Anda di halaman 1dari 12

KAJIAN BERTHING AID SYSTEM

(SISTEM UNTUK MEMBANTU SANDAR KAPAL)

PT KRAKATAU BANDAR SAMUDERA

Cilegon, Maret 2019


Disusun Oleh :

Aziz Mustofa / NIK 30102


I. LATAR BELAKANG

PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) merupakan pelabuhan internasional yang telah


menerapkan standar internasional seperti ISPS-code. Sebagai salah satu pelabuhan
internasional di Indonesia sudah seharusnya memiliki fasilitas-fasilitas yang canggih
dan terbarukan. PT KBS memiliki banyak dermaga yang dapat disinggahi berbagai
jenis kapal termasuk kapal dengan kapasitas 200.000 DWT. Akan tetapi saat ini KBS
belum memiliki teknologi atau sistem yang dapat membantu penyandaran kapal.
Kegiatan pilotage atau pemanduan penyandaran kapal masih dilakukan secara manual
dengan mengandalkan komunikasi antara pilot atau pemandu dengan nahkoda atau
pengemudi kapal dengan menggunakan radio. Kegiatan pilotage yang masih dilakukan
secara manual ini tidak dapat merekam kondisi dan situasi saat penyandaran kapal.

Di KBS sendiri pernah terjadi insiden kapal menabrak dermaga pada saat proses
penyandaran. Hal ini tentu menyebabkan banyak kerugian bagi pemilik barang maupun
bagi KBS. Bagi pemilik barang terjadinya insiden ini menyebabkan keterlambatan
bongkar muat muatan atau kargo. Selain itu juga biaya untuk sewa kapal menjadi
bertambah karena tidak sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Sementara bagi
KBS sendiri kerugian yang ditimbulkan berupa rusaknya dermaga dan terhentinya
pelayanan bongkar muat di dermaga tersebut. Pada saat insiden tersebut terjadi, KBS
tidak memiliki alat atau sistem yang dapat memantau dan merekam kondisi fisik yang
terjadi seperti kecepatan kapal pada saat kapal, sudut penyandaran kapal, kecepatan
angin, dan kecepatan arus. Hal ini berakibat pada sulitnya mendapatkan klaim asuransi
dermaga karena pihak asuransi meminta kondisi pada saat penyandaran kapal secara
detail.

Pelabuhan-pelabuhan internasional di dunia sebagian besar telah memiliki sistem yang


dapat membantu penyandaran kapal yang bernama berthing aid system. Berthing aid
system memiliki fungsi dasar untuk membantu nahkoda mengarahkan kapal pada saat
bersandar di dermaga. Berthing aid ini dapat mengukur kecepatan kapal dan sudut
kedatangan kapal saat bersandar. Berthing aid ini biasanya juga dilengkapi dengan
sensor untuk mengukur kecepatan angin dan kecepatan arus di sekitar dermaga hingga
ada yang terhubung dengan GPS untuk dapat dilihat visualisasi saat penyandaran kapal.

2|Kajian Berthing Aid System


Hasil pengukuran tersebut dapat ditampilkan secara realtime dan data dapat disimpan
di dalam database.

II. TUJUAN

Untuk mendukung kelancaran pelayanan jasa pelabuhan di PT KBS diperlukan


pengembangan dan inovasi yang berkelanjutan termasuk dalam pelayanan penyandaran
kapal (vessel berthing). Salah satu alat atau sistem yang dapat digunakan dalam
penyandaran kapal adalah Berthing Aid System (BAS). Dengan BAS ini nahkoda akan
lebih mudah dalam mengenali kondisi dan situasi pada saat menyandarkan kapal. Selain
itu data kondisi fisik seperti kecepatan kapal, sudut kapal, kecepatan angin dan
kecepatan arus dapat terekam dan tersimpan.

PT KBS sebagai pihak yang akan melakukan pengadaan sistem berthing aid harus teliti
dan cermat dalam menentukan model yang paling sesuai dengan kebutuhan dan
keadaan di dermaga yang dimiliki. Sistem berthing aid harus memenuhi berbagai aspek
seperti kondisi dermaga eksisting, biaya, teknologi yang digunakan, fisibilitas
pengoperasian, keamanan dan keselamatan serta lingkungan di pelabuhan cigading
yang dimiliki KBS.

Tujuan dari kajian ini adalah mengkaji jenis-jenis atau model berthing aid system yang
telah ada untuk mengetahui fisibilitas pemasangan berthing aid system di KBS dengan
mempertimbangkan kondisi eksisting KBS.

III. BERTHING AID SYSTEM

PT Krakatau Bandar Samudera memiliki banyak dermaga yang dapat digunakan untuk
bersandar kapal. Seluruh kegiatan pemanduan kapal di semua dermaga yang ada di
KBS belum menggunakan teknologi yang membantu pemanduan kapal saat bersandar
yaitu berthing aid system.

Berthing aid system merupakan suatu sistem yang mengintegrasikan berbagai sensor
dan sistem komunikasi data yang dapat mengukur dan menghitung kondisi fisik pada
3|Kajian Berthing Aid System
saat kapal akan bersandar. Berthing aid menggunakan laser untuk mengukur jarak kapal
dengan dermaga, kecepatan kapal saat bersandar dan sudut kedatangan kapal. Berthing
aid juga dilengkapi dengan sistem sensor lain seperti sensor untuk mengetahui kondisi
air laut seperti arus dan gelombang (ombak) dan kondisi udara seperti kecepatan dan
arah angin. Berthing aid juga dapat dilengkapi dengan equipment yang terhubung
dengan GPS. Hasil dari pengambian data dapat ditampilkan dengan display LED,
pager, PDA, laptop ataupun monitor pada kontrol room. Secara umum berthing aid ini
dapat dikelompokan menjadi sistem sensor, sistem prosesor dan sistem display.

Sistem sensor yang berfungsi untuk mengukur jarak kapal dengan dermaga, kecepatan
kapal bersandar dan sudut kapal saat bersandar menggunakan laser. Pada sistem ini
digunakan dua buah laser agar dapat menghitung sudut kedatangan kapal. Berikut
visualisasi perhitungan sudut kedatangan kapal :

Gambar 1 Visualisasi perhitungan sudut kedatangan kapal

𝑦1 − 𝑦2
𝜃 = tan−1
𝑥
Berdasarkan spesifikasi dari beberapa vendor berthing aid yang diperoleh dari internet,
laser ditempatkan di tepi dermaga yang mengarah langsung ke kapal. Laser ini,
dikaitkan dengan sisi dermaga dengan baut agar stabil. Hal ini menjadikan laser ini sulit
jika akan dipindahkan dari satu dermaga ke dermaga lainnya. Dengan demikian
diperlukan setidaknya dua buah laser untuk setiap dermaga yang ada. Dari beberapa
vendor yang menyediakan sistem ini, tidak ada yang mencantumkan harga baik untuk
sistem keseluruhan ataupun harga per bagian. Berikut ini contoh pemasangan laser di
dermaga :

4|Kajian Berthing Aid System


Gambar 2 Contoh pemasangan laser sensor di dermaga

Sensor lain yang biasa digunakan adalah sensor untuk mengetahui kondisi cuaca dan
kondisi air laut. Untuk mengukur kecepatan arus dan arah arus digunakan
currentsensor. Untuk mengukur keadaan gelombang seperti ketinggian dan periode
gelombang serta kondisi pasang surut digunakan wave and tide laser sensor.

Gambar 3 Current Sensor dan Wave and Tide Sensor

Sementara itu untuk mengetahui kondisi cuaca digunakan beberapa sensor seperti wind
sensor untuk mengukur arah dan kecatan angin, temperatur and humidity sensor untuk
suhu dan kelembaban, pressure sensor untuk tekanan udara serta rain sensor untuk
mengukur intensitas dan akumulasi hujan.

Gambar 4 Sensor untuk mengukur kondisi cuaca

Sistem prosesor digunakan untuk mengolah data yang didapatkan dari sensor untuk
dapat disimpan atau ditampilkan di user interface. Sistem ini juga berguna sebagai

5|Kajian Berthing Aid System


sistem kontrol untuk mengatur pengoperasian sistem lain dan sistem komunikasi yang
berfungsi menghubungkan dan mentransfer data dengan perangkat lain. Vendor
menyediakan sistem prosesor ini berupa komputer atau server. Satu sistem prosesor
dapat digunakan untuk beberapa laser sensor. Untuk itu kebutuhan dari sistem ini
bergantung pada kemampuan sistem mengakomodasi sensor-sensor yang digunakan.
Vendor juga menyediakan software development KIT yang memudahkan user untuk
pengoperasiannya. Berikut gambar ini sistem prosesor dan tampilan software yang
disediakan oleh vendor prosertek :

Gambar 5 SIstem kontrol KIT dan GUI software

Sistem display yaitu sistem untuk menampilkan hyasil pengukuran dan perhitungan
sensor juga disediakan vendor. Seperti sensor laser, sistem display juga terpasang di
setiap dermaga agar dapat dengan mudah terlihat oleh pilot. Sistem display yang
terpasang di dermaga menampilkan kecepatan kapal dan jarak kapal dari dermaga serta
rambu-rambu untuk menunjukan status aman tidaknya kecepatan kapal saat bersandar.
Berikut ini contoh tampilan display yang berada di dermaga :

6|Kajian Berthing Aid System


Gambar 6 Contoh pemasangan LED display

Selain ditampilkan pada LED display, hasil pengukuran sensor juga dapat ditampilkan
dengan menghubungkan ke berbagai perangkat seperti pager, PDA, smartphone
ataupun laptop.

IV. VENDOR BERTHING AID SYSTEM


a. Straatman

Gambar 7 Logo Straatman

Straatman merupakan vendor berthing aid system dari Jerman. Berthing aid dari
Straatman ini menggunakan teknologi laser terbaru. Laser akan mengukur dan
menghitung jarak dari jetty atau dermaga ke sisi kapal yang akan bersandar.
Straatman juga menyediakan display yang dapat menampilan jarak kapal
dengan dermaga, kecapatan dan sudut kapal saat bersandar serta parameter lain
seperti kecepatan angin, kecepatan arus dan kondisi ombak.

7|Kajian Berthing Aid System


Gambar 8 BAS dari Straatman

Fitur yang dimiliki oleh berthing aid dari Straatman sebagai berikut :
 Laser dengan akurasi tinggi dan maintenance free
 Jarak pengukuran 0-300 meter
 Akurasi +/- 2 cm
 Operasi cocok untuk zona 1 dan 2
 Tahan terhdapat segala kondisi cuaca
 LED Display dapat dilihat pada jarak 300 meter

b. Marimatech

Gambar 9 Logo Marimatech

Sistem Berthing aid atau sistem Docking Laser MARIMATECH menggunakan


dua laser yang dipasang di dermaga yang mengukur jarak ke sisi kapal yang
mendekat serta mengukur kecepatan dan sudut kapal. Informasi ini kemudian
dapat ditampilkan pada Digital Large Display (DLD) yang dipasang di
dermaga, perangkat nirkabel seperti pager atau PDA genggam dan pada monitor
komputer ruang kontrol.
Sistem ini juga dapat diintegrasikan dengan Mooring Load Monitoring System
(MLMS) dan Environmental Monitoring System (EMS) dari Marimatech.
Fitur yang dimiliki oleh berthing aid dari Marimatech ini sebagai berikut:
 Laser dengan High precision measurement

8|Kajian Berthing Aid System


 Display di update secara real-time
 Desain simple dan robust yang tahan disegala kondisi cuaca
 Dapat mengukur jarak hingga 300 meter

Gambar 10 BAS dari Marimatech

Laser harus dipasang dengan jarak minimum 25-meter dan maksimum


tergantung pada ukuran kapal. Biasanya laser dipasang di sisi dermaga atau di
lokasi di mana mereka tidak mengganggu operasi dermaga dan mudah diakses
untuk pembersihan Display Marimatech (DLD) menunjukkan data yang
dikumpulkan oleh unit laser dan dapat dilihat oleh pilot dari jarak sekitar 250-
meter siang atau malam. DLD dapat menunjukkan kecepatan, jarak dan sudut
dan menggunakan "speed arrow". Pilot juga dapat melihat apakah kecepatan
meningkat, menurun atau konstan. Tiga lampu peringatan kecepatan - hijau,
kuning, merah - menunjukkan jika kecepatan pendekatan aman.
Desain pemasangan sistem ini sebagai berikut:

9|Kajian Berthing Aid System


Gambar 11 Desain pemasangan BAS dari Marimatech

Marimatech menyediakan equipment tambahan seperti Wave and Tide Laser


Sensor untuk mengukur ketinggian geombang dan pasang surut, Current
Sensor untuk mengukur kecepatan arus, arah arus dan suhu air, Weather
System untuk mengukur kecepatan dan arah angin tekanan barometrik, suhu
udara, dan kelembaban udara.

c. Prosertek

Gambar 12 Logo Prosertek

Prosertek mengembangkan software Dockmoor yang merupakan salah satu


Berthing Aid System (BAS) yang paling canggih. Sistem ini dapat memantau
operasi berlabuh dan bersandar kapal di pelabuhan serta memberikan informasi
kepada operator dan nahkoda sehingga proses sandar kapal menjadi aman dan
efektif. BAS dari prosertek ini dapat memantau proses kapal saat bersandar
secara realtime dan dapat dipantau melalui berbagai platform seperti digital
panel pada dermaga, laptop dari jarak jauh, monitor pada control room, ataupun
melalui website.
Fitur yang dimiliki BAS dari prosertek sebagai berikut :

10 | K a j i a n B e r t h i n g A i d S y s t e m
 Menggunakan teknologi two fixed-beam laser
 Jarak antar laser minimum 30 meter
 Dapat mengukur jarak hingga 300 meter
 Laser dapat di operasikan pada explosive area (class 1) dengan laser
yang aman terhadap mata
 Display dapat dilihat pada jarak 140 atau 250 meter tergantung dari
teknologi yang digunakan

Gambar 13 BAS dari Prosertek

Prosertek juga menyediakan equipment tambahan untuk memonitori kondisi


cuaca dan kondisi air seperti suhu, kecepatan dan arah angin, kecepatan dan
arah arus, ketinggian ombak, pasang-surut, dan lain lain.

V. KESIMPULAN

PT Krakatau Bandar Samudera sebagai pelabuhan internasional membutuhkan sebuah


teknologi yang dapat memonitor dan membantu kapal saat bersandar. Teknologi yang
dapat digunakan salah satunya Berthing Aid System (BAS). BAS merupakan satu
kesatuan sistem yang terdiri atas beberapa sistem seperti sistem sensor, sistem prosesor,
sistem komunikasi dan sistem display.

Sistem yang diperlukan untuk pengadaan BAS ini di KBS yakni sistem sensor dan
sistem prosesor. Sistem sensor yang ditempatkan di setiap dermaga terdiri atas dua buah
laser sensor, weather sensor, current sensor dan wave and tide sensor. Sistem prosesor
digunakan untuk mengolah sinyal yang didapatkan sensor. Sistem ini terhubung dengan
sensor melalui sistem komunikasi. Dalam sistem BAS ini sistem prosesor dapat
mengakomodasi beberapa sensor sehingga hanya diperlukan satu sistem prosesor yang

11 | K a j i a n B e r t h i n g A i d S y s t e m
biasanya ditempatkan di control and monitor room. Sistem display merupakan sistem
yang opsional karena data dapat ditampilkan dengan berbagai perangkat seperti LED
display, pager, PDA, smartphone ataupun laptop.

12 | K a j i a n B e r t h i n g A i d S y s t e m