang diharapkan
tersebut dapat dimulai pada tahun 2015 yang akan datang.

b. Peningkatan Pengerahan dan Pelestarian Donor Darah Sukarela


Dalam kurun waktu 2009 -2014 peningkatan pendonor darah sukarela terus
dilakukan. Guna memenuhi kebutuhan masyarakat UDD PMI terus berusaha
menekan angka Donor Darah Pengganti dan meningkatkan angka Donor
Darah Sukarela.

Grafik 1 :
Prosentase Perbandingan Donor Darah Sukarela (DDS) dan Donor Darah
pengganti (DDP) tahun 2009 – 2014

87 88 89 90
85
90
80
70
DONOR DARAH
60
SUKARELA
50
40 DONOR DARAH
30 PENGGANTI
15 13 12 11
20 10
10
0
2010 2011 2012 2013 2014

Dari grafik di atas terlihat bahwa dalam kurun lima tahun terakhir terjadi
peningkatan prosentase donor darah sukarela tiap tahunnya yang artinya
meningkatnya kesadaran masyarakat menjadi donor darah sukarela dan
diharapkan dapat menurunkan keluhan masyarakat atas ketersediaan
darah di UDD PMI. Pada tahun 2014 hanya 10 persen kebutuhan darah yang
harus dipenuhi dari keluarga pasien sebagai donor darah pengganti,

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 10

selebihnya sudah dapat dipenuhi oleh UDD PMI dengan persediaan yang
ada dari para pendonor darah sukarela.
Berbagai upaya yang telah dilakukan dalam rangka peningkatan
pengerahan dan pelestarian donor darah sukarela antara lain :
1) Gerai Donor Darah di Mall, Kampus dan tempat strategis lainnya
Dalam rangka
peningkatan penyadaran
masyarakat terhadap
pentingnya mendonorkan
darahnya sekaligus
menjadikan donor darah
sebagai gaya hidup di
masyarakat, PMI
bekerjasama dengan
beberapa Mall,
Foto 1: Gerai Donor Darah Perguruan Tinggi dan
tempat-tempat strategis lainnya.

Sampai dengan akhir tahun 2014 tercatat sebanyak 8 (delapan) Gerai


Donor Darah PMI yang tersebar di Mall dan kampus antara lain sebagai
berikut :
1. Mall Senayan City, Jakarta
2. Blok A Pasar Tanah Abang, Jakarta
3. Universitas Tri Sakti, Jakarta
4. Mall Metropolitan Bekasi, Jawa Barat
5. Plasa Tunjungan 2, Surabaya
6. Cambridge City Square, Medan
7. Mall Ratu Indah Makassar
8. Universitas Hasanuddin, Makassar
9. Mall Olympic Garden, Malang Jawa Timur

Gerai donor darah ini diharapkan dapat mempermudah akses


masyarakat yang ingin mendonorkan darahnya tanpa harus repot-
repot datang ke UDD PMI.

2) Penyediaan Mobil Unit Donor Darah


Dalam rangka
meningkatkan
ketersediaan darah dari
Donor Darah Sukarela, PMI
pro aktif melakukan
kegiatan Mobil Unit Donor
Darah dengan mendatangi
kantor/intansi dan
beberapa lokasi dalam
acara donor darah.
Foto 2: Pengambilan Darah di Mobil Unit Donor Darah

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 11

Program penyediaan sebanyak 111


Bus Donor Darah yang didistribusi
ke seluruh indonesia diharapkan
dapat menambah pasokan darah
yang disediakan PMI.
Foto 3: Mobil Unit Donor Darah

3) Penghargaan terhadap Pendonor Darah Sukarela


Sebagai wujud penghargaan dan ucapan terima kasih kepada para
”pahlawan kemanusiaan” yaitu para pendonor darah sukarela,
PMI secara rutin memberikan piagam penghargaan berupa
penghargaan kepada donor 10 kali, 25 kali, 50 kali, 75 kali dan 100
kali.
Sampai dengan Tahun 2014 telah dilakukan pemberian penghargaan
kepada para Pendonor Darah Sukarela, yaitu :
• Donor 10 kali : 17.766 orang
• Donor 25 kali : 6.416 orang
• Donor 50 kali : 4.500 orang
• Donor 75 kali : 5.007 orang
• Donor 100 kali : 4.756 orang

Foto 4: Penyematan Satyalancana Kebaktian Sosial oleh Presiden RI


Bagi para pendonor darah sukarela yang sudah menyumbangkan
darahnya 100 kali atau lebih secara rutin diberikan penghargaan dan
dilakukan penganugerahan Satyalancana Kebaktian Sosial yang
diberikan oleh Pemerintah RI yang disematkan langsung oleh Presiden
RI.

4) Kerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam penyediaan darah dan


sosialisasi penyadaran masyarakat akan pentingnya donor darah di
berbagai media elektronik, media cetak maupun dengan penyediaan
media KIE.

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 12

2. MEMPERKUAT PELAYANAN DALAM PENANGGULANGAN BENCANA

a. Tanggap Darurat Bencana.


Dilaksanakan untuk
Strategi 6-Jam Sampai :
mendukung kegiatan operasi
• Melaksanakan koordinasi dan komunikasi, baik
tanggap darurat bencana di secara vertikal (antar tingkatan PMI) dan
daerah dalam rangka horizontal (antar lembaga terkait
memenuhi kebutuhan dasar kebencanaan).
korban bencana pada masa • Mobilisasi relawan (Satgana) untuk
melaksanakan tindakan awal darurat bencana
darurat. Dengan motto (SAR/Evakuasi, Pelayanan Dapur Umum,
“cepat, tanggap dan Pelayanan Penampungan, Distribusi
terkoordinasi”, PMI Pusat kebutuhan darurat).
telah menetapkan strategi
tanggap darurat “6 jam sampai” yang berarti “PMI mampu melaksanakan
tindakan awal darurat bencana pada 6-
jam per kesempatan pertama.

Selama kurun waktu 2010 s.d 2014


dilaporkan 875 kejadian bencana.
Mayoritas kejadian adalah bencana yang
berkaitan dengan hidrometeorologi
seperti banjir, tanah longsor dan angin
puting beliung.
Foto 5: Distribusi Air Bersih

Tabel 1 : Data Kejadian Bencana yang dilaporkan Tahun 2010 - 2014


Jumlah Kejadian
Jenis Bencana Dilaporkan

Gempa Bumi 105


Banjir 218
Longsor 87
Kebakaran 166
Angin Puting Beliung 87
Gunung Api 32
Kekeringan 18

Lain-lain 162

Pelayanan kedaruratan yang diberikan PMI telah menjangkau 1.708.565


orang penerima manfaat dalam bentuk barang. Sementara penerima
manfaat dalam bentuk bukan barang mencapai 6.299.115 orang dalam
bentuk pelayanan seperti air dan sanitasi, pelayanan kesehatan, Program
Dukungan Psikososial, promosi kesehatan dan evakuasi.

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 13

Dalam operasi bencana Relawan PMI merupakan ujung tombak pelayanan


di lapangan. Sejumah relawan telah dimobilisasi dalam berbagai bencana
yaitu sebanyak :

- 1.321 orang Relawan dalam operasi meletusnya Gunung Merapi di


Jogjakarta.
- 104 orang Relawan dalam operasi bencana banjir di Wasior, Papua
Barat
- 266 orang Relawan dalam operasi bencana gempa dan tsumani di
Mentawai, Sumatera Barat
- 400 relawan dari PMI DKI Jakarta, Jawa Barat (Kab. Bogor), Banten
dalam operasi evakuasi korban pesawat sukhoi.
- 150 orang Relawan spesialisasi PMI Provinsi DKI Jakarta (Evakuasi,
PP, Watsan, Dapur Umum, Logistik, Kesehatan dan lainnya)
melakukan respon Banjir Jakarta,
- 250 orang Relawan spesialisasi PMI Provinsi Jawa Barat (Evakuasi,
Dapur Umum, Logistik, petugas posko dan lainnya) melakukan respon
pada saat bencana banjir dan tanah longsor di area Jawa Barat.
- 415 orang Relawan spesialisasi PMI Provinsi Jawa Tengah (Evakuasi,
Dapur Umum, Posko, Kesehatan, Logistik, Assessment, Watsan)
melakukan respon pada saat bencana Banjir.
- 25 orang Relawan Spesialisasi PMI Provinsi Sumatera Utara (Evakuasi,
PSP, Haglun, Logistik, Assesment, watsan dan lainnya) melakukan
respon bencana Gunung Meletus Sinabung.
- 261 orang Relawan spesialisasi PMI Provinsi Sulawesi Utara (Evakuasi,
Sanitasi, Watsan, Logistik, Assesment dan lainnya) melakukan respon
bencana Banjir Bandang di Manado.
- 475 orang Relawan Spesialisasi PMI Provinsi Jawa Timur (Haglun,
evakuasi dan lainnya) disiagakan dalam pemantauan dan peningkatan
kesiapsiagaan Gunung Kelud di Jawa Timur.

b. Partisipasi Bencana Internasional

Palang Merah Indonesia tidak hanya memberikan bantuan pada korban bencana
di Indonesia. Sebagai bentuk kepedulian dan partisipasi dalam meringankan
beban penderitaan sesama manusia akibat bencana, PMI memberikan bantuan
dalam beberapa bencana di tingkat internasional sebagai berikut:

1) Tahun 2011 memobilisasi 3 personil RFL (Restoring Family Links) pada


bencana Tsunami Jepang, 2 personil RDRT (Regional Disaster Response
Team) untuk bencana banjir di Laos. 3 personil RDRT di Myanmar pada
bencana topan nargis dan 2 personil untuk bencana banjir di Pakistan.
Selain itu pada tahun yang sama PMI mengirimkan bantuan dana untuk
korban bencana banjir di Thailand dan Typhoon Washi di Filiphina.

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 14

2) Tahun 2012 PMI memobilisasi 14 relawan dan barang bantuan yang terdiri
dari 50.000 sarung, 2.000 jerigen, 1 ton
beras, 1 unit ambulance, 2.000 kelambu
dan sarana watsan untuk korban
kerusuhan sosial di Myanmar. Bekerja
sama dengan Pemerintah Republik
Indonesia, PMI juga menyalurkan bantuan
kepada korban typhoon Bopha di
Foto 6: Distribusi Bantuan di Myanmar Filiphina berupa 2000 ton beras, 2.000
selimut, 2.500 terpal dan obat-obatan.

3) Tahun 2013 PMI berperan serta dalam


penanganan bencana topan Haiyan di
Filiphina. Sebanyak 30 orang personil
Relawan dengan spesialisasi Medis,
Watsan dan Relief ditugaskan di wilayah
Abuyog dan Tabon-tabon. Pelayanan
kesehatan, distribusi air, promosi
kesehatan dan distribusi logistik Foto 7: Evakuasi menggunakan Transportasi
dilaksanakan selama 40 hari. Udara

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 15

3. MENINGKATKAN TINDAKAN PREVENTIVE DALAM PELAYANAN PMI DAN


PELAYANAN SOSIAL KEMANUSIAAN LAINNYA

Di samping meningkatkan kecepatan PMI dalam respon bencana, PMI juga


terus meningkatkan program-program yang bersifat pencegahan atau
preventive serta beberapa upaya pelayanan sosial lainnya antara lain :
a. Gerakan Peduli Kebersihan Lingkungan
Gerakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya
kebersihan dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah
terjadinya bencana banjir, tanah longsor dan lainnya terus ditingkatkan.
Dengan di awali program “Sejuta Sekop dan Pacul“, Relawan PMI terus
berpartisipasi aktif dalam gerakan peduli kebersihan lingkungan.

Foto 8: Relawan PMI Peduli Lingkungan


b. Bantuan Operasi Katarak

PMI menyalurkan bantuan/donasi masyarakat untuk membiayai operasi


katarak kepada kelompok kurang mampu. Pada tahun 2011- 2014, tercatat
620 orang telah memperoleh manfaat pelayanan operasi katarak yang
diinisiasi oleh PMI dibeberapa PMI Provinsi. Operasi katarak yang didukung
oleh ICRC sebanyak 409 orang dan 27 orang operasi mata lainnya.

c. Program Kacamata untuk Rakyat.


PMI bekerja sama dengan
beberapa perusahaan untuk
mendanai penyediaan
kacamata optik terutama
kepada anak sekolah dan guru
dari keluarga kurang mampu.
Sepanjang tahun 2011 – 2013,
PMI telah menyalurkan
kacamata optik kepada 10.111
penerima manfaat di 32 PMI
Foto 9: PMI membantu Generasi Sekolah Kab/Kota dan 4 PMI Provinsi.

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 16

d. Promosi Keselamatan di Jalan Raya


Dilaksanakan dalam rangka mendukung kampanye “Road Safety” yang
dicanangkan oleh Kepolisian, Kementerian Perhubungan dan Kementerian
Kesehatan dan didukung oleh IFRC untuk mengurangi angka kematian
akibat kecelakaan jalan raya.

Program ini dimulai pada tahun


2011 di DKI Jakarta dengan
melibatkan 250 relawan
dilanjutkan tahun 2012
bekerjasama dengan KEMENKES
mengadakan pelatihan pelatih
Pertolongan Pertama (PP)
dengan partisipasi dari 11
relawan PMI. Kegiatan lainnya
Foto 10: Kampanye Road Safety adalah pelatihan PP kepada 40
awak bus/truk antar kota dan
Transjakarta, taksi Bandara dan Angkutan Barang Bahan Berbahaya (B3),
dilaksanakan oleh PMI Kota Jakarta Timur, dan 20 awak kendaraan umum
antar kota/provinsi di Aceh.

Dua tahun terakhir, PMI tergabung dalam Global


Road Safety Partnership (GRSP) dan secara rutin
terlibat dalam pemberian materi PP pada
pemilihan Awak Kendaraan Umum Teladan Tingkat
Nasional sejak 2011 dan mencetak KIE sebanyak
74.860 KIE keselamatan jalan raya untuk
didistribusikan ke 8 PMI Provinsi dan diperkirakan
menjangkau sekitar 374.300 penerima manfaat
langsung maupun tidak langsung dari kampanye
Foto 11: Berbagai Media Kampanye
keselamatan jalan raya.

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 17

B. PENCAPAIAN PROGRAM SECARA UMUM

1. PENINGKATAN FUNGSI ORGANISASI PMI DI PUSAT, PROPINSI,


KABUPATEN/KOTA

a. Penguatan Kelembagaan

1) Implementasi Pedoman dan Aturan Organisasi sebagai Penjabaran


Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
• Pelaksanaan Musyawarah dan Musyawarah Kerja
Salah satu indikator berjalannya mekanisme organisasi pada tiap
tingkatan adalah dilaksanakannya kegiatan musyawarah dan
musyawarah kerja.

Di tingkat Nasional pelaksanaan kegiatan Musyawarah Nasional


dilaksanakan tiap lima tahun dan Musyawarah Kerja Nasional
(Mukernas) dilaksanakan rutin tiap tahun secara bergilir di
beberapa propinsi yaitu:

Tabel 2: Penyelenggaraan Mukernas PMI Tahun 2010 – 2014

No. Tahun Tempat Kegiatan

1. 2010 Bandung, Jawa Barat

2. 2011 Surakarta, Jawa Tengah

3. 2012 Pekanbaru, Riau

4. 2013 Jogjakarta, DIY

5. 2014 DKI Jakarta

PMI Pusat secara rutin melakukan pembinaan dan monitoring


terhadap pelaksanaan Musyawarah dan Musyawarah Kerja di
tingkat Daerah
(Propinsi/Kabupaten/
Kota) dengan
menghadiri seluruh
Musyawarah PMI
Propinsi, Pelantikan
Pengurus PMI Propinsi
dan beberapa
kegiatan musyawarah
kerja provinsi. Foto 12: Pelantikan Pengurus PMI Provinsi Jawa Barat

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 18

Pembinaan dan monitoring terhadap pelaksanaan Musyawarah


Kabupaten/Kota dan Musyawarah Kerja Kabupaten/Kota dilakukan
oleh Pengurus PMI Propinsi.

Grafik 2:
Prosentase Pelaksanaan Musyawarah Propinsi sesuai Masa Bakti
Tahun 2010 -2014

2010 2011 2012 2013 2014

100% 69% 100%


80%
67%

Data di atas menunjukkan pelaksanaan pada tahun 2010 dan 2013


seluruh PMI Provinsi yang harus melaksanakan kegiatan
Musyawarah Propinsi dapat melaksanakan sesuai jadwal
berakhirnya masa bakti Kepengurusan.
Sedang pada tahun 2011 hanya 69 persen, tahun 2012 hanya 67
persen dan 2014 sebanyak 80 persen yang dapat melaksanakan
kegiatan Musyawarah Provinsi sesuai jadwal berakhirnya masa
baktinya.

Grafik 3:
Jumlah kegiatan Musyawarah Kabupaten/Kota Tahun 2010 –
2014

Jumlah PMI Kab/Kota yang


50 harus Melaksanakan
2014 17
33
Muskab/Muskot
75
2013 16
59
Jumlah PMI Kab/Kota yang
86
2012 18
68
melaksanakan
Muskab/Muskot tidak
120
2011 25
95
sesuai masa bakti
53 Jumlah PMI Kab/Kota yang
2010 2
51 Melaksanakan
Muskab/Muskot sesuai
0 20 40 60 80 100 120 masa bakti

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 19

Pada tiap tahunnya masih terdapat PMI Kabupaten/Kota yang tidak


melaksanakan kegiatan Muskab/Muskot sesuai masa bakti
kepengurusannya.
- Tahun 2010, dari 53 PMI Kabupaten/Kota yang seharusnya
melaksanakan Muskab/Muskot terdapat 2 PMI belum
menyelenggarakan.
- Tahun 2011, dari 120 PMI Kab./Kota yang seharusnya
melaksanakan Muskab/Muskot terdapat 25 PMI belum
menyelenggarakan.
- Tahun 2012, dari 86 PMI Kab./Kota yang seharusnya
melaksanakan Muskab/Muskot terdapat 18 PMI belum
menyelenggarakan.
- Tahun 2013, dari 75 PMI Kab./Kota yang seharusnya
melaksanakan Muskab/Muskot terdapat 16 PMI belum
menyelenggarakan.
- Tahun 2014, dari 50 PMI Kab./Kota yang seharusnya
melaksanakan Muskab/Muskot terdapat 17 PMI belum
menyelenggarakan.
Keterlambatan penyelenggaraan Musyawarah Provinsi dan
Musyawarah Kabupaten/Kota sebagian besar disebabkan oleh
keterbatasan dukungan pendanaan untuk penyelenggaraan
kegiatan di samping masalah administrasi dan teknis di daerah.

• Pengukuhan Kabupaten/Kota baru


Seiring dengan pemekaran beberapa wilayah provinsi di Indonesia,
Selama masa bakti kepengurusan Pengurus Pusat periode 2009 –
2014 terdapat pembentukan PMI Kabupaten/Kota baru sebanyak 61
Kab./Kota dan 16 di antaranya sudah dilakukan pengukuhan dan 45
belum dikukuhkan oleh PMI Pusat karena belum dilengkapinya
persyaratan administratif dan permasalahan internal
kabupaten/kota namun secara operasional, pelayanan PMI sudah
berfungsi.

• Penyusunan Aturan Dasar Organisasi


Pada tahun pertama kepengurusan, Pengurus Pusat Periode 2009-
2014 melakukan pembuatan aturan dasar organisasi sebagai
turunan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Perhimpunan
PMI yaitu berupa 11 Peraturan Organisasi (PO), 12 Petunjuk
Pelaksanaan dan 26 Petunjuk Teknis dan beberapa SOP teknis
dalam mendukung kegiatan pelayanan PMI.

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 20

• Pelaksanaan Rapat Kerja Bidang


Rapat kerja bidang dilaksanakan secara rutin setiap tahun untuk
menyusun program sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan
anggaran pendapatan belanja PMI yang ditetapkan dalam
Musyawarah Kerja Nasional.
• Persiapan Musyawarah Nasional
Rapat koordinasi persiapan Musyawarah Nasional dilaksanakan di
Palembang, Surabaya, Denpasar, Banjarmasin, Ambon dan
dilanjutkan dengan rapat finalisasi bahan Munas PMI tahun 2014 di
Jakarta.

2) Peningkatan Kapasitas Organisasi menuju Perhimpunan Nasional


yang berfungsi baik.

PMI Pusat secara berkala telah melakukan penilaian kapasitas


organisasi baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Untuk
memudahkan evaluasi, penilaian difokuskan pada implementasi dari
Rencana Strategis (Renstra) PMI tahun 2009 – 2010 sebagai panduan
dalam penyelenggaraan program PMI, sehingga terdapat Indikator
Performa Kunci (Key Performance Indicator – KPI) terdiri atas :
- 18 indikator untuk tingkat Pusat.
- 16 indikator untuk tingkat Provinsi.
- 24 indikator untuk tingkat Kab./Kota.

Melalui dokumen Hasil Penilaian PMI Kab./Kota dan Provinsi yang


Berfungsi Baik di tahun 2012 di antaranya menunjukkan masih terdapat
32% atau 147 PMI Kab./Kota berkategori “lemah” atau kurang berfungsi
dengan baik dari 459 PMI Kab./Kota. Elemen kriteria penilaian meliputi
area fondasi, kapasitas dan kinerja organisasi.

Berkaitan dengan hal tersebut PMI Pusat telah mensosialisasikan


Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Perencanaan dan Pelaporan pada
berbagai kegiatan di 17 PMI Provinsi dan 74 PMI Kota/Kabupaten).
Lebih dari 50% dari PMI Provinsi tersebut telah menyusun perencanaan
berdasarkan rencana strategis/rencana operasi dan panduan
perencanaan.

Guna memperluas pengetahuan dan keterampilan mempersiapkan


perencanaan, merancang dan melaksanakan monitoring dan evaluasi
serta pembuatan pelaporan program. Dilaksanakan pelatihan bagi
Kepala Markas di daerah : Sulawesi Selatan, Gorontalo, Maluku Utara,
Jawa Tengah, DKI Jakarta dan Sulawesi Utara.

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 21

3) Penguatan Manajemen Markas

• Markas Pusat PMI


Markas sebagai sarana pendukung operasional dan pelaksana
kebijakan pengurus PMI dalam tiap tingkatan memiliki peran penting
dalam pengembangan organisasi PMI secara keseluruhan.

Beberapa hal yang sudah dilakukan di tingkat Pusat dalam rangka


meningkatkan kapasitas dan fungsi Markas Pusat PMI antara lain :
- Pembenahan struktur divisi/biro/unit di lingkungan Markas Pusat
sesuai kebutuhan.
- Perbaikan manajemen administrasi sekretariat.
- Perbaikan manajemen administrasi keuangan.
- Perbaikan sistem penggajian dan manajemen administrasi
kepegawaian.
- Perbaikan manajemen pengelolaan aset.
- Pengembangan sistem pengendalian logistik.

• Pembinaan Markas PMI Provinsi/Kabupaten/Kota


Dalam rangka penguatan Markas PMI di tingkat provinsi dan
Kabupaten/Kota, PMI Pusat melaksanakan rapat teknis dengan
markas daerah dan penerapan pola pembinaan dengan sistem
pendampingan.

Program pendampingan melalui penempatan pendamping yang


memenuhi kriteria untuk membantu markas PMI Propinsi/Kab/Kota
yang didampingi sesuai kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi.

Penempatan pendamping di provinsi/kabupaten/kota untuk jangka


waktu tertentu dinilai lebih efektif untuk melakukan intervensi
terhadap penguatan markas di daerah.

Sebagai tahap awal telah dilakukan “pilot” program pendampingan


sebagai berikut :
- PMI Provinsi Aceh dan 6 PMI Kabupaten/Kotanya.
- PMI Provinsi Nusa Tenggara Timur dan 5 PMI
Kabupaten/Kotanya.
- PMI Provinsi Sulawesi Selatan dan 5 PMI Kabupaten/Kotanya.
- PMI Provinsi Papua Barat dan 3 PMI Kabupaten/Kotanya.

Penekanan utama dalam program penguatan Markas PMI adalah di


manajemen administrasi, manajemen relawan, penguatan
kemandirian dan penguatan posko PMI untuk meningkatkan
kecepatan pelayanan PMI di masyarakat.

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 22

4) Diseminasi Nilai-nilai Kepalangmerahan di Internal dan Eksternal


Diseminasi nilai-nilai Kepalangmerahan merupakan tugas dari tiap
perhimpunan nasional sebagai anggota gerakan Palang Merah dan Bulan
Sabit Merah Internasional.

Secara internal PMI, kegiatan diseminasi dilaksanakan melalui


beberapa kegiatan antara lain :

• Orientasi kepalangmerahan bagi Pengurus, Staf dan Relawan.


• Melaksanakan pelatihan diseminator.
• Pelatihan penyegaran diseminator.

Kegiatan diseminasi nilai-nilai Kepangmerahan juga dilakukan kepada


kalangan di luar PMI yaitu antara lain kepada :

• Pelajar/siswa dengan melibatkan anggota PMR di sekolah untuk


menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah.
• Kelompok akademisi, mitra PMI, Tentara Nasional Indonesia (TNI),
anggota kepolisian Republik Indonesia (Polri).
• Kelompok potensial untuk melakukan diseminasi yaitu kalangan
jurnalis cetak dan elektronik.

Grafik 4: Pelatihan Kepalangmerahan dan Pertolongan Pertama


bagi Jurnalis

Jakarta 25

Bandung 20

Jakarta 22

Banjarmasin 25

0 5 10 15 20 25

2011 2013 2014

Selama kurun waktu 2011-2014, kegiatan diseminasi melalui


pengenalan keterampilan pertolongan pertama kepada jurnalistik
telah dilaksanakan selama 4 kali. Jurnalis sebagai perpanjangan
tangan PMI guna menyampaikan berita dan aktifitas PMI kepada
masyarakat dibekali ketrampilan pertolongan pertama dasar
sekaligus pengenalan terhadap nilai-nilai Kepalangmerahan.

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 23

5) Advokasi terbitnya Undang-undang Lambang/Kepalangmerahan

PMI berkomitmen dalam memperjuangkan Undang-Undang Lambang


untuk mempertegas keberadaan PMI di semua tingkatan sebagai badan
hukum yang menjalankan pekerjaan Perhimpunan Nasional Palang
Merah atau Bulan Sabit Merah, dimana PMI sebagai satu-satunya
organisasi di Indonesia yang ditunjuk untuk menjalankan pekerjaan
Perhimpunan Nasional Palang Merah atau Bulan Sabit Merah menurut
Konvensi-Konvensi Jenewa tahun 1949.

Dalam memperjuangkan
Undang-Undang ini,
sebelumnya dimulai sejak
tahun 1998, namun pada
Rapat Panja di DPR
tanggal 26 Juni 2009
disebabkan karena ada
perbedaan pendapat di
DPR mengenai konsep
perbaikan
Foto 13: Advokasi di DPR untuk RUU Kepalangmerahan Rancangan
Undang-Undang dimana
meminta agar BSMI juga dimasukkan dalam UU bersama PMI, sehingga
Pembahasan RUU tentang Lambang Palang Merah tidak dapat
diteruskan di tingkat panja dan akan disampaikan kepada forum Raker
antara Menteri Hukum dan HAM dan Komisi III (tingkat PANSUS).

Melanjutkan tugas kepengurusan sebelumnya pada tahun 2010 sesuai


rekomendasi hasil Mukernas bahwa PMI ikut memfasilitasi penyelesaian
Rancangan Undang Undang Lambang Palang Merah dan masuk dalam
Prolegnas DPR, namun tidak ada pembahasan dan tertunda sampai
dengan 1 (satu) tahun, baru pada tahun 2012 masuk kembali dalam
daftar Prolegnas dan menjadi agenda pembahasan dengan diawali tim
Setjen DPR melakukan koordinasi dengan PMI.

Adapun hasil pembahasan terkait Undang-Undang Lambang Palang


Merah, sebagai berikut:
Tahun 2012
• Penggantian nomenklatur Undang-Undang Lambang Palang Merah
menjadi Undang-Undang Kepalangmerahan
• Rapat Baleg DPR RI tanggal 17 Oktober memutuskan persetujuan
RUU Kepalangmerahan menjadi usul inisiatif DPR.
• Penyampaian RUU Kepalangmerahan dari DPR kepada Presiden RI
pada 31 Oktober untuk menunjuk menteri yang mewakili dan
bersama-sama DPR membahas RUU Kepalangmerahan.

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 24

• Ampres No. 85/Pres/11/2012 menunjuk Menkumham, Menhan,


Menlu, Menkeu dan Menkes untuk mewakili Presiden di DPR
membahas RUU Kepalangmerahan.
• PMI dilibatkan bersama kementerian terkait untuk membahas
bersama-sama DIM pemerintah atas RUU Kepalangmerahan yang
disusun DPR.
• Dalam Penyusunan Regulasi lambang oleh PMI, telah dilakukan
pendampingan terhadap Pokja DPR RI selama di Aceh, Sulawesi
Tengah, Bali, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat dan Maluku
Utara.
• Pada 19 Juni 2012 mengadakan Rapat Dengar Pendapat Umum
dengan Ketua Umum BSMI, Kemenlu, Kemenhan dan Kemenkes.

Tahun 2013
• PMI dilibatkan bersama kementerian terkait untuk membahas
bersama-sama DIM pemerintah atas RUU Kepalangmerahan yang
disusun DPR.
• Rapat-rapat PANJA (Panitia Kerja) dan konsiyering dengan
Pemerintah antara lain Kementerian Hukum dan HAM.
• Pembentukan PANSUS (Panitia Khusus) tanggal 4 April 2013, untuk
membahas Rancangan Undang-Undang.
• Tanggal 3 Desember 2013, Foto 14: Gerakan Relawan PMI
400 perwakilan relawan
bersama Pengurus Bidang
Relawan PMI Pusat bertemu
dengan Ketua DPR-RI untuk
mendesak percepatan
pengesahan RUU
Kepalangmerahan.
• Pengurus Pusat PMI
bertemu dengan Perwakilan
fraksi-fraksi untuk
membahas tentang RUU
Kepalangmerahan.

Dari pembahasan yang sangat


intens dalam dua tahun berakhir pembahasan RUU Kepalangmerahan
kembali terkendala pembahasannya karena Pansus yang telah dibentuk
tidak pernah melakukan sidang pembahasan disebabkan pemahaman
“satu negara satu lambang” belum mendapatkan kesepakatan. Selain
itu anggota DPR disibukkan dengan persiapan Pemilu 2014.

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 25

b. Peningkatan Fungsi Kualitas dan Kuantitas SDM PMI

1) Pembinaan Palang Merah Remaja (PMR) dan Relawan PMI

Relawan PMI sebagai


ujung tombak pelayanan
PMI di masyarakat
memiliki nilai yang
sangat penting dan
strategis bagi kemajuan
organisasi. Sebagai
organisasi sosial yang
berbasis pada kekuatan
relawan, maka
kedudukan relawan

perlu menjadi perhatian Foto 15: Mengenali Potensi Risiko di Lingkungan


khusus dan dilakukan
pembinaan secara berkesinambungan.

Hal- hal yang telah dilakukan dalam rangka pembinaan Relawan dan
PMR adalah antara lain :

Pengembangan Pola Rekruitmen


• Sosialisasi Juklak dan Juknis perekrutan Relawan.
• Pelatihan Pembina PMR oleh PMI Kabupaten/Kota.
• Terbentuknya guru Pembina dan Fasilitator di sekolah di 33
Propinsi, di 466 Kabupaten/Kota sebanyak 13.980 orang.
• Sosialisasi Petunjuk teknis tentang pembentukan forum relawan
(Forel) dan Forum PMR se-Indonesia (Forpis) dan telah terbentuk
Forel dan Forpis di 27 Propinsi, 203 Kab/Kota.
• Melaksanakan studi analisa pembinaan PMR di 10 provinsi di
Indonesia (Aceh, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Riau, Jambi,
Jawa Timur, Maluku, Bali, Jawa Barat dan Sulawesi Tengah).
• Pendataan SDM di bidang pengembangan PMR dan relawan; sampai
dengan saat ini tercatat 1.257 orang Pembina PMR dari 7.596 unit,
Pelatih KSR sebanyak 2.776 dan Pelatih KSR Nasional 164 orang.

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 26

Grafik 5: Data Relawan dalam Tahun

809,121
1,000,000

566,385

493,144
750,000

379,801
500,000

62,642
30,647

32,568
27,582
250,000

27,807

20,363
19,294
22,245
0
2010 2011 2012 2013

PMR (Mula, Madia, Wira) KSR TSR

Sesuai gambar grafik di atas mengenai Data Relawan PMI dalam tahun,
menunjukan terjadi penurunan jumlah relawan secara bertahap; baik
di Tingkat PMR, KSR, maupun TSR. Penurunan yang siginifikan dari
jumlah PMR, seperti pada tahun 2010 ada 809.121 orang dan sampai
dengan tahun 2013 hanya ada 379.801 orang. Pada tahun 2013 dan
tercatat bahwa dari 228.700 orang relawan yang aktif, hal ini
dikarenakan :
• Tidak meratanya relawan yang terdata dikarenakan pelaporan
yang belum optimal,
• Relawan yang dimiliki secara umum adalah usia muda sehingga
lebih mengedapankan masa depannnya, menjadikan tidak lagi
bergabung di PMI secara resmi, meski masih ada komitmen
bergabung di PMI ketika diperlukan. Hal ini terjadi seperti
peminatan bergabung menjadi relawan PMI dari jenjang PMR ke
KSR.
• Masih adanya kesukaran dalam menginput data melalui SIM (Sistem
Informasi Manajemen) sebagai sarana dalam memantau data
relawan.
• Belum adanya pendataan yang konsisten dan rutin.
• Adanya kebijakan di Kemendikbud dalam mewajibkan salah satu
kegiatan ekstra kurikuler selain dari PMR.

Pengembangan Kapasitas
Peningkatan kapasitas PMR dan Relawan PMI terus dilakukan secara
terus menerus di setiap tingkatan, antara lain dengan berbagai
kegiatan :
• Pelatihan Dasar KSR yang dilakukan pada tingkat Kabupaten/Kota.

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 27

• Pelatihan Tanggap Darurat untuk Tim Satgana Khusus bekerjasama


dengan Kopassus sebanyak 100 orang.
• Pelatihan tanggap darurat untuk Tim Satgana Khusus bekerjasama
dengan Korps Marinir.
• Pelaksanaan Program Pembinaan Karakter Remaja (YBAC) pada
Mei 2011-2013, di Provinsi Jawa Timur
(Kab. Nganjuk dan Kota Malang) dan
Jawa Tengah (Kota Semarang dan Kota
Solo), terbentuk di 12 Sekolah dan 450
orang PMR telah menjalankan program
dan menerima manfaat. Sebagai langkah
exit strategy PMI Kab./Kota di kedua
Provinsi secara mandiri bersama sekolah
melanjutkan program YABC di sekolah
lainnya.

Foto 16: Cinta Lingkungan sejak • Lokakarya Program


Dini
Exploring Human Law di 3 Provinsi (Riau,
Banten, Maluku) diikuti oleh Pembinaan dan Fasilitator PMR
sebanyak 20 orang.
• Telah ditetapkan 5 Modul
Hukum Perikemanusiaan
Internasional.
• Telah dilaksanakan
Pelatihan SAR Air (Water
Resque) oleh TSR Perguruan
tinggi Universitas
Mahasaraswati dengan
melibatkan 100 orang TSR
dari seluruh Bali.
• Mengembangkan Program Relawan Mitra Perusahaan (Program
Corporate Volunteer) di 2 Provinsi (Bali, DKI Jakarta).
• Sosialisasi program Foto 17: Keterampilan Tim Satgana melalui
Corporate volunteer yang Pelatihan
dihadiri oleh 13 Perusahaan.
• Mengikutsertakan dalam berbagai program bakti sosial dan gerakan
kebersihan sosial.
• Mengikutsertakan anggota PMR pada “Sekolah Sehat Indonesia “
(SEHATI) bekerjasama dengan Frisian
Flag Indonesia dan Hypermart di 6
Provinsi (Jawa Barat, DKI Jakarta,
Yogyakarta, Sulawesi Selatan,
Sumatera Utara, Jawa Timur), 13
Kab./Kota dan 50 sekolah.
Foto 18: Sekolah Sehat Indonesia

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 28

• Mengikutsertakan anggota PMR “Sekolah Sehat “ di 2 sekolah di


Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah.

Mobilisasi/Penugasan Relawan
Memfasilitasi penugasan relawan dengan spesialisasi keterampilan
pelayanan tertentu untuk mendukung operasi kemanusiaan dan
program-program pelayanan PMI baik dalam dan luar negeri.

Foto 19: Aksi Relawan PMI

Pengakuan dan Penghargaan kepada Relawan

• Asuransi Relawan
Mengingat risiko yang dihadapi relawan dalam penugasan yang
cukup besar. Sejak tahun 2010 secara rutin PMI memberikan
asuransi kepada relawan yang bertugas melalui Global Insurance
IFRC. Asuransi juga diberikan kepada relawan yang bertugas dalam
operasi bencana seperti di Wasior dan Aceh Tengah.

• Penghargaan kepada Relawan

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 29

Sebagai bentuk apresiasi kepada relawan, maka secara rutin


dilakukan kegiatan debriefing
dan pemberian piagam
penghargaan kepada Relawan
yang sudah selesai
melaksanakan tugasnya.

Foto 20: Bentuk Perhatian merupakan Salah


Satu Motivasi bagi Relawan

Penghargaan juga diberikan kepada relawan atas jasa-jasanya


dalam bidang kemanusiaan, seperti;
- Almarhum Bapak Zurith, pencipta lagu “ Mars PMI”.
- Bapak Sambas Amintadipura, Tokoh Relawan Palang Merah baik
Nasional maupun Internasional.
- Memberikan santunan kepada Relawan PMI Kabupaten Bantul,
DI Yogyakarta, Saudara Tutur yang telah gugur dalam
mengemban tugas kemanusiaan saat bencana Gunung Merapi.

Penghargaan dan apresiasi secara juga diberikan oleh Relawan PMI


terbukti dengan diberikannya penghargaan Youth Award dari IFRC
di Jenewa, Swiss.

Foto 21: Prestasi Internasional


Generasi Muda PMI

Fasilitasi Partisipasi Relawan dalam Event Kepemudaan dan


Relawan Nasional dan Internasional

• Event Nasional
- Terlaksananya “Jumbara Nasional VII 2011” pada tanggal 4 -10
2011 di Bumi Perkemahan Limboto Gorontalo diikuti oleh
2.500 anggota PMR dari 32 PMI Provinsi dan 35 orang peserta
manca Negara dari 12 negara sahabat.

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 30

- Terlaksananya “Temu Karya Nasional V 2013 Relawan Palang


Merah Indonesia” pada
tanggal 24 - 30 Juni 2013, di
Bendungan Selorejo,
Kabupaten Malang, Jawa
Timur. Diikuti perwakilan
relawan dari 33 Provinsi,
dengan jumlah peserta
sebanyak 2.388 orang dan 52
orang peserta dari 14 negara
sahabat.
- Telah dilaksanakannya Foto 22: Kegiatan di Perkemahan Temu
Karya Nasional
“Temu Bhakti KSR perguruan
Tinggi Nasional 2013” , di Universitas Negeri Bengkulu di
Bengkulu. Diikuti oleh 500 peserta dari 95 Perguruan Tinggi
Negeri/Swasta di Indonesia.
- Telah dilaksanakan “Gladian Relawan Nasional V KSR PMI
Perguruan Tinggi” pada tanggal 18-24 November di Aceh Utara
dihadiri 30 Perguruan Tinggi Swasta/Negeri dari seluruh
Indonesia, sejumlah 99 orang peserta.
- Telah dilaksanakan “Volunteer Week Competition III” pada
tanggal 27 - 29 Desember 2013 di Solo dihadiri 110 orang dari
PMI Provinsi DKI Jakarta, PMI Provinsi Jawa Barat, PMI Provinsi
Jawa Tengah dan PMI DIY.
- Keterlibatan 2 Relawan PMI Provinsi DKI Jakarta sebagai wakil
Relawan PMI bersama dengan perwakilan Relawan dari seluruh
Indonesia dalam “Sail Komodo 2013” pada tanggal 1 Maret
2013 - 1 Mei 2013.

• Event Internasional

- Forum International Global Youth Conference II bulan


November di Sydney dengan mengirimkan 1 orang Koordinator
FORPIS dari PMI Provinsi Sulawesi Selatan didampingi Ketua
Pengurus Bidang Relawan PMI Pusat.

- Commemoration of the
origins of the movement
Solferino, Juni 2013,
dengan mengirimkan 1
orang PMR dari PMI
Provinsi Kalimantan Barat
dan 1 orang KSR PMI
Provinsi Bali.
Foto 23: Bersama Youth Red Cross
Negara lain
Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014
Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 31

- Summer Youth Camp di Singapura, bulan Mei 2013 dengan


mengirimkan Relawan dari KSR PMI Kota Batam, Ketua
Pengurus Bidang Relawan dan 1 orang staf.
- Partisipasi PMI dalam Red Cross youth challenge 2013 di
Singapura, dihadiri oleh Ketua Pengurus Bidang, staf dan
relawan PMI Kepulauan Riau sejumlah 5 orang.
- Youth Timor Leste Camp dihadiri oleh 2 orang Relawan.
- Youth Camp Putra Jaya dihadiri oleh 6 orang Relawan.
- Partisipasi PMI dalam Internasional Youth Meeting di Austria,
Swiss, Yordania, Hongkong dan Kamboja.

2) Pembinaan Pegawai PMI

Beberapa upaya yang telah dilakukan di bidang kepegawaian untuk


mendorong agar mekanisme organisasi dapat terlaksana secara efektif
dan efisien antara lain adalah menerbitkan Peraturan Organisasi,
juklak/juknis di Bidang Kepegawaian yang disesuaikan dengan
ketentuan Perundang-Undangan.

Pengembangan manajemen kepegawaian antara lain berupa:

- Penerbitan Peraturan Kepegawaian yang telah dilegalisasi


Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans Prov.
DKI Jakarta Nomor 6830 tahun 2014).
- Penataan dan penyempurnaan data base Pegawai.
- Mengembangkan sistem Payroll.
- Mengembangkan SIM Kepegawaian.
- Pemberian penghargaan
kepada karyawan yang
sudah bekerja dengan
masa bakti 10 tahun, 20
Tahun dan 30 Tahun dan
kepada karyawan yang
memasuki masa purna
tugas.

Foto 24: Penghargaan Masa Bakti


3) Pendidikan dan Pelatihan

Sumber Daya Manusia (SDM) PMI yang terdiri atas Pengurus, Staf dan
Relawan memperoleh peningkatan kapasitas salah satunya melalui
kegiatan orientasi dan pelatihan. Aturan pelatihan/Diklat telah ada
dan diatur dalam Buku Pedoman Pelatihan PMI dan kemudian
dilengkapi dengan Peraturan Organisasi (PO) mengenai Sumber Daya
Manusia dan Juklak/Juknis bidang diklat. Jenis pelatihan yang ada di

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 32

organisasi PMI dapat dibedakan menjadi: Orientasi, Diklat PMR, Diklat


KSR, Diklat TSR, Diklat Jabatan dan Pelatihan Pelatih.

Berdasarkan grafik di bawah, pencatatan dan pengelolaan Diklat dibagi


menjadi Pelatihan yang diselenggarakan PMI Pusat dan pelatihan PMI
Provinsi yang difasilitasi oleh PMI Pusat. Fasilitasi dapat berupa
penugasan pelatih, konsultasi persiapan pelatihan dan pelaksanaan
pelatihan.

Grafik 6: Jumlah Pelaksanaan Pelatihan PMI Pusat dan Pelatihan di


PMI Provinsi

2014 13 8

2013 30 12

2012 67 19

2011 17 7

2010 0 17

0 20 40 60 80

Pelatihan PMI Provinsi Pelatihan PMI Pusat

Grafik pada tahun 2012 frekuensi Diklat paling tinggi. Hal yang
mempengaruhi adalah implementasi dari program-program PMI Pusat
yang dilaksanakan di daerah program (PMI Provinsi) dalam kegiatan
peningkatan kapasitas SDM. Jenis diklat pada tahun 2014 lebih kepada
Diklat yang diberikan kepada staf PMI Pusat. Bentuk kegiatan in house
training atau pelatihan internal dengan nara sumber dari staf PMI
Pusat. Peningkatan tersebut dapat dilihat dalam grafik jumlah staf PMI
Pusat yang mengikuti
pelatihan di bawah ini.
103 110
105
Grafik 7: Jumlah Staf PMI 90
75
43 45 60
Pusat memperoleh Pelatihan 60
45 10
30 13
15
0 -40
2011 2012 2013 2014

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 33

Rata-rata prosentase penyelenggaraan jenis diklat PMI Pusat periode


2010 – 2014:

- Diklat penyegaran sebesar 10 %.


- Diklat spesialisasi sebesar 56 %.
- Pelatihan pelatih 18 %.
- Diklat penyegaran 16%.

Proporsi diklat spesialisasi paling besar dilaksanakan, selanjutnya


proporsi jenis diklat manajemen/jabatan menjadi perhatian untuk
diperbanyak untuk membekali staf PMI dengan kompetensi yang
dibutuhkan organisasi.

Grafik 8: Jenis Diklat yang diselenggarakan PMI Pusat

100% 0
1
1
5 3
6 0
80%
3 1 Diklat penyegaran
2
60% Pelatihan pelatih

Diklat spesialisasi
7
40% 5
11 5 Diklat
manajemen/jabatan
5
20%

4
2
2
0 0
0%
2010 2011 2012 2013 2014

Salah satu bentuk pembinaan terhadap pelatih PMI, penugasan


pelatih oleh PMI Pusat dilakukan dengan mengacu pada database
di PMI Pusat yang dilaksanakan oleh SDM Pelatih PMI dari PMI Pusat
dan PMI Provinsi. Staf PMI pusat bertugas melatih sebagai salah
satu tugas membina PMI di daerah secara teknis Pelayanan maupun
manajerial.

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 34

Grafik 9: Penugasan Pelatih PMI Provinsi dan PMI Pusat dalam


Pelatihan

59

40
40
114
67 18
48
28

2011 2012 2013 2014


Pelatih PMI Provinsi Pelatih PMI Pusat

Kompetensi pelatih PMI telah diakui oleh banyak instansi, lembaga dan
organisasi lainnya. Pendataan tim pelatih PMI di seluruh Indonesia
telah dilaksanakan secara bertahap. Penjenjangan pelatih dari
tingkatan asisten pelatih – pelatih – pelatih utama, mekanisme
penjenjangan dimulai tahun ini melalui penjenjangan pelatih utama
dari PMI Pusat. Sertifikasi kompetensi kepada tim pelatih PMI juga
telah dilaksanakan bersama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi
(BNSP):
- 29 pelatih PMI berkompetensi sebagai Instruktur Muda.
- 7 pelatih PMI berkompetensi sebagai Instruktur Utama.
- 3 pelatih PMI berkompetensi sebagai Asesor.

Pembuatan alat monitoring dan evaluasi bidang Diklat telah dimulai


diimplementasikan dengan tujuan mengetahui efektifitas dan efisiensi
penyelenggaraan Diklat di semua tingkatan.

Selain itu dilakukan penyempurnaan modul dan kurikulum pelatihan


berdasar kebutuhan organisasi dan peningkatan pelayanan guna
mengefektifkan kegiatan Diklat dalam menciptakan SDM yang
berkualitas. Pemutakhiran kurikulum bidang pelatihan logistik,
manajemen posko, pemetaan, pertolongan pertama, perawatan
keluarga, modul dan bahan bacaan Program Psikososial, air; sanitasi
dan promosi kesehatan, perawatan kedaruratan dan sesi dukungan
kelompok.

Memperbaharui kurikulum AHI (Avian Human Influence), adaptasi


modul 8 KPPBM “Pola Hidup Sehat & Pencegahan Penyakit Tidak
Menular, Panduan dan Toolkit Pengendalian Kejadian Luar Biasa (KLB)
PMI/Epidemic Control for Volunteers (ECV). Serta pengembangan
kurikulum baru seperti life skils/pengurangan risiko bencana,

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 35

pengembangan sumber daya dan team leader dalam tanggap darurat


bencana.

c. Peningkatan Kapasitas PMI di semua Tingkatan dalam Mengelola


Infrastruktur Material Dasar untuk Mendukung Kegiatan Operasional dan
Pelayanan

Dalam rangka mendukung pelayanan PMI di masyarakat telah dilakukan


beberapa penguatan infrastruktur dan sarana prasarana di PMI antara lain:

1). Gedung Markas PMI

Keberadaan dan status gedung Markas PMI di tiap tingkatan masih


menjadi hal yang harus mendapatkan perhatian khusus, karena
masih terdapat kepengurusan PMI yang belum memiliki fasilitas
markas yang representatif.

2). Armada pendukung pelayanan

Selama 5 (lima) tahun terakhir terus dilakukan peningkatan dalam


penyediaan armada pendukung pelayanan PMI antara lain berupa :

• 60 Unit armada tangki air sebagai salah satu pendukung Pusat


Pelayanan Bencana Wilayah yang tersebar di beberapa Daerah
melakukan operasi penyaluran air bersih di beberapa Daerah
yang membutuhkan.

Foto 25: Armada PMI

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 36

• 1 Unit kendaraan pengolah air


• 7 unit Helicopter
• 12 unit kendaraan huglund
• 26 Unit kendaraan angkutan barang berupa 2 unit kendaraan bak
terbuka L200 dan 24 truk angkutan barang yang tersebar di
beberapa daerah rawan bencana.

2). Gudang Regional PMI sebagai bagian dari Pusat Bantuan Bencana
Wilayah

Dalam mendukung
pelayanan PMI di
masyarakat dan rangka
perintisan Pusat Pelayanan
Bencana Wilayah, PMI
Pusat mengelola 6 (enam)
Gudang Regional PMI
yaitu :

Foto 26: Gudang Regional di Banjarbaru

a) Wilayah Jawa Bagian Timur di Gresik, Jawa Timur


b) Wilayah Jawa Bagian Barat di Serang, Banten
c) Wilayah Sumatera di Padang, Sumatera Barat
d) Wilayah Sulawesi di Makassar, Sulawesi Selatan
e) Wilayah Jawa Bagian Tengah di Semarang, Jawa Tengah
f) Wilayah Kalimantan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan
Pembinaan terhadap pengelolaan gudang PMI di Daerah terus
dilakukan secara efektif agar gudang di daerah dapat menopang
gudang regional.

3). Posko PMI

Peranan dan Posko PMI sebagai perangkat markas yang berfungsi


sebagai pusat pengolahan data dan informasi pendukung pelayanan
PMI semakin dirasakan kebutuhannya bukan hanya pada saat
tanggap dadurat bencana mapun pada saat normal.

Penguatan dan pembenahan infrastuktur Posko PMI di setiap


tingkatan terus dilakukan antara lain :

• Posko PMI Pusat

Pembenahan manajemen posko pusat agar dapat beroperasi


selama 24 jam dan dilengkapi dengan sarana dan prasana untuk
memungkinkan posko berfungsi secara optimal.

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 37

• Melakukan pembinaan Posko di beberapa daerah kerjasama


dukungan mitra gerakan seperti memfasilitasi:

- Posko PMI Provinsi dan 2 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah


- Posko PMI Provinsi dan 6 Kab/Kota di Bengkulu
- Posko PMI Provinsi Sumatera Barat
- Posko PMI Provinsi Jambi
- Posko PMI Provinsi dan 5 Kabupaten/Kota di Nusa Tenggara
Timur
- Posko PMI Provinsi dan 5 Kabupaten/Kota di Sulawesi
Selatan
- Posko PMI Provinsi dan 3 Kab/Kota di Papua Barat

4) Peralatan Radio dan IT Telecom

• Penambahan dan perbaikan perangkat radio komunikasi.


• Pengurusan frekuensi khusus untuk radio komunikasi PMI.
• Distribusi perangkat radio Codan.
• Penempatan Perangkat IT BOX di posko/gudang regional

5) Peralatan Watsan

• Pusat Air dan Sanitasi di Jatinangor Jawa Barat yang dilengkapi


dengan peralatan laboratorium air dan sanitasi dan peralatan
pengolahan air bersih.
• Menempatkan peralatan Pengolahan Air di Gudang Regional PMI
wilayah Sulawesi dan Gudang Regional PMI wilayah Sumatera.

6) Peralatan Pendukung lainnya

• Kelengkapan standard Satgana baik perorangan maupun tim.


• Perahu karet
• Peralatan evakuasi
• Peralatan dapur umum
• Rumah sakit lapangan

2. Peningkatan Ketahanan Masyarakat terhadap Risiko dan Dampak Bencana


serta Penyakit

a. Peningkatan Kapasitas dan kualitas Pelayanan Bencana PMI

1) Peningkatan Kapasitas Respon Bencana


Peningkatan kapasitas dan kualitas pelayanan bencana PMI tentu
tidak dapat dilepaskan dari upaya peningkatan profesionalisme
sumber daya manusia PMI. Pelatihan tanggap darurat yang
dilaksanakan di Pusdikpassus Batujajar yang diikuti oleh 100 orang
peserta dari seluruh Indonesia menjadi awal upaya peningkatan
profesionalisme tersebut. Berbagai kegiatan berupa pelatihan,

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 38

lokakarya, pertemuan dan forum lainnya dilaksanakan untuk


mencapai PMI yang profesional dan dicintai masyarakat. Tercatat
PMI memiliki 613 personil yang terlatih dalam bidang
penanggulangan bencana dan 947 personil terlatih bidang
kesehatan yang relevan dengan tanggap darurat bencana.

Pelatihan manajemen tanggap darurat telah melatih sebanyak


1.470 personil di tingkat kabupaten/kota.

Salah satu bentuk upaya kesiapsiagaan untuk meningkatkan


kualitas pelayanan tanggap darurat PMI adalah dengan penyusunan
rencana kontinjensi. Sampai dengan kuartal pertama tahun 2014
tercatat sebanyak 29 Provinsi yang telah memiliki rencana
kontinjensi, sedang yang lainnya dalam proses penyusunan.

2) Peningkatan Kapasitas dan Kualitas Pelayanan Kesehatan


Penandatanganan nota kesepahaman antara PMI dengan
Kementerian Kesehatan dan PMI dengan Kementrian Tenaga Kerja
dan Transmigrasi merupakan langkah maju dalam upaya
peningkatan kualitas pelayanan kesehatan PMI. Selain itu PMI
menjadikan pelatihan pertolongan pertama sebagai salah satu
aktifitas penggalangan dana PMI.

Fokus peningkatan kapasitas pelayanan kesehatan adalah untuk


kesehatan darurat, kesehatan masyarakat dan pelayanan sosial.

Selain itu untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayan


kesehatan telah dilaksanakan pelatihan-pelatihan serta
pengembangan modul-modul pendukung.

Pendirian Pos Pertolongan Pertama.


PMI Pusat juga berupaya untuk meningkatkan keberadaan Pos-pos PP
yang ada di PMI Kab/Kota. Berikut disamping jumlah Pos PP selama
mudik lebaran, natal dan tahun baru yang dilaporkan kepada PMI Pusat
selama 2010-2014.
Terjadi peningkatan pos PP pada tahun 2014, karena adanya kerjasama
dengan beberapa pihak
untuk beberapa PMI Provinsi
di daerah Jawa, Bali dan
Sumatera.

Grafik 10: Jumlah Pos


Pertolongan Pertama

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 39

Pelayanan Air dan Sanitasi


Pusat air dan sanitasi di Jatinangor memiliki kelengkapan pengolah air,
laboratorium dan perlengkapan sanitasi. Selain itu ditempatkan masing-
masing 2 unit peralatan pengolah air di Padang dan Makassar.

PMI memiliki peralatan air dan sanitasi terlengkap di Asia Pasifik oleh
karena itu dipilih menjadi pusat pelatihan RDRT air dan sanitasi. Sejak
tahun 2011 sampai 2014 dilaksanakan pelatihan RDRT air dan sanitasi di
Pusat Air dan Sanitasi PMI di Jatinangor.

Pelayanan Kesehatan Darurat


• Melakukan pelayanan kesehatan darurat saat tanggap darurat
bencana di berbagai wilayah Indonesia berupa produksi dan distribusi
air bersih sebanyak 36.621.000 liter air.
• Dukungan Psychological Support Programme (PSP) di berbagai
bencana baik dalam negeri maupun luar negeri.
• Pengiriman tenaga Medical Action Team (MAT) di perbatasan RI-
Malaysia di Kalimantan Barat kerjasama PMI dan Kopassus.
• Membentuk tim MAT di beberapa daerah yang masing-masing terdiri
dari 10 orang medis, paramedik dan relawan.
• Menugaskan 10 relawan spesialis air dan sanitasi tergabung dalam
misi kemanusiaan di Filipina, 2 tim medis dan 2 orang ahli air dan
sanitasi melaksanakan misi kemanusiaan di Myanmar.

3) Penguatan Logistik Bencana


Dalam rangka memperkuat kesiapsiagaan logistik bencana, PMI
Pusat telah melakukan beberapa upaya antara lain :

• Melakukan pengisian stok barang bantuan dengan kerjasama


mitra gerakan.
• Melakukan penyediaan logistik bencana dengan kerjasama
PT Carefour-Transretail Indonesia.

Telah menyalurkan berbagai kebutuhan logistik/material sebanyak


131 jenis/item barang sebanyak 1.620.926 unit ke 131 titik logistik/
lokasi.

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 40

Tabel 3: Pengeluaran Barang Bantuan Standard Tahun 2010-2014

No Item Barang Jumlah


1 Baby Kit 4.947
2 Family Kit 17.386
3 Hiegene Kit 47.819
4 Kantong Mayat 3.446
5 Kelambu 3.000
6 Masker 784.850
7 Sarung 71.800
8 Selimut 33.551
9 Tarpolin 19.436
10 Tikar 8.963

4) Peningkatan Teknologi di Bidang Pelayanan PMI


Dalam melaksanakan tugasnya PMI terus mengikuti perkembangan
teknologi untuk mendukung efektifitas dan pelayanan PMI.
Terkait kebutuhan internal dalam bidang penguatan markas telah
dikembangan berbagai sistem berbasis teknologi untuk
mempermudah pencatatan dan pelaporan internal.
PMI juga memperkuat kapasitas dalam interkoneksi dan
komunikasi, seperti:
• Pengembangan dan Pengembangan Jaringan Radio PMI
Pusat - Provinsi maupun pengembangan Jaringan Radio
lokal (PMI Provinsi ke Kabupatennya).
• Penambahan dan Peningkatan Perangkat Radio
Komunikasi di PMI Pusat.
• Pengurusan/Penyediaan frekuensi Nasional (HF) dan Lokal
untuk mendukung Jaringan Radio Komunikasi PMI.
• Distribusi perangkat radio Codan ke 33 PMI Provinsi.
• Penempatan Perangkat IT BOX di beberapa titik strategis
seperti di Markas Pusat dan Gudang Regional.
Selain itu dalam rangka mempermudah akses masyarakat terhadap
pelayanan PMI, dikembangan beberapa program teknologi
informasi yang dapat diakses langsung oleh masyarakat, seperti:
• Aplikasi Mobile Rapid Assessment (MRA)
Sebagai bentuk inisiatif
komunikasi penerima manfaat
(beneficiary communication)
pada awal tahun 2014 PMI telah
menciptakan aplikasi berbasis
android untuk pelaporan
bencana. Aplikasi ini dapat

Foto 27: Aplikasi PMI

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 41

digunakan oleh masyarakat untuk melaporkan setiap kejadian


bencana langsung dari lapangan. Aplikasi ini dapat diunduh
secara gratis di google play.

• Siaga Bencana
Aplikasi ini sebagai bagian dari layanan PMI untuk
meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap bencana.
Aplikasi ini membantu menyiapkan masyarakat pada sebelum,
saat dan sesudah bencana termasuk juga bagaimana
menyiapkan diri/keluarga menghadapi bencana. Aplikasi ini
tersedia gratis dan dapat diunduh melalui Google Play (untuk
Android) dan AppStore (untuk Ipad/Iphone).

• Pertolongan Pertama
Aplikasi ini sebagai bagian dari layanan PMI untuk
meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap kondisi darurat
khususnya dalam bidang kesehatan. Aplikasi ini berisi tentang
panduan pertolongan pertama yang terdiri dari fitur pelajari,
darurat dan lainnya. Aplikasi ini tersedia gratis dan dapat
diunduh melalui Google Play (untuk Android) dan AppStore
(untuk Ipad/Iphone).

• Pengembangan Sistem Informasi Donor Darah Terpadu


Secara umum aplikasi ini dibuat untuk memudahkan
masyarakat menjadi pendonor termasuk mendapatkan
informasi tentang stok darah, jadwal maupun kemudahan
untuk penyebaran lokasi donor darah.

- BloodBook
BloodBook merupakan aplikasi berbasis Facebook yang
bertujuan untuk memudahkan berbagi informasi mengenai
kebutuhan darah melalui media sosial.
Diakses melalui : http://bloodbook.pmi.or.id

- Ayo Donor Darah


Ayo Donor darah adalah laman yang memudahkan
masyarakat untuk mendapatkan informasi tentang donor
darah, lokasi donor darah, stok darah dan informasi
relevan lainnya. Ayo donor ini dapat diakses melalui
http://ayodonor.pmi.or.id

b. Peningkatan Upaya Pengurangan Risiko Berbasis Masyarakat

Meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi bencana


merupakan upaya integratif dengan peningkatan kapasitas dan kualitas

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 42

PMI. Hal itu sesuai dengan tujuan untuk menuju ketahanan masyarakat
menghadapi bencana, melalui beberapa program peningkatan upaya
risiko berbasis masyarakat dengan gambaran yang mendapatkan
intervensi sebagai berikut:

Tabel 4: Jumlah Masyarakat Penerima Manfaat Program


Provinsi Kab/Kota Desa Populasi
18 49 162 274.212

Jenis kegiatan upaya pengurangan risiko bencana adalah sebagai


berikut:

Grafik 11: Jenis Kegiatan Pengurangan Risiko Bencana di 18 PMI


Provinsi

34% 29% VCA


Pemetaan
RR Plan
10% 27% Mitigasi
SSB

Berbagai upaya pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat yang


dilaksanakan oleh PMI sejalan dengan kebijakan di tingkat nasional
maupun global.

c. Pemulihan Hubungan Keluarga

Secara konsisten PMI Pusat melaksanakan pelayanan kegiatan pemulihan


hubungan keluarga. Kegiatan yang merupakan salah satu mandat khas
yang dimiliki oleh Palang Merah. Isu-isu migrant semakin berkembang
dan kebutuhan pelayanan RFL bagi kelompok rentan ini menunjukkan
kecenderungan yang meningkat. PMI mendapatkan Red Cross Message
sebanyak 189 baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Untuk Tracing Request - permohonan pencarian tergambar dari grafik di


bawah ini:

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 43

Grafik 12: Aktifitas RFL 2009 - 2014

119
142

26

87

Tracing Request Close Positive Close Negatife On Going

Mayoritas permohonan pencarian berasal dari Palang Merah Australia


terkait dengan kelompok migrant. Berikutnya berasal dari ICRC, Bulan
Sabit Merah Banglades dan Bulan Sabit Merah Pakistan.

d. Kesiapsiagaan Kesehatan Masyarakat.

Dilaksanakan dalam rangka meningkatkan ketahanan masyarakat,


khususnya yang tinggal di wilayah rawan kesehatan atau bencana,
berupa:
1. Pengurangan risiko kesehatan berbasis masyarakat.
Kegiatan ini merupakan implementasi proyek bantuan Mitra Gerakan
dalam bentuk pelatihan praktik-praktik hidup sehat, pemeliharaan
lingkungan sehat dan pertolongan pertama home-accident.
2. Partisipasi program kesehatan masyarakat.
Dilaksanakan dalam rangka ikut berpartisipasi dalam pencegahan
penyakit di wilayah yang rawan endemic dalam bentuk edukasi dan
promosi kesehatan.

Tabel di bawah ini rekapitulasi kegiatan kesiapsiagaan kesehatan


masyarakat (Kesehatan dan Pertolongan Pertama Berbasis Masyarakat/
KPPBM) yang didukung beberapa donor melalui PMI Pusat:

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 44

Tabel 5: Kegiatan KPPBM di Masyarakat


No. Jenis Pelayanan Durasi Jumlah

Provinsi Kab/ Desa RKD Penerima


Kota Manfaat
A Pengurangan risiko kesehatan berbasis masyarakat
KPPBM 2010-2014 2 2 33 750 59,576

B Partisipasi program kesehatan masyarakat


1 Pendidikan Sebaya 2010-2014 3 3 3 300 26,404
2 H2P 2010 28 349 1,269
3 CBAIC 2009-2010 1 5 73 2099 19,513
4 BERAKSI 2010 3 9 180 720
5 Pencegahan pandemi (ECV) 2013-2014 4 4 8 160 258
6 Air Sanitasi 2010-2013 3 4 6 128 11,290
7 Demam Berdarah 2010-2012 1 2 6 30 9,600
8 SAFE 2012-2013 2 10 20
Pasar Sehat
9 Partnership kesehatan (HIV, 2013 3 5 53,321
Malaria, KIA, Road Safety)
10 Sekolah Sehat 2013 2 2 39
Sekolah Sehat
Total 52 395 129 3,647 181,951

Hampir seluruh daerah di Indonesia telah mendapatkan penguatan


kesiapsiagaan kesehatan masyarakat antara lain Program Community
Based Avian Influenza Control (CBAIC) telah menjangkau 181.951 orang.

e. Peningkatan Mutu dan Jangkauan Pelayanan Sosial kepada


Masyarakat

Selain program pelayanan sosial yang tercantum dalam program


prioritas. Pelayanan sosial juga diberikan kepada penderita kusta. Selain
itu pemberian dukungan psikososial PMI kepada 29 TKI bekerjasama
dengan BNP2TKI. Melakukan asesmen dan sosialisasi mengenai pelibatan
penyandang disabilitas.

Meningkatkan pelayanan ambulan.


Revitalisasi pelayanan ambulan yang
dimiliki PMI Prov/Kab/Kota, melalui
survei kapasitas ambulan yang
dilaksanakan pada tahun 2013. Secara
umum pelayanan ambulans yang
dilaksanakan oleh PMI berjalan dengan
baik akan tetapi tetap diperlukan
upaya untuk secara terus menerus
meningkatkan kualitas pelayanan.

Grafik 13: Jumlah Ambulans PMI

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 45

f. Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit (RS) PMI Bogor


Dalam rangka meningkatkan mutu dan pelayanan Rumah Sakit PMI Bogor
telah dilakukan upaya-upaya pengembangan selama tahun 2010 – 2014
antara lain :
Foto 28: Gedung F
• Peningkatan Fasilitas Gedung
- Pembangunan Gedung G seluas 900
m2 terdiri dari 3 lantai.
- Pembangunan gedung flamboyan
(gedung F) seluas ± 6.000 m2 terdiri
dari 3 (tiga) lantai.

• Peningkatan Sarana dan Prasarana penunjang RS PMI


- Melengkapi peralatan medis
kegawatdaruratan medis dan
fasilitas pendukung sesuai standard
Kementerian Kesehatan RI.
- Melengkapi sarana dan prasarana
Rumah Sakit dengan standard
minimal Kesehatan dan
Keselamatan Kerja (K3).
Foto 29: Ruang ICU
- Pembenahan sarana dan prasarana
lingkungan RS untuk mendukung program tata alur pelayanan,
kesehatan lingkungan yang bersih, indah, nyaman dan aman.
- Pengembangan sarana pelayanan evakuasi medis ambulans.
- Penambahan sarana pelayanan hemodialisa.

• Peningkatan kapasitas SDM


- Peningkatan kapasitas SDM pelayanan kegawatdaruratan medis
dengan kegiatan rekrutmen internal, pelatihan dan pendidikan
secara terstruktur.
- Pelatihan Basic Life Support (BLS) kepada staf dan pengemudi.
- Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) dan
manajemen perawatan intensif bagi para Kepala Instalasi dan
Ruangan IGD, ICU dan NICU.
- Pelatihan tenaga Front office,
- Pelatihan materi communication skill, telephone courtesy,
service excellent bagi Kepala Ruangan dan Humas.
- Penyusunan pola ketenagaan bagi tenaga profesional dan
structural.
- Penyusunan Standar Kompetensi, Standar Jabatan, Standar
Profesi pada tahap tenaga profesional dan structural.
- Peningkatan pengetahuan dan keterampilan melalui peningkatan
pendidikan berkelanjutan sesuai kebutuhan RS.

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 46

Grafik 14: Peningkatan Pendidikan Karyawan RS PMI


Bogor Tahun 2009-2014
45
40
35
30
25
20
15
10
5
0
SMA Ke D3 SMA Ke S1 SPK Ke D3 D3 Kep Ke SKM Ke Dokter ke dr.
Kep Ners Magister Magister Spesealis Ke
Sub
Spesialis

Tahun 2009 Tahun 2010 Tahun 2011


Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014

Dari tabel di atas terlihat bahwa peningkatan pendidikan


tertinggi terjadi pada perawat yang meningkatkan pendidikannya
dari SPK ke D3 Keperawatan selanjutnya adalah SMA ke jenjang
sarjana.

• Peningkatan Manajemen Rumah Sakit PMI


- Pembenahan system manajemen rumah sakit dengan penerbitan
kebijakan, pedoman, standard pelayanan dan standar prosedur
operasional.
- Peningkatan sistem informasi manajemen (SIM) dengan teknologi
informasi yang terintegrasi yang akurat, tepat waktu, ekonomis,
efisien dan reliable.
- Konsistensi perbaikan manajemen dilakukan sehingga beberapa
penghargaan berhasil diraih oleh RS PMI Bogor, antara lain :
 Sertifikat akreditasi tingkat lanjut untuk 16 pelayanan dari
Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) Kementerian
Kesehatan RI pada tahun 2011.
 Sertifikat penetapan kelas rumah sakit dari Kementerian
Kesehatan RI sebagai rumah sakit kelas B non pendidikan
pada tahun 2013 dan telah diterbitkan ijin perpanjangan
penyelenggaraan RS PMI Bogor selama 5 tahun (2013-2018).
 Penghargaan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)
atas komitmennya
melaksanakan
Jaminan Kesehatan
Nasional (JKN)
dengan predikat
"The most
committed hospital
award in earlier
phase of JKN
Program" di tahun

Foto 30: Penghargaan dari BPJS


Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014
Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 47

2014.
 Penghargaan dari Indonesia WOW Brand for Consumer
Healthcare Product and Services dengan predikat 'Silver
Champion of Indonesia WOW Brand 2014' kategori 'General
Hospital-BODETABEK (B-Class).

• Peningkatan Pelayanan
- Pembentukan Tim Keselamatan Pasien Rumah Sakit
- Penguatan kapasitas RS PMI Bogor sebagai pusat pelatihan
kegawatdaruratan medis khususnya untuk mendukung
peningkatan kapasitas PMI dalam membentuk Medical Action
Team, Tim RS Lapangan dan Tim Mobile Clinic.
- Pelayanan Rawat Jalan
Rawat jalan terdiri dari Poliklinik Regular dan Poliklinik Afiat,
dimana Poliklinik Reguler beroperasi dari pukul 08.00 – 14.30
WIB. Kunjungan Poliklinik Reguler terjadi kenaikan secara
signifikan setiap tahunnya hal ini dikarenakan makin lengkapnya
cakupan layanan, peningkatan mutu layanan. Berikut di sajikan
grafik kunjungan poliklinik regular selama 5 tahun.

Grafik 15: Rekapitulasi Kunjungan Poliklinik Regular


Tahun 2009 – 2014

Pelayanan Rawat Jalan


250000 203,820
199,967 189,714 187,702
200000 164,558 177,768
149,781 146,003 145,189 151,805
134,919
150000 111,142
100000
53,416 50,186 42,849 43,711 42,513 52,015
50000
0
2009 2010 2011 2012 2013 2014

Pasien Baru Pasien Lama Jumlah

Dari grafik dapat dilihat bahwa terjadi kenaikan jumlah


kunjungan setiap tahunnya, di tahun 2013 terjadi penurunan
kunjungan pasien disebabkan karena pada tahun tersebut
Poliklinik sedang di renovasi sehingga poliklinik regular untuk
sementara beroperasi di Aula masjid RS PMI Bogor, ruangan yang
sempit dan kurang nyaman sehingga dimungkinkan pasien
memutuskan untuk mencari tempat yang lebih nyaman.
Kunjungan pasien 2014 (laporan sampai dengan bulan September)
dengan total kunjungan 203.820 terjadi kenaikan yang signifikan
dimungkinkan karena pada awal tahun 2014 diberlakukan
Jaminan Kesehatan Nasional, dimana RS PMI Bogor merupakan
salah satu rumah sakit rujukan di Kota Bogor selain itu kenaikan
jumlah kunjungan ini dikarenakan makin bermutunya pelayanan
di RS PMI Bogor.

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 48

Poliklinik Afiat beroperasi dari jam 08.00 – 21.00 WIB dengan


sasaran pasien adalah masyarakat menengah ke atas, selama
kurun periode tahun 2009 – 2010 mengalami peningkatan yang
signifikan, peningkatan ini seiring dengan peningkatan mutu
layanan, berikut disajikan grafik kunjungan poliklinik regular
2009 - 2014, untuk posisi 2014 adalah laporan sampai bulan Mei.

Grafik 16: Pelayanan Poliklinik Afiat


Tahun 2009 – 2014*
90,000 84,306 84,562
80,000 73,721
70,000 64,807 65,033 65,474
56,598 56,111
60,000
50,000 43,089 Pasien Baru
40,000 35,939 35,455
Pasien Lama
26,626
30,000 20,659 21,718
17,610 19,273 19,088 Total
20,000
8,829
10,000
-
Tahun Tahun Tahun Tahun Tahun Tahun
2009 2010 2011 2012 2013 2014*

- Pelayanan Rawat Inap


Ruang rawat inap yang tersedia terdiri dari ruang rawat inap
dewasa dan anak dengan kelas rawat inap, kelas III, Kelas II,
Kelas I, VIP dan VVIP, berikut di sajikan laporan tingkat hunian
rata-rata per tahun (Bed Occupation Rate/BOR).

Grafik 17: Tingkat Hunian Rata-Rata per Tahun


Tahun 2009 – 2014*
74% 73.40% 73.40%

72% 71.14%
69.9% 70.06%
70%

68%
66.43%
66%

64%

62%
Tahun Tahun Tahun Tahun Tahun Tahun
2009 2010 2011 2012 2013 2014

Tingkat hunian rata-rata per tahun adalah fluktuatif, standar dari


Kementerian Kesehatan bahwa BOR yang dianjurkan adalah
berada pada tingkatan 70%-80%, ini berarti BOR untuk tahun 2009
dan 2010 di bawah standar namun untuk tahun 2011-2014 berada
pada posisi standar yang dianjurkan. Pencapaian BOR ini

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 49

disebabkan karena peningkatan mutu layanan dan perluasan


cakupan layanan rumah sakit.

3. Peningkatan Kemandirian PMI

a. Peningkatan Kemitraan Strategis melalui Upaya Kehumasan dan


Pengembangan Sumber Daya

1) Peningkatan partisipasi mitra gerakan, perusahaan, lembaga dan


korporasi dalam membantu kegiatan kemanusiaan melalui PMI.

Sejak tahun 2004, setelah


bencana tsunami Aceh, PMI
telah melakukan kerjasama
dengan IFRC, ICRC dan Palang
Merah dan Bulan Sabit Merah
Negara Sahabat (PNS) dalam
menjalankan program program
kemanusiaan.

Foto 31: Bentuk Kepercayaan Perusahaan BUMN


kepada PMI

Grafik 18: Durasi dan Jumlah Kerjasama antara PMI dengan Mitra
Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional

16 14
14 11 11
12 9
10
9
10 7 7 7
8
7
8 5 55
6
6 4
3
4
3
4 1 1 1
2
11 1 1 1
2
1
2 22
1 1 1
2
1
2
1
2 0 0 0 0 0 0 0 0
0

Number of Agreement Years On-going

Data sebagaimana grafik di atas berdasarkan data perjanjian proyek


yang telah ditandatangani antara PMI dengan Mitra Gerakan sejak
tahun 2004 sampai dengan Juli 2014. Berdasarkan grafik tersebut, ICRC
merupakan pihak yang memiliki durasi waktu paling lama bekerja sama
dengan PMI yaitu selama sembilan tahun pasca tsunami Aceh tahun
2004. Hal ini dibuktikan dengan hasil dari data yang telah
dikumpulkan, yang menunjukkan program kegiatan yang dilakukan

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 50

ICRC bersama PMI yaitu Programmes of the PMI and the Continuation of
the Operational Cooperation in Maluku Province (Ambon) (2004),
Joining Tracing Operation RCM Exchange at the Border of West Timor
and East Timor (2007), Capacity Building Program (2008 – 2009), hingga
Conflict Preparedness and Response Capacity Building Programme
(2011 – 2013).

Perhimpunan nasional asing yang memiliki durasi waktu tersingkat


dalam program kegiatan kerjasama dengan PMI, yaitu hanya satu
tahun, adalah Croix-Rouge Monegasque dengan program Water,
Sanitation and Hygiene Program (WASH) at South Pagai, Mentawai
Island, West Sumatra (March, 2012); dan Italian Red Cross dengan
program Rising Youth Awareness in Health Affected Disaster in School
Program in West Kalimantan (January, 2012).

Mitra Pemerintah dan swasta menjadi partner di berbagai bidang


kerjasama dimana Para Pihak memperoleh manfaat. Sebanyak 127
MoU/PKS bekerjasama di bidang donasi, kesehatan/donor darah,
penanggulangan bencana, barang dan jasa dan SDM/Relawan.

Tabel 6: Perkembangan Jumlah Perjanjian Kerjasama PMI dengan


Pemerintah dan Swasta

Mitra & 2009 2010 2011 2012 2013 2014


Tahun
Pemerintah 2 0 4 3 8 2
Swasta 5 17 27 23 16 18
Prosentase peningkatan jumlah kerjasama bersama mitra swasta
terlihat pada tabel di atas. Pada awal Kepengurusan tahun 2009,
banyak dilakukan kerjasama bersama mitra swasta/perusahaan.
Sebaliknya, grafik kerjasama dengan mitra Gerakan dukungan palang
merah negara sahabat semakin berkurang di tahun 2014. Peningkatan
jumlah kerjasama bersama mitra swasta merupakan hal positif yang
harus terus ditingkatkan mengingat semakin berkurangnya dukungan
dari mitra gerakan kepada PMI.

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 51

Grafik 19: Perbandingan Kerjasama PMI dengan Mitra Gerakan - PMI


dengan Perusahaan

35
30 31

25 26
24
20
18
15 16
12 12 13
10 10 11
8
5
0 1
2009 2010 2011 2012 2013 2014

Perusahaan PNSs

Grafik 20: Jumlah Donatur yang memberikan dukungan kepada PMI


Tahun 2010 - Oktober 2014

Berdasarkan grafik di atas terlihat bahwa jumlah donatur tertinggi di


Tahun 2010 dan menurun dari tahun ke tahun dan kembali naik di
tahun 2014. Hal ini karena sebagian besar (90%) donasi yang ada
diperuntukkan untuk sumbangan pada korban bencana alam yang
disumbangkan melalui PMI. Tahun 2010 secara berturut terjadi
bencana banjir di Wasior, Gempa dan Tsunami Mentawai dan
meletusnya Gunung Merapi, sehingga tahun 2010 dan 2011 jumlah
donatur cukup tinggi. Tahun 2012-2013 angka kejadian bencana
menurun, maka donatur pun menurun dan kembali bertambah
jumlahnya pada tahun 2014 karena akhir 2013 sampai dengan awal
2014 dukungan PMI terhadap bencana di Philipina dan banjir di
beberapa Daerah di Indonesia.

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 52

Data di atas menunjukkan


bahwa minat masyarakat untuk
membantu PMI adalah
menyalurkan bantuan kepada
masyarakat melalui PMI, masih
terbatasnya donasi yang
diberikan untuk kegiatan non
bencana.

Foto 32: Donasi sebagai Bentuk Kepercayaan


Masyarakat kepada PMI

2) Kerjasama pemanfaatan gudang regional dengan UNICEF untuk Gudang


Regional Gresik dan Banten.

b. Penggalangan Dana

Selain donasi untuk membantu korban bencana,


PMI melakukan kerjasama untuk penggalangan
dana kegiatan PMI, antara lain :
• Donasi dari pelanggan Hypermart.
• Donasi dari pelanggan Indomaret.
• Donasi dari penumpang Citylink.
• Pengalangan dana melalui kegiatan seperti
kegiatan PMI Charity Golf yang
Foto 33: Bantuan Uang untuk Kegiatan PMI
diselenggarakan pada tahun 2010, 2012 dan
2014.

c. Pengembangan Unit Usaha

1) Wisma PMI Jl. Wijaya


2) Pemberdayaan Pusdiklat PMI
3) Pembangunan Pabrik Kantong Darah PMI
4) Pembangunan pabrik Fraksionasi Plasma
5) Pelatihan Pertolongan Pertama Perusahaan

d. Peningkatan kepercayaan Mitra dan Masyarakat

Upaya peningkatan masyarakat melalui kegiatan publikasi dan pencitraan


PMI di berbagai media terus dilakukan, yaitu antara lain :

1) Laman
Laman (website) PMI merupakan gerbang masuk bagi masyarakat untuk
mengetahui berbagai informasi seputar PMI. Dalam kurun waktu 2012-
2014 laman PMI mengalami proses perubahan perwajahan (upgrade)
dengan menambah sejumlah menu pelayanan kepada masyarakat,

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 53

seperti corporate volunteer, donasi, e-library, aplikasi Bloodbook dan


Ayo Donor.

Di bawah ini merupakan data mengenai perkembangan pengunjung


laman yang dihimpun dalam kurun waktu tahun 2012 hingga tahun 2014:

Tabel 7: Tabel Pengunjung Laman PMI tahun 2012 – 2014


2012 2013 2014
Visitor Laman 11.600 25.233 36.833
Unique Visitor 307 542 850

Visitor laman adalah semua pengunjung yang telah mengunjungi laman


pmi yakni www.pmi.or.id. Sedangkan Unique visitor adalah pengunjung
yang aktif mengunjungi laman PMI.
Selain menggunakan media elektronik, PMI juga menerbitkan secara
rutin Buletin PMI dan We Care. Bahkan buletin Suara PMI yang terbit
setiap 3 (tiga) bulannya memperoleh penghargaan Juara I Lomba Karya
Humas dari Bakohumas. Merupakan prestasi membanggakan PMI dalam
hal pemberitaan organisasi bersama peserta lomba lain dari
Kementerian, organisasi dan lembaga.

2) Media Sosial PMI


Sejak tahun 2014, kegiatan media sosial PMI Pusat mulai giat dilakukan
sebagai media untuk kampanye dan advokasi. Di tingkat Pusat, media
sosial yang dipakai oleh PMI adalah Facebook, Twitter, dan Youtube.

A. Facebook
Facebook adalah salah satu jejaring sosial yang digunakan PMI untuk
kampanye aksi sosial dan advokasi.

Salah satu indikator keberhasilan kampanye aksi sosial dan advokasi


yang dilakukan adalah terjadinya kenaikan jumlah like fanpage. Berikut
adalah grafik jumlah like fanpage Palang Merah Indonesia terhitung dari
tahun 2009 hingga tahun 2014.

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 54

Grafik 21: Jumlah Like Fanpage Palang Merah Indonesia (2009-2014)

143,803

77,082

45,951
29,947
118 15,892

2009 2010 2011 2012 2013 2014

Rata-rata aktifitas Page like per-posting adalah 3.050 like. Sedangkan rata-rata
aktivitas share per-posting adalah 20 kali share. Informasi yang telah dishare,
terdata rata-rata dapat tersebar dan dibaca oleh 46.428 orang.

B. Twitter
Selain Facebook, PMI juga menggunakan Twitter sebagai media kampanye dan
advokasi. Salah satu indikator keberhasilan kampanye dan advokasi yang
dilakukan melalui media sosial, Twitter adalah terjadinya kenaikan jumlah
followers. Berikut adalah grafik jumlah followers @palangmerah terhitung dari
Januari – Oktober 2014:

Grafik 22: Jumlah Followers @palangmerah (Januari-Oktober 2014)

206.916
201.87
197.359
192.101
185.965
182.356 182.545 182.912 183.42 183.85

Tabel di atas menunjukkan peningkatan followers @palangmerah per-


bulannya. Semakin banyak followers yang dimiliki, maka akan semakin
banyak informasi yang tersebar. Hal tersebut menandakan bahwa

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 55

kampanye dan advokasi yang dilakukan melalui media sosial, twitter,


berhasil dilakukan.

3) Media Coverage
Pemberitaan kegiatan PMI dalam media massa menjadi salah satu
bentuk kepercayaan mitra dan masyarakat, menggunakan jasa media
bank maka pemberitaan kegiatan PMI di media massa dipantau secara
jumlah dan kontennya. Hal ini untuk mengetahui jumlah pemberitaan
media dan analisa bobot pemberitaan dalam kaitan peningkatan
pencitraan PMI.

Tabel 8: Publikasi Berita Tentang PMI di Media Massa tahun 2010 - 2014
Indikator Tahun Tahun Tahun Tahun Tahun
2010 2011 2012 2013 2014
JUMLAH BERITA
- Media cetak 1.383 1.075 1.097 1.737 617
- Media televisi 124 73 103 53 20
- Media online - 940 1.534 1.065 582
Total 1.507 1.663 2.734 2.855 1.219
Jumlah Media 46 53 47 56 56
TEMA BERITA
- Donor darah 424 764 394 689 538
- Bencana 429 395 889 623 339
- Donasi 210 154 145 - 107
- Konflik 172 - - -
- Kecelakaan - 144 - 73
- Organisasi - - - 61
- RS PMI Bogor - - 1306 - 51
- Kesehatan - 206 103 25
- Berita lainnya - - 1.440 25
Total 1.507 1.663 2.734 2.855 1.219

Berdasarkan grafik di bawah, tahun 2010 pemantauan melalui media bank (jasa
pelayanan dalam mengkompilasi data media massa) masih pada media cetak dan
media televisi. Tahun selanjutnya seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi
dan jaringan internet, media online juga menjadi sumber penghitungan pemberitaan
media. Media online semakin banyak bermunculan sebagai alternatif pilihan sumber
berita bagi masyarakat dan mudah diakses.

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 56

Grafik 23: Jumlah Berita Mengenai PMI di Media Massa

582
2014 20
617
1065
2013 53
1737
1534
2012 103
1097
940
2011 73
1075
0
2010 124
1383

0 500 1000 1500 2000

Media online Media televisi Media cetak

Berdasarkan grafik di atas tahun 2013 terdapat berita terbanyak dari media cetak dan
media online bertema donor darah. Berita tentang bencana umumnya menjadi tema
berita terbesar kedua mengenai PMI, terlebih saat terjadi bencana di tiga tempat
yakni Bencana Gempa Bumi di Sumatera Barat (Mentawai), Banjir Bandang di Wasior
dan Bencana Gunung Merapi di DI Yogyakarta. Besarnya jumlah tema dari berita
lainnya dengan beragam tema mengenai PMI dapat dijadikan analisis terkait citra PMI
di masyarakat.

Grafik 24: Tema Berita Mengenai PMI di Media Massa, Tahun 2010 - 2014
1500 1306

1200
889
900 764

600 408 394 360 395


210
300 154 145 147
206
144
78
0 0 0 0
0
Donor darah Bencana Donasi Konflik Kesehatan Berita lainnya

2010 2011 2012

Analisa berita PMI di media massa periode Januari-Juni 2014 dengan total Berita dari 3
media (cetak, elektronik, dan TV) terdapat 1.210 Berita Positif dan 9 Berita Negatif.
Umumnya berita negatif terkait pemberitaan tentang bulan dana PMI yang tidak jelas
sumbernya, permasalahan stok darah, penyalahgunaan lambang PMI dan lainnya. Tema
tersebut menjadi perhatian bersama dalam meningkatkan pelayanan dan transparansi
kepada masyarakat.

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 57

4. Peran Serta PMI di Tingkat Internasional

a. PMI mendapat kepercayaan menjadi beberapa tuan rumah kegiatan


internasional antara lain :

1. South East Asia Regonal Disaster Management Comitte Meeting, 3- 6


Mei 2010 di Yogjakarta.
2. South East Asia Red Cross and Red Crescent Leaders Meeting, 20-22
Juli 2010 di Jakarta dengan penunjukan Ketua Umum PMI sebagai
koordinator gerakan palang merah dan bulan sabit merah se-ASEAN.
3. South East Asia Organizational Development Forum, 12-14 Desember
2011 di Jakarta.
4. Regional Disaster Response Teams (RDRT) Watsan Training se-Asia
Pasifik secara berturut-turut pada tahun 2011, 2012, 2013, 2014.

Foto 34: Pusat Air dan Sanitasi PMI menjadi Tuan Rumah RDRT Watsan Training

5. Study visit beberapa perhimpunan nasional seperti Palang Merah


Kamboja, Palang Merah Thailand, Bulan Sabit Merah Malaysia,
Palang Merah Hongaria, para delegasi US Pacom dan Brunei
Darussalam.

b. Partisipasi PMI pada kegiatan-kegiatan internasional

PMI telah berperan serta aktif pada 216 kegiatan internasional dan telah
melibatkan 365 orang yang terdiri dari unsur Pengurus, Staf dan Relawan
dengan rincian sebagai berikut :

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 58

Tabel 9: Partisipasi PMI di Tingkat Internasional Tahun 2010 -2014


No Tahun Jumlah Jumlah yang hadir
kegiatan
Pengurus Staf/Relawan
1 2010 73 25 88
2 2011 43 21 44
3 2012 17 9 25
4 2013 47 15 83
5 2014 36 22 33
TOTAL 216 92 273

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 59

III. Penutup
Penyelenggaraan organisasi PMI telah diperkuat dengan tersedianya produk hukum
organisasi. Percepatan penyampaian bantuan tanggap darurat dengan memperkuat
supply of chains dengan 6 (enam) gudang regional di area strategis, terakses
transportasi ditambah kerjasama dengan perusahaan retail nasional menjamin
ketersediaan barang bantuan dalam kondisi baik dan siap didistribusikan. Citra PMI di
masyarakat meningkat seiring bertambahnya pemberitaan di media massa nasional
tentang kegiatan pelayanan PMI.

Hal di atas masih perlu ditingkatkan seiring dengan pembinaan serta peningkatan
kapasitas SDM dalam bidang manajemen. Saatnya PMI ke depan memaksimalkan
sumber daya yang ada melalui peningkatan citra PMI di berbagai bidang
kemanusiaan.

Penguatan kelembagaan serta SDM di tingkat Pusat dan Daerah perlu terus
dikembangkan dan lanjutkan agar PMI menjadi mitra utama pemerintah dan
organisasi lain, menjadi representasi Negara dalam hubungan dengan negara lain di
bidang Kepalangmerahan dan dipercaya masyarakat mengemban tugas kemanusiaan
di seluruh wilayah Indonesia, TOTALITAS TANPA BATAS UNTUK KEMANUSIAAN.

Banyak hal yang telah dilakukan, tapi lebih banyak lagi


yang belum dilakukan

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Lampiran 1 :

DAFTAR NOTA KESEPAHAMAN (MOU) DAN PERJANJIAN KERJASAMA (PKS)


PALANG MERAH INDONESIA
TAHUN 2010 – 2014
No. Nomor PKS/MoU Tanggal Durasi Instansi/Lembaga Bentuk Kerjasama

A. MITRA PEMERINTAH
0160/UM/I/2011 - Perj- Pemberian Subsidi/bantuan
1. 31 Januari 2011 - Setneg - PMI
02/Setneg/01/2011 kepada PMI tahun 2011
02/MoU/KNPI-PMI/II/2011 dan Gerakan Nasional Pemuda Donor
2. 23 Feb. 2011 - KNPI - PMI
0938/MoU/IV/2011 Darah
MoU.005/II/BSN-2011 dan
Pelayanan Jasa Search and Rescue
3. 0624/MoU/PMI- 28 Feb. 2011 27 Feb. 2016 PMI- BASARNAS
kepada masyarakat
BASARNAS/III/2011
Penyiapan dan penyebarlauasan
informasi Peringatan Dini
0879/MoU/PMI-BMKG/III/2011
4. 01 Maret 2011 01 Maret 2016 BMKG - PMI Meteorologi,Klimatologi dan
dan HK.303/A.10/KB/BMKG.2011
Geofisika yang berpotensi
menimbulkan bencana
2597/MoU/PMI-RRI/VI/2011 dan Radio Program together for
5. 17 Juni 2011 31 Mei 2012 PMI - RRI
776/DU/SEK/2011 Humanity
Pembinaan dan Pengembangan
0317/MOU PMI-
Kegiatan Kepalangmerahan di
6. KEMENDIKNAS/II/2012 dan 04 Feb. 2012 03 Feb. 2017 Kemendiknas - PMI
kalangan pendidik, tenaga
1/II/KB/12
kependidikan dan peserta didik
0318/MOU PMI-
Pembinaan dan Pengembangan
7. KEMENDAGRI/II/2012 dan 04 Feb. 2012 03 Feb. 2017 Kemendagri - PMI
Organisasi PMI
468/357/SJ
Pemberian bantuan untuk PMI TA
8. 03/Perj/PMI-Setneg/IV/2012 09 April 2012 - Setneg - PMI
2012
Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 1

3052/MoU/PMI-LKBN Pelaksanaan Kegiatan Bersama


9. ANTARA/VI2012 dan 22 Nov. 2012 November 2013 LKBN ANTARA - PMI (Promosi-Sosilisasi-Diseminasi)
090/MoU/DIR-AP/XI/2012 Pelayanan Kepalangmeahan
Perj 03/
Pemberian bantuan untuk PMI TA
10. Kemsetneg/Sesmen/02/2013 dan 07 Feb. 2013 31 Des. 2013 Setneg - PMI
2013
0317/Perj/PMI-Setneg/II/2013
0423/MoU/Pramuka-PMI/II/2013 Peningkatan karakter kaum muda
11. 22 Feb. 2013 21 Feb. 2018 Pramuka - PMI
dan 02/PK-Mou/2013 dan tanggap daraurat bencana
0424/MoU/BNP2TKI-PMI/II/2013 Perlindungan Tenaga Kerja
12. 22 Feb. 2013 21 Feb. 2018 BNP2TKI - PMI
dan B.26/KA/II/2013 Indonesia
PKS/DIRUT/0513 dan Penggalangan dana (jual prangko
13. 08 Mei 2013 07 Mei 2015 PT Pos Indonesia - PMI
1223/PKS/V/2013 150 PM)
Peran Relawan Pemuda dibidang
0194 MOU/MENPORA/5/2013 dan
14. 18 Mei 2013 17 Mei 2018 Kemenpora - PMI kemanusiaan dalam
0056/MOU/PMI/5/2013
penanggulangan bencana
Amandemen Nota Kesepahaman
1862/MoU/PMI/VI/2013 dan
15. 24 Juni 2013 23 Juni 2016 BNPB - PMI tentang kerjasama kemitraan
…/MoU/BNPB/VI/2013
bidang penanggulangan bencana
Kementerian Koperasi Mengembangkan dan
1863/MoU/KUKM-PMI/VI/2013
16. 24 Juni 2013 23 Juni 2016 dan Usaha Kecil menunmbuhkan kewirausahaan
dan ../KB/M.KUKM/VI/2013
Menengah - PMI bagi relawan PMI
PKS.179/DIRUT/1013 dan Pengelolaan Prangko Amal 150
17. 28 Oktober 2013 27 Okt. 2015 PT.Pos Indonesia - PMI
1223/PKS/V/2013 tahun Palang Merah Intenasional
1358/MoU/VIII/2014 dan
Amandement MoU Kegiatan
18. 092/ADD/090-2012/MoU/DIR- 29 Nov. 2013 30 Nov. 2015 PMI - LKBN ANTARA
Bersama PMI-LKBN ANTARA
AP/VII/2014
26/NK/MEN/XII/2013 dan Peningkatan Kapasitas dan
19. 3192/MoU/Kemnakertrans dan 13 Des. 2013 12 Des. 2018 Kemenakertrans - PMI Perlindungan Tenaga Kerja dan
PMI/XII/2013 Transmigran
463/Menkes/SKB/XII/2013 dan Kepalangmerahan Bidang
20. 17 Des. 2013 16 Des. 2018 Kemenkes - PMI
3219/MOU/XII/2013 Kesehatan

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 2

Perj
03/Kemsetneg/Sesment/01/2014 Pemberian Bantuan untuk PMI
21. 24 Januari 2014 31 Des. 2014 SETNEG - PMI
dan 0227/Perj/PMI- Tahun 2014
Setneg/I/2014
Program Rehabilitasi TKI Purna
B910/PL/V/2014 dan Bermasalah
22. 16 Mei 2014 21 Feb. 2018 BNP2TKI - PMI
0961/MOU/V/2014

B. MITRA SWASTA
Pembukaan Unit Donor Darah di
1. - 14 Juni 2010 13 Juni 2012 Universitas Jember - PMI
PT
Pembukaan Unit Donor Darah di
2. - 14 Juni 2010 13 Juni 2012 Universitas Trisakti - PMI PT

Univ 17 Agustus Surabaya Pembukaan Unit Donor Darah di


3. - 14 Juni 2010 13 Juni 2012
- PMI PT
Pengembangan Pendidikan
PMI - Sekolah Perawat
4. (tidak bernomor) 01 April 2011 01 April 2014 keperawatan bencana di beberapa
Palang Merah Jepang
negara rawan bencana
0879/PRN-HK/IV/2012 dan
5. 31 Mei 2011 30 Mei 2014 UGM - PMI -
3274/P/HT/2011
Majelis Pimpinan
6. 3910/MoU/MPN-PMI/X/2011 30 Oktober 2011 Oktober 2012 Nasional Pemuda Donor Darah Pemuda Pancasila
Pancasila -PMI
Program Kerjasama ITB PMI dalam
melakukan kegiatan yang
3029/MoU/PMI-ITB/2012 dan PMI - Institut Teknologi
7. 01 Oktober 2012 30 Sept. 2015 berkaitan dengan fungsi
039/I1.A/DN/2012 Bandung
Kepalangmerahan yang melekat
pada PMI
Kajian Kerentanan Dampak
../PKS/PMI-ITB/V2012 dan PMI - Institut Teknologi
8. 01 Oktober 2012 30 Juni 2013 Perubahan Iklim di DAS Ciliwung
1602/I1.B04/PKS-WRRI/X/2012 Bandung
(Bogor-Jakarta Utara-Depok)
Pinjam Pakai tetentu sebagian
9. - 01 Des. 2012 31 Maret 2013 PMI - UNICEF Indonesia
ruang Gudang PMI oleh UNICEF

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 3

Kajian Pengelolaan Wilayah Pesisir


1389/PK/PMI/2013 dan & penanaman hutan pantai di
10. 11 Maret 2013 10 Sept. 2013 IPB - PMI
105.1/IT3.11.10/KS/2013 Kab.Cilacap,Aceh Jaya,Kota
Makassar dan Lombok Barat
American Chamber Kerjasama Program Corporate
11. tidak bernomor 13 Maret 2014 12 Maret 2016
Indonesia-PMI Volunteers
Kegiatan Bersama untuk
PMI - Special Olympics
12. 1731/MoU/SOIna-PMI/IX/2014 17 Sept. 2014 16 Sept. 2018 mendukung Para Penyandang
Indonesia (SOIna)
Tunagrahita di Indonesia

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 4

Lampiran 2 :

DAFTAR KERJASAMA PMI DENGAN


MITRA GERAKAN PALANG MERAH DAN BULAN SABIT MERAH INTERNASIONAL
TAHUN 2010 - 2014
No. RED CROSS PROJECT TIMELINE
Emergency Response to Padang Warthquake in Indonesia 09 Oktober 2009 - 15 Januari
Amandement 1: to the project between PMI and ARC 2010
01 November 2010 - 15 Januari
Emergency Response Volcanic Eruption Central Java - Yogyakarta
2011
Indonesia West Sumatra Organizational Development Project
Annex 1: Project Implementation Plan 01 November 2010 - 31
Annex 2: Budget Desember 2013
Annex 3-7: Templates
01 November 2010 - 30 Juni
Aceh 2 - Integrated Community Based Risk Reduction (ICBRR)
2014
Indonesia Organizational Development PMI NHQ Project 01 Januari 2012 - 30 Juni 2012
25 Maret 2012 - 24 Desember
Indonesia Wonogiri Health-DRR Project
1. American National Red Cross 2014
Indonesia Greater Jakarta Urban Disaster Risk Reduction Project
Annex 1: Project Description 01 April 2012 - 31 Desember
Annex 2: Budget 2014
Aneex 3-7: Templates
Indonesia Coastal Community Resilient (CCR) and Disaster Risk Reduction
(DRR) Project
Annex 1: Project Description
Annex 2: Budget 01 Oktober 2012 - 30
Annex 3-7: Templates Septermber 2014
Annex 8: Cost Principles for Non-Profit Organization
Annex 9: Mandatory Standard Provision for Non-U.S. Nongovernmental
Recipients

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 5

Planning, Monitoring, Evaluation and Reporting (PMER) System


Development Indonesian Red Cross Society 01 Januari 2013 - 31 Desember
Annex 1 A,B,C,D: Proposal 2015
Annex 3-7: PMI PMER System Development Project Budget Narrative
01 Juli 2013 - 26 September
Mobile Communication for Preparedness in Indonesia
2014
Aceh Earthquake Emergency Response Programme
Annex 1: Proposal Summary 12 Agustus 2013 - 25 Januari
Annex 2: Budget 2014
Annex 3-7: Templates
Addendum to the project agreement 7-Jan-14
Indonesia-PMI Corporate Volunteer Project (DKI Jakarta, and Bali
Province) 01 Oktober 2013 - 30 September
2015
Annex 1: Logical Framework
Strengthened Organizational Capacity and Disaster Coordination Response
in East Indonesia 01 Juni 2011 - 31 Desember
2013
Addendum to the Project Agrement
01 September 2012 - 31 Agustus
2. Australian Red Cross Society Support to PMI Blood Services
2014
Developing Well-functioning Branches in Post-Tsunami Aceh, Indonesia 01 November 2012 - 31
(Disaster Preparedness, Health & Care, and Blood Donation) Januari2014
Developing Well-functioning Branches in East Indonesia (Disaster 01 Januari 2013 - 31 Desember
Preparedness, Health & Care, Water and Sanitation) 2013
01 Januari 2011 - 31 Desember
3. Belgian Red Cross Integrated Community-Based Risk Reduction (ICBRR) in South Kalimatan
2013
Water, Sanitation and Hygiene Program (WASH) at South Pagai, Mentawai
Island, West Sumatera
Annex A: Concept Note
Croix-Rouge Monegasque 01 Maret 2012 - 30 September
4. Annex B: Logical Framework
(McRc) 2012
Annex C: Plan of Action
Annex D: Budget
5. Danish Red Cross Addendum to Audit Instructions for DRC Financed Programmes

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 6

Annex IV: General Guidelines for Accounting, Documentation, Reporting and


Auditing for DRC Supported Programmes
Annex V: Corruption Clause
Integrated Community-Based Disaster Risk Reduction Programme in
Central Java & Yogyakarta, Indonesia
Annex I : Audit Instruction for Programmes Supported by DRC using IFRC 15 April 2008 - 15 April 2010
Funds
Addendum I: Audit Instruction for DRC Financed Programmes
Integrated Community-Based Disaster Risk Reduction Programme in North
Sulawesi Province, Indonesia 01 Januari 2009 - 31 Desember
2013
Addendum to Audit Instructions for DRC Financed Programmes
Addendum -I: between PMI & DRC 19 April 2012
Integrated Community-Based Disaster Risk Reduction Programme in
Central Java & Yogyakarta, Indonesia (Karanganyar, Purworejo,
Tamanggung) 16 Maret 2009 - 31 Desember
Annex I: Audit Instruction 2010
Addendum to Audit Instructions for DRC Financed Programmes
Integrated Community Based Disaster Risk Reduction Programme (2009 - 01 Januari 2009 - 01 Januari
2014) in North, West & Southeast Sulawesi, Indonesia. 2014
Integrated Community-Based Risk Reduction in West Sumatra Januari 2011 - 31 Oktober 2012
Capacity Building for Disaster Management in Indonesia (between PMI,
01 Juli 2010 - 30 Juni 2012
FRC, and BNPB)
6. French Red Cross Addendum II: Operational Agreement between PMI, FRC, and BNPB
Annex-I: Operational Agreement 01 Juli 2011
Annex-II: Addendum Operational Agreement
Ownership and Responsibilities of Vehicles Used by French Red Cross 27-Jun-12
Capacity Building in Bengkulu (POSKO) for PMI Chapter Bengkulu and
01 May 2010 - 30 April 2012
Branches in Disaster Prone Areas
Addendum to the Project between PMI & GRC 17 November 2011
7. German Red Cross
Disaster Preparedness in School (Capacity Building) in Central Java
01 Oktober 2010 - 30 April 2013
Province
Addendum to the Project between PMI & GRC 18 November 2011

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 7

Disaster Preparedness in School (Capacity Building) for PMI Bengkulu 01 Oktober 2010 - 31 Oktober
Province and Districts 2012
Addendum to the Project between PMI & GRC 18 November 2011
24 September 2010 - 24
Mt. Sinabung Volcano Eruption Relief Operation
Desember 2010
The Integrated Community based Disaster Risk Reduction Project in Nusa 01 September 2009 - 31 Oktober
Tenggara Barat (NTB) Province, Indonesia 2012
8. Hongkong Red Cross 26 November 2010 - 26 May
Mentawai Earthquake and Tsunami Emergency Operation
2011
Procurement and Pre-positioning of Standar Hygiene Kits in PMI 01 November 2010 - 31 Oktober
Warehouses 2011
HIV and AIDS Prevention, Care, and Support Project for Bali Province April 2012 - Maret 2015
Raising Youth Awareness in Health Affected Disaster in School Program in 01 Januari 2012 - 31 Desember
9. Italian Red Cross
West Kalimantan 2013
PMI Capacity Building Program
Annex I: Financial Management and Reporting for PMI Programmes
supported by ICRC 01 Januari 2011 - 31 Desember
Annex II: Specific Objectives and Plan of Action for PMI Programmes 2011
supported by ICRC
Annex III: 2011 ICRC Budget support to PMI Programmes
PMI Capacity Building Program
Annex I: Financial Management and Reporting for PMI Programmes
supported by ICRC 01 Januari 2012 - 31 Desember
10. ICRC
Annex II: Specific Objectives and Plan of Action for PMI Programmes 2012
supported by ICRC
Annex III: 2012 ICRC Budget support to PMI Programmes
PMI Capacity Building Program
Annex I: Financial Management and Reporting for PMI Programmes
supported by ICRC 01 Januari 2013 - 31 Desember
Annex II: Specific Objectives and Plan of Action for PMI Programmes 2013
supported by ICRC
Annex III: 2013 ICRC Budget support to PMI Programmes
11. IFRC Regarding the Purchase, Renovation and Utilization of Land for PMI NAD 23 Agustus 2005 - the end of

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 8

Chapter Office, Training Centre and Logistics Base 2010


PMI, Central Java and DIY Chapters, Bantul, and Klaten Branches and 19 Februari 2007 - Desember
Headquarters, Jakarta 2007
Malaria Hang Up Campaign 18 Maret 2008 - 31 Juni 2010
01 Januari 2009 - 31 Desember
The AusAID Funded PMI Organizational Development Programme
2009
Temporary Cpmmunity Re-location Support in Sukamanah and T-Shelter 01 November 2009 - 30
in Cianjur District, West Java September 2010
Health Risk Management in a Changing Climate: Focus in Dengue
Annex I: The Project 01 Januari 2010 - 30 April 2012
Annex II: MoU
The Humanitarian Work of the Klaten Branch of PMI 08 Oktober 2012 - 01 Juni 2013
01 Januari 2011 - 31 Desember
The Implementation of the Project : Annual Appeal 2011
2011
01 Januari 2012 - 31 Desember
The Implementation of the Project : Annual Appeal 2012
2012
01 Januari 2013 - 31 Desember
The Implementation of the Project : Annual Appeal 2013
2013
Project Agreement: Integrated Community Based Risk Reduction (ICBRR)
Agustus 2012 - Desember 2014
Programme in Banten Province/PERTAMA
12. Japanese Red Cross Society Addendum-I: Project Agreement between PMI & JRCS 26 Desember 2013
Program Financial PMI & Implementation Guaideline
Youth as Agents of Behavioural Change (YABC) in East Java and Central
Java Province 01 Januari 2011 - 30 April 2013
Addendum to the Project Agreement
Disaster Risk Reduction/Climate Change Adaptation (DRR/CCA) in East
Java and North Maluku Provinces
13. Norwegian Red Cross Annex-IB: Logical Frame of Action
Annex-IC: Plan of Action 01 Januari 2011 - 31 Maret 2013
Annex-ID: Budget
Annex II-A: Implementation Guideline
Annex II-B: Financial&Administration Guidelines

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 9

Addendum to Project Agreement PMI & Norwegian Red Cross 01 Januari 2013
Community Based Health and First Aid through Organizational
Development and Capacity Building in Central Kalimantan
Annex II - A: Financial & Administration Guidelines
Annex II - B: Implementation Guideline between PMI &SRC 01 Desember 2010 - 28 February
2014
Addendum-1: Project Agreement between PMI & SRC
Addendum-2: Project Agreement between PMI & SRC
Addendum-3: Project Agreement between PMI & SRC
Construction of Temporary Shelter for Population Affected by West
Sumatera Earthquake
Annex II - Budget 01 December 2009 - 30 April
2010
Annex III - SRC Specific Regulation fo Financial Reporting
Annex IV - SRC Specific Regulation Related to Procurements
Addendum: Pembelian Peralatan dari Pusat Penanggulangan Bencana di
Kantor Pusat PMI yang Baru 25 September 2009 - 31 Agustus
2011
14. Spanish Red Cross II Addendum: Project Agreement between PMI & SRC
Pembelian dan Peralatan dari "PMI Pusat Informasi dan Komunikasi
Nasional (PMI INFOKOM)" di Kantor Pusat PMI
Addendum-III: Project Agreement between PMI & SRC
25 September 2009 - 31 Maret
Addendum-IV: Project Agreement between PMI & SRC 2013
Addendum-V: Project Agreement between PMI & SRC
Addendum-VI: Project Agreement between PMI & SRC
Strengthening of the Indonesian Red Cross Capacities in Disaster
Preparedness and Management in the Area of Sanitation and Hygiene
Promotion 01 April 2012 - 31 May 2013
Amandement-I: Project Agreement between PMI & SRC
Amandement-II: Project Agreement between PMI & SRC
Addendum to "Handover Certificate on 11 April 2013"
11 April 2013
Annex I: List of Donation - A Set of IT & Telcom Mobile Unit
Addendum to "Handover Certificate SRC Toyota Prado Vehicle signed June 06 Juni 2011

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 10

6th 2011"
01 April 2009 – 31 Desember
The Canadian Red Cross PERTAMA-ICBRR-OD/CB
15. 2014
Society
Addendum to the Project Agreement 01 April 2009 – (on going)
Integrated Community Based Risk Reduction/Climate Change Project Phase II: 1 November 2010 - 31
(ICBRR/CC) (in East and West Jakarta) Januari 2013
16. The Netherlands Red Cross
Integrated Water Supply, Sanitation, and Hygiene Promotion Project: in
01 May 2011 - 31 Agustus 2013
Papua Province, Keerom District, Arso Timur Sub-District

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Lampiran 3 :

Daftar Donatur Palang Merah Indonesia

Daftar Donatur yang memberikan bantuan kepada PMI Pusat dan menyalurkan bantuan
kepada masyarakat melalui PMI Pusat :

1. Bursa Efek Indonesia


2. Indonesia Ishikawa (Japan) Friendship Assosiation
3. PT. Mega Capital Indonesia
4. PT. Bank MandiriTbk
5. Mr. Sonny Choong
6. Mr. Heew Min Choon
7. PT. Bakrie Telecom
8. PT. Matahari Putra Prima
9. PT. Telkomsel
10. PT. Surya Palace Jaya
11. Bp. Iwan Kurniawan
12. S.P. Henny Singgih SH
13. PT. Indorama Synthetics Tbk
14. PT. Industri Jamu dan Farmasi Sidomuncul
15. PT. Gramedia Asri Media
16. PT. Liffung Indonesia
17. Public Finance Limited
18. Bp. Gunawan Onie
19. PT. Charties Insurance Indonesia
20. Keluarga Besar Sekolah Dasar Islam Al Azhar 8 Kembangan
21. UKM - Rescue Ecomomic University of Pancasila
22. Embasy of The People’s Republic of China
23. PT. Saipem Indonesia
24. PT. CiptaconSinergi
25. Perhimpunan Pengusaha Tionghoa Indonesia
26. Panitia Peduli Bencana Alam Hu Jian Shandong
27. PT. Kaliaren Jaya
28. Ibu-ibuParaseatKuliner
29. PT. Trimegah Securities Tbk
30. Student Organization – Swiss German University
31. PT. Medco E & P Indonesia
32. Ibu Wiwisamsul
33. Universitas Budi Luhur
Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 1

34. PT. Top Food Indonesia


35. Alumni Fakultas Tri Sakti Tahun 1992
36. SekolahTinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Internasional
37. PT. Javanusa Mitra Adijaya
38. Mercedes Benz Club Indonesia
39. PT. Aeon Credit Service Indonesia
40. PT. LG Innotek Indonesia
41. Konsultan Hukum Soewito Suhardiman
42. AshadiRianto
43. PT. Nokia Siemen Network
44. Lembaga Amil Zakat Infaq Shadaqoh NU
45. PT. Metrocom
46. Murid-murid Cahaya Montessori & Green Montessori
47. Komunitas Solidaritas Peduli Bencana di Indonesia
48. SDI An Nizomiyah
49. PT. Buana Finance Tbk
50. PT.Tatarasa Prima
51. PersatuanPelajar Indonesia “ Help University Collage”
52. YayasanJaka Perkasa Citra Cemerlang
53. PT. Summit Oto Finance
54. PT. DipoStaf Finance
55. Semut-Semut The Natural School
56. PT. Oto Multi Artha
57. PT.SasaInti
58. AssosiasiPengusaha Indonesia (APINDO)
59. PT. Dharma KaryaPerdana (Santini Group)
60. PT. Asono Gear Indonesia (Santini Group)
61. PT. Akashi Wahana Indonesia (Santini Group)
62. PT. Inti Ganda Perdana (Santini Group)
63. PT. Gemala Kempa Daya (Santini Group)
64. PT. Trimitra Batere Perkasa (Santini Group)
65. PT. Yuasa Indonesia (Santini Group)
66. PT. Pakarti Riken Indonesia (Santini Group)
67. PT. Nomura Indonesia (Santini Group)
68. PT. Loncin Penta Jaya (Santini Group)
69. PT. Wacana Prima Sentosa (Santini Group)
70. PT. Marga Bharata (Santini Group)
71. PT. Reimer Simorangkir (Santini Group)
72. PT. Marimas Gemala Misori (Santini Group)
73. PT. Mitrayasa Sarana Informatika (Santini Group)
74. PT. Gemala Sarana Upaya (Santini Group)
75. PT. Aica Aibon (Santini Group)
76. Bank MayapadaInternasional
77. PT. Kerta Gaya Pusaka
78. Bp. Yudi Wasito

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 2

79. PT. Ciptadana Capital


80. PT. Santini Graha Sentosa (Santini Group)
81. PT. Santini Graha Aksimeka (Santini Group)
82. PT. Mitra Prima Sagita Lestari (Santini Group)
83. PT. Santiniluwansa Lestari (Santini Group)
84. Jamaah Masjid Al Hidayah
85. Kel. Besar H. Kardito
86. PT. Amarta Indonesia Makmur
87. PT. Indo Loran Widiajaya
88. PT. lautanRezeki Sejahtera
89. BUT Shandong Electric Power Construction no. 2 Company
90. Samudera Energy
91. PBKL PT. Adhi Karya (Persero) Tbk
92. PT. Ayu Trans Utama
93. PT. Tokai Dharma Indonesia
94. PT. Prima Vista Solusi
95. PT. ITC Auto Multifinance
96. SekolahTinggiPenerbangan AVIASI
97. PT. Bank Central Asia Tbk
98. PT. Putra PratamaSukses
99. Dow Corning Singapore Pte, LTd.
100. Model Decade New Bandung
101. Alumni SMP Santa Angela Bandung
102. PT. Transocean Indonesia (Jakarta & Balikpapan)
103. PT. BJ Service Indonesia
104. PT. Sinar Sosro
105. PT. KramaYudha
106. PT KramaYudhaTigaBerlian Motors
107. PT. Mitsubishi KramaYudha Motors dan Manufacturing
108. PT. Luxor Inma
109. HESS (Indonesia-Pangkah) Limited
110. MusholaAr-Ridho
111. PT. Sanden Indonesia
112. PT. Bank DipoInternasional
113. Majalah Mix – PT Swa Media Investindo
114. RW 14 Perum Griya Jatisari Kel- Jaka Sampurna, Bekasi Barat
115. Yayasan Kesejahteraaan Keluarga PT. Askes
116. PT. Shell Indonesia
117. PT. Mitsui OSK Lines Indonesia
118. Stasiol Indonesia Karama AS
119. PT. Menara Anugrah
120. PT. Datcraft Indonesia
121. Australian Internasional School Indonesia
122. PT. Paiton Energi
123. PT. Nusantara Compnet Intergrator

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 3

124. PT. Asuransi MSIG Indonesia


125. Warga Kelurahan Tegal Parang
126. Kementerian PPN/Bappenas
127. Alumni SMPN 2 Bandung angkatan 1973
128. Almuni santo Yosep angkatan 1971
129. STMIK Pranata Indonesia
130. PT. Artajasa Pembayaran Elektronis
131. Yayasan Bumi Katulistiwa
132. Komunitas WNI Dubai dan Fitness First
133. PT. Serasi Autoraya
134. PT. Puri Datu
135. PT. Gobel Internasional
136. Ikatan Wanita Keluarga (IWK) Universitas Indonesia
137. Warga Kompleks Taman Sangrilla Indah Unit I
138. PT. Wiraswasta Gemilang Indonesia
139. PT. SMEC Internasional Ltd/PT Denka
140. PT. Tahitian Noni Independen
141. Plaza Kalibata
142. PT. Geolog Indonesia
143. PPI Delft
144. Masjid Baiturrahim Permata Kopo Bandung
145. PT. Hempel Indonesia
146. PT. Nike Indonesia
147. PT. Fugro Indonesia
148. PT. Core System Network
149. PT Vico Indonesia
150. Komunitas Peduli Bencana Alam Graha Mustika Ratu
151. PT. Dow Agrosciences Indonesia
152. Warga Perumahan Era Mas 2000
153. Bulanmadu.com
154. PT. Berau Coal
155. Karyawan INPEX
156. Keluarga Besar Istri Pegawai Pajak (KBIP DJP)
157. Rajawali group
158. Merukh Interprises
159. Umat Vihara “Hok Tek Ceng Sin” Tanah Abang Jakarta Pusat
160. Tokyo Marine Indonesia
161. Singapore Piaget Academy Solo Raya
162. PT. Telemarketing Indonesia
163. Foundation 4 Life
164. PT. Barasentosa Lestari
165. Ancora Group
166. PT. Indika Energy Tbk.
167. Karyawan Mina mas Plantation
168. Posko Peduli Nusantara

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 4

169. PT. Lion Metal Work, Tbk


170. PT. Tunas Rindean Tbk (Tunas Care)
171. TK Nurul Iman Limo – Depok
172. Organisasi Kompas Pratama
173. PT. Sinar Galesong Pratama
174. Kawil DJP Sulsel Bartra
175. PT. Bridgeston Tire Indonesia
176. BHPBilition
177. Laskar 70
178. Manila Buletin Publishing Coorperation
179. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)
180. Lembaga Penjamin Simpanan
181. PT. Mitsubishi Coorporation
182. Yayasan Radha Saomi Satsang Beas Indonesia
183. PT. AKE Corporindo Tbk
184. Pengurus DPP Tera Peduli
185. PIISEI Jaya
186. PT. Daksina Arga Perkasa
187. PT. Hero Supermarket Tbk
188. Pondok Indah Golf
189. PT. FMC Santana P.E.I
190. SMA 37 Jakarta Angkatan 2011
191. PT. Bank OCBC NISP
192. KJRI Kuching Serawak Malaysia
193. PT. Cognis Indonesia
194. Koperasi PT. Summit Auto Group
195. Busana Apparel Group
196. PT. Bank Negara Indonesia Persero Tbk
197. Indonesia Petroleum Association
198. Persatuan Masyarakat Indonesia di Brunai Darussalam
199. PT. Dwinaga Sakti Abadi
200. PT. Pelabuhan Indonesia II (Pelindo)
201. Sintesa Group
202. Kawasan Industri EJIP
203. Swiss German University
204. Club De’Seniors Indonesia
205. PT Chartis Insuranse Indonesia
206. Kedubes Malaysia
207. Yayasan Upaya Indonesia Damai
208. PT. Sinar harapan Persada
209. Masyarakat Indonesia di Istambul
210. PT. Mitsui Indonesia
211. BEM STIE Jayakarta
212. Forum Vespa Indonesia online (VIO)
213. Assosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI)

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 5

214. Indonesia Abroad in Reach- llionos, USA


215. PT. Nokia Indonesia
216. PT. Bussan Auto finance
217. BP Foundation
218. PT. Kraft Foods Indonesia
219. PT. Linde Indonesia
220. Pendengar PT. Radio Bahanasanada Dunia (RKM) dan PT. RMI
221. PT. Natrindo Telepon Seluler
222. Bp. Eka
223. Nanda Lippo Karawaci
224. PT. Protelindo
225. PT. Kaltim Pasific Amoniak
226. PT. Jasa Marga (Persero)
227. Taiwan Red Cross Organization
228. PPI Tainan
229. MBLAQ Indonesia
230. Karang Taruna Cikoko
231. PT. Zurich Insurance Indonesia
232. Karyawan PT. EBCI dan PT. ENG
233. Karyawan PT. Petrofac IKPT Internasional
234. PT. Technip Indonesia
235. PT. Avery Dennision Packaging Indonesia
236. Kelompok Amal Mahasiswa Kagishima Prefectural College
237. Israna
238. Silver Hawk Motorcycle
239. Sibelco Lautan Minerals
240. Sibelco Bao Lin Co. Ltd
241. Sibelco Japan Ltd
242. Korea Semiconductor
243. Sibelco Asia Pte Ltd
244. Ikatan Alumni Mahasiwa Program Diploma Pajak STAN (IKA Prodip Pajak)
245. Pengurus Masjid Agung Sunda Kelapa
246. Panitia Natal 2010 Keluarga Besar Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan
(BPKP)
247. PT. Samudera Indonesia
248. PT. CIMB Securities Indonesia
249. PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia
250. PT. Berlian Sistem Informasi
251. PT. Bank BNP Paribas Indonesia
252. Karyawan PT. Pearl Energy
253. KBRI Welington
254. Spanish Speaking Woman Assosiation (SSWA)
255. SMK 17 Agustus 1945 – Tebet Jakarta
256. PT. Dunia Visitama Produksi
257. PT. Asuransi Jiwa Tugu Mandiri

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 6

258. PT. Garuda Indonesia (Persero)


259. Akademi Farmasi Bhumi Husada Jakarta
260. Bp. Eka Rasja Putra Said
261. PT. Tirta Investama
262. Perhimpunan Alumni Universitas Tsinghua Indonesia
263. PT. Aksara Warta Mandarin
264. Ibu Grabielle
265. Karyawan PT. Adidas-Sourcing Ltd, Indonesia
266. Robert Kurniawan
267. Asrama Yatim Inslamic Centre Ar Rahmah Raffles Hills Cibubur
268. Karyawan PT. Siemen Indonesia
269. Karyawan PT. Wavin Duta Jaya
270. PT. Bank Central Asia (BCA)
271. Sumitomo Forestry Co. LTd
272. Ibu Dian Stefanti
273. Ibu Benigna Maria
274. Karyawan PT. Standard Charter Bank
275. Ibu-ibu Koempoelan Kita
276. Anggota GAPKI, PT. Salim Ivo Mas
277. Anggota GAPKI, PT. Risjadson Sejahtera
278. Anggota GAPKI, PT. Ivo Mas Tunggal Prakarsa
279. Anggota GAPKI, PT. Wilmar Nabati
280. Anggota GAPKI, PT. inti Indosawit Subur
281. Anggota GAPKI, PT. Astri Agro Lestari
282. STIE IPWIJA Adhi Graha
283. Karyawan/ti PT. Mayora Indah Tbk
284. Karyawan/ti PT. Kako Mas Gemilang
285. Warga Perumahan Kalibaru Permai – Cilodong Depok
286. Bp. Abdullah Riza SH
287. The Hongkong and Shanghai banking Corporation Ltd (HSBC)
288. PT. Sulzer Turbo Services Indonesia
289. DWP KJRI Capetown
290. PT. Intiland Development Tbk
291. Society of Petroleum Engineer Balikpapan Section’
292. Sibelco lautan Minerals
293. Karyawan dan Perusahaan PT. Surya Toto Indonesia, Tbk
294. Taloca GmBH Indonesia
295. ACI Indonesia (FOREXINDO)
296. BP Bintalorkes Perum Peruri
297. Dharma Wanita Pensiunan Kementrian Luar Negeri
298. Yayasan Agung Podomoro Land
299. PT. Priamanaya Djan Internasional
300. Silaturahmi mantep
301. HESS (Indonesia-Pangkah) Limited
302. SCTV

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 7

303. G.P.I.B Jemaat “Effatha”


304. PT. Hokiwan Farma
305. PT. Haliburton Indonesia
306. Alumni SMA N 6 Jakarta Angkatan 1986
307. PT. CIMB Niaga Autofinance
308. Toko Gunung Agung
309. PT. PP London Sumatera Indonesia
310. PT. Schlumberger
311. Asosoasi Pengelola Reksa Dana
312. PT. Astra Daihatsu Motor
313. PT. Adaro Indonesia
314. Masyarakat Indonesia di Singapura
315. PT. Gramedia
316. Musholla Al- Ikhlas JDC
317. SD-K- Samarian Tomag
318. Independent Data Service (Asia) sdn bhd
319. Organizing Commite of the 25th EAIC Jakarta
320. PT. Panasonic Gobel
321. PT. Oto Multiarta
322. Emiza
323. PT. Munial Sport Group
324. PT. Darya Varia Laboratorium Tbk
325. PT. Coca Cola Indonesia
326. Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia- Melbourne University
327. GKP Cawang
328. DPP Serikat Pekerja Perum Pegadaian
329. PT. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul
330. Yayasan Satu Untuk Negeri TV One
331. PT. Mahakam Sumber Jaya
332. Bp. Firman hadi
333. PT. Haliburton Indonesia
334. PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk
335. PT. Nalco Fondation
336. Mohammad Syarial nasution
337. PT. Gajah Tunggal Tbk
338. Organisasi wanita PWKI
339. Organisasi wanita SAHATI
340. Organisasi wanita PIKAT
341. PT. Lifung Indonesia
342. Alumni SMA Regina Pacis Bogor
343. PT. Toyota Boshoku Indonesia
344. PT. TS Tech Indonesia
345. PT. Djarum
346. PT. NN Bearing
347. Sekretariat Presiden RI

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 8

348. PT. Unilec Indonesia


349. Henry R
350. Blue Tee Golf Club
351. PT. Jabato International Tour and Travel
352. PT. Indomarco Prismatama (Indomaret)
353. Perhimpunan Pengusaha Indonesia Australia
354. PT. BHP Bilition
355. PT. Pelita Samudera Shipping
356. Taloca GMBH Lampung Indonesia
357. PT. Teguh Murni Perdana
358. Unit PKBL PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) (persero)
359. PT. Bank Kesejahteraan Ekonomi
360. Bank Commonwealth
361. Endiyanti Wirastuti
362. PT. Ivo Mas Tunggal
363. Student Group In North Western University US
364. PT. Bank Tabungan Negara (Persero)
365. PT. ENV
366. Holland America Line (The Hal Foundation dan PT. Sumber Bakat Insani)
367. BNP Paribas Hongkong
368. PT. Birotika Semesta (DHL Express Indonesia)
369. Community Conection Campaign (CCC) 2012 – World Bank
370. Nuvols Community
371. PT. Sarana Multi Corpora
372. Firman Hadi
373. MITSUI OSK Bulk Shipping (Europe) LTD
374. Bp. Hikman
375. Bp. Erwin Aksa
376. Taruna Merah Putih
377. Bp. Glen Sugita & Bp. Patrick
378. Bp. Andre
379. Bp. Budi Setiawan – Cibubur
380. Bp. Alex
381. Ibu Maya
382. Multi Indo Citra
383. Indo – Agar Food
384. Bp. Marinus Bea
385. Bp. Pui Sidato (Pulau Intan)
386. Jamaah Masjid Nuruh Barkah –Bandara Soekarno Hatta Jakarta
387. PT. Sarana Multi Corpora
388. Harian Republika
389. Bp. A. Chaeron
390. Modernland
391. Bp. Luki Wanandi
392. PT. Trans Corp

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 9

393. PT. Sarana Multi Coorpora


394. PT. Bukit Asam (Persero) – Tanjung Enim
395. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS)
396. UNICEF
397. Suara sakti
398. Alumni Amerika Serikat (Alumnas)
399. Ibu Kartini Muljadi
400. Peserta Turnament Golf HUT PT. Hadji Kalla ke 60
401. PT. Novartis Vaccines and Diagnostics
402. Mahkamah Konstitusi RI
403. PT. Herbalife Indonesia
404. Majalah Swa dan Groups
405. SPE Balikpapan Section
406. Paguyuban Direktorat Jenderal Pajak Wilayah Jakarta Selatan
407. PT. Primera Indonesia
408. Warga Bukit Angsana- Citra Indonesia – Jonggol Bogor
409. Perhimpunan Pengusaha Indonesia Tionghoa
410. Fujian- Shandong Tbk
411. Titan Group
412. PT. Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967 Cabang Kebayoran
413. Pure Gold Jewellers LLC
414. PT. Patra SK
415. PT. Astellas Pharma Indonesia
416. PT. Monica Hijau Lestari
417. PT. Pertamina (Persero)
418. Perhimpunan Pelajar Indonesia – Tunisia
419. Perhimpunan Pelajar Indonesia – Taiwan
420. Overseas Indonesia Students Association Alliance
421. PT. Tanu Alvindo Perkasa
422. HC. Jersey
423. Edlink Education Consultancy
424. Overseas Indonesia Students Association Alliance – other parties
425. Overseas Indonesia Students Association Alliance – Malaysia
426. Overseas Indonesia Students Association Alliance – Pakistan
427. Overseas Indonesia Students Association Alliance – Singapore
428. Overseas Indonesia Students Association Alliance – German
429. Overseas Indonesia Students Association Alliance – Tiongkok
430. Overseas Indonesia Students Association Alliance – Portugal
431. Overseas Indonesia Students Association Alliance – Rusia
432. Overseas Indonesia Students Association Alliance – Canada Montreal
433. Overseas Indonesia Students Association Alliance – Netherland
434. Overseas Indonesia Students Association Alliance – Australia
435. Overseas Indonesia Students Association Alliance – French
436. Korean Association in The Republic of Indonesia
437. Overseas Indonesia Students Association Alliance – New Zealand

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 10

438. Overseas Indonesia Students Association Alliance – Rusia


439. PT. Everbesindo Surya Jaya
440. PT. Bank ANZ Indonesia
441. PT. Wisma Bumiputera
442. AJB Bumiputera 1912
443. PT. Indosat Tbk
444. PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk
445. PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
446. PT. Salim Ivomas Pratama Tbk
447. PT. Astra International Tbk – Astraworld
448. PT. Bank BNI Syariah
449. PT. Yodi Intiguna Mandiri
450. Chairani Yusuf Kalla dan marah Laut C Noer
451. PT. Bank BRI Syariah
452. OTO Group
453. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London
454. PT. Hercules Chemical Indonesia
455. PT. Bank Pembangunahn Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. (Bank BJB)
456. One OK Rock Indonesia Fans Base
457. Dana Bina Lingkungan BRI
458. Yayasan Baitul Maal BRI (YBM BRI)
459. PT. Siemens Indonesia
460. Karyawan Hypermart
461. Karyawan BP Indonesia
462. PT Aurecon Indonesia
463. Sekolah Bogor Raya
464. PT. Mondalez Indonesia
465. DPP HIPPI
466. PT. General Suply & Services Indonesia
467. PT. Aimia Indonesia
468. Karyawan Hotel Ibis Senen
469. Sekolah Pelita Harapan – Sentul City
470. PT. Zurich Topaz Life
471. Karyawan Otoritas Jasa Keuangan
472. PT. Panasonic Industrial Devices Batam
473. PT. Boston Consulting Indonesia
474. PT. Menara Anugerah
475. Hendry L Jakarta
476. Yayasan Manulife Peduli
477. PT. Sarana Multi Infrastruktur (Persero)
478. Korpri BKPMI
479. Perhimpunan Fujian Indonesia
480. Komunitas Alumni SMA 3 Jakarta angkatan 1991
481. PT Trinity Artis Management (Ungu Band)
482. Women International Club

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 11

483. Lembaga PPI Ishikawa


484. PT. Prudential Life Asurrance
485. Badan Metereologi dan Geofisika
486. Panitia Natal pemprov DKI Jakarta
487. Yoga Dirga Yahya
488. Kantor hukum Melly Darsa & Co
489. PT. Cinderela Vila Indonesia
490. Al Izhar Peduli
491. Teknik Elektro Universitas Negeri Jakarta
492. PPI Swedia
493. Himpunan Aktivis Mahasiswa Universitas Nasional (HAMAS)
494. PT. Extensa Winaya Fakta
495. PT. PATRA SK
496. Union Group
497. PT. Greewood Sejahtera Tbk
498. KORPRI Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
499. SOLUZI 247
500. Kotak Band dan Kerabat Kotak
501. PT. Huawei Tech Investement
502. KrisEnergy (Asia) Ltd
503. Amalia Rasyid
504. Gerakan Batam Peduli Kelud
505. KORPRI BKPM Jakarta
506. Claudi kaunang
507. Cilandak Square
508. Citibank Card Bussiness Employee
509. RS Paru dr. Ario Wirawan Salatiga
510. Australian Indonesia Association of South Australia Inc
511. Les Private dan Konseling “Anak Ceria”
512. PT. Petrosea Tbk
513. PT. Rohde and Schwarz Indonesia
514. Asosiasi Logistik Indonesia
515. PT Capela Dinamik Nusantara
516. SMA Negeri Kauman
517. MTs Negeri Jetis
518. PT. Career Builder Indonesia
519. PT. Resource Alam Indonesia Tbk
520. PT. Epiterma Mas Indonesia
521. Proton Club Indonesia
522. UNIKA Atma Jaya Jakarta
523. Pingu’s English Bintaro
524. Masyarakat Indonesia di Thailand
525. PT. Dhorma Far East
526. PT. Luvitasindo
527. Rajawali Coopora dan Rajawali Foundation

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 12

528. PT. Sinar Sentosa Primatama


529. Honda HSM Mataram
530. PT. Mitra Pinasthika Surabaya dan Malang
531. PT. Mitra Sendang Kemakmuran
532. PT Menara Agung
533. Sekolah Global Mandiri Cibubur
534. Komunitas Online “protes publik” dan Pong Me Lounge
535. CV Indako Trading Coy
536. CV Hayati
537. Keluarga Besar PCPM 18 Bank Indonesia
538. Avery Dennison RBIS Indonesia
539. PT. Daya Adicipta Mustika
540. CV. Semoga Jaya
541. CV. Asia Surya Perkasa
542. PT. Trio Motor
543. PPI Wellingto, Nwe Zealand
544. PT. Wahana Makmur Sejati
545. Paramadina Social Care
546. PT. Mc. Dermott Indonesia
547. Yarsi Relief Agency (YARA)
548. PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk
549. PT. Akasha Wira International Tbk
550. Jakarta Golf Club
551. Staf RBS
552. PT. Daya Adicipta Wisesa
553. PT. Tunas Dwipa Matra
554. PT. Mayapada
555. Martha Tilaar Salon Day Spa
556. PT. Beverly Hills Spekta
557. PT. Metrogema Media Nusantara dan Paramex
558. Yayasan Diaspora Indonesia
559. PT. AXA Life
560. PT. Frisian Flag Indonesia
561. Komunitas Indonesia di Finlandia dan Estonia
562. PT. Cerenti Subur
563. HMI Cabang Tarakan Kalimantan Utara
564. Rohis SMA Negeri 3 Purworejo
565. PMR SMU Negeri 5 Makassar
566. SPSI PT. Bridgeston Karang
567. PT. Cocono Philips
568. PT. Hay Group
569. Pimpinan Pusat Ikatan Guru Raudhatul Athal
570. CIMB Niaga Syariah
571. Penumpang Citilink Indonesia
572. PT. Sun Life Financial Indonesia

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014


Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat 2009 -2014 13

573. Karyawan Inpex


574. PT. Garuda Food
575. PT SNS Biscuit
576. PT. Combiphar
577. PT. Konimex
578. PT. Sentra Sephuri
579. PT. Maspion Group
580. Poppy Darsono
581. Gabungan Pengusaha Farmasi Indonesia
582. Bulog Divisi Regional Jakarta
583. PT. Media Nusantara Citra (MNC) Group
584. Group on Indonesia
585. PT. Wing Groups
586. PT. Hammer Indonesia

Musyawarah Nasional XX PMI Tahun 2014