Anda di halaman 1dari 1

Strategi pengembangan agrowisata stroberi

Beberapa langkah sudah dilakukan, salah satunya adalah impor benih Osogrande pada 2011 yang ternyata
hasilnya belum sesuai harapan. Berbagai pihak telah berkontribusi untuk mencari solusi persoalan ini, mulai
dari Pemda, KKN tematik dari Universitas Jenderal Soedirman dan Universitas Gadjah Mada, dll.

Berbagai kegiatan pendampingan yang dilakukan tidak akan efektif selama akar persoalan yaitu ketersediaan
benih yang berkualitas tidak teratasi. Balitjestro pun turut memberikan solusi dengan benih hasil dari kultur
meristem. Kemandirian petani dalam ketersediaan benih harus dimunculkan. Impor memang bukan solusi
yang bijak, karena belum tentu pula tanaman tersebut langsung adaptif dengan kondisi setempat.