Anda di halaman 1dari 6

TREMBESI

(KIHUJAN)

Trembesi merupakan tanaman asli yang berasal

dari Amerika tropis seperti Meksiko, Peru dan

Brazil namun terbukti dapat tumbuh di berbagai

daerah tropis dan subtropis.

Pohon Trembesi memang diperuntukkan bagi

ruang publik yang sangat luas seperti taman atau,

halaman sekolah ataupun pekarangan rumah yang

mempunyai area tanah yang sangat luas.

Lokasi Pengambilan Gambar :

Taman Merpati, Balai Kota Bandung

AR-451 ARSITEKTUR LANSEKAP

DOSEN : IRFAN S. HASIM S.T, M.T.

ANISSA ARIYANTI EFFENDI - 212013010


KLASIFIKASI ILMIAH

Kingdom : Plantae (Tumbuhan) NAMA LAIN


Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Tumbuhan menghasilkan biji) Melayu : Kayu Ambon
Divis : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Inggris : Walnut, Rain Tree
Kelas : Magnoliopsida (Berkeping dua/dikotil) Malaysia : Pukul Lima
Sub Kelas : Rosidae Thailand : Jamjuree
Ordo : Fabales Vietnam : Cay Mura
Famili : Fabaceae (alt. Mimosaceae) India : Vilati sris
Genus : Samanea Kanada : Bhagaya Mara
Spesies : Samanea sama

Kihujan, pohon hujan, atau trembesi (Albizia saman (Jacq.) Merr. sinonim Samanea saman (Jacq.)
Merr.) merupakan sebuah tumbuhan pohon besar, tinggi, dengan tajuk yang sangat melebar. Tumbuhan ini
pernah populer sebagai tumbuhan peneduh. Pohon ini mempunyai beberapa julukan nama seperti Saman,
Pohon Hujan dan Monkey Pod, dan ditempatkan dalam genus Albizia. Perakarannya yang sangat meluas
membuatnya kurang populer karena dapat merusak jalan dan bangunan di sekitarnya. Namanya berasal dari
air yang sering menetes dari tajuknya karena kemampuannya menyerap air tanah yang kuat serta kotoran
dari tonggeret yang tinggal di pohon.

Disebut Pohon Hujan (Rain Tree) karena air yang sering menetes dari tajuknya yang disebabkan
kemampuannya menyerap air tanah yang kuat. Daunnya juga sangat sensitif terhadap cahaya dan menutup
secara bersamaan dalam cuaca mendung (ataupun gelap) sehingga air hujan dapat menyentuh tanah
langsung melewati lebatnya kanopi pohon ini. Rerumputan juga berwarna lebih hijau dibawah pohon hujan
dibandingkan dengan rumput disekelilingnya. Ciri pohon trembesi ini sangat mudah dikenali dari karakteristik
dahan pohonnya yang akan membentuk seperti bentuk payung. Dan pohon trembesi ini akan tumbuh melebar
melebihi ketinggian pohonnya. Di negara asalnya pohon ini dipergunakan sebagai pohon penyejuk di
perkebunan maupun taman.

Sumber : http://jatinangor.itb.ac.id/kihujantrembesi/
CIRI – CIRI POHON TREMBESI

Trembesi dapat mencapai tinggi maksimum 15--25 m. Diameter setinggi dada mencapai 1--2 m. Trembesi
1 memiliki kanopi yang dapat mencapai diameter 30 m. Pada kondisi penanaman yang lebih rapat, tinggi pohon
trembesi bisa mencapai 40 m dan diameter kanopi lebih kecil.

Daunnya melipat pada cuaca hujan dan di malam hari, sehingga pohon ini juga di namakan Pohon pukul 5.
2
Daunnya majemuk mempunyai panjang tangkai sekitar 7-15 cm. Memiliki daunnya majemuk dan menyirip ganda.
Tiap helai daun berbentuk bulat memanjang dengan panjang antara 2-6 cm dan lebar antara 1-4 cm dengan tepi
daun rata. Warna daun hijau dengan pada permukaan daun bagian bawah memiliki beludru, kalau di pegang
terasa lembut. Memiliki tulang daun menyirip.

Berbunga pada bulan Mei dan Juni. Bunga berwarna putih dan bercak merah muda pada bagian bulu atasnya.
3 Panjang bunga mencapai 10 cm dari pangkala bunga hingga ujung bulu bunga. Tabung mahkota berukuran 3,7
cm dan memiliki kurang lebih 20-30 benang sari yang panjangnya sekitar 3-5 cm. Bunga menghasilkan
nektar untuk menarik serangga guna berlangsungya penyerbukan.

Buahnya berwarna hitam berbentuk polong dengan panjang antara 30-40 cm. Buah pohon trembesi bentuknya
4
panjang lurus agak melengkung, mempunyai panjang sekitar 10-20 cm, mempunyai lebar 1,5 – 2 cm dan tebal
sekitar 0,6 cm. Dalam buah terdapat beberapa biji yang keras berbentuk lonjong dengan panjang sekitar 5 mm
berwarna coklat kehitaman.

Sumber : http://dinialbertin.blogspot.co.id/2014/01/tugas-pendahuluan-dendrologi-thonners_8.html

1 2 3 4
MANFAAT POHON TREMBESI

1. Mampu menyerap karbondioksida (CO2) sebanyak 28,5 ton per tahun.


Bentangan kanopinya sangat lebar mampu mencapai hingga 30meter
sehingga menurunkan suhu mikro antara 3-4 derajat Celcius.

2. Akarnya mampu bersimbiosis dengan bakteri Rhizobium untuk mengikat


nitrogen hingga 78% dari kandungan nitrogen di udara.

3. Trembesi mampu bertahan hidup di lahan-lahan marjinal, dan lahan-


lahan kritis, seperti bekas tambang, bahkan mampu bertahan pada
keasaman tanah yang tinggi. Awalnya pohon ini hanya ditemukan di
padang savana Peru, Brasil, dan Meksiko, yang merupakan daerah yang
sangat minim air.

4. Berdasarkan penelitian Hartwell (1967-1971) di Venezuela, akar


Trembesi dapat digunakan sebagai obat tambahan saat mandi air hangat
untuk mencegah kanker. Ekstrak daun Trembesi dapat menghambat
pertumbuhan mikrobakterium Tuberculosis (Perry, 1980) yang dapat
menyebabkan sakit perut. Trembesi juga dapat digunakan sebagai obat
flu, sakit kepala dan penyakit usus (Duke and Wain, 1981)

5. Hasil penelitian membuktikan bahwa pohon trembesi yang ditanam di


atas lahan satu hektar dapat menghasilkan 0,6 ton oksigen (O2) yang
mampu memenuhi kebutuhan oksigen untuk 1.550 orang per hari.
Trembesi juga unggul dalam menanggulangi banjir sebab mampu
menyimpan 900 meter kubik air tanah per tahun dan mampu
menyalurkan (mentransfer) 4.000 liter air per hari.

Sumber : http://gudanginfo-info.blogspot.co.id/2011/07/manfaat-pohon-trembesi_05.html
BUDIDAYA POHON TREMBESI

Pembibitan

Pembibitan Dengan Biji


Perkecambahan biji akan tumbuh dengan baik sekitar 36-50% tanpa perlakuan. Perkecambahan biji yang tidak
diperlakukan akan tumbuh di tahun pertama penyimpanan biji (seed storage)

Pembibitan Biji Dengan Perlakuan


Pembibitan biji dapat dilakukan dengan memberi perlakuan tertentu pada biji trembesi untuk mendapatkan hasil
yang lebih baik dan lebih cepat. Adapun perlakuan untuk mendpatkan hasil yang lebih baik yaitu

 Memasukan biji dalam air selama 1-2 menit dengan suhu 800C (1760F) dengan volume air 5X lebih
banyak dari volume biji
 Aduk biji kemudian keringkan
 Remndam biji dalam air hangat dengan suhu 30-400 C (86-1040F) selama 24 jam

Metode seperti ini akan membantu perkecambahan biji 90-100%. Skarifikasi biji (pengelupasan) akan tampak
3-5 hari setelah perlakuan dengan menyimpannya dalam tempat teduh dengan pemberian air yang konstan untuk
membantu pertumbuhan biji. Biji sudah siap untuk ditanam setelah perkecambahan. Saat itu panjang kecambah
20-30m. Bibit yang mempunyai diameter >10mm dapat lebih bertahan dari air hujan. Perkiraan ukuran bibit
saat penanaman yaitu ketika mempunyai tinggi sekitar 15-30 cm (6-12 inci) dengan panjang akar sekitar 10 cm
(4 inci).
Diameter batang dari bibit harus mencapai 5-30mm. Penanaman ini dapat dilakukan di pasir (tempat
pembibitan) atau di tanam di polibag yang berukuran 10x20 cm dengan komposisi 3:1:1 (tanah:pasir:kompos)
Perawatan bibit diperlukan untuk menjaga bibit agar bisa tumbuh besar terutama dari serangan hama dan
terpaan angin. Perawatan ini dilakukan sampai trembesi menjadi lebih tinggi dan siap untuk melindungi.

Sumber : http://www.agrobisnisinfo.com/2015/04/plus-minus-pohon-trembesi-si-pohon.html
CARA MENANAM POHON TREMBESI

Persiapan Lahan

Lahan bisa bertempat di lahan milik ( halaman rumah, kebun masyarakat atau milik perusahaan / lembaga dan lahan negara. Lahan
yang dipilih untuk penanaman harus dijamin tidak akan berubah peruntukannya dalam jangka panjang. Pertumbuhan pohon - pohon
apalagi di lahan hutan memerlukan waktu yang panjang ( diatas 10 tahun ) untuk dapat terciptanya ekosistem hutan yang baik dan
berfungsi optimal.

Persiapan Penanaman

Bibit yang sudah dipilih, kini saatnya siap ditanam. Sediakan lubang tanam yang dibuat sehari sebelum penanaman (
sebaiknya ). Langkah ini dilakukan agar suhu udara didalam dan diatas permukaan tanah tempat penanaman stabil sehingga dapat
membantu mengurangi stess pada tanaman. Tanaman yang stress akan sulit beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Lubang
tanam dibuat minimal 20 cm x 20 cm ( sesuai besar bibit ) dengan kedalam 30 cm – 40 cm ( sesuai media dan bentuk akar ).
Pada awal penanaman perlu ditambahkan pupuk kandang atau kompos untuk membantu menambah hara atau nutrisi.

Pelaksanaan penanaman hendaknya dilakukan mulai jam 07.00 - 09.00 dan 17.00 – 18.00 ( tergantung Waktu setempat, WIB
/ WITA / WIT ), karena pada jam - jam tersebut suhu permukaan tanah tidak terlalu tinggi dan stabil sehingga dapat menghindari
stres pada bibit tanaman. Apabila tidak memungkinkan menanam pada waktu tersebut dapat dilakukan pada jam yang lain, namun
setelah ditanam segeralah membuat naungan untuk menghindari terik matahari yang menerpa bibit yang dapat membakar hijau daun
tanaman. Bibit yang terbakar terik matahari menyebabkan klorofil daun tidak dapat melalukan fungsinya dalam proses fotosintesis dan
menyebabkan tanaman bisa mati dalam waktu cepat.

Merawat Pohon

Bibit yang akan ditanam terlebih dahulu dilepaskan dari kantung - kantung media tumbuhnya ( polybag ) kemudian ditanaman
bersama media tumbuhnya. Saat melepas polybag perlu tindakan yang hati - hati agar media tumbuhnya tidak rusak, Tanaman
ditempatkan pada posisi tegak agar proses pertumbuhan dapat berkembangan dengan baik dan bila perlu disanggah dengan bambu.
Lalu tutup lubang tanaman dengan memasukkan tanah galian dan menekan secara perlahan di sekeliling tanaman sampai bibit dapat
berdiri dengan baik.

Setelah menanam hendaknya dilakukan pemeliharaan terhadap gulma, semak, alang - alang, hama, kebakaran, tangan manusia
dan gangguan lain agar ruang tumbuh tanaman dapat berkembang dengan baik. Selain itu jangan biarkan tanaman kekurangan gizi.
Berilah kebutuhan pokoknya dengan menyiramnya dengan rutin, memberi pupuk yang sesuai dan memberi perhatian dan doa pada
bibit - bibit itu. Perawatan bibit pohon bisa dilakukan sampai tanaman berumur 2 tahun. Umumnya pohon diatas umur 2 tahun
sudah bisa survival dan hidup mandiri dari alam, namun tetap dijaga dari unsur perusak.

Sumber : http://www.agrobisnisinfo.com/2015/04/plus-minus-pohon-trembesi-si-pohon.html