Anda di halaman 1dari 17

PETA KONSEP

Gerak Endonom

Gerak pada
Gerak Higroskopis
tumbuhan

Gerak Esionom Gerak Tropisme

Gerak Nasti

Gerak Taksis

Gerak hewan di darat


Gerak
pada Gerak pada
Gerak hewan di air
makhluk hewan
hidup
Gerak hewan di udara

Gerak pada Gerak Perpindahan


benda
(penyebabnya) Kecepatan

Percepatan

Gaya Sentuh
Gaya
Gaya tak
sentuh
Hukum ΣF = 0
Newton

F=m.a

F aksi = F reaksi

1
GERAK MAHLUK HIDUP DAN BENDA

I. GERAK PADA TUMBUHAN

Gerakan merupakan salah satu ciri dari makhluk hidup tanpa terkecuali pada tumbuhan,
namun gerakannya berbeda dengan hewan atau manusia. Pada tumbuhan gerakannya tidak
mengalami perpindahan tempat, hanya pada bagian tertentu, seperti bagian ujung tunas, ujung
akar, dan daun. Tumbuhan tingkat tinggi dapat merespon rangsangan tertentu dari lingkungannya
dengan melakukan gerak. Contoh gerakan pada tumbuhan adalah jika kita menyentuh daun putri
malu maka daun akan meresponnya dengan cara menutup daunnya. Pengelompokan gerak pada
tumbuhan terbagi menjadi 3 yaitu gerak endonom, esionom, dan higroskopis.

Gerak Pada Tumbuhan

Untuk masing-masing GERAK PADA TUMBUHAN akan dicoba dijelaskan di bawah ini.

1.1. Gerak Endonom

Gerak endonom adalah gerak pada tumbuhan yang tidak diketahui penyebab luarnya.
Gerakan ini bersifat spontan karena tumbuhan melakukan gerakan secara spontan tanpa perlu
adanya rangsangan dari luar. Contoh gerak endonom adalah gerak pertumbuhan daun dan gerak
rotasi sitoplasma (siklosis) pada sel-sel daun Hydrilla verticillata yang dapat dideteksi dari gerak
sirkulasi klorofil di dalam sel.

Gambar Gerak Endonom

2
1.2. Gerak Higroskopis

Gerak higroskopis adalah gerak tumbuhan yang disebabkan karena perubahan kadar air. Contoh :

a. Gerak membukanya kotak spora pada tumbuhan paku.

Gambar. Kotak spora


b. Pecahnya buah polong pada tanaman turi yang sudah tua.

Gambar. Tanaman turi

1.3. Gerak Esionom

Gerak esionom merupakan gerak pada tumbuhan yang disebabkan karena adanya
rangsangan dari lingkungan sekitarnya.

Beberapa jenis gerakan etionom yaitu tropisme, taksis, dan nasti.

3
Jika berdasarkan jenis rangsangannya maka gerak esionom dapat dibedakan menjadi 3
macam yaitu tropisme, taksis, dan nasti. Untuk penjelasannya adalah sebagai berikut:

1.3.1. Gerak Tropisme

Gerak tropisme adalah gerak sebagian organ tumbuhan yang disebabkan oleh rangsangan dari
luar dan arah geraknya dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang. Tropisme (Yunani dari kata
trope = “belokan”). Gerak tropisme yang mendekati arah rangsang disebut tropisme positif
sedangkan gerak tropisme yang menjauhi rangsang disebut tropisme negatif. Sehingga dapat
dikatakan bahwa gerak tropisme biasanya diberi nama sesuai dengan jenis rangsangannya.

 Geotropisme/gravitropisme adalah gerak tropisme yang dipengaruhi oleh rangsangan


gaya gravitasi bumi. Tokoh yang pertama kali mencatat bahwa gerak pertumbuhan akar
adalah geotropisme positif karena searah dengan gaya gravitasi bumi adalah Charles
Darwin. Sedangkan pertumbuhan batang termasuk geotropisme negatif, karena arahnya
berlawanan dengan arah gravitasi bumi.

 Hidrotropisme adalah gerak tropisme yang dipengaruhi oleh rangsangan kelembapan atau
air. Ada makhluk hidup memiliki kecenderungan untuk mendekati atau menjauhi air.
Contoh gerakan yang mendekati arah air misalnya pertumbuhan akar yang menuju ke
sumber air.

 Tigmotropisme adalah gerak tropisme yang dipengaruhi oleh rangsangan sentuhan atau
kontak fisik dengan benda padat. Tumbuhan merambat umumnya tumbuh lurus, tetapi
jika ujung batangnya menyentuh sesuatu maka akan membuat lengkungan pada
tumbuhan. Sel pada bagian yang bersentuhan dengan benda lain perkembangannya lebih
lambat dibandingkan dengan bagian yang tidak tersentuh, sehingga pertumbuhannya
menjadi melengkung. Sebagai contoh gerak tigmotropisme adalah gerak membelit sulur
tumbuhan mentimun.

4
 Fototropisme/heliotropisme merupakan gerak tropisme yang dipengaruhi oleh
rangsangan cahaya terutama cahaya matahari. Pertumbuhan yang mendekati sumber
cahaya disebut fototropisme positif sedangkan pertumbuhan yang menjauhi cahaya
disebut fototropisme negatif atau skototropisme. Sebagai contoh fototropisme negatif
adalah pada Monstera sp yang pertumbuhannya mendekati daerah yang gelap. Akar
biasanya memperlihatkan fototropisme negatif, meskipun geotropisme lebih berperan
dalam pertumbuhannya.

 Kemotropisme adalah gerakan tumbuhan yang dipengaruhi oleh rangsangan bahan


kimiawi. Sebagai contoh adalah gerak pertumbuhan buluh serbuk sari menuju bakal buah
saat berlangsungnya pembuahan.

Gerak Pada Tumbuhan

5
1.3.2. Gerak Taksis

Gerak taksis adalah gerak seluruh bagian tumbuhan yang arahnya dipengaruhi oleh sumber
rangsangan. Gerak taksis biasanya dilakukan oleh organisme uniseluler. Berdasarkan jenis
rangsangannya, taksis dapat dibedakan menjadi kemotaksis dan fototaksis.

 Kemotaksis adalah gerak taksis yang dipengaruhi oleh rangsangan berupa bahan kimia.
Sebagai contohnya adalah gerak pada sel sperma tumbuhan berbiji tertutup yang menuju
sel telur karena adanya rangsangan senyawa kimia yang diproduksi oleh sel telur.

 Fototaksis adalah gerak taksis yang dipengaruhi rangsang berupa cahaya. Sebagai contoh
adalah gerakan kloroplas pada Spirogyra yang bergerak ke daerah yang terkena cahaya.
Gerak ganggang hijau uniseluler Euglena dan Clamidomonas ke tempat yang lebih
terang.

1.3.3. Gerak Nasti

 Nasti adalah gerak sebagian tumbuhan akibat rangsangan dari luar, tetapi arah geraknya
tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang. Gerak nasti dibedakan menjadi lima
macam, yaitu sebagai berikut.
 Niktinasti adalah gerak tidur daun tanaman Leguminosae (kacang-kacangan) menjelang
petang akibat perubahan tekanan turgor pada tangkai daun. Penyebabnya adalah karena
rangsangan suasana yang gelap.

6
 Fotonasti adalah gerak nasti yang sumber rangsangannya berupa cahaya, misalnya
mekarnya bunga pukul empat (Mirabilis jalapa) pada sore hari karena telah memperoleh
periode terang yang cukup dari cahaya matahari.

 Seismonasti/tigmonasti adalah gerak yang dipengaruhi oleh getaran/sentuhan. Sebagai


contoh adalah gerak menutupnya daun putri malu (Mimosa pudica) saat tersentuh.
Penyebabnya adalah adanya perubahan takanan turgor pada tangkai daun.

 Termonasti adalah gerak nasti yang sumber rangsangnya berupa suhu. Sebagai contoh
gerakan ini adalah mekarnya bunga tulip pada hari yang hangat pada musim semi.

7
 Nasti kompleks adalah gerak nasti yang sumber rangsangnya lebih dari satu. Sebagai
contoh adalah membuka menutupnya stomata karena pengaruh kadar air, cahaya, suhu,
dan zat kimia.

8
II. GERAK PADA HEWAN

2.1. Gerak hewan di Air

Sistem Gerak Hewan yang hidup di Air

Air memiliki kerapatan yang lebih besar dibandingkan udara sehingga hewan lebih sulit
bergerak di air. Namun sebaliknya, air memiliki gaya angkat yang lebih besar dibandingkan
dengan udara. Beberapa hewan yang hidup di air memiliki struktur tubuh dan sistem gerak yang
khas.
Untuk bergerak didalam air, contohnya ikan memiliki:

1) Bentuk tubuh yang aerodinamis (streamline) untuk mengurangi hambatan ketika bergerak
didalam air;

2) Ekor dan sirip ekor yang lebar untuk mendorong gerakan ikan dalam air;

3) Sirip tambahan untuk mencegah gerakan yang tidak di inginkan;

4) Gelembung renang untuk mengatur gerakan vertical; Susunan otot dan tulang belakang yang
flexsibel untuk mendorong ekor ikan didalam air.

2.2. Gerak hewan di Udara

Misalnya sistem gerak pada burung Burung merupakan contoh hewan yang beradaptasi
dengan baik untuk bergerak di udara. Burung memiliki :
 Sayap dan bulu-bulu yang berfungsi untuk mengangkat tubuh burung di udara;
 Rangka yang ringan dan ramping atau ipih;
 Sistem tulang dan otot yang kuat untuk menggerakkan sayap

2.3. Gerak hewan di Darat

Contohnya salah satu dari mamalia yaitu kuda. Kuda memiliki rangka dalam menyokong
tubuhnya. Seperti pada halnya manusia, alat gerak kuda adalah tulang-tulang yang dibantu otot-
otot. Pada saat berjalan dan berlari, kaki belakang kuda menekan melawan tanah dan tubuh
bergerak ke depan. Dalam mengamati gerakan kuda, paling tepat di mulai dari kaki belakang
karena dari kaki belakang inilah kekuatan terbentuk.

9
III. GERAK PADA BENDA (Penyebabnya)

3.1. Gerak

3.1.1. Perpindahan

Perpindahan adalah besarnya jarak yang diukur dari titik awal menuju titik akhir
sedangkan Jarak tempuh adalah Panjang lintasan yang ditempuh benda selama bergerak.

Atau perpindahan adalah perubahan posisi atau kedudukan suatu benda dari keadaan awal ke
keadaan akhirnya.

3.1.2. Kecepatan

Kecepatan didefinisikan sebagai besarnya perpindahan tiap satuan waktu dan Kelajuan
didefinisikan sebagai besarnya jarak yang ditempuh tiap satuan waktu. Perumusan yang
digunakan pada kecepatan dan kelajuan adalah sama.

3.1.3. Percepatan

Percepatan adalah perubahan kecepatan dalam satuan waktu tertentu.

Berdasarkan percepatannya gerak dibagi menjadi 2, yaitu :

1. Gerak beraturan adalah gerak yang percepatannya sama dengan nol (a = 0) atau gerak
yang kecepatannya konstan.
2. Gerak berubah beraturan adalah gerak yang percepatannya konstan (a = konstan) atau
gerak yang kecepatannya berubah secara teratur

Gerak lurus sendiri dibagi menjadi 2 :

1. Gerak Lurus Beraturan (GLB)

GLB adalah gerak gerak benda yang lintasannya lurus dan kecepatannya konstan (tetap).
Contoh gerak GLB adalah mobil yang bergerak pada jalan lurus dan berkecepatan tetap.

Persamaan yang digunakan pada GLB adalah sebagai berikut :

s = v.t

Keterangan :

s adalah jarak atau perpindahan (m)

v adalah kelajuan atau kecepatan (m/s)

t adalah waktu yang dibutuhkan (s)

2. Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB)

10
Adalah gerak lintasannya lurus dengan percepatan tetap dan kecepatan yang berubah secara
teratur. Contoh GLBB adalah gerak buah jatuh dari pohonnya, gerak benda dilempar ke atas.

GLBB dibagi menjadi 2 macam :

a. GLBB dipercepat

Adalah GLBB yang kecepatannya makin lama makin cepat, contoh GLBB dipercepat adalah
gerak buah jatuh dari pohonnya.

Grafik hubungan antara v terhadap t pada GLBB dipercepat adalah

Sedangkan Grafik hubungan antara s terhadap t pada GLBB dipercepat

b. GLBB diperlambat

Adalah GLBB yang kecepatannya makin lama makin kecil (lambat). Contoh GLBB diperlambat
adalah gerak benda dilempar keatas.

Grafik hubungan antara v terhadap t pada GLBB diperlambat

11
Grafik hubungan antara s terhadap t pada GLBB diperlambat

Persamaan yang digunakan dalam GLBB sebagai berikut :

Untuk menentukan kecepatan akhir

Untuk menentukan jarak yang ditempuh setelah t detik adalah sebagai berikut:

Yang perlu diperhatikan dalam menggunakan persamaan diatas adalah saat GLBB dipercepat
tanda yang digunakan adalah + .

Untuk GLBB diperlambat tanda yang digunakan adalah - , catatan penting disini adalah nilai
percepatan (a) yang dimasukkan pada GLBB diperlambat bernilai positif karena dirumusnya
sudah menggunakan tanda negatif.

3.2. Gaya

3.2.1. Gaya Sentuh dan Contoh

Gaya sentuh adalah gaya yang bekerja melalui sentuhan. Pada ilustrasi sepakbola di atas,
ketika anda menendang bola, tetapi tidak mengenainya, dapatkah bola itu bergerak? Bagaimana

12
pula jika penjaga gawang tidak tepat dalam menangkap bola? Dapatkah bola tersebut berhenti?
Perubahan gerak pada bola hanya terjadi apabila dikerjakan gaya melalui sentuhan. Sebaliknya
jika tidak terkena sentuhan, maka tidak terjadi pula perubahan gerak. Dengan demikian, gaya
baru dapat bekerja setelah terjadi sentuhan.

Contoh gaya sentuh dalam kehidupan sehari-hari adalah:

 Gaya yang berasal dari otot, seperti gaya dorong, gaya tarik, gaya angkat, dan sebagainya
yang berasal dari kekuatan tubuh. Misalnya; mendorong meja, mengangkat batu, menarik
gerobak, dan lain-lain.
 Gaya mesin, yaitu gaya yang dikeluarkan oleh mesin-mesin.
 Gaya pegas, adalah gaya yang timbul dari sebuah benda ketika kembali pada kedudukan
semula.

3.2.2. Gaya Tidak Sentuh dan Contoh

Berbeda dengan gaya sentuh, gaya tak sentuh adalah gaya yang dapat bekerja walaupun
tidak melalui sentuhan.

Contoh gaya tak sentuh dalam kehidupan sehari-hari adalah:

 Gaya magnet, adalah kekuatan yang berasal dari benda untuk menarik atau menolak
benda lainnya.
 Gaya listrik, adalah gaya yang ditimbulkan oleh benda yang bermuatan listrik.
 Gaya tarik bumi (gravitasi bumi), adalah kekuatan bumi untuk menarik benda-benda
menuju pusat bumi.

13
IV. HUKUM NEWTON

4.1. Hukum Pertama Newton ( ∑ F = 0 )

Hukum I: Setiap benda akan mempertahankan keadaan diam atau bergerak lurus beraturan,
kecuali ada gaya yang bekerja untuk mengubahnya.[11]

Hukum ini menyatakan bahwa jika resultan gaya (jumlah vektor dari semua gaya yang bekerja
pada benda) bernilai nol, maka kecepatan benda tersebut konstan. Dirumuskan secara matematis
menjadi:

Artinya :

 Sebuah benda yang sedang diam akan tetap diam kecuali ada resultan gaya yang tidak nol
bekerja padanya.
 Sebuah benda yang sedang bergerak, tidak akan berubah kecepatannya kecuali ada
resultan gaya yang tidak nol bekerja padanya.

Hukum pertama newton adalah penjelasan kembali dari hukum inersia yang sudah pernah
dideskripsikan oleh Galileo. Dalam bukunya Newton memberikan penghargaan pada Galileo
untuk hukum ini. Aristoteles berpendapat bahwa setiap benda memilik tempat asal di alam
semesta: benda berat seperti batu akan berada di atas tanah dan benda ringan seperti asap berada
di langit. Bintang-bintang akan tetap berada di surga. Ia mengira bahwa sebuah benda sedang
berada pada kondisi alamiahnya jika tidak bergerak, dan untuk satu benda bergerak pada garis
lurus dengan kecepatan konstan diperlukan sesuatu dari luar benda tersebut yang terus
mendorongnya, kalau tidak benda tersebut akan berhenti bergerak. Tetapi Galileo menyadari
bahwa gaya diperlukan untuk mengubah kecepatan benda tersebut (percepatan), tapi untuk
mempertahankan kecepatan tidak diperlukan gaya. Sama dengan hukum pertama Newton :
Tanpa gaya berarti tidak ada percepatan, maka benda berada pada kecepatan konstan.

4.2. Hukum Kedua Newton ( F = m . a )

Hukum kedua menyatakan bahwa total gaya pada sebuah partikel sama dengan banyaknya
perubahan momentum linier p terhadap waktu :

Karena hukumnya hanya berlaku untuk sistem dengan massa konstan, variabel massa (sebuah
konstan) dapat dikeluarkan dari operator diferensial dengan menggunakan aturan diferensiasi.
Maka,

14
Dengan F adalah total gaya yang bekerja, m adalah massa benda, dan a adalah percepatan benda.
Maka total gaya yang bekerja pada suatu benda menghasilkan percepatan yang berbanding lurus.

Massa yang bertambah atau berkurang dari suatu sistem akan mengakibatkan perubahan dalam
momentum. Perubahan momentum ini bukanlah akibat dari gaya. Untuk menghitung sistem
dengan massa yang bisa berubah-ubah, diperlukan persamaan yang berbeda.

Sesuai dengan hukum pertama, turunan momentum terhadap waktu tidak nol ketika terjadi
perubahan arah, walaupun tidak terjadi perubahan besaran. Contohnya adalah gerak melingkar
beraturan. Hubungan ini juga secara tidak langsung menyatakan kekekalan momentum: Ketika
resultan gaya yang bekerja pada benda nol, momentum benda tersebut konstan. Setiap perubahan
gaya berbanding lurus dengan perubahan momentum tiap satuan waktu.

Hukum kedua ini perlu perubahan jika relativitas khusus diperhitungkan, karena dalam
kecepatan sangat tinggi hasil kali massa dengan kecepatan tidak mendekati momentum
sebenarnya.

Impuls

Impuls J muncul ketika sebuah gaya F bekerja pada suatu interval waktu Δt, dan dirumuskan
sebagai[16][17]

Impuls adalah suatu konsep yang digunakan untuk menganalisis tumbukan. [18]

Sistem dengan massa berubah

Sistem dengan massa berubah, seperti roket yang bahan bakarnya digunakan dan mengeluarkan
gas sisa, tidak termasduk dalam sistem tertutup dan tidak dapat dihitung dengan hanya mengubah
massa menjadi sebuah fungsi dari waktu di hukum kedua.[14] Alasannya, seperti yang tertulis
dalam An Introduction to Mechanics karya Kleppner dan Kolenkow, adalah bahwa hukum kedua
Newton berlaku terhadap partikel-partikel secara mendasar.[15] Pada mekanika klasik, partikel
memiliki massa yang konstant. Dalam kasus partikel-partikel dalam suatu sistem yang
terdefinisikan dengan jelas, hukum Newton dapat digunakan dengan menjumlahkan semua
partikel dalam sistem:

dengan Ftotal adalah total gaya yang bekerja pada sistem, M adalah total massa dari sistem, dan
apm adalah percepatan dari pusat massa sistem.

Sistem dengan massa yang berubah-ubah seperti roket atau ember yang berlubang biasanya tidak
dapat dihitung seperti sistem partikel, maka hukum kedua Newton tidak dapat digunakan
langsung. Persamaan baru digunakan untuk menyelesaikan soal seperti itu dengan cara menata
ulang hukum kedua dan menghitung momentum yang dibawa oleh massa yang masuk atau
keluar dari sistem:[13]

15
dengan u adalah kecepatan dari massa yang masuk atau keluar relatif terhadap pusat massa dari
obyek utama. Dalam beberapa konvensi, besar (u dm/dt) di sebelah kiri persamaan, yang juga
disebut dorongan, didefinisikan sebagai gaya (gaya yang dikeluarkan oleh suatu benda sesuai
dengan berubahnya massa, seperti dorongan roket) dan dimasukan dalam besarnya F. Maka
dengan mengubah definisi percepatan, persamaan tadi menjadi

Yang dalam Bahasa Indonesia berarti:

Hukum Kedua: Perubahan dari gerak selalu berbanding lurus terhadap gaya yang dihasilkan /
bekerja, dan memiliki arah yang sama dengan garis normal dari titik singgung gaya dan benda.

4.3. F aksi = F reaksi

Ada pepatah mengatakan "Tak kenal maka tak sayang". Pepatah ini tak hanya berlaku
untuk para remaja yang sedang jatuh cinta akan tetapi juga berlaku buat para pelajar yang sedang
belajar fisika. Sudahkah Anda mengenal hukum aksi-reaksi atau hukum ketiga Newton? Tentu
saja sudah! Gaya aksi sama dengan (min) Gaya reaksi atau F aksi = -F reaksi. Itulah jawaban
yang paling sering didengar kalau seseorang bertanya mengenai bunyi hukum tersebut. Jawaban
ini tidak hanya salah tempat karena merupakan persamaan matematika (bukan pernyataan) akan
tetapi juga dapat menimbulkan kesalahpahaman konsep. Ibarat mengenal seseorang, hanya
namanya saja.

Kita tidak akan menghafalkan bunyi hukum aksi-reaksi karena pelajaran fisika bukanlah
pelajaran menghafal bait-bait Shakespeare atau menghafal lagu-lagu wajib nasional. Kita akan
berkenalan dengan hukum tersebut melalui pendekatan konsep dan aplikasi sehari-hari. Mari kita
mengenal hukum aksi-reaksi secara benar! Hukum aksi-reaksi menjelaskan tentang interaksi
antara dua benda. Newton menyadari bahwa gaya tidak bisa muncul dengan sendirinya. Gaya
selalu muncul secara berpasangan. Jika sebuah benda A memberikan gaya kepada benda B (F[A
pada B]) maka benda B akan memberikan gaya kepada benda A dengan arah yang berlawanan
(F[B pada A]) dan bernilai sama besar (Gambar 1).

Perhatikan bahwa gaya yang disebabkan oleh A (F[A pada B]) berada/bekerja pada benda B
(panah merah). Sebaliknya gaya yang disebabkan oleh B (F[B pada A]) berada pada benda A
(biru). Kedua gaya ini berpasangan dan berlawanan arah tetapi tak saling meniadakan karena
tidak bekerja pada benda yang sama. Mereka bekerja pada benda yang berbeda. Gaya mana yang
merupakan gaya aksi dan reaksi tidak menjadi masalah. Sekarang gantilah benda A dengan
Anda! Anda sedang mendorong sebuah benda B yang memiliki roda dibagian bawah (lihat
gambar 2). Dorongan kaki Anda membuat Anda dan benda B bergerak ke kanan. Bagaimana
menjelaskan fenomena tersebut menurut hukum aksi-reaksi?

Untuk menjelaskan mengapa balok B bergerak kita hanya melihat gaya-gaya yang bekerja pada
balok B saja (lihat gambar 3). Ada dua gaya yang bekerja pada balok B yakni gaya dorongan

16
tangan Anda (panah merah sedang) dan gaya dorongan balik tanah pada balok B (biru kecil).
Perhatikan bahwa kedua gaya ini bukan merupakan pasangan aksi-reaksi karena bekerja pada
benda yang sama! Gaya ini berlawanan arah. Oleh karena gaya dorong tangan lebih besar
daripada gaya gesek tanah maka ada resultan gaya ke arah gaya dorong, yakni ke kanan.

Hal yang sama dapat kita lakukan untuk menjelaskan pergerakan Anda ke kanan. Pada diri Anda
bekerja dua gaya yakni gaya dorong balik balok (biru sedang) dan gaya gesek tanah (merah
panjang). Karena gaya gesek tanah lebih besar maka Anda terdorong ke kanan.

Jika gaya dorong balok (merah sedang) lebih kecil daripada gaya gesek tanah maka balok tidak
bergerak. Itu sebabnya digunakan roda. Roda akan memperkecil gaya gesek sehingga balok lebih
mudah digerakkan.

Sekarang kita tahu mengapa kuda yang menarik kereta tidak bisa menipu kusirnya dengan dalih
hukum ketiga bahwa sekuat apapun kuda menarik kereta maka kereta akan menarik kuda dengan
gaya yang sama dan berlawanan. Jelas sang kuda keliru! Gaya aksi-reaksi harus bekerja pada dua
benda yang berbeda sehingga mereka tidak saling meniadakan pada benda yang sama. Gaya
yang bekerja pada kuda adalah gaya gesek tanah dan gaya tarik kereta. Keduanya bukan gaya
aksi reaksi karena sama-sama bekerja pada kuda (satu benda). Jika gaya gesek tanah lebih besar
(artinya kuda harus mendorong tanah dengan gaya yang kuat) daripada gaya gesek tanah maka
kuda akan memiliki gaya netto dan iapun bergerak bersama kereta (ingat kereta memiliki roda
jadi gaya gesek kereta kecil dibandingkan gaya tarik kuda).

Mari kita berimajinasi lagi! Saat kita diam sambil berdiri diatas tanah ada dua gaya vertikal yang
bekerja pada kita, yakni gaya berat (-mg) ke arah bawah/bumi dan gaya normal tanah (mg) ke
atas. Keduanya saling menimbangi dan bernilai sama. Apakah keduanya merupakan gaya aksi
reaksi? Tentu tidak! Mereka bekerja pada benda yang sama (pada Anda). Lalu siapakah
pasangan gaya berat pada tubuh Anda? Ia harus bekerja pada benda lain. Benda itu adalah bumi.
Benar! Bumi yang besar sedang ditarik oleh Anda tapi karena massa Anda yang menyebabkan
gaya F (-m g), sangat sangat kecil dibandingkan massa Bumi maka percepatan yang diterima
Bumi sangatlah kecil (a = F/M = (m g)/M, M bumi sangat besar). Keberadaan gaya normal yang
merupakan reaksi dari gaya aksi benda yang menyentuh tanah menjelaskan mengapa Anda diam
diatas tanah dan tidak menembus bumi! Karena resultan gaya Anda nol maka tentu saja Anda
tidak menghilang dalam tanah atau terbang ke atas!

Gaya gesek memainkan peranan yang sangat penting meskipun kita seringkali tidak
menyadarinya. Gaya gesek inilah yang sebenarnya membuat kita dapat berjalan dan mobil dapat
bergerak. Kita berjalan dengan mendorong tanah kebelakang menggunakan kaki kita! Gaya kaki
ini bekerja pada tanah. Sebagai reaksinya tanah akan mendorong kita kedepan dan kitapun
berjalan tanpa berterimakasih?untung saja kita tidak berpijak pada es yang sangat licin karena
gaya geseknya bisa amat kecil sehingga menyulitkan kita untuk terdorong ke depan dengan
syarat kita tidak terjatuh terlebih dahulu!

Hanya kalau kita mau berimajinasi, berpikir bebas, dan mampu menjelaskan fenomena fisika
dengan konsep yang benar, kita bisa sampai pada tahap menyayangi fisika?paling tidak sekarang
kita telah mengenal hukum aksi reaksi dengan baik.

=====================

17