Anda di halaman 1dari 44

BANDUL

Wahdini Ramli, Darlina, Siti Hardianti Retno Ambar Wati

PENDIDIKAN FISIKA UNM 2014

Abstrak
Telah dilakukan eksperimen Bandul dengan tujuan mengetahui faktor yang mempengaruhi
dan nilai periode ayunan bandul fisis dan matematis serta menentukan percepatan gravitasi melalui
ayunan sederhana. Alat dan bahan yang digunakan adalah Neraca Ohauss 311 g, statif, bandul
matematis dan fisis, busur derajat, mistar, benang/tali, dan stopwatch. Untuk prosedur kerja pada
kegiatan 1 untuk bandul matematis adalah mengukur waktu yang dibutuhkan untuk 10 kali ayunan
yang dimanipulasi simpangannya, massa bebannya, dan panjang talinya. Pada kegiatan 2 untuk
bandul fisis adalah mengukur waktu yang dibutuhkan untuk berayun sebanyak 10 kali yang
dimanipulasi simpangannya. Analisis yang dilakukan adalah mengidentifikasi faktor yang
mempengaruhi periode berdasarkan tabel 1, 2, dan 3. kebenaran persamaan periode, dan periode
tiap data pada kegiatan 3 untuk menentukan percepatan gravitasi. Pada kegiatan 2, data periode
tiap simpangan digunakan untuk memperoleh percepatan gravitasi. Hasil yang diperoleh dari
kegiatan 1 dan 2 untuk nilai g adalah 9,8499 m/s2 yang mendekati nilai percepatan gravitasi
sebenarnya. Sehingga praktikum yang kami lakukan berhasil dan dapat ditarik kesimpulan bahwa
faktor yang mempengaruhi periode ayunan bandul matematis dan fisis adalah panjang tali dan
l
percepatan gravitasi. Periode ayunan bandul matematis diperoleh dari T=2π√g dan bandul fisis
2l l 2l
T=2π√
3g
. Percepatan gravitasi untuk bandul matematis g=4π2 (T2), bandul fisis g=4π2 (3T2).

Kata kunci: bandul matematis, bandul fisis, percepatan gravitasi, periode,


simpangan.

RUMUSAN MASALAH
A. Apa faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya periode ayunan bandul
matematis dan bandul fisis?
B. Bagaimana cara menentukan percepatan gravitasi dengan metode ayunan
sederhana?
C. Bagaimana cara menentukan menentukan nilai periode ayunan bandul
matematis dan bandul fisis?

TUJUAN
A. Mahasiswa dapat memahami faktor–faktor yang mempengaruhi besarnya
periode ayunan bandul matematis dan bandul fisis.
B. Menentukan percepatan gravitasi dengan metode ayunan sederhana.
C. Mahasiswa dapat menentukan nilai periode ayunan bandul matematis dan
bandul fisis.

METODOLOGI EKSPERIMEN

Teori Singkat

Ketika sebuah partikel bermassa m ditempatkan pada suatu titik dimana


medan gravitasinya adalah g, partikel tersebut mengalami gaya Fg = mg. dengan
kata lain, medan tersebut memberikan sebuah gaya pada partikel tersebut. Medan
gravitasi g didefinisikan sebagai
Fg
g=
m

Artinya, medan gravitasi pada sebuah titik di suatu ruang yang sama sama dengan
gaya gravitasi yang dialami sebuah partikel uji yang ditempatkan pada titik
tersebut dibagi oleh massa partikel uji tersebut. Walaupun gaya gravitasi secara
inheren merupakan interaksi antara dua benda, konsep medan gravitasi
memungkinkan untuk mengabaikan massa salah satu benda tersebut (Serway,
2009).

Jika kita menganggap Bumi sebagai benda berbentuk bola simetris dengan
jari-jari RB dan massa mB, berat w dari benda kecil bermassa m pada permukaan
Bumi (berjarak RB dari pusatnya) adalah

GmB m
w=Fg =
R2B

Tetapi juga diketahui bahwa berat w dari sebuah beda adalah gaya yang
menyebabkan percepatan g dari benda jatuh bebas, jadi dengan hukum kedua
Newton, w=mg. menyamakan ini dengan persamaan diatas dan membaginya
dengan m, kita dapatkan

GmB
g= (percepatan akibat gravitasi pada permukaan Bumi)
R2B

Besar percepatan gravitasi di Bumi dengan G = 6,67259 x 10-11 N.m2/kg2, massa


Bumi mB = 5,974 x 1024 kg menurut Cavendish, dan jari-jari Bumi RB = 6380
km= 6,38 x 106 m. Diperoleh nilai g = 9,7930574 m/s2 dan jika dibulatkan 9,80
m/s2 (Young, 2002).

Sebuah benda yang massanya dianggap sebagai suatu partikel yang terletak
di pusat massanya, diikat dan digantung dengan tali lentur pada sebuah titik tetap.
Bila benda itu diberi simpangan awal sehingga tali membentuk sudut yang cukup
kecil terhadap arah vertikal dan kemudian benda dilepaskan, maka benda akan
berayun disekitar titik setimbangnya pada sebuah bidang datar vertikal dengan
frekuensi tetap. Sistem yang demikian itu disebut bandul sederhana atau bandul
matematis (Herman, 2014).

Bandul sederhana adalah sistem mekanik lain yang menunjukkan gerak


periodik. Bandul tediri atas cakram yang menyerupai partikel bermassa m yang
digantungkan pada seutas tali ringan dengan panjang L yang bagian atasnya tidak
bergerak (dikatakan ke suatu titik). Gerak terjadi pada bidang vertikal dan
disebabkan oleh gaya gravitasi. Kita akan menunjukkan bahwa saat sudut 𝜃 kecil
(kurang dari 10 derat), gerak yang terjadi sangat mirip dengan gerak osilator
harmonik sederhana (Serway, 2009).
Sebuah pendulum sederhana merupakan model yang disempurnakan yang
terdiri dari sebuah massa titik yang ditahan oleh benang kaku tak bermassa. Jika
massa titik ditarik pada salah satu sisi dari posisi kesetimbangannya dan
dilepaskan, massa tersebut akan berisolasi di sekitar posisi kesetimbangannya.
(Young, 2002)
Bandul sederhana adalah benda ideal yang terdiri dari sebuah titik massa,
yang digantungkan pada tali ringan yang tidak dapat mulur. Jika bandul ditarik ke
samping dari posisi seimbangnya dan dilepaskan, maka bandul akan berayun
dalam bidang vertikal karena pengaruh gravitasi. Geraknya merupakan gerak
osilasi dan periodik (Giancoli, 2001).
Menurut Serway (2009), gaya-gaya yang bekerja pada cakram adalah gaya
T yang dihasilkan oleh tali dan gaya gravitasi mg. Komponen tangensial dari gaya
gravitasi, mg sin θ, selalu bekerja ke arah θ = 0 , berlawanan arah dengan
perpindahan bola bandulnya dari posisi terendah. Oleh karena itu, komponen
tangensialnnya adalah gaya pemulih , dan kita
dapat menerapkan Hukum Newtonn II untuk
gerakan dalam arah tangensialnya :
d²s
Ft = -mg sin θ = m
dt²
dimana s adalah posisi bola bandul yang diukur
sepanjang busurnya dan tanda negatif
menunjukkan bahwa gaya tangensialnyaa
bekerja ke arah posisi setimbang (vertikal). Oleh
karena s = Lθ dan L konstan, persamaan ini dapat disederhanakann menjadi
d²θ g
= - θ (untuk nilai θ yang kecil)
dt² L
Menurut Serway (2009), gerak osilasi dengan amplitudo yang kecil adalah
gerak harmonik sederhana. Oleh karena itu, fungsi 𝜃 dapat ditulis sebagai
θ = θmaks cos (ωt + φ) adalah posisi sudut maksimum dan frekuensi sudut
g
adalah ω=√ l sehingga periode geraknya adalah

2π l
T= =2π √
ω g

dengan T = periode osilasi batang(s)

l = panjang batang (cm)


g = percepatan gravitasi bumi (m/s2)

Dengan kata lain, periode dan frekuensi bandul hanya bergantung pada
panjang tali dan percepatan yang diakibatkan oleh gravitasi. Oleh karena periode
tidak bergantung pada massa, maka kita simpulkan bahwa semua bandul
sederhana dengan panjang yang sama dan berada pada lokasi yang sama (sehingga
g konstan) akan berosilasi dengan periode yang sama pula (Serway, 2009).
Sebuah pendulum sederhana, atau suatu variasinya juga merupakan alat
yang tepat dan meyakinkan untuk pengukuran percepatan gravitasi g, karena L
dan T dapat diukur dengan mudah dan tepat. Pengukuran-pengukuran seperti itu
sering digunakan dalam geofisika. (Young, 2002)
Menurut Young (2002), suatu pendulum fisik adalah sembarang pendulum
nyata, menggunakan suatu benda dengan ukuran terhingga, kontras dengan model
idealisasi dari pendulum sederhana dengan semua massanya terkonsentrasi pada
satu titik tunggal. Pada bandul fisis frekuensi sudut diberikan oleh

mgd
ω=√
I

Frekuensi f adalah 1/2π kali ini, dan periode T adalah

1
T=2π√
mgd

Menurut Herman (2014), untuk bandul


fisis dapat dituliskan berdasarkan Hukum
Newton yaitu
pusat
∑τ=Iα,
massa
2
l dθ batang
-(mg sin θ)× =I 2
2 dt
d2 θ mg sin θ
+ =0 Gambar 5.2. Bandul fisis
dt2 I
karena I adalah momen inersia batang yang diputar diujung bandul, dengan
1
I= 3 ml2 , sehingga akan diperoleh:
l
d2 θ (mg sin θ) 2
+ 1 2 =0, untuk θ≪maka sin θ≅θ sehingga,
dt2 ml
3

d2 θ 3g
+ θ=0
dt2 2l
3g
ω2 = θ
2l

2l
T=2π √
3g

dengan T = periode osilasi batang(s)


l = panjang batang (cm)
g = percepatan gravitasi bumi (m/s2)

Alat dan Bahan


A. Alat
1. Neraca ohauss 311 gram = 1 buah
2. Mistar = 1 buah
3. Statif penggantung = 1 set
4. Busur derajat = satu buah
5. Stopwatch = 1 buah
B. Bahan
1. Bandul matematis (massa beban) = 6 buah
2. Bandul fisis = 1 buah
3. Benang/Tali = 1 buah

Identifikasi Variabel

Bandul Matematis
Kegiatan 1: Hubungan Simpangan dengan Periode
A. Variabel manipulasi
Simpangan (˚/cm)
B. Variabel respon
Periode ayunan (s)
C. Variabel kontrol
1. Panjang tali (cm)
2. Massa beban (g)
3. Jumlah ayunan
Kegiatan 2: Hubungan Massa Bandul dengan Periode Ayunan
A. Variabel manipulasi
Massa beban (g)
B. Variabel respon
Periode ayunan (s)
C. Variabel kontrol
1. Simpangan (˚/cm)
2. Panjang tali (cm)
3. Jumlah ayunan
Kegiatan 3: Hubungan Panjang Tali dengan Periode Ayunan
A. Variabel manipulasi
Panjang tali (cm)
B. Variabel respon
Periode ayunan (s)
C. Variabel kontrol
1. Massa beban (g)
2. Simpangan (˚/cm)
3. Jumlah ayunan

Bandul Fisis
A. Variabel manipulasi
Simpangan (˚/cm)
B. Variabel respon
Periode (s)
C. Variabel kontrol
1. Panjang batang (cm)
2. Massa batang (g)
3. Jumlah ayunan
Definisi Operasional Variabel
Kegiatan 1: Hubungan Simpangan dengan Periode
A. Variabel manipulasi
Simpangan adalah jarak bandul dari titik kesetimbangannya yang ditentukan
dengan mengukur sudut yang dibentuk bandul pada titik kesetimbangannya
dengan menggunakan busur derajat yang ditentukan tidak lebih dari 14˚.

B. Variabel respon
Periode ayunan adalah banyaknya waktu yang dibutuhkan oleh bandul untuk
berayun yang diukur dengan menggunakan stopwatch yang mulai dihitung
setelah bandul dilepaskan dari simpangan tertentu hingga kembali pada titik
awalnya sebanyak 10 kali.
C. Variabel kontrol
1. Panjang tali adalah besarnya jarak tali dari ujung tali yang diikatkan ke
statif hingga ke ujung tali yang diikatkan ke bandul yang diukur dengan
menggunakan mistar.
2. Massa beban adalah ukuran materi yang ada pada beban yang
digantungkan pada tali yang merupakan bandul matematis yang diukur
dengan menggunakan Neraca Ohauss 311 gram.
3. Jumlah ayunan adalah banyaknya ayunan yang dikerjakan oleh bandul
dimana satu ayunan dimulai saat dilepaskannya bandul pada simpangan
tertentu, melewati titik kesetimbangan, ke simpangan terjauh, kembali ke
titik kesetimbangan, dan ke titik awal.
Kegiatan 2: Hubungan Massa Bandul dengan Periode Ayunan
A. Variabel manipulasi
Massa beban adalah ukuran materi yang ada pada beban yang digantungkan
pada tali yang merupakan bandul matematis yang diukur dengan
menggunakan Neraca Ohauss 311 gram.
B. Variabel respon
Periode ayunan adalah banyaknya waktu yang dibutuhkan oleh bandul untuk
berayun yang diukur dengan menggunakan stopwatch yang mulai dihitung
setelah bandul dilepaskan dari simpangan tertentu hingga kembali pada titik
awalnya sebanyak 10 kali.
C. Variabel kontrol
1. Simpangan adalah jarak bandul dari titik kesetimbangannya yang
ditentukan dengan mengukur sudut yang dibentuk bandul pada titik
kesetimbangannya dengan menggunakan busur derajat yang ditentukan
tidak lebih dari 14˚.
2. Panjang tali adalah besarnya jarak tali dari ujung tali yang diikatkan ke
statif hingga ke ujung tali yang diikatkan ke bandul yang diukur dengan
menggunakan mistar.
3. Jumlah ayunan adalah banyaknya ayunan yang dikerjakan oleh bandul
dimana satu ayunan dimulai saat dilepaskannya bandul pada simpangan
tertentu, melewati titik kesetimbangan, ke simpangan terjauh, kembali ke
titik kesetimbangan, dan ke titik awal.
Kegiatan 3: Hubungan Panjang Tali dengan Periode Ayunan
A. Variabel manipulasi
Panjang tali adalah besarnya jarak tali dari ujung tali yang diikatkan ke statif
hingga ke ujung tali yang diikatkan ke bandul yang diukur dengan
menggunakan mistar.
B. Variabel respon
Periode ayunan adalah banyaknya waktu yang dibutuhkan oleh bandul untuk
berayun yang diukur dengan menggunakan stopwatch yang mulai dihitung
setelah bandul dilepaskan dari simpangan tertentu hingga kembali pada titik
awalnya sebanyak 10 kali.
C. Variabel kontrol
1. Massa beban adalah ukuran materi yang ada pada beban yang
digantungkan pada tali yang merupakan bandul matematis yang diukur
dengan menggunakan Neraca Ohauss 311 gram.
2. Simpangan adalah jarak bandul dari titik kesetimbangannya yang
ditentukan dengan mengukur sudut yang dibentuk bandul pada titik
kesetimbangannya dengan menggunakan busur derajat yang ditentukan
tidak lebih dari 14˚.
3. Jumlah ayunan adalah banyaknya ayunan yang dikerjakan oleh bandul
dimana satu ayunan dimulai saat dilepaskannya bandul pada simpangan
tertentu, melewati titik kesetimbangan, ke simpangan terjauh, kembali ke
titik kesetimbangan, dan ke titik awal.

Bandul Fisis
A. Variabel manipulasi
Simpangan adalah jarak bandul dari titik kesetimbangannya yang ditentukan
dengan mengukur sudut yang dibentuk bandul pada titik kesetimbangannya
dengan menggunakan busur derajat yang ditentukan tidak lebih dari 14˚.
B. Variabel respon
Periode adalah banyaknya waktu yang dibutuhkan oleh batang untuk berayun
yang diukur dengan menggunakan stopwatch yang mulai dihitung setelah
batang dilepaskan dari simpangan tertentu hingga kembali pada titik awalnya
sebanyak 10 kali.
C. Variabel kontrol
1. Panjang batang adalah besarnya jarak batang dari ujung batang atas yang
digantungkan pada statif hingga ke ujung batang bawah yang diukur
dengan menggunakan mistar.
2. Massa batang adalah ukuran materi batang yang digantungkan pada statif
yang merupakan bandul fisis yang diukur dengan menggunakan Neraca
Ohauss 311 gram.
3. Jumlah ayunan adalah banyaknya ayunan yang dikerjakan oleh bandul
dimana satu ayunan dimulai saat dilepaskannya bandul pada simpangan
tertentu, melewati titik kesetimbangan, ke simpangan terjauh, kembali ke
titik kesetimbangan, dan ke titik awal.

Prosedur Kerja

Kegiatan 1: Bandul Matematis


A. Menimbang massa bandul (beban yang akan digantung pada statif)
B. Menggantung bandul dengan seutas tali pada statif.
C. Mengukur panjang tali penggantung, mencatat hasilnya pada tabel hasil
pengamatan.
D. Memberikan simpangan bandul sebesar ± 5 derajat (atau nyatakan
simpangannya dalam sudut yang kecil (< 14°) kemudian melepaskan bandul.
Mengukur waktu yang dibutuhkan bandul untuk berayun sebanyak 10 kali
ayunan.
E. Mengulangi langkah D di atas dengan simpangan yang berbeda sebanyak 5
kali, mencatat hasilnya dalam tabel hasil pengamatan.
F. Dengan cara yang sama melakukan langkah D sampai E dengan mengubah
massa bandul sebanyak 6 kali (panjang tali dan simpangan konstan).
Mencatat hasil pengamatan pada tabel.
G. Melakukan langkah D sampai E dengan mengubah panjang tali sebanyak 5
kali (massa bandul dan simpangan dikonstankan). Mencatat hasil pada tabel.
Kegiatan 2
A. Menimbang massa batang (batang yang akan digantung pada statif)
B. Menggantung batang pada pengait yang terrpasang pada statif.
C. Memberikan simpangan pada batang sekitar ±3 derajat, kemudian
melepaskan, ukur waktu yang dibutuhkan untuk berayun sebanyak 5 kali
ayunan. Mencatat hasinya pada tabel hasil pengamatan.
D. Melakukan kegiatan 2 untuk sudut yang lain, mengulangi sampai
memperoleh 5 data.
E. Mencatat hasilnya pada tabel hasil pengamatan.

HASIL EKSPERIMEN DAN ANALISIS DATA

Hasil Pengamatan

Bandul Matematis
Kegiatan 1: Hubungan Simpangan dengan Periode
Panjang tali = |49,00 ±0,05|cm
Massa bandul = |50,000±0,005|gram
Jumlah ayunan = 10 kali
Tabel 1. Pengaruh simpangan terhadap periode ayunan
Simpangan (˚/cm) Waktu (s)

|2,0±0,5| |13,0±0,1|
|4,0±0,5| |13,7±0,1|
|6,0±0,5| |14,1±0,1|
|8,0±0,5| |14,1±0,1|
|10,0±0,5| |14,1±0,1|
|12,0±0,5| |13,9±0,1|

Kegiatan 2: Hubungan Massa Bandul dengan Periode Ayunan


Panjang tali = |55,00 ±0,05|cm
Simpangan = |5,0±0,5| (°/cm)
Jumlah ayunan = 10 kali
Tabel 2. Pengaruh massa bandul dengan periode ayunan
Massa bandul (gram) Waktu (s)

|4,815±0,005| |15,0±0,1|
|9,975±0,005| |15,0±0,1|
|19,905±0,005| |15,1±0,1|
|50,000±0,005| |14,9±0,1|
|100,000±0,005| |15,2±0,1|
|200,000±0,005| |15,1±0,1|

Kegiatan 3: Hubungan Panjang Tali dengan Periode Ayunan


Massa bandul = |100,000±0,005|gram
Simpangan = |10,0±0,5| (°/cm)
Jumlah ayunan = 10 kali
Tabel 3. Pengaruh panjang tali dengan periode ayunan

Panjang tali (cm) Waktu (s)

|48,00±0,05| |14,1±0,1|
|51,00±0,05| |14,4±0,1|
|54,00±0,05| |15,1±0,1|
|57,00±0,05| |15,4±0,1|
|60,00±0,05| |15,7±0,1|
|63,00±0,05| |16,0±0,1|

Bandul Fisis
Massa batang = |14,830±0,005|gram
Panjang batang = |64,00 ±0,05|cm
Jumlah ayunan = 10 kali
Tabel 1. Periode ayunan batang
Simpangan (˚/cm) Waktu (s)

|13,1±0,1|
|5,0±0,5| |12,9±0,1|
|13,0±0,1|
|13,0±0,1|

|7,0±0,5| |13,0±0,1|
|13,2±0,1|
|12,9±0,1|

|9,0±0,5| |12,9±0,1|
|13,0±0,1|
|12,9±0,1|

|11,0±0,5| |13,0±0,1|
|13,1±0,1|
|13,2±0,1|
|13,0±0,5| |13,0±0,1|
|13,0±0,1|
ANALISIS DATA

A. Faktor-faktor yang mempengaruhi perode ayunan sederhana.


Berdasarkan tabel 1 yang memberikan data pengaruh simpangan
terhadap periode ayunan, memperlihatkan bahwa waktu yang dibutuhkan oleh
bandul untuk berayun tidak bertambah besar maupun kecil tiap penambahan
besar simpangan dan nilai dari waktu tersebut saling mendekati. Hasil ini
menunjukkan bahwa simpangan tidak mempengaruhi periode ayunan pada
bandul. Sehingga simpangan bukan merupakan faktor yang mempengaruhi
periode ayunan. Sedangkan pengertian simpangan sendiri adalah jarak antara
kedudukan benda yang bergetar pada suatu saat sampai kembali pada
kedudukan seimbangnya. Besarnya simpangan gerakan harmonik sederhana
pada bandul, dapat ditentukan dengan gerak bolak-balik pada ayunan
sederhana
Berdasarkan tabel 2 yang memberikan data pengaruh massa bandul
terhadap periode memperlihatkan bahwa waktu yang dibutuhkan oleh bandul
untuk berayun tidak bertambah besar maupun kecil tiap penambahan massa
beban, bahkan nilai dari waktu tersebut saling mendekati. Hasil ini
menunjukkan bahwa massa tidak mempengaruhi periode ayunan pada bandul.
Sehingga massa bukan merupakan faktor yang mempengaruhi periode
ayunan.
Berdasarkan tabel 3 yang memberikan data pengaruh massa panjang tali
terhadap periode ayunan, memperlihatkan bahwa semakin besar panjang tali,
maka semakin besar pula waktu yang dibutuhkan yang tentunya
menyebabkan bertambah besarnya periode ayunan. Terdapat hubungan yang
berbanding lurus antara panjang tali dengan periode. Sehingga panjang tali
berpengaruh terhadap periode ayunan pada bandul. Pengaruh panjang tali
sangat menentukan banyak getaran yang dihasilkan oleh bandul. Semakin
panjang tali maka semakin kecil getaran dan frekuensi yang dihasilkan,
sedangkan periodenya semakin bertambah. Hal ini dikarenakan jika tali
semakin panjang, maka akan sulit untuk bandul berayun sehingga bandul
akan bergerak semakin lambat.
l
B. Pembuktian persamaan T=2π√g berdasarkan analisis dimensi

l
T=2π√
g

m
s=2π√ (2π=konstanta)
m/s²

L
T=√ -2
LT
1
L2
T= 1
(LT-2 )2
1
L2
T= 1
L2 T-1
1
T=
T-1
T=T
l
Maka secara analisis dimensi persamaan T=2π√g benar.

C. Periode pada kegiatan 3


Berdasarkan persamaan
1. Untuk data 1
Panjang tali =|48,00±0,05|cm=|0,48±0,0005|m
a. Periode ayunan
l
T=2π√
g

22 0,48 m
T=2. √
7 9,8 m/s2

T=1,391 s
b. Ketidakpastian
1 1
T=2π . l2 . g-2 (2π adalah konstanta dan tidak mempengaruhi
kesalahan)
1 1
T= l2 . g-2
δT
dT= | | dl
δl
1 1
δ l2 . g-2
dT= | | dl
δl

1 1 1
dT= | l-2 g-2 | dl
2
- 1 1
-
1
dT 2 l 2 g 2
=| 1 1 | dl
T l .g2
2
-

dT 1 -1
= | l | dl
T 2
∆T 1
= | | ∆l
T 2l
∆l
∆T= | | T
2l
0,0005 m
∆T= | | 1,391 s
2(0,48) m
∆T=|0,00052|1,391 s
∆T=0,00072 s
c. Kesalahan relatif
∆T
KR= ×100%
T
0,00072 s
KR= ×100%=0,05%=4AB
1,391 s
d. Derajat kepercayaan
DK=100%-KR
DK=100%-0,05%=99,95%
e. Pelaporan fisika
T={T±∆T}s
T={1,391±0,001}s
2. Untuk data 2
Panjang tali =|51,00±0,05|cm=|0,51±0,0005|m
a. Periode ayunan

22 0,51 m
T=2. √
7 9,8 m/s2

T=1,434 s
b. Ketidakpastian
0,0005 m
∆T= | | 1,434 s
2(0,51) m
∆T=|0,00049|1,434 s
∆T=0,0007 s
c. Kesalahan relatif
0,0007 s
KR= ×100%=0,049%=4AB
1,434 s
d. Derajat kepercayaan
DK=100%-0,049%=99,951%
e. Pelaporan fisika
T={1,434±0,001}s
3. Untuk data 3
Panjang tali =|54,00±0,05|cm=|0,54±0,0005|m
a. Periode ayunan

22 0,54 m
T=2. √
7 9,8 m/s2
T=1,475 s
b. Ketidakpastian
0,0005 m
∆T= | | 1,475 s
2(0,54) m
∆T=|0,000463|1,475 s
∆T=0,00068 s
c. Kesalahan relatif
0,00068 s
KR= ×100%=0,046%=4AB
1,475 s
d. Derajat kepercayaan
DK=100%-0,046%=99,954%
e. Pelaporan fisika
T={1,475±0,001}s
4. Untuk data 4
Panjang tali =|57,00±0,05|cm=|0,57±0,0005|m
a. Periode ayunan

22 0,57 m
T=2. √
7 9,8 m/s2

T=1,516 s
b. Ketidakpastian
0,0005 m
∆T= | | 1,516 s
2(0,57) m
∆T=|0,0004386|1,516 s
∆T=0,00066 s

c. Kesalahan relatif
0,00066 s
KR= ×100%=0,044%=4AB
1,516 s
d. Derajat kepercayaan
DK=100%-0,044%=99,956%
e. Pelaporan fisika
T={1,516±0,001}s
5. Untuk data 5
Panjang tali =|60,00±0,05|cm=|0,60±0,0005|m
a. Periode ayunan

22 0,60 m
T=2. √
7 9,8 m/s2

T=1,555 s
b. Ketidakpastian
0,0005 m
∆T= | | 1,555 s
2(0,60) m
∆T=|0,000417|1,555 s
∆T=0,000648 s
c. Kesalahan relatif
0,000648 s
KR= ×100%=0,042%=4AB
1,555 s
d. Derajat kepercayaan
DK=100%-0,042%=99,958%
e. Pelaporan fisika
T={1,555±0,001}s
6. Untuk data 6
Panjang tali =|63,00±0,05|cm=|0,63±0,0005|m
a. Periode ayunan

22 0,63 m
T=2. √
7 9,8 m/s2

T=1,594 s
b. Ketidakpastian
0,0005 m
∆T= | | 1,594 s
2(0,63) m
∆T=|0,000397|1,594 s
∆T=0,00063 s
c. Kesalahan relatif
0,00063 s
KR= ×100%=0,0397%=4AB
1,594 s
d. Derajat kepercayaan
DK=100%-0,042%=99,96%
e. Pelaporan fisika
T={1,594±0,001}s
7. Periode Bandul Matematis
a. Periode rata-rata
T1 +T2 +T3 +T4 +T5 +T6
̅=
T
n
1,391 s + 1,434 s + 1,475 s + 1,516 s + 1,555 s + 1,594 s
̅=
T =1,494 s
6
b. Ketidakpastian
̅|, δ2 =|T2 -T
δ1 =|T1 -T ̅|, δ3 =|T3 -T|, δ4 =|T4 -T|, δ5 =|T5 -T|, δ6 =|T6 -T|
δ1 =|1,391-1,494| s= 0,103 s
δ2 =|1,434-1,494| s= 0,06 s
δ3 =|1,475-1,494| s= 0,019 s

δ4 =|1,516-1,494| s= 0,022 s

δ5 =|1,555-1,494| s= 0,061 s

δ6 =|1,594-1,494| s= 0,1 s
δmax =0,103 s
∆T=0,103 s

c. Kesalahan relatif

0,103 s
KR= ×100%=6,9%=3AB
1,494 s
d. Derajat kepercayaan
DK=100%-6,9%=93,1%
e. Pelaporan fisika
T={1,49±0,10}s
Berdasarkan data waktu pada tabel 3
1. Untuk data 1
1) Periode
t
T=
n
14,1 s
T= =1,41 s
10
2) Ketidakpastian
T = tn-1 dimana jumlah getaran tidak bersatuan sehingga tidak
mempengaruhi kesalahan
T=t
δT
dT= | | dt
δt
dT=|1|dt
dT 1
= | | dt
T t
∆T ∆t
=| |
T t
∆t
∆T= | | T
t
0,1 s
∆T= | | 1,41 s
14,1 s
∆T=|0,00709|1,41 s
∆T=0,01 s
3) Kesalahan relatif
∆T
KR= ×100%
T
0,01 s
KR= ×100%=0,7%=4AB
1,41 s
4) Derajat kepercayaan
DK=100%-KR
DK=100%-0,7%=99,3%
5) Pelaporan fisika
T={T±∆T}s
T={1,410±0,010}s
2. Untuk data 2
a. Periode
14,4 s
T= =1,44 s
10
b. Ketidakpastian
0,1 s
∆T= | | 1,44 s
14,4 s
∆T=|0,00694|1,44 s
∆T=0,01 s
c. Kesalahan relatif
0,01 s
KR= ×100%=0,7%=4AB
1,44 s
d. Derajat kepercayaan
DK=100%-0,7%=99,3%
e. Pelaporan fisika
T={1,440±0,010}s
3. Untuk data 3
a. Periode
15,1 s
T= =1,51 s
10
b. Ketidakpastian
0,1 s
∆T= | | 1,51 s
15,1 s
∆T=|0,00662|1,51 s
∆T=0,01 s
c. Kesalahan relatif
0,01 s
KR= ×100%=0,66%=4AB
1,51 s
d. Derajat kepercayaan
DK=100%-0,66%=99,34%
e. Pelaporan fisika
T={1,510±0,010}s
4. Untuk data 4
a. Periode
15,4 s
T= =1,54 s
10
b. Ketidakpastian
0,1 s
∆T= | | 1,54 s
15,4 s
∆T=|0,00649|1,54 s
∆T=0,01 s
c. Kesalahan relatif
0,01 s
KR= ×100%=0,65%=4AB
1,54 s
d. Derajat kepercayaan
DK=100%-0,65%=99,35%
e. Pelaporan fisika
T={1,540±0,010}s
5. Untuk data 5
a. Periode
15,7 s
T= =1,57 s
10

b. Ketidakpastian
0,1 s
∆T= | | 1,57 s
15,7 s
∆T=|0,00637|1,57 s
∆T=0,01 s
c. Kesalahan relatif
0,01 s
KR= ×100%=0,637%=4AB
1,57 s
d. Derajat kepercayaan
DK=100%-0,65%=99,363%
e. Pelaporan fisika
T={1,570±0,010}s
6. Untuk data 6
a. Periode
16,0 s
T= =1,60 s
10
b. Ketidakpastian
0,1 s
∆T= | | 1,60 s
16,0 s
∆T=|0,00625|1,60 s
∆T=0,01 s
c. Kesalahan relatif
0,01 s
KR= ×100%=0,625%=4AB
1,60 s
d. Derajat kepercayaan
DK=100%-0,65%=99,375%
e. Pelaporan fisika
T={1,600±0,010}s
7. Periode Bandul Matematis
a. Periode rata-rata
1,41 s+1,44 s+1,51 s+1,54 s+1,57 s+1,60 s
̅=
T =1,51 s
6
b. Ketidakpastian
̅|, δ2 =|T2 -T
δ1 =|T1 -T ̅|, δ3 =|T3 -T|, δ4 =|T4 -T|, δ5 =|T5 -T|, δ6 =|T6 -T|
δ1 =|1,41-1,51| s= 0,1 s
δ2 =|1,44-1,51| s= 0,07 s
δ3 =|1,51-1,51| s= 0,00 s

δ4 =|1,54-1,51| s= 0,03 s

δ5 =|1,57-1,51| s= 0,06 s

δ6 =|1,60-1,51| s= 0,09 s
δmax =0,1 s
∆T=0,1 s

c. Kesalahan relatif
0,1 s
KR= ×100%=6,6%=3AB
1,51 s
d. Derajat kepercayaan
DK=100%-6,6%=93,4%
e. Pelaporan fisika
T={1,51±0,10}s
D. Tabel perbandingan periode berdasarkan data panjang tali dan periode
berdasarkan data waktu
Periode dan Ketidakpastian (s)
No Panjang tali (cm) Waktu (s) l
t/n 2π√g

1 {48,00±0,05} {14,1±0,1} {1,410±0,010} {1,391±0,001}


2 {51,00±0,05} {14,4±0,1} {1,440±0,010} {1,434±0,001}
3 {54,00±0,05} {15,1±0,1} {1,510±0,010} {1,475±0,001}
4 {57,00±0,05} {15,4±0,1} {1,540±0,010} {1,516±0,001}
5 {60,00±0,05} {15,7±0,1} {1,570±0,010} {1,555±0,001}
6 {63,00±0,05} {16,0±0,1} {1,600±0,010} {1,594±0,001}

E. Plot grafik hubungan antara T2 dan l berdasarkan persamaan


Berdasarkan persamaan T= t/n
1. Tabel hubungan antara kuadrat periode dengan panjang tali
No T2 (s2) l (m)
1 1,9881 0,48
2 2,0736 0,51
3 2,2801 0,54
4 2,3716 0,57
5 2,4649 0,60
6 2,56 0,63
2. Grafik hubungan antara kuadrat periode dengan panjang tali
Grafik hubungan antara T2 dan l
0.7
0.6 y = 0.2493x - 0.0158
R² = 0.9793
0.5
0.4
l (m)

0.3
0.2
0.1
0
0 0.5 1 1.5 2 2.5 3
T (s2)

a. Percepatan gravitasi

l
T=2π√
g

l
T2 =4π2
g
l
g=4π2
T2
y=mx+c
dy ∂mx+c
=
dx ∂x
dy
=m
dx
∆y ∆l l
m= = 2 = 2
∆x ∆T T
g= m4𝜋²
y= 0,2493x - 0,0158
maka m= 0,2493
22 2
g= 0,2493× 4 ( 7 ) m/s2 = 9,8499 m/s2

b. Derajat Kepercayaan
DK=R2×100%
DK=0, 9793×100%=97,93%
c. Kesalahan Relatif
KR=100%-DK
KR=100%-97,93%=2,07%=3AB
d. Ketidakpastian
Δg
KR= x 100%
g
KR
Δg=g ×
100%
2,07%
∆g=9,8499 m/s2 × =0,204 m/s2
100%

e. Pelaporan Fisika
g=|g±Δg|m/s2
g=|9,85±0,20|m/s2
t
T=
n
Bandul Fisis
A. Periode ayunan tiap simpangan
1. Untuk data 1 dengan simpangan 5,0˚
a. Waktu
1) Waktu rata-rata
t1 +t2 +t3
̅
t=
3
13,1+12,9+13,0
̅ (
t= )s
3
t=̅ 13,0 s
t=13,0 s
2) Ketidakpastian
δ1 =|t1 -t|̅ , δ2 =|t2 -t|̅ , δ3 =|t3 -t|
δ1 =|13,1-13,0| s= 0,1 s
δ2 =|12,9-13,0| s= 0,1 s
δ3 =|13,0-13,0| s= 0,0 s
δmax =0,1 s
∆t=0,1 s
3) Kesalahan relatif
Δt
KR= x 100%
t
0,1 s
KR= x 100%=0,8%=4AB
13,0 s
4) Derajat kepercayaan
DK=100%-KR
DK=100%-0,8%=99,2%
5) Pelaporan fisika
t=|t±Δt|s
t=|13,00±0,10|s
b. Periode
1) Periode
t
T=
n
13,00 s
T= =1,3 s
10
2) Ketidakpastian
∆t
∆T= | | T
t
0,10 s
∆T= | | 1,3 s
13,00 s
∆T=0,01 s
3) Kesalahan relatif
∆T
KR= ×100%
T
0,01 s
KR= ×100%=0,8%=4AB
1,3 s
4) Derajat kepercayaan
DK=100%-KR
DK=100%-0,8%=99,2%
5) Pelaporan fisika
T={T±∆T}s
T={1,300±0,010}s

2. Untuk data 2 dengan simpangan 7,0˚


a. Waktu
1) Waktu rata-rata
13,0+13,0+13,2
̅ (
t= )s
3
t=̅ 13,1 s
t=13,1 s
2) Ketidakpastian
δ1 =|13,0-13,1| s= 0,1 s
δ2 =|13,0-13,1| s= 0,1 s
δ3 =|13,2-13,1| s= 0,1 s
δmax =0,1 s
∆t=0,1 s
3) Kesalahan relatif
0,1 s
KR= x 100%=0,76%=4AB
13,1 s
4) Derajat kepercayaan
DK=100%-0,76%=99,24%
5) Pelaporan fisika
t=|13,10±0,10|s
b. Periode
1) Periode
13,10 s
T= =1,31 s
10
2) Ketidakpastian
0,10 s
∆T= | | 1,31 s
13,10 s
∆T=0,01 s
3) Kesalahan relatif
0,01 s
KR= ×100%=0,76%=4AB
1,31 s
4) Derajat kepercayaan
DK=100%-0,76%=99,24%
5) Pelaporan fisika
T={1,310±0,010}s

3. Untuk data 3 dengan simpangan 9,0˚


a. Waktu
1) Waktu rata-rata
12,9+12,9+13,0
̅ (
t= )s
3
t=̅ 12,93 s
t=12,93 s
2) Ketidakpastian
δ1 =|12,9-12,93| s= 0,03 s
δ2 =|12,9-12,93| s= 0,03 s
δ3 =|13,0-12,93| s= 0,07 s
δmax =0,07 s
∆t=0,07 s
3) Kesalahan relatif
0,07 s
KR= x 100%=0,5%=4AB
12,93 s
4) Derajat kepercayaan
DK=100%-0,5%=99,5%
5) Pelaporan fisika
t=|12,93±0,07|s
b. Periode
1) Periode
12,93 s
T= =1,293 s
10
2) Ketidakpastian
0,07 s
∆T= | | 1,293 s
12,93 s
∆T=0,007 s
3) Kesalahan relatif
0,007 s
KR= ×100%=0,5%=4AB
1,293 s
4) Derajat kepercayaan
DK=100%-0,5%=99,5%
5) Pelaporan fisika
T={1,293±0,007}s

4. Untuk data 4 dengan simpangan 11,0˚


a. Waktu
1) Waktu rata-rata
12,9+13,0+13,1
̅ (
t= )s
3
t=̅ 13,0 s
t=13,0 s
2) Ketidakpastian
δ1 =|12,9-13,0| s= 0,1 s
δ2 =|13,0-13,0| s= 0,0 s
δ3 =|13,1-13,0| s= 0,1 s
δmax =0,1 s
∆t=0,1 s
3) Kesalahan relatif
0,1 s
KR= x 100%=0,77%=4AB
13,0 s
4) Derajat kepercayaan
DK=100%-0,77%=99,23%
5) Pelaporan fisika
t=|13,00±0,10|s
b. Periode
1) Periode
13,00 s
T= =1,3 s
10
2) Ketidakpastian
0,10 s
∆T= | | 1,3 s
13,00 s
∆T=0,01 s
3) Kesalahan relatif
0,01 s
KR= ×100%=0,8%=4AB
1,3 s
4) Derajat kepercayaan
DK=100%-0,8%=99,2%
5) Pelaporan fisika
T={1,300±0,010}s

5. Untuk data 5 dengan simpangan 12,0˚


a. Waktu
1) Waktu rata-rata
13,2+13,0+13,0
̅ (
t= )s
3
t=̅ 13,1 s
t=13,1 s
2) Ketidakpastian
δ1 =|13,2-13,1| s= 0,1 s
δ2 =|13,0-13,1| s= 0,1 s
δ3 =|13,0-13,1| s= 0,1 s
δmax =0,1 s
∆t=0,1 s
3) Kesalahan relatif
0,1 s
KR= x 100%=0,76%=4AB
13,1 s
4) Derajat kepercayaan
DK=100%-0,76%=99,24%
5) Pelaporan fisika
t=|13,10±0,10|s
b. Periode
1) Periode
13,10 s
T= =1,31 s
10
2) Ketidakpastian
0,10 s
∆T= | | 1,31 s
13,10 s
∆T=0,01 s
3) Kesalahan relatif
0,01 s
KR= ×100%=0,76%=4AB
1,31 s
4) Derajat kepercayaan
DK=100%-0,76%=99,24%
5) Pelaporan fisika
T={1,310±0,010}s
6. Periode Bandul Fisis
a. Periode rata-rata
T1 +T2 +T3 +T4 +T5
̅=
T
n
1,3 s+1,31 s+1,29 s+1,3 s+1,31 s
̅=
T =1,30 s
5
b. Ketidakpastian
̅|, δ2 =|T2 -T
δ1 =|T1 -T ̅|, δ3 =|T3 -T|, δ4 =|T4 -T|, δ5 =|T5 -T|
δ1 =|1,30-1,30| s= 0,00 s
δ2 =|1,31-1,30| s= 0,01 s
δ3 =|1,29-1,30| s= 0,01 s

δ4 =|1,30-1,30| s= 0,00 s

δ5 =|1,31-1,30| s= 0,01 s

δmax =0,01 s
∆T=0,01 s
c. Kesalahan relatif

0,01 s
KR= ×100%=0,8%=4AB
1,30 s
d. Derajat kepercayaan
DK=100%-0,8%=99,2%
e. Pelaporan fisika
T={1,300±0,010}s

2l
B. Percepatan gravitasi berdasarkan persamaan T=2π√3g tiap periode

1. Untuk data 1
a. Percepatan gravitasi untuk T=|1,300±0,010|s

2l
T=2π√
3g

2l
T2 =4π2 ( )
3g
2l
g=4π2 ( )
3T2
22 2 2.0,64 m
g=4 ( ) [ ]
7 3(1,300 s)2
1936 1,28 m
g= ( )( )
49 5,07 s2
g=9,975 m/s2
b. Ketidakpastian
2l
g=4π2 ( )
3T2
2
4π2 dan merupakan konstanta sehingga tidak mempengaruhi
3

kesalahan
l
g=
T2
g=l.T-2
δg δg
dg= | | dl+ | | dT
δl δT
dg=|T-2 |dl+|2l.T-3 |dT
dg T-2 2l.T-3
= | -2 | dl+ | -2 | dT
g l.T l.T
dg 1
= | | dl+|2T-1 |dT
g l
dg dl 2dT
=| |+| |
g l T
∆l 2∆T
∆g= | + |g
l T
0,0005 m 2. 0,010 s
∆g= | + | 9,975 m/s2
0,64 m 1,300 s
∆g=|0,00078+0,01538|9,975 m/s2
∆g=|0,01616|9,975 m/s2
∆g=0,161 m/s2
c. Kesalahan relatif
Δg
KR= x 100%
g
0,161 m/s2
KR= x 100%=1,6%=3AB
9,975 m/s2
d. Derajat Kepercayaan
DK=100%-KR
DK=100%-1,6%=98,4%
e. Pelaporan Fisika
g=|g±Δg|m/s2
g=|9,98±0,16|m/s2
2. Untuk data 2 untuk T=|1,310±0,010|s
a. Percepatan gravitasi
22 2 2.0,64 m
g=4 ( ) [ ]
7 3(1,310 s)2
1936 1,28 m
g= ( )( )
49 5,1483 s2
g=9,82 m/s2
b. Ketidakpastian
0,0005 m 2. 0,010 s
∆g= | + | 9,82 m/s2
0,64 m 1,310 s
∆g=|0,00078+0,01527|9,82 m/s2
∆g=|0,01605|9,82 m/s2
∆g=0,1576 m/s2
c. Kesalahan relatif
0,1576 m/s2
KR= x 100%=1,6%=3AB
9,82 m/s2
d. Derajat Kepercayaan
DK=100%-1,6%=98,4%
e. Pelaporan Fisika
g=|9,82±0,16|m/s2
3. Untuk data 3 untuk T=|1,293±0,007|s
a. Percepatan gravitasi
22 2 2.0,64 m
g=4 ( ) [ ]
7 3(1,293 s)2
1936 1,28 m
g= ( )( )
49 5,015547 s2
g=10,08 m/s2
b. Ketidakpastian
0,0005 m 2. 0,007 s
∆g= | + | 10,08 m/s2
0,64 m 1,293 s
∆g=|0,00078+0,01083|10,08 m/s2
∆g=|0,01161|10,08 m/s2
∆g=0,117 m/s2
c. Kesalahan relatif
0,117 m/s2
KR= x 100%=1,2%=3AB
10,08 m/s2
d. Derajat Kepercayaan
DK=100%-1,2%=98,8%
e. Pelaporan Fisika
g=|10,1±0,1|m/s2
4. Untuk data 4 untuk T=|1,300±0,010|s
a. Percepatan gravitasi
22 2 2.0,64 m
g=4 ( ) [ ]
7 3(1,300 s)2
1936 1,28 m
g= ( )( )
49 5,07 s2
g=9,97 m/s2
b. Ketidakpastian
0,0005 m 2. 0,010 s
∆g= | + | 9,97 m/s2
0,64 m 1,300 s
∆g=|0,00078+0,01538|9,97 m/s2
∆g=|0,01616|9,97 m/s2
∆g=0,161 m/s2
c. Kesalahan relatif
0,161 m/s2
KR= x 100%=1,6%=3AB
9,97 m/s2
d. Derajat Kepercayaan
DK=100%-1,6%=98,4%
e. Pelaporan Fisika
g=|9,97±0,16|m/s2
5. Untuk data 5 untuk T=|1,310±0,010|s
a. Percepatan gravitasi
22 2 2.0,64 m
g=4 ( ) [ ]
7 3(1,310 s)2
1936 1,28 m
g= ( )( )
49 5,1483 s2
g=9,82 m/s2
b. Ketidakpastian
0,0005 m 2. 0,010 s
∆g= | + | 9,82 m/s2
0,64 m 1,310 s
∆g=|0,00078+0,01527|9,82 m/s2
∆g=|0,01605|9,82 m/s2
∆g=0,158 m/s2
c. Kesalahan relatif
0,158 m/s2
KR= x 100%=1,6%=3AB
9,82 m/s2
d. Derajat Kepercayaan
DK=100%-1,6%=98,4%
e. Pelaporan Fisika
g=|9,82±0,16|m/s2
6. Periode Bandul Fisis
a. Periode rata-rata
g1 +g2 +g3 +g4 +g5
g̅ =
n
9,975 m/s2 +9,82 m/s2 +10,08 m/s2 +9,97 m/s2 +9,82 m/s2
g̅ = =9,933 m/s2
5
b. Ketidakpastian
δ1 =|g1 -g̅ |, δ2 =|g2 -g̅ |, δ3 =|g3 -g|, δ4 =|g4 -g|, δ5 =|g5 -g|
δ1 =|9,975-9,933|m/s2 = 0,042 m/s2
δ2 =|9,820-9,933|m/s2 = 0,113 m/s2
δ3 =|10,08-9,933|m/s2 = 0,147 m/s2

δ4 =|9,970-9,933|m/s2 = 0,037 m/s2

δ5 =|9,820-9,933|m/s2 = 0,113 m/s2

δmax =0,147 m/s2


∆g=0,147 m/s2

c. Kesalahan relatif

0,147 m/s2
KR= ×100%=1,5%=3AB
9,933 m/s2
d. Derajat kepercayaan
DK=100%-1,5%=98,5%
e. Pelaporan fisika
g={9,93±0,15}m/s2

PEMBAHASAN

Kegiatan 1: Bandul Matematis

Untuk bandul matematis yang terdiri dari 3 kegiatan. Dimana dicari hubungan
antara periode ayunan dengan massa, simpangan, dan panjang tali. Berdasarkan
tabel 1 yang memberikan data pengaruh simpangan terhadap periode ayunan,
memperlihatkan bahwa waktu yang dibutuhkan oleh bandul untuk berayun tidak
bertambah besar maupun kecil tiap penambahan besar simpangan dan nilai dari
waktu tersebut saling mendekati. Hasil ini menunjukkan bahwa simpangan tidak
mempengaruhi periode ayunan pada bandul. Sehingga simpangan bukan
merupakan faktor yang mempengaruhi periode ayunan.
Berdasarkan tabel 2 yang memberikan data pengaruh massa bandul terhadap
periode memperlihatkan bahwa waktu yang dibutuhkan oleh bandul untuk
berayun tidak bertambah besar maupun kecil tiap penambahan massa beban,
bahkan nilai dari waktu tersebut saling mendekati. Hasil ini menunjukkan bahwa
massa tidak mempengaruhi periode ayunan pada bandul. Sehingga massa bukan
merupakan faktor yang mempengaruhi periode ayunan.
Berdasarkan tabel 3 yang memberikan data pengaruh massa panjang tali
terhadap periode ayunan, memperlihatkan bahwa semakin besar panjang tali,
maka semakin besar pula waktu yang dibutuhkan yang tentunya menyebabkan
bertambah besarnya periode ayunan. Terdapat hubungan yang berbanding lurus
antara panjang tali dengan periode. Sehingga panjang tali berpengaruh terhadap
periode ayunan pada bandul. Pengaruh panjang tali sangat menentukan banyak
getaran yang dihasilkan oleh bandul. Semakin panjang tali maka semakin kecil
getaran dan frekuensi yang dihasilkan, sedangkan periodenya semakin bertambah.
Hal ini dikarenakan jika tali semakin panjang, maka akan sulit untuk bandul
berayun sehingga bandul akan bergerak semakin lambat.
Dari ketiga kegiatan untuk bandul matematis, dapat disimpulkan bahwa
faktor yang mempengaruhi periode ayunan adalah panjang tali. Dimana periode
berbanding lurus dengan panjang tali. Sedangkan massa dan simpangan tidak
mempengaruhi besarnya periode ayunan.
Pada pembuktian persamaan periode untuk periode pada bandul matematis
dengan menggunakan analisis dimensi diperoleh nilai T pada ruas kiri harus sama
l
dengan nilai pada ruas kanan persamaan T=2π√g . Dimana 2π dalam persamaan

tidak dianalisis karena merupakan konstanta. Satuan dari periode adalah sekon
dengan dimensi T, panjang tali adalah meter dengan dimensi L, dan percepatan
gravitasi adalah meter per sekon kuadrat dengan dimensi LT-2. Setelah ruas kanan
disederhanakan diperoleh nilai T yang merupakan dimensi waktu yang merupakan
satuan dari periode, sehingga ruas kanan sama dengan ruas kiri diperoleh T, maka
disimpulkan bahwa persamaan tersebut benar.
Pada kegiatan 3 yang mencari hubungan antara panjang tali dengan periode
ayunan dianalisis untuk memperoleh nilai periode ayunan dengan menggunakan
l
data panjang tali menggunakan rumus T=2π√g, dan data waktu yang dibutuhkan
t
untuk 10 kali ayunan menggunakan rumus T= n. Pada analisis ini dicari pula

ketidakpastiannya, kesalahan relatif, derajat kepercayaan, dan pelaporan fisika


masing-masing data kemudian dibandingkan antara kedua rumus tersebut. Untuk
l
data panjang tali menggunakan rumus T=2π√g dan analisis ketidakpastian adalah

∆l
∆T= | 2l | T diperoleh pelaporan fisika untuk data 1 T={1,391±0,001}s, untuk data 2

T={1,434±0,001}s, untuk data 3 T={1,475±0,001}s, untuk data 4


T={1,516±0,001}s, untuk data 5 T={1,555±0,001}s, dan untuk data 6
t
T={1,594±0,001}s. Untuk data waktu menggunakan rumus T= n dan analisis
∆t
ketidakpastian adalah ∆T= | t | T diperoleh pelaporan fisika untuk data 1

T={1,410±0,010}s, untuk data 2 T={1,440±0,010}s, untuk data 3


T={1,510±0,010}s, untuk data 4 T={1,540±0,010}s, untuk data 5
T={1,570±0,010}s, dan untuk data 6 T={1,600±0,010}s. Dari perbandingan
nilainya tersebut menunjukkan bahwa nilai periode dengan menggunakan rumus
panjang tali lebih kecil dibandingkan dengan rumus waktu meskipun nilainya
sama-sama mendekati karena pada dasarnya nilai antara keduanya haruslah sama.

Dari data periode berdasarkan pengamatan, dibuatkan plot grafik hubungan


antara kuadrat periode dengan panjang tali untuk memperoleh nilai percepatan
l l
gravitasi dimana dari grafik nilai gradien m= sehingga dari persamaan T=2π√g
T2

diperoleh g= m4𝜋². Untuk data periode berdasarkan data waktu diperoleh


pelaporan fisika percepatan gravitasi yaitu g=|9,85±0,20|m/s2 . Nilai tersebut
menunjukkan nilai yang sesuai dengan teori dimana percepatan gravitasi
sesungguhnya bernilai 9,80 m/s2, sehingga hasil praktikum kami berhasil.

Kegiatan 2: Bandul Fisis

Berdasarkan tabel 4 hasil pengamatan, dianalisis nilai periode dengan


t
menggunakan data waktu yaitu dengan rumus T= n tiap data pada simpangan

tertentu yang merupakan pengukuran berulang sehingga data periode yang


diperoleh dirata-ratakan dan dicari ketidakpastiannya dengan menentukan δmaks.
Pada simpangan 5˚diperoleh pelaporan fisika T=|1,300±0,010|s, pada simpangan
7˚ diperoleh pelaporan fisika T=|1,310±0,010|s, pada simpangan 9˚ diperoleh
pelaporan fisika T=|1,293±0,007|s, pada simpangan 11˚ diperoleh pelaporan
fisika T=|1,300±0,010|s, dan pada simpangan 13˚ diperoleh pelaporan
fisika T=|1,310±0,010|s. Sesuai dengan teori, dimana besarnya simpangan tidak
mempengaruhi nilai dari periode sehingga nilai tiap penambahan besar simpangan
saling mendekati.
Dari data panjang batang yang diperoleh digunakan untuk memperoleh nilai
2l
percepatan gravitasi berdasarkan persamaan T=2π√3g diperoleh persamaan

2l ∆l 2∆T
percepatan g=4π2 ( ) beserta analisis ketidakpastiannya yaitu ∆g= | l + | g.
3T2 T

Untuk data 1 diperoleh pelaporan fisika g=|9,98±0,16|m/s2 , untuk data 2


diperoleh pelaporan fisika g=|9,82±0,16|m/s2 ,untuk data 3 diperoleh pelaporan
fisika g=|10,1±0,1|m/s2 , untuk data 4 diperoleh pelaporan fisika
g=|9,97±0,16|m/s2 , dan untuk data 5 diperoleh pelaporan fisika
g=|9,82±0,16|m/s2 . Dari data-data yang diperoleh menunjukkan nilai percepatan
gravitasi pada analisis mendekati nilai dari percepatan gravitasi yang sebenarnya
yaitu 9,8 m/s2 sehingga praktikum yang kami lakukan berhasil.

SIMPULAN DAN DISKUSI


A. Simpulan
Berdasarkan hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa
1. Faktor-faktor yang mempengaruhi periode ayunan pada bandul
matematis adalah panjang tali dan tidak dipengaruhi oleh massa beban
dan simpangan, sedangkan pada bandul fisis adalah panjang batang tepat
pada titik torsi benda. Ada pula pengaruh percepatan gravitasi sebagai
faktor yang mempengaruhi bandul matematis dan fisis sesuai berlakunya
hukum Newton.
2. Pada bandul matematis percepatan gravitasi dapat ditentukan dengan
menggunakan persamaan terkait hubungan antara periode dengan
l
panjang tali yaitu T=2π√g sehingga diperoleh persamaan percepatan

l
gravitasi g=4π2 ( 2 ). Sedangkan pada bandul fisis percepatan gravitasi
T

dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan terkait hubungan


2l
antara periode dengan panjang tali yaitu T=2π√3g sehingga diperoleh

2l
persamaan percepatan gravitasi g=4π2 ( ). Dimana T merupakan
3T2
t
periode yang dapat ditentukan dengan menggunakan rumus T= n

berdasarkan ayunan sederhana pada bandul yang secara langsung dapat


dihitung dengan menggunakan alat ukur waktu (stopwatch).
3. Penentuan nilai periode bandul matematis dan fisis dapat dilakukan
t
secara langsung dengan metode ayunan sederhana dengan rumus T= n

sedangkan berdasarkan panjang bandul berdasarkan hukum Newton


l
diperoleh persamaan untuk bandul matematis T=2π√g dan untuk bandul

2l
fisis T=2π√3g.

B. Diskusi
Diskusi yang kami lakukan berupa saran untuk asisten, dosen, dan
laboratorium ,
1. Saran bagi asisten
Kepada asisten kami menyarankan agar lebih memperhatikan keadaan
praktikan. Asisten hendaknya pandai dalam memanagemen waktu untuk
memberikan hak praktikan untuk memperoleh respon, pengawasan
praktikum, serta analisis data praktikum. Karena praktikan kewalahan
dalam praktikum maupun penulisan laporan.
2. Saran bagi dosen
Kepada dosen hendaknya mengawasi kinerja asisten dalam membimbing
praktikannya.
3. Saran bagi laboratorium
Kepada laboratorium maupun petugas yang menyediakan alat dan bahan
dalam praktikum hendaknya mengawasi dan memperhatikan alat-alat ukur
atau kelengkapan yang ada di dalam laboratorium karena masih banyak
dari alat tersebut yang sudah sehingga tak dapat digunakan lagi.

DAFTAR RUJUKAN

Giancoli, Douglas C. 2001. FISIKA Edisi Kelima Jilid 1. Jakarta: Erlangga


Herman dan asisten. 2014. PENUNTUN PRAKTIKUM FISIKA DASAR.
Makassar: Laboratorium Fisika Dasar.
Serway, Raymond A. dan Jewett, John W. 2009. FISIKA untuk Sains dan Teknik.
Jakarta: Salemba Teknika
Tipler, Paul. 1998. Fisika Sins dan Teknik. Jakarta: Erlangga
Young, Hugh D dkk. 2002. FISIKA UNIVERSITAS Edisi Kesepuluh Jilid 1.
Jakarta: Erlangga.