Anda di halaman 1dari 3

42

Kota Batu merupakan satu-satunya daerah pemekaran di Propinsi


Jawa Timur, yang resmi berdiri pada tanggal 17 Oktober 2001 melalui
Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kota Batu.
Kota Batu memiliki luas wilayah kurang lebih 200 Km 2, yang terbagi :
a. 57,5 % berupa hutan : area ini harus tetap dipertahankan dan
dilestarikan sebagai potensi unggulan dan kekuatan Batu, supaya Kota
Batu tetap hijau, berudara sejuk, bersih dan segar serta airnya yang
jernih, sehingga bisa memberikan kenyamanan bagi warga masyarakat.
Selain itu pelestarian hutan sangat penting, mengingat Kota Batu sebagai
daerah konservasi yang memiliki 138 titik sumber mata air dan sebagai
hulu sungai Brantas yang mengaliri hampir 16 Kabupaten / Kota di Jawa
Timur;
b. 20 % lahan pertanian, juga harus dijaga mengingat sektor pertanian
menjadi sektor unggulan dalam menopang perekonomi daerah serta
menjadi sumber utama mata pencaharian penduduk Kota Batu;
c. Sisanya 22,5 % diperuntukkan pengembangan fisik yaitu kegiatan usaha,
jasa, perdagangan, wisata, perkantoran dan perumahan serta peruntukan
lainnya;

Selanjutnya dilihat dari letak dan posisi geografis di Jawa Timur, Kota
Batu memiliki posisi yang sangat strategis yaitu berada ditengah wilayah
pertumbuhan Jawa Timur yakni berada diantara 3 (tiga) pusat pertumbuhan
ekonomi Jawa Timur antara lain Kota Malang sebagai Kota Pelajar, Kota
Kediri dengan Pabrik Rokok dan Surabaya sebagai Ibu Kota Provinsi Jawa
Timur.

Secara administrasi Kota Batu terdiri dari 3 Kecamatan, 19 Desa dan


5 Kelurahan (satu-satunya Pemerintah Kota dengan Desa dan Kelurahan).
Sesuai dengan kondisi geografis, maka 3 kecamatan di Kota Batu yaitu :
1. Kecamatan Bumiaji, merupakan kecamatan terluas dengan potensi
utama sebagai daerah penghasil produk pertanian terutama sayuran
hortikultura, buah-buahan dalam pengembangan wilayah diarahkan
untuk pengembangan kawasan pusat konservasi, pertanian,
pariwisata alam, agribisnis dan kebudayaan
2. Kecamatan Batu, sebagai ibukota Pemerintah Kota Batu, sebagai
pusat perekonomian Kota mempunyai potensi utama pada sektor
pariwisata buatan (jatim park 1, 2, 3, BNS) dan industri jasa
pendukung pariwisata termasuk didalamnya industri olahan
42

makanan. Dalam pengembangannya diarahkan untuk pengembangan


kawasan perkotaan, pusat kegiatan ekonomi utama, dan yang
terakhir;
3. Kecamatan Junrejo, memiliki potensi tanaman pangan, industri
kerajinan, dan industri olahan makanan dalam pengembangan
wilayahnya diarahkan untuk penyangga perkotaan untuk infrastruktur
penunjang perekonomian kawasan desa mandiri pangan

luas wilayah kurang lebih 200 Km 2, Jumlah penduduk pada akhri


tahun 2018 tercatat 211.357, dengan jumlah Kepala Keluarga sejumlah
66,175 KK dengan penduduk usia produktif mencapai 67,4 %. angka
kemiskinan yang tinggal 3,89 %, dan angka pengangguran terbuka pada
kisaran angka 2,26 % pada akhir tahun 2018 atau lebih rendah dari
Nasional dan Provinsi Jawa Timur.

Bahwa dalam kurun waktu hampir 17 tahun sejak berdiri, Kota Batu
sebagai daerah otonom baru telah banyak capaian kemajuan dan
keberhasilan pembangunan yang cukup menggembirakan. Hal ini dapat
dilihat dari makro ekonomi daerah diantaranya pertumbuhan ekonomi yang
sangat positif dan terus meningkat, dengan rata-rata mencapai angka 6,56
persen tiap tahun.
Pertumbuhan ekonomi yang positif ini tidak lepas dari kinerja
ekonomi daerah yang terus membaik khususnya dari sektor wisata dan
investasi daerah yang tercatat terus meningkat. Pada tahun 2018 angka
investasi mencapai hampir Rp. 4,31 Triliun (di luar asset tanah dan
bangunan), sedangkan kunjungan wisata mencapai hampir 4,9 Juta jiwa.
Membaiknya perekonomian daerah berdampak signifikan terhadap
pendapatan per-kapita masyarakat yang terus menunjukkan kenaikan,
tercatat pada tahun 2018 kemarin mencapai 64,95 juta rupiah diukur Atas
Dasar Harga Berlaku (ADHB) atau hampir setara dengan 5,4 juta rupiah
per-bulan.
Selanjutnya dengan pendapatan masyarakat yang meningkat, maka
berdampak pada tingkat kesejahteraan masyarakat. Hal ini dapat dilihat
dari capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mencapai angka
74,26 poin atau melebihi capaian IPM Provinsi Jawa Timur dan Nasional.
Angka ini apabila disandingkan dengan 38 Kabupaten / Kota di Provinsi Jawa
Timur, maka IPM Kota Batu berada pada posisi ke 10.