Anda di halaman 1dari 22

Tugas : Sistem Informasi Manajemen

Dosen : Yananto Putra, S.E., M.Si.

SISTEM INFORMASI UNTUK PERSAINGAN


KEUNGGULAN

Disusun Oleh :

Riki Permana
43218120133

PROGRAM STUDI SARJANA AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MERCU BUANA
JAKARTA
2019
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang

Perkembangan informasi teknologi secara terus-menerus mengubah dunia


bisnis.Perusahaan tradisional mampu menciptakan produk dan jasa yang baru,
mengembangkan model bisnis yang lama untuk dijadikan sebagai model bisnis yang
baru.Manajemen teknologi informasi perusahaan juga telah berubah dengan
menggunakan jaringan digital yang berkecepatan tinggi.Dengan pertumbuhan sistem
informasi yang begitu cepat seorang manajer bisa bekerja dengan menggunakan akses
on-line yang bisa digunakan lebih cepat untuk mengetahui perkembangan informasi
perusahaan.

Sebagai calon manajer perusahaan kita perlu mengetahui perkembangan


informasi teknologi tersebut dengan baik dan benar.Dengan mengetahui hal tersebut
seorang manajer bisa mengetahui hubungan antara organisasi perusahaan, sistem
informasi, dan strategi bisnis.Dan sebagai seorang manajer juga perlu mendesain,
membangun, dan menjalankan sistem informasi. Oleh karena itu disini kita akan sedikit
mengulas mengenai Sistem Informasi, Organisasi, dan Strategi serta mengenai
Keunggulan Kompetetif.

1.2. Rumusan masalah

Dari latar belakang yang tersebut diatas, maka diperoleh sebuah rumusan masalah
sebagai berikut ;

1. Apa yang dimaksud dengan organisasi dan sistem informasi itu ?


2. Bagaimana sistem informasi mempengaruhi organisasi dan perusahaan ?
3. Bagaimana cara menggunakan sistem informasi untuk mencapai keunggulan
kompetitif perusahaan ?
4. Apa dan bagaimana keunggulan kompetitif sistem informasi?
5. Apa sajakah yang menjadi dimensi penting dari sebuah keunggulan kompetitif?
6. Tantangan apakah yang mungkin muncul dari pesaing global?
7. Apa saja yang menjadi tantangan dalam pengembangan sistem informasi global?

1.3. Tujuan Penulisan

1. Untuk mengetahui pengertian organisasi dan sistem informasi.


2. Untuk mengetahui sistem informasi yang mempengaruhi organisasi.
3. Untuk mengetahui dimensi penting dari sebuah keunggulan kompetitif
4. Mengetahui keunggulan kompetitif sistem informasi.
5. Untuk mengetahui dimensi penting dari sebuah keunggulan kompetitif
6. Untuk mengetahui tantangan apa yang mungkin muncul dari pesaing global
7. Untuk mengetahui tantangan dalam pengembangan sistem informasi global.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Organisasi

Organisasi merupakan struktur formal yang stabil dan formal yang yang
mengambil sumber daya dari lingkungan dan memprosesnya untuk menjadikan untuk
menciptakan output.Organisasi juga merupakan struktur social karena merupakan
sekumpulan elemen sosial.Gambaran perilaku organisasi yang lebih realistis adalah
sekumpulan hak, kewajiban, dan tanggung jawab yang diseimbangkan seiring periode
waktu melalui konflik dan pemecahan konflik.(Laudon,C Kenneth. Laudon, P Jane
:97 ).

Selain itu menurut Kenneth dalam buku edisi ke-8 menjelaskan definisi
organisasi juga ada dua yaitu organisasi (definisi teknis) adalah struktur sosial resmi
yang stabil yang memiliki sumber-sumber berasal dari lingkungan dan memproses
sember-sumber itu agar menghasilkan output.Dan organisasi (definisi
behavioral) adalah kumpulan hak, hak khusus, kewajiban dan tanggung jawab yang
harus dengan cermat diseimbangkan selama periode waktu tertentu melalui konflik dan
resolusi konflik.

2.1.1 Ciri-ciri Organisasi

a. Prosedur Standart Pengoperasian

Aturan-aturan rutinitas standart yang dikumpulkan menjadi aturan-aturan,


prosedur dan praktik-praktik yang saksama dan rasional yang dikembangkan untuk
dapat mencangkup semua situasi yang mungkin dihadapi.

b. Politik Organisasi

Orang-orangdalam organisasi menempati posisi yang berbeda dengan keahlian,


pertimbangan, dan prespektif yang berbeda.Akibatnya, mereka secara alami
mereka memiliki sudut pandang berbeda mengenai bagaimana sumber daya,
penghargaan, hukuman harus diberikan.

c. Budaya Organisasi

Seluruh organisasi memiliki asumsi dasar, yang tak dapat dibantah, dan tidak dapat
dipertanyakan yang menjelaskan tujuan dan produk organisasi tersebut. Budaya
organisasi meliputi seperangkat asumsi fundamental mengenai produk apa yang
harus diproduksi organisasi, bagaimana organisasi memproduksinya, di mana, dan
untuk siapa.

Pada saat yang bersamaan, budaya organisasi adalah hambatan kuat pada
perubahan, terutama perubahan teknologi.

d. Lingkungan Organisasi

Organisasi dan lingkungan memiliki hubungan memberi dan menerima.Pada satu


sisi, organisasi terbuka kepada, dan bergantung kapada, lingkungan social dan fisik
yang mengelilinginya. Pada sisi lain, organisasi dapat memengaruhi lingkungan.

2.1.2 Strukutur Organisasi

Menurut Mintzberg, 1979 menunjukkan 5 dasar struktur organisasi, yaitu ;

Tipe Organisasi Keterangan Contoh

Struktur Perusahaan kecil, lingkungan cepat Bisnis kecil yang


usahawan berubah, struktur organisasi sederhana, baru mulai.
dikelola oleh usahawan yang bertindak
sebagai direktur pelaksana tungal.

Birokasi mesin Birokrasi besar, lingkungan yang Perusahaan


lambat berubah, produk adalah barang- manufactur skala
barang standart, didomonasi oleh tim menengah.
dan sntralisasi.
Birokrasi Kombinasi dari beragagam birokrasi General motor
divisional mesin, menghasilkan produk dan yang memiliki
layanan berbeda, dikendalikan oleh perusahaan
kantor pusat. sejumlah 500.

Birokrasi Organisasi berbasis pengetahuan, Perusahaan


professional produk jasa sesuai keahlian dan hokum,sistem
pengetahuan para professional, sekolah, rumah
didominasi oleh kepala departemen sakit.
dengan otoritas sentralisasi lemah.

Adhokrasi Organisasi “satuan tugas”, responsif Perusahaan


pada perubahan lingkungan, terdiri dari konsultan
sekelompok spesialisasi yang
terorganisasi, tim multidisipliner jangka
pendek dan memiliki kelemahan
manajemen pusat

2.2 Sistem Informasi Memengaruhi Organisasi dan Perusahaan

Sistem informasi dan organisasi saling mempengaruhi, agar memberi informasi


yang dibutuhkan pada suatu bagian tertentu yang penting bagi organisasi. Organisasi
disisi lain juga harus waspada dan terbuka terhadap pengaruh sistem informasi supaya
mendapat keuntungan dari teknologi baru.

Sitem informasi menjadi alat integral, online, interaktif yang erat kaitannya
dengan tiap menit operasi dan pengambilan keputusan pada organisasi besar.Dalam
sebuah perusahaan terdapat departemen sistem informasi yang merupakan unit
organisasi formal yang bertanggung jawab untuk memelihara fungsi sistem informasi
di dalam organisasi.
Departemen sistem informasi terdiri dari para ahli seperti programer (ahli
teknis terlatih yang membuat kode-kode intruksi perangkat lunak dan
komputer), analisis sistem (petugas ahli yang menerjemahkan masalah-masalah bisnis
dan persyaratannya untuk menjadi peersyaratan informasi dan sistem serta sebagai
penyusun link-link utama antar kelompok), manajer sistem informasi (pemimpin dari
beragam ahli pada departemen sistem informasi), chief information officer (manajer
senior yang bertugas mengepalai fungsi sitem informasi si dalam perusahaan) dan end
user (perwakilan diluar kelompok sistem informasi sebagai objek sasaran
pengembangan aplikasi).

Selama dekade terakhir, sistem informasi secara fundamental telah mengubah


ekonomi organisasi dan meningkatkan kemungkinan mengelola pekejaan.Dan hal
tersebut menimbulkan beberapa dampak bagi organisasi danperusahaan. Diantara
dampak-dampak dari sistem informasi memengaruhi organisasi dan perusahaan yaitu :

a. Dampak Ekonomi

Teknologi sistem informasi sebenarnya ditolak oleh sejumlah manager madya dan
pekerja data karena teknologi informasi menggantikan pekerjaannya. Namun,
teknologi informasi juga membantu perusahaan memperkecil ukuran karena ia mampu
mereduksi biaya. Menurut teori biaya transaksi, perusahaan dan individu selalu
meminimalkan biaya transaksi, begitu juga dengan biaya-biaya produksi.
Memanfaatkan pasar adalah mahal (Williamson, 1985; Coase, 1937) karena
memerlukan biaya-biaya seperti lokasi, dan komunikasi dengan para pemasok jarak
jauh, pembelian asuransi, mendapat informasi prduk,dll.

Menurut teori agensi, perusahaan lebih dipandang sebagai “link kontrak” antara
individu-individu yang hanya berorientasi demi keuntungan pribadi daripada satu
kesatuan entitas yang berorientasi pemaksimalan laba (Jensen dan Meckling, 1976).
b. Dampak Organisasi dan Perilaku

Berdasarkan penelitian behavioral, disusunlah teori yang mengatakan bahwa teknologi


informasi mampu mengubah hierarki dari pengambilan keputusan pada pada organisasi
dengan cara menekankan biaya yang diperlukan oleh informasi dan memperluas
distribusi informal (Malone, 1997).

Pendekatan behavioral lainnya memandang lainnya memandang sistem informasi


sebagai jalan keluar dari kompetisi politik antara kelompok-kelompok organisasi untuk
mempengaruhi kebijakan-kebijakan organisasi, prosedur, dan sumber-sumber
organisasi (Laudon, 1974; Keen, 1981; Kling, 1980)

2.3 Manager, Pengambilan Keputusan dan SIstem Informasi

Peran Manager dalam Organisasi

Manager memainkan peran didalam organisasi. Tanggung jawabnya meliputi


pengambilan keputusan, membuat laporan, menghadiri pertemuan, mengatur
perayaan-perayaan.Model Klasik Manajemen, merupakan derkripsi tradisional dari
manjemen yang berfokus pada fungsi-fungsi formal dari manjemen yaitu perencanaan,
pengorganisasian, koordinasi, pengambilan keputusan dan control. Model
behavioral,menjelaskan manajemen berdasarkan penelitian behavioral mengenai apa
yang sesungguhnya dilakukan para manager dalam mengembangkan tugasnya.

Peran Manager, merupakan aktivitas manager yang harus dijalankan manager di dalam
sebuah oraganisasi. Peran manager menurut Mintzbergdibagi dalam 3 kategori, yaitu :

1. Peran interpersonal, manager bertindak sebagai figure kepala dan pemimpin


organisasi.

2. Peran informal, yaitu manager menjadi pusat nadi organisasi, menerima dan
menyebarkan informasi penting.
3. Peran decisional, yaitu manager menginisiasi aktivitas, menagani ksulitan,
mengalokasi sumber-sumber dan negosiasi konflik.

Model-model pengambilan Keputusan

Model pengambilan keputusan focus pada pengambilan keputusan individual


dan sebagian lagi focus kepada pengambilan keputusan dalam kelompok.

Model-model pengambilan keputusan individual mengasumsikan bahwa


manusia adalah rasional.Model rasional, model perilaku manusia berdasar keyakinan
bahwa orang-orang, organisasi dan bangsa menjalankan kalkulasi pemaksimalan nilai
yang secara mendasar konsisten.Model kognitif, yaitu disposisi kpribadian yang
mendasar terhadap perlakuan atas informasi, laternatif, pilihan dan evaluasi terhadap
konsekuensi. Pembuat keputusan sistematis, mendekati permasalahan dengan cara
menstrukturisasikan masalah berdasarkan beberapa metode formal. Mereka
mengevaluasi dan mengumpulkan informasi berdasarkan metode terstrukturnya. Dan
para pembuat keputusan intuisif mendekati permasalahan dengan beragam metode,
menggunakan cara trial and error untuk mencari solusi. Mereka cenderung tidak
menstrukturisasikan pengumpulan informasi atau evaluasi (McKenney dan Keen,
1974)

Namun, kadang kalli keputusan tidak diambil secara individual melainkan leh
kelompok atau organisasi keseluruhan.Pengambilan keputusan model organisasional,
memperhitungkan karateristik pollitik dan structural dari
organisasi.Menurut pengambilan keputusan birokratis, tujuan terpenting organisasi
adalah memelihara organisasi itu sendiri dan keputusan yang dihasilkan dibentuk dari
prosedur standart pengoperasian.Pengambilan keputusan model politisyaitu model
pengambilan keputusan dimana keputusan yang dihasilkan berasal dari persainngan
dan tawar-menawar antara kelompok-kelompok terkait dan pemimpin-pemimpin
utama dalam organisasi. Selain itu teori pengambilan keputusan model “keranjanng
sampah” yaitu model pengambilan keputusan yang menyatakan bahwa organisasi
tidaklah rasional dan bahwa keputusan merupakan solusi masalah karena kebetulan
saja.

Implikasi untuk Perancaangan dan Pemahaman Sitem Informasi

Agar mampu memberikan manfaat, sisitem inforamsi harus dibangun dengan


suatu pemahaman yang jelas atas organisasi tempat sistem itu diterapkan dan
bagaimana sistem informasi secara tepat memberi kontribusi untuk pengambilan
keputusan manajerial. Faktor-faktor sentral pada organisasi yang perlu
dipertimbangkan dalam merencanakan sistem adalah :

1. Lingkungan dimana organisasi harus berfungsi.


2. Srtuktur organisasi hierarki, spesialisasi dan prosedur standart pengoperasian.
3. Kultur dan politik organisassi.
4. Tipe organisasi dan gaya kepemimpinannya.
5. Kelompok-kelompok utama terkait yang mempengaruhi sitem dan perilaku para
pekerja yang akan menggunakan sistem tersebut.
6. Jenis tugas, keputusan, dan proses bisnis yang akan dibantu oleh sistem informasi.

Para perancang sistem informasi harus mendesain sistem yang memiliki


karateristik berikut :

1. Fleksibel dan memberi banyak pilihan untuk menangani data dan mengevaluasi
informasi.
2. Mampu mendukung beragam gaya, ketrampilan dan pengetahuan juga mampu
melacak banyak alternative dan konsekuensi.
3. Sensitive atas birokrasi organisasi dan ketentuan-ketentuan politik.
2.4 Menggunakan Sistem Informasi untuk Mencapai Keunggulan Kompetitif

Sistem informasi adalah suatu sistem virtual data mereka mencerminkan sistem
fisik dari sebuah perusahaan. Sistem informasi dapat digunakan untukmemberikan
keunggulan kompetitifkepada perusahaan. Seiring dengan perusahaan memenuhi
kebutuhan produk dan jasa para pelanggannya, perusahaan tersebut akan berusaha
untuk mendapatkan keunggulan di atas para pesaingnnya. Mereka dapat keunggulan
ini dengan memberikan produk dan jassa pada harga yang lebih rendah, memberikan
produk dengan jassa dan kualitass yang lebih tinggi, dan memenuhi kebutuhan-
kebutuhan khususdari segmen-segmen pasar tertentu.

Satu yang tidak selalu terlihat jelas adalah adanya fakta bahwa sebuah
perusahaan juga akan mencapai keunggulan kompetitif melalui penggunaan sumber
daya virtualnya. Di dalam bidang sistem informasi, keunggulan kompetitif
(competitive advantage) mengacu pada penggunaan informasi untuk mendapatkan
pengungkitan (leverage) didalam pasar.Ingat bahwa manajer perusahaan menggunakan
sumber daya virtual sekaligus juga fisik dalam memenuhi tujuan-tujuan strategi
perusahaan.Pandangan secara luas atas keunggulan kompetitif menyadari adanya
organisasi-organisasi yang bersaing dengan perusahaan sekaligus sekaligus juga
profesional dan staf di negara-negara lain yang bersaing memperebutkan pekerjaan
dengan karyawan perusahaan.Perusahaan multinasional sering kali mengontrakkan
pekerjaan (outsource) ke organisasi-organisasi lain agar dapat mencapai suatu
keunggulan ekonnomi.Perusahaan yang melakukan bisnis secara global memiliki
kebutuhan-kebutuhan informasi dan koordinasi khusus.Biasanya keunggulan
kompetitif dapat dicapai melalui pengelolaan sumber daya fisik.

Beberapa perusahaan berkinerja lebih baik daripada yang lain. Perusahaan yang
melakukan kinerja lebih baik daripada yang lain dikatakan memliki keunggulan
kompetitif. Perusahaan yang memiliki keunggulan kompetitif biasanya memiliki akses
terhadap sumber daya khusus yang tidak dimilki yang lain, atau juga mampu
menggunakan sumber daya yang tersedia umum dengan lebih efisien-biasanya
pengetahuan dan aset informasi yang superior.

Seiring dengan perusahaan memenuhi kebutuhan produk dan jasa para


pelanggannya, perusahaan tersebut akan berusaha untuk mendapatkan keunggulan di
atas para pesaingnya. Perusahaan dapat mencapai keunggulan ini dengan memberikan
produk dan jasa pada harga yang lebih rendah, memberikan produk dan jasa dengan
kualitas yang lebih tinggi, dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan khusus dari segmen-
segmen pasar tertentu.

Di dalam sistem informasi, keunggulan kompetitif mengacu pada penggunaan


informasi untuk mendapatkan pengungkit (leverage) di dalam pasar.

Pendukung utama keunggulan kompetitif adalah Michael Porter, yang


mengembangkan konsep-konsep seperti rantai nilai (value chains) dan sisteam nilai
(value system).

1. Rantai Nilai Porter

Profesor Harvard Michael E. Porter adalah orang yang paling sering dikaitkan
dengan topik keunggulan kompetitif.Buku dan artikel-artikel yang ditulisnya
memberikan panduan dan strategi bagi perusahaan yang mencoba untuk mendapatkan
keunggulam diatas para pesaingnya.Porter yakin bahwa sebuah perusahaan meraih
keunggulan kompetitif dengan menciptakan suatu rantai nilai (value chains).

Margin adalah nilai produk atau jasa perusahaan dikurangi dengan biaya
produksi dan margin merupakan tujuan dari rantai nilai tersebut.

Aktivitas-aktivitas nilai pokok ditunjukkan pada gambar (Merah)


meliputi pengumpulan logistik (inbound logistic) untuk mendapatkan bahan mentah
dan persediaan lainnya dan menyuplai; Operasional yaitu mengubah barang baku
menjadi barang jadi; penyebaran logistic(outbound logistik) yaitu transportasi dan
distribusi produk kepada pelanggan; pemasaran dan penjualan yaitu mengetahui
kebutuhan pelanggan dan menerima pesanan; dan servis atau pelayanan untuk
memelihara hubungan baik dengan para pelanggan setelah transaksi jual-beli.

Aktivitas-aktivitas nilai penunjang tampak pada gambar (warna biru), terdiri


dari infrastruktur perusahaan,yaitu penyusunan organisasi yang mempengaruhi semua
aktivitas pokok. Sebagian ada tiga aktivitas yang berpengaruh pada aktivitas utama,
ketiga aktivitas itu adalah pengelola sumber daya manusia terdiri dari seluruh aktivitas
yang berhubungan dengan pengelolaan peawai perusahaan, termasuk fungsi dan peran
yang dilaksanakan oleh para manager; pengembangan teknologi yaitu semua aktivitas
yang melibatkan teknologi; pengadaanatau perolehan yaitu aktivitas yang
berhubungan dengan pengadaan sumber daya seperti material dan mesin yang akan
digunakan oleh aktivitas-aktivitas utamanya.

Strategi Level Bisnis dan Model Rantai

Pada level ini perusahaan mulai berfikir tentang bagaimana cara perusahaan
berkompetisi dalam pasar tententu. Strategi yang paling umum untuk level ini adalah :
(1) menjadi pengahsil produk dengan biaya produksi rendah; (2) mendiferensiasikan
produk dan jasa; (3) mengubah lingkup persaingan baik dengan cara memperluas pasar
ke pasar persainganglobal maupun dengan mmpersempit pasar –fokus pada satu
wilayah yang tidak mampu dicapai pesaing-.

Mendongkrak Teknologi dalam Rantai Nilai

Model rantai nilai memberi perhatian pada aktivitas khusus dimana strategi
kompetitif bisa diterapkan dengan paling baik (Porter, 1985) dan dimana sistem
informasi memberi dampak strategis.Model aktivitas ini telah dijelaskan pada Rantai
Nilai Porter pada pembahasan sebelumnya.
Jaringan yang beroprasi secara digital dibanyak perusahaan independen bisa
dimanfaatkan tidak hanya untuk membeli barang-barang persediaan tetapi juga untuk
berkoordinasi dengan erat mengenai produk.Perusahaan bisa memanfaatkan sistem
informasi untuk menciptakan produk dan jasa baru yang unik yang bisa dengan mudah
dibedakan dari produk pesaingnya. Sistem informasi strategis untuk diferensiasi
produk dapat mencegah salah respon, yaitu seakan –akan perusahaan yang memiliki
produk dan jasa yang berbeda tidak peru lagi bersaing dalam basisi biaya.

Sebagian besar produk dan jasa berbasis teknologi informassi diciptakan oleh
infrastruktur financial.

2. Memperluas Ruang Lingkup Rantai Informasi

Manajemen harus waspada terhadap tambahan keunggulan yang dapat dicapai


dengan menngaitkan rantai nilai perusahaan ke rantai nilai organisasi lain kaitan seperti
ini dapat meghasilkan suatu sistem antarorganisasional(interorganizational system-
IOS). Perusahaan-perusahaan yang berpartisipasi disebut sebagai sekutu
bisnis (business partners) mereka bekerja bersama sebagai suatu unit tunggal yang
terkoordinasi, sehingga menimbulkan suatu sinergi yang tidak dapat dicapai jika
masing-masing bekerja sendirian.

Sebuah perusahaan dapat menngaitkan rantai nilainya kepada rantai nilai


pemasoknya dengan mengimplementasikansistem yang membuat sumber daya input
tersedia bila dibutuhkan. Perusahaan juga dapat mengaitkan rantai nilainya dengan
rantai nilai para anggota jalur distribusinya, sehingga menciptakan suatu sistem
nilai (vaue system). Ketika para pembeli perusahaan produk perusahaan adalah
organisasi, rantai nilai mereka akan juga dapat dikaitkan dengan rantai nilai perusahaan
dan para anggota distribusinya.
2.5 Dimensi-dimensi Keunggulan Kompetitif

Keunggulan kompetitif dapat direalisasikan dalam hal mendapatkan


keunggulan strategis, taktis maupun operasional.

a. Keunggulan Strategis

Keunggulan ini merupakan keunggulan yang memiliki dampak fundamental


dalam membentuk operasi perusahaan. Sistem informasi keunggulan strategis ini
bisa dilihat dalam suatu perusahaan yang memutuskan untuk mengubah semua data
perusahaan yang dimiliki kedalam database yang memungkinkan untuk digunakan
bersama-sama dengan pelangganataupun partner bisnis, database standart yang bisa
diakses melalui web browser.

Bernagai koneksi ke internet memungkinkan web browser untuk mengakses


laporan secara maya dari berbagai tempat didunia. Dengan cara yang sama,
pelanggan dan pemasok yang berpotensi di berbagai tempat diseluruh didunia
mempunyai akses yang memadai terhadap bahan baku dan barang jadi perusahaan
untuk mempercrpat transaksi penjualan dan pembelian perusahaan.

Tingkat strategis akan menentukan arah dan tujuan perusahaan, namun tetap
masih terdapat kebutuhan akan suatu rencana yang dapat mencapai suatu strategi
yang menyadari arti penting dari keamanan

b. Keunggulan Taktikal

Keunggulan taktikal didefinisikan sebagai metode membuat dan


menyempurnakan strategi menggunakan cara yang lebih baik dibandingkan dengan
cara yang digunakan para pesaing.Keputusan strategis dibuat agar sistem informasi
perusahaan mampu memberi pelayanan yang memuaskan bagi para pelanggan, ini
juga berarti sisitem informasi taktis yang dikembangkan perusahaan tidak hanya
meningktakan kepuasan pelanggan tetapi juga meningkatkan keuntungan
perusahaan.
c. Keunggulan Operasional

Keunggulan operasional merupakan keunggulan yang berhubungan dengan


transaksi adan prose sehari-hari. Di sinilah sistem informasi akan berinteraksi secara
langsung dengan proses. Situs web mampu mengingat pelanggan dan prefensinya
melalui masa lalu menggambarkan suatu keuntungan professional. Browser sering
mempunyai cookies dan informasi lainnya yang berhubungan dengan transaksi
pelanggan. Penggunaan computer oleh pelanggan untuk memasukkan data akan
lebih akurat. Karena data yang dimasukkan sendiri oleh pengguna, maka ada
perasaan kepemilikan dari pengguna, bila data yang dimasukkan ternyata tidak
akurat maka pengguna tidak boleh menyalahkan perusahaan.Untuk berbagai alas an
operasional, akses web terhadap sistem informasi perusahaan meningkatkan
hubungan perusahaan dengan pelanggan.

Dari tiga tingkat keunggulan kompetitif di atas akan bekerja bersama-sama.


Sistem informasi yang terpengaruh olehketiga tingkat ini akan memiliki
kemungkinan terbaik untuk meningkatkan kinerja sebuah perusahaan secara
substansial.

2.6 Tantangan dari Pesaing-Pesaing Global


Perusahaan multinasional (multinational corporation-MNC) adalah perusahaan
yang beroperasi lintas produk, pasar, negara, dan budaya. Perusahaan multinasional
terdiri atas perusahaan induk dan sekelompok anak perusahaan. Anak perusahaan-anak
perusahaan tersebut dapat tersebar secara geografis, dan masing-masing dapat
memiliki sasaran, kebijakan dan prosedurnya sendiri.

Anda hendaknya tidak membatasi pemikiran akan pesaing-pesaing global hanya untuk
organisasi-organisasi lain saja. kalangan profesional dan staf yang bekerja di negara
lain yang bersaing untuk pekerjaan yang sama seperti yang terjadi di negara tuan rumah
juga dapat dianggap sebagai pesaing.
Alasan utama melakukan outsource adalah ekonomi. Namun, oustourcing juga
memiliki kelemahannya sendiri. Satu hal yang khususnya sangat penting bagi
oustourcing TI adalah perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), yang di
beberapa negara tidak mendapat perlindungan yang memadai. Satu cara untuk
mengatasi masalah HAKI adalah dengan mengakuisisi perusahaan outsourcee asing.
Sebagai contoh, di tahun 2004 IBM membeli Daksh eServices, salah satu
perusahaan call-center terbesar di India. Pada saat itu, IBM memiliki lebih dari 9.000
karyawan di India yang mengembangkan sistem peranti lunak dengan membeli Daksh
eService memungkinkan IBM mengakuisisi perusahaan sehingga masalah-masalah
HAKI dengan perusahaan outsourcing akan dapat dihindari.

2.7 Tantangan Dalam Mengembangkan Sistem Informasi Global


Pengembangan semua jenis sistem informasi dapat menjadi suatu tantangan,
tetapi ketika sistem yang dibuat mencakup batas internasional, para pengembangnya
harus mengatasi beberapa kendala yang unik. Istilah sistem informasi global (global
information system-GIS) diberikan untuk suatu sistem informasi yang terdiri atas
beberapa jaringan yang melintasi batas negara. Berikut adalah beberapa kendala yang
harus diatasi oleh pengembang GIS, yaitu :
a. Kendala-kendala Politis
Pemerintah nasional di suatu negara di mana anak perusahaan berada dapat
menerapkan beragam pembatasan yang menjadikan perusahaan induk mengalami
kesulitan untuk memasukkan anak perusahaan tersebut ke dalam jaringan. Pembatasan
yang umum adalah akses yang terbatas ke komunikasi berkecepatan tinggi. Karena
infrastruktur telepon biasanya dimiliki dan dioperasikan oleh pemerintah dan bukannya
perusahaan swasta, hal ini dapat menjadi suatu rintangan yang cukup berat.
b. Rintangan Budaya dan Komunikasi
Interaksi dengan teknologi dapat sangat bervariasi di beberapa budaya.
Antarmuka (interface) GIS harus tetap konsisten meskipun menggunakan bahasa yang
berbeda-beda. Sebagai akibatnya, kebanyakan antarmuka GIS mengandalkan grafik
dan icon untuk berinteraksi dengan pengguna dan tidak terlalu bergantung pada
perintah yang diketikkan ke dalam field. Selain itu, masalah rancangan GIS juga dapat
diselesaikan dengan menawarkan beragam format yang memiliki fungsionalitas yang
sama. Jika sebuah perusahaan memutuskan untuk membuat GIS, ia harus bersedia
untuk mengadaptasi berbagai kebutuhan populasi global ke dalam sistemnya.
Rintangan budaya juga dapat memengaruhi rancangan suatu GIS. Di dalam
beberapa masyarakat tertentu, penggunaan teknologi dianggap sebagai suatu pekerjaan
yang tidak membutuhkan keahlian, sedangkan di masyarakat lainnya dipandang
sebagai suatu pertanda tingkat sosial.
c. Pembatasan Pembelian dan Impor Peranti Keras
Pemerintah nasional mencoba untuk melindungi pabrikan lokal dan
merangsang investasi asing pada produksi lokal dengan menentukan bahwa hanya
peralatan yang diproduksi atau dirakit di negara itu yang dapat dipergunakan.
Ketentuan seperti ini dapat memengaruhi pengoperasian berbagai sistem peranti keras
dan lunak yang berbeda.
d. Pembatasan Pemrosesan Data
Kebijakan nasional dapat mengatur bahwa data harus diproses di dalam negeri,
bukan dikirimkan ke luar negeri dan diproses di tempat lain.

e. Pembatasan Komunikasi Data


Pembatasan komunikasi data yang paling banyak dipublikasikan adalah
pembatasan yang dikenakan pada aliran data antarnegara. Aliran data antarnegara
(transborder data flow-TDF), adalah pergerakan data yang dapat dibaca oleh mesin
melintasi batas negara.
f. Masalah-masalah teknologi
MNC sering kali didera dengan masalah yang berhubungan dengan tingkat
teknologi yang terdapat di negara-negara anak perusahaannya. Di beberapa negara,
sumber listrik yang dapat diandalkan mungkin tidak tersedia, sehingga mengakibatkan
seringnya terjadi gangguan listrik. Sirkuit telekomunikasi sering kali hanya dapat
mengirimkan data dengan kecepatan yang rendah, dan kualitas transmisinya juga
buruk. Peranti lunak juga dapat menjadi masalah. Karena banyak negara tidak
memerhatikan hak cipta atas peranti lunak dan menutup mata pada peranti lunak
berjalan, beberapa vendor peranti lunak menolak untuk berbisnis di beberapa negara
tertentu.
g. Kurangnya Dukungan dari Manajemen Anak Perusahaan
Manajemen kantor anak perusahaan sering kali ikut menjadi masalah. Beberapa
merasa yakin bahwa mereka dapat menjalankan anak perusahaannya tanpa harus
mendapat bantuan, dan mereka memandang peraturan yang ditetapkan oleh kantor
pusat sebagai suatu hal yang tidak perlu. Beberapa manajer anak perusahaan mendapat
imbalan berdasarkan profitabilitas, dan mereka akan berusaha untuk menghambat
solusi korporat yang mereka anggap akan dapat mengurangi pendapatan mereka.
Manajemen kantor di luar negeri juga dapat melihat GIS sebagai salah satu jenis
pengawasan dari “Big Brother”. Para manajer tingkat menengah dapat merasa takut
dilewati oleh rantai informasi baru yang menghimpun data operasional kepada
perusahaan induk.

Dengan segala kemungkinan masalah di atas, adalah mukjizat kecil jika MNC
mencoba untuk mengembangkan GIS. Meskipun menghilangkan seluruh masalah di
atas adalah suatu hal yang mustahil untuk dilakukan, pengaruh MNC dapat
diminimalkan dengan mengikuti strategi yang terencana dengan baik yang dituangkan
ke dalam rencana strategis sumber daya informasi.
BAB 3
PENUTUP

Kesimpulan

Teknologi informasi menyediakan alat bantu bagi para manager untuk


menelesaikan baik peran baru maupun peran tradisionalnya. Menemukan cara dalam
memanfaatkan teknologi informasi untuk mencapai keuntungan kompetitif pada bisnis,
perusahaan dan level industry merupakan tanggung jawab kunci bagi manajer.

Teknologi pada zaman sekarang ini dapat mendorong kearah efisiensi dan
perubahan utama organisasidan mengurangi biaya-biaya transaksi dan bisa juga
menjadi sumber keuntungan kompetitif.

Teknologi informasi menawarkan cara-cara baru untuk mengorganisasi kerja


dan menggunakan informasi yang dapat meningkatkankekayaan serta
mempertahankan hidup organisasi.

Keunggulan Kompetitif mengacu pada penggunaan informasi untuk


mempengaruhi pangsa pasar
Keunggulan kompetitif dapat direalisasikan dalam hal mendapatkan
keunggulan strategis, taktis, maupun operasional. Tiga tingkat keunggulan kompetitif
tersebut akan bekerja bersama-sama. Sistem Informasi dipertajam dengan memiliki
kesempatan terbaik dari ketiganya untuk meningkatkan tampilan perusahaan secara
mendasar
Pemain besar pada pangsa psar global saat ini merupakan perusahaan
multinasional (Multinational Corporations/MNCs). Proses informasi dan komunikasi
– berdasar koordinasi sangat penting untuk sebuah MNC dikarenakan skala dan
penyebaran aktivitas bisnis mereka.
Tantangan dalam persaingan global yaitu : kendala-kendala politis, rintangan
budaya dan komunikasi, pemabatasan pembelian dan impor piranti keras, pemabatasan
pemrosesan data, pembatasan pemrosesan data, pemabatasan komunikasi data,
masalah-masalah teknologi dan kurangnya dukungan dari manajemen anak perusahaan
Ketika manajer memutuskan untuk menggunakan informasi untuk mencapai
keunggulan kompetitif, mereka harus mengelola sumber daya ini agar dapat meraih
hasil yang dinginkan. Informasi, sama seperti sumber daya lainnya, memerlukan
manajemen. Para manajer memastikan bahwa data mentah yang dikumpulkan telah
seluruhnya terkumpul dan kemudian diproses menjadi informasi yang bermanfaat.
DAFTAR PUSTAKA

Laudon, C. Kenneth., Laudon, P. Jane.2007.Sistem Informasi Manajemen Edisi


10 Buku 1.Salemba Empat : Jakarta.

McLeod, Jr., Raymond., Schell, George P.2008. Sistem Informasi Manajemen


Edisi 10. Salemba Empat : Jakarta.

Kuncoro Mudrajat,strategi.2006.StrategiBagaimana Meraih Keunggulan


Kompetitif?.Erlangga:Jakarta

McLeod, Jr., Raymond ..Schell, George P.2007. Sistem Informasi


ManajemenEdisi 09. PT. Indeks : Jakarta

Putra, Y. M. (2018). Sistem Informasi Untuk Persaingan Keunggulan. Modul


Kuliah Sistem Informasi Manajemen. FEB-Universitas Mercu Buana: Jakarta.