Anda di halaman 1dari 3

PEMASANGAN IMPLAN

No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP Tanggal Terbit : 04 April 2016
Halaman :
Tanda Tangan dr. Tulus Budi P
PUSKESMAS I WANGON
NIP.198203272009031006

1. Pengertian Prosedur ini mengatur proses pelayanan kontrasepsi jenis Implan

Sebagai Pedoman kerja bagi petugas dalam memberikan pelayanan


2. Tujuan
pemasangan Implan di Klinik KB Puskesmas I Wangon

3. Kebijakan Pemasangan implan sesuai dengan SOP

4. Referensi Buku panduan praktis pelayanan kontrasepsi edisi 3.Jakarta 2013

 Alat dan bahan

 Alkon implant 3 tahun dalam kom kecil steril


 Anti septik ( bethadin,alkohol 70%) dalam 2 kom kecil
 Hand scond satu pasang
 Kasa steril
 Plester, gunting
 Perlengkapan dokumentasi KB
 Lidocain dan spuit.
 Duk lobang steril
 Implant set
 Bisturi mask
5. Prosedur  Safety box
 Meja periksa untuk berbaring pasien
 Bak instrumen tertutup
 Sabun untuk cuci tangan

 Prosedur

1. Mempersiapkan pasien di kamar periksa


2. Melakukan anamnese,inform choise dan inform consent pada pasien
3. Melakukan pemeriksaan umum,al :
 Timbang berat badan
 Ukur tekanan darah
4. Pemeriksaan tes kehamilan bila diperlukan
5. Langkah langkah

Dilarang mengubah dan atau menggandakan dokumen ini tanpa persetujuan Kepala Puskesmas I Wangon
6. Akseptor diberitahu untuk membersihkan seluruh lengan yang akan
dipasang implan dengan sabun dan air.
7. Baringkan ditempat tidur dengan posisi terlentang
8. Lengan kiri atau kanan atas disiapkan, lengan baju dilepas
Tentukan daerah pemasangan implant dengan cara tarik satu garis
6-8 cm diatas lipatan siku lengan bagian dalam/diantara otot bicep
dan tricep

9. Petugas cuci tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir
10. Memakai sarung tangan steril atau sarung tangan DDT
11. Usap daerah pemasangan dengan antiseptik alkohol dan bethadin
melingkar dengan diameter 5 cm
12. Pasang duk lobang di atas tempat pemasangan
13. Lakukan anastesi lokal pada daerah insersi
14. Buatlah insisi 2 mm sejajar dengan lengkung siku
15. Masukkan ujung trocart dengan ujung yang tajam menghadap ke atas
melalui insisi, terdapat 2 garis tanda batas pada trocar, satu dekat ujung
trocar, lainnya dekat pangkal trocar.
16. Dengan perlahan lahan trocar dimasukkan sampai mencapai garis batas
dekat pangkal trocar, kurang lebih 4-4, 5 cm.
17. Trocar dimasukkan sambil melakukan tekanan keatas dan tanpa
merubah sudut pemasukkan.
18. Masukkan implant kedalam trocartnya.
19. Dengan batang pendorong, implant didorong perlahan lahan keujung
trocar sampai terasa adanya tahanan.
20. Dengan batang pendorong tetap stationer, trocar perlahan lahan ditarik
kembali sampai garis batas dekat ujung trocar terlihat pada insisi dan
terasa implantnya ”meloncat keluar dari trocartnya.
21. Jangan keluarkan trocarnya.
22. Raba lengan dengan jari untuk memastikan implant sudah berada pada
tempatnya dengan baik.
23. Ubah arah trocar sehingga implant berikutnya berada 15 derajat dari
implant sebelumnya.
24. Letakkan jari tangan pada implant sebelumnya.
25. Masukkan kembali trocar sepanjang pinggir jari tangan sampai ke garis
batas dekat pangkal trocar.
26. Masukkan implan ke 2 seperti prosedur sebelumnya hingga dua batang
implant terpasang.
27. Kemudian cabut trocar dan batang pendorong.
28. Lakukan penekanan pada tempat luka insisi dengan kasa steril untuk

Dilarang mengubah dan atau menggandakan dokumen ini tanpa persetujuan Kepala Puskesmas I Wangon
menguransi perdarahan.
29. Lalu kedua pinggir insisi dtekan sampai berdekatan dan ditutup dengan
plester.
30. Tidak diperlukan penjahitan luka insisi.
31. Beritahukan kepada akseptor agar daerah insersi dibiarkan tetap kering
dan bersih selama 4 hari.
32. Memberitahu pasien masa berlaku implant dan kapan harus dilepas.
33. Memberikan resep obat yang diperlukan
34. Menganjurkan pasien untuk kunjungan ulang bila ada keluhan.
35. Membersihkan dan merapikan alat alat kembali

6. -

7. Rekaman Historis Perubahan

Yang dirubah Perubahan Tgl. Mulai


No Halaman
Diberlakukan

Dilarang mengubah dan atau menggandakan dokumen ini tanpa persetujuan Kepala Puskesmas I Wangon