Anda di halaman 1dari 2

SAMPEL

Sampel yang digunakan dalam praktikum ini adalah hati dan empedu ayam yang diduga
mengandung salmonella atau e.coli.

METODE

Pewarnaan Gram
Buat preparat ulas terlebih dahulu di object glass kemudian dilakukan fiksasi diatas api
sampai bakteri mengering dan menepel ke object glass. Beri larutan kristal violet selama satu
menit lalu bilas dengan aquadest. Selanjutnya, diberi larutan lugol selama 1 menit, lalu diberi
larutan pemucat selama 10-20 detik. Larutan pemucat harus diperhatikan karena pemucatan
yang terlalu lama akan memberikan hasil pewarnaan yang menyimpang. Dibilang dengan
aquadest lalu diberi larutan safranin selama 15 detik. Dibilas dengan aquadest, kemudian
dikeringkan dengan kertas saring.

Mac Conkey Agar (MCA) dan Blood Agar (BA)


Dilakukan pembiakan dengan menggunakan Mac Conkey Agar (MCA) dan Blood Agar (BA)
lalu diamati keesokan harinya.

Uji Triple Sugar Iron Agar (TSIA)


Uji TSIA menggunakan media yang berisi pepton, glukosa, laktosa, sukrosa, FeSO4 dan
merah fenol sebagai indikator. Sediaan koloni bakteri diambil menggunakan needle, lalu
needle ditusukkan sedalam ¾ media lalu digoreskan pada bagian slant media. Perubahan
warna yang terjadi dibagian butt dan slant diamati secara terpisah. Warna menunjukkan jenis
reaksi yang terjadi pada kedua bagian tersebut. Warna kuning menunjukkan reaksi asam,
warna merah menunjukkan reaksi basa dan kode NC (no change) menunjukkan tidak ada
reaksi yang terjadi.

Uji Hidrolisis Urea


Media uji ini mengandung urea dan merah fenol sebagai indikator. Sediaan koloni bakteri
diambil menggunakan ose, lalu digoreskan ke media. Uji ini menggunakan media padat
berbentuk agar miring. Warna indikator (merah fenol) berubah menjadi merah mudah bila pH
basa, bakteri mengahsilkan urease yang mampu menghidrolisis urea dan warna kekuningan
menunjukkan hasil negatis, bakteri tidak menghasilkan urease.

Uji Sitrat
Media yang digunakan pada uji ini merupakan media padat berbentuk agar miring. Media
mengandung asam sitrat, NH4+ (sumber N) dan bromtimol biru (indikator) dan sebelum
diinokulasi berwarna hijau. Sediaan koloni bakteri diambil menggunakan ose, lalu digoreskan
ke media. Warna biru menunjukkan hasil positif, bakteri menggunakan sitrat sebagai satu-
satunya sumber karbon dan warna hijau (tidak berubah) menunjukkan hasil negatif, bakteri
tidak menggunakan sitrat sebagai satu-satunya sumber karbon.

Uji Indol
Media yang digunakan untuk uji ini merupakan media semi padat berbentuk agar tegak.
Sediaan koloni bakteri diambil menggunakan needle, lalu needle ditusukkan kedalam media
indol. Media ini kaya akan asam amino triptofan dan sebelum diinokulasi berwarna putih
kekuningan. Untuk menguji adanya pembentukan indol, maka dilakukan penambahan
beberapa tetes reagen Ehrlich pada biakan lalu diamati berubahan warna reagen. Cincin
merah pada permukaan media menunjukkan hasil positif dan warna reagen pada permukaan
media tidak berubah menunjukkan hasil negatif.

Uji Gula-Gula
Media gula-gula terpisah dalam lima tabung reaksi yang berbeda dan media yang digunakan
masing-masing gula dengan konsentrasi 1% dalam pepton dan ditambahkan indikator phenol
red. Gula yang digunakan dalam uji ini adalah maltosa, manitol, laktosa, glukosa dan sukrosa.
Sediaan bakteri diambil menggunakan ose kemudian dilarutkan di kelima tabung reaksi.