Anda di halaman 1dari 11

Vol. 6 No. 1, Februari 2018 Ar-Razi Jurnal Ilmiah ISSN.

2503-4448

PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN PESERTA DIDIK (LKPD)


BERBASIS PREDICT-OBSERVE-EXPLAIN (POE) PADA SUB MATERI
SIFAT SENYAWA ION DAN KOVALEN UNTUK KELAS X FARMASI
SMK PANCA BHAKTI SUNGAI RAYA

*Purwanti Suci Muji Daryamti, Fitriani dan Raudhatul Fadhilah


Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Muhammadiyah Pontianak
Jalan Ahmad Yani No.111 Pontianak Kalimantan Barat
*Email: Purwantysuci95@gmail.com

ABSTRAK

Penelitian pengembangan ini dilatar belakangi oleh rendahnya pengetahuan peserta didik dalam
menentukan senyawa ion dan kovalen.Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan lembar kerja
peserta didik (LKPD) berbasis predict-observe-explain (POE) Pada Sub Materi Sifat Senyawa Ion
dan Kovalen.Jenis penelitian ini adalah pengembangan Research and Development (R&D) model
4D yang dibatasi hanya sampai 3D yaitu Define, Design dan Develop. Instrumen yang digunakan
adalah lembar validasi, lembar angket respon peserta didik dan guru serta lembar tes soal pretest
dan postest. Hasil analisis menunjukkan kriteria kevalidan oleh validator diperoleh nilai persentase
rata-rata ahli materi sebesar 99,43% (sangat valid) dan nilai persentase rata-rata ahli media
sebesar 89,58% (sangat valid). Kriteria kepraktisan diketahui dari angket respon peserta didik dan
guru. Hasil angket respon peserta didik uji coba lapangan utama diperoleh nilai persentase rata-
rata sebesar 85,53% (sangat praktis) dan respon guru uji coba lapangan utama diperoleh nilai
persentase rata-rata sebesar 98,75% (sangat praktis) . Kriteria keefektifan LKPD Berbasis POE
dilihat dari hasil Pretest dan Postest peserta didik yang diperoleh setelah menggunakan LKPD dan
dihitung menggunakan rumus N-gain diperoleh nilai pada uji coba lapangan utama sebesar 0,701
(kategori tinggi). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan pengembangan LKPD
Berbasis POE layak digunakan sebagai bahan ajar pada sub materi sifat senyawa ion dan kovalen
di kelas X Jurusan Farmasi SMK Panca Bhakti Sungai Raya.

Kata Kunci: Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), Predict-Observe-Explain (POE), Sifat
Senyawa Ion dan Kovalen.

ABSTRACT

The development research is initiated by the lack of students’ knowledge in determining the
Properties of Ionic and Covalent Compounds, and aimed at designing the student worksheet. Using
Research and Development model of 3D (Define, Design, and Develop), this study included
validation sheet, teacher and students questionnaires, and pretest posttest as the instruments. The
study reveals a number of findings. First, the average score of validation criteria was 99,43%
(strongly valid), with an average score of media expert by 89,58% (strongly valid). Second, the
results of practicality criteria taken from the students respon were 85,53% (strongly practical), and
from the teacher respon was 98 ,75% (strongly practical). Third, the effectiveness criteria of pretest
and posttest after taught by Predict-Observe-Explain (POE) worksheet and counted by N-gain was
considered very good (0,701). In conclusion, the student worksheet based on Predict-Observe-
Explain (POE) is effectively used as teaching materials in Properties of Ionic and Covalent
Compounds class of the tenth grade students of Pharmacy at Panca Bhakti Vocational School
Sungai Raya.

Keywords: Students worksheet, Predict-Observe-Explain (POE), Properties of Ionic and Covalent


Compound

98
Vol. 6 No. 1, Februari 2018 Ar-Razi Jurnal Ilmiah ISSN. 2503-4448

PENDAHULUAN Kesulitan peserta didik dalam


Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memahami ikatan kimia dibuktikan
merupakan salah satu bentuk satuan dengan persentase nilai ulangan harian
pendidikan formal yang peserta didik pada materi kimia dikatakan
menyelenggarakan pendidikan kejuruan masih rendah dengan ketuntasan sebesar
sebagai lanjutan dari SMP/MTS. SMK 47,62% dari kriteria Ketuntasan Minimal
yang ada di Kubu Raya salah satunya (KKM) sebesar 75.
adalah SMK Panca Bhakti yang memiliki Berdasarkan observasi pada saat
Jurusan Farmasi. Pada Jurusan Farmasi pembelajaran kimia guru sering
terdapat beberapa mata pelajaran di melakukan metode pembelajaran berupa
antaranya adalah kimia dan kurikulum ceramah, diskusi dan tanya jawab.
yang telah digunakan yaitu kurikulum Metode eksperimen atau percobaan
2013. Kimia merupakan salah satu belum pernah dilakukan.Sehingga
mata pelajaran dalam rumpun sains yang pembelajaran kimia menjadi menonton
sangat erat kaitannya dengan kehidupan dan peserta didik kurang dilibatkan
sehari-hari, karena ilmu kimia mencari dalam menemukan konsep. Saat proses
jawaban atas pernyataan atas apa, pembelajaran berlangsung bahan ajar
mengapa dan bagaimana gejala-gejala yang sering digunakan adalah buku paket
alam yang berkaitan dengan komposisi, kimia. Bahan ajar yang lain untuk
struktur dan sifat perubahan, dinamika menunjang proses pembelajaran kimia
dan energi zat yang melibatkan belum ada digunakan di sekolah tersebut.
keterampilan dan penalaran (Sari, 2013). Hasil wawancara kepada guru kimia
Materi Ikatan Kimia merupakan menunjukkan bahwa pada saat proses
materi kimia yang diajarkan pada kelas pembelajaran guru menggunakan metode
X semester I. Materi kimiamerupakan ceramah dan diskusi kelompok. Hal ini
materi yang dihadapkan dengan kegiatan dikarenakan guru beranggapan bahwa
pembelajaran seperti mengingat banyak metode tersebut mudah diterapkan dan
fakta serta memahami konsep-konsep. tidak memerlukan waktu lama dalam
Istijabun (2015) menyatakan bahwa penyampaian materi. Selain metode,
dengan banyaknya kegiatan seperti bahan ajar yang digunakan saat
mengingat dan memahami konsep pembelajaran hanya berupa buku paket
kegiatan tersebut akan membuat siswa pada saat pembelajaran kimia.
cenderung belajar dengan sistem hafalan. Bahan ajar yang ada di sekolah
Pembelajaran yang memahami lebih belum sangat memadai maka itu bahan
banyak konsep membuat menjadi ajar yang diharapkan adalah bahan ajar
menonton dan siswa menjadi tidak aktif yang sesuai dengan kurikulum 2013 serta
dalam pembelajaran. Maka dari itu, untuk dapat meningkatkan pemahaman kognitif
membentuk suatu pembelajaran yang peserta didik dari segi konsep materi dan
dapat membuat siswa menjadi aktif percobaan. Mengenai hasil belajar
menurut Ma’rifatun (2014) metode peserta didik, guru menyatakan bahwa
percobaan atau eksperimen dapat kebanyakan peserta didik tidak tuntas
membangun pengetahuan siswa dalam pada sub materi sifat senyawa ion dan
pemahaman konsep. kovalen. Pada sub materi sifat senyawa

99
Vol. 6 No. 1, Februari 2018 Ar-Razi Jurnal Ilmiah ISSN. 2503-4448

ion dan kovalen dikatakan sulit dimulai dari mengamati, menanya,


dikarenakan secara teoritis peserta didik mengumpulkan informasi, menalar dan
sudah paham, tetapi secara eksperimen mengkomunikasikan.
peserta didik belum bisa diberi Penggunaan LKPD tidak akan
kesempatan untuk melakukan eksperimen memberikan hasil yang memuaskan
dalam menentukan senyawa yang tanpa diiringi penggunaan model
dikatakan ion atau kovalen berdasarkan pembelajaran dalam proses pembelajaran.
daya hantar listrik, kelarutan serta titik Salah satu model pembelajaran yang
leleh dan titik didih, namun metode pendekatan scientific adalah memadukan
percobaan atau eksperimen pada sub LKPD dengan modelpembelajaran
materi tersebut belum diterapkan karena Predict –Observe –Explain (POE). Tahap
fasilitas yang ada di laboratorium kurang predict, peserta didik diminta untuk
memadai pada semester 1 dan untuk menuliskan prediski atau dugaan
semester 2 dan ke depannya fasilitas sementara terhadap suatu peristiwa
seperti alat dan bahan laboratorium sudah kimia. Tahap observe, peserta didik
cukup memadai. melakukan penelitian atau pengamatan
Hasil wawancara terhadap 6 peserta apa yang terjadi. Tahap ini peserta didik
didik dengan kemampuan atas, sedang membuat eksperimen untuk menguji
dan bawah kelas X Jurusan Farmasi prediksi yang telah peserta didik
diperoleh informasi bahwa pelajaran ungkapkan, sedangkan tahap Explain,
kimia sulit dipahami khususnya pada sub pemberian penjelasan terhadap dugaan
materi sifat senyawa ion dan kovalen yang dibuat peserta didik dengan hasil
karena peserta didik masih belum bisa observasi peserta didik dari yang tidak
mengerti tentang senyawa yang termasuk benar menjadi benar (Purindayari, 2014:
ion dankovalen. 25).
Bahan ajar pada dasarnya merupakan Keberhasilan pengembangan LKPD
segala informasi, alat maupun teks) yang Berbasis POE telah ditunjang oleh
disusun secara sistematis yang beberapa penelitian, di antaranya
menampilkan sosok utuh dari kompetensi penelitian dari Hairudin (2016) yaitu
yang akan dikuasai peserta didik dan Pengembangan Lembar Kegiatan Peserta
digunakan dalam proses pembelajaran Didik Berbasis Predict-Observe-Explain
(Prastowo, 2011). Bahan ajar yang sesuai (POE) Untuk Menunjang Pelaksanaan
dengan sekolah dan kurikulum 2013 Kurikulum 2013 Pada Mata Pelajaran
adalah Lembar Kerja Peserta Didik Kimia SMA Pokok Bahasan Koloid
(LKPD). LKPD merupakan salah satu dimana validasi dari LKPD ini sebesar
bentuk panduan belajar yang digunakan 90,2% dan berada pada kategori valid.
dalam pembelajaran dan berfungsi Penelitian berdasarkan model POE ini
sebagai panduan belajar peserta didik dilakukan oleh peneliti Febriyanti
untuk memudahkan dalam melakukan Suleman (2015) Pengaruh Strategi
kegiatan belajar mengajar (Hairudin, Pembelajaran dengan Teknik POE
2016). LKPD yang dikembangkan harus Terhadap Hasil Belajar Konsep Larutan
sesuai dengan pendekatan scientific yang Elektrolit dan Non-Elektrolit Siswa di
terdiri dari lima langkah pembelajaran Kelas X SMA Negeri 1 Kabila yaitu

100
Vol. 6 No. 1, Februari 2018 Ar-Razi Jurnal Ilmiah ISSN. 2503-4448

menunjukkan keterlaksanaan model POE 1. Teknik Pengukuran


sebesar 17,58% dengan kategori tinggi. Pengukuran dalam penelitian ini berupa
Berdasarkan permasalahan fakta- pemberian soal tes pretest dan postest
fakta yang tampak di lapangan, dan dengan bentuk soal essay.
penelitian yang relevan maka peneliti 2. Teknik Komunikasi Tidak Langsung
tertarik untuk mengembangkan LKPD Alat pengumpul data berupa angket
Berbasis POE Pada Sub Materi Sifat skala likert yang diberikan kepada
Senyawa Ion dan Kovalen. Melalui peserta didik dan guru.
penelitian ini diharapkan dapat
menghasilkan bahan ajar alternatif yang Analisis Data
dapat memfasilitasi peserta didik 1. Kevalidan
melakukanpenemuan dengan mengikuti Kevalidan instrumen dilihat dari hasil
tahap-tahap yang ada pada LKPD validasi yang dilakukan oleh 4 orang
berbasis POE dan sesuai dengan validator. Adapun validator yang akan
kurikulum 2013. menilai media LKPD Berbasis POE
yatiu 2 Dosen dan 2 Guru. Validasi
METODE PENELITIAN media dan angket menggunakan skala
Jenis Penelitian likert. Berikut ini adalah rincian dari
Jenis penelitian ini adalah penelitian skala likert (Riduwan, 2007):
dan pengembangan atau Reasearch and Tabel 1. Rincian Skala Likert
development. Model pengembangan yang Pilihan Pernyataan Pernyataan
digunakan dalam penelitian ini yaitu Jawab Positif Negatif
model pengembangan 4D yang merujuk an
pada 3 langkah yaitu : 1). Define Sangat
Setuju 4 1
(Pendefinisian). 2) Design
(SS)
(Perancangan), dan 3) Develop Setuju (S) 3 2
(Pengembangan)
Populasi dan Sampel Tidak
Populasi dalam penelitian ini yaitu Setuju 2 3
(TS)
kelas X Farmasi tahun ajaran 2017/2018
Sangat
dengan jumlah siswa 26 orang. Sampel Tidak 1 4
penelitian ini pada uji coba terbatas Setuju
terdiri dari 6 siswa dengan (2 (STS)
kemampuan rendah, 2 kemampuan
sedang dan 2 kemampuan tinggi) dan Dari hasil angket dianalisis dengan
pada uji coba utama terdiri dari 20 siswa. mencari skor penilaian total seperti
Teknik dan Alat Pengumpulan Data berikut
Teknik pengumpulan data yang ∑
P=∑
digunakan adalah sebagai berikut :
(Sugiyono, 2007)
1. Teknik Komunikasi Langsung
Keterangan :
Alat pengumpul data berupa lembar
P = nilai kevalidan dalam bentuk
wawancara terstruktur yang ditujukkan
persentase
kepada peserta didik dan guru.

101
Vol. 6 No. 1, Februari 2018 Ar-Razi Jurnal Ilmiah ISSN. 2503-4448

∑ X = total rata-rata skor item dari semua Kemudian dari nilai skor angket
validator dihitung nilai rata-rata angket respon
∑X1 = Skor maksimum dari semua item guru dan peserta didik menggunakan
Selanjutnya mencari skor penilaian rata- rumus sebagai berikut :
rata dengan perhitungan sebagai berikut :

(Riduwan, 2012)
(Riduwan, 2012) Keterangan:
Keterangan: f = jumlah skor pengumpulan data
f = jumlah skor hasil pengumpulan data N = skor maksimal
N = skor maksimal P = persentase validitas
P = persentase validitas Hasil data diinterpresentasikan ke
Hasil data di interpresentasikan ke dalam dalam kriteria pada tabel berikut :
kriteria pada tabel berikut : Tabel 3. Persentase Kriteria Angket
Tabel 2. Persentase Kriteria Validitas Tingkat Kategori
Pencapaian
No Skor Kriteria 81%-100% Sangat Praktis
Validitas
61% - 80% Praktis
1 85,01-100% Sangat Valid
41%-60% Cukup Praktis
2 70,01-85 % Cukup Valid
21%-40% Tidak Praktis
3 50,01-70% Kurang Valid
0%-20% Sangat Tidak Praktis
4 01,00-50% Tidak Valid

LKPD Berbasis POE dikatakan praktis


Berdasarkan kriteria tersebut, Lembar jika diperoleh nilai respon dengan kriteria
Kerja Peserta Didik dalam penelitian ini mencapai lebih besar dari 41% (cukup
dikatakan layak apabila persentase dari praktis) (Riduwan, 2012).
70,00% (Fatmawati, 2016). 3. Kefektifan
2. Kepraktisan LKPD dikembangkan dapat
Analisis kepraktisan LKPD didapatkan dikatakan efektif, jika hasil analisis
dari hasil analisis lembar angket respon statistik peningkatan hasil belajar siswa
peserta didik dan analisis lembar angket memberikan perbedaan hasil belajar
respon guru.Analisis angket respon siswa yang signifikan antara sebelum
peserta didik dan guru menggunakan menggunakan LKPD Berbais POE
skala ikert seperti kevalidan. Jumlah dengan setelah menggunakan LKPD
keseluruhan dari nilai skor angket dicari Berbais POE. Peningkatan hasil belajar
dengan rumus sebagai berikut : siswa diukur menggunakan hasil pretest
x 100 dan posstest kemudiandianalisis
menggunakan rumus N-gain sebagai
%
berikut (Meltzer, 2002) :
(Wicaksono, dkk, 2014)

102
Vol. 6 No. 1, Februari 2018 Ar-Razi Jurnal Ilmiah ISSN. 2503-4448

〈 〉 A. Tahap Define (pendefinisian)


<g> = 〈 〉
1. Analisis Ujung Depan
Melalui tahap ini, peneliti melakukan
Keterangan:
analisis kebutuhan melalui tiga cara
Spre = skor rata-rata pre test
yaitu:
Spost = skor rata-rata pos test
a. Ditinjau dari Silabus Kurikulum
<g> = besarnya faktor gain
2013
Adapun tabel kriteria dari rumus
Melalui tahap ini dilakukan telaah
N-gain dapat dilihat sebagai berikut :
Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi
Tabel 4. Kriteria Rumus N-Gain
Dasar (KD) yang akan dijadikan acuan
Perolehan N- Kategori
Gain dalam mengembangkan LKPD berbasis
POE. Pada silabus K13 terdapat
g ≤ 0,20 Sangat Rendah Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar
yang harus dicapai peserta didik setelah
0,21- 0,40 Rendah
proses pembelajaran. Kompetensi Dasar
0,41- 0,60 Sedang pada sub materi sifat senyawa ion dan
kovalen. Adapun indikator yang
0,61- 0,80 Tinggi
termasuk dalam penjabaran dari
0,81- 1,00 Sangat Tinggi Kompetensi Dasar adalah sebagai berikut
yaitu menjelaskan pengertian senyawa
ion dan kovalen, menentukan sifat fisik
HASIL PENELITIAN DAN senyawa pada senyawa ion dan kovalen,
PEMBAHASAN menganalisis dan mengolah data
mengenai sifat fisik senyawa ion dan
Penelitian pengembangan bahan kovalen melalui percobaan serta
ajar LKPD Berbasis POE ini bertujuan menyimpulkan hasil diskusi tentang sifat
menghasilkan produk berupa bahan ajar fisik senyawa.
yang layak dan dapat digunakan pada b. Analisis Kajian Pustaka
kegiatan pembelajaran kimia sub materi 1). Asnaini dkk (2016)
sifat senyawa ion dan kovalen kelas X Kurikulum 2013 menekankan pada
Jurusan Farmasi SMK Panca Bhakti dimensi pedagogik modern dalam
Sungai Raya. Penelitian yang dilakukan pembelajaran yaitu menggunakan
terdiri atas tahap pendefinisian, tahap pendekatan ilmiah. Bahan ajar yang
perancangan dan tahap pengembangan sangat diperlukan untuk mendukung
produk yang sesuai dengan model kegiatan pembelajaran K13 adalah LKPD
pengembangan perangkat oleh (Lembar Kerja Peserta Didik).
Thiagarajan. Keberhasilan produk yang 2). Hairudin, dkk (2013)
dikembangkan dilihat berdasarkan 3 Pengembangan Lembar Kegiatan
aspek yaitu validasi (validity), Peserta Didik Berbasis Predict-Observe-
kepraktisan (practically) dan keefektifan Explain (POE) Untuk Menunjang
(effectiveness). Pelaksanaan Kurikulum 2013 pada Mata
Pelajaran Kimia SMA Pokok Bahasan
Koloid dimana validasi dari LKPD ini

103
Vol. 6 No. 1, Februari 2018 Ar-Razi Jurnal Ilmiah ISSN. 2503-4448

sebesar 90,2% dan berada pada kategori 4. Perumusan Tujuan Pembelajaran


valid dan layak diujicobakan untuk Adapun tujuan pembelajaran LKPD
sekolah yang telah menerapkan sebagai berikut: Peserta didik mampu
Kurikulum 2013 pada materi koloid. menjelaskan pengertian senyawa ion dan
C. Studi Lapangan kovalen, mampu menentukan sifat fisik
1). Identifikasi Bahan Ajar senyawa pada senyawa ion, mampu
Bahan ajar sangat penting untuk menentukan sifat fisik senyawa pada
menunjang suatu pembelajaran. Maka senyawa kovalen, menganalisis dan
dilakukan analisis bahan ajar yang mengolah data mengenai sifat fisik
digunakan oleh guru dan peserta didik senyawa ion dan kovalen melalui
SMK Panca Bhakti Sungai Raya. percobaan dan dapat menyimpulkan hasil
Berdasarkan analisis diperoleh hasil yaitu diskusi tentang sifat fisik senyawa
saat pembelajaran kimia guru dan dengan benar.
peserta didik hanya menggunakan buku
paket kimia tanpa adanya bahan ajar B. Tahap Design (Perancangan)
penunjang lainnya seperti LKS. Tahap perancangan bertujuan
2). Wawancara merancang perangkat pembelajaranyang
Berdasarkan hasil wawancara berupa LKPD pembelajaran. Tahapan
diperoleh hasil bahan ajar masih kurang pada perancangan meliputi sebagai
tersedia dan bahan ajar yang ada berikut :
hanyalah buku paket. Dengan demikian, 1. Penyusunan Tes
perlu dikembangkan bahan ajar yang Penyusunan tes disusun berdasarkan
bermanfaat dan sesuai dengan kurikulum spesifikasi tujuan pembelajaran dan
yang diterapkan di sekolah ini yaitu K13. analisis peserta didik, kemudian
2. Analisis Siswa selanjutnya disusun kisi-kisi tes hasil
Menganalisa karekteristik peserta belajar. Tes yang dikembangkan
didik yang meliputi kemampuan disesuaikan dengan jenjang kemampuan
akademik peserta didik yang masih kognitif peserta didik. Penyusunan tes
rendah pada materi ikatan kimia yaitu dibuat dalam bentuk essai soal pretest
sebesar 47,62%, sikap peserta didik dan soal posttest, kemudian divalidasi.
dalam proses pembelajaran hanya Hasil penelitian validator, menunjukkan
mendengarkan penjelasan guru dan soal pretest dan soal posttest perlu
kondisi pembelajaran yang hanya diperbaiki dan hasil validasi
menggunakan metode ceramah, diskusi menunjukkan bahwa soal layak untuk
dan tanya jawab. diuji coba dengan perbaikan.
3. Analisis Materi 2. Pemilihan Media
Analisis materi yang dilakukan Pemilihan media disesuaikan dengan
dalam penelitian ini adalah karekteristik peserta didik dan materi
mengidentifikas, merinci dan menyusun pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis
konsep-konsep yang dimuat dalam media materi bersifat abstrak dan karakteristik
LKPD beradasarkan tujuan pembelajaran peserta didik yang cenderung senang
yang telah dibuat sebelumnya. dengan pembelajaran bersifat praktikum
maka diperlukan bahan ajar yang sesuai

104
Vol. 6 No. 1, Februari 2018 Ar-Razi Jurnal Ilmiah ISSN. 2503-4448

dengan teori dan percobaan yaitu LKPD


Berbasis POE .
3. Pemilihan Format
Adapun format LKPD sebagai
berikut: Judul yang menggambarkan
materi, menentukan standar isi berupa
kompetensi inti, kompetensi dasar,
indikator dan tujuan pembelajaran serta
menggambarkan peta konsep dan soal
latihan sesuai pendekatan scientific
(Fitriani, 2016).

C. Tahap Develop (Pengembangan)


1. Penilaian Ahli (expert judgment)
Pengembangan bahan ajar dimulai
dengan melakukan pembuatan bahan ajar
berupa LKPD Berbasis POE sesuai
dengan rancangan pelaksanaan kegiatan
pembelajaran sub materi sifat senyawa
ion dan kovalen.Validasi LKPD Berbasis Gambar 1. LKPD Validasi Ahli
POE dilakukan oleh para ahli untuk Materi
melihat kelayakan produk. Kelayakan
produk divalidasikan oleh 4 validator 2. Uji Coba Pengembangan
yang terdiri dari 2 ahli materi dan 2 ahli a) Uji Coba Terbatas
media. Validator yang menilai materi Uji coba terbatas ini dilakukan dengan
LKPD Berbasis POE yakni 1 dan 1 guru melibatkan 6 peserta didik dengan
kemudian untuk menilai penampilan menggunakan teknik purposive sampling
media yakni 1 dosen dan 1 guru. Data mengambil nilai tengah 2 peserta didik
hasil validasi menunjukkan bahwa rata- berkemampuan rendah, 2 peserta didik
rata nilai kevalidan untuk materi sebesar berkemampuan sedang dan 2 peserta
99,43% dan media sebesar 89,58%. didik berkemampuan tinggi di kelas X
Dapat disimpulkan bahwa LKPD Jurusan Farmasi. Untuk mengetahui dan
Berbasis POE pada materi sifat senyawa membandingkan hasil perlakuan sebelum
ion dan kovalen layak digunakan setelah dan sesudah menggunakan LKPD
selesai diperbaiki sesuai saran atau Berbasis POE, dilakukan pemberian soal
masukkan yang ada dan kemudian dapat pretest dan posttest. Berdasarkan
digunakan untuk uji coba terbatas. rekapitulasi hasil uji N-Gain pada uji
Adapun LKPD setelah validasi adalah coba terbatas dapat dilihat pada tabel
sebagai berikut: berikut :

105
Vol. 6 No. 1, Februari 2018 Ar-Razi Jurnal Ilmiah ISSN. 2503-4448

Tabel 5. Rekapitulasi Hasil Uji Tabel 7. Rekapitulasi Hasil Uji N-


N- Gain Uji Coba Terbatas Gain Uji Coba Lapangan Utama
No Hasil Jumlah Rata-Rata No Hasil Jumlah Rata-Rata
Tes Nilai Nilai Tes Nilai Nilai
1 Nilai Pretest 379 63,16 1 Nilai Pretest 933 46,65
2 Nilai 490 81,66 2 Nilai Posstest 1682 84,1
Posstest 3 Skor Maksimal 100 100
3 Skor 100 100 4 Nilai N-gain 0,702
Maksimal Kriteria Tinggi
4 Nilai N-gain 0,502
Kriteria Sedang
Perlakuan pada uji coba lapangan
Perlakuan pada uji coba terbatas utama selain melihat keefektifan juga
selain melihat keefektifan juga melihat melihat kepraktisan bahan ajar LKPD
kepraktisan bahan ajar LKPD Berbasis Berbasis POE berdasarkan angket respon
POE berdasarkan angket respon peserta peserta didik dan guru kimia. Adapun
didik dan guru kimia. Adapun rekapitulasi hasil angket respon guru dan
rekapitulasi hasil angket respon guru dan peserta didik dapat dilihat pada Tabel 8
peserta didik dapat dilihat pada tabel berikut.
berikut.
Tabel 8. Rekapitulasi Hasil Angket
Tabel 6. Rekapitulasi Hasil Angket
Respon Guru dan Peserta Didik Uji
Respon Guru dan Peserta Didik
Coba Lapangan Utama
Uji Coba Terbatas
Angket Rata-Rata Kriteria Angket Rata-Rata Kriteria
Persentase Persentase
Respon 88,75 % Sangat Respon 98,75 % Sangat Praktis
Guru Praktis Guru
Respon 83,12% Sangat Respon 85,53% Sangat Praktis
peserta Praktis peserta
didik didik

b) Uji Coba Lapangan Utama SIMPULAN DAN SARAN


Uji coba lapangan ini dilakukan untuk SIMPULAN
memperoleh produk akhir LKPD Berdasarkan hasil peneilitian yang
Berbasis POE. Uji coba lapangan utama diperoleh dapat disimpulkan sebagai
dilakukan pada seluruh siswa kelas X berikut:
Jurusan Farmasi SMK Panca Bhakti 1. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
Sungai Raya yang berjumlah 20 orang. Berbasis Predict-Observe-Explain
Pemberian soal pretest dan posttest. (POE) pada sub materi sifat senyawa
Berdasarkan rekapitulasi hasil uji N-Gain ion dan kovalen nilai persentase rata-
pada uji coba lapangan utama dapat rata ahli materi sebesar 99,43%
dilihat pada tabel berikut : (sangat valid) dan nilai persentase
rata-rata dari ahli media sebesar
89,58% (sangat valid).

106
Vol. 6 No. 1, Februari 2018 Ar-Razi Jurnal Ilmiah ISSN. 2503-4448

2. LKPD Berbasis POE pada sub DAFTAR PUSTAKA


materi sifat senyawa ion dan kovalen
penilaian uji coba terbatas angket Asnaini, Adlim dan Mahidin. (2016).
respon guru nilai seluruh aspek Pengembangan LKPD Berbasis
persentase rata-rata 88,75% (sangat Pendekatan Scientific untuk
praktis) dan peserta didik diperoleh Meningkatan Hasil Belajar dan
nilai seluruh aspek persentase rata- Aktivitas Peserta Didik pada Materi
rata sebesar 83,12% (praktis) dan uji Larutan Penyangga. Jurnal
coba lapangan utama diperoleh nilai Pendidikan Sains Indonesia. (4)
seluruh aspek persentase rata-rata 2:191-201.
respon guru sebesar 98,75% (sangat Fatmawati, A. (2016). Pengembangan
praktis) dan nilai seluruh aspek Perangkat Pembelajaran Konsep
persentase rata-rata peserta didik Pencemaran Lingkungan
sebesar 85,53% (sangat praktis). Menggunakan Model
3. LKPD Berbasis POE pada sub Pembelajaran Berdasarkan Masalah
materi sifat senyawa ion dan kovalen untuk SMA Kelas X. Jurnal
berdasarkan keefektifan dinilai dari EduSains. (4).2:94-103.
pemahaman konsep peserta didik Hairudin, Herdini dan Linda, R. (2016).
yang diukur menggunakan soal Pengembangan Lembar Kerja
pretest dan postest dengan Peserta Didik Berbasis Predict-
menggunakan rumus N-gain Observe-Explain (POE) Untuk
diperoleh hasil pada uji coba terbatas Menunjang Pelaksanaan Kurikulum
sebesar 0,502 kategori sedang dan uji 2013 pada Mata Pelajaran Kimia
coba lapangan utama sebesar 0,702 SMA Pokok Bahasan Koloid.
dengan kategori tinggi. Jurnal Pendidikan Kimia. (3) 3:1-
10.
SARAN Istijabun, S. (2015). Aplikasi Model
Saran yang dapat disampaikan Jigsaw dalam Pembelajaran Kimia
berdasarkan penelitian ini adalah sebagai Materi pH Larutan Untuk
berikut : Meningkatkan Motivasi dan Hasil
1. Penelitian LKPD Berbasis POE ini Belajar Siswa. Jurnal Inovasi
hanya dibatasi sampai pada tahap Pendidikan Kimia. (9) 2: 1511-
pengembangan, sehingga perlu 1527.
dilanjutkan sampai pada tahap Ma’rifatun, D, Martini, K. S dan
penyebaran. Utomo,S.B. (2014). Pengaruh
2. Pengembangan LKPD Berbasis POE Model Pembelajaran Predict-
tidak hanya dikembangkan pada sub Observe-Explain (POE)
materi sifat senyawa ion dan Menggunakan Metode Eksperimen
kovalen, namun dapat dikembangkan dan Demonstrasi Terhadap Prestasi
untuk materi kimia lainnya. Belajar Siswa pada Pokok Bahasan
Larutan Penyanggan Kelas XI
SMA Al-Islam 1 Surakarta Tahun

107
Vol. 6 No. 1, Februari 2018 Ar-Razi Jurnal Ilmiah ISSN. 2503-4448

Pelajaran 2013/2014. Jurnal Sari, M.M, Ila Rosilawati, Tasviri Efkar


Pendidikan Kimia (3) 3:11-16. dan Ratu Betta Rudibyani. (2013).
Meltzer, D.E. (2002). The Relationship Peningkatan Keterampilan
Between Mathemathics Mengkomunikasikan dan
Preparation and Conceptual Menyimpulkan Melalui Model
Learning Gains in Physics: a Pembelajaran Predict-Observe-
Possible Hidden Variable in Explan. Jurnal Teknologi Informasi
Diagnostic Pre-test Scores. Journal Komunikasi Pendidikan. (3) 3.1-13.
of am J Phys, 70 (12): 1259-1268. Sugiyono. (2016). Metode Penelitian
Prastowo, A. (2011). Panduan Kreatif Kuantitatif, Kualitatif dan R&D.
Membuat Bahan Ajar Inovatif. Bandung: Alfabet.
Yogyakarta: Diva Press. Suleman, F. (2015). Pengaruh Strategi
Purindayari, D, Saputro, A.H.C. dan Pembelajaran dengan Teknik POE
Masykuri, M. (2014). Penerapan Terhadap Hasil Belajar Konsep
Model Pembelajaran Predction, Larutan Elektrolit dan
Observation, Explanation (POE) Nonelektrolit Siswa di Kelas X
dilengkapi Lembar Kerja SMA Negeri 1 Kabila. Jurnal
Siswa(LKS) Untuk Meningkatkan Pendidikan Kimia. (4) 2:1-13.
Sikap Ilmiah dan Prestasi Belajar Wicaksono, P. D, Kusmayadi, A. T., dan
Materi Kelarutan dan Hasil Kali Usodo., B. (2014). Pengembangan
Kelarutam Siswa Kelas XI IPA Perangkat Pembelajaran
Semester Genap SMA Negeri 1 Matematika Berbahasa Inggris
Ngemplak Tahun Ajaran Berdasarkan Teori Kecerdasan
2012/2013. Jurnal Pendidikan Majemuk (Multiple Intelligences)
Kimia. (3) 1: 24-30. pada Materi Balok dan Kubus
Riduwan. (2012). Skala Variabel- untuk Kelas VIII SMP. Jurnal
Variabel Penelitian. Bandung: Elektronik Pembelajaran. (2) 5:
Alfabet. 531-540.

108

Anda mungkin juga menyukai