Anda di halaman 1dari 27

RISALAH GUGUS KENDALI MUTU

TELKOM AKSES DENPASAR

TIME (Telkom Akses Indihome Mobile Education)

Anggota :
PUTU KARMILA DEVY 93132176

PUTU ANGGA SUDYATMIKA 92150700

I GEDE SATYA WIGUNA 90140692

SANG PUTU KRISNA JULIANA 91140191

AYU PUTRI ALYCIA DEWI 98160119


DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................ 5
1.1 Latar Belakang .......................................................................................... 5
1.2 Rumusan Masalah .................................................................................... 6
1.3 Tujuan Inovasi .......................................................................................... 7
1.4 Metode Inovasi ......................................................................................... 7
BAB II LANDASAN TEORI ....................................................................................... 9
2.1 Konsep GKM ............................................................................................. 9
2.1.1 Menentukan Tema Masalah .............................................................. 10

2.1.2 Menyajikan Fakta dan Data ............................................................... 10

2.1.3 Menentukan Penyebab ...................................................................... 11

2.1.4 Merencanakan Perbaikan .................................................................. 11

2.1.5 Melaksanakan Perbaikan .................................................................. 12

2.1.6 Memeriksa Hasil Perbaikan ............................................................... 12

2.1.7 Standarisasi....................................................................................... 13

2.1.8 Merencanakan Langkah Berikutnya .................................................. 13

2.2 Android ..................................................... Error! Bookmark not defined.


BAB III PEMBAHASAN ........................................................................................... 15
3.1 Pembahasan ........................................................................................... 15
3.1.1 Membuat Rencana Perbaikan ........................................................... 17

3.1.2 Melaksanakan Perbaikan .................................................................. 20

3.1.3 Memberikan Hasil Perbaikan ............................................................. 25

3.1.4 Membuat Standarisasi ....................................................................... 26

3.1.5 Menentukan Masalah Berikut ............................................................ 26

BAB IV PENUTUP .................................................................................................. 27


4.1 Kesimpulan ............................................................................................. 27
4.2 Saran ....................................................................................................... 27

2
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Diagram Fishbone.................................................................................... 9


Gambar 2 Fishbone Diagram.................................................................................. 15
Gambar 3 Angket Kuesioner .................................................................................. 17
Gambar 4 Angket Kuesioner...................................... Error! Bookmark not defined.
Gambar 5 Grafik Penyebab Utama ............................ Error! Bookmark not defined.
Gambar 6 Flowchart cara kerja aplikasi TIME......................................................... 20
Gambar 7 Halaman awal mobile aplikasi TIME ...................................................... 21
Gambar 8 Halaman login mobile aplikasi TIME ..................................................... 21
Gambar 9 Halaman menu mobile aplikasi TIME .................................................... 22
Gambar 10 Halaman menu alker dan material mobile aplikasi TIME ..................... 22
Gambar 11 Halaman modul mobile aplikasi TIME ................................................. 23
Gambar 12 Halaman detail mobile aplikasi TIME .................................................. 23
Gambar 13 Halaman gallery mobile aplikasi TIME ................................................ 24
Gambar 14 Halaman pengumuman mobile aplikasi TIME ..................................... 24
Gambar 7 Aplikasi TIME di gadget karyawan ........................................................ 25

3
DAFTAR TABEL

Tabel 1 Penentuan Penyebab Utama ........................ Error! Bookmark not defined.

4
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor yang sangat
penting sehingga harus dikelola dengan baik untuk meningkatkan efektivitas dan
efisiensi organisasi atau perusahaan. Oleh karena itu, Manajemen sumber daya
manusia merupakan program aktivitas untuk mendapatkan sumber daya manusia,
mengembangkan, memelihara dan mendayagunakan untuk mendukung organisasi
mencapai tujuannya.Manajemen sumber daya manusia adalah segala potensi yang
ada pada manusia baik berupa akal pikiran, tenaga, keterampilan, emosi, dan
sebagainya yang dapat di gunakan baik untuk dirinya sendiri maupun untuk
organisasi atau perusahaan. (Tohardi, 2002:12)

Sumber daya manusia saat ini memiliki pengaruh besar pada sebuah
perusahaan dimana sekarang berada pada perubahan lingkungan bisnis yang sulit
untuk diprediksi dan tidak lagi berada pada lingkungan bisnis yang stabil.
Perusahaan harus fleksibel tidak lagi bersikap kaku (organizational rigidity).
Kegiatan bisnis tidak lagi di jalankan berdasarkan aturan saja, melainkan juga
dikendalikan oleh visi dan nilai. Oleh karena itu, memerlukan kemampuan sumber
daya manusia yang dapat diandalkan, yang memiliki wawasan, kreatifitas,
pengetahuan, dan visi yang sama dengan visi perusahaan.

Begitu juga yang terjadi di PT. Telkom Akses (PT.TA) dengan visinya untuk
menjadi perusahaan kelas dunia di bidang jasa jaringan akses, diharapkan seluruh
SDM PT. TA mampu memberikan kontribusi aktif untuk membangun perusahaan
agar tetap bersinar kedepannya. Pengembangan kemampuan sumber daya
manusia (SDM) dapat disesuaikan dengan skenario strategi bisnis Perusahaan, dan
rencana induk untuk kepemimpinan (Human Capital). Peningkatan kompetensi dari
human capital dapat melalui sejumlah program pendidikan dan pelatihan, seperti
yang fokus kepada; Pengembangan kepemimpinan, Tujuan strategis Perusahaan

5
sesuai dengan skenario dan rencana kerja seluruh unit bisnis Perusahaan, Menutup
kesenjangan kompetensi antara karyawan, serta menjaga asset perusahaan.

Faktanya di lapangan ditemukan bahwa masih banyak SDM yang kurang


memahami dan mengerti bagaimana menjaga material serta aset perusahaan. Hal
ini dapat dilihat dari banyaknya teknisi yang tidak menggunakan material secara
efisien tanpa tahu fungsi serta biaya yang dikeluarkan untuk pembelian material
tersebut. Bukan itu saja hal ini juga dibuktikan saat beberapa teknisi mengikuti
training di Fiber Academy Denpasar tidak paham fungsi dan tidak tahu nama
material yang padahal sudah sering mereka gunakan untuk operasional.

Dalam perjalanannya metode training dengan memberikan materi modul berupa


hard copy dirasa kurang efektif karena modul yang diberikan biasanya tidak akan
disimpan dan tidak dibaca. Selain itu kurang ekonomis karena bisa dihitung berapa
lembar kertas yang dihabiskan untuk setiap peserta yang mengikuti pelatihan.
Terlebih di era yang serba digital seperti sekarang ini hampir semua orang telah
menggunakan smartphone dan internet sebagai alat dan kebutuhan pendukung
mereka untuk bekerja.Menyikapi hal tersebut penulis mencoba untuk membuat
aplikasi sederhana berbasis mobile android sebagai pengganti dari modul hard
copy. Dengan demikian setiap karyawan dapat mengakses aplikasi ini kapanpun
dan dimanapun. Aplikasi ini kami beri nama TIME (Telkom Akses Indihome Mobile
Education).

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan di atas, penulis dapat
merumuskan permasalahansebagai berikut;
1. Bagaimana aplikasi TIME (Telkom Akses Indihome Mobile Education) dapat
membantu karyawan dalam mengetahui nama, fungsi dan detail dari setiap
material?

6
1.3 Tujuan
Adapun tujuan yang dapat dicapai dari dikembangkannya aplikasi TIME (Telkom
Akses Indihome Mobile Education) yaitu
1. Untuk membantu karyawan mengetahui nama, fungsi dan detail dari setiap
material.

1.4 Metode
Metode yang digunakan yaitu GKM (Gugus Kendali Mutu) yang dijabarkan
dengan 8 (delapan) langkah dan 7 (tujuh) alat. GKM merupakan kelompok kecil dari
lingkup kerja yang sama dan sukarela melakukan kegiatan pengawasan dan
perbaikan secara berkesinambungan dengan menggunakan teknik-teknik Quality
Control. Langkah Pemecahan Masalah metode GKM (Gugus Kendali Mutu) ini
antara lain:

A. Menetukan Masalah
B. Menentukan penyebab-penyebab masalah
C. Menentukan Penyebab Utama
D. Membuat Rencana Perbaikan
E. Melaksanakan Perbaikan
F. Memberikan Hasil Perbaikan
G. Membuat Standarisasi
H. Menentukan Masalah Berikut

Sedangkan, alat pengendalian mutu metode GKM (Gugus Kendali Mutu)


antara lain:

A. Check Sheet (Lembar Pemeriksaan)


B. Scatter Diagram (Diagram Pencar)
C. Fishbone Diagram (Diagram Sebab Akibat)
D. Pareto Charts (Bagan Pareto)
E. Flow Charts (Bagan Arus)
F. Histogram
G. Control Charts (Peta Kendali)

7
Dari tujuh alat tersebut penulis memilih diagram sebab akibat (fish bone) karena,
diagram ini sesuai dengan inovasi yang akan dipaparkan oleh penulis dan dianggap
paling efektif dalam melakukan analisis inovasi penerapan sistem teritori.

8
BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Konsep GKM


Seorang ahli pengendalian kualitas statistik dari Jepang, Kaoru Ishikawa,
percaya bahwa statistik mampu menyelesaikan 95% persoalan kualitas. Ishikawa
menyarankan untuk meningkatkan penggunaan statistik dengan jalan melatih semua
orang dalam organisasi agar dapat menggunakan dan menguasai alat-alat statistik
yang diperlukan untuk pengendalian kualitas, seperti: bagan Pareto, diagram tulang
ikan (fishbone), histogram, dan sebagainya. Alat-alat statistik ini kemudian dikenal
dengan nama 7 Tools yang dirancang sederhana agar dapat dipakai siapa saja,
termasuk para pekerja yang berbekal pendidikan menengah. Fishbone diagram
sering juga disebut Cause-and-Effect Diagram atau Ishikawa Diagram diperkenalkan
oleh Dr. Kaoru Ishikawa, seorang ahli pengendalian kualitas dari Jepang, sebagai
satu dari tujuh alat kualitas dasar (7 basic quality tools). Fishbone diagram
digunakan ketika kita ingin mengidentifikasi kemungkinan penyebab masalah dan
terutama ketika sebuah team cenderung jatuh berpikir pada rutinitas.
Gambar di bawah ini menunjukkan contoh bentuk fishbone diagram dengan
manpower, machinery, material, dan methods sebagai kategori. Kategori ini hanya
contoh, anda bisa menggunakan kategori lain yang dapat membantu mengatur
gagasan-gagasan. Sebaiknya tidak ada lebih dari 6 kategori.

Gambar 1 Diagram Fishbone

9
Delapan langkah untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh GKM
merupakan siklus PDCA, yaitu Plan (rencana), Do (melakukan), Check (memeriksa)
dan Action (tindakan). Berikut ini penjabaran 8 langkah pemecahan masalah dalam
GKM:

2.1.1 Menentukan Tema Masalah


Tema merupakan kejadian atau masalah yang perlu ditanggulangi oleh
GKM, yang diambil dari masalah yang berkembang di lingkungan kerja GKM.
Cara penentuan tema bisa dilakukan dengan 2 cara:
1) Mengambil salah 1 masalah (tema) yang menjadi prioritas dari
beberapa masalah yang timbul di lokasi kerja gugus. Hal-hal yang
mendasari prioritas ini misalnya masalah tersebut berpeluang
besar pengaruhnya terhadap mutu usaha (biaya, mutu produk,
keselamatan kerja, dll).
2) Mengambil 1 masalah (tema) yang ada di lokasi kerja gugus yang
menjadi kesepakatan dari semua anggota gugus. Hal -hal yang perlu
diperhatikan dalam penentuan tema (penilaian masalah) antara lain
menyangkut bidang kerja dan mengacu pada kebijakan manajemen
(perusahaan), mampu dipecahkan oleh gugus, terutama pada awal
terbentuknya gugus, sebaiknya memilih tema yang relatif mudah.
Masalah (tema) yang dipilih harus spesifik (tidak terlalu luas),
sehingga siapapun yang membaca tema tersebut bisa mengerti
dengan jelas.

2.1.2 Menyajikan Fakta dan Data


Langkah kedua ini ditujukan untuk menyajikan semua fakta dan data
yang diperlukan untuk mendukung beberapa hal antara lain menyajikan data
sebagai dasar pemilihan tema (masalah), menyajikan data yang
menggambarkan masalah yang dihadapi/yang akan diselesaikan.

10
Alat-alat yang bisa digunakan pada langkah kedua adalah:
1) Diagram pareto, dipakai utuk memparetokan semua masalah yang ada di
lokasi kerja sehingga bisa diketahui masalah yang menjadi prioritas untuk
diselesaikan terlebih dulu.
2) Histogram, digunakan untuk menyajikan data-data sebagai gambaran
awal dari suatu masalah yang akan diselesaikan.
3) Peta kendali, digunakan untuk menyajikan beberapa penyimpangan dari
suatu masalah yang dihadapi dan yang akan diselesaikan.
4) Stratifikasi dan lembar periksa, yang keduanya bisa digunakan untuk
memulai suatu penentuan tema (masalah).

2.1.3 Menentukan Penyebab


Menentukan penyebab dibagi menjadi 2 tahap, yaitu: Menentukan semua
penyebab yang mungkin berpengaruh terhadap masalah. Untuk menentukan
semua penyebab ini bisa menggunakan alat diagram Ishikawa (tulang ikan)
dengan tehnik sumbang saran yang melibatkan semua anggota gugus.
Memilih penyebab yang paling mungkin (dominan) di antara semua
penyebab yang ada. Untuk memilih penyebab yang paling dominan, bisa
dilakukan 2 cara sesuai dengan karakteristik penyebabnya:
Jika pengaruh dari beberapa penyebab bisa dikuantitatifkan, maka dapat
menggunakan diagram pareto sehingga akan dipilih penyebab yang
pengaruhnya paling besar, atau bisa juga menggunakan diagram tebar
sehingga akan diketahui beberapa penyebab yang benar-benar berpengaruh
terhadap masalah. Jika pengaruh dari beberapa penyebab tidak bisa
dikuantitatifkan atau bersifat kualitatif, pemilihan penyebab yang dominan
bisa dilakukan melalui kesepakatan yang melibatkan sema anggota gugus.

2.1.4 Merencanakan Perbaikan


Langkah keempat bertujuan mencari pemecahan untukmenghilangkan
semua penyebab (penyebab yang dominan) yang sudah ditentukan

11
sebelumnya. Merencanakan langkah perbaikan dalam GKM dapat ditentukan
dengan tehnik sumbang saran (penyampaian ide) dari semua anggota gugus
dengan tetap mengacu pada pemilihan langkah perbaikan yang paling efektif
dan efisien. Untuk memudahkan penjabarannya, merencanakan
langkah perbaikan dapat menggunakan prinsip 1H-5W yaitu: How,What,
Why, Where,Who dan When.

2.1.5 Melaksanakan Perbaikan


Langkah kelima adalah melaksanakan semua rencana perbaikan yang
sudah disepakati dan dibahas dengan matang oleh semua anggota gugus.
Dalam melaksanakan perbaikan ini perlu dijelaskan juga tentang pentingnya
kesungguhan dan partisipasi penuh dari semua anggota gugus sesuai tugas
yang telah dibagi, dan diharapkan semua pelaksanaan dari rencana
perbaikan bisa diselesaikan sesuai dengan waktu yang telah disepakati.

2.1.6 Memeriksa Hasil Perbaikan


Setelah semua rencana dilaksanakan dengan benar sesuai kesepakatan,
makalangkah selanjutnya adalah memeriksa hasil perbaikan tersebut,
untukmengukur apakah semua perbaikan yang telah dilaksanakan oleh
gugus bisa menanggulangi penyebab yang mempengaruhi suatu masalah.
Cara memeriksa hasil perbaikan ini bisa dilakukan dengan membandingkan
kondisi masalah sebelum perbaikan dan setelah perbaikan, atau dengan
membandingkan data yang menggambarkan masalah sebelumperbaikan dan
data yang menggambarkan masalah setelah perbaikan. Penyajian data yang
menggambarkan masalah setelah perbaikan hendaknya menggunakan alat
yang sama dengan penyajian data yang menggambarkan masalah sebelum
perbaikan. Jika sebelumnya menggunakan diagram pareto, maka setelah
perbaikan juga harus menggunakan diagram pareto. Alat-alat lain yang dapat
digunakan pada langkah keenam ini adalah lembar periksa, histogram dan
peta kendali.

12
2.1.7 Standarisasi
Setelah langkah perbaikan yang dilakukan diperiksa dan dapat
mengatasi penyebab masalah yang dihadapi, langkah berikutnya perlu
dibuat standarisasi yang bisa digunakan sebagai acuan kerja di lokasi kerja
gugus dan ditujukan pula untuk mencegah masalah yang sama akan
terulang lagi. Jika perlu standarisasi ini bisa disebarluaskan ke lokasi kerja
lain yang sejenis dengan lokasi kerja gugus. Standarisasi yang dibuat bisa
meliputi standar untuk cara kerja (metode), manusia (operator/mekanik),
material, mesin dan lingkungan kerja.

2.1.8 Merencanakan Langkah Berikutnya


Pada dasarya perencanaan langkah berikutnya adalah menentukan
masalah selanjutnya yang akan diselesaikan oleh gugus dan prinsipnya
sama dengan penentuan tema masalah seperti pada langkah pertama, yaitu
masalah yang dipilih untuk diselesaikan bisa melalui 2 cara, yaitu: Memilih
masalah yang paling prioritas dari beberapa masalah yang ada di lokasi kerja
dan memilih masalah melalui kesepakatan semua anggota gugus.

2.2 Android
Android adalah sebuah kumpulan perangkat lunak untuk perangkat mobile yang
mencakup sistem operasi, middleware dan aplikasi utama mobile. Android memiliki
empat karakteristik sebagai berikut:

1. Terbuka
Android dibangun untuk benar-benar terbuka sehingga sebuah aplikasi dapat
memanggil salah satu fungsi inti ponsel seperti membuat panggilan,
mengirim pesan teks, menggunakan kamera, dan lain-lain. Android
menggunakan sebuah mesin virtual yang dirancang khusus untuk
mengoptimalkan sumber daya memori dan perangkat keras yang terdapat di
dalam perangkat. Android merupakan open source, dapat secara bebas
diperluas untuk memasukkan teknologi baru yang lebih maju pada saat

13
teknologi tersebut muncul. Platform ini akan terus berkembang untuk
membangun aplikasi mobile yang inovatif.
2. Semua aplikasi dibuat sama
Android tidak memberikan perbedaan terhadap aplikasi utama dari telepon
dan aplikasi pihak ketiga (third-party application). Semua aplikasi dapat
dibangun untuk memiliki akses yang sama terhadap kemampuan sebuah
telepon dalam menyediakan layanan dan aplikasi yang luas terhadap para
pengguna.
3. Memecahkan hambatan pada aplikasi
Android memecah hambatan untuk membangun aplikasi yang baru dan
inovatif. Misalnya, pengembang dapat menggabungkan informasi yang
diperoleh dari web dengan data pada ponsel seseorang seperti kontak
pengguna, kalender, atau lokasi geografis.
4. Pengembangan aplikasi yang cepat dan mudah
Android menyediakan akses yang sangat luas kepada pengguna untuk
menggunakan library yang diperlukan dan tools yang dapat digunakan untuk
membangun aplikasi yang semakin baik. Android memiliki sekumpulan tools
yang dapat digunakan sehingga membantu para pengembang dalam
meningkatkan produktivitas pada saat membangun aplikasi yang dibuat.

Google Inc. sepenuhnya membangun Android dan menjadikannya bersifat


terbuka (open source) sehingga para pengembang dapat menggunakan Android
tanpa mengeluarkan biaya untuk lisensi dari Google

14
BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Pembahasan
Pada pembahasan inovasi ini, penulis menggunakan susunan pemecahan
masalah dengan menggunakan teori 8 langkah dan 7 alat (fishbone diagram).
Pendetailan teori tersebut kami sampaian sebagai berikut:

ENVIRONMENT MAN

KURANG MEMAHAMI
DETAIL AKER SALKER DAN
MATERIAL TEAMWORK
ALPRO KURANG KURANG
MERATA
SKILL YANG BELUM
MERATA
KURANGNYA
RASA MEMILIKI
DAN MENJAGA
ASET
PERUSAHAAN
PELATIHAN KURANG
SARANA YANG BELUM
MERATA

MEDIA PEMBELAJARAN
KURANG

MACHINE METHOD

Gambar 2. Diagram Fishbone

Dalam menentukan penyebab utama permasalahan yang ada, penulis


menggunakan metode fishbone diagram dengan langkah-langkah sebagai berikut:

15
A. Menyepakati pernyataan masalah
B. Mengidentifikasi kategori-kategori
C. Menentukan sebab-sebab potensial dengan cara brainstorming
D. Mengkaji dan menyepakti sebab-sebab yang paling memungkinkan
E. Membuat rangkuman diskusi fishbone diagram dan hasil diskusi.

Tabel 1. Penentuan Penyebab Utama


Penyebab
Penyebab Diskusi
Utama
Pengetahuan
alker, salker
Kurang ada rasa ingin tahu Y
dan material
kurang
Skill yang dimiliki masing – masing karyawan yang
Skill yang
kurang merata dan sebagian besar hanya memiliki N
kurang merata
skill di masing – masing bidang.
Teamwork
Kurang adanya sharing session N
Kurang
Alpro yang Alat produksi yang kurang merata menyebabkan
N
Kurang Merata banyaknya wilayah yang belum tercover
Sarana yang Sarana kerja untuk tenaga kerja yang masih belum
N
Belum Merata merata untuk mendukung kerja
Pelatihan
Perlu diadakan secara rutin dan berkesinambungan N
Kurang
Media
Sarana yang diberikan kurang memadai dan
Pembelajaran N
terkesan monotone
Kurang

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa kurangnya pengetahuan mengenai alker,
salker dan material menjadi penyebab utama tidak ada rasa memiliki dan kurang
menjaga aset perusahaan.

16
3.1.1 Membuat Rencana Perbaikan
Dari akar permasalahan diatas, penulis mencoba berdiskusi dengan
beberapa karyawan untuk mendapatkan solusi untuk membuat aplikasi TIME
(Telkom Akses Indihome Mobile Education) yang bertujuan untuk membantu
karyawan dalam memahami detail dari material, alker dan salker. Penulis
menggunakan metode random sampling pada 20 sample karyawan untuk
menjawab beberapa kuesioner. Adapun contoh dari kuesioner tersebut
adalah sebagai berikut:

Gambar 3. Angket kuesioner

17
Gambar 4. Angket kuesioner

18
Dari kuesioner diperoleh hasil data seperti grafik berikut :

20
18
16
14
12
10
8
6
4
2 YA
0
TIDAK

Gambar 5. Grafik penyebab utama

Dari grafik diatas dapat dilihat bahwa masih banyak karyawan yang
belum mengetahui harga dari masing – masing material yang tentu saja
menyebabkan banyak karyawan yang kurang peduli untuk menjaga asset
perusahaan. Begitu juga dengan modul yang telah diberikan, banyak
karyawan yang hanya membawa pulang tanpa membaca kembali modul
yang sudah di berikan. Tentu saja hal ini menyebabkan banyaknya
pengeluaran yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk pembelian kertas.

19
3.1.2 Melaksanakan Perbaikan
Berikut penerapan aplikasi TIME (Telkom Akses Indihome Mobile
Education) yang dibuat untuk membantu karyawan dalam memahami detail
dari alker, salker serta material.

Gambar 6. Flowchart cara kerja aplikasi TIME


(Telkom Akses Indihome Mobile Education)

20
Gambar 7. Halaman awal mobile aplikasi TIME
(Telkom Akses Indihome Mobile Education)

Gambar 8. Halaman loginmobile aplikasi TIME


(Telkom Akses Indihome Mobile Education)

21
Gambar 9. Halaman menumobile aplikasi TIME
(Telkom Akses Indihome Mobile Education)

Gambar 10. Halaman menuAlker dan Material mobile aplikasi TIME


(Telkom Akses Indihome Mobile Education)

22
Gambar 11. Halaman menuModul mobile aplikasi TIME
(Telkom Akses Indihome Mobile Education)

Gambar 12. Halaman menudetail Alker dan Material mobile aplikasi TIME
(Telkom Akses Indihome Mobile Education)

23
Gambar 13. Halaman menuGallery mobile aplikasi TIME
(Telkom Akses Indihome Mobile Education)

Gambar 14. Halaman menuPengumuman mobile aplikasi TIME


(Telkom Akses Indihome Mobile Education)

24
Dengan aplikasi TIME (Telkom Akses Indihome Mobile Education) ini
karyawan mampu menjelaskan bukan hanya perihal layanan tetapi lengkap
dengan material yang digunakan untuk proses instalasi kepada pelanggan.
Hal ini selaras dengan The Telkom Akses Way, Practice To Be The Winner.
Yang menuntun kita untuk menjadi karyawan yang handal dan berkualitas di
berbagai bidang.

3.1.3 Memberikan Hasil Perbaikan


Aplikasi TIME (Telkom Akses Indihome Mobile Education) penulis
batasi hanya untuk perangkat android versi (IceCreamSandwich) ke atas,
dengan OpenGL ES diatas 2.0, dan arsitektur ARMv7. Hal ini sejalan dengan
perangkat android yang dibagikan oleh perusahaan kepada teknisi.

Gambar 15. Aplikasi TIME (Telkom Akses Indihome Mobile Education)


di gadget karyawan

Dari penerapan aplikasi TIME ini karyawan dapat terbantu dalam


mengetahui dan memahami detail nama, fungsi, harga dari masing-masing
alker, sarker dan material yang biasa dipakai saat operasional kerja sehari -

25
hari. Selain itu seluruh karyawan mampu membangun rasa tanggung jawab
dan rasa memiliki dengan menjaga asset perusahaan.

3.1.4 Membuat Standarisasi


Diharapkan PT. Telkom Akses dapat menerapkan aplikasi TIME ini
dengan sebaik – baiknya. Terlebih lagi hampir semua karyawan
menggunakan smartphone. Setiap karyawan harus terus upgrade knowledge
mereka baik itu berdasarkan petunjuk dan bimbingan team leader maupun
lewat modul-modul pelatihan mobile education ini sehingga dapat menguasai
pekerjaan dengan baik bukan hanya di satu biadang saja (multiskill).

3.1.5 Menentukan Masalah Berikut


Pada inovasi ini, penulis mendapatkan permasalah baru yang dapat
dikembangkan adalah skill karyawan yang kurang merata.

26
BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Aplikasi TIME (Telkom Akses Indihome Mobile Education) ini banyak
memberikan dampak positif bagi perusahaan dan karyawan. Bagi perusahaan
aplikasi ini dapat mengurangi cost atau biaya cetak materi pelatihan sehingga
perusahaan lebih berhemat dalam hal penggunaan kertas. Sementara bagi
karyawan aplikasi ini berfungsi untuk upgrade knowledge juga sebagai media belajar
sehari - hari.
Demikianlah yang dapat kami sampaikan mengenai materi yang menjadi
bahasan dalam inovasi ini, tentunya banyak kekurangan dan kelemahan kerena
terbatasnya pengetahuan serta referensi yang kami peroleh hubungannya dengan
inovasi ini. Kami sangat mengharapkan masukan untuk perbaikan-perbaikan aplikasi
ini kedepannya.Semoga inovasi ini dapat bermanfaat bagi penulis, pembaca dan
PT. Telkom Akses.

4.2 Saran
Berdasarkan hasil perbaikan dan kesimpulan dapat disarankan untuk
dikembangkan yaitu penambahan fitur – fitur lain, seperti video tutorial.
Dengan penerapan aplikasi TIME (Telkom Akses Indihome Mobile Education) ini
diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan kedisiplinan para karyawan serta
kualitas kerja masing – masing karyawan PT. Telkom Akses.

Salam Telkom Akses

27