Anda di halaman 1dari 3

Nama : Bagus Putra Pamungkas

NIM : 1403618062

Review Buku Belenggu Ilmuwan dan Pengetahuan

I. Identitas Buku :
Judul : Belenggu Ilmuwan Dan Pengetahuan, Dari Hindia Belanda Sampai Orde Baru

Penulis : Andrew M. Goss

Penerbit : Komunitas Bambu

Tebal: xvi+348 hlm

Tanggal terbit : September - 2014

II. Isi :
A. Pendahuluan

Buku Belenggu Ilmuwan dan Pengetahuan sekilas terlihat sederhana yang terdiri dari 7 bab. Dalam buku
ini dibahas mengenai pengetahuan tentang banyak hal di Indonesia masa kolonial sampai masa pasca
kemerdekaan terutama tentang ilmu biologi di Indonesia. Yang ada di benak kita tentang Belanda masa
itu hanya tentang kekejaman mereka, tetapi tidak semuanya seperti itu, banyak ilmuwan Belanda yang
punya peranan penting bagi kemajuan ilmu pengetahuan di Indonesia.

Bab 1 apostel pencerahan

Mendengar kata apostel, arti yang muncul di pikiran kita mungkin tentang para rasul atau orang orang yg
membawa ajaran baru. Nah, di bab ini bukan para rasul yang dibicarakan, tetapi mereka adalah para
ilmuwan yang ada di Indonesia pada masa kolonial Belanda. Sepanjang tahun 1840-an para cendikiawan
Batavia menghasilkan banyak sekali masukan, proyek dan gagasan untuk pemerintah kolonial, seperti
rencana untuk membangun rel kereta api ke penjuru Jawa. Salah satu apostel yang terkenal yaitu
Wilhelm Junghuhn atau biasa disebut Humboldt dari Jawa. Junghuhn menjadi pembaharu karena
catatan pribadinya mengenai karakteristik di pulau Jawa.

Bab 2 Ilmu Kina

Kina merupakan salah satu jenis pohon yang langka, tapi kenapa ilmuwan kolonial Belanda sangat
tertarik dengan pohon kina ini? Nah di bab ke dua dari buku ini akan menjelaskan tentang besarnya
manfaat dari kina ini.
Wabah malaria yang mulai menyerang pada tahun 1840-an membuat kebutuhan akan kina semakin
meningkat, hal itu yang membuat tumbuhan kina menjadi yang paling dicari dan menjadi langka. Karna
pemerintah kolonial melihat adanya keuntungan besar dari dibutuhkannya tumbuhan kina ini, maka dari
itu para ilmuwan kolonial mencari cara agar pembudidayaan pohon kina ini bisa banyak tumbuh di
wilayah Indonesia.

Dengan adanya pembudidayaan ini, dalam waktu 3 tahun, tumbuh 100.000 pohon kina dengan berbagai
tingkat pertumbuhan.

Bab 3 INDAHNYA ILMU PENGETAHUAN TREUB

Pada bab ini ilmuwan yang bernama Treub paling sering disebutkan diantara para ilmuwan lainnya,
sebenarnya siapa si Treub ini? Nah buat yang belum tau, dia adalah direktur yang ditunjuk oleh
pemerintah untuk merawat kebun raya Buintenzorg

Kebun raya Buintenzorg yang sebelumnya tidak dikembangkan para ahli, pada masa Treub kebun raya itu
mulai dikembangkan kembali. Tidak mudah untuk membuat kebun raya ini menjadi populer lagi,
dibutuhkan biaya yang besar dalam prosesnya, salah satu pengeluaran besar demi tempat ini populer
lagi berasal dari media cetak berupa jurnal ilmiah yang diharapkan dapat menarik minat para ilmuwan di
seluruh dunia. Demi pengembangan kebun raya ini juga Treub menyediakan sebuah laboratorium
penelitian kecil di kebun raya cibodas. Pada akhir abad 19 akhirnya Treub berhasil mengembangkan
kebun raya nya menjadi terkenal serta menjadi pusat biologi tropis yang keren, Buitenzorg juga berhasil
menarik banyak ilmuwan dari benua lain yang ingin memulai kariernya dibidang biologi.

Bab 4 Para Profesional Etis

Para profesional etis... Mendengar kata etis berarti berkaitan dengan benar atau salah dalam melakukan
sesuatu. Dimulai dari politik etis yaitu melindungi masyarakat pribumi, memperluas kesempatan
pendidikan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pribumi. Serta dampak dari politik etis ini
seperti meningkatnya pendapatan, meningkatnya pembelanjaan, serta hubungan perekonomian
masyarakatnya. Selanjutnya di bidang ilmu pengetahuan adan herbarium difokuskan kepada Treub
dengan usahanya memperkuat posisi kebun raya di sistem administrasi negara kolonial. Di bidang
pendidikan,pada tahun 1899, para anggota asosiasi perkebunan kopi Malang mengeluhkan kualitas
tenaga kerja yang sangat buruk yang menjadi alasan didirikannya sekolah di kebun raya Buitenzorg
dengan lima orang Eropa dan sepuluh orang pribumi.

Bab 5 Pencerahan Gaya Kaum Nasionalis

Pencerahan gaya kaum nasionalis, di bab ini menjelaskan para tokoh-tokoh nasionalis Indonesia yang
berjuang demi memajukan masyarakat Indonesia khususnya di bidang pendidikan. Berawal dari apostel
Indonesia diamtaranya Soewardi Soerjaningrat, Tjipto Mangoenkoesoemo, dan Ratoe Langie gagal
mengarahkan metode pencerahan dan ilmu pengetahuan kepada masyarakaat Indonesia Ke arah
kemajuan. Berlanjut ke Boedi Oetomo yang mendirikan organisasi nasionalis pertama si Indonesia yang
bertujuan memperluas ilmu pengetahuan untuk masyarakat pribumi. Tidak berhenti di Boedi Oetomo
saja, perkembangan pendidikan terus berlanjut seperti Taman siswa, serta pada tahun 1927 mendirikan
sekolah kedokteran STOVIA di Batavia.

Bab 6 Mimpi Teknokratik

Di bab ini membahas tentang mulainya kemunduran para ilmuwan kolonial belanda karna masuknya
tentara Jepang. Dimulai dari Anggaran colonial yang sebagian pemasukannya dari ekspor saat itu sedang
merosot. Walaupun posisi ilmu pengetahuan di Hindia Belanda sangat maju disbanding negara jajahan
lainnya, terlihat kelemahan yaitu kemerosotan ekonomi. Terlalu bergantung kepada negara sebagai
pemasok modal, menyebabkan para ilmuan kolonial tidak berdaya jika dana penelitiannya dipangkas.

Akan tetapi, walaupun mengalami keterpurukan, Van Mook tidak menyerah. Van Mook percaya bahwa
kebun raya Buitenzorg adalah kunci emas menuju kembalinya kejayaan.Setelah Jepang masuk kawasan
Jawa pada tahun 1942, dilakukan perombakan pejabat pejabat pemerintahan, tetapi dalam bidang ilmu
pengetahuan, ilmuan Belanda masih bisa bekerja.

Bab 7 Pengetahuan Meja Tulis

Sampai di penghujung dari buku ini, pada bab ini menjelaskan tentang perkembangan pengetahuan
setelah lepas dari Belanda dan Jepang.Para tokoh nasional Indonesia berusaha keras dalam mengatur
pemerintahan yang diantaranya kegagalan di kabinet-kabinet pemerintah, pemberontakan di daerah
sampai masalah dalam mengatur undang-undang. Di bidang pengetahuan dengan didirikannya
organisasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, sosial, dan budaya pada masa itu.

III. Kesimpulan

Dalam buku ini Belenggu Ilmuwan dan Pengetahuan memberikan informasi yang mengagumkan tentang
perkembangan ilmu dari para ilmuwan di Indonesia. Dimulai dari pembawa pengetahuan baru oleh para
apostel, manfaat pohon kina, perkembangan kebun raya Buitenzorg yang sekarang menjadi kebun raya
Bogor, kemajuan pendidikan di Indonesia, sampai segala hal tentang perpolitikan Indonesia masa pasca
kemerdekaan. Semua itu disajikan secara menarik dan memberikan pengetahuan baru untuk kita karna
Indonesia ternyata punya banyak Ilmuwan yang sangat berpengaruh untuk kita di masa sekarang.

Komentar :

Buku ini memiliki kelebihan diantaranya informasinya yang sangat rinci, seta pada setiap bannya ada
kesimpulannya yang membuat kita lebih mudah memahami bab itu. Kekurangannya yang pasti disetujui
oleh pembaca buku ini pasti bahasanya yang susah dimengerti, terutama di bab bab awal, banyak sekali
bahasa yang belum fasih, artinya susah untuk dimengerti diibaratkan menonton anime tanpa ada
subtitle nya.