Anda di halaman 1dari 5

VERTIGO

No. 440/ /UPTD-


PS/SOP/II/2019
Dokumen

S
No.Revisi
O
P
Tanggal Februari 2019
Terbit

Halaman 1 dari 2

UPTD
drg. NUZULISA ZULKIFLI
PUSKESMAS
KECAMATAN Nip.19830929200802200
PONTIANAK 1
SELATAN

1. Pengertian Vertigo adalah salah satu bentuk gangguan


keseimbangan atau gangguan orientasi di ruangan.
Vertigo dibedakan menjadi vertigo sentral (batang otak,
cerebellum, atau otak) dan perifer (telinga dalam,
vestibuler)
Nistagmus adalah gerakan involunter yang bersifat
ritmik pada bola mata
Nistagmus yang vertical murni, berubah arah dan
sangat aktif tanpa keluhan vertigo merupakan tanda
vertigo sentral
Nistagmus rotatoar umumnya merupakan gangguan
perifer
Tes pada vertigo dapat berupa tes Romberg, stepping
test, past pointing, maneuver nylen-barany, atau
maneuver dix-hallpike
2. Tujuan Sebagai pedoman kerja dalam tata laksana vertigo
3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Kecamatan
Pontianak Selatan Nomor: 440/ /UPTD-
PS/SOP/II/2019 tentang layanan klinis
4. Referensi 1. Permenkes Nomor 5 Tahun 2014 tentang Panduan
Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan
Kesehatan Primer
5. Prosedur / 1. Petugas mempersilahkan pasien duduk
Langkah - 2. Petugas melakukan anamnesa terkait gangguan
langkah keseimbangan
3. Petugas menanyakan adakah riwayat penyakit
sebelumnya
4. Petugas menilai secara umum adakah nistagmus
5. Petugas melakukan salah satu tes untuk vertigo
sesuai kondisi pasien
6. Petugas menegakkan diagnosis
7. Petugas memberikan terapi
Terapi
a. Antihistamin
Antihistamin yang memiliki aktivitas anti
kholinergik di susunan syaraf pusat dengan efek
kantuk yang minimal
b. Betahistine
Analog histamin.dosis 6-12 mg 3x sehari. Hati-
hati pada penderita tukak peptik dan asthma
bronkiale
c. Dimenhydrinate
Lama kerja 4-6 jam. Dapat per oral atau
parenteral. Dosis 25-50 mg. 4x sehari
8. Petugas menuliskan semua pemeriksaan dan terapi
dalam rekam medis
9. Petugas memberikan edukasi terkait penyakit
10. Petugas menyarankan untuk kontrol jika
penyakit berlanjut
11. Petugas mencuci tangan
6. Unit Terkait 1. Poli Umum
2. Poli Lansia
3. IGD
7. Dokumen Rekam Medis
Terkait

2 dari 2
1. Rekaman Historis Perubahan

No Yang dirubah Isi Perubahan Tgl.mulai


diberlakukan

1 Tata naskah 1. Judul 2 Februari


2019
2. Penyusunan naskah
dokumen(Logo,Nama
Kepala Puskesmas)
3. Kebijakan
4. Referensi
5. Prosedur

3 dari 2
VERTIGO

No. : 440/ /UPTD-


Dokumen PS/SOP/II/2019

No. Revisi :

Tgl. Mulai : Februari 2019


UPTD DAFTAR Berlaku
PUSKESMAS TILIK
KECAMATAN Halaman : 1
PONTIANAK
SELATAN

No Kegiatan Ya Tidak

1. Apakah petugas mempersilahkan pasien duduk?

2. Apakah petugas melakukan anamnesa terkait gangguan


keseimbanagan?

3. Apakah petugas menanyakan adakah riwayat penyakit


sebelumnya?
4. Apakah petugas Petugas menilai secara umum adakah
nistagmus?
5. Apakah petugas melakukan salah satu tes untuk vertigo
sesuai kondisi pasien?
6. Apakah petugas menegakkan diagnosis?

7. Apakah petugas memberikan terapi?


Terapi
1. Antihistamin
Antihistamin yang memiliki aktivitas anti
kholinergik di susunan syaraf pusat dengan efek
kantuk yang minimal
2. Betahistine
Analog histamin.dosis 6-12 mg 3x sehari. Hati-hati
pada penderita tukak peptik dan asthma bronkiale
3. Dimenhydrinate
Lama kerja 4-6 jam. Dapat per oral atau
parenteral.Dosis 25-50mg. 4x sehari
4 dari 2
8. Apakah petugas menuliskan semua pemeriksaan dan
terapi dalam rekam medis?
9. Apakah petugas memberikan edukasi terkait penyakit?

10. Apakah petugas menyarankan untuk kontrol jika


penyakit berlanjut?
11. Apakah petugas mencuci tangan?

CR :………………%.

Pontianak,……………………
Pelaksana / Auditor

(………………………………)

5 dari 2