Anda di halaman 1dari 22

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Sejarah perkembangan komputer diawali dengan penemuan penting dari Charles

Babbage berupa alat hitung. Berkat penemuannya itu, ia dikenal sebagai ilmuwan yang

paling berpengaruh dalam perkembangan komputer. Kemudian, alat hitung tersebut

dikembangkan lebih lanjut secara bertahap hingga kini terciptalah perangkat canggih

bernama komputer. Tahapan dalam pengembangan komputer disebut generasi. Ada

lima generasi komputer yang masing-masing memiliki cerita tersendiri.

Perkembangan sejarah komputer telah mengalami masa-masa sulit. Namun,

berkat tangan-tangan andal dari para ilmuwan dan teknisi pada waktu itu,

perkembangan dari generasi ke generasi terasa begitu mudah dan terorganisir.

Komputer terus dikembangkan dengan menyisipkan inovasi-inovasi terbaru. Hingga

kini, beberapa perusahaan ternama tengah menggarap komputer berteknologi tinggi

dengan nama komputer masa depan.

Perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat telah merambah ke berbagai

sektor termasuk kesehatan. Meskipun dunia kesehatan (dan medis) merupakan bidang

yang bersifat information-intensive, akan tetapi adopsi teknologi informasi relatif

tertinggal. Sebagai contoh, ketika transaksi finansial secara elektronik sudah menjadi

salah satu prosedur standar dalam dunia perbankan, sebagian besar rumah sakit di

Indonesia baru dalam tahap perencanaan pengembangan Billing System. Meskipun


rumah sakit dikenal sebagai organisasi yang padat modal - padat karya, tetapi investasi

teknologi informasi masih merupakan bagian kecil. Di AS, negara yang relatif maju baik

dari sisi anggaran kesehatan maupun teknologi informasinya, rumah sakit hanya

menginvestasinya 2% untuk teknologi informasi.

Oleh karena keistimewaannya ini berbagai bidang pekerjaan mulai menggunakan

system ini untuk memudahkan mereka dalam menyelesaikan pekerjaan termasuk

dalamnya bidang keperawatan. System komputer sangat membantu tenaga perawat

untuk memperoleh ilmu,,mencari data – data yang terkait dengan pasien dan

mendokumentasikan asuhan keperawatan dalam suatu system komputer.

B. .TUJUAN

Dalam pembuatan makalah ini bertujuan untuk:

1. Memberi informasi kepada mahasiswa tentang peran dan manfaat komputer

dalam keperawatan

2. Mempermudah bagi tenaga medis dalam memberikan pelayanan kesehatan

yang efisien dan efektif

C. MANFAAT

Penulisan makalah ini diharapkan bermanfaat bagi pihak pembaca atas

pengetahuan lebih lanjut tentang perkembangan teknologi di bidang kesehatan, yaitu-

1. Bagi ilmu pengetahuan dengan adanya perkembangan teknologi informasi dan

komunikasi yangsemakin baik, memicu banyaknya ilmu pengetahuan yang bisa

diperoleh dari masing-masing teknologi


2. Bagi lembaga perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di bidang

keperawatan, memicu lembaga terkait masalah kesehatan dan rumah sakit untuk

memfasilitasi lembaganya dengan teknologi yang sedang marak digunakan dan

menjadi incaran masyarakat kini

3. Bagi masyarakat umum untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat

tentang teknologi terkini dibidang keperawatan


BAB II

PEMBAHASAN

A. Sejarah Perkembangan Komputer Dalam Keperawatan

Komunikasi adalah hal yang sangat penting bagi sebuah institusi keperawatan

karena banyaknya departemen yang terlibat dalam proses perawatan pasien.

Pelayanan dan manajer keperawatan harus memasukkan banyak informasi mengenai

pasien mulai dari perawatan saat masuk hingga pasien pulang. Saat ini komputer

secara absolut penting untuk mengatur :

1) Makin kompleksnya masalah keuangan

2) Melaporkan permintaan beberapa departemen

3) Kebutuhan komunikasi dari tim perawtan kesehatan yang berbeda

4) Pengetahuan yang relevan untuk perawatan pasien

B. Perspektif Sejarah

Komputer telah dikenal sekitar lima puluh tahun yang lalu, tetapi rumah sakit

lambat dalam menangkap revolusi komputer. Saat ini hampir setiap rumah sakit

menggunakan jasa komputer, setidaknya untuk manajemen keuangan.

Perawat terlambat mendapatkan manfaat dari komputer, usaha pertama dalam

menggunakan komputer oleh perawat pada akhir tahun 1960-an dan 1970-an

mencakup:
1) Automatisasi catatan perawat untuk menjelaskan status dan perawatan

pasien.

2) Penyimpanan hasil sensus dan gambaran staf keperawatan untuk analisa

kecenderungan masa depan staf.

Pada pertengahan tahun 1970 –an, ide dari system informasi manajemen Rumah

Sakit ( SIR ) diterapkan. Dan perawat mulai meraskan manfaat dari system informasi

manajemen. Pada akhir tahun 1980 –an, memunculkan mikro computer yang

berkekuatan besar sekali dan perangkat lunak untuk pengetahuan keperawatan

C. Manfaat Komputer di Bidang Kesehatan

Perkembangan dunia kesehatan di era modern telah memanfaatkan komputer

untuk meningkatkan efisiensi serta efektivitas di dunia kesehatan. Teknologi informasi

(dan komunikasi) dengan piranti computer, saat ini adalah bagian penting dalam

manajemen informasi. Selain memiliki potensi dalam memfilter data dan mengolah

menjadi informasi, komputer mampu menyimpannya dengan jumlah kapasitas jauh

lebih banyak dari cara-cara manual. Komputer juga memungkinkan data kesehatan di-

share secara mudah dan cepat. Disamping itu, teknologi tersebut memiliki karakteristik

perkembangan yang sangat cepat. Setiap dua tahun, akan muncul produk baru dengan

kemampuan pengolahan yang dua kali lebih cepat dan kapasitas penyimpanan dua kali

lebih besar serta berbagai aplikasi inovatif terbaru. Berikut adalah manfaat computer

dalam bidang kesehatan:

1) Membangun Sistem informasi rumah sakit (SIR)


Membangun Sistem Informasi Rumah sakit secara luas, untuk menolong

komunikasi dan mengatur informasi yang dibutuhkan dari sebuah rumah sakit. SIR

dapat diaplikasikan untuk perijinan, catatan medis, akuntansi, kantor, perawatan,

laboratorium, radiologi, farmasi, pusat supali, mutrisi/pelayanan makan, personel dan

gaji. Jumlah aplikasi-aplikasi lain dapat dimasukkan bagi beberapa bagian/departemen

dan untuk beberapa tujuan yang praktikal.

Manajer-manajer di Rumah Sakit, juga perawat perlu mengenal komputer, yang

mencakup mengenal istilah umum yang digunakan komputer. Pada masa depan dapat

diharapkan bahwa semua pekerjaan perawat akan dipengaruhi oleh komputer, dan

beberapa posisi baru akan dikembangkan bagi perawat-perawat di bidang komputer.

Aplikasi teknologi informasi untuk mendukung manajemen informasi kesehatan,

antar lain :

a) Rekam medis berbasis komputer (Computer based patient record)

Pengertian rekam medis berbasis komputer bervariasi, akan tetapi, secara prinsip

adalah penggunaan database untuk mencatat semua data medis, demografis serta

setiap event dalam manajemen pasien di rumah sakit. Rekam medis berbasis komputer

akan menghimpun berbagai data klinis pasien baik yang berasal dari hasil pemeriksaan

dokter, digitasi dari alat diagnosis (EKG, radiologi, dll), konversi hasil pemeriksaan

laboratorium maupun interpretasi klinis.

Rekam medis berbasis komputer yang lengkap biasanya disertai dengan fasilitas

sistem pendukung keputusan (SPK) yang memungkinkan pemberian alert, reminder,

bantuan diagnosis maupun terapi agar dokter maupun klinisi dapat mematuhi protokol
klinik. TIK juga mempermudah Dokter dan Perawat dalam memonitor kesehatan pasien

monitor detak jantung pasien lewat monitor komputer, aliran darah , memeriksa organ

dalam pasien dengan sinar X.Dengan teknologi modern bisa memonitor, bahkan

menggantikan fungsi organ dalam seperti jantung, paru-paru dan ginjal. Itu merupakan

teknologi kesehatan yang digabungkan dengan teknologi informasi dan komputer.

b) Pelayanan Non Medis

Pelayanan yang bersifat non-medis pun dengan adanya perkembangan teknologi

informasi seperi sekarang ini semakin terbantu dalam menyediakan sebuah bentuk

pelayanan yang semakin efisien dan efektif, dimana para calon klien rumah sakit yang

pernah berobat atau dirawat di RS tidak perlu lagi menunggu dalam waktu yang cukup

lama saat mendaftarkan diri karena proses administrasi yang masih terdokumentasi

secara manual di atas kertas dan membutuhkan waktu yang cukup lama mencari data

klien yang sudah tersimpan, ataupun setelah sekian lama mencari dan tidak ditemukan

akhirnya klien tersebut diharuskan mendaftar ulang kembali dan hal ini jelas

menurunkan efisiensi RS dalam hal penggunaan kertas yang tentunya membutuhkan

biaya. Bandingkan bila setiap klien didaftarkan secara digital dan semua data mengenai

klien dimasukkan ke dalam komputer sehingga ketika data-data tersebut dibutuhkan

kembali dapat diambil dengan waktu yang relatif singkat dan akurat.

2) Penggunaan SIstem Informasi Manajemen Keperawatan (SIMK)

Pelayanan yang bersifat medis khususnya di pelayanan keperawatan mengalami

perkembangan teknologi informasi yang sangat membantu dalam proses keperawatan


dimulai dari pemasukan data secara digital ke dalam komputer yang dapat

memudahkan pengkajian selanjutnya, intervensi apa yang sesuai dengan diagnosis

yang sudah ditegakkan sebelumnya, hingga hasil keluaran apa yang diharapkan oleh

perawat.

Sebelum menerapkan sistem ini hal pertama yang dilakukan adalah membakukan

klasifikasi diagnosis keperawatan yang selama ini dirasa masih rancu, hal ini dilakukan

untuk menghilangkan ambiguitas dokumentasi serta memberikan manfaat lebih lanjut

terhadap sistem kompensasi, penjadwalan, evaluasi efektifitas intervensi sampai

kepada upaya identifikasi error dalam manajemen keperawatan.

Sistem ini mempermudah perawat memonitor klien dan segera dapat

memasukkan data terkini dan intervensi apa yang telah dilakukan ke dalam komputer

yang sudah tersedia di setiap bangsal sehingga akan mengurangi kesalahan dalam

dokumentasi dan evaluasi hasil tindakan keperawatan yang sudah dilakukan.

System informasi manajemen keperawatan (SIMK) merupakan paket perangkat

lunak yang dikembangkan secara khusus untuk divisi pelayanan keperawatan. Paket

perangkat lunak ini mempunyai program – program atau modul – modul yang dapat

membentuk berbagai fungsi manajemen keperawatan. Modul – modul yang biasa

digunakan dalam system informasi manajemen keperawatan adalah sebagai berikut :

 Mengklasifikasikan pasien
 Penjadwalan
 Catatan personal
 Laporan bertahap
 Pengembangan anggaran
 Alokasi sumber dan pengendalian biaya
 Analisa kelompok diagnose yang berhubungan dengan pengendalian

mutu, dan lain – lain


 Catatan perkembangan pasien
 Model dan simulasi untuk pengembalian keputusan
 Rencana strategi
 Rencana permintaan jangka pendek dan rencana kerja
 Evaluasi program

3) Membantu dalam pembuatan system klasifikasi pasien

Dengan bantuan alat komputer, dapat membantu dalam menentukan kebutuhan

tenaga di ruang rawat, berguna juga untuk memantau klasifikasi klien. Sistem klasifikasi

pasien adalah pengelompokan pasien berdasarkan kebutuhan perawatan yang secara

klinis dapat diobservasikan oleh perawat.

4) Pengembangan E-health di Rumah Sakit.

Sebagai contoh, e-Health dapat diterapkan untuk membantu pengembangkan

program yang membantu dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya saling

bertukar infomasi secara elektronik, mengambil data rekam medis pasien kapan dan

dimana diperlukan, dan melakukan kolaborasi dengan memberi layanan jasa kesehatan

lainnya secara real time melalui internet. Layanan kesehatan seperti ini akan

memberikan banyak sekali penghematan dari sisi biaya dokumen dan administrasi

layanan dan memberikan keuntungan pemberian keputusan layanan kesehatan yang

terbaik kepada pasien dengan lebih cepat.

D. Pengaruh Komputer bagi kesehatan


Pada prinsipnya teknologi ini berkembang untuk memenuhi kebutuhan dan

keinginan manusia agar dalam kehidupannya dapat lebih mudah berkomunikasi

ataupun melakukan sesuatu. Namun dari segala efek positif yang diterima oleh

manusia terdapat pula berbagai efek negatif, baik secara fisik ( kesehatan ) maupun

mental / psikologis

a) Efek negative terhadap kesehehatan antara lain :

(1) Radiasi Monitor

Mata adalah organ tubuh yang paling mudah mengalami penyakit akibat kerja,

karena terlalu sering memfokuskan bola mata ke layar monitor.

(2) Terganggunya Saraf

Printer yang menggunakan sistim buble jet kebisingannya relatif lebihrendah bila

dibandingkan dengan printer sistim dot matrix. Saat ini printer yang paling rendah

kebisingannya adalah sistim laser printer. Kebisingan yang tinggi dapat mempengaruhi

syaraf manusia dan hal ini dapat berakibat pada kelelahan maupun rasa nyeri.

(3) Repetitive Strain Injury ( RSI )

RSI merupakan sebuah terminologi yang mengacu pada beberapa variasi keluhan

kerangka otot (musculoskeletal). Ini menyangkut keluhan yang dikenal dengan sakit

urat otot. RSI meliputi gangguan lengan atas berkaitan dengan kerja (Work-Related

Upper Limb Disorders) dan luka penggunaan berlebihan yang berhubungan dengan

kerja (Occupational Overuse Injuries). Keluhan ini terutama diderita oleh para pekerja
dengan posisi duduk yang statis saat menggunakan komputer atau menggunakan

gerakan tangan yang berulang (repetitive) setiap hari, beban kerja yang statis (seperti

menggenggam mouse), membiarkan lengan membengkok, dan sejenisnya dalam

waktu yang cukup lama.

Ini akan bertambah buruk jika tempat kerja tidak didesain secara ergonomis,

misalnya posisi keyboard dan layar monitor yang terlalu tinggi atau terlampau rendah,

kursi tidak menopang badan untuk duduk tegak, dan sebagainya. Hal ini akan semakin

parah bila ditambah lingkungan kerja yang kurang bergerak, kurang istirahat,

mengandung stress tinggi dengan deadline dan laporan rutin serta lainnya. Apalagi jika

Anda perokok, menderita kegemukan (obesitas), lemah otot, memiliki tangan yang

terasa dingin serta kurang berolah raga.

b) Efek negative terhadap psikologis / mental :

(1) Anti social

Sikap dan perilaku anti sosial terbentuk dari terpaan isi program dari fitur yang

diciptakan dari media ini komputer. Salah satu fitur yang banyak menghiasi isi

softwarekomputer adalah permainan. Baik anak-anak, remaja sampai orang dewasa

menggunakan komputer untuk memainkan permainan kesukaan mereka masing-

masing

(2) Computer anxiety ( kecemasan, ketakutan terhadap computer )

Ketakutan terhadap komputer ini menerpa hampir sepertiga populasi pengguna

dewasa komputer. Beberapa akibat dari kasus yang paling menakutkan yang dirasakan
terhadap komputer adalah mual-mual, vertigo, dan keringat yang bercucuran.

Penyebab ketakutan mereka ada banyak hal dan salah satunya karena ketakutan

mereka akan mendapatkan bencana dengan menekan kunci yang salah. Dalam hal ini

ketakutan mereka dihubungkan dengan tingkat privasi yang dapat ditembus karena

kesalahan mereka menekan tombol misalnya saja menekan gambar spam yang ada

dalam internet. Penyebab lainnya adalah perasaan lepas kendali yang dirasakan orang-

orang non teknis atau tidak memilki kemampuan teknis pada komputer ketika

dihadapkan pada sistem teknis yang kompleks dan menyulitkan. Biasanya ketakutan

tergadap komputer ini dialami oleh perempuan-perempuan dan orang yang mempunyai

kemampuan matematika yang rendah.

(3) Adiksi terhadap internet

Komputer juga dapat membuat kecenderungan adiksi pada semua orang yang

menggunakan komputer. Perasaan ini mendorong orang untuk terus-menerus

menggunakan komputer layaknya orang yang mengidap ketagihan narkotika. Komputer

beserta fitur yang ditawarkannya secara tidak sengaja membentuk komputer menjadi

seperti obat yang harus diminum dan jika tidak diminum akan menimbulkan rasa sakit

tersendiri yang dialami para penggunanya.

Situs-situs yang ada dalam internet dengan jasa dan layanan yang ditawarkan

dapat memenuhi kepuasan dan kebutuhan orang yang memakainya. Situs permainan,

layanan komunikasi interaktif membuat komputer menjadi komoditi teknologi yang tidak

bisa dilepaskan dari kehidupan manusia sama seperti keberadaan telepon seluler saat

ini. Rasa ketagihan yang membuat orang terus menerus menggunakan komputer
menurut para ahli merupakan indikasi dari pembentukan kebiasaan media. Dan yang

mematikan adiksi ini dapat menghancurkan kehidupan manusia.

Jadi kehidupan seseorang dapat hancur melalui internet karena perilaku adiksinya

terhadap internet.

 Teknologi dan informasi di bidang keperawatan

Informatika dalam keperawatan adalah kombinasi ilmu komputer dan informasi

dengan ilmu keperawatan. Informatika keperawatan adalah bagian dari informatika

perawatan kesehatan yang lebih besar. Perawat dipersiapkan sebagai spesialis dalam

bidang ini, yang pasti seorang perawat harus memahami Teknologi Informasi.

 Teknologi dan Informasi dalam Bidang Keperawatan

Pemanfaatan teknologi akan semakin meningkat seiring dengan perkembangan

kebutuhan manusia. Perkembangan teknologi mempunyai peran penting terhadap

kehidupan manusia termasuk di dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan. Perawat

sebagai salah satu tenaga kesehatan yang ikut serta berperan dalam pelayanan

kesehatan merasakan dampaknya.

Perkembangan teknologi informasi khususnya internet memberi peluang kepada

masyarakat untuk meningkatkan pemahaman tentang salah satu persoalan penting

yang dihadapi sehari hari yaitu kesehatan. Peningkatan pemahaman tentang kesehatan

ini dapat membawa pengaruh yang sangat besar terhadap cara pandang masyarakat

terhadap kebiasaan hidup sehari-hari yang dapat memberikan dampak terhadap

kesehatan manusia. Sebagai contoh konsumsi makanan yang menyehatkan dan


penjelasan berbagai alternatif bahan obat-obatan yang dapat membantu mengobati

penyakit yang sedang diderita.

Keperawatan sebagai bagian intergral dari pelayanan kesehatan, ikut menentukan

menentukan mutu dari pelayanan kesehatan. Tenaga keperawatan secara keseluruhan

jumlahnya mendominasi tenaga kesehatan yang ada, dimana keperawatan

memberikan konstribusi yang unik terhadap bentuk pelayanan kesehatan sebagai satu

kesatuan yang relatif, berkelanjutan, koordinatif dan advokatif. Keperawatan sebagai

suatu profesii menekankan kepada bentuk pelayanan professional yang sesuai dengan

standart dengan memperhatikan kaidah etik dan moral sehingga pelayanan yang

diberikan dapat diterima oleh masyarakat dengan baik.

Dalam melaksanakan praktik keperawatan, tentunya perawat berhadapan dengan

berbagai macam kondisi klien. Pengalaman merawat klien ditatanan klinik menjadi

sebuah pengalaman berharga sebagai bekal dalam menjalankan pelayanan

keperawatan yang professional. Namun hal itu tentu tidak cukup, karena kondisi klien,

pengetahuan klien yang meningkat, dan mudahnya akses informasi melalui teknologi

informasi yang saat ini berkembang pesat, menutut perawat untuk juga

mengembangkan diri untuk meningkatkan profesionalis-nya.

 TELENURSING

Pemanfaatan Teknologi dan Informasi dalam Bidang Keperawatan Salah satu

contoh pemanfaatan Teknologi Informasi yaitu penggunaan TELENURSING.

Telenursing adalah upaya penggunaan teknologi informasi dalam memberikan

pelayanan keperawatan dalam bagian pelayanan kesehatan dimana ada jarak secara
fisik yang jauh antara perawat dan pasien, atau antara beberapa perawat. Sebagai

bagian dari telehealth dan beberapa bagian terkait dengan aplikasi bidang medis dan

non medis seperti telediagnosis, telekonsultasi dan telemonitoring.

Telenursing menunjukkan penggunaan tehnologi komunikasi oleh perawat untuk

meningkatkan perawatan pasien. Telenursing menggunakan channel elektromagnetik

(wire, radio, optical) untuk mengirim suara, data dan sinyal video komunikasi. Dapat

juga didefinisikan sebagai komunikasi jarak jauh menggunakan transmisi elektrik atau

optic antara manusia dan atau komputer

Telenursing diartikan sebagai pemakaian telekomunikasi untuk memberikan

informasi dan pelayanan keperawatan jarak-jauh. Aplikasinya saat ini, menggunakan

teknologi satelit untuk menyiarkan konsultasi antara fasilitas-fasilitas kesehatan di dua

negara dan memakai peralatan video conference. Telenursing bagian integral dari

telemedicine atau telehealth.

Dengan penerapan telenursing dalam memberikan pelayanan keperawatan akan

meningkatkan kepuasan klien dan peningkatan parstisipasi aktif keluarga. Dalam

memberikan asuhan keperawatan secara jarak jauh maka diperlukan kebijakan umum

dari pemerintah untuk mengatur praktek, SOP/standar operasional prosedur, etik dan

profesionalisme, keamanan, kerahasiaan pasien dan jaminan informasi yang diberikan.

Kegiatan telenursing membutuhkan integrasi antara startegi dan kebijakan untuk

mengembangkan praktek keperawatan, penyediaan pelayanan asuhan keperawatan,

dan sistem pendidikan serta pelatihan keperawatan.


 Faktor dalam Menjalankan TelenursingUntuk dapat diaplikasikan maka ada

beberapa hal yang perlu menjadi perhatian :

1. Faktor legalitas

Dapat didefinisikan sebagai otonomi profesi keperawatan atau institusi

keperawatan yang mempunyai tanggung jawab dalam pelaksanaan telenursing.

2. Faktor financial

Pelaksanaan telenursing membutuhkan biaya yang cukup besar karena sarana

dan prasaranya sangat banyak. Perlu dukungan dari pemerintah dan organisasi profesi

dalam penyediaan aspek financial dalam pelaksanaan telenursing

3. Faktor Skill

Ada dua aspek yang perlu diperhatikan, yaitu pengetahuan dan skill tentang

telenursing. Perawat dan pasien perlu dilakukan pelatihan tentang aplikasi telenursing.

Terlaksananya telenursing sangat tergantung dari aspek pengetahuan dan skill antara

pasien dan perawat. Pengetahuan tentang telenursing harus didasari oleh pengetahuan

tehnologi informasi.

4. Faktor Motivasi

Motivasi perawat dan pasien menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan

telenursing. Tanpa ada motivasi dari perawat dan pasien, telenursing tidak akan bisa

berjalan dengan baik.


Pelaksanaan telenursing di Indonesia masih belum berjalan dengan baik

disebabkan oleh karena keterbatasan sumberdaya manusia, keterbatasan sarana dan

prasarana serta kurangnya dukungan pelaksanaan telenursing dari pemerintah.

Untuk mensiasati keterbatasan pelaksanaan telenursing bisa dimulai dengan

peralatan yang sederhana seperti pesawat telepon yang sudah banyak dimiliki oleh

masyarakat tetapi masih belum banyak dimanfaatkan untuk kepentingan pelayanan

kesehatan atau pelayanan keperawatan. Telenursing menggunakan telepon ini dapat

diaplikasikan di unit gawat darurat dan home care.

Tujuan dari telenursing adalah tidak untuk membentuk diagnosis medis, melainkan

difokuskan pada dimensi dari urgensi. Sehingga para perawat akan lebih terfokus pada

informasi, dukungan, dan meningkatkan pengetahuan. Untuk mencapai hasil yang

positif dari konsultasi melalui telephone maka sangat dibutuhkan cara berkomunikasi

yang baik. Komunikasi yang baik akan berdampak pada perasaan sehingga setiap

perkataan akan mudah untuk didengar dan dipahami. Dengan demikian klien dan

keluarganya akan termotivasi untuk mengikuti saran perawat

. Menurut Britton et all (1999), ada beberapa keuntungan telenursing yaitu :

1) Efektif dan efisien dari sisi biaya kesehatan, pasien dan keluarga dapat

mengurangi kunjungan ke pelayanan kesehatan ( dokter praktek,ruang gawat darurat,

rumah sakit dan nursing home)

2) Dengan sumber daya yang minimal dapat meningkatkan cakupan dan

jangkauan pelayanan keperawatan tanpa batas geografis


3) Telenursing dapat menurunkan kebutuhan atau menurunkan waktu tinggal

di rumah sakit

4) Pasien dewasa dengan kondisi penyakit kronis memerlukan pengkajian

yang sering sehingga membutuhkan biaya yang banyak. Telenursing dapat

meningkatkan pelayanan untuk pasien kronis tanpa memerlukan biaya dan

meningkatkan pemanfaatan teknologi.

5) Berhasil dalam menurunkan total biaya perawatan kesehatan dan

meningkatkan akses untuk perawatan kesehatan tanpa banyak memerlukan sumber.

Selain manfaat di atas telenursing dapat dimanfaatkan dalam bidang pendidikan

keperawatan ( model distance learning) dan perkembangan riset keperawatan berbasis

informatika kesehatan. Telenursing dapat juga digunakan dikampus dengan video

conference, pembelajaran on line dan Multimedia Distance Learning Pada akhirnya

telenursing dapat meningkatkan partisipasi aktif pasien dan keluarga, terutama dalam

manajemen pribadi penyakit kronik. Dapat memberikan pelayanan akurat, cepat dan

dukungan online, perawatan yang berkelanjutan dan kontak antara perawat dan pasien

yang tidak terbatas.

BAB III

PENUTUP
A. KESIMPULAN

Perkembangan teknologi informasi sangat membantu dalam proses keperawatan

dimulai dari pemasukan data secara digital ke dalam komputer yang dapat

memudahkan pengkajian selanjutnya, intervensi apa yang sesuai dengan diagnosis

yang sudah ditegakkan sebelumnya, hingga hasil keluaran apa yang diharapkan oleh

perawat.

Teknologi dalam kesehatan mempunyai peran yang sangat penting,terutama

dalam memberikan kualitas atau mutu pelayanan kesehatan di Rumah Sakit. Seiring

dengan perkembangan teknologi dan informasi seakan telah membuat standar baru

yang harus di penuhi. Hal tersebut membuat keperawatan di Indonesia menjadi

tertantang untuk terus mengembangkan kualitas pelayanan keperawatan yang berbasis

teknologi informasi.

B. SARAN

Kiranya setiap perawat dapat mengembangkan potensi diri dengan meningkatkan

pengetahuan, mengenal computer dan aplikasi didalamnya sehingga mempermudah

dan mempercepat pelayanan keperawatan di lingkungan perawat dan Rumah Sakit.

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat,

Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan

makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini

dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi

pembaca dalam profesi keguruan.

Harapan kami semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan

pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi

makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.

Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang

kami miliki sangat kurang. Oleh kerena itu kami harapkan kepada para pembaca untuk

memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan

makalah ini.

DAFTAR ISI
Kata pengantar............................................................................................................................i

Daftar Isi....................................................................................................................................ii
Bab I Pendahuluan.....................................................................................................................1

1.1 Latar Belakang.....................................................................................................................1

1.2 Rumusan Masalah................................................................................................................1

1.3 Tujuan Penulisan..................................................................................................................1

Bab II Pembahasan.....................................................................................................................2

2.1 Sistem informasi kesehatan..................................................................................................2

2.2 Sistem informasi keperawatan.............................................................................................2

2.3 Sejarah sistem informasi keperawatan.................................................................................3

2.4 Fungsi sistem informasi keperawatan..................................................................................3

2.5 Keunutungan menggunakan sistem informasi keperawatan................................................4

2.6 Penerapan Sistem Informasi Dalam Dokumentasi Asuhan Keperawatan..........................4

2.7 Telenursing...........................................................................................................................5

Bab III Penutup........................................................................................................................19

3.1 Kesimpulan.........................................................................................................................19

3.2 Saran...................................................................................................................................19