Anda di halaman 1dari 10

A.

LATAR BELAKANG KEGIATAN

Pembangunan rest area tidak meleburkan karakter daerah setempat


dan menyesuaikan dengan era sekarang jadi pengembangan antara latar
setempat dan modern. Regionalism (kedaerahan) menekankan pada
pengungkapan karakterisktik suatu daerah atau arsitektur kontemporer
Kebiasaan masyarakat dalam suatu kelompok budaya yang tidak dirubah dalam
jangka waktu yang mereka ciptakan tetap dapat melayani kebiasaan-kebiasaan
tersebut dengan makna yang mendalam. Karakter lokal menjadi acuan dalam
pembangunan rest area, yaitu dengan cara menampilkan identitas watak dan
perilaku, yang dapat dilihat dari beberapa aspek yang muncul seperti memaknai
proses hasil bumi daerah tersebut. Kecenderungan perubahan fungsi lahan
untuk mengakomodasi berbagai kegiatan yang saling terkait dengan fungsi
Kawasan.

Rest area adalah suatu fasilitas umum dan sosial yang dibutuhkan oleh
masyarakat dimana pun itu dengan letaknya yang strategis. Masyarakat yang
mengalami lelah saat mengemudi jarak tempuh yang jauh dan mencari tempat
titik lelah < 25 km sesuai SPM (Standart Pelayanan Minimal) jalan tol yang
diatur dalam Permen PU No.16/PRT/M/2014 dan tidak hanya melihat dari
aturan Permen tetapi juga melihat aturan dari pihak badan pengelola jalan tol
yang sudah memiliki/ merencanakan suatu DED (Detail Engineering Design)
yang ada.

Rest area merupakan tempat dimana pengemudi yang lelah dapat


berhenti dan beristirahat apabila lelah dalam perjalanan ini belum ada,
rencananya rest area ini sangatlah cocok untuk dilaksanakan di sepanjang jalan
raya Kabupaten Jeneponto ini yang perkiraan jarak tempuhya cukup jauh yaitu
75,67 km. Saat ini hanya masih ada satu rest area disepanjang jalan raya
Kabupaten Jeneponto yaitu Taman Roya yang berada di Kecamatan
Tamalatea. Maka dari itu untuk memenuhi kebutuhan warga Kabupaten
Jeneponto dibangunlah rest area ini karena penting bagi keselamatan
pengemudi yang mengalami kelelahan saat dalam perjalanan, kelaparan, dan
kurang sehat untuk bisa berhenti dan beristirahat di rest area ini.

B. PERMASALAHAN

Kabupaten Jeneponto merupakan salah Kabupaten yang ada di Sulawesi


Selatan dengan luas wilayah 749,79 km2 sebagai jalan penghubung menuju ke
Kota Makassar dan merupakan Kabupaten Terluas yang pengemudi lewati dari
arah Bulukumba menuju Kota Makassar. Di Kabupaten Jeneponto hanya
memiliki satu rest area yang disebut Taman Roya yang berada di Kecamatan
Tamalatea. Dengan kondisi jarak tempuh jalan Jeneponto yang cukup Panjang
maka masih dibutuhkan rest area untuk mendukung keselamatan bagi
pengemudi yang melakukan perjalanan. Adapun permasalahannya yaitu :

1. Bagaimana menyediakan tempat istrahat dan pelayanan yang memiliki daya


tarik bagi para pengguna jalan, sahingga para pengguna jalan berkeinginan
lebih untuk mengunjungi rest area?

2. Bagaimana menghadirkan desain kawasan rest area yang mampu menjadi


sarana promosi bagi potensi daerah baik itu komoditi lokal maupun produk-
produk olahan setempat?

3. Bagaimana menyediakan fasilitas rest area yang mampu menerapkan prisip-


prinsip Kearifan lokal daerah tersebut?

4. Bagaimana menghadirkan desain kawasan dengan memanfaatkan sumber


daya lokal?

C. MAKSUD, TUJUAN DAN SASARAN KEGIATAN

Maksud dari kegiatan Penyusunan Rest Area Jeneponto ini adalah


sebagai tindak lanjut penyusunan masterplan kawasan Rest Area Kabupaten
Jeneponto, dan sebagai produk yang mampu memberikan masukan-masukan
kepada Daerah. Masukan tersebut mengenai rencana dan program
pembangunan fisik dalam penanganan tata bangunan dan lingkungan
Kawasan tersebut yang mencakup kegiatan:
a) Tahap Persiapan Perencanaan (Konsep Rancangan)
b) Tahap Pra Rencana
c) Tahap Pengembangan
d) Tahap Rancangan Gambar Detail dan Pengadaan RKS dan RAB
e) Tahap Pelelangan
Sedangkan Tujuan dari kegiatan Penyusunan DED Pusat Rest Area
Jeneponto adalah :
1. Memberikan Data dan Informasi yang lebih detail mengenai
lokasi rencana pembagunan rest area.

2. Mendapatkan hasil perencanaan teknis Pembangunan Kawasan Rest Area


Jeneponto sesuai dengan kebutuhan dilapangan dan karakteristik daerah
perencanaan sehingga didapatkan dokumen perencanaan yang lengkap
dan dapat digunakan sebagai pedoman bagi tahapan perencanaan
selanjutnya hingga ke pelaksanaan fisik.

Berdasarkan Maksud dan Tujuan tersebut di atas. Maka Sasaran yang


ingin dicapai kegiatan ini adalah Terwujudnya suatu perencanaan yang
komprehensif, baik ditinjau dari aspek arsitektural dan struktural, maupun dari
aspek ekonomis serta tahapan-tahapan pelaksanaan kegiatan pembangunan
Rest Area Jeneponto dan bisa menerjemahkan secara fisik berdasarkan
aturan teknis yang berlaku serta pemenuhan keseluruhan data administrasi,
teknis maupun kelengkapan lain yang dibutuhkan untuk pelaksanaan tahapan
rencana selanjutnya hingga pembangunan Fisik.

D. REFERENSI HUKUM

Dasar hukum dan kebijakan yang menjadi Referensi Hukum


penyusunan DED Rest Area Jeneponto, antara lain;
 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-
Pokok Agraria
 Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang
 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya
Alam

 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Pengelolaan


dan Perlindungan Lingkungan Hidup

 Permen PU No.16/PRT/M/2014 Tentang Standar Pelayanan Minimal Jalan


Tol

 RANCANGAN AWAL RPJM D PROVINSI SULAWESI SELATAN


TAHUN 2018-2023
 RPJMD Kabupaten Jeneponto 2014-2018.
 Kebijakan Penataan Ruang Wilayah Kabupaten Jeneponto.

E. LOKASI PEKERJAAN DAN LUASAN

Lokasi kegiatan Perencanaan DED Rest Area Jeneponto ini


dilaksanakan di kawasan lokasi rencana pembangunan Rest Area Jeneponto
yang terletak Lingkungan Borong Untia Desa Karama Kelurahan Benteng
Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto. Lokasi rencana pembangunan
Rest Area Jeneponto merupakan lahan kosong, berdasarkan data dan kajian
yang ada sebelumnya dengan luas areal kawasan + 3,5 Ha

F. WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN

Jangka waktu penyelesaian pelaksanaan kegiatan Penyusunan DED


Rest Area Jeneponto adalah selama 6 (enam) minggu atau 42 hari kalender
terhitung sejak dikeluarkannya Surat Perintah Kerja (SPK).

G. PELAPORAN DAN KELUARAN YANG DIHASILKAN


1. TAHAPAN PERENCANAAN
Keluaran yang dihasilkan oleh konsultan Perencana berdasarkan
Kerangka Acuan Kerja ini adalah lebih lanjut akan diatur dalam surat
perjanjian, yang minimal meliputi:

a) Tahap Konsep Perencanaan


1) Konsep penyiapan rencana teknis, termasuk konsep organisasi,
jumlah dan kualifikasi tim perencana, metoda pelaksanaan, dan
tanggung jawab perencanaan.
2) Konsep skematik rencana teknis, termasuk program ruang, organisasi
hubungan ruang, dll.
3) Laporan data dan informasi lapangan, termasuk penyelidikan tanah,
keterangan rencana kota, dll.
b) Tahap Pra Rencana Teknis
1) Pengukuran Topografi Lahan Rest Area
2) Gambar-gambar rencana tapak
3) Gambar-gambar pra rencana bangunan
4) Perkiraan biaya pembangunan
5) Laporan perencanaan
6) Mengurus kelengkapan untuk perizinan
7) Hasil konsultasi rencana dengan Pemda setempat
8) Garis besar rencana kerja dan syarat-syarat (RKS)

c) Tahap Pengembangan Rencana


1) Rencana arsitektur, beserta uraian konsep dan visualisasi dwi dan
trimatra bila diperlukan
2) Rencana Landscape
3) Rencana struktur (apabila ada), beserta uraian konsep dan
perhitungannya
4) Rencana Sirkulasi Kendaraan Keluar Masuk Rest Area
5) Rencana perletakan Fasilitas Pendukung/Penunjang di lokasi Rest
Area
6) Rencana mekanikal elektrikal termasuk IT, beserta uraian konsep
dan perhitungannya (apabila ada)
7) Garis besar spesifikasi teknis (outline specification)
8) Perkiraan biaya
d) Tahap Rencana Detail
1) Membuat Gambar Hasil Pengukuran Topografi
2) Membuat gambar-gambar detail
3) Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
4) Rincian volume pelaksanaan pekerjaan (BoQ)
5) Rencana Anggaran Biaya (RAB) pekerjaan konstruksi berdasarkan
Analisa Biaya Konstruksi SNI
6) Menyusun laporan perencanaan: struktur, utilitas, lengkap dengan
perhitungan-perhitungan yang bisa dipertanggungjawabkan
e) Tahap Pelelangan (Dokumen Perencanaan Teknis)
1) Gambar rencana beserta detail pelaksanaan: arsitektur, struktur,
mekanikal, elektrikal, pertamanan (Landscape), dan tata ruang
2) Rencana kerja dan syarat-syarat administratif, syarat umum dan
syarat teknis (RKS)
3) Rencana Anggaran Biaya (RAB)
4) Rincian volume pekerjaan/Bill of Quantity (BoQ)
5) Laporan perencanaan
f) Tahap Pengawasan Berkala
Laporan pengawasan berkala; seperti memeriksa kesesuaian
pelaksanaan pekerjaan dengan rencana secara berkala, melakukan
penyesuaian gambar dan spesifikasi teknis pelaksanaan bila ada
perubahan, memberikan penjelasan terhadap persoalan-persoalan yang
timbul selama masa konstruksi, memberikan rekomendasi tentang
penggunaan bahan dan membuat laporan akhir pengawasan berkala

g) Menyusun laporan akhir pekerjaan perencanaan yang terdiri atas


perubahan perencanaan pada masa pelaksanaan konstruksi, petunjuk
penggunaan, pemeliharaan, dan perawatan bangunan gedung, termasuk
petunjuk yang menyangkut peralatan dan perlengkapan mekanikal-
elektrikal bangunan.

Laporan dan keluaran yang akan dihasilkan kegiatan Penyusunan SID dan
DED Pusat Rekreasi Timika, antara lain;
2. Laporan Pendahuluan
Laporan Pendahuluan memuat : persiapan pelaksanaan pekerjaan mulai
dari pendekatan dan metode pekerjaan, rincian kegiatan dan jadwal
pelaksanaan pekerjaan, serta uraian tugas dan rencana mobilisasi personil.

3. Laporan Antara

Laporan Antara memuat hasil kegiatan survey lapangan dan studi literatur,
gambaran umum lokasi, analisis data dan evaluasi dan konsep
pengembangan Kawasan.
4. Draft Laporan Akhir

Draft Laporan Akhir merupakan laporan sementara yang digunakan


sebagai bahan diskusi dengan pihak terkait yang sudah memuat hasil
survey, identifikasi, desain perencanaan serta estimasi biaya, 3D dan
Animasi. Kawasan.

5. Laporan Akhir

Laporan Akhir memuat : Laporan ini sebagai hasil final dari seluruh
pekerjaan yang disempurnakan dari serangkaian diskusi/seminar.

H. SISTEMATIKA PEMBAHASAN LAPORAN PENDAHULUAN

Dokumen Laporan ini merupakan Laporan Pendahluan dari kegiatan


Penyusunan DED Rest Area Jeneponto yang disajikan ke dalam 6 (Enam) Bab
pembahasan, antara lain;

BAB. I PENDAHULUAN

Dalam bab ini yang akan dibahas antara lain adalah Pengertian rest area,
Permasalahan, Latar belakang kegiatan, Maksud, tujuan dan sasaran kegiatan,
Referensi Hukum, Lokasi Pekerjaan dan Luasan, Waktu pelaksanaan
pekerjaan, Pelaporan dan Keluaran yang dihasilkan serta sistematika
pembahasan laporan pendahuluan dari kegiatan Penyusunan DED Rest Area
Jeneponto.

BAB. II TINJAUAN KEBIJAKAN DAN WILAYAH PERENCANAAN

Dalam bab ini, yang akan dibahas adalah Tinjauan kebijakan


Kabupaten Mimika, membahas tentang; Tinjauan terhadap Rencana
Pembangunan Jangka menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jeneponto,
meliputi; Visi, Misi dan Strategi Pembangunan Kabupaten Jeneponto, dan
Kebijakan Penataan Ruang Kabupaten Jeneponto.

BAB. III PENDEKATAN DAN METODOLOGI

Dalam bab ini akan dipaparkan mengenai; Pendekatan


perencanaan, Pemahaman tentang rest area, Presedenkonsep rest area
(Michi No Eki di Jepang).

BAB. IV RENCANA KERJA


Dalam bab ini dibahas rencana kerja yang meliputi : Program Kerja,
Organisasi dan Personil, Tenaga Ahli dan Tanggung Jawab serta
Pendekatan Kelembagaan.

BAB. V ANALISIS

Dalam bab ini akan dipaparkan mengenai; Kondisi esksisting,


Analisis tautan wilayah, Analisis aksesibilitas dan sirkulasi, Analisi
kebisingan, Analisis view, Analisis Vegetasi, Analisis Iklim dan lintasan
matahari, Utilitas.

BAB. VI KONSEP PERENCANAAN

Dalam bab ini yang akan dibahas adalah Tema Kawasan, Konsep
desain yang meliputi arsitektur berkelanjutan (Sustainable Architectur),
Bentuk dan tatanan yang meliputi: Area parkir, Lansekap, Bangunan,
Sistem struktur.