Anda di halaman 1dari 6

A.

Tantangan Pengembangan Produk


Hal atau objek yang menggugah tekad untuk meningkatkan kemapuuan
mengatasi masalah. Bisa diartikan selalu berusaha untuk mencari sebuah
pemecahan masalah dalam proses penemuan ide – ide baru untuk merubah atau
merumuskan kembali.
Pengembangan produk yang sukses, harus memperhatikan berbagai aspek yang
dapat mempengaruhi kinerja perusahaan dalam proses menghasilkan produk
dalam suatu proyek pengembangan produk dalam suatu proyek pengembangan
produk manufaktur. Bebrapa hal yang harus menjadi perhatian perusahaan
pengembangan produk meliputi aspek :
1. Trade Off
Sering kali perusahaan harus berhadapan dengan kenyataan dilapangan
yang berbeda dengan kombinasi yanng direncanakan. Dalam hal ini bisa
saja terjadi adanya kesulitan dalam mengetahui,memahami dan
mengendalikan pertentangan dan memutuskan sauatu pilihan. Misalnya
pesawat terbang harus dibuat dengan material yang ringan tetapi biayanya
mahal,mobil didesain dengan power dan torsi yang besar tapi boros bahan
bakar.
2. Dinamika
Perusahaan pengembangan produk manufaktur harus menghadapi dinamika
yang ada. Misalnya teknologi berkembang dengan cepat,selera konsumen
berubah,kompetitor dengan produk baru,kondisi ekonomi makro
berubah,bahan baku harus impor,peraturan terkait dengan produk tertentu
berubah,kebijakan pemerintah berubah. Sebagai contoh perusahaan yang
mengembangkan produk handphone atau komputer,akan mengalami
perubahan teknologi yang dangat cepat,sehingga produk yang dihasilkan
dengan teknologi yang segera disesuaikan dengan teknologi baru tersebut
yang bisa kita artikan dapat memnuhi kebutuhan konsumen yang
menginginkan teknologi terbaru.
3. Detail
Dalam desain yang lebih detail, perusahaan pengembangan produk
manufaktur juga dihadapkan pada persoalan teknis yang tidak mudah
dipecahkan. Salah satunya adalah pemilihan komponen secara detail yang
berimpilikasi kepada biaya. Misalnya hendak memakai baut atau paku
keling , hendak memakai bahan plastik atau komposit
4. Tekanan Waktu
Perusahaan pengembang juga mengalami tekanan waktu untuk segara
menghasilkan dan meluncurkan produk baru karena kompetitor sudah
mengeluarkan produk terbaru atau konsumen sudah memintanya. Waktu
pengembangan sangat terbatas atau dibatasi oleh kompetitor,tren,dan
kebutuhan konsumen akan suatu produk manufaktur tertentu. Sebagai
contoh produk yang akan dipasarkan pada saat hari raya,manyambut musim
pendaftaran anak sekolah dll. Pengembangan dipaksa harus cepat dan tepat
dalam menghasilkan produk manufaktur sesuai dengan kebutuhan
konsumen.
5. Faktor Ekonomi
Persoaalan laian adalah bagaimana biaya pembuata produk jika
dibandingkan dengan haraga jual yang ditetapkan untuk mendapat
keuntungan tertentu bagi perusahaan, sehingga pengembangan produksi
dan pemasaran perlu biaya yang mahal disisi lain terkadang produk dijual
dengan harga semurah mungkin sesuai dengan daya beli konsumen.
Kondisi dilematis ini perlu menjadi pertimbangan bagi perusahaan
pengembangan produk,sehingga tetap dapat eksis untuk menghasilkan
produk – produk baru yang dibutuhkan oleh konsumen.
B. Pengembangan Produk
Pengembangan produk menurut Conoon dan Wichert adalah semua kegiatan
yang dilakukan oleh produsen dlaam menentukan dan mengembangkan
produknya, memperbaiki produk lama, memperbanyak keguanaan dari produk
yang sudah ada dan mengurangi biaya produksi dan biaya pembungkus.
Sedangkan pengembangan produk menurut Philip Kotler adalah
pengembangan konsep produk menjadi konsep fisik dengan tujuan meyakinkan
gagasan bahwa produk dapat diubah menjadi produk yang dapat bekerja.
Menurut Sofyan Asauri,pengembangan produk merupakan kegiatan atau
aktifitas yang dilakukan dalam menghadapi kemungkinan perubahan suatu
produk kearah yang lebih baik sehinga dapat memberikan daya guna maupun
daya pemuas yang lebih besar.
Menurt Ahmad Subgyo pengembangan produk adalah serangkaian aktiftas
yang dimulai dengan analisa presepsi dan peluang lalu memproduksi sesuatu
yang dapat ditawarkan kepada pembeli dan dapat digunakan atau dikonsumsi
untuk memenuhi kebutuhan konsumen.
C. Atribut
Menurut KBBI sifat yang menjadi cirikhas (suatu benda atau seseorang) :
berani dan jujur.
Atribut yang berkonstibusi terhadap daya tarik pengembangan produk adalah:
1. Faktor kreasi : proses pengemabangan prodak dimulai dengan
pengumpulan ide dan diakhiri dengan memproduksi bentuk fisik produk.
Bila kedua aktifitas dipandang sebagai ataktifitas individu,dapat
dibayangkan bahwa proses pengembangan merupakan suatu upaya
kreatif,sedang dalam pemikiran dan pengumpulan ide pada kelompok
merupakan suatau upaya inovatif
Contoh :- seorang seniman lukisan yang mempunyai ide dan prasaan
kemudian ide tersebut dituangkan dalam sebuah
lukisan.(kreatif)
- study kasus pada perusahaan sabun mandi dulu mereka
mengunakan dalam bentuk padat dan setelah melakukan
inovasi membuat sabun mandi cair
2. Keragaman Anggota Tim
Pengembangan produk yang sukses membentuhkan banyak keahlian dan
bakat yang berbeda – beda. Karena itu tim pengembangan produk terdiri
dari bsnysk individu dengan beragam keahlian,pengalaman,sudut pandang
dan kepribadian
3. Kepuasan Masyarakat Terhadap Kebutuhan Individu
Semua produk bertujuan untuk memuaskan kebutuhan dengan beberapa
cara. Individu – Individu yang tertarik dalam usaha pengembangan produk
dapat menetapkan aturan kelembagaan dimana mereka dapat memperoleh
produk yang memuaskan dengan mempertimbangkan kebutuhan yang
dianggap penting. Maksudnya disini yaitu apabila kita mau
mengembangkan produk yang sudah ada, kita terlebih dahulu bertanya
kepada sebagian individu/ masyarakat yang ada dilapangan tentang produk
tersebut itu masih kurang dari sisi yg mana, setelah kita sudah mengetahui
keluhan dari sebagian individu tentang produk tersebut baru mendesain
ulang kemudian memproduksi dengan jumlah sedikit dimaksutkan untuk
tahap percobaan dulu, apabila hasil percobaan mendapatkan respon yg
positif dari masyarakat maka baru memproduksi dengan jumlah yang
banyak. Nah dari situ bisa dianggap menjadi kepuasan masyarakat.
Contoh : Dulu, produk helm masih belum ada kacanya dibagian depan
sehingga pada saat berkendara mata sering kelilipan (mata terkena debu),
silau dan pada saat musim hujan mata terkena air hujan secara langsung,
dari semua keluhan itu akhirnya sekarang produk helm dikembangkan lagi
dengan diberi kaca sehingga pada saat berkendara lebih aman dan nyaman.
4. Semangat Tim
Tim pengembangan produk merupakan kelompok yang mempunyai
motivasi tinggi dan dapat bekerja sama. Anggota tim dapat dikumpulkan
pada suatau tempat khusus sehingga mereka dapat mengkonsentrasikan diri
pada penciptaan produk. Situasi ini menghasilkan persahabatan antar agota
tim.
D. Realita Organisasi
Pengertian.....
1. Kurangnya Pemahaman Tim
Manager memfokuskan detail – detail pengembangan proyek tanpa
pemahaman yang cukup tentang bagaimana dasar pengambilan
keputusan tim pengembang. Masalah masalah yang sering terjadi
sebagai berikut :
a. Proses Saat Perekrutan Tim/Pembentukan Tim. :
dalam proses ini, seharusnya sebagai, misalnya Project Manager
harus menyiapkan kategori penilaian dari tiap divisi yang akan
diwawancarakan pada saat screening. Begitu pula parameter yang
dibutuhkan harus jelas agar pemilihan tim bisa tepat.
b. Terlalu Banyak Tekanan.
Ini juga bisa menjadi sebuah masalah psikis bagi tim saat
menjalankan tugasnya. Terkadang Project Manager juga
menginginkan suatu project dapat dikerjakan secara cepat
istilahnya mengejar deadline agar project cepat terselesaikan.
Seharusnya dibuatkan managemen planning yang benar pada saat
akan mengerjakan sebuah project, perhitungannya tdak hanya cara
menyelesaikan project tepat waktu tapi faktor sdm saat
mengerjakan project juga harus di perhitungkan. agar project
berjalan sebanding dengan tingkat pengerjaan project dan kondisi
sdm yang mengerjakan project.
c. Kurangnya komunikasi.
seringkali terjadi saat tim sudah terbentuk. Pada saat ada salah satu
anggota tim dirasa memahami masalah yang akan diselesaikan,
maka anggota - anggota lain merasa menunggu intruksi saja tanpa
melakukan inisiatif. Padahal inisiatif tiap anggota tim itu sangat
dibutuhkan dalam hal kerjasama tim. Maka sebagai teamwork
harus saling memberikan informasi dan komunikatif saat
mengerjakan pekerjaannya agar pekerjaan bisa dijalankan secara
bersama tanpa mengandalakan beberapa orang saja
Contoh : Seorang Mandor mendapat tender pembuatan rumah mandor
tersebut mencari pekerja dan membrifing pekerja tersebut
tampa memberi tahu spesifikasi bahan yang harus digunakan
dan jika terjadi masalah dilapangan apa yang harus dilakukan
oleh pekerja
2. Konsistensi Terhadap Sasaran Proyek Keseluruhan :
Maksudnya disini yaitu lebih mengutamakan kepentingan fungsi dari
pada tujuan bersama. Masing – masing fungsi seperti pemasaran,
desain dan manufaktur mungkin akan berusaha mempengaruhi
keputusan yang diambil untuk meningkatkan posisi mereka sendiri
sehingga melupakan tujuan bersama yang sudah dirumuskan
sebelumnya.
Contoh kasus : Perusahaan X memiliki 3 fungsi atau 3 bagian untuk
menjalankan kegiatan opersionalnya yaitu ada bagian pemasaran,
desain dan manufaktur. Perusahaan ini tujuan bersamanya adalah
memproduksi roti berbentuk bulat dengan kapasitas produksi roti
perharinya adalah 10.000 pcs. Kemudian kegiatan operasional sudah
berlangsung dengan lancar dan pada saat itu kondisi pemasaran sedang
naik – naiknya, akhirnya bagian pemasaran meminta bagian
manufaktur untuk meningkatkan kapasitas produksinya lebih dari
10.000 pcs perharinya padahal kapasitas produksi hanya bisa
memproduksi 10.000 pcs dan meminta bagian desain untuk membuat
terobosan baru, dari segi bentuk rotinya agar tidak kalah bersaing
dengan produk roti lainnya. Permintaan bagian pemasaran semua itu
agar penjualan naik dan semata mata ingin meningkatkan posisi
mereka sendiri tanpa memikirkan bagian desain, manufaktur dan
kesepakatan awal.

3. Kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM) :


Anggota tim tidak sanggup menyelesaikan tugas pengembangan secara
efektif, antara lain karena kurangnya anggota,ketidak sesuaian keahlian
yang dibutuhkan atau kekurangan dana perlalatan dan alat bantu
4. Representasi Yang Kurang Baik Dari Berbagai Anggota Tim Yang
Berasal Dari Berbagai Disiplin Ilmu :
Keputusan – keputusan penting mungkin dibuat tanpa melibatkan
bagian pemasaran,desain,manufaktur atau fungsi – fungsi penting
lainnya sehingga mengakibatkan proses pengembangan tidak berjalan
baik.

Anda mungkin juga menyukai