Anda di halaman 1dari 19

Penggunaan energy pada Bangunan

(Building Energy Use)


Pandangan masa kini terhadap penggunaan
energi sangat berbeda daripada mentalitas
penghematan energy di tahun 1970an,
dimana bila yang pernah merasakannya, akan
ingat pada pipa gas yang begitu panjang yang
menganggu kenyamanan hunian dan tempat
kerja. Model ee pada masa kini menekankan
pada keuntungan dan kenyamanan tanpa
kompromi pada penghematan energy. Pada
hpb, desain he dimulai dari pengurangan
secara metodologis terhadap beban
pendinginan atau penghangatan ruang – yang
disebabkan oleh iklim sekitar maupun dari
pihak manusia dan peralatannya. Bila beban
dikurangi, sistem mekanis akan mengonsumsi
energy lebih sedikit. Pemilihan alatannya pun
mempertimbangkan output terbesar dengan
input energy sesedikit mungkin. Efisiensi
berarti mengoptimalkan performa komponen
bangunan agar menghemat energy – misalnya
dari sistem AC, pencahayaan buatan, air
panas, dll. Hal ini dikenal dengan sebutan
“integrasi desain”. Sistem terintegrasi pada
bangunan menghasilkan waktu balik modal
yang relative cepat, serta terbuka dalam
menggunakan teknologi he yang berasal dari
renewable-energy. Alternative energy pada
yang renewable mengurangi ketergantungan
pada fossil fuel yang juga akan mengurangi
kelangkaan serta emisi berbahaya dari
pembakaran fosil fuel.

Software komputer yang terbukti andal dalam


memprediksikan biaya energy pada bangunan
sudah bisa didapatkan. Software ee ini sangat
esensial dalam perhitungan pe dan membantu
keputusan desain agar lebih he. Software
yang lebih terspesialisasi dapat
mendeskripsikan fitur lingkungan yang
spesifik, misalnya distribusi daylighting dan
pola aliran udara. Semua ini adalah
pertimbangan dalam desain terpadu yang
bertujuan pada pe

Penggunaan
energy pada
Bangunan
(Building Energy
Use)
Pertimbangan site dan penataan massa . . . . . . . 56
Layout interior dan desain ruang . . . . . . . . . 56
Selubung Bangunan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 57
Daylighting/Kontrol matahari . . . . . . . . . . . . . . 58
Polusi cahaya . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 58
High Performance Lighting . . . . . . . . . . . . 59
Sistem elektrik dan peralatan elektronik. . . . . . . 60
Sumber Energy . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 61
Sistem Mekanikal. . . . . . . . . . . . . . . . . . 63
Manajemen Beban energy . . . . . . . . . . . . 64
Tujuan Performa . . . . . . . . . . . . . . . . . . 66
Pertimbangan Lain . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 69
Keuntungan
Pertimbangan site dan penataan Massa
$0f Mengambil keuntungan dari fitur fisik lokasi situs bangunan tersebut berdiri, dan kesadaran
akan kondisi iklim mikro akan dapat mengurangi beban pendinginan (atau pemanasan) ruang,
mengurangi beban dan secara otomatis akan mengurangi konsumsi energy
pendinginan/pemana
nsan, mengurangi
biaya energy Strategi Teknis
O Akses Matahari. Atur orientasi bangunan agar bangunan mendapat cahaya matahari
$Cf
maksimal sesuai kebutuhan.
bersama dengan O Kondisi Angin. Atur orientasi bangunan agar terhindar dari angin yang membuat
pasif solar dan kehangatan dalam. ruang menghilang, namun gunakan gerakan angin sebaik mungkin untuk
strategi desain dijadikan ventilasi alami
terpadi, pemilihan
site, konfigurasi site, O Lokasi Pohon. Berhati-hati dalam menanam tumbuhan, secara letak dan jenisnya.
dan orientasi Misalnya, pohon yang meranggas diletakkan untuk menghalangi matahari musim panas,
banguna dapat namun dapat memasukkan matahari musim dingin diletakan di utara
mengurangi
konsumsi energy
O Modifikasi Topografis. Atur dan modifikasi kondisi topografi eksisting agar
untuk alatan mekanis mengoptimalisasikan insulasi dan termal mass. Perhatikan bentuk lahan, kemiringan dan
secara signifikan manipulasi lainnya yang ada pada site.

Keuntungan Layout Interior dan Desain Ruang


Program layout ruang yang baik dapat membantu mengurangi konsumsi energy karena lebih
$0f mudah mengadaptasi sistem pasif solar heating/cooling.
mengurangi beban
pendinginan/pemana Strategi Teknis
san, mengurangi O Program zoning. Kelompokkan fungsi program yang serupa agar mengkonsentrasikan
biaya energy permintaan heating/cooling dan menyederhanakan beban zoning HVAC. Tentukan perletakan
fungsi ini didalam bangunan agar dapat memperoleh keuntungan dari iklim mikro dan dapat
$Cf menggunakan sistem pasif dari orientasi bangunan.
O Ruang tanpa jendela sebagai Buffer. Saat menggunakan pasif solar sistem, ruang tanpa
layout yang didesain
dengan teliti akan
jendela adalah penyekat panas matahari agar tidak masuk ke ruang fungsi utama. Fungsinya
mengurangi biaya adalah buffer termal.
sistem mekanis O Zona sirkulasi sebagai buffer. Area publik dan sirkulasi sebagai buffer termal bagi ruang
utama, dan ruang semacam ini dapat mentolerir perubahan temperature yang tinggi karena
memang tidak ditinggali dalam waktu yang lama.
O Layout Sistem alami. Sebisa mungkin atur ruangan agar setiap ruang yang terpakai
mendapatkan cahaya dan ventilasi alami dari jendela. Dalam konteks kantor, penyekat dibuat
rendah agar aliran udara dan cahaya alami baik
O Sistem alami eksisting. Dalam bangunan yang sudah jadi, gunakan sistem strategi pasif
yang sudah ada (dan diperbaiki)
O Tangga. Buatlah tangga yang nyaman dan indah digunakan agar orang lebih tertarik
menggunakan tangga ketimbang lift (pada bangunan low-rise)

Strategie Passive Solar Design


Knapp Street Lab-center adalah bangunan dengan jumlah pekerja yang sedikit, dan didesain untuk
meningkatkan solar gain saat musim dingin, agar mengurangi energy sistem pemanas dan pencahayaan
buatan. untuk mencapainya, ruangan penunjang (gudang, lavatori, ruang mekanikal, dll) diletakan di
bagian utara, dan ruang utama bekerja di selatan agar tetap hangat di musim dingin dan sejuk di musim
panas.
Keuntungan Selubung Bangunan
Pemilihan dan pengaturan dinding, atap, pondasi, jendela, dan pemilihan material bangunan
$0f
akan memberi kontrol suhu dan kelembaban yang baik, sekaligus mengurangi energy yang
mengurangi beban digunakan. Selubung bangunan yang baik akan menyaring energy alam secara efektif dalam
pendinginan/pemana sistem pasif solar.
san, mengurangi Strategi Teknis
biaya energy O Strategi desain pasif solar (seluruh
bangunan). Menggunakan pasif solar pada
$Cf
seluruh bangunan dan mengunakan teknologi
Selubung yang
sederhana yang gratis untuk heating-cooling-
didesain dengan baik lighting dengan beberapa cara:
bisa secara •Regulasi/penyaringan pemasukan cahaya
permanen menjaga matahari dengan penaungan yang tepat.
kondisi dalam Biasanya elemen kaca diakali dengan
ruangan dan penggunaan low-e, atau pemakaian sirip/teritis
menghemat beban dan vegetasi.
energy • Moderasi temperature dengan pemakaian
material dengan nilai termal mass yang sesuai.
Material beton misalnya, menyimpan panas
matahari siang dan melepasnya dimalam hari

• Insulasi pada elemen dinding yang mengurangi beban pendinginan


• ‘Air-lock’ pada area masuk bangunan untuk mencegah heat loss/gain saat pintu masuk
dibuka-tutup
• Atap berwarna terang dan reflektif untuk memantulkan panas agar tidak masuk kedalam
ruangan, sekaligus mencegah urban heat island disekitar bangunan

O Ventilasi Natural. Memperhitungkan strategi ventilasi alami dan desain sistem HVAC yang
integrasi dengan bukaan dinding agar bisa mengurangi ketergantungan pada sistem mekanis

O Detail Selubung. Untuk mencegah kelembaban pada elemen selubung bangunan,


pemilihan material dan anti uap lembab harus diperhitungkan. Menggunakan bangunan yang
sistemnya monolit akan mengurangi sambungan tempat air bisa meresap. Keuntungannya
adalah mengurangi biaya untuk penanganan sambungan dan heat gain/loss dari sambungan.

O Mengurangi Heat Loss dari konveksi udara yang tidak diperhitungkan. (konteks
mencegah heat loss) mengurangi efek stack dari tangga atau shaft dengan merencanakan dan
memahami tekanan udara yang berlaku akibat desain

O Radiant cooling.
Teknik radiant cooling baik
untuk dilakukan di
bangunan yang berbeban
berat. Teknik ini mengakali
selubung bangunan
sebagai heat sink bagi
interior
Keuntungan Daylighting/Sun Control
Sebisa mungkin, kontrol terhadap daylighting harus dipertimangkan sejak awal dan dijadikan
$0f
sumber pencahayaan utama pada ruangan demi mengurangi beban energy untuk lampu.
mengurangi beban Energy listrik adalah energy terbesar yang dikonsumsi bangunan dan lampu adalah pengguna
cooling/heating dan energy yang signifikan dalam bangunan, terutama saat jam puncak.
mengurangi biaya
energy Technical Strategies
O Glazing. Glazing dengan nilai transmiten yang tiggi dapat ditempatkan di kaca bukaan pada
$Cf
selubung bangunan, untuk mencegah glare (silau). Disesuaikan dengan orientasi dimana kaca
selubung yang
berada, seberapa intens glazing digunakan dapat ditemukan. Fasad utara-selatan tidak
didesain dengan membutuhkan glazing se-intensif kaca timur-barat (berkaitan dengan orientasi bangunan).
benar mengontrol O Monitors and clerestories. Menggunakan monitor atap dan kaca tinggi dekat plafon
pemasukan cahaya (clerestory) dan atau tanpa skylight untuk pencahayaan. Sebaiknya bisa diatur agar cahaya
dan mengurangi yang masuk tidak berikut panas matahari yang menganggu
biaya sistem mekanis O Dimmers. Penggunaan dimer yang dapat mengontrol seberapa terang lampu harus
menyala disesuaikan dengan kondisi ketersediaan cahaya alami. Sensor ini dapat menghemat
$Ds
listrik tanpa mengkompromikan kenyamanan visual
meningkatkan O Light shelves. Penggunaan light shelves yang dapat memantulkan lebih dalam cahaya
pemasaran kaca matahari (dipasang di dinding atau plafond), dan merespon bukaan di fasad utara-selatan agar
glazing dan material cahaya bisa menyinari bagian ruang yang jauh dari jendela. Perlu diperhatkan efek silau dari
sustainable lainnya pemantulan
untuk selubung O Courtyards and atriums. Keberadaan taman dalam (courtyard) dan atrium membawa
keuntungan dari segi memasukkan lebih banyak cahaya matahari kedalam ruang tanpa
$As
kompromi masalah suhu.
pengunaan listrik
O Fiber-optics. Dalam aplikasi special, fiber-optic dan pipa cahaya dapat menjadi alternative
lampu yang yang baik dan andal.
signifikan dan
mengurangi emisi Polusi Cahaya
tidak ramah
lingkungan dari
generasi listrik Perencanaan pencahayaan yang sensitive dapat mengurangi polusi cahaya di langit, diantara
bangunan, dan di ruang terbuka. Polusi cahaya dapat mempengaruhi tanaman, binatang, dan
manusia. Desain pencahayaan yang baik juga dapat mengurangi pemborosan energy
sekaligus meperbaiki pemandangan langit malam
Keuntungan

$0f Technical Strategies


O mengurangi kebutuhan pencahayaan malam. Mengurangi pencahayaan di ruang
mengurangi terbuka atau membatasi daerah mana yang disinari dengan kontrol timer, monitor dan sensor
konsumsi energy
panas, atau sejenisnya; sehingga hanya tempat yang dipakai saja yang menyala lampunya
untuk pencahayaan
mala,m
O Sudut datang cahaya yang tepat. Penggunaan lighting outdoor yang menyorot kedalam
gedung perlu dipertimbangkan sudut datangnya agar tidak membuat ruang dalam gedung silau
$Es dan mengganggu aktivitas
O ketinggian sumber cahaya. Mengurangi ketinggian dari sumber cahaya akan lebih
mengurangi dampak menerangi aktivitas tanpa perlu lebih banyak lampu yang dipasang (menghemat energy) dan
negatif dari ekologi mencegah silau di bagian yang sebenarnya tidak perlu diterangi
urban
Keuntungan High Performance Lighting
“karena sistem pencahayaan buatan adalah pengguna energy utama dalam bangunan, namun juga point
$0f
yang paling penting yang bisa diimprovisasi efisiensinya.”
Adrian Tuluca,
mengurangi Steven Winter Associates
konsumsi energy dan
beban pendinginan Tingkat pencahayaan yang baik dan distribusi yang merata dapat meningkatkan kualitas
kenyamanan visual sementara energy lebih dihemat. Caranya adalah dengan layout efisien,
$Cf jenis lampu, standard nyaman lampu, dan komponen lainnya. Gunakan lampu yang tidak
memiliki bahaya (misalnya gas beracun)
mengurangi emisi
panas yang
dihasilkan
pencahayaan, dan
mengurangi beban
pendinginan

$Cf

modal awal tinggi


untuk teknologi ini,
namun waktu balik
modal dan biaya
bulanan menjadi
rendah

$As

mengurangi
konsumsi listrik,
mengurangi emisi
gas berbahaya dari
pembangkit listrik

Technical Strategies
O Densitas tenaga lampu. Minimalisasikan densitas tenaga lampu (lighting power density)
sampai batas persyaratan nyaman dengan mendesain sistem pencahayaan seperti:
• Disitribusi sumber cahaya yang efisien.buat output iluminasi menjadi sesuai dengan
bentuk geometri ruang, permukaan elemen ruang, ketingguna ruang, dan penggunaan
perefleksi atau sejenisnya
• Tingkat pendar cahaya sesuai dengan ketinggian permukaan kerja. Fisktur lampu juga
dapat diatur untuk menyinari langit-langit dan dinding untuk meningkatkan pemerataan
cahaya
• Penggunaan lampu efisiensi tinggi dengan persyaratan sesuai fungsi ruangan, dan
tidak boleh mengandung bahan berbahaya.
• Kontrol efisiensi sperti dimmer, sensor pengguna, dan timer lampu.
• Maintenance lumen, karena lampu pasti mengalami degradasi seiring waktu. Desainer
kerap kali mendesain lampu dengan terlalu memperhitungkan degradasi lumen
sehingga pada masa awal lampu abru digunakan, kadang terlalu terang. Lebih baik
ada perawatan lampu berkala untuk mengatur lumen agar tetap, daripada
memboroskan energy untuk lumen yang belebihan di awal pemasangan lampu.
O Keseragaman Fikstur. Mendapatkan dan mempetahankanlumen tetap seragan dengan
cara mengelompokkan jenis lampu. Hal ini memudahkan desainer sekaligus mengurangi watt
instalasi

High Performance Lighting


Bangunan High-performance tipikal menentukan ketinggian permukaan kerja dengan jenis dan perletakan
lampu. Lampu efisiensi tinggi dengan reflector rumah lampu yang parabola dapat mendistribusikan
dengan baik cahaya. Degnan perbandingan 80% kebawah dan 20% cahaya ke plafond, dan pemasangan
kontrol lampu seperti dimer, sensor, atau timer, energy bisa dihemat tanpa kompromi kenyamanan visual.
Jenis lampu yang dipilih juga berpengaruh, misalnya triphosper yang dapat menyediakan iluminasi
setingkat cahaya alami, dan hemat energy.

Blue Cross/Blue Shield Building


Pada bangunan di Rochester New York ini, kombinasi pencahayaan tak langsung emmakai lampu TL,
dengan dimmer dan ballast listrik, lampu kerja, dan light shelves. Bangunan ini menghemat 13%
penggunaan lampu, 35% energy untuk pencahayaan, dan menghemat $11.400 petahunnya untuk biaya
lampu saja.

Keuntungan Peralatan dan sistem Elektrik


Strategi desain hemat energy, sistem distribusi tenaga, dan penggunaan alat elektronik hemat
$Of listrik dapat miningkatkan efisiensi penggunaan energy pada bangunan, serta menghemat
biaya bulanan listrik bangunan
alat elektronik hemat
energy mengurangi
konsumsi energy Technical Strategies
dalam operasinya O perbandingan harga. Di bangunanbesar, anaisalah dan bandingkan biaya listrik pada
208/120V dengan 480/277 (bila mungkin)
$Cf O Spesifikasi peralatan. Peralatan elektronik kantor harus dicari yang hemat energy,
misanya komputer, printer, mesin fotokopi, dll. Pakailah alatan dengan label energy star pada
mengurangi energy
perangkat komputer dan monitornya
panas yang
dihasilkan eletronik O Minimalisasi Distorsi. Kurangi distorsi penggunaan energy yang disebabkan oleh efek
dan mengurangi penggunaan komputer non-seri di bangunan. Gunakan filter
beban pendinginan O faktor tenaga. Meningkatkan faktor tenaga dengan spesifikasi peralatan yang akan
digunakan sesuai persyaratan
$As O Transformers. Pakai K-Rated transformers untuk peralatan non-linear.
Alat elektronik dan
O Motor Efisien. Untuk mengurangi penggunaan energy, gunakan mesin atau motor yang
sistem listrik yang hemat energy dan bahan bakar yang ramah lingkungan. Cari efisiensi tenaga motor yang
efisien mengurangi paling efisien
penggunaan listrik O Direct current utilization. Dapatkan aliran DC dari sistem PV dan semacamnya untuk
dan emisi berbahaya mengurangi konversi arus AC
dari generasi listrik O Hindari eksposur/polusi elektromagnetik. Tempatkan konsentrasi listrik seperti
trafo/motor jauh dari pengguna bangunan, kalau perlu buat pelindung EMF (electromagnetic
field) untuk mencegah gangguan EMF terhadap manusia
O Videoconferencing. Aplikasi ini dipasang diantara agensi utnuk mengeliminasi biaya
emisi/energy yang disebabkan oleh transportasi – telekomunikasi tatap muka untuk
menghindari biaya transportasi manusia
Keuntungan Sumber Energy
Sumber energy alternative yang beragam bisa didapat dengan mudah dewasa ini. Desainer
$Of
harus memperhitungkan konservasi energy dan teknik mencapainya. Beberapa contoh energy
mengurangi alternative yang bisa didapat dari alam: energy surya, geothermal, angin, air, dll. Pada
kebutuhan energy penggunaan bahan bakar fosil sebagai sumber energy, efisiensi penggunaannya harus
operasional diperhitungkan dengan cermat. Alasannya karena bahan bakar fosil menghasilkan emisi yang
merusak lingkungan dan membawa dampak buruk seperti smog, hujan asap, polusi udara dll.
$Ds
Technical Strategies
Membantu
Sistem yang dipaparkan dibawah ini harus selalu di pilih dengan cermat dan sesuai dengan
mempromosikan
teknologi renewable
operasi pada site yang pertikular, dan harus secara mudah dilakukan maintenancenya. Berikut
energy di pasar beberapa tekniknya:

$As O Renewable Energy Resources.


• Panel Photovoltaic (PV) di eksterior
Mengurangi
bangunan (perletakannya didesain)
ketergantungan
untuk mengenerasikan listrik bagi
kepada bahan bakaar
fosil dan mengurangi
bangunan
emisi • Teknik pencahayaan alami yang
berbahaya/polusi menggantikan listrik lampu
• Tenaga surya untuk memanaskan
Es ruangan. Menghangatkan ruangan
tertentu seperti koridor/atrium pada
mengurangi dampak bangunan besar.
buruk lingkungan
dari ekstraksi dan
• Teknologi air panas tenaga matahari
pembakaran fosil fuel untuk keperluan air panas domestik
sampai keperluan air panas tingkat besar (seperti laundry) namun harus memiliki
reservoir yang sesuai

O Super-Efficient dan Teknologi Hibrida.


• Heat pump geortermal adalah teknologi yang perlu diperhitungkan dalam kasus kondisi
seperti urban area karena apliaksinya memakai kolom pipa vertikal untuk sirkulasi
energy
• Fuel Cell yang mengenerasikan listrik bagi site yang “jauh” dari grid utilitas bersama
• Daur ulang panas dari panas hasil kerja peralatan elektronik di pakai kembali untuk
menjadi energy penggerak
O Sumber energy Konvensional.
• Bila mungkin, sisa hasil pembangkit listrik yang berupa uap panas bisa menjadi
pembangkit energy untuk heating-cooling-air panas-dll
• Bual Fuel boiler dapat beroperasi menggunakan gas alam yang lebih sedikit
mengeluarkan polusi udara dibandingkan bahan bakar minyak
• Pada masa pemakaian puncak alat elektronik, alat yang digunakan dipilih yang
berbahan bakar gas untuk menghemat listrik. Dalam aplikasinya, bising harus
diperhatikan desainer
• Bahan bakar minyak yang lebih ringan karena pembakarannya menghasilkan emisi
berbahaya yang lebih sedikit

O Strategi pengurangan permintaan.


• Thermal storage systems (penyimpanan termal) bekerja dengan baik dengan chileer
konvensional untuk bergantian disaat konsumsi energynya maksimal
• Strategi peak-shaving (pemangkasan jam puncak) yang bergantung pada menejemen
energy seperti kontrol ventilasi, sensor CO2, dll.

O Teknologi yang
dikembangkan
• Teknolgi yang
sedang
dikembangkan
seperti alternative
energy dari methan
hasil proses
biologis, mikro-
generator,
hydrogen system,
dll; dapat djadikan
alternative sesuai
kondisi lokal site
Keuntungan Sistem Mekanikal
Sistem mekanikal harus bekerja selaras dengan layout bangunan, orientasi, selubung
$0f
bangunan, dan sistem utilitas didalamnya; demi mengurangi ketergantungan ruang pada
mengurangi beban sistem mekanikal saja. Sistem mekanlikan memakan energy yang biasanya didapat dari
pendinginan/pemana pembakaran energy fosil
san dan mengurangi
biaya energy
operasiona

$0f

ukuran peralatan
yang sesuai
kebutuhan
meningkatkan
efisiensi operas

$Cf

Modal awal dapat


dihemat bila
pemilihan dimensi
dan jumlah alat
mekanis tepat

$As

membatasi
penggunaan listrik Technical Strategies
dan bahan bakar O Improvement Performa. Pada setiap desain dan konstruksi, perlu ada perhatian dalam
fosil, mengurangi
meningkatkan performa bangunan dan mengurangi penggunaan energy sesuai dengan
emisi berbahaya
standard yang berlaku. Perlu menentukan dan memprediksi dampak bangunan terhadap
lingkungan namun tetap memperhitungkan penghematan energynya. Jumlah emisi yang
dihasilkan (insite dan outsite) juga harus diperhitungkan sejak awal.
O Integrasi Sistem. Menyadari fitur arsitektural (orientasi, eksposur terhadap panas,
ketinggina bangunan, struktur tetangga, kondisi lansekap, selubung bangunan sekitar, dll)
untuk menentukan sistem bangunan (dan HVAC) serta mengukur skala penggunaanya
O Zoning. Penggunakan HVAC yang terpisah di setiap area bangunan sesuai dengan lama
penggunaan ruang, fungsi, dimensi dan kondisi interior, dll
O Ventilasi alami. Menetukan apakah bangunan dapat memperoleh keuntungan dari
ventilasi alami, bila zona bangunan terdapat di rempat yang udaranya bersih dan tidak bising,
dan memperhitungkan kondisi cuaca/iklim setempat
O Sistem distribusi. Menganalisa keuntungan dari variable volume udara vs sistem tata
udara yang konstan agar bisa mengurangi beban sistem pada waktu tertentu
O Gas heater/chiller. Kombinasi chiller/gas heater berbahan bakar gas agar menghemat
energy listrik dan mengurangi ukuran ruang alat. Polusi yang dihasilkan juga berkurang
O Ruang mekanis yang tersebar. Ruang mekanis yang tersebar merata mengurangi
ketergantungan semua ruang apda satu ruang mekanis. Selain performa nya lebih seimbang
dan andal, bila ada kerusakan, tidak akan melumpuhkan seluruh gedung
O Heat recovery systems. Sistem heat recovery adalah pemanfaatan panas buangan alat
elektronik yang ada. Sistemnya tidak bisa diandalkan sebagai pembangkit tenaga utama
bangunan (alternative/tambahan saja)
O Partial load conditions. Pemilihan alatan dan sistem yang paling hemat energy bagi
semua beban bangunan atau sebagian (partial load) beban suatu sistem saja
O Modular boilers. Memasang boiler modular untuk efisiensi sistem partial-load

O Jangan menggunakan CFC/HCFC refrigerants.


O Kondensing boiler. Menggunakan boiler efisiesnsi tinggi
O Ukuran Chiller. Menggunakan ukuran chiller sesuai dengan kebutuhan
O Penyimpanan es. Tanggap menggunakan sistem penymnpanan es/air dingin
agarmenghindari beban jam puncak
O Kontrol Emisi. Dilakukan sesuai peraturan setempat yang berlaku
O Dessicant dehumidification. Penggunaan dessicant dehumidification sebagai alternative
pendinginan dan pencegahan lembab yang hemat energy

New Bronx Criminal Court Complex


Dalam desain dari NewBronx seluas 750,00m2 ini, modeling komputer dilakukan dengan 1000 ton gas
chiller berbanding 2x1000 ton chiler listrik. simulasi menghasilkan bahwa gas chiller memang mahal
peralatannya, namun menghemat jauh lebih banyak ($1,117,000) dalam siklus pakainya bila berbanding
dengan chiller listrik. Simulasi juga menghindari jam puncak listrik sebanyak $30/kW/jam pada musim
panas

Energy Load Management (Manajemen Beban Energy)


Manajemen, maintenance dan kalibrasi rutin terhadap sistem energy seringkali diabaikan.
Padahal ini adalah satu-satunya kjalan untuk optimalisasi performa dalam bangunan agar lebih
hemat energy. Manajeman Beban Energy (Energy Load Management) terdiri dari dua tahap
proses, yaitu penghitungan beban dan respon dari sistem. Kalibrasi rutin dari sensor dan
peralatan akan meningkatkan performa sistem mekanis dan kenyamanan ruang sekaligus

Technical Strategies

Load Calibration (Kalibrasi Beban)


O Energy management system (pada bangunan besar). sistem energy management yang
mencakup seluruh geding harus diperhatikan pada bangunan baru seluas lebih dari 40,000sqft.
Untuk bangunan eksisting seluas ini, management energy dilakukan setiap renovasi.
O Energy management system (Pada Bangunan Kecil). Sistem kontrol otomatis atau
menejemen sistem yang ada (tergantun gkondisi ekonomi) harus diperhatikan
O Monitoring and Kontrol. Terdiri dari:
• Monitoring konsumsi energy setiap jam nya untuk mengilustrasikan efek dari
perubahan kecil dala operasional; dan menggunakan grafik bulanan yang
mengilustrasikan trend penggunaan energy
• Kontrol (termasuk mmerhatikan beban dan antisipasi beban berlebih) yang
mengoptimalisasikan respon sistem yang ada
• Pemotongan jam puncak menggunakan pralatan yang dinyalakan sesuai jadwal, atau
alternatif menggunakan alat yang tidak menggunakan energy listrik
• Kontroler Lokal yang dapat mengatur alat listrik sesuai kbutuhan pengguna; dan bisa
mengumpulkan data konsumsi energy. berhati-hati menerapkan ini pada komputer
dengan software yang membutuhkan beban khusus untuk beroperasi
O Pemilihan Komponen Metode Kontrol. Metode kontrol digunakan untuk improvisasi
efisiensi sistem HVAC. Sistem ini biasanya sinkron dengan OS Windows
O Integrasi Sistem. Menganalisa integrasi antara sitem alat HVAC dan sistem lainnya
seperti pencahayaan, sistem kbakaran, sekuriti, dll. Menentukan model optimum operasional
pada setian sistem
O Sistem Kontrol Komputerisasi. Mengunakan kontrol sistem yang berkomputerisasi untuk
mempertahankan monitoring dan pendataan kondisi iklim bangunan dankonsumsi energynya.
Sistem komputerisasi juga dapat mengatur pengeluaran energy sesuai kebutuhan tanpa harus
di program ulang. Penggunaan sistemini harus diperhatikan dari segi kompleksitas dan fungsi,
serta ketersediaan staff yang dapat mengoperasikan sistem ini
O Mengontrol sistem back-up. Menyediakan sistem back-up sehingga mencegah
kehilangan data pada saat energy turun dan peralatan tidak bisa bekerja. Tergantung dari
kompleksitas dan kebutuhan bangunan

System Response
O Alat Pemanas. Saat mereview pilihan jenis boiler, perhatikan:
• Untuk boiler besar, kontrol oksigen dapat meningkatkan efisiensi pembakaran
• Mengontrol inducer (pemantik) agar mengurangi mati saat bekerja
• Kontrol kebutuhan pada boiler besar, tergantung dengan kebutuhan pemanansa
• Kontrol menggunakan air untuk merespon kondisi temperature

O Kontrol AC, Chiller dan Ventilasi. Berikut beberapa strategi yang aplikable pada
kebanyakan sistem:
• Melihat trend penggunaan energy dan menentukan jam puncak agar dapat menyusun
strategi penghematan
• mengatur sistem HVAC sesuai kebutuhan, pilih alat yang paling efisien. Bila sumber
energy lebih dari satu, kurangi beban energy dengan memilih sumber yang paling
efisien, atau kombinasi
• Membatasi permintaan listrik pada jam puncak dengan mematikan alat yang tidak perlu
• Mengatur tingkat suhu/kelembaban sesuai kebutuhan, dan dapat diatur waktunya
sesuai aktivitas yang ditampung atau kondisi cuaca saat itu
• menyediakan sensor yang dapat mengatur laju ventilasi berdasarkan kondisi jumlah
manusia didalam ruang
• Menggunakan termostat adaptif untuk mengatur kondisi termal ruang tetap pada yang
dibutuhkan. Dapat mnghemat sampai 20% energy
• Strategi Kontrik pada sistem chiler air:
o Kontrol kecepaan chiler dengan berbagai kontroler, penggunaan chiler
modular, kompresor majemuk dan water reset
o Kondenser Water Reset
o Motor yang starting nya lembut
o Penggunaan motor dua-kecepatan untuk pompa/fan
o Penggunaan variable speed control untuk pompa/fan
• Untuk bangunan kecil, gunakan timer sesuai kebutuhan pada sistem HVAC
INTEGRASI BANGUNAN
Site Design and Planning. Desain lansekap dapat meningkatkan
pendinginan/pemanasan pasif bangunan sesuai dengan iklim sekitar

Indoor Environment. Orientasi, penataan masa, dan pengaturan site dapat secara
signifikan mengatur akses bangunan terhadap matahari dan menjadi kunci sukses
pencahayaan alami bada bangunan

Indoor Environment. Perhatikan kondisi pencahayaan alami dengan kaitannya dengan


karakteristik termal yang dihasilkan. Gunakan pencegah panas

Material and Product Selection. Memilih material bangunan sesuai dengan kebutuhan,
dan karakteristik material terhadap ketahanan termal/air, perhitungkan juga efek indoor
yang dihasilkan (termal, kualitas udara, kesehatan, dll)

Operations and Maintenance. Mendorong pengguna bangunan untuk turut serta


berpartisipasi dengan cara menentukan penggunaan bangunan, jam operasi, fungsi, dan
personil perawatan bangunan yang tanggap

Tujuan Performa
Regulasi di New york State mengembangkan panduan untuk bangunan baru/lama komersil
dalam hal kode konservasi energy. NYS energy Code ini menentukan efisiensi sistem
konstruksi danmekanis bangunan yang dapat dijadikan acuan desain di NY. pada masa
mendatang, NYS code akan direvisi lagi dan lagis esuai dengan kondisi teknologi zaman nya

Walaupun banyak keterbatasan, konde ini dapat dijadikan panduan proses efisiensi energy
pada bangunan tanpa mengkompromikan kenyamanan. NYS code mengunakan standard 1kw
= 10,000 BTus
Tujuan Performa
Level 1
O bangunan Baru bangunan baru high performance harus mengkonsumsi 30%
dalam BTU/sqft kotor lebih sedikit energy per tahunnya dibandingkan bangunan
konvensional lama. Biaya operasional harus lebih murah setidaknya sama dengan
penghematan energy yang dilakukan. Dalam bangunan high-performance level 1, 10%
penghematan biaya per tahun harus dipakai untuk mengembangkan sumber nergy
renewable. Dalam penghematan energy, tidak boleh ada pengorbanan dalam bentuk
kenyamanan indoor. Penghematan dilakukan sesuai dengan kondisi tempat bangunan
berdiri; misalnya bila udaranya bersih,bisa dijadikan sarana pendinginan pasif

Dari segi pencahayaan alami, faktor langi 1,5% di permukaan kerja diharapkan dapat
menembus 15ft kedalam ruangan dari ekstrior bangunan. Isu kontrol silau, dll harus
diperhatikan untuk mencegah ketidak-nyamanan kerja.

O Bangunan yang di Renovasi Total pada renovasi total bangunan, yang


melibakan seluruh selubung diperbaharui; sistem yang ada seperti HVAC dan
pencahayaan harus diperbaharui/ditingkatkan/diganti dengan yang lebih sesuai
dengan performa yang diharapkan pada pembaharuan bangunan

O Bangunan yang di Renovasi Sebagian Dalam bangunan yang


sebagian di renovasi, perbarikan dari segi selubung akan meningkatkan efisiensi
energy.

Level 2
O Bangunan Baru bangunan baru harus menghemat setidaknya 40% dalam
BTU/ftsq kotor, dibandingkan dengan konsumsi energy bangunan konvensional. Biaya
operasional harus lebih murah setidaknya sama dengan penghematan energy yang
dilakukan. Pada bangunan level 2, 20% dari penghematan yang dilakukan harus
dipakai mngembangkan sumber energy renewable. Dalam penghematan energy, tidak
boleh ada pengorbanan dalam bentuk kenyamanan indoor. Penghematan dilakukan
sesuai dengan kondisi tempat bangunan berdiri; misalnya bila udaranya bersih,bisa
dijadikan sarana pendinginan pasif

Dari segi pencahayaan alami, faktor langi 3.0% di permukaan kerja diharapkan dapat
menembus 15ft kedalam ruangan dari ekstrior bangunan. Isu kontrol silau, dll harus
diperhatikan untuk mencegah ketidak-nyamanan kerja.

Bangunan yang di Renovasi Total pada renovasi total bangunan, yang


melibakan seluruh selubung diperbaharui; sistem yang ada seperti HVAC dan
pencahayaan harus diperbaharui/ditingkatkan/diganti dengan yang lebih sesuai
dengan performa yang diharapkan pada pembaharuan bangunan
O Bangunan yang di Renovasi Sebagian Dalam bangunan yang
sebagian di renovasi, perbarikan dari segi selubung akan meningkatkan efisiensi
energy. Renovasi juga harus memeuhi standard level 2 NYS

Tools
Economic Feasibility Evaluation

Analisa sistem arsitektura, mekanikal dan elektrikal:


• Analisa biaya yang balik modal bangunan secara umum memberikan
gambaran pada keberhasilan strategi. Waktu balik modal komponen bangunan
bisa dikombinasikan, misalnya menggunakan kombinasi alat yang waktu balik
modalnya lama dengan dua alat yang waktu balik modalnya cepat agar waktu
balik modal keseluruhan menjadi lebih cepat

• Secara mudah, pengehmatan biaya dan energy dapat diperoleh dari


penghematan HVAC dari segi ukuran, standard, dan jenis yang efisien

Analisa Peralatan listrik dan mekanis


• Lifecycle cost analysis dapat digunakanuntuk megidentifikasikan alternatif pada
alatan mekanikal-elektrikal. Analisa didasarkan pada biaya awal pemblian alat
dan biaya operasionalnya

• Lifecycle cost analysis harus dilakukan pada sebanyak mungkin alternatif


alatan dan pada sebanyak mungkin sektor bangunan sedari tahap desain.
Rata-rata inflasi dan harga dapat didapat dari DCAS office energy conservation

Alat modeling energy


• Trace 600 - untuk desain HVAC, pemanasan ruang, baban pendinginan,
pendinginan gratis, penyimpanan termal, dll

• DOE-2.1E - anallisa detil penggunaan energy bangunan (per jam) pada


berbagai sektor sekaligus (misalnya pencahayaan dan HVAC). memiliki fitur
tambahan seperti glazing dan program analisa bangunan jadi

• HAP v4.0 - Analisa perjam bangunan dan simulasi energy dari performa jenis
alatan

• BLAST - Building Load and System Thernodinamics yang mengerjakan


simulasi perjam bangunan dari segi peralatan. Menganalisa kenyamanan
termal, kondisi matahari, klembaban, dll

• TRnSYS - The Transient System Simulation program yang digunakan untuk


analisa HVAC dan dimensinya, solar design, pencahayaan, termal, PV, angin,
dll

• Designing Low-Energy Buildings with ENERGY-10 - alat desain seluruh


bangunan yang berguna pada tahap desain; dilengkapi guideline dan
perhitungan nergy
• ADELINE & RADIANCE - spesial untuk evaluasi pencahayaan alami, aliran
udara, dll

• HEATING-7 dan ALGOR - kuantigfikasi dan analisa aliran udara

• ASEAM - Model sederhana DOE2

• FRESA - Federal Renewable Energy Screening Assistant menganalisa aplikasi


dari alternatif energy renewable, pencahayaan alami, PV, dll

Deliverables ( dapat disertakan )


Dasar. Saat merencanakan Operating Energy Analysis pada bangunan High
Performance, perhatikan beberpaa point dibawah ini:
• Analisa penggunaan nergy di bangunan serupa dan standard yang ada. Pada
bangunan renovasi, analisa juga performa 3 tahun terakhir

• Tujuan performa yang jelas, yang didapat dari analisa diatas

• Tujuan yang jelas pada pengembangan renewable-energy yang sesuai dengan


konteks

• menetukan Metodologi meningkatkan performa dan desain bangunan dengan


software yang tepat

• menentukan tujuan yang jelas dalam peningkatkan kualitas pencahayaan dan


konsumsi energy

Fasa Desain Skematik. Analisa hal berikut:


• evaluasi dari penataan massa, orientasi, layout, penggunaan alternatif
selubung bangunan. kalkulasi beban pencahayaan dan HVAC untuk mencari
alternatif penghematan dari segi desain ataupun pemilihan jenis dan dimensi
HVAC atau pembangkit lainnya.

Pengembangan Desain. Analisa hal-hal berikut:


• Dari kebutuhan akan energy dan pencahayaan, teliti beberapa alternatif agar
dapat menghemat. Cari alatan yang efektif dan dapat diintegrasikan dengan
sumber energy renewable. perhatikan untuk menghitung Life cycle cost

• dari stasiun pembangkit pusat bangunan, teliti bagaimana strategi


mengefisienkan energy dengan mengontrol temperatur, ventilasi,
pencahayaan, dan strategi memperbaiki selubung bangunan.
• kalkulasi kebutuhan untuk menentukan ukuran alatan yang sesuai pada
chiler/boiler.

Dokumen Konstruksi
• berdasarkan pembaharuan selubung bangunan, hitung seberapa beban
heating/cooling dihemat

• mengetahui konstrin dari peraturan

• Untuk ventilasi, dapat mengikutti rekomendasi NYS code