Anda di halaman 1dari 27

PROGRAM KERJA MAHASISWA KKN

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

KELURAHAN : PEKAN KUALA


KECAMATAN : KUALA
KABUPATEN : LANGKAT

OLEH

No Nama NIM Program Studi Fakultas


1 Abed Yolanda 216334200 Pend. Musik FBS
Sembiring 1

2 Anggi Al Ridha Lubis 416321000 Kimia FMIPA


2
3 Ardila Sari 1163351003 Bimbingan dan FIP
Konseling

4 Ayu Novitasari 716314200 Pend. Akuntansi FE


Tambunan 6

5 Balqis Lubis 3161111004 Pend. Pancasila dan FIS


Kewarganegaraan

6 Bella Khairannisyah 416312100 Pend. Fisika FMIPA


Siregar 2

7 Betty Kristina 7161142007 Pend. Akuntansi FE


Simanjuntak

8 Ecinta Permata Br. 4161111024 Pend. Matematika FMIPA


Kacaribu

9 Elfrida Kinanti Tarigan 4161141016 Pend. Biologi FMIPA

10 Elisabet Lorensia 6163111020 Pend. Jasmani, FIK


Manurung Kesehatan dan
Rekreasi

11 Fitria Ayu Puspita 1161111030 Pend. Guru Sekolah FIP


Pulungan Dasar

12 Khaira Izzati 1161111047 Pend. Guru Sekolah FIP


Dasar

13 Khairunnisa Br. 2162311005 Pend. Bahasa dan FBS


Tambunan Sastra Indonesia

14 Mugi Nur Rafif 516332200 Pend. Teknik Otomotif FT


8
15 Nur Akhiyar 3161131032 Pend. Geografi FIS

16 Selvi Vera 716214301 Pend. Bisnis FE


2
17 Sinta Armaya 7161141033 Pend. Ekonomi FE

18 Wija Ayu Putri 3161111049 Pend. Pancasila dan FIS


Kewarganegaraan

19 Yossy Novita Sari Br. 4161141016 Pend. Guru FIP


Kembaren Pendidikan Anak Usia
Dini

LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT


UNIVERSITAS NEGERI MEDAN MEDAN
2019
PELATIHAN MEMBUAT HERBARIUM KERING DENGAN
MEMANFAATKAN BERBAGAI JENIS TUMBUHAN YANG ADA
DI LINGKUNGAN SEKITAR SEKOLAH SMA NEGERI 1 KUALA

Kelurahan : Pekan Kuala


Kecamatan : Kuala
Kabupaten : Langkat

Oleh

Nama : Elfrida Kinanti Tarigan


NIM : 4161141016
Jurusan : Biologi
Program Studi : Pendidikan Biologi
Fakultas : FMIPA

LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT


UNIVERSITAS NEGERI MEDAN MEDAN
2019
LEMBAR PENGESAHAN
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan lindungan-Nya,
sehingga proses penulisan laporan KKN dapat terselesaikan tepat pada
waktunya. Penulis menyadari bahwa apa yang telah penulis peroleh tidak
semata-mata hasil jerih payah sendiri, tetapi keterlibatan semua pihak. Oleh
karena itu, penulis menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Orang tua tercinta yang dengan sabar telah mendidik dan membiayai penulis
sejak kecil hingga sekarang.
2. Bapak Dr. Muhammad Amin, S.T.,M.Pd selaku dosen pembimbing lapangan
yang telah memonitor dan membimbing penulis selama melakukan kegiatan
KKN.
3. Bapak Thomas Sitepu, S.E selaku lurah di Pekan Kuala yang telah
memberikan kesempatan kepada penulis untuk melakukan kuliah kerja
nyata/KKN.
4. Bapak/Ibu Kepala lingkungan di Kelurahan Pekan Kuala yang telah
membantu dan membimbing penulis selama melakukan kegiatan kuliah
kerja nyata/KKN.
5. Adik-adik siswa/i yang penuh semangat dan antusias dalam menyambut
kami dan bersemangat pada saat mengikuti pelajaran yang disampaikan,
semoga adik-adik menjadi orang yang berguna bagi agama, bangsa dan
negara.
6. Rekan-rekan mahasiswa dari berbagai jurusan yang memberikan masukan,
motivasi dan dorongan kepada penulis.
7. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan namanya atas bantuan, doa,
serta dukungannya kepada penulis, semoga bantuan dan dan dukungan yang
telah diberikan mendapat pahala dan hikmah dari Allah SWT.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan laporan ini masih
banyak kekurangan dan kelemahan, untuk itu kritik dan saran yang bersifat
membangun dari pembaca sangat diharapkan.

Medan, Agustus 2019

Penulis
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN

1. 1 Gambaran Umum Lokasi KKN


Kabupaten Langkat adalah sebuah kabupaten yang terletak di Sumatra
Utara, Indonesia. Ibu kotanya berada di Stabat. Kabupaten Langkat terdiri
dari 23 Kecamatan dengan luas 6.272 km² dan berpenduduk sejumlah 902.986
jiwa (2000). Nama Langkat diambil dari nama Kesultanan Langkat yang dulu
pernah ada di tempat yang kini merupakan kota kecil bernama Tanjung Pura,
sekitar 20 km dari Stabat.

Adapun letak dan geografis dari kecamatan kuala, yaitu :


 Terletak antara, Lintang Utara : 030 17’31” - 030 31’51” dan Bujur Timur :
980 19’30” - 980 27’16”
 Letak diatas permukaan laut : 35 meter
 Luas Wilayah : 20 623 Ha (206,23 Km2)
 Berbatasan dengan, Sebelah Utara : Kecamatan Selesai dan Kec. Serapit;
Sebelah Selatan : Kecamatan Sei Bingai; Sebelah Barat : Kecamatan
Salapian; Sebelah Timur : Kecamatan Selesai

Jarak atau Orbitasi Kelurahan Pekan Kuala Ke :


 Kantor Kecamatan Kuala : 3 Km
 Lama tempuh ke Ibu Kota Kecamatan : 6 Menit
 Kantor Kabupaten Langkat : 47 Km
 Lama tempuh ke ibu Kota Kabupaten : 1,5 Jam

Titik Koordinat Kantor Desa/Kelurahan Pekan Kuala Tahun 2017 yaitu


terletak antara, Lintang Utara : 03° 31' 39,06" dan Bujur Timur : 98° 23'
06,72".
Sarana dan Prasarana, Tempat kami melakukan kegiatan KKN ini
merupakan kelurahan dan bukan desa. Sehingga Kelurahan ini telah memiliki
akses sarana dan prasarana yang baik. Kelurahan Pekan Kuala terdiri dari 8
Lingkungan, yaitu :
 Lingkungan I : Sidodadi
 Lingkungan II : Pasar Lori
 Lingkungan III : Sei Tembo
 Lingkungan IV : Pekan Kuala
 Lingkungan V : Kuala Kota
 Lingkungan VI : Tempel
 Lingkungan VII : Banten
 Lingkungan VIII : Sido Slamet

Keadaan jalan di daerah pekan kuala secara umum sudah sangat baik,
namun apabila dimusim penghujan dibeberapa lingkungan dan tempat masih
mengalami kerusakan jalan, dan jalan di beberapa lingkungan belum
semuanya beraspal. Sarana transportasi yang paling banyak digunakan
masyarakat adalah sepeda motor dan angkutan umum.
Jaringan Listrik dari PLN sudah tersedia di setiap lingkungan, sehingga
sudah semua rumah tangga menggunakan tenaga listrik untuk memenuhi
keperluan penerangan dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Sedangkan sarana
Air Bersih masyarakat umumnya diperoleh dari sumur tanah warga sendiri
dan ada beberapa juga yang menggunakan sumber air PAM.
Secara garis besar keadaan umum pemerintahan Desa adalah sebagai
berikut:
a. Jumlah Aparat Desa:
 Kepala Lurah = 1 orang
 Sekretaris Lurah = 1 orang
 Kepala Urusan = 4 orang
 Kepala Lingkungan = 8 orang.

1. 2 Tujuan Pelaksanaan KKN


Pelaksanaan KKN bertujuan untuk :
1. Mengembangkan kompetensi mahasiswa dalam mengaplikasikan
pengetahuan, keterampilan dan sikap yang telah dimiliki;
2. Merancang dan melaksanakan program yang dapat mengembangkan
potensi masyarakat desa/kelurahan;
3. Memahami keadaan sekitar lokasi KKN sehingga mahasiswa dapat
meningkatkan potensi diri dalam praktek lapangan;
4. Mengetahui kualitas pendidikan masayarakat sekitar lokasi KKN,
sehingga mahaiswa mampu membangkitkan dan memotivasi akan
pentingnya pendidikan.

1. 3 Manfaat Pelaksanaan KKN


Bagi mahasiswa peserta KKN :
1. Membangun kolaborasi multidisiplin dalam berpikir dan berkerja dalam
mendampingi masyarakat untuk mewujudkan pembangunan
desa/kelurahan;
2. Mengembangkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap dalam
mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi di desa/kelurahan;
3. Melatih kemampuan berpikir dalam melakukan observasi, penelaahan,
perumusan, dan pendampingan untuk memberdayakan potensi masyarakat
desa/kelurahan.

1. 4 Program Kelurahan
Program dan kegiatan yang sedang dilaksanakan adalah sebagai berikut:
1. Pemuda dan Olahraga (Karang Taruna, Remaja Mesjid, Voly, Futsal, dan
Takraw)
2. Program Keluarga Berencana (KB)
3. Program Kesehatan Masyarakat seperti: Posyandu (5) dan Puskesmas (1).
BAB II
ANALISIS SITUASI KELURAHAN

Kelurahan pekan kuala merupakan salah satu kelurahan yang ada di


Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat. Kelurahan ini memiliki potensi dari segi
perkebunan, perternakan, pariwisata, dan industri. Potensi dari segi perkebunan,
kelurahan pekan kuala memiliki banyak perkebunan sawit yang dikelola oleh
suatu perusahaan. Dari segi perternakan, pekan kuala memiliki perternakan yang
cukup besar dilihat dari banyaknya kandang ternak yang terdapat di sekitar
perumahan masyarakat sekitar. Dari segi pariwisata, pekan kuala hanya memiliki
pusat perbelanjaan modern dan tradisional. Dan potensi dari segi industri, pekan
kuala memiliki industri rumahan yang dikelola oleh masyarakat sekitar, seperti
pembuatan tahu, kerupuk tempe, susu kambing, dan aneka makanan ringan.
Kemudian untuk unit usaha desa yang ada berupa tempat perdagangan yang
dijadikan sebagai mata percaharian utama masyarakat pekan kuala.
Masyarakat pekan kuala merupakan percampuran berbagai agama, suku,
dan pekerjaan. Mayoritas masyarakat di pekan kuala beragama islam, namun
agama lain yang dianut masyarakat pekan kuala terdiri dari kristen, budha, dan
konghucu. Suku yang ada di pekan kuala terdiri atas karo, jawa, dan china.
Namun suku yang dominan di pekan kuala yaitu karo.
Program desa yang ada di pekan kuala seperti: kegiatan posyandu, dan
keluarga berencana. Kegiatan posyandu yang dilakukan oleh masyakarat berjalan
dengan rutin dan lancar. Kegiatan posyandu ini dilakukan pada minggu ke-dua
setiap bulannya. Masyarakat bisa datang langsung ke Puskesmas terdekat atau
terkadang petugas kesehatan yang mendatangi desa - desa yang akan melakukan
posyandu.
Pendidikan merupakan hal yang paling penting dalam kehidupan manusia.
Pendidikan yang ada di pekan kuala ini masih terbilang minim dan masih
membutuhkan perhatian dari pemerintah dan tenaga pendidik yang nantinya akan
meningkatkan pendidikan di pekan kuala. Fasilitas pendidikan yang ada di pekan
kuala terdiri dari sekolah dan bimbingan belajar. Jumlah sekolah yang ada di
Pekan Kuala mulai dari SD, SMP, dan SMA cukup banyak.
BAB III
RUANG LINGKUP POTENSI

Kelurahan pekan kuala merupakan salah satu kelurahan yang ada di


Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat. Kelurahan ini memiliki potensi dari segi
industri, pekan kuala memiliki industri rumahan yang dikelola oleh masyarakat
sekitar, seperti pembuatan tahu, kerupuk tempe, susu kambing, dan aneka
makanan ringan. Kemudian untuk unit usaha desa yang ada berupa tempat
perdagangan yang dijadikan sebagai mata percaharian utama masyarakat pekan
kuala.
Adapun masalah yang terdapat di kelurahan pekan kuala yaitu industri
makanan seperti pembuatan tahu, kerupuk tempe, susu kambing, dan aneka
makanan ringan. Usaha itu dikelola oleh masyarakat sendiri, karena di Kelurahan
Pekan Kuala belum berdirinya UKM. Oleh karena itu, solusi yang dapat kami
berikan adalah agar dibentukkannya UKM sehingga industri rumahan tersebut
dapat tergabung dalam UKM dan industri rumahan tersebut dapat maju dan
berkembang. Usaha ini nantinya dapat dijadikan sumber penghasilan bagi
masyarakat sekitar.
Adapun tawaran solusi selanjutnya yang kami berikan yaitu dengan
membantu pemasaran, desain lebel, dan pembukuan. Membantu pemasaran
produk dengan bantuan media sosial yaitu instagram. Dan dengan bantuan desain
lebel untuk membuat kemasan lebih menarik untuk dipasarkan lagi, dan dengan
adanya solusi pembukuan untuk laporan pengeluaran serta pemasukan agar lebih
tertata lagi.
BAB IV
PERUMUSAN PROGRAM KERJA

4.1 Program Kelompok Besar


5.1.1 Apotek Hidup Di Lingkungan SMAN 1 KUALA
Apotek hidup merupakan pemanfaatan sebagian tanah untuk
ditanami tanaman obat-obatan yang berguna untuk keperluan sehari-hari.
Banyak obat-obatan tradisional yang dapat digunakan untuk mengobati
berbagai penyakit. Obat tradisional umumnya lebih aman karena bersifat
alami dan memiliki efek samping yang lebih sedikit dibandingkan obat-
obatan buatan pabrik. Tujuan dari program ini adalah menghidupkan
kembali apotek hidup demi melestarikan tanaman obat-obatan di
lingkungan sekolah. Adapun beberapa tanaman yang telah kami tanam
pada apotek hidup yaitu :
 Lidah Buaya atau aloe vera sudah lama dikenal sebagai tanaman
penyubur rambut. Manfaat lainnya adalah dapat meredakan batuk.
 Sirih dikenal karena memiliki kandungan antiseptik yang baik dan juga
dapat digunakan untuk meredakan batuk.
 Lengkuas selain sebagai bumbu dapur, lengkuas dapat menyembuhkan
panu pada kulit.
 Jahe dapat digunakan untuk menyembuhkan batuk dan rematik karena
menghasilkan rasa hangat.
 Kumis kucing dapat digunakan untuk meredakan sakit pinggang.
 Mengkudu (pace) buah yang bermanfaat banyak untuk tubuh. Dengan
mengkonsumsi buahnya dapat meredakan osteoporosis.
 Jeruk nipis buah yang asam dapat dimanfaatkan untuk meredakan
batuk.
 Nanas memiliki banyak manfaat kesehatan dan pengobatan begitu
banyak, meliputi kemampuan memperbaiki kesehatan pernafasan,
menyembuhkan batuk dan pilek, memperbaiki pencernaan, membantu
menurunkan berat badan, menguatkan tulang, memperbaiki dan
menjaga kesehatan mulut, meningkatkan kesehatan mata, mengurangi
peradangan, mampu mencegah kanker, dapat memperbaiki kesehatan
jantung, melawan infeksi dan parasit serta dapat memperbaiki atau
meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
 Melati bunga indah yang keharumannya sering dimanfaatkan sebagai
bahan baku parfum, ternyata termasuk tanaman obat. Khasiat daunnya
dapat menyembuhkan sesak nafas dan sakit kepala. Bunganya dapat
digunakan untuk mengatasi radang mata.
 Jambu Biji juga memiliki khasiat. Daunnya dapat digunakan untuk
mengatasi penyakit buang air atau diare. Fungsi daunnya mampu
membuat keras feses sehingga mengurangi buang air besar. Jus
buahnya juga baik untuk kesehatan karena mengandung banyak
vitamin C serta baik untuk penderita demam seperti DBD.

5.1.2 Pembuatan Penunjuk Jalan


Penunjuk jalan merupakan rambu-rambu (tanda) yang ada di
pinggir jalan sebagai arah jalan, kecepatan kendaraan yang harus
dijalankan, dan sebagainya. Tujuan dari dibuatnya program ini adalah
mempermudah masyarakat setempat dan pendatang untuk mengakses jalan
di lingkungan Pekan Kuala. Pembuatan penunjuk jalan ini berfokus pada
lingkungan I yaitu Sidodadi. Penunjuk jalan yang akan dibuat pada
lingkungan ini berjumlah 10 plang. Adapun nama penunjuk jalan di
lingkungan ini berkaitan dengan nama-nama bunga; Gg Melur, Gg Teratai,
Gg Tanjung, Gg Dahlia, Gg Anggrek, Gg Cempaka, Gg Kenanga, Gg
Melati, dan Gg Seroja.

5.1.3 Literasi (Pembuatan perpustakaan kelurahan)


Literasi merupakan suatu kemampuan untuk menggunakan potensi
dan keterampilan dalam mengolah dan memahami informasi saat
melakukan aktivitas membaca dan menulis serta memecahkan masalah
dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan literasi yang kami lakukan adalah
pembuatan perpustakaan kelurahan. Tujuan dari program ini adalah
meningkatkan kembali minat membaca dikalangan masyarakat pekan
kuala.

4.2 Program Kelompok Kecil


4.2.1 Jumat Bersih
Jumat bersih merupakan kegiatan yang dilakukan oleh beberapa
anggota kelompok yaitu:
 Abed Yolanda Sembiring
 Ardila Sari
 Bella Khairannisyah Siregar
 Mugi Nur Rafif
 Selvi Vera
Kegiatan ini dilakukan setiap hari jumat dimulai dari jam 08.00-
11.00 dan dilanjutkan pada pukul 14.00-17.00 WIB yang dilakukan di
beberapa tempat yang berbeda seperti : area sekitaran posko, area kantor
lurah, lingkungan III (Sei Tembo), dan area jalan protokol dari lingkungan
VI dan VII.
Kegiatan jumat bersih ini dilakukan oleh kelompok kecil KKN
Kelurahan Pekan Kuala dengan tujuan membangkitkan dan memotivasi
masyarakat sekitar agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Kegiatan
ini juga bertujuan untuk menjalin kerjasama/gotong-royong yang baik di
antara sesama masyarakat kelurahan Pekan Kuala. Namun, mengingat
Pekan Kuala merupakan Kelurahan dan bukan Desa sehingga terbagi
menjadi VIII Lingkungan. Kegiatan jumat bersih ini pun tidak dapat
dilakukan di semua lingkungan, melainkan hanya di beberapa tempat saja.

4.2.2 Senam Aerobik dan Zumba


Senam aerobik dan zumba merupakan kegiatan yang dilakukan
oleh beberapa kelompok yaitu:
 Anggi Al Ridha Lubis
 Betty Kristina Simanjuntak
 Elisabet Lorensia Manurung
 Wija Ayu Putri
 Yossy Novitasari Br. Kembaren
Kegiatan ini dilakukan setiap hari senin, rabu, kamis, dan jumat
dimulai dari jam 16.30-18.00 WIB yang dilakukan di beberapa tempat
yang berbeda seperti : aula kantor lurah, dan lingkungan I (Sidodadi)
secara bergantian.
Kegiatan senam sore ini dilaksanakan oleh kelompok kecil, namun
semua anggota kelompok KKN dapat ikut berpartisipasi dalam kegiatan
ini. Tujuan awal dari kegiatan senam ini adalah untuk mengajak
masyarakat di sekitar kantor lurah Pekan Kuala untuk hidup sehat dan
rajin berolahraga. Namun, niat baik kami tidak berjalan dengan baik.
Masyarakat di sekitar kantor kelurahan kurang menyambut baik kegiatan
yang kami lakukan. Sehingga, kegiatan senam sore kami lanjutkan di
lingkungan I. Masyarakat di lingkungan I memiliki antusias mengikuti
senam yang sangat tinggi. Kegiatan senam sore pun berjalan dengan baik.

4.2.3 Bimbingan Belajar


Bimbingan belajar merupakan kegiatan yang dilakukan oleh
beberapa orang yaitu:
 Ayu Novitasari Tambunan
 Elfrida Kinanti Tarigan
 Fitria Ayu Puspita Pulungan
 Nur Akhiyar
 Sinta Armaya
Kegiatan ini dilakukan setiap hari selasa, kamis, dan sabtu dimulai
dari jam 13.00-15.00 dan dilanjutkan 16.30-18.00 WIB yang dilakukan di
beberapa tempat yang berbeda seperti : diposko, dan di sekolah SD
lingkungan I (Sidodadi).
Kegiatan bimbingan belajar ini dilakukan untuk membantu siswa/i
SD yang ada di Kelurahan Pekan Kuala agar bisa membaca, menulis dan
berhitung. Hal ini menjadi fokus dari kegiatan ini karena setelah dilakukan
observasi ke beberapa sekolah, masih terdapat siswa kelas IV,V, dan VI
yang belum bisa membaca dan berhitung. Oleh karena itu, kelompok kecil
KKN ini sepakat mengadakan kegiatan bimbingan belajar. Kegiatan ini
juga mampu mengisi waktu kosong dengan hal-hal yang lebih bermanfaat.
Siswa/i menyambut baik kegiatan yang kami lakukan dengan rajin
mengikuti bimbingan belajar.

4.2.4 Pembuatan Web Mengenai Sejarah Terbentuknya Pekan Kuala


Pembuatan website yang dilakukan ini hanya berisi informasi
umum mengenai kelurahan pekan kuala. Pembuatannya dilaksanakan oleh
beberapa orang yaitu:
 Balqis Lubis
 Ecinta Permata Br. Kacaribu
 Khaira Izzati
 Khairunnisa Br. Tambunan
Pembuatan website yang dilakukan ini hanya berisi informasi
umum mengenai sejarah terbentuknya Pekan Kuala. Kegiatan ini
dilakukan untuk mempermudah masyarakat setempat dan pendatang dalam
mengakses informasi mengenai sejarah Pekan Kuala. Dalam kegiatan ini
kami mendapatkan informasi dari masyarakat asli Kelurahan Pekan Kuala
yang tinggal di Lingkungan III (Sei Tembo). Dalam pembuatan program
web ini dibutuhkan waktu dua hari yaitu Selasa, 13 Agustus 2019
(wawancara dengan salah satu warga kelurahan Pekan Kuala) dan Selasa,
20 Agustus 2019 (Pembuatan situs web dan mempublikasikan tulisan
mengenai sejarah terbentuknya Pekan Kuala) pada pukul 13.00 - 16.00
WIB dan 16.30 – 18.00 WIB.

4.3 Program Individu


4.3.1 Pelatihan Membuat Herbarium Kering Dengan Memanfaatkan
Berbagai Jenis Tumbuhan Yang Ada Di Lingkungan Sekitar Sekolah SMA
Negeri 1 Kuala
Herbarium berasal dari kata “hortus dan botanicus”, artinya kebun
botani yang dikeringkan. Secara sederhana yang dimaksud herbarium
adalah koleksi spesimen yang telah dikeringkan, biasanya disusun
berdasarkan sistim klasifikasi .
Herbarium merupakan tempat penyimpanan contoh koleksi
spesiemen tanaman atau tumbuhan yaitu herbarium kering dan herbarium
basah. Kelebihan dari Herbarium kering dibandingkan dengan herbarium
basah adalah dapat bertahan lama hingga ratusan tahun. Terdapat beberapa
kelemahan pada herbarium yaitu; spesimen mudah mengalami kerusakan
akibat perawatan yang kurang memadai maupun karena frekuensi
pemakaian yang cukup tinggi untuk identifikasi dan pengecekan data
secara manual, tidak bisa diakses secara bersama-sama oleh berberapa
orang, biaya besar,tidak bisa diakses sewaktu-waktu dan tidak dapat
diakses dari jarak jauh.

Contoh Herbarium Kering Contoh Herbarium Basah

Kegiatan pelatihan membuat herbarium dengan memanfaatkan


berbagai jenis tumbuhan yang ada di lingkungan sekitar ini bertujuan
untuk memudahkan para pelajar dalam mempelajari tentang tumbuhan
terutama pada struktur dan organ-organ yang terdapat pada tumbuhan
tersebut dengan melakukan pengawetan terhadap tumbuhan yang
dilakukan dengan cara dikeringkan.
Herbarium kering yang baik adalah herbarium yang lengkap organ
vegetatif dan organ generatifnya. Selain itu kerapian herbarium juga akan
menentukan nilai estetikanya serta faktor-faktor yang mempengaruhi
koleksi herbarium adalah lama pembuatan herbarium, tempat
penyimpanan dan faktor lingkungan seperti suhu.
Pembuatan herbarium ini juga dapat meningkatkan kreativitas para
pelajar yang ingin melakukan pengoleksian terhadap jenis-jenis tumbuhan
tertentu. Tidak hanya itu, dengan kreativitas mereka pula diharapkan
mampu menjadikan herbarium sebagai barang kerajinan yang bernilai jual
tinggi. Kegiatan pelatihan membuat herbarium ini dilakukan 2 minggu
(setiap hari sabtu) yaitu pada tanggal 03 Agustus 2019 dan 10 Agustus
2019 di lingkungan sekolah SMA Negeri 1 Kuala, pukul 15.00-17.00
WIB.
Alat dan Bahan yang digunakan yaitu : a) alatnya : gunting,
penggaris. b) bahannya : berbagai jenis tumbuhan, kertas koran, alkohol
70%, botol spray, tissu atau kapas, kerdus dan tali rafiah.
Prosedur Kerja dari pembuatan herbarium ini adalah : 1) sediakan
alat dan bahan yang diperlukan. 2) cari jenis tumbuhan yang ingin dibuat
menjadi herbarium. 3) setelah tumbuhan terkumpul, cuci bersih tumbuhan
tersebut dengan air dan keringkan menggunakan tissu. 4) susun koran
yang akan digunakan sebagai tempat meletakkan tumbuhan nantinya. 5)
masukkan alkohol 70% ke dalam botol spray, kemudian semprotkan secara
merata ke tumbuhan yang telah dicuci dan dikeringkan tadi. 6) kemudian
letakkan pada koran secara rapi dan tutup, lalu letakkan sesuatu yang berat
diatasnya agar tumbuhan tersebut terpress secara merata. 7) setelah itu kita
hanya perlu menunggu sekitar 1-2 minggu sampai tumbuhan kering secara
merata.
Hal yang mendasari dilakukannya pelatihan membuat herbarium
kering ini adalah mengingat siswa/i di SMAN 1 Kuala akan menyambut
Perayaan HUT RI di sekolah, sehingga herbarium ini nantinya dapat
dijadikan hiasan dikelas mereka. Selain itu, tujuannya adalah untuk
menarik siswa/i di sekolah tersebut masuk ke jurusan biologi. Dengan
dilakukannya kegiatan ini siswa/i jadi mengetahui bahwa biologi itu
menarik. Tumbuhan bisa diubah menjadi sebuah hiasan yang menarik dan
juga bermanfaat.
Kegunaan herbarium secara umum antara lain:
1. Sebagai pusat referensi : Merupakan sumber utama untuk identifikasi
tumbuhan bagi para ahli taksonomi, ekologi, petugas yang menangani
jenis tumbuhan langka, pecinta alam, para petugas yang bergerak dalam
konservasi alam.
2. Sebagai lembaga dokumentasi : Merupakan koleksi yang mempunyai
nilai sejarah, seperti tipe dari taksa baru, contoh penemuan baru, tumbuhan
yang mempunyai nilai ekonomi dan lain lain.
3. Sebagai pusat penyimpanan data : Ahli kimia memanfaatkannya untuk
mempelajari alkaloid, ahli farmasi menggunakan untuk mencari bahan
ramuan untuk obat kanker, dan sebagainya
BAB V
HASIL PELAKSANAAN PROGRAM

6.1 Program Kelompok Besar


6.1.1 Apotek Hidup Di Lingkungan SMAN 1 KUALA
 Evaluasi Hasil Program
Program pembuatan apotek hidup yang dilakukan di lingkungan
sekolah SMAN 1 KUALA berjalan dengan cukup baik. Pihak sekolah
memberikan respon baik terhadap program yang dilaksanakan.
Program ini dilaksanakan 2 kali dalam seminggu yaitu hari selasa dan
sabtu pukul 15.00-17.00 WIB. Keberhasilan program ini telah
mencapai 95%.

 Hambatan Pelaksanaan Program


Kurangnya partisipasi siswa/i dalam mengikuti program ini,
sehingga keberhasilan dari program ini tidak mencapai 100%.

 Solusi
Diperlukan peran guru untuk ikut serta dalam menjalankan
program ini, sehingga siswa/i memiliki rasa tanggung jawab dan
kepedulian terhadap lingkungan sekolah.

6.1.2 Pembuatan Penunjuk Jalan


 Evaluasi Hasil Program
Program pembuatan penunjuk jalan yang dilakukan berfokus pada
lingkungan I Sidodadi. Penunjuk jalan yang akan dibuat pada lingkungan
ini berjumlah 10 plang. Adapun nama penunjuk jalan di lingkungan ini
berkaitan dengan nama-nama bunga; Gg Melur, Gg Teratai, Gg Tanjung,
Gg Dahlia, Gg Anggrek, Gg Cempaka, Gg Kenanga, Gg Melati, dan Gg
Seroja. Pembuatan penunjuk jalan ini direspon baik oleh masyarakat
sekitar dan kepala lingkungan. Keberhasilan program ini telah mencapai
100%.
 Hambatan Pelaksanaan Program
-

 Solusi
-

6.1.3 Literasi (Pembuatan Perpustakaan Kelurahan)


 Evaluasi Hasil Program
Program literasi yang dilaksanakan adalah pembuatan
perpustakaan kelurahan. Tujuan dari pembuatan program ini untuk
meningkatkan dan menumbuhkan kembali minat membaca dikalangan
masyarakat keluarahan pekan kuala. Program ini disambut baik oleh
pihak kelurahan. Bahan bacaan sudah tersedia hanya perlu merapikan
dan menambah beberapa koleksi buku terbaru lainnya. Keberhasilan
program ini telah mencapai 90%.

 Hambatan Pelaksanaan Program


Kurangnya koleksi buku terbaru, dan tempat yang dijadikan
perpustakaan kelurahan kurang starategis sehingga banyak masyarakat
yang tidak mengetahui bahwa ada perpustakaan di kantor lurah. Hal
inilah yang menyebabkan program tidak dapat mencapai target 100%.

 Solusi
Perlu dilakukannya kegiatan donasi buku-buku terbaru oleh
masyarakat setempat dan pemberitahuan bahwa terdapat perpustakaan
di kantor lurah yang dapat digunakan oleh masyarakat umum.

6.2 Program Kelompok Kecil


5.2.1 Jumat Bersih
 Evaluasi Hasil Program
Program jumat bersih ini dilaksanakan oleh kelompok kecil yang
terdiri dari 5 orang. Kegiatan ini dilakukan diberbagai tempat yang ada
di kelurahan pekan kuala. Program ini diusulkan oleh lurah pekan
kuala, sehingga program ini disambut baik oleh pihak kelurahan.
Keberhasilan dari program ini telah mencapai 90%.

 Hambatan Pelaksanaan Program


Kurangnya partisipasi masyarakat setempat terhadap kegiatan yang
kami laksanakan, dan juga keterbatasan alat yang kami gunakan.
Sehingga program ini tidak dapat mencapai hasil yang maksimal.

 Solusi
Perlunya melakukan sosialisasi tentang kebersihan lingkungan
kepada masyarakat agar mau bekerjasama dan memiliki rasa
kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan.

5.2.2 Senam Aerobik dan Zumba


 Evaluasi Hasil Program
Program senam yang dilaksanakan adalah aerobik dan zumba.
Program ini disambut baik oleh pihak kelurahan. Senam pertama kali
dilaksanakan di aula kantor lurah, kemudian dilanjutkan ke lingkungan
I (Sidodadi). Keberhasilan dari program ini telah mencapai 100%
melihat antusias masyarakat (khususnya ibu-ibu) dalam mengikuti
kegiatan senam aerobik dan zumba yang dilaksankan sore hari.

 Hambatan Pelaksanaan Program


-

 Solusi
-
5.2.3 Bimbingan Belajar
 Evaluasi Hasil Program
Program bimbingan belajar dilaksanakan di dua tempat yang
berbeda yaitu posko dan SD di lingkungan I (Sidodadi). Program ini
dilaksanakan oleh kelompok kecil. Program ini mendapatkan antusias
dari siswa/i yang memiliki keinginan belajar yang tinggi. Bimbingan
belajar ini bertujuan untuk membantu siswa/i menyelesaikan tugas
sekolah, dan membantu siswa/i dalam CALISTUNG. Keberhasilan
dari program ini telah mencapai 100%.

 Hambatan Pelaksanaan Program


-

 Solusi
-
5.2.4 Pembuatan Web Mengenai Sejarah Terbentuknya Pekan Kuala
 Evaluasi Hasil Program
Program pembuatan web mengenai sejarah terbentuknya Pekan
Kuala ini dilakukan bertujuan agar masyarakat dan generasi-generasi
seterusnya mengetahui tentang pentingnya sejarah, agar mereka
mengetahui sejarah awal terbentuknya wilayah tempat tinggal mereka.
Keberhasilan pembuatan web ini telah mecapai 90%.

 Hambatan Pelaksanaan Program


- Dalam pembuatan program website ada beberapa pertimbangan
untuk membuat website resmi
- Sulitnya mencari informasi terkait sejarah Pekan Kuala

 Solusi
- Program website dibuat dalam bentuk blogspot
- Mencari langsung narasumber terpercaya dari Pekan Kuala
6.3 Program Individu
6.3.1 Pelatihan Membuat Herbarium Kering Dengan Memanfaatkan Berbagai
Jenis Tumbuhan Yang Ada Di Lingkungan Sekitar Sekolah SMA Negeri 1
Kuala

 Evaluasi Hasil Program

Program pelatihan membuat herbarium kering ini terlaksana


dengan sangat baik. Melihat antusias siswa/i kelas XII IPA-1 di
sekolah SMAN 1 Kuala yang bersemangat mengikuti kegiatan
pelatihan ini. Siswa/i tersebut belum pernah membuat herbarium,
namun ada beberapa orang yang sudah mengetahui apakah herbarium
itu. Kegiatan dimulai dengan melakukan pengenalan “apa itu
herbarium?”. Kemudian menjelaskan macam-macam herbarium yang
dapat dibuat. Setelah itu, menyampaikan maksud dan tujuan dari
dilakukannya kegiatan pelatihan membuat herbarium tersebut.
Selanjutnya memberikan mereka kebebasan untuk memilih jenis
tumbuhan yang akan dijadikan herbarium dengan catatan harus
mengetahui nama latin dari tumbuhan tersebut.

Kegiatan ini dibagi menjadi 5 kelompok yang beranggotakan 3-4


orang dalam 1 kelompok. Setelah semua tumbuhan sudah terkumpul,
dilakukan penyeleksian tumbuhan manakah yang layak dijadikan
herbarium. Singkat cerita, saya langsung mencontohkan ke masing-
masing kelompok cara membuat herbarium tersebut. Sehingga tingkat
ketercapaian dari program ini mencapai 100%. Karena setiap siswa/i
memiliki kesempatan untuk berlatih membuat herbarium.

 Hambatan Pelaksanaan Program


Hambatan dalam pelaksanaan program ini adalah faktor cuaca
yang kurang mendukung selama 1 minggu, sehingga mengakibatkan
beberapa herbarium berjamur/gagal.

 Solusi

Perlu diperhatikan cuaca dan waktu yang mendukung keberhasilan.


BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan
6.1.1 Melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini mahasiswa dapat
meningkatkan kemampuan non-akademik dan praktikal, maupun bagi
masyarakat Pekan Kuala.
6.1.2 Mahasiswa mampu berpartisipasi dalam merancang dan
melaksanakan program yang dapat mengembangkan potensi masyarakat
desa/kelurahan
6.1.3 Mahasiswa telah memahami keadaan sekitar lokasi KKN sehingga
mampu meningkatkan dan mengembangkan potensi diri dari kegiatan-
kegiatan yang telah dilakukan
6.1.4 Dengan adanya kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa
mampu mengetahui kualitas pendidikan masyarakat sekitar lokasi KKN,
sehingga mahasiswa mampu membangkitkan dan memotivasi akan
pentingnya pendidikan dengan dilakukannya Bimbingan Belajar diposko
dan di SD Lingkungan 1, dilihat dari antusias siswa/i yang sangat tinggi.
6.2 Saran
Saran yang dapat kami berikan untuk Kelurahan Pekan Kuala :

6.2.1 Membuat kebijakan untuk membangun kesadaran masyarakat


dalam berpartisipasi membangun desa/ kelurahan.
6.2.2 Memperbaharui data- data tentang Kelurahan Pekan Kuala yang
sudah ada sehingga data yang akan diperoleh lebih valid dan dapat
dipertanggung jawabkan.

Saran bagi mahasiswa yang dapat kami berikan, yakni :

6.2.3 Dapat melanjutkan dan memaksimalkan program yang telah


dilaksanakan di Pekan Kuala sehingga lebh baik lagi kedepannya
6.2.4 Dapat menggali potensi yang ada di Pekan Kuala dari berbagai
bidang seperti pertanian, wisata, perkebunan, perternakan, dan industri
LAMPIRAN
-
LAMPIRAN