Anda di halaman 1dari 5

 Jawaban Tugas Akhir Modul 2

1. Rumuskanlah kompetensi guru secara utuh!

Kompetensi guru secara utuh yaitu :

Guru sebagai agen pembelajaran (learning agent) adalah peran guru antara lain sebagai
fasilitator, motivator, pemacu, perekayasa pembelajaran, dan pemberi inspirasi belajar
bagi peserta didik. Kompetensi guru sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 8 Undang-
Undang Republik Indonesia nomor 14 tahun 2005 meliputi kompetensi pedagogik,
kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh
melalui pendidikan profesi. Keempat kompetensi tersebut dapat dideskripsikan sebagai
berikut:

1. Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran,


sekurang-kurangnya meliputi (1) pemahaman wawasan atau landasan kependidikan, (2)
pemahaman terhadap peserta didik, (3) pengembangan kurikulum/silabus, (4)
perancangan pembelajaran, (5) pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis,
(6) pemanfaatan teknologi pembelajaran, (7) evaluasi proses dan hasil belajar, dan (8)
pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang
dimilikinya.

2. Kompetensi kepribadian sekurang-kurangnya mencakup (1) berakhlak mulia, (2) arif


dan bijaksana, (3) mantap, (4) berwibawa, (5) stabil, (6) dewasa, (7) jujur, (8) mampu
menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat, (9) secara objektif mengevaluasi
kinerja sendiri, dan (10) mengembangkan diri secara mandiri dan berkelanjutan.

3. Kompetensi sosial merupakan kemampuan guru sebagai bagian dari masyarakat,


sekurang-kurangnya meliputi (1) berkomunikasi lisan, tulisan, dan/atau isyarat, (2)
menggunakan teknologi komunikasi dan informasi secara fungsional,(3) bergaul secara
efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, pimpinan satuan
pendidikan, orang tua/wali peserta didik, (4) bergaul secara santun dengan masyarakat
sekitar dengan mengindahkan norma serta sistem nilai yang berlaku, dan (5) menerapkan
prinsip-prinsip persaudaraan dan semangat kebersamaan.

4. Kompetensi profesional merupakan kemampuan guru dalam menguasai pengetahuan


bidang ilmu, teknologi, dan/atau seni yang sekurang-kurang meliputi penguasaan (1)
materi pelajaran secara luas dan mendalam sesuai standar isi program satuan pendidikan,
mata pelajaran, dan/atau kelompok mata pelajaran yang diampunya, dan (2) konsep-
konsep dan metode disiplin keilmuan, teknologi, atau seni yang relevan yang secara
konseptual menaungi atau koheren dengan program satuan pendidikan, mata pelajaran,
dan/atau kelompok mata pelajaran yang diampu. silahkan baca selengkapnya disini
Keempat kompetensi tersebut di atas bersifat holistik dan integratif dalam kinerja guru.

Oleh karena itu, secara utuh sosok kompetensi guru meliputi (a) pengenalan peserta didik
secara mendalam; (b) penguasaan bidang studi baik disiplin ilmu (diciplinary content)
maupun bahan ajar dalam kurikulum sekolah (pedagogical content); (c) penyelenggaraan
pembelajaran yang mendidik yang meliputi perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran,
evaluasi proses dan hasil belajar, serta tindak lanjut untuk perbaikan dan pengayaan; dan
(d) pengembangan kepribadian dan profesionalitas secara berkelanjutan.

2. Menghadapi abad 21 ini keterampilan belajar apa yang harus dimiliki oleh guru dan
siswa?

Keterampilan yang harus dimiliki oleh guru dan siswa menghadapi abad 21 adalah :

Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam menciptakan peradaban di suatu
negara. Maju atau mundurnya negara ditentukan oleh kualitas pendidikan. Dalam
perkembangannya, pendidikan senantiasa mengalami perubahan. Hal ini disebabkan
seiring dengan semakin berubahnya zaman, yang ditandai dengan pesatnya kemajuan
teknologi dan informasi.
Ada 6 keterampilan belajar yang harus dimiliki guru dan siswa diantaranya :
Pertama, keterampilan berpikir kritis dan mampu menyelesaikan masalah atau sering
dikenal dengan critical thinking and problem solving. Keterampilan atau kemampuan
guru untuk menciptakan anak berpikir kritis. Maksudnya berpikir kritis adalah
mengaplikasikan rasional, kegiatan berpikir yang tinggi, yang meliputi kegiatan
menganalisis, mensintesis, mengenai permasalahan dan pemecahannya, menyimpulkan
seran mengevaluasi. Atau secara singkatnya berpikir untuk menyelesaikan masalah
dengan tujuan untuk menjadi lebih baik.

Kedua, keterampilan bekerjasama dan berkomunikasi dengan baik atau sering dikenal
dengan collaboration and communication. Keterampilan ini merupakan keterampilan
dalam hal bekerjasama dan komunikasi yang baik. Maksud dari komunikasi disini adalah
kita mampu berinteraksi dengan seluruh manusia yang ada di dunia ini, karena Abad 21
tidak ada lagi sekat negara yang memisahkan. Jadi, setiap siswa harus mampu berbahasa
Internasional dalam menghadapai Abad 21.

Ketiga, Keterampilan berpikir kreatif dan mengembangkan imajinasi atau sering dikenal
dengan creativity and imagination. Guru harus bisa memancing siswa untuk berpikir
kreatif dalam segala bidang yang ada di dunia pendidikan. Setiap siswa mempunyai
kemampuan yang berbeda-beda, guru harus mampu menumbuhkan setiap kreatifitas
semua siswa. Yang mempunyai kreatifitas dan Imaginasi tinggilah yang akan sukses dan
menguasai dunia saat ini.

Keempat, keterampilan untuk menjadi warga negara yang baik atau sering dikenal
denan citizenship. Kemajuan Teknologi dan Informasi di abad 21 akan membuat rasa
nasionalis berkurang. Oleh sebab itu, guru harus memberikan doktrin kepada siswa
menjadi warga negara yang baik, dengan cara berkontribusi membangun negara untuk
ikut serta mensejahterakan masyarakat. Jika suatu negara krisis, maka banyak masalah
yang akan muncul.
Kelima, kemampuan atau keterampilan untuk dapat memahami dan menggunakan
informasi dari berbabagai sumber untuk ditampilkan di Internet atau sering dikenal
dengan digital literacy. Berdasarkan catatan UNESCO, digital literacy merupakan
kemampuan untuk mengakses sumber berita dan mengevaluasi secara kritis dan
menciptakan informasi melalui teknologi digital. Melalui digital literacy, seseorang tidak
sekedar memiliki kemampuan untuk mengoperasikan peralatan teknologi, tapi juga harus
memiliki kemampuan lain.

Keenam, kompetensi atau kemampuan untuk mengembangkan potensi siswa atau sering
dikenal dengan student leadership and personal development. Guru harus mampu
memahami potensi setiap siswa dan mengembangkan potensi tersebut. Setiap anak
mempunyai potensi yang berbeda–beda, guru harus mampu meningkatkan rasa percaya
diri kepada siswa dalam mengembangkan potensinya.

3. Buatlah rancangan strategi pengembangan guru berkelanjutan!

Pengertian
Dalam Pasal 1 ayat 5 (UU no 16 tahun 2009) disebutkan, Pengembangan Keprofesian
Berkelanjutan adalah pengembangan kompetensi guru yang dilaksanakan sesuai dengan
kebutuhan, bertahap, berkelanjutan untuk meningkatkan profesionalisnya.

Menurut Baedhowi, Continuing Professional development (CPD) merupakan konsep


dimana individu berupaya melakukan peningkatan kualitas keterampilan dan pengetahan
profesional mereka dari standar yang telah ditetapkan dalam menjalankan pekerjaan
mereka. Continuing Professional development (CPD) menekankan pada guru sendiri
yang lebih proaktif dan kreatif.

Guru bertanggung jawab terhadap perkembangan karier jangka panjangnya dibawah


naungan kepala sekolah tempatnya mengajar. Continuing Professional
development (CPD) sebagai peningkatan pengetahuan profesional dan perbaikan
keterampilan profesional yang secara sadar dilakukan terus menerus sepanjang hayat
seorang guru.

Berdasarkan beberapa pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pengembangan


keprofesian berkelanjutan atau (Continuing Professional Development) adalah suatu
proses peningkatan kualitas guru yang terarah dan sistematis sesuai dengan aturan yang
ada, yang berguna untuk peningkatan kompetensinya.

Dari pengertian tersebut rancangan strategi pengembangan guru berkelanjutan dapat


dilakukan dengan cara mengikuti diklat, seminar, program PPG maupun pertemuan
lainnya berkaitan dengan pendidikan yang memberikan manfaat untuk meningkatkan
kompetensi guru.

Anda mungkin juga menyukai