Anda di halaman 1dari 4

TUGAS

ORGAN REPRODUKSI PADA LAKI LAKI

Dosen Pembimbing
Noordiati, SST., MPH

DIBUAT OLEH

PINGKY LESTI

POLITEKNIK KESEHATAN PALANGKARAYA

TAHUN AJARAN 2019


A. ANATOMI PADA SISTEM REPRODUKSI LAKI LAKI

1. Skrotum adalah kantong longgar yang tersusun dari kulit, fasia, dan otot polos yang
membungkus dan menopang testis diluar tubuh pada suhu optimum untuk produksi spermatozoa.

 Dua kantong skrotal, setiap skrotal berisi satu testis tunggal, dipisahkan oleh septum
internal.
 Otot dartos adalah lapisan serabut dalam fasia dasar yang berkontraksi untuk
membentuk kerutan pada kulit skrotal sebagai respon terhadap udara dingin atau eksitasi
seksual.

2. Testis adalah organ lunak, berbentuk oval dengan panjang 4 cm

 Tunika albuginea adalah kapsul jaringan ikat yang membungkus testis dan merentang ke
arah dalam untuk membaginya menjadi sekitar 250 lobulus.
 Tunika seminiferous, tempat berlangsungnya spermatogenesis, terlilit dalam lobules.
Epitelium germinal khusus yang melapisi tubulus seminiferus mengandung sel-sel batang
(spermatogonia) yang kemudian menjadi sperma; sel-sel Sertoli yang menopang dan
memberi nutrisi sperma yang sedang berkembang; dan sel-sel intetisial (leydig), yang
memiliki fungsi endokrin.

3. Duktus pada saluran reproduksi laki-laki membawa sperma matur dari testis ke bagian
eksterior tubuh.

 Dalam testis, sperma bergerak ke lumen tubulus seminiferus, kemudian menuju ke


tubulus rekti (tubulus lurus). Dari tubulus rekti, sperma kemudian menuju jarring-jaring
kanal rete testis yang bersambungan dengan 10 sampai 15 duktulus eferen yang muncul
dari bagian atas testis.
 Epididimis adalah tuba terlilit yang panjangnya mencapai 20 kaki (4 m sampai 6 m)
yang terletak di sepanjang sisi posterior testis. Bagian ini menerima sperma dari duktus
eferen.
1. Epididimis menimpan sperma dan mampu mempertahankannya sampai enam
minggu. Selama enam minggu tersebut, sperma akan menjadi motil, matur
sempurna, dan mampu melakukan fertilisasi.
2. Selama eksitasi seksual, lapisan otot polos dalam dinding epididimal berkontraksi
untuk mendorong sperma ke dalam duktus eferen.
 Duktus eferen adalah kelanjutan epididimis. Duktus ini adalah tuba lurus yang terletak
dalam korda spermatik yang juga mengandung pembuluh darah dan pembuluh limfatik,
saraf SSO, otot kremaster, dan jaringan ikat.
 Duktus ejakulator pada kedua sisi terbentuk dari pertemuan pembesaran (ampula) di
bagian ujung duktus deferen dan duktus dari vesikel seminalis. Setiap duktus ejakulator
panjangnya mencapai sekitar 2 cm dan menembus kelenjar prostat untuk bergabung
dengan uretra yang berasal dari kandung kemih.
 Uretra merentang dari kandung kemih sampai ujung penis dan terdiri dari tiga bagian.
1. Uretra Prostatik merentang mulai dari bagian dasar kandung kemih, menembus
prostat dan menerima sekresi kelenjar tersebut.
2. Uretra membranosa panjangnya mencapai 1 cm sampai 2 cm. bagian ini di
kelilingi sfingter uretra eksternal.
3. Uretra penis (kavernous, berspons) di kelilingi oleh jaringan erektil bersepon
(korpus spongiosum). Bagian ini membesar ke dalam fosa navicularis sebelum
berakhir pada mulut uretra eksternal dalam glans penis.

4. Kelenjar aksesoris

1. Sepasang vesikel seminalis adalah kantong terkonvolusi (berkelok-kelok) yang bermuara


ke dalam duktus ejakulator. Sekretnya adalah cairan kental dan basa yang kaya akan
fruktosa, berfungsi untuk memberi nutrisi dan melindungi Setengah lebih sekresi
vesikel seminalis adalah semen (cairan sperma yang meninggalkan tubuh).
2. Kelenjar prostat menyelubungi uretra saat keluar dari kandung kemih. Sekresi prostat
bermuara ke dalam uretra prostatic setelah 15 sampai 30 duktus prostatic.
o Prostat mengeluarkan cairan basa menyerupai susu yang menetralisir asiditas
vagina selama senggama dan meningkatkan motilitas sperma yang akan optimum
pada pH 6,0 sampai 6,5.
o Kelenjar prostat membesar saat remaja dan mencapai ukuran optimalnya pada
laki-laki yang berusia 20-an. Pada banyak laki-laki, ukurannya trus bertambah
seiring pertambahan usia. Saat berusia 70 tahun, dua pertiga dari semua laki-laki
mengalami pembesaran prostat yang menganggu perkemihan.
3. Sepasang kelenjar bulbouretral (Cowper) adalah kelenjar kecil yang ukuran dan
bentuknya menyerupai kacang polong. Kelenjar ini mensekresi cairan basa yang
mengandung mucus ke dalam uretra penis untuk melumasi dan melindungi serta
ditambahkan pada semen.
5. Penis terdiri 3 bagian: akar, badan dan glans penis yang membesar yang banyak
mengandung ujung-ujung saraf sensorik. Organ ini berfungsi untuk tempat keluar urine dan
semen serta sebagai organ kopulasi.

1. Kulit penis tipis dan tidak berambut kecuali di dekat akar korban. Prepusium (kulup)
adalah lipatan sirkular kulit longgar yang merentang menutupi glans penis kecuali jika
diangkat melalui sirkumsisi. Korona adalah ujung proksimal glans penis.
2. Badan penis dibentuk dari tiga massa jaringan erektil silindris; dua korpus karvenosum
dan satu korpus spongiosun ventral di sekitar uretra.
3. Jaringan erektil adalah jaring-jaring ruang darah irregular (venosasinusoid) yang
diperdarahi oleh arterior aferen dan kapilar, di grainase oleh venula dan dikelilingi
jaringan rapat yang disebut tunika albuginea
4. Korpus karvenosum dikelilingi oleh jaringan ikat rapat yang disebut tunika albuginea