Anda di halaman 1dari 11

PERBEDAAN PERSEKUTUAN PERDATA, FIRMA, CV, DAN PT

PERBEDAAN FIRMA CV PT
Pengertian Persekutuan perdata yang Persekutuan komanditer yang diadakan Suatu bentuk perusahaan yang dimana
didirikan untuk menjalankan antara seorang sekutu atau lebih yang modalnya terbagi atas saham-saham,
perusahaan dengan nama bertanggung jawab secara pribadi untuk dan tanggung jawab dari para pemegang
bersama. seluruhnya dengan seorang atau lebih saham PT berdasarkan pada jumlah
sebagai sekutu yang meminjamkannya. saham yang dia miliki.
Dasar hukum Firma diatur dalam KUHD CV diatur dalam Pasal 19-21 KUHD. PT diatur khusus dalam Undang-undang
pada Pasal 16-35. Disamping Disamping ketentuan khusus tersebut, Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan
itu,terdapat beberapa ketentuan terdapat beberapa ketentuan umum yang Terbatas.
lain yang berkaitan dan relevan berkaitan dan relevan dengan CV didalam
dengan firma didalam BW, BW, yaitu ketentuan tentang persekutuan
yaitu ketentuan tentang perdata dan perikatan.
persekutuan perdata dan
perikatan.
Pendirian Firma harus didirikan dengan Dalam pendirian CV harus melalui Syarat pendirian PT secara formal
akta otentik, hal ini diatur pembuatan suatu perjanjian pendirian berdasarkan UU Nomor 40 Tahun 2007
dalam pasal 22 KUHD. karena melibatkan lebih dari satu orang. antara lain:
Namun, jika Firma tersebut Dalam hal pengaturan mengenai perjanjian,
telah menimbulkan kerugian tudnuk pada aturan hukum perjanjian. 1. Pendiri minimal dua orang atau lebih
terhadap pihak ketiga, Perjanjian kemudian didaftarkan dan (Pasal 7 ayat 1)
pendirian tanpa akta notaris diumumkan. CV pada Departemen 2. Akta notaris yang berbahasa
pun telah dianggap berdiri. Perindustrian dan Perdangan sesuai dengan Indonesia
Kenudian akta pendirian Peraturan Perundang-undangan tentang 3. Setiap pendiri harus mengambil
tersebut harus didaftarkan pada wajib daftar perusahaan dan mengurus bagian atas saham, kecuali dalam
Kepaniteraan Pengadilan berbagai macam perizinan sesuai dengan rangka peleburan (Pasal 7 ayat 2 dan
Negeri dan diumumkan ketentuan hukum yang berlaku. ayat 3)
melalui berita negara, hal ini 4. Akta pendirian harus disahkan oleh
diatur dalam pasal 23 dan 28 Menteri Kehakiman dan diumumkan
KUHD. Walaupun pembuatan dalam BNRI (Pasal 7 ayat 4)
firma telah selesai dilakukan, 5. Modal dasar minimal lima puluh juta
namun untuk menjalankan dan modal disetor minimal 25% dari
operasi bisnisnya, masih perlu modal dasar (Pasal 32 dan Pasal 33)
dilengkapi beberapa izin 6. Minimal satu orang direktur dan satu
lainnya, seperti daftar orang komisaris (Pasal 92 ayat 3 dan
perusahaan (UU Nomor 3 Pasal 108 ayat 3)
Tahun 1982, UKL- 7. Pemegang saham harus WNI atau
UPL/AMDAL (UU Nomor 32 badan hukum yang didirikan
Tahun 2009), dsb. menurut hukum Indonesia kecuali
PT PMA
Modal Tiap-tiap sekutu dalam firma Modal yang dimasukkan dalam CV berupa Modal dalam Perseroan Terbatas terdiri
diwajibkan memasukkan uang, benda, atau tenaga (inbreng). dari modal dasar, modal ditempatkan,
dalam kas persekutuan modal Sekutu Komanditer memasukkan modal disetor. Modal tersebut terdiri
berupa uang,benda atau tenaga. modalnya kedalam CV dan hanya dari sekumpulan saham.
Pemasukan ini disebut dengan bertanggungjawab sebesar modal yang 1. Modal dasar merupakan keseluruhan
inbreng. Pengaturan mengenai disetorkan kedalam CV. Para persero harus nilai perusahaan, yaitu seberapa
hal ini juga terdapat dalam membuat kesepakatan tentang pembagian besar perusahaan tersebut dapat
pasal 1619 BW. modal, karena CV tidak ada pemisahan dinilai berdasarkan permodalannya.
kekayaan antara CV dan kekayaan pribadi Menurut UUPT besarnya modal
perseronya. dasar adalah minimal Rp.
50.000.000,-.
2. Modal ditempatkan adalah
kesanggupan para pemegang saham
untuk menanamkan modalnya di
dalam perseroan. Menurut pasal 33
UUPT besarnya modal ditempatkan
adalah minimal 25% dari modal
dasar.
3. Modal disetor adalah modal
perseroan yang dianggap riil karena
telah benar-benar disetorkan
kedalam PT. Menurut UUPT,
besarnya modal disetor sebesar
modal ditempatkan- paling sedikit
25% dari modal dasar harus
ditempatkan dan disetor penuh
(pasal 33 ayat 1 UUPT)
Laba/ Rugi Mengenai pembagian Pembagian keuntungan dan kerugian dalam Pembagian keuntungan dalam PT,
keuntungan dan kerugian CV harus didasarkan kesepakatan, namun antara lain:
dalam firma, diatur dalam pasal jika tidak diperjanjikan maka 1. Pembagian deviden intern tidak
1633-1635 BW. Pasal-pasal pembagiannya didasarkan pada Pasal 1633 boleh mengganggu atau
tersebut mengatur mengenai BW. menyebabkan perseroan tidak dapat
cara pembagian keuntungan Berdasarkan ketentuan pasal 1131 dan memenuhi kewajbannya pada
dan kerugian yang tidak 1132 BW, bagi sekutu komplementer kreditor atau mengganggu kegiatan
diperjanjikan diantara para beban kerugian tidak terbatas bahkan harta perseroa.
sekutu. Batasan ketentuan dari pribadinya pun menjadi jaminan bagi 2. Deviden hanya boleh dibagikan
pembagian keuntungan dan seleuruh kerugian persekutuan. apabila perseroan mempunyai saldo
kerugian yaitu: Sedangkan sekutu komanditer tidak dapat laba yang positif
1. Tidak diperbolehkan dituntut untuk menambahkan 3. Pemilik saham akan memperoleh
memberikan seluruh pemasukannya guna menutupi kerugian bagian keuntungan yang disebut
keuntungan pada seorang dan tidak dapat diminta untuk deviden yang besarnya terantung
sekutu saja. mengembalikan keuntungan yang telah
2. Diperbolehkan jika diterimanya. Hal ini diatur dalam pasal pada besar-kecilnya keuntungan
membagi kerugian pada 1625 BW dan Pasal 20 ayat 3 KUHD. yang diperoleh Perseroan Terbatas
salah seorang sekutu saja. 4. Pembagian deviden atas keuntungan
3. Penetapan pembagian perusahaan akan diputuskan dalam
keuntungan oleh pak ketiga RUPS
tidak diperbolehkan . 5. Apabila terjadi kerugian maka
Apabila cara pembagian kerugian terbatas pada besarnya
keuntungan dan kerugia n tidak modal yang ditanamkan.
diperjanjikan, maka pembagian
didasarkan pada perimbangan
pemasukan secara adil dan
berimbang. Mengenai sekutu
yang memasukkan berupa
tenaga, maka bagiannya
dipersamakan dengan sekutu
yang memasukkan uang atau
benda yang paling sedikit.
Ciri-ciri  Apabila terdapat hutang tak  Sulit untuk menarik modal yang telah  Kewajiban terbatas pada modal
terbayar, maka setiap disetor tanpa melibatkan harta pribadi
pemilik wajib melunasi  Modal besar karena didirikan banyak  Modal dan ukuran perusahaan besar
dengan harta pribadi. pihak
 Setiap anggota firma  Ada anggota aktif yang memiliki  Kelangsungan hidup perusahaan PT
memiliki hak untuk tanggungjawab tidak terbatas dan ada ada ditangan pemilik saham
menjadi pemimpi. yang pasif tinggal menunggu  Dapat dipimpin oleh orang yang
 Seorang anggota tidak keuntungan tidak memiliki bagian saham
berhak memasukkan  Relatif mudah untuk didirikan  Kepemilikan mudah berpindah
anggota baru tanpa seizin  Kelangsungan hidup perusahaan CV tangan
anggota yang lainnya. tidak menentu  Mudah mencari tenaga kerja untuk
 Keanggotaan firma melekat karyawan/ pegawai
dan berlaku seumur hidup.  Keuntungan dibagikan kepada
 Seorang anggota pemilik modal/ saham dalam bentuk
mempunyai hak untuk deviden
membubarkan firma.  Kekuatan dewan direksi lebih besar
 Pendiriannya tidak daripada kekuatan pemegang saham
memerlukan akta pendirian  Pajak berganda pada pajak
penghasilan/ PPH dan pajak deviden
Jenis dan Macam Menggunakan nama bersama  CV diam-diam: Persekutuan  PT tertutup: Perseroan Terbatas
(nama sekutu yang dijadikan Komanditer yang belum menyatakan yang saham perusahannya hanya
nama perusahaan) secara terang-terangan kepada pihak bisa dimiliki oleh orang-orang
ketiga sebagai peresekutuan tertentu yang telah ditentukan dan
komanditer tidak menerima pemodal dari luar
secara sembaranagan.
 CV terang-terangan: Persekutuan  PT terbuka: Jenis PT dimana saham-
Komanditer yang telah menyatakan diri saham tersebut boleh dibeli dan
sebagai CV kepada pihak ketiga dimiliki oleh semua orang tanpa
 CV dengan saham: Persekutuan terkecuali sehingga sangat mudah
Komanditer terang-terangan yang diperjualbelikan oleh masyarakat.
modalnya terdiri atas saham-saham  PT domestik: PT yang berdiri dan
menjalankan kegiatan operasional
didalam negeri sesuai dengan aturan
yang berlaku diwilayah Republik
Indonesia
 PT asing: PT yang didirikan di
negara lain dengan aturan dan
hukum yang berlaku di negara
tempat PT itu didirikan. Namun
pemerintah telah menetapkan bahwa
setiap perusahaan atau pemodal
asing yang ingin berbisnis dan
beroperasi didalam negeri berbentuk
PT yang taat dan tunduk terhadap
aturan dab hukum yang adadi
Indonesia
 PT publik/ umum: PT yang
kepemilikan sahamnya bebas
dimiliki oleh siapa saja dan terdaftar
di bursa efek.
Tanggung jawab  Sekutu yang ditunjuk atau  Tanggungjawab intern:  Perseroan Terbatas merupakan
diberi kuasa untuk a. Sekutu komanditer: subyek hukum mandiri yang terpisah
menjalankan tugas Tanggungjawab terbatas pada dari pribadi para pemegang saham,
pengurus ditentukan AD inbreng yang disetor bertindak atas nama dan untuk
(akta pendirian) firma. b. Sekutu biasa: Tanggunjawab secara kepentingannya dan
 Jika belum ditentukan, pribadi untuk keseluruhan , bertanggungjawab sendiri terhadap
pengurus harus ditentukan meskipun sekutu tersebut tindakannya tersebut.
dalam akta tersendiri dan merupakan sekutu yang menurut  Para pemegang saham tidak
didaftarkan Kepaniteraan AD tidak diperkenankan bertanggungjawab secara pribadi
PN setempat dan berhubungan dengan pihak ketiga atas segala perikatan yang dibuat
diumumkan BNRI (supaya oleh perseroan atas nama perseroan
pihak ketiga mengetahui  Tanggungjawab ekstern:  Para pemegang saham tidak
siapa saja yang menjadi Sekutu komplementer yang bertanggungjawab atas kerugian
pengurus yang bertanggungjawab atas hubungan yang terjadi terhadap perseroan
berhubungan dengannya. dengan pihak ketiga melebihi nilai saham yang
 Semua anggota dianggap dimilikinya
dapat diperbolehkan
bertindak keluar atas nama
firma, seorang anggota
dapat mengikat anggota
lainnya.
 Semua anggota dianggap
berhak untuk menerima
dan mengeluarkan uang
atas nama dab untuk
kepentingan firma .

Berakhirnya 1. Lampaunya waktu yang di  Lampaunya waktu yang di perjanjikan. Menurut pasal 142 ayat (1) Undang –
perjanjikan.  Pengakhiran oleh salah seorang sekutu. undang perseroan terbatas yang
2. Pengakhiran oleh seorang  Pengakhiran berdasarkan alasan yang menyatakan pembubaran perseroan
sekutu. sah. terjadi karena :
3. Kematian salah seorang  Selesainya suatu perbuatan. 1. Berdasarkan keputusan RUPS.
sekutu.  Musnahnya benda yang menjadi objek 2. Karena jangka waktu berdirinya
4. Adanya kepailitan. persekutuan. yang di tetapkan dalam AD telah
5. Menjalankan usaha yang  Kematian salah seorang sekutu. berakhir.
tidak sesuai dengan akta  3. Beradasarkan penetapan pengadilan.
Adanya pengampuan atau kepailitan.
pendirian, melanggar 4. Dengan di cabutnya kepailitan
kesusilaan atau ketertiban berdasarkan putusan pengadilan
umum berdasarkan dengan niaga yang telah mempunyai
putusan hakim. kekuatan hukum tetap, harta pailit
perseroan tidak cukup untuk
 Setiap pembubaran firma membayar biaya kepailitan.
memerlukan pemberesan. 5. Karena harta pailit perseroan telah di
Firma yang bubar di nyatakan pailit berada dalam
anggap masih tetap ada keadaan insolvensi sebagaimana di
apabila maih ada hak dan atur dalam undang – undang tentang
kewajiban yang belum di kepailitan dan penundaan kewajiban
selesaikan. pembayaran utang, atau ;
 Pemberesan di lakukan 6. Karena di cabutnya izin usaha
oleh pemberes. Pemberes perseroan sehingga mewajibkan
adalah mereka yang di perseroan melakukan likuidasi sesai
tetapkan di AD. dengan ketentuan peraturan
 Jika dalam AD tidak di perundang – undangan.
tentukan, maka pemberes
adalah sekutu pengurus
atau dapat juga menunjuk
sekutu bukan pengurus
dengan suara terbanyak.
 Apabila suara terbanyak
tidak tercapai maka
pemberes di tetapkan oleh
PN.
 Tugas pemberes adalah
menyelasaikan sema utang
firma dengan
menggunakan uang kas
firma.
1. Jika masih ada sisa
/saldo maka di bagi
untuk para sekutu.
2. Jika ada kekayaan
berupa barang maka
sepeti pembagian
warisan (pasal 1652
KUHPerdata).
3. Jika ada kekurangan
maka berlaku pasal 18
KUHD.