Anda di halaman 1dari 14

Agri-SosioEkonomi Unsrat, ISSN 1907– 4298, Volume 14 Nomor 1, Januari 2018 : 11 - 24

PENGARUH TUNJANGAN KINERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI


PADA DINAS PERTANIAN KABUPATEN MINAHASA

Jecqueline Fritzie Najoan


Lyndon R. J. Pangemanan
Ellen G. Tangkere

ABSTRACT

This study aims to determine the effect of performance allowances on the performance of pagawai
in Minahasa District Agricultural Office. This study was conducted from May to August 2017 from
preparation to the writing of research reports. Data used in this research are primary data and
secondary data. Primary data is collected by distributing questionnaires directly to employees for self-
completion. The population in this study was all employees in Minahasa District Agriculture Office which
amounted to 184 employees. Slovin formula is used to determine the number of samples so as to obtain
the number of samples of 64 respondents. Data analysis techniques used are validity test, reliability test
and simple linear regression analysis, for hypothesis testing using t-test with SPSS version 20 program.
The research results showed that the test result t probabilility value of 0.000 < 0.05, which means H0
rejected and H1 accepted. Therefure, the performance allowances significantly influence the performance
of employees in the Minahasa District Agricultural Office.

Keywords: influence of performance allowance, employee performance, Agriculture


Department, Minahasa District.

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tunjangan kinerja terhadap kinerja
pegawai di Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Mei
sampai bulan Agustus 2017 mulai dari persiapan sampai penulisan laporan penelitian. Data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan
dengan cara membagikan kuesioner secara langsung kepada pegawai untuk diisi sendiri.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai di Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa
yang berjumlah 184 orang pegawai. Rumus Slovin digunakan untuk menentukan jumlah sample
sehingga diperoleh jumlah sampel sebanyak 64 responden. Sedangkan data sekunder diperoleh
dari Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa. Teknik analisis data yang digunakan adalah
uji validitas, uji reliabilitas dan analisis regresi linier sederhana, untuk pengujian hipotesis
menggunakan uji-t dengan program SPSS versi 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil
uji-t nilai probabililitas sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan
demikian tunjangan kinerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai di Dinas Pertanian
Kabupaten Minahasa.

Kata kunci: pengaruh tunjangan kinerja, kinerja pegawai, Dinas Pertanian, Kabupaten Minahasa.

11
Pengaruh Tunjangan Kinerja Terhadap Kinerja.................(Jecqueline Najoan, Lyndon Pangemanan, Ellen Tangkere)

PENDAHULUAN kinerja pegawai perlu adanya motivasi agar


pegawai bisa bekerja dengan baik dan maksimal
Latar Belakang salah satunya dengan dengan diberikannya
Perkembangan yang terjadi dalam tunjangan kinerja kepada pegawai negeri sipil
perekonomian dunia semakin cepat dan sulit yang dapat memacu semangat pegawai dalam
diprediksikan. Semakin canggih ilmu melakasnakan tugas dan tanggung jawab atas
pengetahuan dan teknologi menuntut organisasi pekerjaannya dengan cepat dan benar.
untuk berbenah diri menghadapi tantangan dan Tunjangan Kinerja adalah salah satu faktor
perubahan yang serba tidak terduga. Salah satu eksternal yang berpengaruh terhadap upaya
tantangan yang dihadapi dimasa depan adalah peningkatan kinerja pegawai. Tunjangan kinerja
untuk menciptakan organisasi yang menuntut merupakan salah satu implementasi pemberian
pengelolaan sumber daya yang efisien dan kompensasi atau imbalan yang l ayak atas
efektif agar bisa berkembang dalam persaingan kinerja atau prestasi kerja. Atau dengan kata
yang semakin ketat. Suatu organisasi perlu lain tunjangan kinerja adalah penghargaan
melakukan upaya untuk mengelola apa yang berupa tambahan penghasilan yang di berikan
dimilikinya, termasuk dengan pengelolaan kepada pegawai atas kinerjanya dengan tujuan
sumber daya manusia yang menggambarkan untuk meningkatkan semangat kerja pegawai.
bahwa kebutuhan akan sumber daya manusia Pemberian tunjangan kinerja menurut Peraturan
yang bermutu tinggi akan semakin besar. Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang
Potensi setiap sumber daya manusia yang Pengelolaan Keuangan Daerah pada Pasal 63
ada dalam suatu organisasi harus dapat menegaskan “Tambahan Penghasilan diberikan
dimanfaatkan dengan sebaik–baiknya sehingga dalam rangka meningkatan kesejahteraan
mampu memberikan hasil kerja yang optimal. pegawai berdasarkan prestasi kerja, tempat
Tercapainya tujuan yang telah ditetapkan suatu bertugas, kondisi kerja dan kelangkaan profesi”.
organisasi tidak hanya tergantung pada Tunjangan Kinerja diberikan kepada pegawai
peralatan moderen, sarana dan prasarana yang negeri sipil dan calon pegawai negeri sipil.
lengkap, tetapi juga tergantung pada manusia Pemberian tunjangan kinerja kepada setiap
yang melaksanakan pekerjaan tersebut. pegawai di harapkan dapat mewujudkan
Keberhasilan suatu organisasi sangat besar penegakan disiplin dan dapat meningkatan
dipengaruhi oleh kinerja individu pegawainya. kinerja pegawai dalam memberikan
Kinerja pada dasarnya merupakan pelayanan kepada instansi dan masyarakat
tanggung jawab dari setiap individu yang serta dapat meningkatkan kesejahteraan bagi
bekerja dalam institusi atau suatu organisasi. pegawai negeri sipil di lingkungan Dinas
Kinerja yang baik adalah hasil pekerjaan
Pertanian Kabupaten Minahasa.
optimal dan sesuai standar organisasi dan
Berikut ini adalah jumlah besaran
mendukung tercapainya tujuan organisasi.
tunjangan kinerja yang diterima oleh pegawai
Peningkatan kinerja pegawai akan membawa
kemajuan bagi instansi (organisasi) untuk dapat pada Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa :
bertahan dalam suatu persaingan yang tidak
Tabel 1. TKD Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa
stabil. Pencapaian kinerja pegawai yang optimal
dapat dilihat dari kesejahteraan pegawai dan Pangkat Tunjangan
faktor-faktor yang mendukung kinerja pegawai. Eselon II b Rp 15.000.000
Sutrisno (2010), menyimpulkan kinerja pegawai Eselon III a Rp 6.000.000
Eselon III b Rp 5.000.000
adalah hasil kerja karyawan dilihat pada aspek
Eselon IVa Rp 2.500.000
kualitas, kuantitas, waktu kerja dan kerja sama Eselon IV b Rp 2.000.000
untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan Bendahara Rp 2.500.000
bersama oleh organisasi. Penyuluh Pertanian Gol IV Rp 2.500.000
Penyuluh Pertanian Gol III Rp 2.000.000
Untuk meningkatkan efisiensi dan
Penyuluh Pertanian Gol II Rp 1.500.000
efektivitas instansi pemerintahan dalam Staf Rp 1.000.000
pembangunan daerah terutama peningkatan Sumber : Dinas Pertanian di Kabupaten Minahasa, 2017

12
Agri-SosioEkonomi Unsrat, ISSN 1907– 4298, Volume 14 Nomor 1, Januari 2018 : 11 - 24

Tabel 1 menunjukkan tunjangan kinerja METODOLOGI PENELITIAN


daerah (TKD) pegawai yang ada di Dinas
Pertanian Kabupaten Minahasa. Pegawai Waktu dan Tempat Penelitian
dengan pangkat Eselon II b memiliki Penelitian ini dilakukan di Kantor Dinas
tunjangan kinerja yang lebih tinggi dari Pertanian Kabupaten Minahasa yang bertempat
pegawai dibawahnya sementara pegawai di Jln. Maesa No. 153 Sasaran Tondano
dengan tunjangan kinerja paling rendah Sulawesi Utara. Waktu penelitian dilakukan
adalah Staf. selama 3 bulan dimulai pada bulan Mei 2017
sampai dengan bulan Agustus 2017.
Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang, maka yang Jenis dan Sumber Data
menjadi rumusan masalah pada penelitian ini Data yang digunakan dalam penelitian
adalah apakah tunjangan kinerja berpengaruh ini adalah data primer dan data sekunder.
terhadap kinerja pegawai di Dinas Pertanian Data primer yaitu data yang diperoleh dengan
Kabupaten Minahasa? cara membagikan kuesioner secara langsung
kepada pegawai. Sedangkan data sekunder
Tujuan Penelitian adalah data yang diperoleh dari data yang telah
Berdasarkan latar belakang penelitian tersusun dalam bentuk dokumen tertulis dari
dan permasalahan, maka tujuan yang ingin Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa, literatur
dicapai dalam penelitian ini adalah terdahulu maupun di internet.
mengetahui pengaruh tunjangan kinerja
terhadap kinerja pegawai di Dinas Pertanian, Metode Pengumpulan Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini
Kabupaten Minahasa.
adalah data primer yang bersifat kuantitatif,
dimana instrumen utamanya adalah kuesioner
Manfaat Penelitian
yang berisi pernyataan menyangkut tunjangan
Hasil Penelitian ini diharapkan dapat kinerja dan kinerja pegawai yang diberikan
memberikan manfaat antara lain: kepada pegawai terpilih untuk diisi secara benar
a. Manfaat Teoritis dan jujur.
Sebagai sumbangan bagi ilmu pengetahuan
yang menyangkut manajemen sumber daya Populasi dan Sampel
manusia lebih khusus tentang tunjangan Populasi adalah keseluruhan objek
kinerja dan kinerja pegawai. penelitian (Arikunto, 2006). Adapun populasi
b. Manfaat Praktis dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai
1. Bagi Peneliti, dapat melatih cara berpikir, Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa yang
menganalisis data, dan menambah
berjumlah 184 orang pegawai. Sampel adalah
pengalaman serta penelitian ini
sebagian dari jumlah dan karakteristik yang
merupakan salah satu syarat untuk
memperoleh gelar sarjana di Fakultas
dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono,
Pertanian Universitas Sam Ratulangi 2008). Jumlah sampel dalam penelitian ini
Manado. adalah 64 responden dengan menggunakan
2. Bagi objek penelitian, hasil penelitian ini rumus slovin yaitu sebagai berikut:
diharapkan dapat memberikan informasi
yang membantu penerapan pemberian
tunjangan kinerja yang efektif sehingga
dapat meningkatkan kinerja pegawai.
3. Bagi peneliti lain, hasil penelitian ini n adalah ukuran sampel, N = ukuran
dapat digunakan sebagai bahan acuan populasi, e = tingat kesalahan dalam persen
untuk penelitian selanjutnya sesuai atau toleransi ketidaktelitian dalam
dengan topik penelitian. menentukan banyaknya responden.

13
Pengaruh Tunjangan Kinerja Terhadap Kinerja.................(Jecqueline Najoan, Lyndon Pangemanan, Ellen Tangkere)

Untuk pengambilan sampel dilakukan Variabel yang di ukur dalam penelitian


secara proportional random sampling dengan ini yaitu tunjangan kinerja (X) dan kinerja
memakai rumus alokasi proportional sebagai karyawan (Y). Berikut ini adalah definisi
berikut: operasional dari variabel tersebut:
1. Tunjangan Kinerja (X)
Tunjangan Kinerja adalah tunjangan
yang diberikan kepada Pegawai Negeri
Sipil yang merupakan fungsi dari
ni adalah jumlah sampel menurut keberhasilan pelaksanaan reformasi
stratum, n = jumlah sampel seluruhnya, Ni = birokrasi. Indikatornya sebagai berikut:
jumlah populasi menurut stratum, N = jumlah a. Penerimaan tunjangan sesuai aturan
populasi. pemerintah daerah;
Atas dasar perhitungan tersebut b. Tunjangan yang diterima menambah
didapatkan hasil mengenai jumlah sampel penghasilan pegawai;
pada setiap jabatan kerja organisasi, dapat c. Ketepatan waktu menerima tunjangan
dilihat pada Tabel 2. kinerja;
d. Tingkat kecukupan dalam memenuhi
Tabel 2. Data Sampel Penelitian
kebutuhan pegawai;
No. Jabatan Populasi Sampel e. Penerimaan tunjangan sesuai dengan
1. Kepala Dinas 1 Pegawai 1 Pegawai
kedisiplin pegawai.
2. Kinerja Pegawai (Y)
2. Sekretaris 1 Pegawai 1 Pegawai
3. Kepala Sub Bagian 3 Pegawai 1 Pegawai Kinerja Pegawai adalah hasil kerja
4. Kepala Bidang 6 Pegawai 2 Pegawai secara kualitas dan kuantitas yang dicapai
5. Kepala Seksie 18 Pegawai 6 Pegawai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan
6. Kepala UPTD 25 Pegawai 8 Pegawai tugasnya sesuai dengan tanggung jawab
7. Penyuluh Pertanian 103 Pegawai 35 Pegawai yang diberikan kepadanya. Indikatornya
8. Staf 29 Pegawai 10 Pegawai menurut Mitchel dalam Sedarmayanti
Jumlah 185 Pegawai 64 Pegawai (2001) adalah sebagai berikut:
Sumber: Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa, 2017 a. Kuantitas pekerjaan
b. Ketepatan waktu
Untuk kuesioner tunjangan kinerja c. Inisiatif
dinilai/diisi oleh pegawai sendiri dan untuk d. Kemampuan
kuesioner penilaian kinerja pegawai e. Komunikasi
dinilai/diisi oleh atasan dibagi menjadi empat
bagian yaitu Kepala Dinas menilai 11 orang Skala Pengukuran Variabel dan Uji
pegawai, Sekretaris menilai 1 orang pegawai, Instrumen Penelitian
Kepala Bidang menilai 16 orang pegawai dan
Kepala UPTD menilai 35 orang pegawai Skala Pengukuran Variabel
berdasarkan sampel penelitian. Dalam melakukan pengukuran atas
jawaban dari kuesioner-kuesioner penelitian
Konsep dan Pengukuran Variabel yang diajukan kepada responden, skala yang
I. Karakteristik responden mencakup: digunakan adalah skala likert. Skala Likert
a. Jenis kelamin : (Laki-laki/Perempuan) digunakan untuk mengukur sikap, pendapat,
b. Usia : jumlah tahun responden saat ini persepsi seseorang atau sekelompok orang
c. Tingkat pendidikan : pendidikan tentang fenomena sosial, Sugiono (2011).
terakhir responden Berikut ini adalah skor yang digunakan untuk
d. Masa kerja (Lama kerja) setiap jawaban skala likert:

14
Agri-SosioEkonomi Unsrat, ISSN 1907– 4298, Volume 14 Nomor 1, Januari 2018 : 11 - 24

Tabel 3. Skor untuk Jawaban Skala Likert pengukuran reliabilitas dapat dilakukan
dengan cara yaitu One Shot atau pengukuran
No Keterangan Skor
sekali aja disini pengukurannya hanya sekali
1 Sangat Setuju 5 dan kemudian hasilnya dibandingkan dengan
2 Setuju 4 pertanyaan lain atau pengukur korelasi antar
3 Netral 3 jawaban pertanyaan (Ghozali, 2011). Kriteria
4 Tidak Setuju 2 uji reliabilitas adalah sebagai berikut :
5 Sangat Tidak Setuju 1 - Jika nilai Cronbach Alpha > 0,6 maka
Sumber: Sugiyono, 2011 suatu instrumen dinyatakan reliable.
- Jika nilai Cronbach Alpha < 0,6 maka
Uji Instrumen Penelitian (Kuesioner suatu instrumen dinyatakan tidak
Penelitian) reliable.
Peneliti melakukan penggujian
instrumen penelitian terlebih dahulu sebelum Teknik Analisis Data
melakukan penelitian yang sebenarnya. Uji Teknik analisis data yang digunakan
coba terhadap kuesioner tersebut digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi
untuk mengetahui validitas dan reliabilitas linier sederhana yang bertujuan untuk melihat
suatu kuesioner penelitian pengaruh tunjangan kinerja terhadap kinerja
pegawai di Dinas Pertanian Kabupaten
Uji Validitas Kuesioner Penelitian Minahasa.
Sebelum instrumen penelitian
digunakan untuk mengumpulkan data perlu Analisis Regresi Linier Sederhana
dilakukan pengujian validitas. Hal ini Analisis regresi linier sederhana adalah
digunakan untuk mendapatkan data yang hubungan secara linier antara satu variabel
valid dari instrumen yang valid atau untuk independen (X) dengan variabel dependen
mengukur apakah kuesioner layak dijadikan (Y). Analisis ini untuk mengetahui arah
instrumen penelitian pengujian instrumen hubungan variabel independen dengan
dalam penelitian ini dilakukan dengan variabel dependen apakah positif atau negatif
korelasi bivariate antara masing-masing skor dan untuk memprediksikan nilai variabel
indikator dengan total skor konstruk (pearson independen mengalami kenaikan atau
correlation) (Sugiyono, 2012). Kriteria uji penurunan. Secara matematis bentuk
valid dengan korelasi bivariate adalah sebagai persamaan dari regresi linier sederhana adalah
berikut : sebagai berikut:
- Jika Nilai sig < alpha (0,05) maka
suatu instrument dinyatakan valid. Y = a + bX + e
- Jika Nilai sig > alpha (0,05) maka Y adalah kinerja pegawai, a =
suatu instrument dinyatakan tidak konstanta, b = koefisien regresi, X =
valid. tunjangan kinerja, e = error.

Uji Reliabilitas Kuesioner Penelitian Uji Hipotesis


Uji reliabilitas merupakan alat untuk Hipotesis yang digunakan untuk
mengukur suatu kuesioner yang merupakan pengaruh secara parsial yaitu hipotesis t.
indikator dari variabel atau konstruk. Langkah-langkah dalam pengujian hipotesis
Instrumen yang reliabel adalah instrumen ini dimulai dengan menetapkan hipotesis nol
yang bila digunakan beberapa kali untuk (H0) dan hipotesis alternatif (Ha), pemilihan
mengukur obyek yang sama, akan tes statistik dan perhitungan nilai statistik,
menghasilkan data yang sama. Adapun penetapan tingkat signifikasi dan penetapan

15
Pengaruh Tunjangan Kinerja Terhadap Kinerja.................(Jecqueline Najoan, Lyndon Pangemanan, Ellen Tangkere)

kriteria pengujian. Rumusan hipotesisnya a. Sub bagian Perencanaan dan Evaluasi;


adalah sebagai berikut: b. Sub bagian Keuangan dan Asset;
1. H0 : ρ = 0, berarti variabel bebas (X) c. Sub bagian Umum dan Kepegawaian.
tidak berpengaruh terhadap variabel 3. Bidang Prasarana dan Sarana, membawahi
terikat (Y). tiga seksi, yaitu :
2. H1: ρ ≠ 0, berarti variabel bebas (X) a. Seksi Lahan dan Irigasi;
berpengaruh terhadap variabel terikat. b. Seksi Pupuk,Pestisida dan Alsintan;
Jika: c. Seksi Pembiayaan dan Investasi.
- Nilai signifikan > 0,5 maka Ho 4. Bidang Tanaman Pangan, membawahi tiga
diterima dan H1 di tolak atau seksi, yaitu :
tunjangan kinerja tidak berpengaruh a. Seksi Perbenihan dan Perlindungan;
signifikan erhadap kinerja pegawai. b. Seksi Produksi;
- Nilai signifikan < 0.5 maka Ho ditolak c. Seksi Pengolahan dan Pemasaran
dan H1diterima atau tunjangan kinerja 5. Bidang Hortikultura, membawahi tiga
berpengaruh signifikan terhadap seksi, yaitu :
kinerja pegawai. a. Seksi Perbenihan dan Perlindungan;
b. Seksi Produksi;
c. Seksi Pengolahan dan Pemasaran
HASIL DAN PEMBAHASAN 6. Bidang Perkebunan, membawahi tiga
seksi, yaitu :
Gambaran Umum Dinas Pertanian a. Seksi Perbenihan dan Perlindungan;
Kabupaten Minahasa b. Seksi Produksi;
Dinas Petanian adalah unsur pelaksana c. Seksi Pengolahan dan Pemasaran
daerah untuk memberikan pelayanan 7. Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan,
administrasi dan teknis kepada masyarakat membawahi tiga seksi, yaitu :
sesuai dengan tugas dan fungsinya yang a. Seksi Perbibitan dan Produksi;
dipimpin oleh Kepala Dinas yang berkedudukan b. Seksi Kesehatan Hewan;
dibawah, dalam pelaksanaan tugas secara teknis
c. Seksi Kesmavet, Pengolahan dan
administratif bertanggung jawab kepada Bupati Pemasaran
melalui Sekretaris Daerah. Dinas Pertanian
8. Bidang Penyuluhan, membawahi tiga
Kabupaten Minhasa sebagai salah satu Satuan
seksi, yaitu :
Kerja Perangkat Dareah (SKPD) di kabupaten
Minahsa yang mempunyai tugas membantu
a. Seksi Kelembagaan;
Bupati melaksanakan urusan pemerintahan yang b. Seksi Ketenagaan;
menjadi kewenangan daerah dan tugas c. Seksi Metode dan Informasi
pembantuan di bidang pertanian. Dinas 9. Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD)
Pertanian ini dibentuk berdasarkan Peraturan Penyuluhan Pertanian pada 25 Kecamatan
Daerah Kabupaten Minahasa Nomor 4 Tahun masing-masing membawahi satu Sub
2016 tentang Pembentukan dan Susunan Bagian Tata Usaha.
Daerah Kabupaten Minahasa. 10. Kelompok Jabatan Fungsional, yaitu :
Dinas Pertanian dipimpin oleh Kepala a. KJF Penyuluh Pertanian;
Dinas dan membawahi 1 Sekretariat, 3 Sub b. KJF Pengendali Organisme Penganggu
Bagian, 6 Bidang, 18 Seksi, 25 Kepala UPTD Tumbuhan dan Pengawas Benih
Pertanian (unit pelaksana teknis dinas) dan 25 Tanaman;
Sub bagian Tata Usaha UPTD (unit pelaksana c. KJF Pengawas Bibit Ternak, Medik
teknis dinas) yakni: Veteriner, Paramedik Veteriner dan
1. Kepala Dinas membawahi; Pengawas Mutu Pakan;
2. Sekretariat Dinas, membawahi tiga sub d. KJF Pengawas Mutu Hasil Pertanian, dan
bagian yaitu : Analisa Pasar Hasil Pertanian.

16
Agri-SosioEkonomi Unsrat, ISSN 1907– 4298, Volume 14 Nomor 1, Januari 2018 : 11 - 24

Fungsi Dinas Pertanian Kabupaten pertanian dalam mendukung


Minahasa pembangunan sistem dan usaha
Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa agribisnis yang produktif, efisien dan
memiliki fungsi sebagai berikut: efektif.
a. Perumusan kebijakan dibidang prasarana  Meningkatkan produktifitas dan mutu
dan sarana, tanaman pangan, hortikultura, produk-produk unggulan pertanian
perkebunan, peternakan dan kesehatan yang mampu bersaing di pasar global.
hewan serta penyuluhan pertanian;  Meningkatkan kualitas sumberdaya
b. Penyusunan program penyuluhan
manusia pertanian yang berorientasi
pertanian;
pencapaian kinerja dengan memiliki
c. Pengembangan prasarana pertanian;
budaya etos kerja “Mapalus” dan “Si
d. Pengawasan mutu, peredaran dan
Tou Timou Tumou Tou”.
pengendalian penyediaan benih
tanaman, benih atau bibit ternak dan
Karakteristik Responden
hijauan pakan ternak;
Reponden yang digunakan dalam
e. Pengawasan pengunaan sarana
penelitian ini merupakan pegawai yang
pertanian;
bekerja pada Dinas Pertanian Kabupaten
f. Pembinaan produksi dibidang pertanian;
Minahasa yang ditemui di Kantor Dinas
g. Pengendalian dan penanggulangan hama
Pertanian dan Unit Pelaksana Teknis Dinas
penyakit tanaman dan penyakit hewan;
(UPTD) Pertanian yang berjumlah 64 orang.
h. Pengendalian dan penanggulangan
Karakteristik responden yang digunakan
bencana alam;
i. Pembinaan dan pengolahan hasil adalah jenis kelamin, usia, pendidikan dan
pertanian; masa kerja yang dimaksudkan untuk melihat
j. Pelaksanaan penyuluhan pertanian; pola sebaran responden.
k. Pemberian izin usaha atau rekomendasi
teknis pertanian; Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis
l. Pemantauan dan evaluasi dibidang Kelamin
pertanian; Berdasarkan hasil penelitian diperoleh
m. Pelaksanaan administrasi Dinas karakteristik responden berdasarkan jenis
Pertanian; kelamin dapat dilihat pada Tabel 4.
n. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan
oleh Bupati sesuai dengan tugas dan Tabel 4. Karakteristik Responden
fungsinya. Berdasarkan Jenis Kelamin

Visi dan Misi Dinas Pertanian Kabupaten Keterangan Jumlah Persentase


Minahasa Laki-laki 33 51,56
a. Visi Dinas Pertanian MInahasa
“Terwujudnya pertanian berbasis Perempuan 31 48,44
agribisnis menuju masyarakat Minahasa Total 64 100
sejahtera yang bermatabat tahun 2018”. Sumber : Diolah dari Data Primer, 2017
b. Misi Dinas Pertanian Minahasa
 Menciptakan penyelenggaraan Tabel 4 menunjukkan jumlah responden
pembangunan pertanian yang yang ada di Dinas Pertanian Kabupaten
berorientasi agribisnis dengan Minahasa berdasarkan jenis kelamin.
memanfaatkan potensi-potensi sumber Sebagian besar pegawai yang bekerja adalah
daya alam secara berkelanjutan dan yang berjenis kelamin laki-laki sebanyak 33
berwawasan lingkungan. orang dengan presentase 51,56% sedangkan
Meningkatkan peran serta masyarakat responden perempuan sebanyak 31 orang

17
Pengaruh Tunjangan Kinerja Terhadap Kinerja.................(Jecqueline Najoan, Lyndon Pangemanan, Ellen Tangkere)

dengan presentase 48,44% dari total seluruh Tabel 6. Karakteristik Responden


responden. Berdasarkan Pendidikan

Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Keterangan Jumlah Peresentase


Berdasarkan hasil penelitian diperoleh SMA 22 34,38
karakteristik responden pegawai berdasarkan D3 0 0
usia dapat dilihat pada Tabel 5. S1 41 64,06
S2 1 1,56
S3 0 0
Tabel 5. Karakteristik Responden
Total 64 100
Berdasarkan Usia
Sumber : Diolah dari Data Primer, 2017

Keterangan Jumlah Persentase Tabel 6 menunjukkan responden


berdasarkan pendidikan. Responden dengan
21-30 Tahun 0 0
tingkat pendidikan SMA sebanyak 22 orang
31-40 Tahun 17 26,56 dengan persentase 34,38%, responden dengan
pendidikan D3 sebanyak 0, responden dengan
> 40 Tahun 47 73,44 pendidikan S1 sebanyak 41 orang dengan
Total 64 100 persentase 64,06%, responden dengan tingkat
pendidikan S2 sebanyak 1 orang dengan
Sumber : Diolah dari Data Primer, 2017 persentase 1,56% dan responden dengan tingkat
pendidikan S3 sebanyak 0. Berdasarkan hasil
Tabel 5 menunjukkan responden yang penelitian dapat dilihat bahwa responden yang
bekerja di Dinas Pertanian Kabupaten berpendidikan S1 adalah yang paling banyak,
Minahasa berdasarkan pengelompokan Usia. hasil tersebut mengindikasikan bahwa dengan
Responden dengan usia 21-31 tahun sebanyak pendidikan S1, pegawai memiliki tingkat
0. Respoden dengan usia 31-40 tahun pengetahuan yang tinggi akan pekerjaan sesuai
sebanyak 17 orang dengan persentase 26,56% dengan jenjang sehingga dalam melaksanakan
dan respoden dengan usia > 40 tahun pekerjaan mereka akan melakukan dengan
berjumlah 47 orang dengan persentase maksimal sesuai dengan bekal pengetahuan
73,44%. Dari data tersebut menunjukkan yang mereka miliki.
bahwa responden dengan usia > 40 tahun
adalah yang paling banyak berdasarkan total Karakteristik Responden Berdasarkan Masa
seluruh responden. Kerja
Masa kerja erat kaitannya dengan disiplin
pegawai. Sedangkan disiplin mempunyai
Karakteristik Responden Berdasarkan
hubungan dengan kinerja pegawai. Berdasarkan
Pendidikan
hasil penelitian diperoleh karakteristik
Pendidikan dapat menambah wawasan
responden pegawai berdasarkan masa kerja
pengetahuan dan kemampuan dalam diri
dapat dilihat pada Tabel 7.
seseorang. Begitu pula dalam suatu organisasi
atau perusahaan pendidikan merupakan hal Tabel 7. Karakteristik Responden
yang penting dalam menghasilkan sumber Berdasarkan Masa Kerja
daya manusia yang kompeten dan berkualitas,
sehingga dapat memberikan keuntungan tidak Keterangan Jumlah Persentase
hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi < 5 Tahun 0 0
organisasi atau perusahaan tempat bekerja. 5-10 Tahun 18 28,125
Berikut ini adalah karakteristik > 10 Tahun 46 71,875
responden yang ada di Dinas Pertanian Total 64 100
Kabupaten Minahasa berdasarkan pendidikan: Sumber : Diolah dari Data Primer, 2017

18
Agri-SosioEkonomi Unsrat, ISSN 1907– 4298, Volume 14 Nomor 1, Januari 2018 : 11 - 24

Tabel 7 menunjukkan responden Tabel 8 menunjukkan deskripsi jawaban


berdasarkan masa kerja. Responden dengan responden pada variabel Tunjangan Kinerja
masa kerja < 5 tahun sebanyak 0, responden (X). Pada pernyataan Tunjangan Kinerja yang
dengan masa kerja 5-10 tahun sebanyak 18 diterima sudah sesuai dengan aturan yang di
orang dengan persentase 28,125% dan tetapkan oleh pemerintah daerah responden
responden dengan masa kerja 10 tahun menjawab paling banyak setuju dengan jumlah
sebanyak 46 orang dengan persentase 71,875%. 45,3%, hal tersebut karena responden
Dengan pegawai yang didominasi masa kerja menganggap tunjangan kinerja yang diberikan
yang lama akan mendapatkan mutu kerja yang sudah sesuai dengan pekerjaan serta jabatan
lebih baik dari sebelumnya, karena umumnya dari masing-masing pegawai. Pada pernyataan
pegawai dengan masa kerja yang lama lebih tunjangan kinerja yang diterima dapat
memahami manajemen pola kerja yang membantu menambah penghasilan saya
diterapkan dalam suatu organisasi. sebagai pegawai responden paling banyak
menjawab sangat setuju dengan jumlah 56,3%.
Deskripsi Jawaban Respoden Hal tersebut dikarenakan pegawai merasa gaji
pokok yang mereka terima sedikit, sehingga
Deskripsi Jawaban Responden Pada pemberian tunjangan kinerja sangat membantu
Variabel Tunjangan Kinerja (X) pegawai dalam menambah penghasilan. Pada
Tunjangan kinerja yang diterapkan di pernyataan tunjangan kinerja sudah rutin
Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa diterima pegawai setiap bulan responden
merupakan upaya yang dilakukan pemerintah paling banyak menjawab setuju dengan jumlah
untuk meningkatkan kinerja dan kesejahteraan 54,7%. Hal tersebut dikarenakan tidak adanya
para pegawai. Pemberian tunjangan kinerja keterlambatan pembayaran tunjangan setiap
yang tidak adil akan menimbulkan berbagai bulannya, kalaupun ada keterlambat itu
masalah yaitu adanya pegawai yang tidak disebabkan karena tanggal merah atau hari
disiplin waktu pada saat jam datang dan pulang libur karena pembayaran tunjangan kinerja
kerja dengan semaunya sendiri, pekerjaan yang dilakukan secara langsung di kantor Dinas
tidak selesai sesuai kesepakatan bersama. Pertanian Kabuapaten Minahasa melalui
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh deskripsi Bendahara. Pada pernyataan tunjangan kinerja
jawaban responden pada variabel tunjangan yang diterima saat ini sudah dapat memenuhi
kinerja atas 5 pernyataan yang dibagikan kebutuhan hidup (kebutuhan keluarga,
kepada 64 responden yang ada di Dinas pendidikan anak, kesehatan dll) responden
Pertanian Kabupaten Minahasa, dapat dilihat menjawab paling banyak setuju dengan jumlah
pada Tabel 8. 35,9% karena, tunjangan yang diberikan dapat
membantu memenuhi kebutuhan hidup dari
masing-masing pegawai. Pada pernyataan
tunjangan kinerja yang diterima sudah setara
dengan kedisiplinan pegawai, responden paling
banyak menjawab setuju. Hal tersebut
dikarenakan tunjangan yang diterima sudah
sesuai dengan kedisiplinan pegawai
berdasarkan presensi dan komponen disiplin
pegawai. Dari hasil penelitian dapat dilihat
bahwa tunjangan kinerja memberikan
pengaruh dalam meningkatkan kinerja
pegawai. Dengan pemberian tunjangan kinerja
dapat memotivasi pegawai untuk lebih
semangat dalam bekerja sehingga, pekerjaanya
akan lebih optimal dibandingkan sebelum
menerima tunjangan kinerja.

19
Pengaruh Tunjangan Kinerja Terhadap Kinerja.................(Jecqueline Najoan, Lyndon Pangemanan, Ellen Tangkere)

Deskripsi Jawaban Responden Pada


Variabel Kinerja Pegawai (Y)
Deskripsi jawaban responden tentang
variabel kinerja pegawai yang didasarkan pada
jawaban responden atas 12 pernyataan yang
meliputi lima 5 indikator yaitu kualitas
pekerjaan, ketepatan waktu, inisiatif,
kemampuan dan komunikasi yang terdapat
dalam kuesioner yang dibagikan kepada 64
responden. yang ada di Dinas Pertanian Tabel 10 menunjukkan deskripsi jawaban
Kabupaten Minahasa. responden pada indikator ketepatan waktu.
Pada pernyataan bawahan selalu tiba di kantor
tepat waktu responden menjawab paling banyak
setuju dengan jumlah 50%, dikarenakan setiap
pagi pegawai diharuskan untuk mengikuti apel
jika tidak pegawai akan dikenakan sanksi atau
pengurangan poin kehadiran yang akan
mempengaruhi besaran penerimaan tunjangan
kinerja. Pada pernyataan bawahan berusaha
tidak menunda-nunda pekerjaan responden
paling banyak menjawab setuju dengan jumlah
51,6%. Hal tersebut dikarenakan setiap pegawai
selalu berusaha mengingatkan agar tidak
Tabel 9 menunjukkan deskripsi jawaban menunda-nunda pekerjaan sehingga pekerjaan
responden pada indikator Kualitas Pekerjaan. bisa diselesaikan dengan cepat sesuai dengan
Pada pernyataan dalam bekerja bawahan waktu yang ditentukan.
selalu memeriksa kembali hasil pekerjaan
yang dikerjakan responden paling banyak
menjawab setuju dengan jumlah 46,9%,
karena pegawai/bawahan selalu berusaha
untuk memeriksa kembali pekerjaanya
dengan teliti sehingga dapat meminimalisir
kesalahan-kesalahan yang dapat terjadi. Pada
pernyataan bawahan mengutamakan
kerapihan dalam mengerjakan setiap
pekerjaan responden paling banyak menjawab
setuju dengan jumlah 56,3%, hal tersebut
dikarena pimpinan selalu memeriksa setiap
hasil pekerjaan dari masing-masing Tabel 11 menunjukkan deskripsi jawaban
pegawai/bawahan sehingga membuat pegawai responden pada indikator inisiatif. Pada
untuk lebih teliti dan rapih dalam melakukan pernyataan bawahan berusaha belajar dan
mencari informasi tentang apapun yang
tugas dan pekerjaanya. Berdasarkan penilaian
berkaitan dengan pekerjaan responden paling
maka kinerja pegawai dilihat dari indikator
banyak menjawab setuju dengan jumlah 43,8%.
kualiatas pekerjaan dikategorikan baik,
Hal tersebut dikarenakan pegawai dituntut
dibuktikan dengan banyaknya responden yang untuk aktif dalam bekerja. Dengan belajar dan
menjawab setuju. Dimana kualitas suatu mencari informasi yang berkaitan dengan
pekerjaan dapat dilihat dari ketelitian dan pekerjaan akan membantu pegawai dalam
kerapihan pegawai dalam memberikan hasil menyelesaikan dan mengatasi kesulitan yang
kerjayang yang baik. ditemui dalam pekerjaan. Pada pernyataan

20
Agri-SosioEkonomi Unsrat, ISSN 1907– 4298, Volume 14 Nomor 1, Januari 2018 : 11 - 24

bawahan berusaha bekerja tanpa menunggu teknologi yakni komputer bagi pegawai yang
perintah dari atasan responden paling banyak kurang mampu menggunakannya. Kemampuan
menjawab setuju dengan jumlah 67,2%. Hal yang dimiliki pegawai menjadi faktor penting
tersebut karena setiap pegawai sudah dalam meningkatkan kinerja jika pegawai
mengetahui masing-masing pekerjaanya dan dengan pendidikan yang memadai untuk
merupakan pekerjaan yang biasannya jabatanya dan terampil dalam mengerjakan
dikerjaakan sehari-hari sesuai dengan tupoksi pekerjaan sehari-hari akan mudah mencapai
yang ada, sehingga pegawai langsung bekerja kinerja yang maksimal.
tanpa harus menunggu perintah dari atasan.

Tabel 12 menunjukkan deskripsi


jawaban responden pada indikator kemampuan. Tabel 13 menunjukkan deskripsi
Pada pernyataan latar belakang pendidikan jawaban responden pada indikator komunikasi.
sesuai dengan pekerjaan yang ditugaskan, Pada pernyataan bawahan tidak ragu bertanya
responden menjawab paling banyak setuju kepada atasan ketika mengalami kesulitan
dengan jumlah 50%, dikarenakan hampir semua dalam melaksanakan pekerjaan, responden
latar belakang pendidikan pegawai sesuai paling banyak menjawab sangat setuju dengan
dengan pekerjaan yang ditugaskan. Hal ini jumlah 48,4%. Hal ini dikarenakan setiap
terjadi kepada kepala bidang perkebunan yang pegawai merasa tidak adanya batasan atau jarak
merupakan lulusan sarjana pertanian. Pada antara atasan dan bawahan sehingga pegawai
pernyataan bawahan memberikan pelayanan tidak ragu untuk bertanya kepada atasan ketika
terbaik kepada masyarakat, responden paling mengalami kesulitan dalam menyelesaikan
banyak menjawab setuju dengan jumlah 68,8%. pekerjaan. Pada pernyataan setiap pegawai
Responden beranggapan setiap pegawai wajib selalu berdiskusi dan bertukar informasi dengan
memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat sesama rekan kerja, responden paling banyak
karena sesuai dengan tugas pokok dan fungsi menjawab setuju dengan jumlah 50%. Hal ini
dan diangkat dari jabatan yaitu melayani karena dengan berdiskusi dan bertukar
masyarakat. Pada pernyataan berusaha informasi akan menjalin komunikasi yang baik
mengembangkan keterampilan dalam antar sesama rekan kerja yang akan membatu
mengerjakan pekerjaan responden paling memberikan solusi dan masukan untuk
banyak menjawab setuju dengan jumlah 67,2%, kemajuan organisasi dan penyelesaian
karena dengan mengembangkan keterampilan pekekerjaan di Dinas Pertanian Kabupaten
dapat menambah pengetahuan yang baru bagi Minahasa. Komunikasi berdiskusi dan bertukar
pegawai serta menunjang tugas pokok instansi, informasi tidak hanya dilakukan dengan saling
sehingga pegawai akan lebih mudah bertemu antara sesama pegawai tetapi juga
menyelesaikan pekerjaan. Responden juga dilakukan melalu via telepon, email, chatting
beranggapan hampir semua pegawai berusaha dan lain-lain dengan mengikuti perkembangan
mengembangkan keterampilan mereka dengan teknologi yang ada. Pada pernyataan pegawai
cara mengikuti diklat dan belajar menguasai selalu menghargai dan menerima setiap

21
Pengaruh Tunjangan Kinerja Terhadap Kinerja.................(Jecqueline Najoan, Lyndon Pangemanan, Ellen Tangkere)

pendapat atau masukan dari sesama rekan kerja dari 17 item pernyataan yang diuji. Pernyataan
responden paling banyak menjawab sangat pada variabel tunjangan kinerja (X)
setuju dengan jumlah 50%, hal tersebut karena pernyataan 1, 2, 3, 4, 5 memiliki nilai
setiap pegawai berusaha untuk meciptakan signifikan < alpha (0,05) yang berarti setiap
hubungan yang baik dan kekompakan antara pernyataan pada variable tunjangan kinerja
sesama rekan kerja. Hal ini disadari bahwa (X) dinyatakan valid (sah). Penyataan pada
dalam bekerja pegawai akan saling variable kinerja pegawai (Y) pernyataan 1, 2,
membutuhkan karena sistem pekerjaan 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12 memiliki nilai
dirancang saling terkait antara bidang yang satu signifikan < alpha (0,05) yang berarti setiap
dan bidang yang lainnya. Komunikasi yang pernyataan pada variabel kinerja pegawai (Y)
baik dan efektif akan meminimalisir terjandinya
dinyatakan valid (sah).
kesalahan sehingga meningkatkan kinerja
pegawai.
Uji Reliabilitas Kuesioner Penelitian
Uji reliabilitas menunjukkan sejauh
Uji Validitas dan Reliabilitas Kuesioner
Penelitian mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya
atau menunjukkan bahwa insrtrumen yang
Uji Validitas Kuesioner Penelitian digunakan memiliki konstitensi dalam hasil
Uji validitas digunakan untuk pengukuran. Dalam pengukuran reliabilitas
menunjukkan tingkat kevalidan instrumen menggunakan rumus Alpha Cronbach dengan
penelitian, artinya instrumen dapat digunakan bantuan SPSS versi 20. Adapun hasil uji
untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. reliabilitas yang telah dilakukan dalam
Keputusan pada sebuah pernyataan dianngap penelitian ini adalah nilai Alpha Cronbach
valid apabila nilai signifikansinya kurang dari pada variabel tunjangan kinerja (X) sebesar
0,05. Berikut ini adalah hasil uji validitas dapat 0,761 dan variabel kinerja pegawai (Y)
dilihat pada Tabel 14. sebesar 0,746 dapat dilihat pada Tabel 15.

Tabel 14. Uji Validitas Kuesioner Penelitian Tabel 15. Uji Reliabilitas Kusioner Penelitian

Nilai Cronbach
Variabel Pernyataan Alpha Keterangan Variabel Standard Keterangan
Sig Alpha
Tunjangan
1 0.000 0.05 Valid Tunjangan
Kinerja (X)
2 0.000 0.05 Valid Kinerja 0,761 0.6 Reliabel
3 0.000 0.05 Valid (X)
4 0.000 0.05 Valid Kinerja
5 0.000 0.05 Valid Pegawai 0,746 0.6 Reliabel
Kinerja (Y)
1 0.000 0.05 Valid
Pegawai (Y)
2 0.000 0.05 Valid Sumber : Data olahan SPSS 20, 2017
3 0.000 0.05 Valid
4 0.000 0.05 Valid Tabel 15 menunjukkan uji reliabilitas
5 0.000 0.05 Valid kuisioner penelitian. Penyataan pada variabel
6 0.000 0.05 Valid tunjangan kinerja (X) pernyataan 1, 2, 3, 4, 5
7 0.000 0.05 Valid memiliki nilai cronbach alpha > 0,6 yang
8 0.000 0.05 Valid
berarti setiap pernyataan pada variabel
9 0.000 0.05 Valid
10 0.000 0.05 Valid tunjangan kinerja (X) dinyatakan reliabel.
11 0.000 0.05 Valid Penyataan pada variable kinerja pegawai (Y)
12 0.012 0.05 Valid pernyataan 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12
Sumber : Data olahan SPSS 20, 2017 memiliki cronbach alpha > 0,6 yang berarti
Tabel 14 menunjukkan uji validitas setiap pernyataan pada variabel kinerja
kuesioner penelitian berdasarkan keseluruhan pegawai (Y) dinyatakan reliabel.

22
Agri-SosioEkonomi Unsrat, ISSN 1907– 4298, Volume 14 Nomor 1, Januari 2018 : 11 - 24

Analisis Regresi Linier Sederhana Tabel 17. Uji Hipotesis


Analisis regresi linier sederhana Model T Sig.
digunakan untuk mengetahui pengaruh (Constant) 7,924 0
variabel bebas terhadap variabel terikat.
Tunjangan Kinerja 6,137 0
Model persamaan regresi linier sederhana
dapat dilihat pada Tabel 16. Sumber : Data olahan SPSS 20, 2017
Tabel 17 menunjukkan pengujian
hipotesis uji t. Hasil uji t menunjukkan bahwa
nilai signifikansi tunjangan kinerja lebih kecil
dari 0,05. Tunjangan kinerja menunjukkan nilai
t-hitung sebesar 6,137 dan koefisien regresi
sebesar 1,096 serta nilai probabilitas 0,000 lebih
kecil dari 0,05 yang berarti tunjangan kinerja
berpengaruh signifikan terhadap kinerja
pegawai, maka Ha diterima dan H0 ditolak.
Persamaan regresi yang diperoleh
adalah Y = 28,617 + 1,096 X KESIMPULAN DAN SARAN
menggambarkan bahwa variabel bebas
(independen) Tunjangan Kinerja (X) dalam Kesimpulan
model regresi tersebut dapat dinyatakan jika Dari hasil penelitian dan pembahasan
satu variabel independen berubah sebesar 1 yang telah dilakukan, maka dapat ditarik
dan lainnya konstan, maka perubahan variabel kesimpulan, Tunjangan kinerja mempunyai
terikat (dependen) Kinerja Pegawai (Y) pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja
adalah sebesar nilai koefisien (b) dari nilai pegawai di Dinas Pertanian Kabupaten
variabel independen tersebut. Minahasa, hasil penelitian menunjukkan dengan
Nilai konstanta () sebesar 28,617 adanya tunjangan kinerja pegawai akan
memberikan pengertian bahwa jika Tunjangan termotivasi bekerja dengan maksimal sehingga
Kinerja (X) secara serempak atau bersama-sama berpengaruh terhadap peningkatan kinerja
tidak mengalami perubahan atau nilainya nol pegawai pada Dinas Pertanian Kabupaten
(0) maka besarnya Kinerja Pegawai (Y) nilainya Minahasa.
positif sebesar 28,617 satuan. Nilai b yang
merupakan koefisien regresi Tunjangan Saran
Kinerja (X) sebesar 1,096 yang artinya jika Berdasarkan hasil penelitian penulis
Tunjangan Kinerja (X) mengalami kenaikan memberi saran sebagai berikut:
satu satuan, maka tingkat Kinerja Pegawai 1. Mengingat Tunjangan kineja memiliki
(Y) mengalami peningkatan sebesar 1,096 pengaruh serta memberikan kontribusi yang
satuan. cukup besar terhadap Kinerja pegawai.
Diharapkan Dinas Pertanian Kabupaten
Uji Hipotesis Minahasa memperhatikan faktor Tunjangan
Pengujian hipotesis ini dilakukan Kinerja.
menggunakan analisis regresi untuk 2. Dalam penelitian ini yang diteliti hanya
mengetahui pengaruh variabel independen terbatas pada pengaruh Tunjangan Kinerja
terhadap variabel dependen. Uji parsial (uji t) terhadap Kinerja Pegawai sedangkan faktor-
faktor lain yang berpengaruh terhadap
dilakukan untuk mengetahui pengaruh
kinerja pegawai belum diungkapkan,
variabel bebas yaitu tunjangan kinerja
semoga pada penelitian selanjutnya dapat
terhadap variabel terikat yaitu kinerja membahas faktor-faktor lain yang belum
pegawai. diteliti dalam penelitian ini.

23
Pengaruh Tunjangan Kinerja Terhadap Kinerja.................(Jecqueline Najoan, Lyndon Pangemanan, Ellen Tangkere)

DAFTAR PUSTAKA Mangkunegara, A. A, Prabu. 2009. Evaluasi


Kinerja Sumber Daya Manusia. Refika
Anonim. 2010. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Aditama. Bandung.
tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.
Jakarta. Mondy, R. Wayne and Martocchio, Joseph J.
2016. Human Rosource Management
______. 2011. Peraturan Menteri (14th edition). England: Pearson
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Education Limited.
Reformasi Birokrasi Nomor 63 tentang
Pedoman Penataan Sistem Tunjangan Pangabean, Mutiara S. 2002. Manajemen
Kinerja Pegawai Negeri. Sumber Daya Manusia. Cetakan Pertama.
Ghalia Indonesia. Jakarta.
Arikunto. 2006. Prosedur Penelitian Suatu
Pendekatan Praktek. PT. Rineka Cipta. Pasolog H. 2012. Metode Penelitian
Jakarta. Administrasi Publik. Alfabeta. Bandung.
Fajar, Siti Al. 2010. Manajemen Sumber Rivai 2004. Manajemen Sumber daya
Daya Manusia: Sebagai Dasar Meraih Manusia. Rajawali Pers. Jakarta.
Keunggulan Bersaing. UPP STIM YKPN.
Yogyakarta. _____2009. Manajemen Sumber daya Manusia.
Raja Grafindo Persada Jakarta.
Ghozali, Imam. 2011. Aplikasi Analisis
Multivariate Dengan Program IBM SPSS Sedarmayanti. 2001 Manajemen sumber daya
17, Cetakan Kelima, Semarang: Badan manusia dan produktifitas kerja. CV.
Penerbit Universitas Diponegoro. Mandar Maju. Bandung.
Handoko. 2001. Manajemen Personalia dan
Siagian, Sondang. 2007. Manajemen Sumber
Sumberdaya Manusia, Edisi Kedua.
Daya Manusia. PT. Bumi Aksara.
BPFE, Yogyakarta.
Jakarta.
Hesti Risma Piani. 2015 Pengaruh Tambahan
Penghasilan Pegawai Negeri Sipil (TP- Simamora, H. 2004. Manajemen Sumber Daya
PNS) Terhadap Kinerja Pegawai Eselon Manusia. STIE YPKN. Yogyakarta.
III Dan IV Di Dinas Kesehatan Kota
Simanjuntak, J. 2005. Manajemen dan
Serang. Universitas Sultan Ageng
Evaluasi Kinerja. FE UI. Jakarta.
Tirtayasa. Serang.

Irawan, Andi. 2015. Faktor-Faktor yang Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Bisnis.
Mempengaruhi Kinerja Pegawai Negeri Alfabeta. Bandung.
Sipil di Direktorat Jenderal Pendidikan
________2011. Metode Penelitian Kuantitatif,
Tinggi. Bogor: Institut Pertanian Bogor.
Kualitatif dan R&D. Afabeta. Bandung.
Kadarisman, M. 2012. Manajemen
Kompensasi. Rajawali Pers. Jakarta. Sutrisno, Edy. 2010. Manajemen Sumber
Daya Manusia. PT Prenada Media
Lifana, Pramono Dan Sutrisno 2013 Pengaruh Group. Jakarta.
Insentif Dan Tunjangan Terhadap Kinerja
Karyawan Pada PT. BPR Wilis Putra __________. 2010. Manajemen Sumber Daya
Utama Banyuwangi. Universitas Jember. Manusia. Kencana. Jakarta.

24