Anda di halaman 1dari 21

Variasi dan Ragam Bahasa

Disusun Oleh :
Kelompok: 1. Arka Dhatu Trenggono Putra NIM : 20190830028
2. Aprillia Dwi Damayanti NIM : 20190830031
3. Charista Rahayu Kinasih NIM : 20190830038
4. Aul NIM : 201908300
5. Kurniawan Agustianto NIM : 201908300
6. Rifky Kurniawan NIM : 201908000

Prodi Pendidikan Bahasa Jepang


Univesitas Muhammadiyah Yogyakara
2019

1
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .................................................................................................... 1


DAFTAR ISI ................................................................................................................... 2
BAB 1 PENDAHULUAN .............................................................................................. 3
I. Latar Belakang .................................................................................................... 3
II. Rumusan Masalah ................................................................................................ 3
III. Tujuan .................................................................................................................. 3

BAB II PEMBAHASAN ................................................................................................ 4


A. Pengertian Bahasa ................................................................................................ 4
B. Pengertian Ragam Bahasa .................................................................................... 4
C. Jenis-Jenis Ragam Bahasa ................................................................................... 4
a. Media Penyampaian ................................................................................. 4
b. Hubungan Antarpenutur dan Antarpembicara ......................................... 6
1. Ragam Bahasa Resmi ........................................................................... 6
2. Ragam Bahasa tidak Resmi .................................................................. 9
a. Ragam bahasa dalam sastra ............................................................... 9
b. Ragam bahasa santai ....................................................................... 14
c. Ragam bahasa lawak ....................................................................... 14
- Berdasarkan penuturnya:
a. Ragam Regional atau Dialek ........................................................... 14
b. Ragam Idiolek ................................................................................. 15
c. Ragam Sosial atau Sosialek ........................................................... 15
d. Ragam Bahasa Temporal ................................................................ 16
- Ragam Bahasa Baku ............................................................................. 16
CIRI CIRI BAHASA INDONESIA BAKU ........................................ 16

BAB III PENUTUP ....................................................................................................... 19

Kesimpulan .............................................................................................................. 19

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................... 20

2
BAB I
PENDAHULUAN

I. Latar Belakang
Bahasa merupakan media komunikasi antar manusia dengan manusia lain.
Bahasa meliputi bunyi suara, tanda, dan lambang yang disampaikan oleh
manusia untuk mengeluarkan isi pikirannya. Terdapat berbagai macam Bahasa
khusunya di Indonesia ini yang memiliki banyak keanekaragaman budaya dan
Bahasa, maka dari itu perlu adanya pemahaman tentang penggunaan variasi
Bahasa menurut setiap penuturnya. Maka dari itu penyusunan makalah ini
bertujuan untuk mengetahui dan memahami keberagaman bahasa tersebut.

II. Tujuan
a. Mengetahui pengertian bahasa
b. Mengetahui pengertian ragam bahasa
c. Mengetahui jenis-jenis ragam bahasa
d. Mengetahui peranan dan fungsi ragam bahasa

III. Rumusan Masalah


a. Pengertian bahasa
b. Pengertian ragam bahasa
c. Jenis-jenis ragam bahasa
d. Ragam bahasa lisan dan tulis

3
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Bahasa

Menurut Ferdinand De Saussure, pengertian bahasa adalah ciri pembeda yang paling
menonjol karena dengan bahasa setiap kelompok sosial merasa dirinya sebagai kesatuan yang
berbeda dari kelompok yang lain.

Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang sewenang-wenang, konvensional, dan


dipakai sebagai alat komunikasi untuk melahirkan perasaan dan pikiran.
(Moeliono,KBBI)

B. Pengertian Ragam Bahasa

Ragam bahasa adalah bentuk bahasa yang bervariasi menurut konteks


pemakaian (topik yang dibicarakan, hubungan antarpembicara, medium
pembicaraan). Ragam bahasa tidak berfungsi sebagai atribut tetap seorang pembicara
– bahasawan yang kompeten biasanya menguasai berbagai-bagai jenis ragam bahasa
dan mampu menyesuaikan ragam yang dipakai dengan situasi dan tujuan berbahasa.
Dalam pengertian ini, ragam bahasa berkontras dengan dialek, yaitu varian dari
sebuah bahasa yang berbeda-beda menurut kelompok pemakai atau wilayah
penuturan.

Dalam literatur linguistik, istilah ragam bahasa dan laras bahasa tidak dibedakan
secara konsisten. Sebagaimana dimaknai oleh KBBI, kedua istilah tersebut
merupakan sinonim. Istilah ragam bahasa sering dibedakan dengan varietas bahasa,
yaitu bentuk bahasa yang diperbedakan tanpa menitikberatkan secara khusus pada
karakter variasinya.
Ragam bahasa adalah bentuk bahasa yang bervariasi menurut konteks pemakaian (
topik yang dibicarakan, hubungan antarpembicara, medium pembicaraan). Variasi
tersebut bisa berupa dialek, aksen, laras, gaya, atau berbagia variasi sosiolinguistik
lain, termasuk variasi bahasa baku.
Ragam bahasa sebagai salah satu dari sekian variasi bahasa yang terdapat dalam
pemakaian bahasa. (Suwito)

4
C. Jenis-jenis Ragam Bahasa

1. Menurut Media Penyampaian

a. Ragam lisan

Disebut juga ragam percakapan, baik percakapan lingkungan keluarga,


lingkungan jual beli, lingkungan pekerjaan,maupun lingkungan sekolah.Dalam
percakaan, pembicara dan lawan bicara harus bertatap muka secara
langsung.Maksudnya,berhadapan langsung dalam satu situasi.Situasi
percakapan itu sangat membantu menjelaskan maksud pembicaraan.

Ragam bahasa lisan adalah suatu ragam bahasa yang dihasilkan oleh alat ucap
(organ of speech). Dalam ragam bahasa lisan ini, kita harus memperhatikan
beberapa hal seperti tata bahasa, kosakata, dan lafal dalam pengucapannya.
Karena dengan memperhatikan hal-hal tersebut, pembicara dapat mengatur
tinggi rendah suara atau tekanan yang dikeluarkan, mimik/ekspresi muka yang
ditunjukkan, serta gerak tangan atau isyarat untuk mengungkapkan ide dari
sang pembicara. Disebut juga ragam percakapan.

Sebagai contoh percakapan berikut :

Aul : “Ro,kembalikan topiku ?”


Kuro : “Topi apa ?”
Aul : “Topi yang kemarin kamu pinjam Ro, topiku satu-satunya.”

Situasi percakapan tersebut terjadi ketika Aul ingin topinya kembaliuntuk


dipakai Aul menanyakana dimana topi yang dipinjam oleh Kuro, Tetapi Kuro
balik bertanya, meyakinkan dirinya apakah dia pernah meminjam topi Aul.
Pertanyaan itu dijawab Aul bahwa topi aul satu-satunya dipinjam kuro
kemarin.

dalam situasinya, Aul bermaksud meminta topi satu-satunya yang ia punya


yang telah dipinjam oleh Kuro dalam sketsa tersebut kalimat tanya Aul
berfungsi bukan sebagai kalimat tanya melaikan sebagai perintah agar kuro
lekas mengembalikan topi Aul. Dari uraian tersebut, jelas bahwa situasi
percakapan bukan hanya memperjelaas kalimat, tetapi dapat menentukan
maksud percakapan.

Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa ragam lisan memiliki


ciri-ciri sebagai berikut.

 Unsur suprasegmental (aksen ,nada, tekanan) dan paralingual (


gerak-gerik tangan, mata, kepala) memberi efek terhadap hasil
komunikasi.

5
 Komunikasi secara langsung/bersemuka sehingga terikat oleh
kondisi,situasi dan waktu.

 Kalimat yang kurang baik strukturnya tidak menghambat


komunikasi.

b. Ragam tulis.

Ragam bahasa tulis adalah bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan


tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya. Dalam ragam tulis, kita
berurusan dengan tata cara penulisan (ejaan) di samping aspek tata bahasa dan
kosa kata. Dengan kata lain dalam ragam bahasa tulis, kita dituntut adanya
kelengkapan unsur tata bahasa seperti bentuk kata ataupun susunan kalimat,
ketepatan pilihan kata, kebenaran penggunaan ejaan, dan penggunaan tanda
baca dalam mengungkapkan ide.

‘Untuk Ibu, esok senin 12 juli 2009, saya akan pulang ke kota. Saya
akan berangkat dari jogja dengan penerbangan Garuda pukul 10 dini
hari. Estimasi waktu kira-kira 1 jam. Tolong, dijemput sebab saya
membawa barang bawaan yang banyak dan juga ongkos taxi mahal.‘

Mengenai perbedaan ragam bahasa lisan dengan tulis terlihat sangat jelas.
Pertama, kalimat dalam ragam tulis lebih panjang. Kedua, terdapat kata
hubung sebab. Ketiga adanya expresi penulis dalam ragam tulis sehingga
dapat menghindari adanya sebuah kesalah pahaman.

Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa ragam tulis memiliki ciri-
ciri sebagai berikut.

 Sarana suprasemental dan paralingual tidak ada sehingga dalam


menyusun kalimat perlu berhati-hati dan cermat.

 Komunikasi terjadi secara tidak langsung sehingga tidak terikat


oleh situasi, kondisi dan waktu.

 Kalimat yang berstruktur kurang baik akan mengganggu


komunikasi.

6
2. Menurut Hubungan Antarpenutur atau Antarpembicara

a. Ragam Bahasa Resmi


Merupakan ragam bahasa yang digunakan jika lawan bicara adalah orang yang
dihormati atau topic pembicaraannya bersifat resmi.Ragam resmi dapat
disebut sebagai ragam bahasa yang digunakan dalam suasana resmi.
Dalam ragam bahasa resmi digunakan bahasa yang baku atau standar,yang
mengikuti kaidah bahasa.Bahasa baku tidak banyak menggunakan bahasa
daerah.Jika terdapat bahasa daerah di dalam ragam bahasa resmi, itupun sudah
diserap dalam bahasa Indonesia. Misalnya kata pendapa, ajeg,
mantan,globalisasi, informasi dan masih banyak lagi.

Ragam bahasa resmi dapat dibedakan menjadi ragam bahasa resmi tulis dan
ragam bahasa resmi lisan.Ragam resmi tulis yaitu ragam bahasa resmi yang
digunakan untuk penulisan surat-surat resmi,laporan resmi,surat dinas atau
laporan-laporan.

7
Contoh ragam resmi tulis.

8
Contoh ragam resmi lisan :

9
2. Ragam Bahasa tidak Resmi
Merupakan ragam bahasa yang digunakan dalam situasi tidak resmi baik
secara tulis maupun lisan. Ragam bahasa tidak resmi menggunakan bahasa
sehari-hari. Jadi, tidak perlu menggunakan bahasa baku,terikat oleh kaidah
bahasa , baik itu pilihan kata, susunan kalimat, maupun ejaan. Ragam bahasa
tidak resmi lebih leluasa dalam menggunakan kata, yang terpenting
komunikasi antara pembicara dan lawan pembicara berjalan lancar.

Contoh ragam bahasa tidak resmi :


a. Ragam bahasa dalam sastra
Ragam bahasa sastra termasuk ragam bahasa tulis yang bersifat tidak
resmi. Memiliki fungsi khusus yaitu mengungkapkan pengalam jiwa
pengarangnya agar dapat dinikmati pembaca. Oleh karena itu, ragam
bahasa sastra banyak berkaitan dengan perasaan

1. Ragam bahasa sastra dalam puisi


Karya sastra puisi termasuk karya sastra yang bersifat
fiktif.
Terbelah
Puisi Acep Zamzam Noor

Pertempuran demi pertempuran telah melumpuhkanku


Sedang langit mengurungku dengan mendung kemurungannya
Tariklah sedikit ujung kerudungmu, Siti
Biar langit mengendurkan urat-uratnya dan bumi yang lelah
Sejenak istirah dari pergolakannya yang abadi
Dari bibirmu seratus patung keindahan telah dipahatkan
Sedang senyumanmu dikekalkan seribu puisi
Tapi di tanganku, Siti, kwas seperti kehilangan gema
Dalam genggamanku pena seperti kehabisan suara
Belantara nilai terlalu rumit dalam otakku
Sungai-sungai kemiskinan bermuara di mataku
Aku bukan pelukis, Siti, yang riang dalam sunyi
Bukan penyair seperti Attar atau Rumi
Mulutku busuk meniupkan bau rumah sakit
Sedang telingaku deras mengalirkan kotoran pabrik
Dunia terlalu panas bagi perasaanku yang berminyak
Singkaplah sedikit kerudungmu, Siti
Aku ingin berenang sepanjang kemurnianmu
Ingin berwuduk dalam ketulusanmu
Gerimiskanlah airmatamu, Siti
Dan hujankanlah kata-katamu agar semesta pucat
Agar langit meruntuhkan keangkuhannya di hatiku
Sekali lagi, Siti, sekali lagi
Aku bukan pelukis
Bukan penyair

10
2. Ragam bahasa sastra dalam cerita

BALAS BUDI SINGA


Di suatu perkampungan, hiduplah pemuda miskin dan betang kara. Ia tidak memiliki harta
benda kecuali gubuk yang sudah rapuh peninggalan orang tuanya. Untuk menghidupi dirinya,
pemuda tersebut selalu mencari bakar di hutan lalu dijualnya atau ditukarnya dengan
kebutuhan pokok lainnya. meski hidup serba kekurangan, namun pemuda tersebut sangat
baik hati dan penyabar.
Ketika suatu hari pemuda tersenut tengah mencari kayu bakar, terdengar di balik semak-
semak suara raungan singa yang sedang kesakitan. Dengan rasa cemas, di hampirinya singa
tersebut yang sedang merintih karena sebuah serpihan kayu menusuk bagian punggung singa.
Dengan rasa takut si pemuda yang merasa prihatin dan iba kemudian menghampiri sembari
mencoba menenangkan singa.
“Tenanglah wahai raja hutan, aku tidak akan menyakitimu atau memburumu. Aku akan
membantu melepaskan duri di pungungmu”. Mendengar ucapan pemuda tersebut, singa itu
kemudian terdiam seolah mempersilakan pemuda untuk menolongnya. Tak lama kemudian
duri di punggu singa berhasil di cabut. Pemuda tersebut kemudian berlari menghindar karena
takut dimangsa.
Ketika hendak kembali ke tempat mencari kayu bakar, ia tidak sengaja menabrak kereta
kencana milik raja yang sedang lewat sehingga kereta tersebut terbalik. Meski telah
bersimpuh dan meminta maaf, raja kemudian meminta pengawalnya untuk menangkap dan
memenjarakan si pemuda malang tersebut. setelah beberapa hari di penjara pemuda tersebut
akhirnya di jatuhkan hukuman mati.
Pada malah hari, dimasukkan lah pemuda ke dalam ruangan gelap yang berisi binatang buas.
Dengan perasaan sedih dan pasrah, ia merelakan dirinya menjadi santapan binatang buas.
Akan tetapi alangkah terkejutnya pemuda tersebut ketika bintang yang ada di dalam ruangan
tersebut tidak menyentuhnya sama sekali. Setelah beranjak siang, baru ia mulai bisa melihat,
binatang apa yang ada dalam ruangan.
Binatang buas tersebut adalah singa yang ia selamatkan beberapa hari yang lalu. Singa
tersebut ternyata peliharaan kesayangan milik raja. Pemuda tersebut lantas bertanya “kenapa
kau tidak mematuhi perintah raja untuk memangsaku wahai singa?. Singa tersebut kemudian
menjawab “Mana mungkin aku menyakiti orang yang telah berjasa menolong dan
menyelamatkan ku”.

3. Ragam bahasa sastra dalam drama

Siang itu lima sekawan yakni Danu, Dina, Dita, Didi, dan Dadang sepakat untuk
mengerjakan tugas sepulang sekolah bersama.
Dita : Nanti kita kerjakan tugas di tempat biasa ya teman-teman.
Didi : Di balai desa atau di rumah Danu?
Dita : Di balai desa saja.

11
Dina : Baiklah teman-teman, kalau begitu saya pulang ganti baju dan makan dulu baru saya
ke balai desa.
Setelah mereka semua pulang ke rumah masing-masing dan jam menunjukkan pukul empat
sore, Dina, Dita, dan Didi segera berangkat menuju balai desa. Hanya Danu yang tidak
berangkat karena sepulang sekolah ia tertidur pulas dan lupa jika sudah sepakat mengerjakan
tugas.
*Di balai desa*
Didi : Danu mana ya? Sudah hampir jam lima dia tak kunjung datang.
Dina : Jangan-jangan dia lupa jika sekarang kita akan mengerjakan tugas?
Dita : Atau mungkin dia mengira kalau kita akan mengerjakan tugas di rumahnya. Sebaiknya
kita ke rumahnya mungkin dia sudah menunggu kita.
Dadang: Mungkin dia ada urusan tetapi lupa memberitahu kita. Kita tunggu saja disini
sembari menyelesaikan separuh tugas.
Mereka berempat mengerjakan tugas bersama terlebih dahulu sembari menunggu kedatangan
Danu. Setelah jam tangan Dadang menunjukkan angka pukul 5:30 sore, terlihat dari jauh
anak laki-laki terengah-engah berlari membawa tas.
Didi : Tuh kan, Danu baru kemari.
Dina : Eh.. iya. Tetapi kenapa dia berlari seperti dikejar hantu dan memakai seragam
sekolah?
Danu : Teman-teman? Sedang apa kalian sepagi ini di balai desa? Apa kalian tidak takut
terlambat kesekolah?
Seketika Dita, Dina, Didi dan Dadang tertawa terbahak-bahak.
Dita : Ini masih sore, Danu. Pasti kamu baru bangun tidur kan?
Dina : Makanya Dan, kita dilarang tidur sampai hampir petang.
Wajah Danu memerah disertai rasa malu dan menyesal.

4. Ragam bahasa tulis dalam surat pribadi

Contoh surat pribadi

Bogor, 4 Juni 2018

Sahabatku,

Ari ristiawan

Di Cikadut

Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh

Hai Ar, apa kabar? Apa kamu sehat-sehat saja? Semoga kamu dan
keluarga senantiasa diberikan kesehatan dan kebahagiaan oleh Allah
SWT. Aamiiin.

Sudah lama rasanya kita tidak berjumpa, sudah hampir dua tahun
yang lalu Ar, tepatnya saat aku dan keluarga memutuskan untuk
pindah ke Bogor.

12
Sejak saat itu aku tidak pernah lagi mendengar kabar tentangmu Ar.
Aku berharap kamu senantiasa berada dalam lindungan dan kasih
sayang Allah SWT di manapun berada.

Akhir bulan ini aku dan keluarga berencana pulang ke Bandung untuk
menjenguk nenek. Aku berharap pada hari itu bisa ikut rombongan
untuk menjenguk kampung halaman sekalian bersilaturahmi dan
bernostalgia dengan kalian wahai para sahabat kecilku yang sangat ku
rindu.

Namun apa boleh buat, Allah berkehendak lain tentang rencana ini.
Hari itu ternyata aku ada ujian semester dan juga presentasi di
kampus. Dengan berat hati nampaknya perjumpaan kita harus
diundur, dan aku belum tahu kapan.

Semoga secepatnya kita bisa bertemu ya Ar.

Oh iya Ar, sekian dulu ya, sampaikan salam sekaligus permintaan


maafku kepada sahabat-sahabat yang lain. Katakan pada mereka
kalau aku sangat merindukan kebersamaan kita dulu saat masa kecil.

Sahabatmu,

Dadang

5. Ragam bahasa tulis dalam surat kabar

13
6. Ragam bahasa tulis dalam majalah

14
b. Ragam bahasa santai
Merupakan ragam bahasa yang digunakan dalam suasana santai dan
bertujuan untuk menimbulkan suasana santai. Maksudnya bahasa tidak
secara ketat mengikuti kaidah yang berlaku dan kosakata banyak
bercampur dengan kata dari bahasa daerah. Disamping itu, sering juga
digunakan kata yang tidak baku, misalnya kata senyampang, sembari,
membikin, belon, cuma , buat, dan sebagainya.

Contoh :
i. Yo wis! Ning mbok jangan cuma satu kardus. Bapak sendiri rak sudah
lama tidak mundut ta?
ii. Bapak kemudian lenggahan di kursi
Pada kalimat a terdapat kata yo wis, ning, mbok, rak, kerdus dan
mundut yang berasal dari bahasa jawa dan kata cuma termasuk kata
yang tidak baku. Pada kalimat b terdapat kata lenggahan yang juga
berasal dari bahasa jawa.

c. Ragam bahasa lawak


Merupakan ragam bahasa yang digunakan orang untuk
menimbulkan suasana lucu. Selain itu, juga digunakan untuk
menimbulkan tawa pada pendengarnya, khususnya yang dipakai oleh
para pelawak pada waktu mereka melawak.
Contoh :
A : Siapa namamu, Mas?
B : Nama saya Mas?
Pada percakapan tersebut B tidak mematuhi prinsip kerjasama
karena B tidak memberikan jawaban yang semestinya terhadap
pertanyaan yang diajukan oleh A. Seharusnya B menyebutkan
namanya, misalnya Aldi.

- Berdasarkan penuturnya
a. Ragam regional atau dialek
Merupakan ciri khas sekelompok individu atau masyarakat dalam menggunakan
bahasa. Dapat dikatakan bahwa ragam regional disebabkan oleh letak geografi
yang saling berdekatan.
Contoh ragam regional :
penjual : mari mbak…monggo ingkang pundi?
Pembeli 1: berapa harganya ?
Penjual : lima belas ribu rupiah saja. Sudah murah banget lo ini.

15
Pembeli 1 : wah, kalo yang ini mah sepuluh saja
Pembeli 2 : kalo lu mau warna yang apa?
Pembeli 1 : kalo gue sih suka warna merah

Percakapan di atas si pembeli menggunakan dialek Jakarta, sedangkan si penjual


menggunakan dialek Jawa.

b. Ragam idiolek
Idiolek merupakan variasi bahasa yang disebabkan kebiasaan atau cara
bahasanya yang khas pada seseorang.Idiolek merupakan ciri khas kebahasaan
seseorang.Contoh ragam idiolek:
Pada era Orde Baru almarhum Soeharto memiliki idiolek yang sangat
kuat.Ciri kalimat yang digunakan beliau biasanya menggunakan kata daripada
itu dan akhiran –kan berubah menjadi –ken
Contoh:
Maka daripada itu saya sampaiken bahwa pembanguan disegala
bidang harus terus digalakken.

c. Ragam sosial atau sosiolek


Sosiolek merupakan variasi bahasa yang disebabkan perbedaan kelompok
sosial tertentu dalam masyarakat seperti kelompok pegawai,remaja,orang tua,
dan sebagainya.Ragam sosiolek yang tidak asing bagi kita yaitu slang dan
jargon. Slang merupakan variasi bahasa yang memiliki ciri kosakata yang
baru ditemukan akan cepat berubah. Jadi dapat dikatakan bahwa bahasa slang
bersifat rahasia.

Contoh :
 Kata dagadu yang memiliki arti matamu
 Lungo – ngulo
Lu – ngu
Ngo - lo

16
d. Ragam bahasa temporal
Ragam bahasa temporal merupakan variasi bahasa yang digunakan pada kurun
waktu tertentu. Ragam bahasa temporal yang terkenal yaitu ragam bahasa
Melayu, khususnya raga bahasa yang digunakan Hang Tuag dan Abdl Kadir
Munsyi.
Contoh :
 Bahasa Kawi/Jawa Kuno bahasa Jawa yang digunakan sebelum
berakhirnya kerajaan Majapahit.
 Bahasa Jawa Tengahan yaitu bahasa Jawa yang digunakan saat
berakhirnya kerajaan Majapahit.
 Bahasa Jawa Baru yaitu Bahasa Jawa yan digunakan sekarang ini.

- Ragam bahasa baku


Ragam bahasa baku adalah ragam bahasa yang di lembagakan dan diakui oleh
sebagian besar pemakainya sebagai kerangka rujukan yang menentukan benar
tidaknya penggunaan bahasa baik ragam lisan maupun tulis.
Fungsi bahasa baku adalah :
1. Fungsi pemersatu
2. Fungsi pemberi kekhasan
3. Fungsi pembawa kewibawaan
4. Fungsi sebagai kerangka acuan
Bahasa baku dapat dipergunakan dalam :
1. Komunikasi resmi
2. Wacana tulis
3. Pembicaraan di depan umum
4. Pembicaraan dengan orang yang dihormati

Ciri-ciri Bahasa Indonesia baku

a) Pemakaian prefiks men- dan ber- secara eksplisit dan konsisten.


Contoh :
Tidak Baku : Pencuri ambil ta situ di dalam mobil.
Baku : Pencuri mengambil tas itu di dalam mobil.

b) Pemakaian fungsi gramatikal (Subjek, Predikat, Objek, Keterangan)


secara eksplisit dan konsisten.
Contoh :
Tidak Baku : Direktur perusahaan itu ke Singapura.
Baku : Direktur perusahaan itu pergi ke Singapura.

17
c) Pemakaian konjungsi bahwa dan karena –bila ada- secara eksplisit dan
konsisten.
Contoh :
Tidak Baku : Ia tahu anaknya naik kelas.
Baku : Ia mengetahui bahawa anaknya tidak naik kelas.

d) Pemakaian pola frasa verbal (aspek + pelaku + verba) secara konsisten.


Contoh :
Tidak Baku : Surat Anda saya sudah baca.
Baku : Surat Ana sudah saya baca.

e) Pemakaian partikel kah dan pun secara konsisten


Contoh :
Tidak Baku : Siapa nama orang itu?
Baku : Siapakah nama orang itu?

f) Pemakaian unsur-unsur leksikal berikut ini dari unsur-unsur yang


menandai bahasa Indonesia non-standar.

g) Pemakaian popularitas tutur sapa yang konsisten, seperti saya, tuan,


saudara, dan sebagainya.

h) Pemakaian awalan di- dan ke- menyatakan arti suatu pekerjaan atau
keadaan. Penulisannya dirangkai dengan kata yang mengikuti.

Contoh :
Tidak Baku : di apakan, di tulis, di jual
Baku : diapakan, ditulis, dijual

18
i) Pemakaian kata ulang
Semua kata ulang ditulis lengkap dengan menggunakan tanda hubung
(-), salah jika disingkat.
Contoh :
Tidak Baku : barang2, se-cepat2-nya, jalan2
Baku : barang-barang, secepat-cepatnya, jalan-jalan

j) Pemakaian kata kompleks


Kata kompleks yang tidak diberi awalan dan akhiran ditulis terpisah.
Jika mendapat awalan dan akhiran, penulisannya drangkai menjadi
satu.

Contoh :
Tidak Baku : jualbeli, beri-tahukan, berjual-beli
Baku : jual beli, beri tahukan, berjual beli

k) Pemenggalan kata
Pemenggalan kata terjadi karena tidak cukup tempatnya untuk ditulis
dalam satu baris. Pemenggalan kata harus memperhatikan kata dasar.

Contoh :
Tidak Baku : meng-ir-imkan, pe-mbayaran, me-nga-ntar-kan
Baku : me-ngi-rim-kan, pem-ba-yar-an, meng-an-tar-kan

l) Penulisan bilangan
Bilangan yang menyatakan tingkat atau kumpulan dtulis serangkai.
Jika angka digabung dengan huruf, penulisannya diberi tanda (-)

Contoh :
Tidak Baku : duapuluh, ke20, ke 20, 20an
Baku : dua puluh, ke-20, 20-an

m) Penulisan singkatan
Bentuk baku : Yth. Bpk. Dsb. Dkk.
a.l. s.d. a.n.
cm, kg, Rp, g

19
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Bahasa bersifat dinamis artinya bahasa selalu mengalami perkembanhan.Begitu pula dengan
ragam bahasa yang semakin lama semakin kaya.Secara umum ragam bahasa bisa digolongkan
menjadi ragam bahasa tulis dan ragam bahasa lisan.Ragam bahasa juga digolongkan
berdasarkan pemakai dan pemakaiannya.
Dengan pempelajari raam bahasa kita bisa lebih bijak dalam menggunkan ragam bahasa yang
sesuai dengan situasi dan kondisi.Mempelajari ragam bahasa juga menambah khasanah
kebahasaan kita.

20
DAFTAR PUSTAKA

Darmawati, Uti. 2009. Ragam Bahasa Indonesia. Klaten : PT Intan


Pariwara
https://thegorbalsla.com/contoh-naskah-drama/

https://www.yuksinau.id/contoh-surat-pribadi/

https://contohwuyana.blogspot.com/2018/09/contoh-berita-di-koran.html

https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/bobo/ed-16-jul-2017

https://ruang-puisi.blogspot.com/2013/10/puisi-puisi-terbaik-acep-zamzam-
noor.html

21