Anda di halaman 1dari 7

Jurnal Ilmiah Teknik Kimia UNPAM, Vol. 1 No.

1 (Januari, 2017) ISSN 2549 - 0699

PENGARUH WAKTU DAN LUAS PERMUKAAN TERHADAP


KETEBALAN PRODUK PADA ELEKTROPLATING ACID ZINC

Study of Impact Time and Surface Area to Thickness at Electroplating on Acid Zinc

Irman Ansari*, Budhi Indrawijaya,Faevi Nurohmawati,Iis Zakaria

ProgramStudiTeknikKimiaUniversitasPamulang
, TangerangSelatan,15417
*E-mail: irmanansari02@gmail.com

ABSTRAK

Penelitian ini menggunakanhukum Faraday untuk menganalisishasil pengukuran.Ada 2 paramete r yang


divariaskandalampenelitianini yaitu luas permukaanspesimen(6 x 10 cm²,6 x 5 cm ² dan 5 x 3 cm ²) dan waktu
(6, 9 dan 12 menit).Metodepenelitiandilakukandengan skemaelectroplatingterdiridari katoda,anoda,elektrolit,
yang digabungka n dengan arus listrik DC yang diletakkandi Hull Sel. Tujuan dari penelitianini adalah untuk
menentukanpengaruh waktudan luas permukaanspesimenterhadapketebalanlapisanterbentukdenganmetode
acid zinc plating.Hasilpenelitianyang diperolehadalah semakinbesar luas permukaanspesimenmaka lapisandan
massa endapanterbentuksemakinkecil, dan semakinlama waktu proses elektroplatingmaka lapisandan massa
endapanterbentuksemakinlebihtebal

Kata kunci : Electroplating,


Acid Zinc

ABSTRACT

This researchusingFaraday’slaw to analizeresultof measurements. Thereare 2 parametersvarying in research,


the surfacearea of specimen ( 6 x 10 cm², 6 x 5 cm² and 5 x 3 cm²) and time ( 6, 9 and 12 minutes).The research
methodwas done by electroplatingschemeconsistsof a cathode,anode,electrolyte,whichis coupledwith a DC
electricalcurrentthat is placedon Hull Cell. The purposeof researchis to determineimpactof extentof time and
amountof surfaceareaof specimento layerthicknessoccuredfromthe acid zinc electroplating methods.The result
of researchobtainedis the greaterof surfacearea will form specimenmass and layer smaller,and the longerof
electroplatingprocesstime will form specimentmassand layerincreasing thicker

Keywords: Electroplating,
AcidZinc

PENDAHULUAN kerja (spicemen) yang berlaku sebagai


katoda. Logam-logam pelapis itu misalnya:
Proses elektroplating banyak diaplikasikan nikel, seng, tembaga, alumunium, dan lain-
dalam kehidupan sehari hari. Beberapa lain.
manfaat dari proses elektroplating yaitu: Terdapat beberapa variabel kondisi
melindungi logam. dari korosi, menambah operasi yang mempengaruhi proses
kekerasan logam, dan juga menambah nilai elektroplating, diantaranya rapat arus,
jual logam karena terlihat lebih menarik. konsentrasi larutan, suhu larutan elektrolit,
Elektroplating merupakan proses pH larutan, luas permukaan benda kerja dan
perpindahan ion logam dengan bantuan arus lama waktu pelapisan. Penelitian ini
listrik DC melalui larutan elektrolit sehingga mengambil parameter peubah yaitu; luas
ion logam mengendap pada benda padat yang permukaan specimen dan waktu pelapisan
akan dilapisi. Ion logam diperoleh dari sebagai variabel terikat, dimana kedua
larutan elektrolit maupun berasal dari variable peubah diberikan nilai yang
pelarutan anoda logam di dalam larutan bervariasi untuk mendapatkan suatu
elektrolit. Pengendapan terjadi pada benda kesimpulan perubahan terhadap variable
Ansari dkk.

bebasnya. Sedangkan yang menjadi adalah garam logam zinc chloride (ZnCl2).
indikatornya adalah nilai ketebalan. Pada anoda dan katoda terjadi perbedaan
potensial setelah dialirkan listrik, maka
Elektroplating logam logam seng akan terurai di dalam elektrolit
Prinsip dasar elektroplating adalah yang juga mengandung ion-ion seng. Melalui
melapisi permukaan benda kerja dengan larutan elektrolit, ion-ion seng (Zn2+) akan
logam jenis lain untuk menghambat laju terbawa kemudian mengendap pada
korosi dan memperbaiki kualitas permukaan permukaan katoda (kuningan) dan berubah
dari benda kerja tersebut. Proses pelapisan menjadi atom-atom seng. Pada kondisi ini
logam dengan cara lapis listrik pada dasarnya terjadi reaksi reduksi ion seng menjadi logam
merupakan rangkaian dari : arus listrik DC seng sebagai berikut :
(Direct Current), elektroda (anoda dan
katoda), larutan elektrolit dan benda kerja ZnCl2 ⇌ Zn+2 + 2Cl-
ditempatkan sebagai katoda. Keempat
H2 O ⇌ H+ + OH-
gugusan ini disusun sedemikian rupa
sehingga membentuk suatu rangkaian sistem Zn+2 + 2e ⇌ Zn
lapis listrik listrik dengan rangkaian sebagai
berikut: Oleh karena larutan elektrolit selalu
mengandung garam dari logam yang akan
 Anoda dihubungkan pada kutub positif
dilapis, garam-garam tersebut yang dipilih
dari sumber listrik
yang mudah larut, tetapi anionnya tidak
 Katoda dihubungkan pada kutub negatif
mudah tereduksi. Walaupun anion tidak ikut
pada sumber listrik
langsung dalam proses terbentuknya lapisan,
 Anoda dan katoda direndamkan dalam tapi jika menempel pada permukaan katoda
larutan ektrolit (benda kerja) akan menimbulkan gangguan
terbentuknya mikro struktur lapisan. Hukum
Bila arus listrik (potensial) searah Faraday merupakan basis utama pemahaman
dialirkan antara kedua elektroda anoda dan elektrokimia yang digunakan dalam proses
katoda dalam laruan elektrolit, maka muatan elektroplating sampai saat ini, yaitu:
ion positif ditarik oleh katoda. Sementara ion 1. Jumlah perubahan kimia oleh satuan arus
bermuatan negatif berpindah ke arah listrik sebanding dengan banyaknya arus
elektroda bermuatan positif. Ion-ion tersebut yang mengalir.
dinetralisir oleh kedua elektroda dan larutan 2. Jumlah aneka bahan berbeda yang
elektrolit yang hasilnya diendapkan pada dibebaskan oleh sejumlah tertentu listrik
elektroda katoda. Hasil yang terbentuk sebanding dengan berat ekivalen
merupakan lapisan logam dan gas hidrogen. kimianya.
Contoh: sebuah kuningan yang akan dilapis Dari hukum Faraday di atas dapat
dengan seng (Zn). Larutan yang digunakan disebutkan bahwa elektrolit zat yang
diendapkan berbanding lurus dengan waktu
dan arus listrik, dan dapat dirumuskan yaitu:
e.i.t
W  (1)
F
dimana:
W = berat logam yang diendapkan (gram)
e = massa ekuivalen (berat atom logam
/valensinya)
i = kuat arus (Ampere).
t = waktu (detik)
F = konstanta Faraday (96500 Coulomb)
Gambar 1. Skema elektroplating

J.I. Tek.Kim. UNPAM 2 Januari 2017 Vol. 1 No. 1


Ansari dkk.

Korelasi antara volume larutan dan berat Benda Kerja / Pembersihanden


logam yang diendapkan dapat di dapat ditulis Spesimen gan HCI
sebagai berikut:
W
V  (2)
 Pembersihandeng Pembilasandenga
anamplas n air
dimana :
W = berat logam yang diendapkan (g)
V = volume cm3
= densitas g/cm3 Pembilasan Pembilasandengandet
dengan air ergen / degreesing
Sementara ketebalan lapisan yang terbentuk,
menurut Helmy Alian , 2010 dirumuskan :
Pengeringan Pembilasan
V (pengukuranbera dengan air
  (3) tawal specimen)
A
dimana :
δ = tebal lapisan terbentuk (cm) Elektroplating Pembilasan
(mencatat dengan air
A = luas permukaan setelah dilapis (cm2 ). tegangan & lama
waktu)
Acid Zinc Electroplating
Hasil Pengeringan
Penerapan acid zinc plating sangat (pengukuranberata
atau
direkomendasikan untuk melapiskan seng Produk khir specimen)
secara langsung pada permukaan logam high
carbon steel, cast iron, malleable iron,
Gambar 2. Diagram Alir Penelitian
wrought & forged iron. Kelebihan dari acid
zinc plating adalah tak perlu dilakukan waste (NH4 Cl) : 150 – 200 g/lt. Zinc klorida
treatment karena tak terdapat sianida di (ZnCl2 ) 40 – 80 g/lt.
dalamnya. Efisiensinya dapat mencapai 95- Pengambilan data:
100%. Namun larutannya yang asam 1) Pengukuran panjang dan lebar bidang
membuatnya menjadi sangat korosif. permukaan spesimen (dilakukan sebelum
Sehingga diperlukan peralatan yang tahan proses pelapisan dilaksanakan).
terhadap korosi. Hal tersebut tentu 2) Pengukuran massa spesimen dan massa
memerlukan biaya yang lebih. Pada anoda (dilakukan sebelum dan setelah
elektroplating acid zinc, anoda yang proses pelapisan dilaksanakan).
digunakan adalah 99,99% Zn dengan lead 3) Pengukuran ketebalan spesimen
free. Power supply yang digunakan untuk (dilakukan sebelum dan setelah proses
proses elektroplating harus dapat memberi pelapisan dilaksanakan).
arus 1-4,5 A/dm2. Suhu larutan untuk
elektroplating acid zinc 20-50oC. HASIL DAN PEMBAHASAN

BAHAN DAN METODOLOGI Hubungan antara variabel waktu proses


specimen dengan ketebalan lapisan yang
Lempengan katoda terbuat dari terbentuk, disajikan pada Gambar 3-5.
bahan pelat kuningan dengan ukuran 10 x 6 Gambar 3-5 menunjukkan bahwa semakin
cm, 6 x 5 cm, dan 5 x 3 cm, dan ketebalan lama proses elektro plating maka ketebalan
masing-masing spesimen 0,03 cm. lapisan pada katoda semakin besar. Pada
Lempengan anoda dibuat dari bahan acid
zinc plating : 99,99% Zn dengan lead free.
Larutan elektrolit yaitu ammonium klorida

J.I. Tek.Kim. UNPAM 3 Januari 2017 Vol. 1 No. 1


Ansari dkk.

Gambar 3. Hubungan waktu proses dan


ketebalan lapisan terbentuk dengan Luas
specimen konstan (10 x 6 cm) Gambar 6. Hubungan Luas specimen dan
ketebalan lapisan dengan waktu konstan t=6
menit

Gambar 4. Hubungan waktu proses dan


ketebalan lapisan dengan Luas specimen kon
stan (6 x 5 cm)
Gambar 7. Hubungan Luas specimen dan
ketebalan lapisan dengan waktu konstan t =9
menit

Gambar 5. Hubungan waktu proses dan


ketebalan lapisan dengan Luas specimen kon
stan (5 x 3 cm)

Gambar 3-5 terlihat membentuk garis linier Gambar 8. Hubungan Luas specimen dan
untuk 3 ukuran spicemen tersebut. Hal ini ketebalan lapisan dengan waktu konstan t
menunjukkan bahwa jumlah ketebalan =12 menit
lapisan terbentuk berbanding lurus dengan
waktu proses elektro plating. Ion seng yang elektro plating. Sehingga ketebalan lapisan
mengendap pada katoda bertambah seiring juga ikut meningkat dengan bertambahnya
dengan waktu electroplating. Hal ini sesuai
waktu proses elektro plating. Sedangkan
dengan Hukum Faraday, bahwa berat lapisan hubungan antara variable ukuran spicemen
terbentuk berbanding lurus dengan waktu

J.I. Tek.Kim. UNPAM 4 Januari 2017 Vol. 1 No. 1


Ansari dkk.

dengan ketebalan lapisan yang terbentuk, 2


disajikan pada gambar 6-8.
Gambar 6-8 menunjukkan bahwa adanya 1.5
pengaruh dari besaran “luas specimen” 12
terhadap ketebalan lapisan yang terbentuk 1
6
pada permukaan specimen. Pada grafik
tersebut terlihat pada kondisi waktu proses 0.5 9
konstan baik pada waktu 6 menit, 9 menit
0
ataupun 12 menit, ketebalan lapisan yang
dihasilkan untuk ketiga variasi luas spicemen 60 cm ² 30 cm ² 15 cm ²
yang digunakan, menunjukkan pola: ukuran
Gambar 9. Hubungan Luas Specimen dan
spicement (10 x 6 cm <6 x 5 cm < 5 x 3 cm).
massa lapisan dengan waktu proses elektro
Semakin besar ukuran spicemen maka
plating konstan
ketebalan lapisan yang terbentuk semakin
kecil. Semakin kecil ukuran spicimen, maka KESIMPULAN
akumulasi pergerakan elektron dan transfer
material pada kedua elektroda juga akan 1. Luas permukaan specimen dan waktu
semakin besar. proses berpengaruh terhadap ketebalan
dan massa lapisan yang terbentuk pada
Grafik 7 menunjukkan bahwa massa lapisan proses electroplating.
endapan semakin besar seiring semakin 2. Semakin luas ukuran specimen maka
lamanya waktu proses elektroplating. Pada semakin mengecil tebal dan massa lapisan
grafik terlihat hubungan antara waktu yang terbentuk. Berdasarkan hal tersebut
elektro plating dan massa lapisan membentuk maka korelasi luas permukaan specimen
garis linier. Hal ini bersesuaian dengan berbanding terbalik dengan tebal dan
hukum Faraday yang menyatakan massa massa lapisan spesimen. Sebaliknya
lapisan endapan berbanding lurus dengan hubungan antara waktu proses dengan
waktu elektro plating. ketebalan dan massa lapisan yang
Grafik 9 menunjukkan bahwa massa terbentuk. Semakin lama waktu proses
lapisan endapan semakin mengecil seiring maka ketebalan dan massa lapisan
dengan bertambahnya ukuran specimen. endapan semakin besar. Baerdasarkan hal
Semakin kecil ukuran specimen, maka porsi tersebut dapat disebut korelasi antara
akumulasi pergerakan pelepasan ion seng waktu proses dengan ketebalan dan massa
pada anoda dan pengendapan ion seng pada lapisan berbanding lurus.
katoda akan semakin besar.
DAFTAR PUSTAKA

2 1. Ahmad, M., Azhar, “Analisa Pengaruh


Tegangan Listrik Terhadap Ketebalan
1.5 Pelapisan Chrome Pada Pelat Baja
15 cm ² Dengan Proses Elektroplating”, Makasar.
1
30 cm ²
2011.
0.5 2. Akuan, Abrianto, “Dasar-dasar
60 cm ² Elektroplating”, Bandung, 2009
0 3. Alian, Helmy, “Pengaruh Tegangan Pada
6 menit 9 menit 12 menit Proses Elektroplating Baja Dengan
Pelapis Seng Dan Krom Terhadap
Gambar 7. Hubungan waktu proses dan Kekerasan Dan Laju Korosinya”,
massa lapisan dengan Luas specimen konstan Palembang, 2010.

J.I. Tek.Kim. UNPAM 5 Januari 2017 Vol. 1 No. 1


Ansari dkk.

4. Beddel, W.L.D. (1912) Practical Electro- Elektroplating Untuk Bentuk plta,


Plating, University of Toronto. Semarang.
5. Pangajuanto, Teguh-Rahmidi, Tri (2009) 8. Wahyudi, Soleh (2006) Buku Saku
Kimia 3, Pusat Perbukuan Departemen Elektroplating, Technic, Cimahi.
Pendidikan Nasional, Jakarta. 9. Wahyudi, Soleh. (2012) Modul Proses
6. Poyner, J. (1987) Electroplating, Argus Elektroplating Seng & Passivasi
Book, Hertfordshire. Chromate, Rekayasa Plating, Cimahi.
7. Sutomo, Senen, Rahmat, Pengaruh Arus
Dan Waktu Pada Pelapisan Nikel Dengan

J.I. Tek.Kim. UNPAM 6 Januari 2017 Vol. 1 No. 1


Ansari dkk.

J.I. Tek.Kim. UNPAM 7 Januari 2017 Vol. 1 No. 1