Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Publik adalah sekolompok orang dengan kepentingan yang sama


memiliki suatu pendapat yang sama mengenai suatu persoalan yang
menimbulkan pertentangan. Setiap orang didefinisikan sebagai sejumlah
publik yang masing-masing mungkin terlibat dalam proses pembentukan
opini. Seseorang individu mungkin menjadi anggota dari kelomok-
kelompok etnik, keluarga, sosial, politik, keagamaan, pendidikan, profesi,
dan kelompok-kelompok lainnya yang berhadapan dengan beberapa
persoalan controversial, serta terlibat dalam pembentuk opini publik.
Dalam pelaksanaan aktivitasnya, public relations banyak
melakukan komunikasi. Dengan berkomunikasi, maka seorang public
relations akan mudah dalam mencapai dan membangun citra positif
organisasi atau perusahaan kepada publik. Citra merupakan kesan yang
diperoleh seseorang berdasarkan pengetahuan dan pengertiannya tentang
fakta-fakta atau kenyataan. Untuk mengetahui citra seseorang terhadap
suatu objek dapat diketahui dari sikapnya terhadap objek tersebut. Citra
terbentuk berdasarkan pengetahuan dan informasi-informasi yang diterima
seseorang. Pembentukan citra positif dilakukan oleh public relations,
karena ini sudah menjadi tugasnya dan ini tidak hanya sekedar tugas
formalitas.
Dengan demikian, pada makalah ini kita akan membahas terkait
opini publik dan citra perusahaan. Tujuan mempelajari opini publik dan
citra perusahaan untuk menganalisis opini publik yang terbentuk melalui
perubahan sikap, pengetahuan, dan keterampilan publik melalui strategi
yang disusun oleh praktisi Public Relations. Maka dari itu, makalah ini
dibuat dengan harapan agar dapat mengetahui peranan opini publik dalam
pembentukan citra perusahaan.

B. Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud dengan opini publik?
2. Apakah yang dimaksud dengan citra perusahaan?
3. Apa sajakah pengaruh opini publik?
4. Bagaiamana proses pembentukan citra perusahaan?
5. Apa peran citra bagi perusahaan?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui definisi opini publik.
2. Untuk mengetahui definisi citra perusahaan.
3. Untuk mengetahui apa saja pengaruh dari opini publik.
4. Untuk mengetahui bagaimana proses pembentukan citra perusahaan.
5. Untuk mengetahui peran citra dalam perusahaan.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Opini Publik

Istilah opini publik mulai berkembang pada abad 18 yang muncul


dalam Oxford Dictionary. Opini publik itu identik dengan pengertian
kebebasan, keterbukaan dalam mengungkapkan ide-ide, pendapat,
keinginan, kebutuhan, keluhan, kritik yang membangun, dan kebebasan
didalam penulisan. Dengan kata lain, opini publik itu merupakan efek dari
kebebasan didalam penulisan.(Rousseau,Vollaire,Milson,Mill).1
Opini publik berasal dari bahasa Inggris Public Opinion. Menurut
Djoenaesih S. Soenarjo, dalam bukunya Opini Publik, opini publik dalam
bahasa Indonesia sering diterjemahkan dengan “pendapat umum”, dengan
demikian public diterjemahkan dengan “umum” sedangkan opinion
dialihbahasakan dengan “pendapat”. Dalam ilmu komunikasi terdapat
istilah lain, yaitu Public Relation yang umumnya diterjerjemahkan dengan
“Hubungan Masyarakat”. Dalam hal ini public diterjemahkan dengan
“masyarakat”, sedangkan relations (sebenarnya kata jamak) diterjemahkan
dengan ”hubungan”.
Menurut Leonard W. Doob, dalam Sunarjo, 1984, pengertian opini
public adalah sikap orang-orang mengenai sesuatu soal, dimana mereka
merupakan anggota dari sebuah masyarakat yang sama. Doob lebih jauh
mengemukakan bahwa yang membentuk opini publik adalah sikap pribadi
seseorang atau pun sikap kelompoknya, karena sikapnya ditentukan oleh
pengalamannya, yaitu pengalaman dari dan dalam kelompok itu pula.
Opini publik akan berkembang dan menjadi kuat apabila opini publik itu
didukung oleh beberapa opini kelompok (group opinion), sehingga opini
publik itu dapat lebih mudah digerakkan.
Opini publik terdiri dari dua komponen kata yaitu publik dan opini.
Batasan sederhana dari publik adalah suatu kelompok orang yang memiliki
kepentingan yang sama dalam masalah tertentu. Pendapat adalah ekspresi
suatu sikap terhadap topik tertentu (yang ramai dibicarakan). Sikap yang
makin kuat, akan muncul ke permukaan dalam bentuk opini. Opini publik
adalah kumpulan pendapat individu terhadap masalah tertentu yang

1
Saputra, Wahidin, Public Relations 2.0 Teori dan Praktik Public Relation di Era Cyber
0101,(Depok: Gramata Publishing, 2011), hal.72
mempengaruhi suatu kelompok orang-orang (masyarakat). Pendapat lain
menyebutan bahwa opini publik mewakili suatu kesepakatan, dan
kesepakatan dimulai dengan sikap orang-orang terhadap issue yang masih
tanda tanya. Mencoba untuk mempengaruhi suatu sikap yang dimiliki
individu, bagaimana tanggapan dia terhadap suatu pokok masalah yang
dihadapinya.
Marian D. Irish dan James W. Prothro, dalam Effendy,
menyebutkan bahwa opini publik adalah ekspresi sikap mengenai
persoalan masyarakat.

Definisi Irish dan Prothro itu mencakup tiga aspek :

1. Ekspresi. Sikap yang diekspresikan bukanlah opini publik, sebab


sikap adalah predisposisi internal yang tidak bisa diobservasi secara
langsung. Untuk menjadi aspek dari opini publik, sikap harus
dikomunikasikan kepda orang lain.
2. Persoalan (issue), yang dimaksud dengan persoalan atau issue di
sini ialah yang mengandung pro dan kontra, setuju atau tak setuju.
Karena cirri pro dan kontra itulah, suatu opini selalu mengenai
objek yang dapat menimbulkan tanggapan yang menyenangkan atau
tidak menyenangkan.
3. Kemasyarakatan, opini publik lebih banyak bersangkutan dengan
kemasyarakatan. Opini publik menunjukkan opini perseorangan
secara terpadu, beberapa jenis persoalan masyarakat, yang
ditampilkan untuk menarik perhatian beberapa jenis orang dalam
beberapa jenis kondisi, menimbulkan beberapa jenis efek.

Dari beberapa definisi dengan berbagai pendekatan itu, secara


umum definisi itu dapat disimpulkan dan dirumuskan oleh Effendy
sebagai berikut: opini publik adalah efek komunikasi dalam bentuk
pernyataan yang bersifat kontroversial dari sejumlah orang sebagai
pengekspresian sikap terhadap masalah sosial yang menyangkut
kepentingan umum.

Menurut Effendy, untuk memperoleh kejelasan mengenai opini


publik, perlu dikemukakan tentang jenis-jenis opini lainnya yang berkaitan
dengan opini publik dan penting untuk diketahui Publik Relation Officer
(Pejabat Humas) :

a. Opini individu, merupakan pendapat seseorang secara perorangan


mengenai sesuatu yang terjadi di masyarakat. Pendapat itu bisa
setuju dan bisa tidak setuju. Baru diketahuinya bahwa orang-orang
lain ada yang sependapat dan ada yang tidak sependapat dengan dia,
setelah ia memperbincangkannya dengan orang lain. Maka sesuatu
yang terjadi itu menjadi objek opini publik. Jadi opini itu
merupakan perpaduan dari opini-opini individu.
b. Opini pribadi, merupakan pendapat asli seseorang mengenai suatu
masalah sosial. Pendapat seseorang belum tentu merupakaan
opininya, mungkin ia ambil alih opini orang lain disebabkan ia
menyetujuinya, lalu dalam suatu organisasi dikomunikasikannnya
kepada orang lain sebagai opininya sendiri, tetapi bukan opininya
pribadi.
c. Opini kelompok, merupakan pendapat kelompok mengenai suatu
masalah sosial yang menyangkut kepentingan banyak orang,
termasuk sekelompok orang tadi.
d. Opini mayoritas, merupakan pendapat orang-orang terbanyak dari
mereka yang berkaitan dengan suatu masalah yang pro, mungkin
yang kontra, mungkin yang mempunyai penilaian lain. Opini
minoritas, merupakan kebalikan dari opini mayoritas. Opini
minoritas adalah pendapat orang-orang yang relatif jumlahnya
sedikit dibandingkan jumlah mereka yang terkait dengan suatu
masalah sosial.
e. Opini massa, merupakan tahap kelanjutan dari opini publik, opini
yang bersifat massa ini bisa beralih bentuk menjadi tindakan fisik,
sering tindakan yang bersifat destruktif.
f. Opini Umum, merupakan pendapat yang sama dari semua orang
dalam suatu masyarakat mengenai masalah yang menyangkut
kepentingan umum. Dari defenisi tersebut terdapat persamaan
dengan opini massa, bahwa keduanya mempunyai pendapat yang
sama. Perbedannya adalah, jika pada opini massa pendapat yang
sama itu merupakan hasil perkembangan dari opini publik yaitu
pendapat yang kontroversial, pada opini umum tidak.

Memahami opini seseorang, apalagi opini publik, bukanlah sesuatu


yang sederhana. Akar dari opini tak lain adalah persepsi. Peresepsi
ditentukan oleh beberapa faktor seperti latar belakang budaya, pengalaman
masa lalu, dan nilai-nilai yang dianut, serta berita-berita yang berkembang.2

2
John P. Simandjuntak, Publik Realations, (Bandung: Graha Ilmu, 2003), hal.104-109
B. Citra Perusahaan

Menurut Bill Canton dalam Sukatandel (1990) mengatakan


bahwan citra adalah kesan, perasaan, gambaran diri publik terhadap
perusahaan, kesan yang sengaja diciptakan dari suatu objek, orang, atau
organisasi. Jadi ungkap Sukatandel, citra itu dengan sengaja diungkapkan
agar bernilai positif. Citra itu sendiri merupakan salah satu aset terpenting
dari suatu perusahaan atau organisasi. Citra adalah cara bagaiamana pihak
lain memandang sebuah perusahaan, seseorang, suatu komite.
Setiap perusahaan mempunyai citra sebanyak jumlah orang yang
memandangnya. Berbagai citra perusahaan datang dari pelanggan
perusahaan, pelanggan potensial, staf perusahaan, pesaing, distributor,
pemasok, asosiasi dagang, dan gerakan pelanggan di sektor perdagangan
yang mempunyai pandangan terhadap perusahaan.
Ada banyak citra perusahaan, misalnya: setiap pembantu, inovatif,
sangat memperhatikan karyawannya, bervariasi dalam produk, dan tempat
dalam pengiriman. Tugas perusahaan dalam rangka membentuk citranya
adalah mengidentifikasi seperti apa yang ingin dibentuk dimata
masyarakat, ujar Katz.
Citra perusahaan adalah citra dari suatu organisasi secara
keseluruhan, jadi bukan citra atas produk dan pelayanannya saja. Citra
perusahaan ini terbentuk oleh banyak hal. Hal-hal positif yang dapat
meningkatkan citra suatu perusahaan antara lain adalah sejarah atau
riwayat hidup perusahaan yang gemilang, keberhasilan dibidang keuangan
yang pernah diraihnya, sukses ekspor, hubungan industry yang baik,
reputasi sebagai pencipta lapangan kerja dalam jumlah yang besar,
kesediaan turut memikul tanggung jawab sosial, komitmen mengadakan
riset, sebagainya.3

C. Pengaruh Opini Publik

Pengaruh opini publik yang dikembangkan beberapa tahun lalu


oleh ahli psikologi sosial Hadly Cantril, dalam Seitel 1992 sebagai
berikut:

3
Soemirat, Soleh dan Elvinaro Ardianto, Dasar-dasar Public Relation, (Bandung: PT.
Remaja Rosdakarya Bandung, 2008), hal. 54-56
1. Opini sangat sensitif terhadap berbagai peristiwa penting.
2. Peristiwa-peristiwa besar (luar biasa) dapat mengubah opini publik
seketika.
3. Opini secara umum lebih banyak ditentukan oleh peristiwa-peristiwa
daripada kata –kata.
4. Pernyataan verbal dan tindakan penanggulangan hanya bisa dilakukan
pada saat opini terbentuk dan sewaktu orang-orang masih dalam
keadaan bingung dan mencari keterangan dari sumber yang kredibel
(layak dipercaya).
5. Secara umum, opini publik tidak mengantisipasi suatu keadaan darurat,
tetapi hanya bereaksi terhadap keadaan.
6. Opini pada dasarnya ditentukan oleh kepentingan pribadi.
7. Opini tidak bisa bertahan pada suatu periode panjang(mudah berubah).
8. Jika kepentingan pribadi sudah melekat, tidak mudah mengubah opini.
9. Sewaktu kepentingan pribadi sudah tersangkut, opini publik dalam
suatu Negara demokrasi cenderung untuk mendahului atau
mengarahkan kebijakan pemerintah atau pihak lain yang berwenang.
10. Sewaktu opini didukung oleh mayoritas yang tidak begitu kuat atau
opini yang terbentuk tidak solid, peristiwa berikutnya mudah sekali
mengubah opini.4

D. Proses Pembentukkan Citra Perusahaan

Citra terbentuk berdasarkan pengetahuan dan informasi-


informasi yang diterima seseorang. Proses pembentukan citra dalam
struktur kognitif yang sesuai dengan pengertian sistem komunikasi
dijelaskan oleh Nimpoeno, dalam laporan penelitian tentang Tingkah
Laku konsumen, seperti yang dikutip Danasaputra, sebagai berikut:

4
Ibid, 76-77
Model pembentukan citra

Pengalaman mengenai stimulus

Kognisi

Stimulus r
Stimulus Persepsi Sikap Respon
rangsang perilaku

Motifasi

Public Relations digambarkan sebagai input-output, proses intern


dalam model ini adalah pembentukan citra, sedangkan input adalah
stimulus yang diberikan dan output adalah tanggapan atau perilaku
tertentu. Citra itu sendiri digambarkan melalui persepsi-kognisi-motivasi-
sikap.
Model pembentukan citra ini menunjukan bagaimana stimulus yang
berasal dari luar diorganisasikan dan mempengaruhi respon. Stimulus atau
rangsang yang diberikan pada individu dapat diterima atau ditolak.
Jika rangsang ditolak maka proses selanjutnya tidak akan berjalan,
hal ini menunjukan bahwa rangsangan tersebut tidak efektif dalam
mempengaruhi individu karena tidak ada perhatian dari individu tersebut.
Sebaliknya jika rangsangan itu diterima oleh individu, berarti terdapat
komunikasi dan terdapat perhatian dari organisme, dengan demikian proses
selanjutnya dapat berjalan.
Proses pembentukan citra pada akhirnya akan menghasilkan sikap,
pendapat, tanggapan, atau perilaku tertentu. Untuk mengetahui bagaimana
citra suatu perusahaan atau lembaga dibenak publiknya dibutuhkan adanya
suatu penelitian. Melalui penelitian, perusahaan dapat mengetahui secara
pasti sikap publik terhadap lembaganya, mengetahui apa yang disukai dan apa
yang tidak disukai oleh publiknya.
Dengan melakukan penelitian citra, perusahaan dapat mengetahui
secara pasti sikap publik terhadap organisasi maupun terhadap produk barang
atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan yang bersangkutan. Dari penilian
citra ini, perusahaan juga dapat mengetahui apa-apa yang disukai dan apa-apa
yang tidak disukai publik tentang perusahaan, dengan demikian perusahaan
dapat mengambil langkah-langkah yang tepat bagi kebijaksanaan perusahaan
selanjutnya.
Frank Jefkins, dalam bukunya Public Relation (1984) dan buku
lainnya Essential of Public Relation (1998) mengemukakan jenis-jenis citra
antara lain :
1. The mirror image (cerminan citra)
Yaitu bagaimana dugaan citra manajemen terhadap publik
eksternal dalam melihat perusahaannya.
2. The current image (citra masih hangat)
Yaitu citra yang terdapat pada publik eksternal, yang berdasarkan
pada pengalaman atau menyangkut miskinnya informasi dan pemahaman
publik eksternal. Citra ini bisa saja bertentangan dengan mirror image.
3. The wish image (citra yang diinginkan)
Yaitu manajemen menginginkan pencapaian prestasi tertentu.
Citra ini dioaplikasikan untuk sesuatu yang baru sebelum publik eksternal
memperoleh informasi secara lengkap.
4. The multiple image (citra yang berlapis)
Yaitu sejumlah indivudu, kantor cabang atau perwakilan
perusahaan lainnya dapat membentuk citra tertentu yang belum tentu
sesuai dengan keseragaman citra seluruh organisasi atau perusahaan.5

E. Peran Citra Dalam Perusahaan

1. Jenis-jenis citra
Frank Jeffkins menyebutkan bahwa terdapat beberapa jenis citra,
yaitu :

a. Citra bayangan
Citra atau pandangan orang dalam perusahaan mengenai
pandangan masyarakat terhadap organisasinya. Citra ini sering
tidak tepat bahkan hanya sebagai ilusi sebagai akibat tidak
memadainya informasi, pengetahuan atau pemahaman yang
dimiliki oleh kalangan dalam organisasi ini mengenai pendapat
atau pandang dari pihak luar
b. Citra yang berlaku
Kebalikan dari citra bayangan, citra yang berlaku adalah citra
atau pandangan orang luar mengenai suatu organisasi. Namun
sama halnya dengan citra bayangan, citra yang terbentuk belum
tentu sesuai dengan kenyataan. Citra ini biasanya cendrung negatif

5
Ibid, 114-117
c. Citra yang diharapkan
Citra yang diinginkan oleh perusahaan. Citra ini juga tidak
sama dengan citra sebenarnya. Biasanya citra yang diharapkan
lebih baik daripada citra yang sesungguhnya
d. Citra perusahaan
Citra dari suatu organisasi secara keseluruhan. Bukan hanya
citra atas produk dan pelayanannya. Citra perusahaan terbentuk dari
banyak hal seperti sejarah atau kinerja perusahaan, stabilitas
keungan, kualitas produk dan lain – lain
e. Citra majemuk
Jumlah pegawai, cabang atau perwakilan dari sebuah
perusahaan atau organisasi dapat memunculkan suatu citra yang
belum tentu sama dengan organisasi atau perusahaan tersebut secara
keseluruhan
f. Citra yang baik dan buruk
Seorang public figure dapat menyandang reputasi baik atau
buruk. Keduanya bersumber dari adanya citra – citra yang berlaku
yang bersifat negatif atau positif. Citra PR yang benar adalah kesan
yang benar, yakni sepenuhnya berdasarkan pengalaman,
pengetahuan serta pemahaman atau kenyataan yang sesungguhnya.
Citra tidak dapat dipoles agar lebih indah dari warna aslinya
2. Faktor yang mempengaruhi perusahaan
Menurut Kotler, citra adalah persepsi masyarakat terhadap
perusahaan atau produknya. Citra dipengaruhi oleh banyak faktor di
luar kontrol perusahaan.

a. Citra perusahaan
Mark Craham Dewney mengatakan bahwa citra perusahaan
yang ada dalam benak konsumen. Citra menurut Jeffkins
diartikan sebagai karakter sebuah organisasi. Sementara PR
Smith mendefenisikan citra perusahaan sebagai sejumlah
presepsi terhadap sebuah organisasi
b. Mengomunikasikan citra lewat media
Citra dapat disebarluaskan lewat segala media komunikasi
yang dimiliki. Media utama untuk mengomunikasikan citra
adalah :
1) Media
Citra yang dipilih harus ditampilkan dalam iklan yang
menyampaikan suatu cerita suasana hati
2) Suasana
Ruang-fisk yang ditempati organisasi merupakan pencipta
citra yang kuat
3) Peristiwa
Perusahaan dapat membangun suatu identitas melalui jenis
kegiatan yang disponsorinya

3. Peran citra bagi perusahaan


Pendapat Goonroos pendapat citra adalah :
1. Citra menceritakan harapan, bersama dengan kampanye pemasar
eksternal, seperti periklanan, penjualan pribadi dan komunikasi
dari mulut ke mulut
2. Cira adalah sebagai penyaring yang mempengaruhi persepsi
kegiatan perusahaan
3. Citra adalah fungsi dari pengalaman dan harapan konsumen
4. Citra mempunyai pengaruh penting pada manajemen

4. Manfaat citra bagi perusahaan


Menurut Sutojo, manfaat citra adalah :
1. Daya saing jangka menengah dan jangka panjang yang mantap
2. Menjadi perisai selama masa krisis
3. Menjadi daya tarik eksekutif handal
4. Meningkatkan efektivitas strategi pemasaran
5. Penghematan biaya opersional6

6
Nova Firsan, Crisis Public Relation, ( Jakarta : Rajawali Pers, 2011), hal.23-30
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Opini publik memiliki peranan yang besar terhadap pembentukan


citra sebuah organisasi atau produk dari organisasi tersebut. Opini publik
terbentuk dari masyarakat yang menaruh perhatian pada pada sebuah isu
atau hal yang sama. Opini publik harus dihimpun dan kemudian dianalisa
oleh Public Relations organisasi tersebut sebagai acuan dan pertimbangan
dalam pengambilan langkah selanjutnya. Melalui cara ini, akan diketahui
seberapa baik atau buruk citra sebuah organisasi di mata publik.